(e-RH) 21 Februari -- 1 Korintus 2:6-16 - TAK TERDUGA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 21 Februari 2018
Bacaan : 1 Korintus 2:6-16
Setahun: Bilangan 19-20
Nats: ... "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9)

Renungan:

TAK TERDUGA

Orang yang bekerja mengetahui bahwa ia akan menerima upah setiap bulan. Itulah berkat yang sudah diduga. Alkitab mencatat ada berkat yang tidak terduga-yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul dalam hati. Pascaoperasi kanker, saya harus minum obat setiap hari selama 5 tahun. Obat itu cukup mahal. Saya berdoa minta berkat Tuhan untuk bisa membelinya. Ternyata Tuhan bukan hanya memberi berkat untuk membeli obat tetapi Tuhan menyediakan obat yang sama dengan harga yang sangat terjangkau (jauh lebih murah dari harga yang seharusnya). Inilah berkat yang tidak terduga. Apa yang tidak pernah timbul dalam hati saya, Tuhan sediakan.

Kitab Korintus menyatakan Tuhan menyediakan berkat tidak terduga bagi orang-orang yang mengasihi Dia (ay. 9). Orang yang mengasihi Tuhan, adalah orang yang penuh gairah dan gelora cinta dengan Tuhan. Orang yang detak jantungnya tertuju kepada Tuhan. Ciri orang yang cinta Tuhan adalah ia sangat bergairah melakukan kehendak Tuhan. Ia selalu ingin menyenangkan hati Tuhan. Tidak akan merasa berat melakukan apapun untuk Tuhan. Tuhan suka dengan orang yang seperti ini.

Bila berkat yang sudah kita duga sepertinya sangat terbatas, percayalah masih ada berkat tak terduga yang Tuhan siapkan. Mari kita senantiasa melakukan kehendak Tuhan dengan penuh gairah dan selalu menyenangkan hati-Nya bukan semata-mata untuk mendapatkan berkat tak terduga tetapi karena kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. --IN/www.renunganharian.net
   
TUHAN MENYEDIAKAN "KEJUTAN DEMI KEJUTAN" BAGI ORANG YANG MENGASIHI-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/02/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/02/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+2:6-16

1 Korintus 2:6-16

 6  Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.
 7  Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.
 8  Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.
 9  Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
10  Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
11  Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
12  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
13  Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
14  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
15  Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
16  Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+19-20
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+19-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 21 Februari -- Markus 10:1-12 - Cita-cita dan Cinta Allah

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 21 Februari 2018
Ayat SH: Markus 10:1-12

Judul: Cita-cita dan Cinta Allah

Hukum Yahudi mengenai perceraian bersumber pada Ulangan 24:1. Dalam pemahaman Yahudi, perempuan dianggap sebagai "benda". Ia tidak mempunyai hak dalam pengambilan keputusan. Sementara keinginan laki-laki mengawini lebih dari satu perempuan kerap terjadi. Akibatnya laki-laki dapat saja menceraikan isterinya dengan alasan apa saja. Sementara bagi kaum perempuan alasan untuk bercerai sangat dibatasi. Paling banter hanya bisa memohon kepada suaminya untuk menceraikannya. Gereja juga menggumuli bagaimana mengatasi persoalan ini. Namun sulit mendapatkan titik temunya karena masing-masing gereja memiliki persepsi sendiri.

Dengan tujuan hendak menguji apakah Yesus sepandangan dengan Musa, orang Farisi bertanya tentang perceraian. Usaha pengujian ini menjadi sia-sia karena Yesus balik bertanya mengenai apa yang Musa perintahkan. Yesus tahu maksud orang-orang Farisi ingin mengadunya dengan pandangan Musa. Akan tetapi, orang-orang Farisi itu tidak menjawab apa yang diperintahkan, melainkan apa yang diperbolehkan Musa. Menurut Ulangan 24:1, Musa memperbolehkan perceraian dengan syarat ada surat perceraian. Yesus tidak menyangkal hal itu, tetapi ketentuan itu diberikan bukan berdasarkan perintah Allah.

Yesus menjelaskan tentang cita-cita Allah adalah membuat laki-laki dan perempuan bersatu. Manfaat dari kebersatuan itu diikat oleh suatu persekutuan yang tak terpisahkan, saling berbagi, mengisi, menghormati, menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan berlangsung seumur hidup. Sebab, laki-laki maupun perempuan telah meninggalkan orangtuanya (7).

Tak ada lagi yang secara intim mendukung satu dengan lain, kecuali dari pasangan mereka sendiri. Hidup bersatu dengan penuh cinta bukan sekadar perintah dari Allah, namun lebih mendasar karena kecintaan Allah kepada manusia. Ia ingin menjadikan manusia sebagai pribadi yang mampu mencintai dan dicintai. Bukan saling menyakiti satu sama lain. [ETY]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/02/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+10:1-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+10:1-12

Markus 10:1-12

 1  Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
 2  Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
 3  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
 4  Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
 5  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
 6  Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
 7  sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
 8  sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
 9  Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
10  Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11  Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
12  Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 20 Februari -- Matius 19:16-26 - TERPIKAT HARTA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 20 Februari 2018
Bacaan : Matius 19:16-26
Setahun: Bilangan 16-18
Nats: Mendengar perkataan itu, pergilah orang muda itu dengan sedih, sebab banyak hartanya. (Matius 19:22)

Renungan:

TERPIKAT HARTA

Sewaktu membayar belanjaan di supermarket, saya dan kakak terkejut karena total belanjaan lebih sedikit dari perhitungan. Kami lalu mengecek struk pembayaran. Rupanya, si kasir belum memasukkan harga dua barang ke mesin penghitung. Sempat timbul pikiran untuk mendiamkan saja hal itu, tetapi akhirnya, kami memutuskan untuk membayarkan total belanjaan yang kurang.

Beberapa orang protes ketika uang yang diterima kurang tetapi hanya berdiam diri ketika uang yang diterima berlebih. Saat ini, cinta uang mulai menggeser cinta untuk keluarga, kesehatan, bahkan cinta akan Tuhan. Matius 19:16-26 menceritakan tentang seorang muda yang datang kepada Yesus. Ia bertanya bagaimana agar dirinya beroleh hidup kekal. Orang muda itu mengaku bahwa dirinya telah melakukan semua perintah Allah (ay. 16-20). Walaupun ia sudah merasa sempurna, Yesus menunjukkan sebuah kekurangan. Yesus berkata, "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin." (ay. 21).

Yesus tidak menghendaki harta orang muda itu atau menginginkannya jatuh miskin. Yesus hanya menyingkapkan sesuatu yang ia genggam erat, lebih dari Allah sendiri. Itulah sebabnya mengapa orang muda itu gagal. Setelah mendengar perkataan Yesus, pergilah ia dengan sedih sebab banyak hartanya (ay. 22). Mengetahui kebenaran ini, marilah kita mengecek kehidupan kita. Masihkah harta dan kekayaan memikat diri kita lebih dari pada Tuhan? --LIN/www.renunganharian.net
   
MARI MENJAGA AGAR HATI KITA TIDAK TERPIKAT OLEH BERKAT DUNIA, MELAINKAN HANYA TERPIKAT OLEH YESUS, SUMBER SEGALA BERKAT DI DUNIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/02/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/02/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+19:16-26

Matius 19:16-26

16  Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
17  Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
18  Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
21  Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
26  Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+16-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+16-18

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 20 Februari -- Markus 9:42-50 - Jangan Menyesatkan Orang lain

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 20 Februari 2018
Ayat SH: Markus 9:42-50

Judul: Jangan Menyesatkan Orang lain

Yesus kembali menggunakan anak-anak kecil sebagai media pembelajaran bagi para murid. Sebagaimana dalam Markus 9:37, Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya bahwa pemilik Kerajaan Surga adalah mereka yang bersedia menyambut anak kecil dengan penuh sukacita. Yesus mengatakan, "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia buang dibuang ke dalam laut" (42). Anak-anak kecil dapat dipahami secara harfiah sebagai anak-anak kecil yang percaya, namun bisa juga mengacu kepada orang-orang yang kecil imannya.

Pada perikop sebelumnya pesan Yesus kepada Yohanes jelas, yaitu jangan menghalangi orang yang kecil imannya, melainkan hargai dan kuatkanlah iman mereka. Pesan ini terus digaungkan oleh Yesus kepada para murid. Ia mengingatkan para murid agar kehidupan mereka tidak menjadi batu sandungan atau menyesatkan orang lain. Yesus tidak menghendaki orang-orang dengan iman yang kecil disesatkan oleh mereka yang merasa dirinya mengenal Tuhan sangat dekat. Kepada orang-orang yang memiliki kecenderungan menyesatkan orang dengan iman kecil, Yesus mengatakan singkirkanlah batu yang membuatmu tersandung, singkirkanlah hal-hal yang membuat dirimu menjadi tersesat.

Yesus beralih dari soal menyesatkan orang lain kepada soal menyesatkan diri sendiri. Mungkin saja seseorang menempatkan batu sandungan di jalan yang akan dilewatinya sendiri. Dan permintaan Yesus kepada para murid kala itu dan juga kepada kita pada hari ini, segala hal yang membuat kita terjatuh ke dalam dosa segera disingkirkan. Egois, kecenderungan menerapkan harga diri pada diri dan kelompoknya, mengagungkan prestasi rohani, dan dosa-dosa lain harus disingkirkan. Panggilan hidup seorang pengikut Kristus adalah menjadi garam bagi dirinya, apalagi bagi orang lain (50). Bukan malah menyesatkan orang lain apalagi diri sendiri. [ETY]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/02/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+9:42-50
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+9:42-50

Markus 9:42-50

42  "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
43  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
44  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
45  Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
46  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
47  Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
48  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
49  Karena setiap orang akan digarami dengan api.
50  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 19 Februari -- Lukas 15:11-32 - JANGAN UBAH STATUSNYA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 19 Februari 2018
Bacaan : Lukas 15:11-32
Setahun: Bilangan 14-15
Nats: "Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." (Lukas 15:32)

Renungan:

JANGAN UBAH STATUSNYA

Seorang suami ketahuan berselingkuh. Istrinya menceritakan pergumulannya pada sahabatnya. Sahabatnya berkata: "Masih pantaskah kamu menjadikannya suamimu?" Ia terdiam dan menangis. Lalu, ia berkata: "Aku tidak akan pernah mengubah statusnya sebagai suamiku, tetapi aku akan menanti Tuhan mengubahkan hidupnya sehingga sesuai dengan statusnya."

Sikap istri itu merupakan contoh perwujudan sikap Allah kepada umat-Nya yang tidak setia. Dalam perumpamaan Yesus, Allah diumpamakan sebagai bapa. Ia tidak mengubah status si anak meskipun anak itu mengecewakan hatinya. Meskipun si anak mau menjadi pembantu di rumah itu, bapa justru merayakan kembalinya anak yang hilang itu. Bapa tidak mengubah status anaknya menjadi pembantu.

Demikian halnya dengan kita. Ketika kita jatuh dalam dosa, Allah tidak mengubah status kita dari anak-Nya menjadi pembantu atau orang buangan. Akan tetapi, Dia bekerja dalam hidup kita, mencari kita agar kita mau berbalik, bertobat, dan mengalami perubahan sikap hati.

Kita kadang-kadang menjumpai ada orangtua yang berkata, "Mulai saat ini kamu bukan anakku lagi" ketika si anak mengecewakan atau tidak menuruti nasihatnya. Namun, sesungguhnya yang harus diubah bukanlah statusnya. Bagaimanapun, seorang anak tetaplah anak. Membuang atau tidak mengakuinya sebagai anak tidak akan mengubah keadaan, malah membuatnya makin parah. Tantangan orangtua adalah mendoakan, menasihati, dan membimbing anak itu, agar ia mengalami perubahan sikap hati. --YKS/www.renunganharian.net
   
KASIH YANG TULUS TIDAK AKAN MENCAMPAKKAN ORANG YANG BERSALAH, TETAPI MENOLONGNYA MENGATASI KESALAHAN DAN MEMPERBAIKI KELAKUAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/02/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/02/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+15:11-32

Lukas 15:11-32

11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+14-15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+14-15

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 19 Februari -- Markus 9:38-41 - Mencatut Nama Yesus

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 19 Februari 2018
Ayat SH: Markus 9:38-41

Judul: Mencatut Nama Yesus

Beberapa waktu lalu Presiden Republik Indonesia ke-7 dibuat geram oleh oknum tertentu yang mencatut namanya untuk sebuah kepentingan pribadi yang mendatangkan kerugian bagi negara. Sejumlah pihak pendukung Presiden menuntut agar oknum tersebut dihukum karena telah mencatut nama orang nomor satu di Indonesia ini.

Yohanes angkat bicara ketika ia mengetahui ada orang lain yang mencatut nama Yesus untuk mengusir setan. Pada zaman itu Yesus sangat terkenal karena kuasa-Nya. Jadi sangatlah wajar apabila nama Yesus dipercaya dan digunakan untuk melakukan pengusiran setan. Namun bagi Yohanes perihal menggunakan nama Yesus untuk suatu mukjizat secara resmi hanya boleh dilakukan oleh murid-murid Yesus saja (Mrk. 6:7). Di luar para murid Yesus tidak memiliki hak untuk mencatut nama Yesus guna mengusir setan.

Dengan melaporkan kepada Yesus perihal pencatutan nama-Nya, diharapkan Yesus merespons dengan menegur orang tersebut. Namun respons Yesus agaknya tidak sesuai harapan Yohanes. Yesus malah mengatakan para murid tidak perlu melarang orang yang menggunakan nama-Nya, sebab orang tersebut berada di pihak Yesus (39-40). Hanya saja iman Si pengusir setan yang belum berkembang harus dikembangkan lebih lanjut dan bukan dihalangi. Malahan Yesus mengajak Yohanes berpikir lebih jauh bahwa para murid mesti memperhitungkan dan menghargai apa yang telah dilakukan oleh orang-orang tersebut. Orang rendah hati akan mampu menghargai karya orang lain.

Yesus paham betul apa yang ingin diungkapkan Yohanes dan para murid lainnya. Keberatan Yohanes mengandung maksud agar Sang Guru memberikan pernyataan secara resmi kepada khalayak ramai bahwa hanya para murid yang berhak melakukan kuasa dalam nama Yesus. Pada akhirnya hal ini bukan bicara tentang kecintaan kepada Yesus, namun kecintaan kepada diri sendiri. Semoga kita adalah orang-orang yang mencintai Yesus dengan sepenuh hati, tak sekadar mencatut nama Yesus untuk kepentingan diri sendiri. [ETY]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/02/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+9:38-41
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+9:38-41

Markus 9:38-41

38  Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
39  Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
40  Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
41  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 18 Februari -- Kejadian 16:1-16 - ADU KEKUASAAN?

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 18 Februari 2018
Bacaan : Kejadian 16:1-16
Setahun: Bilangan 12-13
Nats: Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?" (Kejadian 16:13b)

Renungan:

ADU KEKUASAAN?

Nasihat Jawa kuno berbunyi: Ing lakon omah-omah ora ana menang kalah, yen ana sing kalah, sakabehe padha kalah (Dalam kehidupan rumah tangga tidak berlaku menang dan kalah; jika ada yang dikalahkan, sesungguhnya yang kalah adalah semua).

Tak sabar menanti pemenuhan janji Tuhan dan tidak tahan untuk segera mengendalikan hidupnya ke arah yang dikehendaki, Abram dan Sarai menempuh jalannya sendiri. Sarai memberi kuasa untuk Abram menikahi budaknya, Hagar, demi mendapat keturunan. Setelah menjadi istrinya, Hagar dalam kekuasaan Abram. Sesudah mengandung, Hagar merasa punya kuasa untuk "merendahkan" Sarai. Geram dan merasa dilecehkan, Sarai menyudutkan suaminya demi mengambil alih kembali kuasanya atas Hagar. Bandul pun berayun. Ditindasnya Hagar sampai ia melarikan diri. Terjadi ajang adu kekuasaan dalam keluarga itu. Namun, lihatlah-sebagai korban paling lemah-Hagar dibela oleh Dia yang Mahamelihat. Yang Mahakuasa.

Episode adu kekuatan sering terjadi dalam keluarga. Suami ingin menang sendiri. Istri menekan suami. Orangtua otoriter sok main kuasa. Anak sok jago berontak melawan bapanya. Adusiasat. Perang dingin. Tak jarang terjadi perang terbuka. Kekerasan dipraktikkan. Dendam dipupuk. Saling ingin mengalahkan. Korban berjatuhan. Lihatlah Tuhan! Sang Empunya segala kuasa menggunakan kuasanya untuk melindungi dan menolong yang lemah. Bukankah demikian seharusnya cara kita menggunakan kuasa terhadap siapa pun? --PAD/www.renunganharian.net
   
JIKA KUASA DI TANGAN DIPAKAI UNTUK MELINDUNGI DAN MELAYANI, TIDAK ADA PIHAK YANG DIKALAHKAN DAN JADI KORBAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/02/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/02/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+16:1-16

Kejadian 16:1-16

 1  Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
 2  Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
 3  Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
 4  Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
 5  Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau."
 6  Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.
 7  Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
 8  Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku."
 9  Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."
10  Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya."
11  Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
12  Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."
13  Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"
14  Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.
15  Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.
16  Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+12-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+12-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 18 Februari -- Markus 9:33-37 - Meneladani yang Paling Kecil

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 18 Februari 2018
Ayat SH: Markus 9:33-37

Judul: Meneladani yang Paling Kecil

Ironis sekali, sementara Yesus dengan penuh pilu mulai mewartakan penderitaan-Nya di sepanjang jalan perjalanan menuju Yerusalem, para murid justru sibuk bergunjing soal kehormatan, "mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka" (34). Tidak sedikit pun respons empati ditunjukkan para murid atas kisah pilu guru-Nya. Malahan mereka adu tebak-tebakan siapa di antara mereka yang akan terpilih menggantikan posisi Sang Guru menduduki "karier bergengsi" selanjutnya.

Gagal mengajar para murid yang bebal memakai metode berbicara. Metode radikal dilakukan oleh Yesus dengan menggendong anak-anak, kemudian menempatkannya sebagai subjek teladan. Mungkin pikir para murid, "Ah, Yesus aneh-aneh saja!" Tidak lazim jika seorang dewasa diminta meneladani anak-anak. Yang terjadi dalam budaya adalah sebaliknya, anak-anak yang meneladani orang dewasa.

Memang anak adalah pusaka pemberian Tuhan bagi dunia ini, namun bagi para murid dan kebanyakan orang, anak tetaplah makhluk yang lemah, tidak punya pengalaman, dan dipandang rendah dalam tata sosial masyarakat. Sehingga tindakan Yesus memeluk dan menjadikan anak sebagai teladan bagi orang dewasa merupakan inspirasi spiritual yang luar biasa. Kata Yesus: Menyambut orang kecil sama dengan menyambut Yesus, menyambut Yesus sama dengan menyambut Sang Bapa (37).

Ada dua hal mendasar yang hendak dikatakan Yesus. Pertama, Yesus menolak gaya hidup yang berpusat pada diri sendiri, sebagaimana dipertontonkan oleh para murid. Hasrat kekuasaan kerap menjauhkan kita dari Allah, sesama, dan dunia. Kedua, Yesus mengundang semua murid-Nya untuk memasuki sebuah model kemanusiaan baru, yaitu bersedia belajar dan meneladani dari hal yang paling kecil di sekeliling kita. Menghayati kedekatan bersama Allah dengan mendekat kepada makhluk yang terkecil. Seseorang tidak akan pernah bisa menjadi seorang pemimpin yang matang dan berkualitas, jika ia tidak memulainya dari hal-hal kecil. [ETY]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/02/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+9:33-37
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+9:33-37

Markus 9:33-37

33  Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
34  Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
35  Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
36  Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
37  "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]