(e-RH) 6 Maret -- 1 SAMUEL 17:40-47 - RAJA BERHATI HAMBA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 6 Maret 2021
Bacaan : 1 SAMUEL 17:40-47
Setahun: Ulangan 14-16
Nats: "Dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran ...." (1 Samuel 17:47)

Renungan:

RAJA BERHATI HAMBA

Daud bukan orang yang sempurna namun ia dipuji bukan karena keperkasaannya, melainkan karena sifat-sifat yang elok dalam dirinya. Salah satu sifat yang menonjol dalam diri Daud adalah rendah hati. Daud mengakui bahwa keberhasilannya mengalahkan musuh dan melepaskan diri dari tangan Goliat adalah pertolongan Tuhan. Ia menyadari bahwa semua keberhasilan yang ia capai adalah karena anugerah dan pertolongan Tuhan.

Kerendahan hati Daud juga ia tunjukkan ketika Tuhan mengangkatnya menjadi raja Israel, tetapi ia tetap menyebut dirinya hamba Tuhan. Prinsip hidup ini hendak memberitahukan kepada kita bahwa segala kekuasaan yang ada pada seorang pemimpin semata-mata berasal dari Tuhan. Apa artinya? Ia sangat tahu tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang hamba. Sebagai seorang hamba, berarti ia harus mempertanggungjawabkan semua tugas yang ia emban kepada Allah. Seorang hamba akan tunduk dan melakukan apa pun kehendak tuannya dan ia akan melakukan yang terbaik demi menyenangkan tuannya.

Keberhasilan dan pencapaian terbaik dalam hidup rentan membuat hati berubah. Raja-raja dalam Alkitab berubah hati melupakan Tuhan dalam masa puncak kejayaannya. Bagaimana dengan kita? Seperti Tuhan mendapati Daud, hamba yang diperkenan-Nya, apakah Dia masih mendapati hati seorang hamba dalam diri kita? Seperti Daud, raja yang tetap menghamba, jadikanlah diri kita seorang hamba, setinggi apa pun keberhasilan atau gelar kehormatan yang menyertai kita. --SYS/www.renunganharian.net
   
APA PUN SITUASINYA, MILIKILAH KESADARAN BAHWA KITA HANYALAH SEORANG "HAMBA" DI HADAPAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/03/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/03/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+SAMUEL+17:40-47

1 SAMUEL 17:40-47

40  Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.
41  Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya.
42  Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.
43  Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.
44  Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang."
45  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
46  Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
47  dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+14-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+14-16

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 6 Maret -- Yohanes 10:22-39 - Percaya Tanpa Tanda

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 6 Maret 2021
Ayat SH: Yohanes 10:22-39

Judul: Percaya Tanpa Tanda

Meyakinkan orang yang tidak percaya itu tidak mudah. Sekalipun apa yang kita katakan adalah kebenaran, kalau seseorang sudah mengatakan tidak, ia akan menolak. Ia akan tetap bertahan dengan pendiriannya. Itulah keyakinan.

Hal ini seperti keyakinan orang Yahudi. Pada hari raya penahbisan Bait Allah di Yerusalem, mereka mengelilingi Yesus dan bertanya tentang kemesiasan-Nya (24). Pertanyaan yang bersifat sedikit memaksa ini bukan karena mereka ingin mengikuti Yesus, melainkan karena mereka ingin menjebak-Nya, seperti yang sering mereka lakukan. Karena itu, Yesus tidak menjawab seperti keinginan mereka, melainkan mengingatkan kembali apa yang pernah Dia katakan dan lakukan. Semua perkataan dan tindakan-Nya sudah menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias, tetapi dalam arti yang sama sekali berbeda dari apa yang orang-orang itu pikirkan (25).

Ketidakpercayaan itu membuat Yesus memasukkan mereka ke dalam golongan domba yang tak mengenal-Nya. Bagi yang benar-benar domba-Nya tentu akan senantiasa menaati suara-Nya dan mengikuti Dia.

Karya nyata yang dilakukan Yesus rupanya tidak dilihat sebagai tindakan kemesiasan. Sekalipun demikian, kebenaran sejati yang telah dilakukan-Nya, entah dipercaya atau tidak, tetaplah kebenaran.

Pilihan bebas tentu ada pada kita. Mau menerima Yesus seperti yang diajarkan dalam Alkitab tanpa harus meminta tanda-tanda mukjizat-Nya, atau tidak memercayai hal itu. Bukankah Yesus pernah menegur Tomas karena tidak percaya pada kebangkitan-Nya sebelum melihat tanda? Sungguh berbahagia bila kita dengan iman meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat sekalipun kita tidak melihat-Nya secara fisik.

Itulah keyakinan, dan itu jugalah iman kepercayaan kita. Seperti yang tertulis dalam Ibrani 11:1, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat". Kedewasaan iman terjadi saat kita memiliki keyakinan yang teguh sekalipun tidak pernah melihat tanda. [SGP]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/03/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:22-39
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:22-39

Yohanes 10:22-39

22  Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23  Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
25  Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30  Aku dan Bapa adalah satu."
31  Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
32  Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
33  Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
34  Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
35  Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
36  masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
37  Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
38  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
39  Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 6 Maret -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yohanes 10:40-42

Setiap langkah kaki manusia akan selalu meninggalkan jejak. Orang-orang yang ada di sekitarnya atau berada di belakang orang yang melangkah itu akan melihat jejak kakinya. Apabila jejak itu baik dan dapat dijadikan teladan, maka orang-orang akan menerima dan melakukan kebaikan. Mengenai diri kita, semoga jejak kebaikanlah yang selalu kita tinggalkan di mana saja kita pergi melangkah dan berjejak.

Apa saja yang Anda baca?
1. Ke mana Yesus pergi setelah Dia hendak ditangkap oleh para pemimpin Yahudi? (40)
2. Siapa yang dahulu pernah membaptis orang di situ? (40)
3. Apa yang hendak dilakukan Yesus di situ? (40)
4. Apa yang dikatakan oleh penduduk setempat tentang Yohanes Pembaptis dan Yesus? (41)
5. Bagaimana respons mereka terhadap kehadiran Yesus dari apa yang pernah Yohanes Pembaptis katakan? (42)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa respons orang-orang yang ada di seberang Sungai Yordan terhadap Yesus berbeda?
2. Mengapa mereka begitu mudah percaya kepada Yesus? Apa peran Yohanes Pembaptis di sini?

Apa respons Anda?
1. Jejak kebaikan apa yang akan Anda tampilkan dan hasilkan di dalam hidup Anda?
2. Apa peran baik yang akan Anda hadirkan dalam hidup orang lain?

Pokok Doa:
Mintalah kepada Tuhan kemampuan untuk dapat berbuat baik dan memberi jejak kebaikan kepada orang lain.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:40-42
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:40-42

Yohanes 10:40-42

40  Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
41  Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar."
42  Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.



e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 5 Maret -- KEJADIAN 4:1-15 - MENGUASAI PANAS HATI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 5 Maret 2021
Bacaan : KEJADIAN 4:1-15
Setahun: Ulangan 11-13
Nats: "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (Kejadian 4:7)

Renungan:

MENGUASAI PANAS HATI

Ketika SMP, saya pernah gagal menguasai panas hati yang timbul karena hal yang sepele. Hanya karena satu tindakan yang tidak menyenangkan, saya berniat mencelakai teman dekat saya ketika kami bersepeda beriringan. "Kalau saya tabrak rodanya, dia pasti jatuh, t'rus saya hanya perlu menyiapkan alasan tidak sengaja, " gumam saya. Saya pun menjalankan niat jelek tersebut, tetapi gagal total karena malah saya sendiri yang terjatuh dan mengalami luka-luka.

Kain juga mengalami panas hati setelah gagal menerima kenyataan soal persembahan yang ditolak Allah. Meski Allah lantas memperingatkan agar Kain tidak berbuat dosa, tetapi Kain lebih menuruti panas hatinya daripada mencoba mengatasinya. Pilihan yang membuat Kain menjadi pelaku kejahatan pertama, yang dilakukannya terhadap Habel, adiknya sendiri. Alhasil, hukuman dari Allah pun harus dijalani oleh Kain (ay. 10-12). Seandainya Kain menuruti nasihat dari Allah, niscaya kisah yang tercatat di Alkitab akan berbeda.

Ketika Allah berkata kepada Kain, "Engkau harus berkuasa atasnya (dosa yang menggoda), " sesungguhnya dalam peringatan itu ada kebenaran yang tersembunyi. Allah menghendaki umat-Nya dapat menguasai diri, manakala panas hati melanda, juga menang atas godaan dosa, dengan kasih karunia-Nya. Mengabaikan kebenaran ini dapat menempatkan orang percaya dalam bahaya, karena kegagalan mengalahkan godaan dosa ketika panas hati melanda. Bagaimana kondisi hati kita saat ini? Apakah masih ada sisa panas hati yang perlu kita bereskan segera? --GHJ/www.renunganharian.net
   
KETIKA PANAS HATI MELANDA, BERUSAHALAH MENGUASAINYA, JANGAN SAMPAI DIKUASAI!

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/03/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/03/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+4:1-15

KEJADIAN 4:1-15

 1  Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
 2  Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
 3  Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
 4  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
 5  tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
 6  Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
 7  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
 8  Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
 9  Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
10  Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
11  Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.
12  Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."
13  Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
14  Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."
15  Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+11-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+11-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 5 Maret -- Yohanes 10:1-21 - Pilih Asli atau Palsu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 5 Maret 2021
Ayat SH: Yohanes 10:1-21

Judul: Pilih Asli atau Palsu

Kadang kita diperhadapkan pada barang atau sesuatu yang benar-benar mirip aslinya, tetapi palsu. Dalam kata lain, "aspal", asli tetapi palsu. Untuk membedakan mana yang asli dan mana yang palsu dibutuhkan kejelian. Jika tidak, bisa saja kita terkecoh. Sebagus-bagusnya barang, kalau palsu, tetaplah palsu.

Yesus menggunakan perumpamaan tentang gembala dan kawanan domba dengan sasaran orang Farisi dan orang Yahudi lainnya. Sayangnya, mereka tidak mengerti (6). Perumpamaan itu tentang seorang gembala dengan pekerjaan sehari-harinya. Perumpamaan itu membandingkan mana yang asli dan mana yang palsu dengan tindakan yang dilakukannya (3-5). Gembala yang asli akan masuk melalui pintu, memanggil nama domba-dombanya, serta menuntun dan melindungi kawanan itu dari bahaya. Sedangkan yang palsu hanya mencari keuntungan. Jangankan melindungi domba, ia bahkan akan melarikan diri saat bertemu bahaya yang mengancam (12). Hal ini jelas berbeda dari gembala asli yang rela mengorbankan nyawanya demi domba-dombanya (15).

Melalui perumpamaan ini Yesus ingin menyampaikan bahwa diri-Nya adalah Gembala Sejati, bukan saja bagi bangsa Israel, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain (16). Sementara itu, para pemimpin agama Yahudi cenderung disebut pencuri sebab mereka hanya ingin menikmati keuntungan dengan jabatan yang disandang, namun tidak memberi perlindungan, pengajaran, atau teladan yang benar.

Kita bersyukur memiliki Gembala Agung, Tuhan Yesus. Dia senantiasa memberi perhatian dan mengenal kita para domba-Nya. Pengenalan yang dalam ini membuahkan rasa nyaman dan aman. Sebagai domba, kita harus senantiasa mendengarkan suara-Nya agar kita tidak tersesat. Penyesatan kerap dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai "mesias". Mereka hadir dan memberikan berita sukacita, tetapi ujung-ujungnya akan "menyembelih" demi kepentingan mereka sendiri. Kalau ada yang asli, kenapa harus pilih yang palsu? [SGP]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/03/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:1-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:1-21

Yohanes 10:1-21

 1  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
 2  tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
 3  Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
 4  Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
 5  Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
 6  Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
 7  Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
 8  Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
 9  Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
11  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
12  sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
13  Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
14  Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
15  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
16  Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
17  Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
18  Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
19  Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata:
20  "Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?"
21  Yang lain berkata: "Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 4 Maret -- MATIUS 9:1-8 - SOSIALITA IMAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 4 Maret 2021
Bacaan : MATIUS 9:1-8
Setahun: Ulangan 8-10
Nats: ... Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni." (Matius 9:2)

Renungan:

SOSIALITA IMAN

Ketika kegemparan menyerbu seiring wabah pandemik di seputaran kuartal pertama 2020, banyak selisih atau gesek pendapat di kalangan komunitas kristiani sendiri. Topiknya seputar iman. Muncul tuduhan terhadap mereka yang meniadakan ibadah di gereja serta menggantinya dengan ibadah online sebagai penakut, tidak beriman. Tersebar ujaran, atas nama iman, tentang keyakinan diri bakal selamat meskipun banyak di sekitarnya yang rubuh. Rupanya pernyataan-pernyataan sejenis ini beranggapan yang penting "iman saya" dan "keselamatan saya".

Siapa sanggup menilai iman, kecuali Tuhan? Yesus yang sanggup melihat hati manusia. Dosa dalam hati si lumpuh, dilihat-Nya (ay. 2). Tuduhan penghujatan yang terbisik hanya dalam hati, diketahui-Nya (ay. 3). Hati yang jahat bukan rahasia bagi-Nya (ay. 4). Namun, iman keempat penggotong temannya yang lumpuh demi memperoleh kesembuhan pun dikenali-Nya (ay. 2). Bagi Yesus, iman tidak berhenti hanya sebagai perkara pribadi-imanku, imanmu. Dia melihat iman serentak secara kolektif-iman mereka. Mengejutkan, bukan?

Ingat, iman itu berdimensi sosial! Bukan melulu tentang "saya". Jika saya beriman namun serentak membahayakan sesama, itu egois. Anjuran menjaga jarak fisik dan menunda pertemuan-pertemuan sosial dalam rangka penanggulangan wabah bukan harus dilihat sebagai ketakutan. Sebaliknya, itu adalah sebentuk kesadaran, tanggapan, dan kepedulian akan keselamatan bersama. Beriman harus dimaknai secara tepat dengan hikmat, jangan sampai tak ada bedanya dengan sebentuk egoisme belaka. Tak perlu memamerkan iman, sebaliknya tunjukkanlah kepedulian. --PAD/www.renunganharian.net
   
IMAN MEMANG SUATU KARUNIA PRIBADI NAMUN TAK PERNAH HANYA MENJADI URUSANKU SENDIRI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/03/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/03/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+9:1-8

MATIUS 9:1-8

 1  Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
 2  Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
 3  Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
 4  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
 5  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
 6  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
 7  Dan orang itupun bangun lalu pulang.
 8  Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+8-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+8-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 4 Maret -- Yohanes 9:1-41 - Buta Hati Meski Melihat

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 4 Maret 2021
Ayat SH: Yohanes 9:1-41

Judul: Buta Hati Meski Melihat

Hukum sebab akibat bisa menjadi cara bagi orang untuk mengaitkan perbuatan yang dilakukan dengan hasilnya. Apa yang terjadi adalah akibat dari perbuatannya, konsekuensi logis antara sebab dengan akibatnya, atau yang sering kita dengar dengan istilah "tabur-tuai".

Pemahaman seperti itu terlihat juga dalam pikiran para murid. Mereka mempertanyakan siapa yang bersalah saat mereka melihat pengemis yang buta sejak lahir itu (2). Untuk mengubah pemikiran mereka yang terjebak dalam pola sebab akibat, Yesus memberi penjelasan. Kadang Allah mengizinkan keadaan seperti itu agar pekerjaan-Nya dinyatakan (3). Pernyataan itu dibarengi dengan belas kasih Yesus yang menyembuhkan pengemis buta. Sebagaimana diri-Nya adalah Terang dunia, Yesus memberikan terang kepadanya.

Berita pemulihan itu menjadi viral. Responsnya beragam, ada yang menerima, ada juga yang menolak. Orang-orang Yahudi dari golongan Farisi menolak kesembuhan itu dengan menganggapnya sebagai perbuatan yang melanggar Sabat; namun, sebagian lagi menganggap bahwa mukjizat itu tidak dapat dilakukan oleh orang berdosa (16). Sementara itu, orang yang telah disembuhkan yakin bahwa Yesus adalah seorang nabi (17).

Penyembuhan itu-sekalipun merupakan perbuatan baik-bagi orang Farisi menjadi pelanggaran karena dilakukan pada hari Sabat. Mereka memahami hukum keempat dari Hukum Taurat sebagai larangan untuk orang melakukan pekerjaan apa pun, termasuk menyembuhkan orang sakit. Namun bagi Yesus, hari Sabat adalah ketetapan-Nya dan setiap manusia adalah ciptaan-Nya. Maka, dengan kesadaran penuh Ia memulihkannya. Itulah Sabat yang seutuhnya, yakni terjadinya pemulihan bagi ciptaan.

Orang Farisi secara fisik tidak buta, tetapi mata batinnya buta. Apakah kita seperti mereka? Karena persoalan legalitas, kita melupakan kasih Allah yang menjangkau semua manusia tanpa dibatasi apa pun. Mari kita lihat dengan hati, sebab Allah juga memandang manusia dengan hati-Nya yang penuh kasih. [SGP]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/03/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+9:1-41
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+9:1-41

Yohanes 9:1-41

 1  Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
 2  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
 3  Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
 4  Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
 5  Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
 6  Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
 7  dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
 8  Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
 9  Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
10  Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
11  Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."
12  Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."
13  Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
14  Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
15  Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
16  Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
17  Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
18  Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya
19  dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"
20  Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,
21  tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."
22  Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
23  Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."
24  Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."
25  Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
26  Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"
27  Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"
28  Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.
29  Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."
30  Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
31  Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
32  Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
33  Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."
34  Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
35  Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
36  Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
37  Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
38  Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
39  Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
40  Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"
41  Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 3 Maret -- KISAH PARA RASUL 17:16-34 - BERSEDIH DI ATENA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 3 Maret 2021
Bacaan : KISAH PARA RASUL 17:16-34
Setahun: Ulangan 5-7
Nats: Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala. (Kis. Pr. Rasul 17:16)

Renungan:

BERSEDIH DI ATENA

Setelah mengunjungi sebuah pulau yang menjadi destinasi wisata favorit banyak orang, teman saya mengungkapkan tanggapannya, "Pulaunya memang sangat bagus. Tapi saya sangat sedih menyaksikan penduduknya. Di mana-mana mereka mengadakan pemujaan berhala. Di semua tempat, mereka mempersembahkan sesajen. Mereka belum mengenal Tuhan."

Pengalaman demikian telah lebih dahulu dirasakan oleh Paulus saat ia tiba di Atena, Yunani. Sekalipun negeri itu menjadi muasal lahirnya para pemikir yang memengaruhi dunia hingga saat ini, namun mereka tidak memiliki pengenalan akan Allah yang sejati.

Menariknya, mereka sangat tekun beribadah (ay. 22). Paulus pun belajar mengenal orang-orang Atena (ay. 17, 23) dan akhirnya beroleh kesempatan untuk berbicara di forum resmi mereka. Maka ia pun berbicara tentang Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara ciptaan-Nya, yang menghendaki semua orang bertobat dan diselamatkan melalui Kristus Yesus, Anak-Nya. Walau banyak yang mengejeknya, namun beberapa orang menjadi percaya dan menjadi cikal bakal jemaat di sana (ay. 32, 34).

Bagaimana reaksi kita menyaksikan begitu banyak orang yang belum mengenal Kristus? Setiap hari kita mungkin bertemu dan berinteraksi dengan mereka. Sebagian mereka bahkan begitu giat dalam ritual peribadatan yang mereka tahu. Namun Alkitab memberitahu kita bahwa hanya di dalam Kristuslah kita beroleh keselamatan dan dapat hidup berkenan pada Allah. Kiranya pemahaman ini menggerakkan kita untuk membagikan Kristus kepada orang lain. --HT/www.renunganharian.net
   
JIKA KITA PERCAYA BAHWA MANUSIA DI LUAR KRISTUS TERHILANG ADANYA, SEHARUSNYALAH KITA TERGERAK UNTUK MEMBERITAKAN-NYA KEPADA MEREKA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/03/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/03/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+17:16-34

KISAH PARA RASUL 17:16-34

16  Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.
17  Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.
18  Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?" Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing." Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya.
19  Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan mengatakan: "Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini?
20  Sebab engkau memperdengarkan kepada kami perkara-perkara yang aneh. Karena itu kami ingin tahu, apakah artinya semua itu."
21  Adapun orang-orang Atena dan orang-orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru.
22  Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
23  Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
24  Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
25  dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
26  Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
27  supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
28  Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
29  Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
30  Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
31  Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."
32  Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
33  Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.
34  Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+5-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+5-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]