(e-RH) 25 Mei -- Mazmur 119:105-112 - MENYOROT DIRI SENDIRI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 25 Mei 2018
Bacaan : Mazmur 119:105-112
Setahun: 2 Tawarikh 14-17
Nats: Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105)

Renungan:

MENYOROT DIRI SENDIRI

Saat berkendara pada malam hari, kita menyalakan lampu untuk siapa? Jelas untuk diri kita, agar bisa melihat keadaan dengan jelas, agar bisa memberitahu kendaraan lain saat belok atau berhenti, dan untuk keamanan. Dalam kondisi darurat, misalnya listrik padam, lampu kadang dipakai untuk menyorot ke arah tertentu.

Daud mengibaratkan firman Tuhan sebagai penuntun hidupnya. Ia tidak menggunakan pelita untuk menyoroti hidup orang lain, tapi dirinya sendiri (ay. 105). Ia bersumpah akan menepati firman Tuhan dan berpegang pada hukum-Nya yang adil. Ia tidak melupakan Taurat Tuhan.

Sayangnya, sebagian orang Kristen justru berbuat sebaliknya. Mereka menggunakan firman Tuhan untuk menyorot kehidupan orang lain. Saat hamba Tuhan berkhotbah dengan keras tentang dosa, mereka merasa khotbah itu cocok buat si A yang degil, atau si B yang mata duitan. Kita begitu cepat menuding orang lain harus bertobat saat dibukakan ayat Alkitab tertentu. Betul, kita memang bisa menggunakan firman Tuhan untuk mengajar, tetapi hanya Tuhan yang bisa mengubah hati seseorang.

Tuhan ingin kita hidup dalam kebenaran firman-Nya, bukan menjadikan firman-Nya sebagai alat untuk menghakimi orang lain. Ingat, penghakiman itu bagian Tuhan. Bagian kita adalah membaca, merenungkan, dan melakukan firman-Nya. Jadikan firman Tuhan penuntun hidup kita. Kalau kita harus berubah, berubahlah. Kalau kita harus bertobat, bertobatlah. Kalau kita harus mengakui dosa, akuilah dosa itu. --RTG/www.renunganharian.net
   
FIRMAN TUHAN BUKANLAH ALAT UNTUK MENGHAKIMI ORANG LAIN, MELAINKAN PELITA UNTUK MENUNTUN HIDUP KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/05/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/05/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119:105-112

Mazmur 119:105-112

105  Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
106  Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil.
107  Aku sangat tertindas, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.
108  Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian berkenan kepada-Mu, ya TUHAN, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu kepadaku.
109  Aku selalu mempertaruhkan nyawaku, namun Taurat-Mu tidak kulupakan.
110  Orang-orang fasik telah memasang jerat terhadap aku, tetapi aku tidak sesat dari titah-titah-Mu.
111  Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
112  Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+14-17
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+14-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 25 Mei -- Kisah Para Rasul 4:1-22 - Berani karena Benar

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 25 Mei 2018
Ayat SH: Kisah Para Rasul 4:1-22

Judul: Berani karena Benar

Saat Petrus dan Yohanes sedang mengajar orang banyak, datanglah para imam kepala serta orang Saduki. Mereka tidak senang dengan Petrus dan Yohanes yang mengajarkan tentang konsep kebangkitan Yesus dari antara orang mati (2; Kis. 3:15). Sebab orang Saduki sama sekali tidak percaya adanya kebangkitan orang mati. Mereka juga menolak konsep takdir, ganjaran kekal setelah kematian, dan keabadian jiwa. Kaum Saduki lebih menekankan pada kehendak bebas dan kemandirian akal budi manusia. Oleh karena itu, segala hal yang tidak dapat diterima secara logika dianggap omong kosong belaka.

Para imam kepala itu marah karena menurut mereka kedua rasul Yesus tidak punya hak untuk berkhotbah dan mengajar, apalagi mewartakan Yesus yang sudah dicap sebagai penghujat Allah. Karena alasan itu Petrus dan Yohanes ditangkap, diadili, dan dipenjara. Dalam persidangan, kedua rasul Yesus mendapat pertanyaan krusial yang bernuansa politis, yaitu dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah mereka bertindak menyembuhkan orang lumpuh itu? (7). Berkat hikmat dan kekuatan Roh Kudus, Petrus menegaskan bahwa Yesus, yang telah disalibkan oleh para agamawan Yahudi, itulah yang telah menyembuhkan orang lumpuh itu. Pernyataan Petrus dan kesaksian orang lumpuh itu sudah membuktikan Yesus adalah Mesias dan Anak Allah (10-14).

Ucapan Petrus bukan hanya melukai perasaan dan harga diri anggota Mahkamah Agama, tetapi juga membuat mereka keheranan. Mereka menghendaki bahwa setelah peristiwa penyaliban Yesus orang Nazaret, tidak akan ada lagi orang yang menyebut nama-Nya. Namun, mereka tidak dapat menghambat karya Allah di tengah bangsa Israel. Sebab, apa yang diberitakan para rasul itu benar adanya.

Sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk berani memberikan kesaksian tentang Yesus sebagai satu-satunya Penyelamat, Penebus, dan Penghibur bagi manusia berdosa. Fakta dan kebenaran ini sepatutnya mendorong kita untuk lebih berani hidup bagi Kristus dan kerajaan-Nya. [JMN]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/05/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+4:1-22
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+4:1-22

Kisah Para Rasul 4:1-22

 1  Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
 2  Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.
 3  Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.
 4  Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
 5  Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
 6  dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
 7  Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
 8  Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
 9  jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
10  maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
11  Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru.
12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
13  Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
14  Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.
15  Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,
16  dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.
17  Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu."
18  Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.
19  Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
20  Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
21  Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
22  Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 24 Mei -- Yesaya 43:1-9 - TAK PERLU MINDER

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 24 Mei 2018
Bacaan : Yesaya 43:1-9
Setahun: 2 Tawarikh 10-13
Nats: "Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau." (Yesaya 43:4a)

Renungan:

TAK PERLU MINDER

Anak Sekolah Minggu itu menangis karena diejek oleh teman-temannya. Kulitnya rusak akibat luka bakar. Bukannya berbelas kasihan, teman-temannya memandangnya secara sinis dan suka mengolok-oloknya sebagai makhluk buruk rupa. Setiap hari ia mengalami perlakuan buruk. Saya iba mendengarnya. Saya pun mengajarinya untuk pelan-pelan dan berulang-ulang mengucapkan kalimat yang kiranya meresap sampai ke alam bawah sadarnya, yaitu, "Hidupku bukan ditentukan oleh kata orang, tetapi kata Tuhan."

Yesaya hidup saat Israel dalam tawanan Babel. Ia menyampaikan nubuatan dalam masa keruntuhan kerajaan Israel serta kemerosotan moral dan rohani bangsa Yehuda. Mereka dicemooh dan direndahkan oleh para musuh. Sekalipun dalam kondisi yang sulit, firman Allah juga menghibur umat-Nya. Allah mengingatkan Israel agar tidak takut karena mereka umat kepunyaan-Nya sendiri (ay. 1, 5), ada janji penyertaan-Nya senantiasa (ay. 2, 5), dan mereka diingatkan kembali tentang keberhargaan mereka di mata Tuhan (ay. 4). Pernyataan itu menjadi siraman segar bagi mereka yang memiliki gambar diri rusak karena menanggung hukuman akibat dosa dan cemoohan musuh.

Intimidasi dosa dan penilaian buruk orang terhadap kita dapat membuat gambar diri kita rusak. Sekalipun demikian, kita tetap berharga di mata Tuhan. Pertanyaannya: Jika Tuhan berkata bahwa kita berharga dan mengasihi kita, akankah kita tetap minder dan mengeluh karena penilaian buruk atau cemoohan orang yang melukai hati kita? --YDS/www.renunganharian.net
   
GAMBAR DIRI KITA BUKAN DITENTUKAN OLEH PERKATAAN ORANG, TETAPI OLEH PERKATAAN TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/05/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/05/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+43:1-9

Yesaya 43:1-9

 1  Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
 2  Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
 3  Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.
 4  Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.
 5  Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.
 6  Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,
 7  semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"
 8  Biarlah orang membawa tampil bangsa yang buta sekalipun ada matanya, yang tuli sekalipun ada telinganya!
 9  Biarlah berhimpun bersama-sama segala bangsa-bangsa, dan biarlah berkumpul suku-suku bangsa! Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal-hal ini, yang dapat mengabarkan kepada kita hal-hal yang dahulu? Biarlah mereka membawa saksi-saksinya, supaya mereka nyata benar; biarlah orang mendengarnya dan berkata: "Benar demikian!"

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+10-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+10-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 24 Mei -- Kisah Para Rasul 3:11-26 - Percaya Membawa Keselamatan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 24 Mei 2018
Ayat SH: Kisah Para Rasul 3:11-26

Judul: Percaya Membawa Keselamatan

Banyak orang terheran-heran melihat kesembuhan Si Lumpuh. Mungkin mereka tidak habis pikir bagaimana kesembuhan itu dapat terjadi, padahal orang tersebut sudah lumpuh sejak lahir. Namun satu hal yang pasti bagi kerumunan orang di Bait Allah adalah Petrus dan Yohanes yang menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Tentu saja kedua rasul tidak bermaksud seperti itu. Mereka sama sekali tidak memiliki andil dalam mukjizat penyembuhan itu. Keduanya hanyalah hamba Yesus yang bekerja untuk melanjutkan misi Kerajaan Allah di dunia.

Kehebohan itu mendorong Petrus membuat pernyataan di Serambi Salomo bahwa Yesus yang telah dibunuh oleh para pemimpin agama dan orang Yahudi, namun dibangkitkan Allah Israel dari antara orang mati, itulah Penyembuh yang sesungguhnya (15-16). Pernyataan Petrus sangat mengejutkan orang banyak. Bukannya berhenti berbicara, malahan Petrus dengan lantang dan panjang lebar menjelaskan tentang janji dan nubuatan Allah mengenai kedatangan Mesias sebagai Juru Selamat manusia. Untuk tujuan itulah Yesus harus menderita, bahkan ditolak oleh bangsa sendiri (14, 18).

Petrus menyadari bahwa apa yang dikatakannya belum tentu dapat dipahami dan diterima oleh orang banyak. Baginya tidak menjadi soal, namun yang terpenting adalah bagaimana mereka dapat mengenal Yesus dan karya keselamatan-Nya. Memang mewartakan hal semacam ini tidaklah mudah. Sebab dibutuhkan keberanian yang besar dan kesiapan untuk mati sebagai martir. Tetapi, Petrus tidak peduli dengan keselamatannya. Ia sepenuhnya menyerahkan hidupnya kepada Allah. Ia berharap orang yang mendengar khotbahnya menyadari kesalahan dan mengambil tindakan pertobatan (19-20).

Kita semestinya bersyukur karena Allah dalam Kristus mengasihi kita dan mau mengampuni segala dosa kita. Karena itu, janganlah kita menunda-nunda untuk percaya kepada Yesus Kristus. Sebab Allah telah menetapkan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan abadi. [JMN]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/05/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+3:11-26
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+3:11-26

Kisah Para Rasul 3:11-26

11  Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.
12  Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?
13  Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.
14  Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.
15  Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
16  Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
17  Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.
18  Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
19  Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,
20  agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.
21  Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.
22  Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.
23  Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.
24  Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini.
25  Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.
26  Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 23 Mei -- Bilangan 32:11-12 - SEPENUH HATI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 23 Mei 2018
Bacaan : Bilangan 32:11-12
Setahun: 2 Tawarikh 7-9
Nats: Kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya. (Bilangan 32:12)

Renungan:

SEPENUH HATI

Sesuatu yang dikerjakan setengah-setengah akan menghasilkan hasil yang tidak memuaskan, malah mungkin gagal total. Bekerja dengan fokus yang terpecah hasilnya akan berantakan, tidak selesai, dan kacau. Untuk mendapatkan hasil yang baik, kita harus bekerja dengan sepenuh hati.

Bandingkanlah sikap Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun dengan sikap bangsa Israel dalam mengikuti Tuhan. Kebanyakan orang Israel mengikuti Tuhan tidak dengan sepenuh hati. Hal ini nampak dari mudahnya bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan, gampang kehilangan rasa percaya kepada Tuhan dan berbalik setia dari Tuhan. Sedangkan Kaleb dan Yosua dicatat sebagai orang yang dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan. Mereka menambatkan iman kepada Tuhan dan janji-Nya yang hendak memberikan tanah perjanjian kepada bangsa Israel. Iman yang percaya bahwa Tuhan tidak pernah lupa akan janji-Nya sendiri. Sikap iman inilah yang membuat Kaleb dan Yosua melaporkan hasil pengintaian mereka secara positif dan berkeyakinan bahwa Tuhan sendiri yang akan memberikan tanah perjanjian itu kepada bangsa Israel.

Bagaimana sikap kita sendiri dalam mengikuti Tuhan? Apakah sepenuh hati atau masih setengah hati? Sepenuh hati berarti benar-benar memercayakan hidup hanya kepada Tuhan yang memelihara dan terus memberkati. Tidak ada lagi keraguan di dalam mengikuti Tuhan. Tidak ada lagi keraguan kepada Tuhan yang diyakini sanggup untuk menggenapi segala janji-Nya kepada umat-Nya. --AAS/www.renunganharian.net
   
IKUT TUHAN ITU HARUS DENGAN SEPENUH HATI, PARIPURNA, DAN TUNTAS KARENA IMAN ITU AMIN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/05/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/05/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+32:11-12

Bilangan 32:11-12

11  Bahwasanya orang-orang yang telah berjalan dari Mesir, yang berumur dua puluh tahun ke atas, tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, oleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya,
12  kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+7-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+7-9

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 23 Mei -- Kisah Para Rasul 3:1-10 - Mukjizat Nyata Jika Percaya

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 23 Mei 2018
Ayat SH: Kisah Para Rasul 3:1-10

Judul: Mukjizat Nyata Jika Percaya

Gerbang indah terletak pada pintu gerbang Bait Allah di Yerusalem. Di sana duduk seorang lumpuh yang meminta sedekah dari setiap orang yang datang beribadah ke Bait Allah. Si Lumpuh memilih tempat tersebut karena ia beranggapan bahwa setiap orang yang beribadah memiliki belas kasihan dalam hatinya. Saat melihat kondisi tubuhnya, mereka pasti akan memberikan sedekah.

Ketika Petrus dan Yohanes memasuki Bait Allah, mereka melihat orang lumpuh itu dan menatapnya sebentar. Mereka bertiga saling menatap. Tatapan mata Si Lumpuh mengharapkan kedua rasul itu mau memberikan uang. Sedangkan tatapan mata Petrus dan Yohanes menghendaki agar orang lumpuh itu sembuh dan menjadi orang yang berguna di masyarakat. Itu sebabnya Petrus tidak menawarkan emas dan perak, melainkan nama dan kuasa Yesus. Saat itu pun mukjizat Allah terjadi. Kesembuhan yang dialami oleh Si Lumpuh membuat dirinya kegirangan dan memuji kebaikan Allah.

Kuasa Allah tidak pernah berubah, baik pada masa lampau, masa kini, maupun masa depan. Kuasa Allah itu hadir dalam kematian dan kebangkitan Yesus. Walaupun Yesus sudah naik ke Surga, namun karya-Nya masih hadir di tengah-tengah umat-Nya melalui para rasul. Para rasul dan pengikut Yesus melanjutkan misi keselamatan Allah bagi orang Yahudi dan non Yahudi. Hal itu terlihat pada kasus orang lumpuh. Kesembuhan orang lumpuh mengingatkan mereka bahwa Allah Israel tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Selain itu, orang lumpuh dapat dilihat juga sebagai gambaran kita sebagai orang berdosa, yang tidak berdaya dan putus asa. Hanya Yesus yang dapat memberikan arah dan tujuan yang pasti, yaitu nama-Nya yang kudus (6). Karena itu, setiap jawaban dari doa kita terletak pada nama Yesus (Yoh. 14:13).

Dalam setiap pergumulan, marilah kita memandang kepada kematian dan kebangkitan Yesus. Sebab di sanalah pusat hadirnya kuasa Allah. Saat kita percaya pada kuasa nama Yesus, maka mukjizat Allah akan menjadi nyata dalam kehidupan orang percaya. [JMN]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/05/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+3:1-10
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+3:1-10

Kisah Para Rasul 3:1-10

 1  Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
 2  Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
 3  Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
 4  Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
 5  Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
 6  Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
 7  Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
 8  Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
 9  Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,
10  lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 22 Mei -- Yehezkiel 37:1-14 - HIKAYAT TULANG KERING

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 22 Mei 2018
Bacaan : Yehezkiel 37:1-14
Setahun: 2 Tawarikh 4-6
Nats: Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan- Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. (Yehezkiel 37:10)

Renungan:

HIKAYAT TULANG KERING

Sudah hampir setahun Dion menganggur. Meski rajin mengirim lamaran, belum ada perusahaan yang menerimanya. Ia kehilangan harapan. Mengetahui keadaan anaknya, ayah Dion mengajaknya ke kuburan. Sambil menunjuk batu nisan, ia berkata, "Di sinilah tempat orang-orang yang tak lagi punya pengharapan!"

Pengharapan di dalam diri manusia menjadi sirna tatkala ia meninggal dunia. Menariknya, kitab Yehezkiel menunjuk pada pengharapan yang tidak biasa. Di tengah lembah penuh tulang-belulang manusia, Allah bertanya, "Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Mustahil! Akan tetapi, Yehezkiel tahu kalau di tangan Allah, tidak ada yang mustahil. Karenanya, Yehezkiel menjawab: "Ya Tuhan Allah, Engkaulah yang mengetahui!" (ay. 1-3). Melalui nubuatan, tulang-tulang itu kemudian diubahkan-Nya menjadi tentara yang sangat besar (ay. 4-10). Tulang kering menunjuk pada kehidupan yang mati, bukan secara fisik melainkan secara rohani. Hidup tanpa tujuan, tanpa pengharapan, dan tak lagi mampu melihat masa depan. Menghadapi situasi demikian, kuasa firman Tuhan benar-benar diperlukan. Daripada mengeluh, lebih patut memperkatakan firman Tuhan.

Firman Tuhan bekerja lebih dahsyat daripada logika atau perkataan manusia. Mungkin kita dikatakan sebagai pribadi yang tak punya masa depan. Mungkin juga kita mengganggap diri kita sudah mati bagaikan tulang-tulang kering. Jika benar demikian, ingatlah bahwa bersama Tuhan yang hidup, kita selalu memiliki pengharapan. --LIN/www.renunganharian.net
   
TIDAK PEDULI SEBERAPA KERING PENGHARAPAN ITU, BERSAMA TUHAN KITA MAMPU MELIHAT MASA DEPAN YANG INDAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/05/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/05/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yehezkiel+37:1-14

Yehezkiel 37:1-14

 1  Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
 2  Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
 3  Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"
 4  Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!
 5  Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
 6  Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."
 7  Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.
 8  Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.
 9  Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."
10  Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.
11  Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
12  Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.
13  Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.
14  Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+4-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+4-6

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 22 Mei -- Kisah Para Rasul 2:41-47 - Persekutuan Umat Allah

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 22 Mei 2018
Ayat SH: Kisah Para Rasul 2:41-47

Judul: Persekutuan Umat Allah

Sejak turunnya Roh Kudus terjadi perubahan dahsyat dalam kelompok orang percaya. Komunitas itu semakin berkembang karena Allah membuat banyak petobat baru percaya Yesus (Kis. 2:47b). Sebenarnya, pertumbuhan gereja perdana dalam catatan Lukas juga menjadi kerinduan gereja masa kini.

Selama ini kita berdoa setiap hari agar Tuhan menambahkan jumlah warga jemaat dengan petobat baru. Kita sadar bahwa masih banyak orang di luar Kristus yang hidupnya terjerat oleh kuasa Si Jahat. Misalnya, ada yang terjerumus dalam narkoba, judi, seks bebas, korupsi, penyakit HIV/ AIDS, mabuk-mabukan, dan lainnya. Kondisi ini secara perlahan menghancurkan dan membinasakan hidup mereka..

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana gereja dapat bertumbuh dan secara sehat? Ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari jemaat perdana, antara lain: Pertama, belajar mengenai firman Allah secara lebih mendalam (42). Untuk mengetahui keluasan dan kekayaan kebenaran Allah dibutuhkan ketekunan dan keseriusan. Kedua, rajin mengikuti persekutuan (42, 46). Perlu diketahui bahwa Allah sering kali berkarya dalam hidup kita melalui persekutuan. Melalui persekutuan, setiap orang percaya saling dikuatkan imannya. Ketiga, saling berbagi terhadap saudara seiman (42, 44-45). Berbagi merupakan bentuk kepedulian dan cinta kasih kita kepada Allah dan sesama. Dalam berbagi, kita belajar mengikis keegoisan dalam diri. Sebab, kita menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian Allah. Keempat, bersukacita senantiasa dalam Tuhan (47). Sebab dalam sukacita ada semangat hidup. Bahkan hati yang bersukacita dapat menjadi obat mujarab dalam menghadapi tekanan hidup.

Gereja terdiri atas banyak orang, yang beragam sifat, watak, cara berpikir, dan kebiasaannya. Keragaman itu sering kali memicu konflik di antara warga jemaat. Hanya dengan tekad yang kuat untuk menerapkan keempat prinsip tadi, Allah akan memercayakan petobat baru untuk dimuridkan dan dibina di dalam gereja kita. [OYNS]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/05/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+2:41-47
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+2:41-47

Kisah Para Rasul 2:41-47

41  Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
43  Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
44  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
45  dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
46  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]