(e-RH) 19 Juni -- Hakim-hakim 6:25-32 - DIMULAI DARI KELUARGA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 19 Juni 2018
Bacaan : Hakim-hakim 6:25-32
Setahun: Ayub 17-20
Nats: Tetapi jawab Yoas kepada semua orang yang mengerumuninya itu: "Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia? Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang." (Hakim-hakim 6:31)

Renungan:

DIMULAI DARI KELUARGA

Tuhan memberi perintah kepada Gideon untuk merubuhkan mezbah Baal milik Yoas, ayahnya. Dia harus mengambil sapi jantan ayahnya untuk dipersembahkan, memotong tiang penghormatan Dewa Asyera yang dibangun ayahnya, dan membangun mezbah bagi Tuhan.

Gideon melakukannya pada malam hari karena takut. Takut pada keluarga, juga pada penduduk kota. Benar, esoknya ketika orang melihat mezbah itu rubuh, mereka datang kepada Yoas, dan ada yang memberitahukan bahwa Gideonlah pelakunya. Alih-alih marah, Yoas berkata, "Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang."

Rasa takut mungkin menunjukkan lemahnya iman Gideon. Meskipun demikian, ia memilih melakukan kehendak Allah sekalipun harus berhadapan dengan ayahnya.

Saat ini, banyak orang beriman, tetapi takut melakukan pekerjaan Tuhan. Takut dianggap melanggar tradisi yang sudah biasa dilakukan banyak orang. Padahal, tradisi itu menyimpang dari kehendak Tuhan. Di tengah lingkungan kerja yang korup, misalnya, orang memilih ikut korupsi daripada dipecat. Padahal, pembebasan Tuhan dimulai dengan membebaskan diri dari perbudakan, termasuk pengaruh berhala modern-karier, teknologi, uang, fesyen, kekuasaan, dan sebagainya.

Sudahkah kita mengandalkan pertolongan kuasa Tuhan untuk memulai perubahan di tengah keluarga? Bukan dengan melawan orang lain, melainkan dengan menentang ketidakbenaran dan mendorong orang untuk bertobat. --EBL/www.renunganharian.net
   
KEBERHASILAN DIMULAI DENGAN BERANI BERIMAN DAN MEMPERTARUHKAN DIRI DI TANGAN TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/06/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/06/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+6:25-32

Hakim-hakim 6:25-32

25  Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya: "Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya.
26  Kemudian dirikanlah mezbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu."
27  Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam.
28  Ketika orang-orang kota itu bangun pagi-pagi, tampaklah telah dirobohkan mezbah Baal itu, telah ditebang tiang berhala yang di dekatnya dan telah dikorbankan lembu jantan yang kedua di atas mezbah yang didirikan itu.
29  Berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Siapakah yang melakukan hal itu?" Setelah diperiksa dan ditanya-tanya, maka kata orang: "Gideon bin Yoas, dialah yang melakukan hal itu."
30  Sesudah itu berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas: "Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di dekatnya."
31  Tetapi jawab Yoas kepada semua orang yang mengerumuninya itu: "Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia? Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang."
32  Dan pada hari itu diberikan oranglah nama Yerubaal kepada Gideon, karena kata orang: "Biarlah Baal berjuang dengan dia, setelah dirobohkannya mezbahnya itu."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Ayub+17-20
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+17-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 19 Juni -- Kejadian 22:20-24 - Generasi Demi Generasi

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 19 Juni 2018
Ayat SH: Kejadian 22:20-24

Judul: Generasi Demi Generasi

Pada zaman sekarang, sebuah keluarga yang ekonominya menengah, atau di bawah rata-rata, apabila memiliki lebih dari dua anak bisa merepotkan. Sebab tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi. Belum lagi ditambah dengan biaya pendidikan, kesehatan, transportasi, dan lain sebagainya. Karena itu, pada masa Orde Baru, pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana untuk membatasi angka kelahiran. Program tersebut boleh dikatakan cukup berhasil.

Beda halnya dengan kisah zaman Alkitab. Pada masa itu, banyak keluarga memiliki banyak anak. Salah satu contohnya adalah Nahor, saudara Abraham yang memiliki dua belas anak. Berita kelahiran anak laki-laki bagi Nahor sampai ke telinga Abraham yang tinggal di Bersyeba. Tentu saja berita itu adalah kabar baik. Sementara kita tahu Abraham sendiri hanya punya dua anak, yakni Ismael dan Ishak. Salah satu anak Nahor, yakni Betuel, yang merupakan ayah Ribka. Ribka kelak menjadi istri Ishak dan menantu Abraham. Perlu diketahui bahwa kelahiran Ishak merupakan janji Allah dan Abraham sendiri harus bersabar menantikan penggenapan janji Allah atas hak warisnya. Karena itu, ketika Abraham mendengar berita sukacita atas kelahiran anak-anak Nahor, ia melihat karya Allah juga terjadi atas kehidupannya.

Berita kelahiran dalam kehidupan kita layak disikapi dengan sukacita. Kehadiran generasi baru menandakan tiga hal, yaitu: Pertama, sebagai karya Allah dalam sejarah manusia, yaitu pergantian generasi demi generasi. Kedua, tanggung jawab manusia untuk beranak cucu. Ketiga, merawat bumi dengan mengembangkan potensi yang telah Allah berikan dalam diri manusia untuk mendatangkan kebaikan bagi sesama dan alam. Ketiga sistem nilai ini harus disadari oleh setiap orangtua untuk ditanamkan pada generasi berikutnya.

Marilah kita menyambut setiap kelahiran seorang anak sebagai mahakarya Allah. Pada saat yang sama kita tidak boleh melupakan bahwa tugas kita adalah membina generasi baru agar mereka berguna bagi Kerajaan Allah. [KA]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/06/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+22:20-24
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+22:20-24

Kejadian 22:20-24

20  Sesudah itu Abraham mendapat kabar: "Juga Milka telah melahirkan anak-anak lelaki bagi Nahor, saudaramu:
21  Us, anak sulung, dan Bus, adiknya, dan Kemuel, ayah Aram,
22  juga Kesed, Hazo, Pildash, Yidlaf dan Betuel."
23  Dan Betuel memperanakkan Ribka. Kedelapan orang inilah dilahirkan Milka bagi Nahor, saudara Abraham itu.
24  Dan gundik Nahor, yang namanya Reuma, melahirkan anak juga, yakni Tebah, Gaham, Tahash dan Maakha.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 18 Juni -- Ayub 10:1-22 - JUJUR DI HADAPAN ALLAH

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 18 Juni 2018
Bacaan : Ayub 10:1-22
Setahun: Ayub 13-16
Nats: "Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku." (Ayub 10:1)

Renungan:

JUJUR DI HADAPAN ALLAH

Ayub pribadi yang luar biasa. Meskipun mengalami pencobaan yang amat berat, kehilangan semua hal kecuali nyawanya, ia begitu tegar. Kita mungkin bertanya-tanya apakah kita bisa setangguh dia. Namun, Alkitab mencatat bahwa Ayub juga manusia biasa. Di pasal 10 ini ia mengeluhkan penderitaannya dan bertanya-tanya mengapa Allah berlaku setega itu kepadanya.

"Aku bosan hidup" (ay. 1). "Mengapa Engkau beperkara dengan aku?" (ay. 2). "Engkau mencari-cari kesalahanku" (ay. 6). "Engkau ... hendak membinasakan aku" (ay. 8). "Kalau aku berbuat dosa, Engkau mengawasi aku" (ay. 14). "Seperti singa Engkau memburu aku" (ay. 16). "Lebih baik aku tidak pernah lahir" (ay. 18). Ini adalah keluhan jujur seorang manusia yang sedang bergumul berat. Dan, di ujung pencobaannya, Ayub mendapat jawaban atas pertanyaan dan keluh kesahnya bahwa Allah tidak seperti yang ia kira.

Saat mengalami ujian hidup yang amat menyesakkan, terkadang kita tidak tahan untuk tak bersuara. Berdosakah kita di hadapan Allah saat mengeluhkan perbuatan-Nya dan mempertanyakan keadilan, kuasa, dan belas kasih-Nya? Dari kehidupan Ayub kita melihat bahwa Allah mempersilakan umat-Nya untuk jujur di hadapan Dia. Itu justru seperti membuka lebar luka yang sedang kita alami supaya Allah dapat membalurkan balsam untuk memulihkannya. Dia tak pernah menuntut kita untuk selalu kuat dan dewasa. Di hadapan siapa lagi kita bisa begitu jujur dan terbuka, selain di hadapan Bapa kita sendiri? --TAF/www.renunganharian.net
   
KETIKA KITA MENYINGKAPKAN KELEMAHAN DIRI DI HADAPAN ALLAH, DIA AKAN MENYINGKAPKAN KEKUATAN-NYA KEPADA KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/06/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/06/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Ayub+10:1-22

Ayub 10:1-22

 1  "Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.
 2  Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku.
 3  Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan penindasan, membuang hasil jerih payah tangan-Mu, sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik?
 4  Apakah Engkau mempunyai mata badani? Samakah penglihatan-Mu dengan penglihatan manusia?
 5  Apakah hari-hari-Mu seperti hari-hari manusia, tahun-tahun-Mu seperti hari-hari orang laki-laki,
 6  sehingga Engkau mencari-cari kesalahanku, dan mengusut dosaku,
 7  padahal Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah, dan bahwa tiada seorangpun dapat memberi kelepasan dari tangan-Mu?
 8  Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku?
 9  Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?
10  Bukankah Engkau yang mencurahkan aku seperti air susu, dan mengentalkan aku seperti keju?
11  Engkau mengenakan kulit dan daging kepadaku, serta menjalin aku dengan tulang dan urat.
12  Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.
13  Tetapi inilah yang Kausembunyikan di dalam hati-Mu; aku tahu, bahwa inilah maksud-Mu:
14  kalau aku berbuat dosa, maka Engkau akan mengawasi aku, dan Engkau tidak akan membebaskan aku dari pada kesalahanku.
15  Kalau aku bersalah, celakalah aku! dan kalau aku benar, aku takkan berani mengangkat kepalaku, karena kenyang dengan penghinaan, dan karena melihat sengsaraku.
16  Kalau aku mengangkat kepalaku, maka seperti singa Engkau akan memburu aku, dan menunjukkan kembali kuasa-Mu yang ajaib kepadaku.
17  Engkau akan mengajukan saksi-saksi baru terhadap aku, --Engkau memperbesar kegeraman-Mu terhadap aku--dan pasukan-pasukan baru, bahkan bala tentara melawan aku.
18  Mengapa Engkau menyebabkan aku keluar dari kandungan? Lebih baik aku binasa, sebelum orang melihat aku!
19  Maka aku seolah-olah tidak pernah ada; dari kandungan ibu aku langsung dibawa ke kubur.
20  Bukankah hari-hari umurku hanya sedikit? Biarkanlah aku, supaya aku dapat bergembira sejenak,
21  sebelum aku pergi, dan tidak kembali lagi, ke negeri yang gelap dan kelam pekat,
22  ke negeri yang gelap gulita, tempat yang kelam pekat dan kacau balau, di mana cahaya terang serupa dengan kegelapan."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Ayub+13-16
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+13-16

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 18 Juni -- Kejadian 22:1-19 - Diuji dan Diberkati

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 18 Juni 2018
Ayat SH: Kejadian 22:1-19

Judul: Diuji dan Diberkati

Sekitar tahun 2003, kami berkunjung ke rumah salah seorang anggota jemaat di pedalaman Lampung. Kami berkunjung ke tempat salah satu anak dari jemaat yang sakit. Lalu kami bertanya, "Apakah sudah dibawa ke dokter atau puskesmas?" Ternyata belum sama sekali karena mereka tidak punya biaya untuk berobat. Kami merasa terharu dan ingin turut membantu, namun apa daya uang yang kami miliki saat itu hanya Rp30.000, -. Pada waktu itu kami merasa diuji. Kami merasa harus melakukan sesuatu meskipun kondisi keuangan sangat terbatas.

Sebuah ujian mahaberat dialami Abraham saat Allah meminta Abraham untuk mengurbankan Ishak, satu-satunya ahli waris yang sah. Mungkin kita bertanya-tanya, apakah Allah tidak salah? Apakah tidak ada perintah yang lebih manusiawi dan masuk akal ketimbang perintah yang keji seperti itu? Namun, yang membuat kita terheran-heran adalah tindakan Abraham yang menuruti perintah Allah. Bagi manusia modern, keputusan Abraham adalah perbuatan yang konyol dan gila.

Kalau dilihat dari sisi iman, ketaatan Abraham memiliki dasar kebenaran. Alasannya sederhana: Abraham telah mengalami perjumpaan dengan Allah. Abraham jelas mengetahui bahwa kelahiran Ishak sungguh merupakan mukjizat Allah. Tak ada manusia yan sanggup melakukannya. Karena Allah yang diimaninya adalah Allah yang hidup dan setia kepada perjanjian-Nya, Abraham menyakini bahwa Allah akan memberikan pengganti Ishak sebagai ahli warisnya. Itu sebabnya Abraham tidak ragu-ragu mempersembahkan anak semata wayangnya kepada Allah. Ternyata Allah menyediakan domba kurban sebagai pengganti Ishak.

Mungkin kita sering diperhadapkan pada keadaan yang menguji kepercayaan dan kepasrahan kepada Tuhan. Menolong orang lain sementara kita kekurangan. Menghibur orang lain sementara kita sedih. Saat kita berani menekan kepentingan pribadi demi melayani orang lain, maka Tuhan akan mencurahkan rahmat-Nya bagi kita. Percayalah! [KA]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/06/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+22:1-19
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+22:1-19

Kejadian 22:1-19

 1  Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
 2  Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
 3  Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
 4  Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
 5  Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
 6  Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
 7  Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
 8  Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
 9  Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
10  Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
11  Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
12  Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
13  Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
14  Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
15  Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
16  kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
17  maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
18  Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
19  Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 17 Juni -- Lukas 15:11-24 - SABAR DAN PEMAAF

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 17 Juni 2018
Bacaan : Lukas 15:11-24
Setahun: Ayub 9-12
Nats: "Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya." (Lukas 15:22)

Renungan:

SABAR DAN PEMAAF

Sangat memprihatinkan ketika kita menyaksikan anak-anak kita terjerumus kepada hal-hal yang buruk. Sebagai orangtua mungkin tidak kurang-kurangnya nasihat dan perhatian kita berikan. Namun pada akhirnya tetap saja-saat mereka berpikir dirinya telah cukup dewasa-memilih jalan yang dipikirnya baik. Sampai kita tahu bahwa anak-anak kita telah terjerumus pada hal yang begitu memalukan. Apa reaksi kita?

Kita mencoba membayangkan apa yang dirasakan ayah dalam Alkitab ini ketika menyaksikan anak bungsunya itu menjual harta warisannya dan pergi memboroskannya di negeri yang jauh. Sedih, marah, jengkel, tentu reaksi yang normal. Tetapi Ayah ini sabar. Ia cukup sabar untuk tidak mengejar anaknya ketika anak itu pergi. Ia sabar untuk menunggu sampai anaknya sadar. Ia cukup sabar untuk tidak menuntut permintaan maaf dan menunggu sampai anaknya menunjukkan pertobatannya. Ayah ini juga pemaaf. Ia menghabiskan banyak uang, waktu, kasih, dan reputasi bagi anaknya, dan sekarang semua investasi itu lenyap. Namun ayah ini cukup pemaaf untuk mempercayakan cincin pusaka keluarga kepadanya waktu anaknya itu pulang dalam keadaan sangat kotor! Ya, ia tidak mungkin mempercayai anaknya sebesar itu tanpa memaafkannya!

Sebagaimana kesetiaan ayah ini pada anaknya yang pemberontak, kesetiaan Allah pada kita adalah teladan yang layak kita ikuti dalam hubungan kita dengan anak-anak kita. Anak-anak bisa saja melakukan kesalahan dan sangat menyakiti kita. Di tengah keprihatinan kita, kiranya kita memiliki hati yang cukup sabar dan luas untuk memaafkan apa pun kesalahannya. --SYS/www.renunganharian.net
   
INILAH HATI BAPA: NYAWA-NYA PUN BAHKAN TIDAK DISAYANGKANNYA DEMI AGAR CINCIN KELUARGA ITU BISA DISEMATKAN-NYA PADA JARI KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/06/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/06/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+15:11-24

Lukas 15:11-24

11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Ayub+9-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+9-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 17 Juni -- Kejadian 21:22-34 - Kesaksian Hidup

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 17 Juni 2018
Ayat SH: Kejadian 21:22-34

Judul: Kesaksian Hidup

Suatu saat, seseorang berkata kepada saya, "Pak Pendeta, saya itu sebenarnya senang melihat orang-orang Kristen kalau datang ke gereja. Mereka memakai pakaian bagus-bagus, rapi, dan terlihat cantik-cantik. Mereka rukun dan ramah. Sangat menyenangkan sekali." Demikian kata orang tersebut.

Hal yang sama agaknya juga dirasakan oleh Abimelekh. Dari segi politik dan militer, Abimelekh lebih unggul daripada Abraham. Namun, Abimelekh sangat terpesona terhadap kuasa dan kasih Allah terhadap Abraham (22). Keterpesonaan itulah yang melatarbelakangi Abimelekh, didampingi oleh Pikhol, panglima tentaranya, bertemu dengan Abraham. Tak hanya itu, Abimelekh berharap ada ikatan persahabatan yang sifatnya permanen dengan Abraham. Karena itulah, Abimelekh memulai mengikat perjanjian dengan Abraham (23).

Apa yang mendorong Abimelekh melakukan ikatan perjanjian dengan Abraham? Mungkin saja, dia merasa khawatir karena Abraham pernah membohonginya dengan mengatakan bahwa Sara adalah adik tirinya (Kej. 20:2). Abimelekh pun khawatir karena Allah Abraham ternyata berada di pihak Abraham, dan ia bisa menjadi korbannya (Kej. 20:3-7). Abraham setuju dengan usulan itu dan segera bersumpah di Bersyeba. Sehingga tempat itu diberi nama "mata air sumpah".

Abraham memanfaatkan kesempatan itu untuk mengemukakan persoalan mengenai sumur yang dirampas para hamba Abimelekh. Perjanjian atas dasar hak yang sama ini ditandai dengan penyerahan tujuh anak domba. Penyerahan itu menjadi tanda bahwa pada dasarnya sumur itu adalah milik Abraham.

Kisah Abraham dan Abimelekh mengingatkan bahwa orang di sekitar kita melihat sikap, tindakan, dan hidup kita sehari-hari. Karena itu, kesaksian hidup sebagai umat percaya menjadi sebuah keniscayaan. Diri kita semestinya bisa menjadi demonstrasi kasih dan karya Allah. Sehingga orang lain juga boleh merasakan kasih Allah, melalui kita, dalam hidupnya dan memuliakan Bapa di surga. Inilah panggilan kita. [NSP]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/06/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+21:22-34
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+21:22-34

Kejadian 21:22-34

22  Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: "Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.
23  Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang asing."
24  Lalu kata Abraham: "Aku bersumpah!"
25  Tetapi Abraham menyesali Abimelekh tentang sebuah sumur yang telah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh.
26  Jawab Abimelekh: "Aku tidak tahu, siapa yang melakukan hal itu; lagi tidak kauberitahukan kepadaku, dan sampai hari ini belum pula kudengar."
27  Lalu Abraham mengambil domba dan lembu dan memberikan semuanya itu kepada Abimelekh, kemudian kedua orang itu mengadakan perjanjian.
28  Tetapi Abraham memisahkan tujuh anak domba betina dari domba-domba itu.
29  Lalu kata Abimelekh kepada Abraham: "Untuk apakah ketujuh anak domba yang kaupisahkan ini?"
30  Jawabnya: "Ketujuh anak domba ini harus kauterima dari tanganku untuk menjadi tanda bukti bagiku, bahwa akulah yang menggali sumur ini."
31  Sebab itu orang menyebutkan tempat itu Bersyeba, karena kedua orang itu telah bersumpah di sana.
32  Setelah mereka mengadakan perjanjian di Bersyeba, pulanglah Abimelekh beserta Pikhol, panglima tentaranya, ke negeri orang Filistin.
33  Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal.
34  Dan masih lama Abraham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 16 Juni -- Filemon 1:8-22 - PEMULIHAN HUBUNGAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 16 Juni 2018
Bacaan : Filemon 1:8-22
Setahun: Ayub 5-8
Nats: Kalau engkau menganggap aku saudaramu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. (Filemon 1:17)

Renungan:

PEMULIHAN HUBUNGAN

Saat berkunjung ke ruang kerja seorang relasi, saya kaget mendapati foto di dinding ruang kerjanya. Di foto itu dia berangkulan dengan seseorang yang saya tahu dahulu sangat dibencinya karena sudah menipunya dalam bisnis. Melihat ekspresi saya, ia lalu menjelaskan dirinya sudah mengampuni orang itu dan hubungan keduanya sudah dipulihkan.

Pemulihan hubungan hanya bisa dikerjakan oleh kasih. Hubungan serusak apa pun, bisa diperbaiki oleh kasih. Mengampuni adalah salah satu bentuk nyata tindakannya. Saat menjadi tawanan di Roma, Paulus bertemu dengan Onesimus. Ia adalah budak yang melarikan diri dari tuannya, Filemon, sahabat yang dipimpin Paulus kepada Kristus (ay. 9). Paulus memenangkan Onesimus kepada Kristus dan menyuruhnya untuk kembali kepada Filemon di Kolose (Kol. 4:9). Menurut hukum Romawi, Onesimus bisa dihukum mati karena kejahatannya. Namun, Onesimus telah menjadi saudara seiman dalam Kristus. Paulus ingin Filemon dan Onesimus mengalami pemulihan hubungan. Hubungan mereka di dalam Kristus bukan lagi antara seorang majikan dan hambanya, melainkan sebagai saudara yang kekasih (ay. 16).

Kalau saat ini hubungan kita rusak dengan seseorang, sesakit dan sejahat apa pun orang itu pernah melukai, hubungan itu tetap bisa dipulihkan saat kita mau mengasihi dan mengampuni. Jangan menunggu besok atau orang itu datang menghampiri, tetapi lakukan pemulihan sesegera mungkin. Kalau perlu sekarang. Ketika kita mau taat kepada kehendak Tuhan, kita pasti bisa dan bertindak. --RTG/www.renunganharian.net
   
HUBUNGAN SERUSAK APA PUN BISA DIPERBAIKI DAN DIPULIHKAN DENGAN KASIH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/06/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/06/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Filemon+1:8-22

Filemon 1:8-22

 8  Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan,
 9  tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,
10  mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus
11  --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.
12  Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--.
13  Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
14  tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.
15  Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya,
16  bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.
17  Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.
18  Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku--
19  aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.
20  Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!
21  Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan.
22  Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Ayub+5-8
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+5-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 16 Juni -- Kejadian 21:8-21 - Allah Tak Pernah Ingkar Janji

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 16 Juni 2018
Ayat SH: Kejadian 21:8-21

Judul: Allah Tak Pernah Ingkar Janji

Allah tak pernah ingkar janji. Itulah yang tampak jelas dalam perikop hari ini. Allah tetap menyertai dan memberkati Hagar dan Ismael. Ismael dan keturunannya akan menjadi bangsa yang besar. Bagaimanapun juga adalah anak kandung Abraham.

Pengusiran Hagar dan Ismael disebabkan oleh kecemburuan Sara. Ia takut Ismael akan menjadi ahli waris. Karena itu, ia meminta Abraham untuk mengusir mereka. Abraham akhirnya menuruti usul isterinya setelah mendengarkan janji Allah bahwa Ia akan menjadikan Ismael sebagai bangsa yang besar (13). Janji Allah itulah yang membuat Abraham mengambil keputusan untuk mengusir Hagar dan Ismael (14).

Peristiwa pengusiran itu pasti menyakitkan bagi Hagar dan Ismael. Mungkin Hagar merasa dirinya adalah korban, bak peribahasa "habis manis, sepah dibuang". Dan perjalanan menjadi semakin berat karena mereka harus melintasi padang gurun. Hagar pun mulai putus asa ketika kehabisan air, bahkan membuang Ismael ke semak-semak (15). Allah turun tangan dengan mengutus malaikat-Nya untuk memberitakan bahwa Ismael akan menjadi bangsa yang besar (18). Allah pulalah yang membuka mata Hagar sehingga dia dapat melihat sebuah sumur. Allah menyelamatkan mereka.

Allah tidak pernah melupakan janji-Nya. Agaknya Hagar sendirilah yang telah melupakan janji Allah itu, yang didengarnya sewaktu dia melarikan diri dari nyonyanya (Kej. 16:10). Nama "Ismael", yang berarti Allah mendengar, semestinya menjadi prasasti bagi Hagar. Sayangnya Hagar lupa sehingga dia membuang anaknya ke semak-semak dan meratapinya dari jauh. Namun demikian, meskipun Hagar lupa, atau mungkin tidak memercayai janji itu, Allah tetap memenuhi janji-Nya. Inilah anugerah itu.

Kesulitan hidup, merasa diri sebagai korban, kadang juga membuat kita merasa dilupakan Allah. Kisah Hagar dan Ismael semestinya mengingatkan kita juga untuk tetap percaya bahwa Allah tidak tidur. Kesulitan hidup diizinkan terjadi dalam hidup kita agar kita dapat terus sungguh merasakan penyertaan Allah. Percayalah! [NSP]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/06/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+21:8-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+21:8-21

Kejadian 21:8-21

 8  Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
 9  Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.
10  Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
11  Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
12  Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
13  Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu."
14  Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
15  Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
16  dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.
17  Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
18  Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."
19  Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
20  Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
21  Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]