(e-RH) 18 Juli -- Kisah Para Rasul 5:1-11 - DALIH

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 18 Juli 2019
Bacaan : Kisah Para Rasul 5:1-11
Setahun: Mazmur 139-143
Nats: "Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita." (1 Tawarikh 28:9)

Renungan:

DALIH

Seorang hamba Tuhan membatalkan pelayanan firman dengan dalih ia harus merawat dan mendampingi istrinya yang terkena kanker. Padahal, alasan yang sesungguhnya karena ia marah dan kecewa pada Tuhan. Ia memberikan dalih yang tampak rohani dan baik, padahal tidak demikian alasan yang sesungguhnya.

Ananias dan Safira menjual sebidang tanah. Mereka menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkan di depan kaki para rasul. Mereka ingin mendapat citra "murah hati" di hadapan manusia. Petrus menegor Ananias, "Mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, itu tetap kepunyaanmu dan setelah dijual hasilnya tetap dalam kuasamu? Engkau bukan mendustai manusia tetapi mendustai Allah." (ay. 2-4).

Kita kadang malu mengakui alasan yang tidak baik dan tidak mulia dari tindakan kita. Kita mencari dalih yang tampak rohani, agar mendapatkan penghormatan manusia. Kita bisa mengelabui manusia tetapi kita tidak bisa mengelabui Tuhan. Dia tahu hati dan motivasi yang sesungguhnya.

Daud berpesan agar Salomo mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan rela hati sebab Tuhan menyelidiki hati dan mengerti segala niat dan cita-cita (1Taw. 28:9). Kitab Amsal menegaskan, masakan Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya dan Dia yang menjaga jiwa tidak mengetahuinya dan membalas manusia menurut perbuatannya (Ams. 24:12). --IN/www.renunganharian.net
   
KITA TIDAK BISA MENGELABUI TUHAN; DIA TAHU MOTIVASI KITA YANG SESUNGGUHNYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/07/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/07/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+5:1-11

Kisah Para Rasul 5:1-11

 1  Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
 2  Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
 3  Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
 4  Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
 5  Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
 6  Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
 7  Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
 8  Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
 9  Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
10  Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
11  Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+139-143
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+139-143

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 18 Juli -- Imamat 17:10-16 - Ibadah yang Merawat Kehidupan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 18 Juli 2019
Ayat SH: Imamat 17:10-16

Judul: Ibadah yang Merawat Kehidupan

Karl Marx pernah menulis: "Agama adalah candu masyarakat". Adagium ini sering disalahartikan oleh banyak orang sebagai ejekan terhadap agama. Jika kita baca dalam konteks yang lebih luas, teks Marx ini sebenarnya bukan sedang menistakan agama. Teks tersebut menunjukkan bagaimana agama memiliki potensi menjadi alat yang melanggengkan penindasan terhadap sesama manusia. Agama dapat menjadi tempat pelarian dari tanggung jawab dalam menjalani kehidupan yang adil.

Lantas adakah jalan keluar untuk beragama yang memuliakan Allah sekaligus merawat kehidupan? Ada. Jika agama dapat berpotensi disalahgunakan menjadi alat perusak kehidupan, pendayagunaan agama seharusnya dapat menjadi kekuatan merawat kehidupan.

Teks yang kita baca pada hari ini adalah aturan Taurat tentang makanan. Allah melarang umat Israel dan orang asing di antara mereka untuk makan darah (10). Peraturan ini bukanlah perintah tanpa dasar. Landasannya berasal dari sabda Allah sendiri bahwa di dalam darah makhluk terletak nyawanya (14). Pelanggaran terhadap perintah ini memiliki konsekuensi serius (15).

Penghargaan terhadap kehidupan yang dianugerahkan Allah dimulai dari periuk makanan Israel. Makan dan beribadah adalah dua aktivitas yang tidak dapat dipisahkan. Apa yang dimakan oleh umat Allah harus dipastikan untuk memuliakan-Nya.

Sebagai orang Kristen, kita sudah dibebaskan dari berbagai aturan soal larangan makanan yang diatur di dalam Hukum Taurat. Hari ini kita dipanggil untuk menilik segala segi kehidupan lewat lensa iman kepada Allah di dalam Yesus yang mencintai kehidupan ciptaan-Nya. Karena itu, pertanyaan yang perlu terus diajukan dalam perziarahan iman kita adalah apakah kita sudah menjadi orang yang merawat kehidupan alam dan manusia? Apakah makanan kita berasal dari penghisapan kehidupan sesama kita?

Doa: Bapa, tolonglah kami untuk merawat dan mencintai kehidupan sebagai buah anugerah-Mu. [SB]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/07/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+17:10-16
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+17:10-16

Imamat 17:10-16

10  "Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.
11  Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.
12  Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorangpun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah.
13  Setiap orang dari orang Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menangkap dalam perburuan seekor binatang atau burung yang boleh dimakan, haruslah mencurahkan darahnya, lalu menimbunnya dengan tanah.
14  Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apapun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.
15  Dan setiap orang yang makan bangkai atau sisa mangsa binatang buas, baik ia orang Israel asli maupun orang asing, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam, barulah ia menjadi tahir.
16  Tetapi jikalau ia tidak mencuci pakaiannya dan tidak membasuh tubuhnya, ia akan menanggung kesalahannya sendiri."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 17 Juli -- Roma 6:15-23 - KONSEKUENSI DOSA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 17 Juli 2019
Bacaan : Roma 6:15-23
Setahun: Mazmur 132-138
Nats: Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 6:23)

Renungan:

KONSEKUENSI DOSA

Saya hanya tersenyum mendengar seorang kerabat mengaku tidak tahu kalau pajak STNK sepeda motornya harus dibayar setiap tahun. Ia pun baru tahu pada tahun ketiga sejak sepeda motor itu dibeli dan dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Kini ia harus bersiap membayar pajak yang tertunggak beserta dendanya, bisa membuat "dompet jebol" karena pengeluaran yang membengkak!

Ketidaktahuan seseorang mengenai kewajiban membayar pajak, tidak otomatis menghapus peraturan atau membebaskan orang itu dari denda. Prinsip yang sama berlaku pada dosa. Orang yang mengaku "tidak tahu" selama berbuat dosa akan tetap terkena "peraturan Allah" sesuai dengan firman-Nya, yakni hilangnya kemuliaan Allah dan kehidupan yang berujung maut (Rm. 3:23; 6:23). Maut juga bisa diartikan sebagai keadaan yang mengarah pada kerusakan hidup, keburukan, dan kematian secara fisik. Pemahaman akan firman Tuhan membuat kita lebih memahami bahwa kehidupan ini memang tak bisa dijalani seenaknya. Salomo pun pernah mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia selama di dunia, kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan takhta pengadilan Allah (Pkh. 11:9).

Dosa selalu merugikan kehidupan manusia, tetapi terkadang "kemasan" yang menarik membuat umat Tuhan menjadi kurang waspada. Maka, waspadalah selalu terhadap pikatan dosa, dan jangan pernah menghambakan diri padanya. Jika kita terjatuh dalam dosa, pertobatan adalah cara terbaik untuk menerima pengampunan dan pemulihan dari Allah. --GHJ/www.renunganharian.net
   
DOSA TETAPLAH DOSA. ADA KONSEKUENSI YANG HARUS DITANGGUNG OLEH PELAKUNYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/07/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/07/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+6:15-23

Roma 6:15-23

15  Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!
16  Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?
17  Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
18  Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
19  Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.
20  Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
21  Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.
22  Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.
23  Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+132-138
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+132-138

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 17 Juli -- Imamat 17:1-9 - Menguduskan Kepemilikan bagi Allah

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 17 Juli 2019
Ayat SH: Imamat 17:1-9

Judul: Menguduskan Kepemilikan bagi Allah

Memburu harta untuk dinikmati sepuasnya dalam setiap kesempatan yang ada menjadi pesan kebanyakan motivator bisnis zaman kini. Bisa saja, menggunakan harta dalam kepuasannya mengikis sikap yang benar terhadap harta. Harta menjadi tolok ukur kepuasan hidup.

Perikop yang kita baca hari ini menjelaskan tentang bagaimana lembu, domba dan kambing milik orang Israel yang akan disembelih mesti dibawa ke pintu kemah pertemuan untuk diserahkan sebagai persembahan kepada Allah (4). Sebagai umat milik Allah yang telah ditebus oleh-Nya, umat tidak boleh mengonsumsi, apalagi tamak harta benda, termasuk hewan ternak, sebagai milik yang hanya dinikmati untuk kepentingan diri sendiri.

Semua lembu, domba, dan kambing harus disembelih dalam rangka memberikan kurban keselamatan, bukan tindakan konsumtif (6). Dalam konteks ini, segala tujuan persembahan selain kurban kepada Allah akan dianggap sebagai hutang darah kepada Allah. Konsekuensinya berat, orang itu harus dienyahkan dari tengah-tengah bangsa Israel (4). Lembu, domba, dan kambing sebagai properti mesti dipersembahkan kepada Allah. Segala bentuk persembahan kepada ilah lain atau kepada jin akan mengakibatkan hukuman.

Sikap yang benar saat menikmati harta adalah dengan menaikkan syukur terlebih dahulu atas berkat Allah dalam hidup. Hidup syukur menolong kita mewaspadai segala bentuk ketamakan yang memperdaya seolah-olah kebahagiaan hidup bergantung pada kekayaan. Sikap syukur sama artinya dengan memohon Allah menguduskan berkat-Nya kepada kita sehingga kita memiliki komitmen untuk menggunakannya bagi perluasan kerajaan-Nya di dunia ini. Hidup kita tidak bergantung pada penumpukan kekayaan. Hidup kita bergantung pada pemeliharaan Allah. Jadi persembahkanlah segala sesuatunya kepada Allah.

Doa: Tuhan tolonglah agar kami tidak dikuasai ketamakan dan kekhawatiran. Beri kami keikhlasan untuk mempersembahkan harta benda kami bagi kemuliaan Kerajaan-Mu. [SB]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/07/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+17:1-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+17:1-9

Imamat 17:1-9

 1  TUHAN berfirman kepada Musa:
 2  "Berbicaralah kepada Harun dan kepada anak-anaknya dan kepada seluruh orang Israel, dan katakan kepada mereka: Inilah firman yang diperintahkan TUHAN:
 3  Setiap orang dari kaum Israel yang menyembelih lembu atau domba atau kambing di dalam perkemahan atau di luarnya,
 4  tetapi tidak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, untuk dipersembahkan sebagai persembahan kepada TUHAN di depan Kemah Suci TUHAN, hal itu harus dihitungkan kepada orang itu sebagai hutang darah, karena ia telah menumpahkan darah, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.
 5  Maksudnya supaya orang Israel membawa korban sembelihan mereka, yang biasa dipersembahkan mereka di padang, kepada TUHAN ke pintu Kemah Pertemuan dengan menyerahkannya kepada imam, untuk dipersembahkan kepada TUHAN sebagai korban keselamatan.
 6  Imam harus menyiramkan darahnya pada mezbah TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan dan membakar lemaknya menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN.
 7  Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.
 8  Dan haruslah kaukatakan kepada mereka: Setiap orang dari kaum Israel atau dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan,
 9  tetapi tidak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan supaya dipersembahkan kepada TUHAN, maka orang itu haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 16 Juli -- Amos 7:1-9 - TALI SIPAT

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 16 Juli 2019
Bacaan : Amos 7:1-9
Setahun: Mazmur 120-131
Nats: Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Apakah yang kaulihat, Amos?" Jawabku: "Tali sipat!" Berfirmanlah Tuhan: "Sesungguhnya, Aku akan menaruh tali sipat di tengah-tengah umat- Ku Israel; Aku tidak akan memaafkannya lagi." (Amos 7:8)

Renungan:

TALI SIPAT

Sebuah rumah dibangun dengan berbagai material seperti batu, batu bata, pasir, semen, besi dan sebagainya. Selain itu dibutuhkan juga berbagai alat, seperti cangkul, sekop, pahat, gergaji dan lain-lain. Akan tetapi ada satu alat kecil yang digunakan untuk menetapkan apakah tembok yang dibangun tegak lurus atau tidak. Alat ini disebut tali sipat, benang yang diberi pemberat untuk mengukur lurus atau tidaknya sesuatu. Tanpa tali sipat, pekerjaan konstruksi bangunan rumah niscaya menjadi lebih sulit.

Di dalam nas ini, ada tiga aktor penting. Pertama, Amos. Setelah mendapat penglihatan dari Allah, Amos tak lagi berani meminta agar Allah memberikan "pengampunan". Kekudusan Allah membuat Amos tak berani berkata-kata lagi. Aktor kedua adalah Israel. Mereka lemah, tetapi keras kepala dan gagal hidup sesuai standar kebenaran Allah. Aktor ketiga adalah Allah sendiri. Walaupun pada akhirnya Allah menjatuhkan hukuman kepada Israel, tetapi kesabaran-Nya tak terbantahkan. Dua kali Ia "menyesal" dan tidak jadi melaksanakan penghukuman-Nya. "Tali sipat" menjadi simbol bahwa Allah menghukum Israel secara adil, berdasarkan standar kebenaran-Nya.

Allah selalu mengukur umat berdasarkan standar kebenaran- Nya dan bukan tolok ukur lain. Tali sipat Tuhan adalah firman-Nya. Kita yang bengkok sudah "diluruskan" oleh anugerah keselamatan melalui kematian Yesus di kayu salib. Tetapi anugerah keselamatan Tuhan bukanlah surat pas yang membolehkan kita melenceng dari firman-Nya. Anugerah itu memberdayakan kita melalui kuasa Roh Kudus untuk bisa menepati standar kebenaran Allah. --ENO/www.renunganharian.net
   
TALI SIPAT ORANG KRISTEN ADALAH FIRMAN TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/07/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/07/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Amos+7:1-9

Amos 7:1-9

 1  Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Ia membentuk kawanan belalang, pada waktu rumput akhir mulai tumbuh, yaitu rumput akhir sesudah yang dipotong bagi raja.
 2  Ketika belalang mulai menghabisi tumbuh-tumbuhan di tanah, berkatalah aku: "Tuhan ALLAH, berikanlah kiranya pengampunan! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil?"
 3  Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. "Itu tidak akan terjadi," firman TUHAN.
 4  Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Tuhan ALLAH memanggil api untuk melakukan hukuman. Api itu memakan habis samudera raya dan akan memakan habis tanah ladang.
 5  Lalu aku berkata: "Tuhan ALLAH, hentikanlah kiranya! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil?"
 6  Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. "Inipun tidak akan terjadi," firman Tuhan ALLAH.
 7  Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku: Tampak Tuhan berdiri dekat sebuah tembok yang tegak lurus, dan di tangan-Nya ada tali sipat.
 8  Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Apakah yang kaulihat, Amos?" Jawabku: "Tali sipat!" Berfirmanlah Tuhan: "Sesungguhnya, Aku akan menaruh tali sipat di tengah-tengah umat-Ku Israel; Aku tidak akan memaafkannya lagi.
 9  Bukit-bukit pengorbanan dari pada Ishak akan dilicintandaskan dan tempat-tempat kudus Israel akan diruntuhkan, dan Aku akan bangkit melawan keluarga Yerobeam dengan pedang."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+120-131
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+120-131

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 16 Juli -- Imamat 16:1-34 - Menguduskan Hidup dalam Perdamaian

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 16 Juli 2019
Ayat SH: Imamat 16:1-34

Judul: Menguduskan Hidup dalam Perdamaian

Setiap manusia di segala tempat dan waktu merindukan perdamaian. Perdamaian adalah situasi berhentinya perselisihan, yang menyebabkan terwujudnya keadaan tenteram dan tenang. Tetapi dalam kenyataan, sering kali perdamaian hanya menjadi harapan belaka. Sejarah diisi oleh konflik dan permusuhan yang membuyarkan harapan manusia akan perdamaian. Bagaimana kita menghayati hidup dalam damai menurut ajaran Alkitab? Sebagai orang Kristen yang mendambakan kedamaian, kita dapat belajar dari perikop hari ini.

Di dalam nas ini, kita dapat melihat bagaimana Allah menampakkan diri kepada umat Israel lewat Hari Raya Pendamaian (2). Untuk itulah, Harun sebagai Imam dari umat Israel harus membawa satu ekor lembu jantan muda untuk menghapus dosanya sendiri dan keluarganya, selain satu ekor domba jantan muda untuk kurban bakaran (3, 6). Umat Israel pada hari pertemuan itu wajib menyiapkan dua ekor kambing jantan untuk kurban penebusan dan satu ekor domba jantan untuk kurban bakaran (7). Salah satu dari kambing jantan yang kena undi harus dilepaskan ke padang belantara, sementara satu lagi harus disembelih (8-10).

Melalui upacara kurban, Allah yang penuh kasih karunia memberi dirinya dikenali. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah yang menginisiasi perdamaian.

Melalui upacara kurban, Allah juga memulihkan umat dari dosa-dosanya. Makna pendamaian adalah ketika Allah dan umat dikaribkan kembali. Allah mendekatkan Diri kepada manusia.

Kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah kurban yang sempurna, yang mendamaikan Allah dengan segala ciptaan-Nya (bdk. 2Kor. 5:19, Ibr. 10:14). Maka setiap kali kita mempraktikkan perintah Yesus untuk mengampuni yang bersalah, melayani yang terabaikan, dan melakukan berbagai pengurbanan demi terwujudnya dunia yang lebih baik, sesungguhnya kita sedang menyatakan damai dari Allah kepada dunia.

Doa: Tuhan, tolong kami menjadi juru damai di mana pun Engkau menempatkan kami sesuai dengan mau-Mu.[SB]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/07/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+16:1-34
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+16:1-34

Imamat 16:1-34

 1  Sesudah kedua anak Harun mati, yang terjadi pada waktu mereka mendekat ke hadapan TUHAN, berfirmanlah TUHAN kepada Musa.
 2  Firman TUHAN kepadanya: "Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian.
 3  Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.
 4  Ia harus mengenakan kemeja lenan yang kudus dan ia harus menutupi auratnya dengan celana lenan dan ia harus memakai ikat pinggang lenan dan berlilitkan serban lenan; itulah pakaian kudus yang harus dikenakannya, sesudah ia membasuh tubuhnya dengan air.
 5  Dari umat Israel ia harus mengambil dua ekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.
 6  Kemudian Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan dengan demikian mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya.
 7  Ia harus mengambil kedua ekor kambing jantan itu dan menempatkannya di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan,
 8  dan harus membuang undi atas kedua kambing jantan itu, sebuah undi bagi TUHAN dan sebuah bagi Azazel.
 9  Lalu Harun harus mempersembahkan kambing jantan yang kena undi bagi TUHAN itu dan mengolahnya sebagai korban penghapus dosa.
10  Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi Azazel ke padang gurun.
11  Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya; ia harus menyembelih lembu jantan itu.
12  Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
13  Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
14  Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
15  Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.
16  Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.
17  Seorangpun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar, setelah mengadakan pendamaian baginya sendiri, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah orang Israel.
18  Kemudian haruslah ia pergi ke luar ke mezbah yang ada di hadapan TUHAN, dan mengadakan pendamaian bagi mezbah itu. Ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan dan dari darah domba jantan itu dan membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya.
19  Kemudian ia harus memercikkan sedikit dari darah itu ke mezbah itu dengan jarinya tujuh kali dan mentahirkan serta menguduskannya dari segala kenajisan orang Israel.
20  Setelah selesai mengadakan pendamaian bagi tempat kudus dan Kemah Pertemuan serta mezbah, ia harus mempersembahkan kambing jantan yang masih hidup itu,
21  dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu.
22  Demikianlah kambing jantan itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus, dan kambing itu harus dilepaskan di padang gurun.
23  Sesudah itu Harun harus masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan menanggalkan pakaian lenan, yang dikenakannya ketika ia masuk ke dalam tempat kudus dan harus meninggalkannya di sana.
24  Ia harus membasuh tubuhnya dengan air di suatu tempat yang kudus dan mengenakan pakaiannya sendiri, lalu ia harus keluar dan mempersembahkan korban bakarannya sendiri dan korban bakaran bangsa itu; dengan demikian ia mengadakan pendamaian baginya sendiri dan bagi bangsa itu.
25  Kemudian ia harus membakar lemak korban penghapus dosa di atas mezbah.
26  Maka orang yang melepaskan kambing jantan bagi Azazel itu harus mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan sesudah itu barulah boleh masuk ke perkemahan.
27  Lembu jantan dan kambing jantan korban penghapus dosa, yang darahnya telah dibawa masuk untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, harus dibawa keluar dari perkemahan, dan kulitnya, dagingnya dan kotorannya harus dibakar habis.
28  Siapa yang membakar semuanya itu, harus mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan sesudah itu barulah boleh masuk ke perkemahan.
29  Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu.
30  Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN.
31  Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya.
32  Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus.
33  Ia harus mengadakan pendamaian bagi tempat maha kudus, bagi Kemah Pertemuan dan bagi mezbah, juga bagi para imam dan bagi seluruh bangsa itu, yakni jemaah itu.
34  Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka." Maka Harun melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 15 Juli -- 2 Timotius 4:1-8 - ROH BIOSKOP

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 15 Juli 2019
Bacaan : 2 Timotius 4:1-8
Setahun: Mazmur 119
Nats: Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (2 Timotius 4:3)

Renungan:

ROH BIOSKOP

Seorang hamba Tuhan mengeluhkan jemaat yang pilih-pilih hamba Tuhan. Mereka hanya mau datang beribadah dan mendengarkan khotbah dari hamba Tuhan favorit, yang menyampaikan firman untuk memuaskan telinga mereka. Gereja diperlakukan seperti bioskop: pengunjung datang untuk menonton film yang disukai dan diperankan oleh aktor favorit.

Rasul Paulus berpesan kepada Timotius untuk memberitakan firman, siap sedia baik atau tidak baik waktunya, nyatakan apa yang salah, tegur dan nasihati dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendak mereka untuk memuaskan keinginan telinga. Mereka akan memalingkan telinga dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Rasul Paulus menasihati Timotius untuk menguasai diri dalam segala hal, sabar menderita, melakukan pekerjaan pemberita Injil dan menunaikan tugas pelayanan (ay. 1-5).

Orang biasanya lebih suka mendengarkan firman tentang janji dan berkat daripada perintah dan teguran. Kita harus menghargai, mendengarkan, dan melakukan firman Tuhan yang murni, siapa pun yang menyampaikannya. Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan kehendak Tuhan dan akan berhasil dalam apa yang Tuhan suruhkan (Yes. 55:10-11). --IN/www.renunganharian.net
   
TUHAN PUNYA KEHENDAK ATAS SETIAP FIRMAN YANG DISAMPAIKAN OLEH HAMBA-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/07/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/07/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Timotius+4:1-8

2 Timotius 4:1-8

 1  Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
 2  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
 3  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
 4  Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
 5  Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
 6  Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
 7  Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
 8  Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+119

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 15 Juli -- Imamat 15:1-33 - Menguduskan Tubuh Bagi Allah

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 15 Juli 2019
Ayat SH: Imamat 15:1-33

Judul: Menguduskan Tubuh Bagi Allah

Pada zaman kekinian tumbuh subur suatu ungkapan: "Tubuhku adalah kekuasaanku". Begitu populer digemakan dengan makna bahwa tubuh dan pengelolaannya semata-mata bergantung pada kehendak diri sendiri.

Pada perikop ini, Kitab Imamat menyampaikan penataan tubuh yang berkaitan dengan organ seksual dan reproduksi laki-laki dan perempuan Israel. Allah memberikan aturan rinci mengenai bagaimana air mani mesti diperlakukan dengan baik (1-18). Cairan alamiah itu tidak boleh sembarangan terpapar pada benda-benda maupun anggota tubuh, mulai dari pakaian (7), pelana (9), belanga (11), sampai perkakas rumah tangga harus terhindar dari persinggungan dengan air mani. Bagi kaum perempuan, mereka diperintahkan untuk menata masa menstruasi dengan hati-hati (18-28). Darah menstruasi tidak boleh dibiarkan begitu saja mengaliri tubuh dan perkakas-perkakas. Darah itu harus dibasuh untuk pentahiran (21). Pengabaian terhadap pembersihan itu akan menyebabkan kenajisan terhadap segala hal yang tersentuh oleh perempuan itu. Perikop ini juga menandaskan bahwa segala kelalaian terhadap penataan organ reproduksi harus diselesaikan dengan kurban pendamaian oleh imam demi memulihkan kesucian (30).

Menurut Kitab Imamat, kehidupan adalah karya Allah yang suci. Semua aspek hidup selalu berkaitan dengan kekudusan Allah. Semua hal yang berkaitan dengan penataan kesehatan organ reproduksi pun dihayati sebagai pengabdian kepada-Nya.

Berbagai hal baik yang berhubungan dengan organ reproduksi dan seksualitas kita sepatutnya dipandang sebagai anugerah Allah yang harus ditanggapi dengan ucapan syukur dan hormat. Tubuh ciptaan Allah sepatutnya diperlakukan dalam wujud menghormati Allah dengan cara menjalankan kehidupan seksual dengan penuh bertanggung jawab.

Doa: Tuhan, ajar kami bersyukur dan menghormati-Mu dengan menata kesehatan reproduksi kami seturut kekudusan-Mu. [SB]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/07/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+15:1-33
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+15:1-33

Imamat 15:1-33

 1  TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:
 2  "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila aurat seorang laki-laki mengeluarkan lelehan, maka najislah ia karena lelehannya itu.
 3  Beginilah kenajisannya berhubung dengan lelehannya itu: bila auratnya membiarkan lelehan itu mengalir, atau bila auratnya menahannya, sehingga tidak mengeluarkan lelehan, maka itulah kenajisannya.
 4  Setiap tempat tidur, yang ditiduri orang yang mengeluarkan lelehan itu menjadi najis, dan setiap barang yang didudukinya menjadi najis juga.
 5  Setiap orang yang kena kepada tempat tidurnya haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
 6  Siapa yang duduk di atas barang yang telah diduduki oleh orang yang demikian haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
 7  Siapa yang kena kepada tubuh orang yang demikian, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
 8  Apabila orang yang demikian meludahi orang yang tahir, haruslah orang ini mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
 9  Dan setiap pelana yang diduduki orang yang demikian menjadi najis.
10  Setiap orang yang kena kepada sesuatu bekas tempat orang tadi menjadi najis sampai matahari terbenam. Siapa yang mengangkatnya, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
11  Dan setiap orang yang kena pada orang yang demikian, sedang orang ini tidak mencuci tangan dahulu dengan air, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
12  Kalau orang itu kena pada belanga tanah, itu haruslah dipecahkan, dan setiap perkakas kayu haruslah dicuci dengan air.
13  Apabila orang yang demikian sudah bersih dari lelehannya, ia harus menghitung tujuh hari lagi untuk dapat dinyatakan tahir, lalu mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air mengalir, maka ia menjadi tahir.
14  Pada hari yang kedelapan ia harus mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, dan datang ke hadapan TUHAN, ke pintu Kemah Pertemuan, dan menyerahkan burung-burung itu kepada imam.
15  Lalu imam harus mempersembahkannya, yang seekor sebagai korban penghapus dosa dan yang seekor lagi sebagai korban bakaran. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN karena lelehannya.
16  Apabila seorang laki-laki tertumpah maninya, ia harus membasuh seluruh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
17  Setiap pakaian dan setiap kulit, yang kena tumpahan mani itu, haruslah dicuci dengan air dan menjadi najis sampai matahari terbenam.
18  Juga seorang perempuan, kalau seorang laki-laki tidur dengan dia dengan ada tumpahan mani, maka keduanya harus membasuh tubuhnya dengan air dan mereka menjadi najis sampai matahari terbenam.
19  Apabila seorang perempuan mengeluarkan lelehan, dan lelehannya itu adalah darah dari auratnya, ia harus tujuh hari lamanya dalam cemar kainnya, dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis sampai matahari terbenam.
20  Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga.
21  Setiap orang yang kena kepada tempat tidur perempuan itu haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
22  Setiap orang yang kena kepada sesuatu barang yang diduduki perempuan itu haruslah mencuci pakaiannya, membasuh diri dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
23  Juga pada waktu ia kena kepada sesuatu yang ada di tempat tidur atau di atas barang yang diduduki perempuan itu, ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
24  Jikalau seorang laki-laki tidur dengan perempuan itu, dan ia kena cemar kain perempuan itu, maka ia menjadi najis selama tujuh hari, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga.
25  Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis.
26  Setiap tempat tidur yang ditidurinya, selama ia mengeluarkan lelehan, haruslah baginya seperti tempat tidur pada waktu cemar kainnya dan setiap barang yang didudukinya menjadi najis sama seperti kenajisan cemar kainnya.
27  Setiap orang yang kena kepada barang-barang itu menjadi najis, dan ia harus mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
28  Tetapi jikalau perempuan itu sudah tahir dari lelehannya, ia harus menghitung tujuh hari lagi, sesudah itu barulah ia menjadi tahir.
29  Pada hari yang kedelapan ia harus mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati dan membawanya kepada imam ke pintu Kemah Pertemuan.
30  Imam harus mempersembahkan yang seekor sebagai korban penghapus dosa dan yang seekor lagi sebagai korban bakaran. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN, karena lelehannya yang najis itu.
31  Begitulah kamu harus menghindarkan orang Israel dari kenajisannya, supaya mereka jangan mati di dalam kenajisannya, bila mereka menajiskan Kemah Suci-Ku yang ada di tengah-tengah mereka itu."
32  Itulah hukum tentang seorang laki-laki yang mengeluarkan lelehan atau yang tertumpah maninya yang menyebabkan dia najis,
33  dan tentang seorang perempuan yang bercemar kain dan tentang seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengeluarkan lelehan, dan tentang laki-laki yang tidur dengan perempuan yang najis.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]