(e-RH) 17 April -- 2 TIMOTIUS 4:1-8 - TERPAKSA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 17 April 2021
Bacaan : 2 TIMOTIUS 4:1-8
Setahun: 2 Samuel 17-18
Nats: Tetapi engkau, kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (2 Timotius 4:5)

Renungan:

TERPAKSA

Ketika ketahuan menyontek saat ulangan, seorang siswa mengaku melakukannya karena terpaksa. Seorang anak yang menganiaya orang tuanya juga mengaku terpaksa. Pun seorang pencuri yang tertangkap sedang beraksi. Ia mengaku terpaksa demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Terpaksa atau dalam bahasa Jawa orang menyebutnya "kepeksa" sering dijadikan alasan untuk melegitimasi kekeliruan bahkan dosa. Nah, pada waktu Yesus disalibkan, Petrus mengikuti dan melihat-Nya dari kejauhan. Namun ketika seseorang memandangnya dan mengatakan bahwa ia juga pengikut Yesus, Petrus menyangkal. Tidak hanya satu kali, melainkan tiga kali. Apakah Petrus berlaku demikian karena terpaksa juga?

Kepada Timotius, Rasul Paulus menasihatkan agar ia tetap menahan diri, bagaimanapun keadaannya. Tahan menderita, tetap melayani Allah dengan memberitakan kabar baik sekalipun ada orang yang tidak mau mendengarnya. Hal ini dilakukan Paulus mengingat suatu hari nanti akan tiba saatnya Timotius harus mempertanggungjawabkan pemberitaan firman yang dilakukannya di hadapan Tuhan.

Mengingat akan datang hari pertanggungjawaban di hadapan Tuhan, setiap orang percaya memiliki tugas mewartakan Injil sekalipun bukan guru agama, pendeta, maupun aktivis gereja. Orang percaya harus kuat menderita, menahan diri dan tidak takut menghadapi kesusahan karena melayani Allah. Jika demikian maka tidak bisa kita mengajukan pembelaan diri: melakukan dosa karena terpaksa. Dalam kondisi kepepet pun orang percaya mestinya tetap teguh melakukan kebenaran. --EBL/www.renunganharian.net
   
TUHAN MENGAJAR KITA UNTUK SABAR MENDERITA ALIH-ALIH MELAKUKAN DOSA DENGAN DALIH TERPAKSA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/04/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/04/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+TIMOTIUS+4:1-8

2 TIMOTIUS 4:1-8

 1  Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
 2  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
 3  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
 4  Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
 5  Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
 6  Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
 7  Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
 8  Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+17-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+17-18

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 April -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Mazmur 119:65-80

Tidak ada perjalanan hidup yang selalu mulus. Setiap orang bisa saja mengalami jatuh bangun dan kemunduran rohani. Oleh karena kemunduran itulah, Tuhan memberikan teguran, bahkan hukuman, yang bisa saja datang melalui berbagai hal, termasuk dari orang-orang di sekitar kita.

Cara kita memandang hukuman akibat kelalaian kita sendiri akan sangat menentukan bagaimana perjalanan kita selanjutnya. Kali ini Pemazmur ingin mengajar kita dari pengalamannya dalam melihat teguran dan hukuman Tuhan sebagai sebuah kebaikan bagi dirinya.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa saja kebaikan Tuhan yang dialami oleh pemazmur? (65, 68, 73)
2. Apa anggapan dan respons pemazmur atas Taurat Tuhan? (66b, 70b, 72, 75a, 77b)
3. Mengapa Tuhan menghukum dan mendisiplinkan pemazmur dengan Taurat-Nya? (67a, 71a)
4. Apa yang diminta pemazmur kepada Tuhan? (66a, 73b, 76-80)
5. Apa komitmen pemazmur terhadap Taurat Tuhan? (67b, 69b, 71b, 74b, 78c)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana pemazmur dapat melihat hukuman Tuhan sebagai sebuah kebaikan bagi dirinya?
2. Bagaimana pemazmur dapat mencintai Taurat Tuhan?

Apa respons Anda?
1. Apa bentuk rasa cinta Anda terhadap firman Tuhan?
2. Apa yang akan Anda lakukan jika karena kesalahan Anda Allah memberikan peringatan, teguran, atau hukuman?

Pokok Doa:
Agar dimampukan untuk melihat peringatan, teguran, dan hukuman Tuhan sebagai kebaikan serta mengindahkannya.

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/04/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119:65-80
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+119:65-80

Mazmur 119:65-80

65  Kebajikan telah Kaulakukan kepada hamba-Mu, ya TUHAN, sesuai dengan firman-Mu.
66  Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.
67  Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.
68  Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
69  Orang yang kurang ajar menodai aku dengan dusta, tetapi aku, dengan segenap hati aku akan memegang titah-titah-Mu.
70  Hati mereka tebal seperti lemak, tetapi aku, Taurat-Mu ialah kesukaanku.
71  Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
72  Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
73  Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.
74  Orang-orang yang takut kepada-Mu melihat aku dan bersukacita, sebab aku berharap kepada firman-Mu.
75  Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan.
76  Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.
77  Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku.
78  Biarlah orang-orang yang kurang ajar mendapat malu, karena mereka berlaku bengkok terhadap aku tanpa alasan; tetapi aku akan merenungkan titah-titah-Mu.
79  Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.
80  Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 17 April -- Mazmur 119:49-64 - Janji dan Kesetiaan Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 17 April 2021
Ayat SH: Mazmur 119:49-64

Judul: Janji dan Kesetiaan Tuhan

Siapa pun bisa dan sanggup membuat janji, tetapi tidak setiap orang bisa setia pada janjinya. Bahkan, jika hari ini kita bisa setia pada satu janji, besok belum tentu kita setia pada janji yang lain. Karena itu, kesetiaan manusia tidak dapat diandalkan sepenuhnya. Halangan untuk menepati janji bisa datang dari dalam diri kita ataupun dari luar. Namun, Tuhan tidak demikian, Dia setia dan sanggup menepati janji-Nya.

Dalam perikop ini pemazmur menceritakan kondisi hidupnya yang penuh dengan tantangan dan pergumulan. Pemazmur mengalami cemoohan dan ketidakadilan dari orang-orang fasik yang ada di sekitarnya (51, 53). Kondisi ini membuatnya tertekan. Namun, ia tahu bahwa ia memiliki sumber kekuatan dan penghiburan, yaitu janji Tuhan, janji yang membuatnya berharap dan memiliki kehidupan.

Ia tidak menghadapi para pencemooh dengan cara yang bertentangan dengan hukum Tuhan. Ia ingat akan hukum-Nya yang adil, bahkan sejak dahulu kala (52). Karena itulah, ketika keadaan di sekitarnya makin tidak menguntungkan baginya, yang pemazmur ingat hanyalah hukum dan ketetapan-ketetapan Tuhan. Pemazmur mungkin meyakini bahwa Allah pasti akan bertindak, dan akan menjadi Pembelanya di hadapan lawan-lawannya. Ia tidak perlu membela diri, Allah yang akan bertindak.

Kita juga dapat mengalami kondisi seperti pemazmur. Kita mungkin berada dalam berbagai tekanan hidup, entah itu karena masalah ekonomi, keluarga, penyakit, ataupun karena kejahatan manusia seperti ketidakadilan, fitnah, atau permusuhan. Pertanyaannya, bagaimanakah respons kita dalam menghadapi tekanan-tekanan tersebut?

Marilah kita belajar dari pemazmur. Sebesar apa pun masalah dan tekanan yang mengimpitnya, sekeras apa pun usaha manusia untuk menjatuhkannya, ia hanya berpegang pada janji dan ketetapan Allah-yang ia tahu dan yakini tidak akan pernah berubah sebab Allah setia pada janji-Nya. Itulah yang menjadi kekuatan dan memberinya sukacita. Respons seperti itulah yang akan membuat hidup kita melimpah dengan ucapan syukur. [STG]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/04/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119:49-64
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+119:49-64

Mazmur 119:49-64

49  Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap.
50  Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.
51  Orang-orang yang kurang ajar sangat mencemoohkan aku, tetapi aku tidak menyimpang dari Taurat-Mu.
52  Aku ingat kepada hukum-hukum-Mu yang dari dahulu kala, ya TUHAN, maka terhiburlah aku.
53  Aku menjadi gusar terhadap orang-orang fasik, yang meninggalkan Taurat-Mu.
54  Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing.
55  Pada waktu malam aku ingat kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu.
56  Inilah yang kuperoleh, bahwa aku memegang titah-titah-Mu.
57  Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu.
58  Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.
59  Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.
60  Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.
61  Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan.
62  Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu atas hukum-hukum-Mu yang adil.
63  Aku bersekutu dengan semua orang yang takut kepada-Mu, dan dengan orang-orang yang berpegang pada titah-titah-Mu.
64  Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya TUHAN, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 16 April -- 1 KORINTUS 1:18-31 - BUKAN TINDAKAN BODOH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 April 2021
Bacaan : 1 KORINTUS 1:18-31
Setahun: 2 Samuel 15-16
Nats: Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)

Renungan:

BUKAN TINDAKAN BODOH

Perhelatan SEA Games ke-30 di Filipina tahun 2019 lalu mencatat sebuah kisah heroik. Roger Casugay, atlet selancar tuan rumah sedang memimpin lomba dan tinggal selangkah lagi menggapai kemenangan! Itu artinya medali emas sudah di depan mata. Tetapi tiba-tiba ia melewatkan peluang menang itu begitu saja setelah dilihatnya Arip Nurhidayat, atlet selancar Indonesia, yang hampir tenggelam tergulung ombak. Roger memilih untuk berhenti dan rela kehilangan peluang meraih medali demi menyelamatkan salah satu pesaingnya itu.

Bagi sebagian orang, aksi Roger melewatkan kemenangan mungkin dianggap sebagai kebodohan. Namun bagi Arip, orang yang diselamatkan itu, Roger telah menunjukkan sikap seorang pemenang sejati. Sebagaimana halnya pemberitaan tentang salib, orang-orang yang akan binasa menganggapnya sebuah kebodohan. Tetapi bagi orang-orang yang diselamatkan, pemberitaan salib itu adalah kekuatan Allah.

Ya, karena kasih-Nya yang begitu besar, Tuhan dengan rela kehilangan hak-Nya yang penuh kemuliaan itu, datang ke dunia menjadi manusia dan mati di kayu salib! Dia rela melepaskan hak-Nya, demi menyelamatkan manusia yang sedang menuju kebinasaan kekal. Sungguh, kematian Kristus di kayu salib adalah kebodohan bagi orang-orang tidak percaya yang sedang menuju kebinasaannya. Tetapi bagi kita yang percaya kepada-Nya, Kristus telah menunjukkan kemenangan-Nya atas maut. Segala derita salib yang dialami Kristus itu memberi kita harapan baru dan keyakinan baru bahwa kita telah dimenangkan bersama-sama Dia. --SYS/www.renunganharian.net
   
KARENA KASIH-NYA, IA RELA MENINGGALKAN SEGALA KEMULIAAN DAN MENUJU SALIB DEMI MENYELAMATKAN MANUSIA YANG SEDANG MENUJU KEBINASAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/04/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/04/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+KORINTUS+1:18-31

1 KORINTUS 1:18-31

18  Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
19  Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
20  Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
22  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
23  tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31  Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+15-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+15-16

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 16 April -- Mazmur 119:33-48 - Hati yang Terarah kepada Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 16 April 2021
Ayat SH: Mazmur 119:33-48

Judul: Hati yang Terarah kepada Tuhan

Uang merepresentasikan kekuatan, pengaruh, dan kesuksesan. Bagi sebagian orang, uang sudah menjadi seperti tuhan. Tidak dapat disangkal bahwa uang memang dapat memberikan banyak manfaat bagi kita. Uang mungkin bisa membeli kenyamanan dan keamanan, tetapi uang tidak dapat menyelamatkan nyawa kita. Hanya Tuhan yang sanggup menjaga serta memelihara hidup dan nyawa kita.

Dalam bagian ini pemazmur menyadari pentingnya harta surgawi daripada harta duniawi. Ia mengerti betapa besar daya tarik dunia ini sehingga dalam doanya ia memohon kepada Tuhan, agar Ia senantiasa menolongnya untuk memiliki hati yang selalu condong kepada firman-Nya (36). Sebab hanya dengan hati yang condong kepada firman Tuhan ia akan dimampukan untuk hidup setia kepada Tuhan.

Nas ini memperlihatkan tingkatan kerinduan pemazmur terhadap firman Tuhan (33-35), dimulai dengan ingin melihat, memohon untuk dibuat mengerti, dan ingin hidup menurut firman itu. Begitu kuatnya ia ingin hidup dalam firman hingga akhir hidupnya (33, 44). Ungkapan-ungkapan seperti "perlihatkanlah kepadaku", "teguhkanlah", "buatlah aku", "condongkanlah", "aku rindu", dan "aku hendak", menjadi gambaran bahwa pemazmur betul-betul mengarahkan hatinya dan seluruh hidupnya kepada firman Allah.

Lebih memilih untuk melakukan firman daripada memuaskan diri dengan harta duniawi seharusnya juga menjadi prinsip hidup kita sebagai seorang Kristen. Bukankah Tuhan pernah berkata bahwa harta surgawi tersimpan aman di surga, sedangkan harta duniawi akan rusak?

Oleh sebab itu, melakukan apa yang Tuhan inginkan seharusnya menjadi prioritas hidup kita. Sebab, ketika kita terus memikirkan bagaimana mencari laba dan segala yang bersifat materi duniawi, kita akan kehilangan yang lebih berharga, yaitu Tuhan. Kita tidak mungkin menjadi hamba dari dua tuan; karena itu, kita harus memilih. Materi memang dibutuhkan untuk menopang hidup, tetapi mengarahkan hati kepada Tuhan akan mendatangkan hidup. [STG]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/04/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119:33-48
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+119:33-48

Mazmur 119:33-48

33  Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.
34  Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.
35  Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.
36  Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba.
37  Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!
38  Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu.
39  Lalukanlah celaku yang menggetarkan aku, karena hukum-hukum-Mu adalah baik.
40  Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!
41  Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,
42  supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu.
43  Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
44  Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
45  Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
46  Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat malu.
47  Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
48  Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu[1:15946] yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 15 April -- FILIPI 1:12-26 - DI BALIK KEKECEWAAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 15 April 2021
Bacaan : FILIPI 1:12-26
Setahun: 2 Samuel 13-14
Nats: ... apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil. (Filipi 1:12)

Renungan:

DI BALIK KEKECEWAAN

Pernahkah kita mengalami kekecewaan? Sudah tekun bekerja, diberhentikan dari perusahaan. Sudah menjaga pola makan dan rajin berolahraga, didiagnosa mengidap penyakit kronis. Sudah setia, pasangan kita mendurhaka. Saat kekecewaan kita alami, bagaimana respons kita? Marah atau kita mau bersabar dan teguh hati karena meyakini ada sesuatu yang indah di baliknya?

Sejak berjumpa secara pribadi dengan Yesus, Paulus si penganiaya jemaat berubah menjadi penginjil (lih. Kis. 9:1-9). Awalnya menggebu-gebu menganiaya orang percaya, sekarang giat memberitakan nama Yesus. Paulus berkeliling ke berbagai daerah untuk memenangkan jiwa-jiwa. Ketika upayanya terhalang saat ia dipenjara, tentu ada rasa kecewa. Namun ia mau sabar dan teguh, Paulus meyakini ada sesuatu yang indah di baliknya. Faktanya, saat dirinya dipenjara, bangkit keberanian di hati saudara-saudara seiman untuk berkata-kata tentang firman Allah! (ay. 14). Pula dalam liang tutupan, Paulus menulis beberapa surat, yakni surat Filemon, Filipi, Kolose dan Efesus. Empat surat itu memengaruhi kehidupan banyak orang, bahkan jutaan generasi mendatang. Tidak heran Paulus menyatakan pemenjaraannya menyebabkan kemajuan Injil (ay. 12).

Kekecewaan memang sangat menyakitkan. Belajar dari Paulus, saat kecewa maukah kita tetap sabar dan teguh? Ingat, Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan! (Rm. 8:28). Tuhan dapat memunculkan hal-hal indah di balik kekecewaan yang kita alami. Pula dengan kesabaran dan keteguhan hati, kita "mempersilakan" rancangan Tuhan yang lebih istimewa terjadi. --LIN/www.renunganharian.net
   
KESABARAN DAN KETEGUHAN ADALAH SARANA UNTUK MELIHAT KEINDAHAN YANG TUHAN SIAPKAN DI BALIK KEKECEWAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/04/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/04/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?FILIPI+1:12-26

FILIPI 1:12-26

12  Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,
13  sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.
14  Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.
15  Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
16  Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,
17  tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
18  Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
19  karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
20  Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
21  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
22  Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
23  Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik;
24  tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
25  Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
26  sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+13-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+13-14

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 15 April -- Mazmur 119:17-32 - Kompas Hidup

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 15 April 2021
Ayat SH: Mazmur 119:17-32

Judul: Kompas Hidup

Perjalanan ke tempat yang belum pernah kita tuju dapat menjadi pengalaman yang sulit jika kita tidak menggunakan peta atau kompas dalam perjalanan. Kompas adalah alat penunjuk arah yang dapat menuntun perjalanan kita ke arah tujuan yang benar.

Pemazmur menggambarkan kehidupannya seperti orang asing di dalam dunia ini, seperti seorang musafir (19). Sebagai orang asing di dunia ini, ia membutuhkan firman Tuhan sebagai kompas hidupnya. Itu karena firman berisi perintah, keajaiban, hukum, peringatan, nasihat, titah, dan perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan. Semua itu akan memberinya kehidupan, menghapus cela dan penghinaan yang datang kepadanya, meneguhkannya, membawanya kepada jalan kebenaran, serta melapangkan hatinya-jika ia melakukan firman itu dalam hidupnya.

Meskipun harus menghadapi orang-orang yang kurang ajar, mereka yang mencela, bahkan kesepakatan jahat dari para pemuka sekalipun, pemazmur tidak takut asalkan dia hidup berpegang pada firman Tuhan yang mengajarnya jalan hidup yang benar. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika berkali-kali pemazmur menyatakan kerinduannya untuk dibimbing oleh firman Tuhan, dan kesadarannya bahwa tanpa firman Tuhan ia tidak dapat hidup.

Berkaca dari pengalaman pemazmur, sesungguhnya kita juga adalah musafir yang membutuhkan tuntunan dan arahan dalam menjalani kehidupan. Kita membutuhkan kompas agar kita tahu bagaimana kita harus hidup di dunia ini dan mencapai tujuan Allah dalam diri kita.

Alkitab adalah kompas hidup yang dapat menunjukkan kepada kita rute perjalanan terbaik dan benar, meskipun rute itu belum tentu aman dan nyaman. Hambatan akan selalu ada, namun dengan firman, kita dapat menghadapinya. Rindukanlah firman Tuhan seperti pemazmur, dan nantikanlah suara-Nya yang memberi perintah dan menuntun kita di sepanjang jalan kehidupan. Dengan menggenggam firman Tuhan sebagai kompas hidup kita, selamatlah kita sampai tujuan. [STG]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/04/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119:17-32
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+119:17-32

Mazmur 119:17-32

17  Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.
18  Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.
19  Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku.
20  Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.
21  Engkau menghardik orang-orang yang kurang ajar, terkutuklah orang yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
22  Gulingkanlah dari atasku cela dan penghinaan, sebab aku memegang peringatan-peringatan-Mu.
23  Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
24  Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.
25  Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.
26  Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku--ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
27  Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
28  Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.
29  Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
30  Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
31  Aku telah berpaut pada peringatan-peringatan-Mu, ya TUHAN, janganlah membuat aku malu.
32  Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 14 April -- 1 SAMUEL 15 - MEKANISME PERTAHANAN DIRI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 14 April 2021
Bacaan : 1 SAMUEL 15
Setahun: 2 Samuel 10-12
Nats: Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. (Amsal 29:23)

Renungan:

MEKANISME PERTAHANAN DIRI

Saya pernah membenci seorang saudara, karena dia menegur saya. Dia melihat ada perbuatan saya kepada ibu mertua yang menurutnya tidak baik. Saya membantah ucapannya. Saya sebutkan semua perbuatan baik yang pernah saya lakukan pada ibu mertua. Saya mengatakan dia tidak tahu apa-apa dunia orang menikah, karena dia lajang, jadi tidak mengerti seperti apa rasanya punya mertua. Belakangan saya sadar, saya sombong, membela diri dan membenarkan perilaku saya yang tidak benar.

Musuh terbesar kita adalah diri sendiri. Kita punya mekanisme pertahanan diri yang luar biasa. Hanya kita yang bisa merobohkannya, dengan mau rendah hati. Mekanisme pertahanan diri bisa membuat kita merasa lebih baik. Tapi, mekanisme ini membuat kita tetap pada sikap dan praktik yang dapat menimbulkan masalah bagi kita dan orang lain, sekarang dan kemudian hari. Kenapa Saul merasa sudah melakukan perintah Tuhan? Karena sombong. Hal ini dibuktikan dengan dia tidak merasa berdosa waktu Samuel bertanya (ay. 14). Saul mengajukan pembelaan diri untuk membenarkan tindakannya (ay. 15, 20, 21, 24 dan 25). Saul akhirnya memang mengaku dosa, tetapi itu demi mendapatkan kehormatan di depan para tua-tua bangsa dan di depan orang Israel (ay. 30).

Mari kita miliki sikap rendah hati, sehingga kita bisa menyadari dan mengakui dosa kita. Kalau ada orang menunjukkan dosa atau kesalahan kita, mari belajar untuk memikirkan kata-katanya dan mengoreksi diri. Kita selamanya tidak berubah, kalau tidak mau rendah hati dan mengoreksi diri. --RTG/www.renunganharian.net
   
KERENDAHAN HATI MEMAMPUKAN KITA MENERIMA TEGURAN, SADAR DIRI, MENGAKU DOSA, DAN BERUBAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/04/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/04/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+SAMUEL+15

1 SAMUEL 15

 1  Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.
 2  Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.
 3  Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."
 4  Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda.
 5  Setelah Saul sampai ke kota orang Amalek, disuruhnyalah orang-orang menghadang di lembah.
 6  Berkatalah Saul kepada orang Keni: "Berangkatlah, menjauhlah, pergilah dari tengah-tengah orang Amalek, supaya jangan kulenyapkan kamu bersama-sama dengan mereka. Bukankah kamu telah menunjukkan persahabatanmu kepada semua orang Israel, ketika mereka pergi dari Mesir?" Sesudah itu menjauhlah orang Keni dari tengah-tengah orang Amalek.
 7  Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir.
 8  Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang.
 9  Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.
10  Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:
11  "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.
12  Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: "Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal."
13  Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN."
14  Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
15  Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
16  Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."
17  Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
18  TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
19  Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"
20  Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
21  Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."
22  Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
23  Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."
24  Berkatalah Saul kepada Samuel: "Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.
25  Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN."
26  Tetapi jawab Samuel kepada Saul: "Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel."
27  Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.
28  Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.
29  Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal."
30  Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu."
31  Sesudah itu kembalilah Samuel mengikuti Saul. Dan Saul sujud menyembah kepada TUHAN.
32  Lalu berkatalah Samuel: "Bawa ke mari Agag, raja Amalek itu." Dengan gembira Agag pergi kepadanya, sebab pikirnya: "Sesungguhnya, kepahitan maut telah lewat."
33  Tetapi kata Samuel: "Seperti pedangmu membuat perempuan-perempuan kehilangan anak, demikianlah ibumu akan kehilangan anak di antara perempuan-perempuan." Sesudah itu Samuel mencincang Agag di hadapan TUHAN di Gilgal.
34  Kemudian Samuel pergi ke Rama, tetapi Saul pergi ke rumahnya, di Gibea-Saul.
35  Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+10-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+10-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]