(e-RH) 7 Mei -- DANIEL 1 - BERAWAL DARI PIKIRAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 7 Mei 2021
Bacaan : DANIEL 1
Setahun: 2 Raja-raja 16-17
Nats: Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. (Daniel 1:15)

Renungan:

BERAWAL DARI PIKIRAN

Edwin C. Barnes hanya dipandang sebagai orang kecil. Penampilannya seperti seorang gelandangan. Derajatnya sangat jauh di bawah Thomas A. Edison. Ia tampak tidak layak untuk bekerja di perusahaan Thomas. Siapa sangka Edwin dapat menjadi mitra bisnis Thomas! Bagaimana hal itu terjadi? Semua itu bermula dari kekuatan pikiran.

Daniel, Hananya, Misael dan Azarya mendapat kesempatan hidup enak: menikmati makanan dan anggur raja. Namun Daniel berketetapan tidak menajiskan dirinya dengan semua itu. Mereka yakin tanpa menyantap makanan dan meminum anggur raja, mereka tetap sehat. Terbukti, mereka tampak lebih sehat dibanding dengan yang memakan santapan raja.

Daniel dan ketiga temannya begitu nekad mengambil risiko mempertaruhkan nyawa. Ya, begitulah adanya. Namun tindakan mereka bukan tanpa dasar. Mereka melakukannya karena ketetapan hati untuk menolak segala macam bentuk pelanggaran terhadap ketetapan Allah. Ini pun terjadi bukan karena Allah menciptakan mereka layaknya robot. Seandainya mau, mereka bisa mengabaikan ketetapan Allah dan menerima tawaran yang tampaknya menggiurkan itu. Tetapi mereka memilih untuk taat karena kekuatan keyakinan dalam pikiran mereka. Karena pikirannya dipenuhi dengan prinsip kebenaran Allah maka mereka bertindak demikian.

Seorang yang tidak memiliki modal apa pun bisa menjadi sukses jika memiliki pikiran yang kuat untuk sukses. Bukan hanya kesuksesan dalam hal pekerjaan, keluarga dan keuangan. Dalam kehidupan rohani pun kita harus mengawalinya dari pikiran kita! --EBL/www.renunganharian.net

YANG MEMBEDAKAN ORANG-ORANG BERHASIL DENGAN ORANG-ORANG GAGAL DALAM MENCAPAI KESUKSESAN ADALAH PIKIRAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/05/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/05/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?DANIEL+1

DANIEL 1

 1  Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.
 2  Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.
 3  Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,
 4  yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
 5  Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.
 6  Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.
 7  Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.
 8  Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
 9  Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;
10  tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja."
11  Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:
12  "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;
13  sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu."
14  Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.
15  Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.
16  Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.
17  Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
18  Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.
19  Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.
20  Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
21  Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+16-17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+16-17

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 7 Mei -- Mazmur 132 - Menjadi Komunitas Peziarah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 7 Mei 2021
Ayat SH: Mazmur 132

Judul: Menjadi Komunitas Peziarah

Mazmur 132 termasuk nyanyian ziarah. Pada zaman Daud, Sion menjadi pusat dan tujuan untuk keperluan berziarah. Ini selaras dengan keyakinan bahwa Sion merupakan tempat kediaman Allah.

Ketika orang berziarah, kedekatan dengan Allah menjadi tujuannya dan dibutuhkan tekad yang kuat. Gambaran tentang hal ini tampak dalam nyanyian ziarah. Lewat nyanyian tersebut, para peziarah dapat mengungkapkan semua perasaan tentang tekad dan kehendaknya. Ziarah dalam Mazmur 132 mengungkapkan kehendak kuat Daud; ia bersumpah tidak membiarkan mata terlelap demi mencapai kediaman Tuhan (4-5).

Kehendak kuat dalam ziarah ini pun diekspresikan bersama dengan cara mengangkut tabut perjanjian dalam arak-arakan dan nyanyian oleh para peziarah. Ketika kidung ziarah ditembangkan, Allah pun lebih didekati lewat pengalaman rasa daripada sekadar intelek.

Jadilah arak-arakan tabut perjanjian melukiskan dengan indah eksistensi komunitas peziarah. Komunitas yang menikmati perjalanan menuju Sangkan Paraning Gesang (asal dan tujuan hidup). Sebab di sanalah Tuhan telah berfirman, "Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam ..." (14).

Tabut Perjanjian adalah simbol tentang penyertaan Tuhan. Menariknya, penyertaan Tuhan tidak bisa dinikmati secara egois karena tabut itu berjalan hanya ketika dipikul bersama-sama. Harus ada partisipasi dari komunitas yang bersifat mengajak dan merangkul sesama dalam kebenaran dan kesetiaan kepada Tuhan. Selain Raja Daud, ada juga imam-imam dan rakyat. Semuanya bersorak-sorai bersama, karena Tuhan memberkati mereka dengan kelimpahan dan kemuliaan.

Di sinilah pentingnya Gereja menjadi komunitas peziarah, bukan hanya kerumunan orang yang mencari keuntungan sendiri, melainkan satu komunitas umat yang mau datang mendekat kepada-Nya. Komunitas yang bersama-sama menjunjung tinggi perjanjian Tuhan. Komunitas yang setia menjadi anak-anak perjanjian. [SZR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/05/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+132
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+132

Mazmur 132

 1  Nyanyian ziarah. Ingatlah, ya TUHAN, kepada Daud dan segala penderitaannya,
 2  bagaimana ia telah bersumpah kepada TUHAN, telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub:
 3  "Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku,
 4  sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap,
 5  sampai aku mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub."
 6  Memang kita telah mendengar tentang itu di Efrata, telah mendapatnya di padang Yaar.
 7  "Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya."
 8  Bangunlah, ya TUHAN, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu!
 9  Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi!
10  Oleh karena Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!
11  TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;
12  jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu."
13  Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:
14  "Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.
15  Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti,
16  imam-imamnya akan Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang-orangnya yang saleh akan bersorak-sorai dengan girang.
17  Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi.
18  Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab


[Read more]

(e-RH) 6 Mei -- MARKUS 10:46-52 - PENGIKUT YANG PEDULI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 6 Mei 2021
Bacaan : MARKUS 10:46-52
Setahun: 2 Raja-raja 14-15
Nats: Yesus berhenti dan berkata, "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, "Teguhkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." (Markus 10:49)

Renungan:

PENGIKUT YANG PEDULI

Hari itu perjalanan Yesus dan murid-murid-Nya sedikit terganggu. Pasalnya, ada seorang buta yang terus berteriak: "Yesus, anak Daud, kasihanilah aku!" Teriakan yang demikian keras membuat banyak orang, mungkin termasuk para murid jengkel sampai-sampai mereka harus menegurnya agar diam. Tapi Bartimeus tak peduli, ia malah lebih mengeraskan suaranya. Akhirnya Yesus pun berhenti, meminta orang memanggilnya dan mengabulkan permintaannya, dengan mencelikkan matanya (ay. 49-52).

Mari merenungkan sikap dari beberapa pengikut Yesus yang menegur Bartimeus saat itu. Banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus; mereka ingin dianggap sebagai "pengikut-Nya", tetapi rupanya hanya sedikit yang peduli kepada yang hina. Tak seorang pun dari murid-Nya peduli kepadanya. Alih-alih membantu, mereka justru marah dan meminta Bartimeus untuk diam. Namun Yesus menunjukkan betapa Dia adalah Tuhan yang peduli. Yesus tahu Bartimeus membutuhkan-Nya. Dan hari itu, Bartimeus menerima kesembuhannya. Bahkan ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya!

Banyak orang mengaku murid Kristus dan mengikut Yesus, namun tidak semuanya memiliki hati yang melayani, hati yang peduli kepada penderitaan sesamanya. Mengasihi sesama adalah bukti bahwa kita mengasihi Allah. Demikianlah iman yang bekerja melalui perbuatan baik kita. Bersedia peduli dan membawa sesama kepada Kristus adalah bukti bahwa kita mengasihi Kristus. Apakah kita memiliki hati yang demikian? Hati yang peduli membantu mereka yang lemah serta mengarahkannya kepada Kristus? --SYS/www.renunganharian.net

KRISTUS ADALAH TUHAN YANG PEDULI, APAKAH KITA JUGA MEMILIKI HATI YANG DEMIKIAN?

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/05/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/05/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+10:46-52

MARKUS 10:46-52

46  Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
47  Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
48  Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
49  Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
50  Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
51  Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"
52  Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+14-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+14-15

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 6 Mei -- Mazmur 131 - Pada-Nya Ada Kepuasan Sejati

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 6 Mei 2021
Ayat SH: Mazmur 131

Judul: Pada-Nya Ada Kepuasan Sejati

Kesombongan merupakan akibat dari penghargaan yang berlebihan terhadap diri sendiri. Sikap ini akan menuntun kepada kegelisahan karena munculnya rasa tidak puas terhadap apa yang dimiliki dan berfokus pada apa yang dilakukan orang lain. Hal ini akan terus membuat seseorang mengejar segala yang belum ia miliki.

Daud memahami bahwa rasa puas diperoleh ketika ia memercayakan hidupnya hanya kepada Allah saja. Dalam doanya di hadapan Allah, ia belajar menenangkan hatinya, berserah dan berharap sepenuhnya hanya kepada Allah (2-3). Penyerahan ini yang menjadi alasan mengapa ia dengan berani berkata bahwa ia tidak tinggi hati, tidak memandang dengan sombong, tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar bahkan hal-hal yang terlalu ajaib (1).

Raja bangsa-bangsa di sekitar Israel dapat dipastikan mengejar hal-hal yang ditolak oleh Daud. Namun, Daud menjadikan Allah sebagai sandaran jiwanya dan kepuasan batinnya. Dia menyerahkan kehidupannya ke dalam pimpinan Allah. Kepuasannya di dalam Allah inilah yang menjadi alasan bagi keamanan jiwanya. Daud tidak harus membuktikan keunggulannya dibandingkan dengan raja-raja di sekitar Israel. Kerendahan hati dan penyerahan diri kepada Allah inilah yang diungkapkan dalam seruan kepada Israel untuk berharap senantiasa hanya kepada Allah (3).

Sebagai umat Allah, teladan yang diberikan oleh Daud menjadi dasar bagi kita untuk tetap rendah hati. Tidak ada hal yang perlu disombongkan karena segala sesuatu berasal dari Allah dan kita sudah dipuaskan dengan itu.

Kepuasan di dalam Allah membuat kita tidak perlu mengejar kesia-siaan yang umumnya dikejar oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Sesama yang Tuhan tempatkan di sekeliling kita bukanlah saingan untuk menunjukkan superioritas diri. Di dalam kerendahan hati dan penyerahan diri, kita dapat mengajak orang-orang yang ada di sekitar kita untuk turut berharap kepada Allah.

Mari kita belajar untuk datang kepada Allah dan dipuaskan hanya di dalam Dia. [PMS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/05/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+131
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+131

Mazmur 131

 1  Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
 2  Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
 3  Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 5 Mei -- BILANGAN 22:2-20 - BERUBAH DEMI UPAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 5 Mei 2021
Bacaan : BILANGAN 22:2-20
Setahun: 2 Raja-raja 11-13
Nats: "Oleh sebab itu, baiklah kamu pun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku." (Bilangan 22:19)

Renungan:

BERUBAH DEMI UPAH

Dalam perjalanan menuju Kanaan, bangsa Israel berkemah di dataran Moab. Menganggap mereka sebagai ancaman, maka raja Moab mengirim utusan untuk memanggil Bileam agar ia mengutuki mereka. Sebab siapa yang dia berkati, akan beroleh berkat, dan siapa yang dia kutuki, akan kena kutuk (ay. 6). Awalnya Bileam menyikapi undangan itu dengan benar. Ia bertanya kepada Tuhan, lalu Tuhan menegaskan bahwa Israel adalah bangsa yang Dia berkati. Bileam dilarang pergi untuk mengutuki Israel. Maka para utusan raja Moab pulang dengan kecewa.

Lalu Balak mengirim utusan yang lebih banyak, lebih terhormat, serta menjanjikan upah yang sangat besar. Bileam menjadi goyah. Ia meminta waktu satu malam untuk mencari kehendak Tuhan. Padahal perintah Tuhan sudah jelas melarangnya. Akhirnya, Tuhan pun mengizinkan Bileam pergi, namun tidak diperbolehkan mengutuki Israel. Memang Bileam tidak mengutuki umat Allah. Namun ia menyarankan agar perempuan-perempuan Moab bergaul dengan bangsa Israel, berzina dengan mereka dan mengajak mereka menyembah berhala mereka. Maka murka Allah akan bangkit atas mereka (Bil. 25:1-2; 31:16). Semua itu ia lakukan demi upah duniawi.

Para penulis Perjanjian Baru menjadikan Bileam sebagai gambaran para guru palsu dan penyesat (2Ptr. 2:15-16; Yud. 1:11; Why. 2:14). Mereka menukar kebenaran demi mendapat keuntungan sendiri. Janganlah kita serupa Bileam. Kiranya kita setia terhadap kebenaran yang telah Allah nyatakan dengan jelas bagi kita. --HT/www.renunganharian.net

BERBAGAI GODAAN DAN KESENANGAN DUNIA DAPAT MEMBUTAKAN DAN MEMBUAT KITA MEMUTARBALIKKAN KEBENARAN. WASPADALAH!

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/05/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/05/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?BILANGAN+22:2-20

BILANGAN 22:2-20

 2  Balak bin Zipor melihat segala yang dilakukan Israel kepada orang Amori.
 3  Maka sangat gentarlah orang Moab terhadap bangsa itu, karena jumlahnya banyak, lalu muak dan takutlah orang Moab karena orang Israel.
 4  Lalu berkatalah orang Moab kepada para tua-tua Midian: "Tentu saja laskar besar itu akan membabat habis segala sesuatu yang di sekeliling kita, seperti lembu membabat habis tumbuh-tumbuhan hijau di padang." Adapun pada waktu itu Balak bin Zipor menjadi raja Moab.
 5  Raja ini mengirim utusan kepada Bileam bin Beor, ke Petor yang di tepi sungai Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya, untuk memanggil dia, dengan pesan: "Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup permukaan bumi olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku.
 6  Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk."
 7  Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.
 8  Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: "Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku." Maka tinggallah pemuka-pemuka Moab itu pada Bileam.
 9  Kemudian datanglah Allah kepada Bileam serta berfirman: "Siapakah orang-orang yang bersama-sama dengan engkau itu?"
10  Dan berkatalah Bileam kepada Allah: "Balak bin Zipor, raja Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan:
11  Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan menghalau mereka."
12  Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."
13  Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: "Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu."
14  Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, berkatalah mereka: "Bileam menolak datang bersama-sama dengan kami."
15  Tetapi Balak mengutus pula pemuka-pemuka lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama.
16  Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku,
17  sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, dan apapun yang kauminta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Datanglah, dan serapahlah bangsa itu bagiku."
18  Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: "Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku.
19  Oleh sebab itu, baiklah kamupun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku."
20  Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: "Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+11-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+11-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 5 Mei -- Mazmur 130 - Pada-Nya Ada Pengampunan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 5 Mei 2021
Ayat SH: Mazmur 130

Judul: Pada-Nya Ada Pengampunan

Kehidupan dengan segala kompleksitas yang ada terkadang membuat kita sering mengabaikan sapaan Tuhan dalam hidup kita.

Dalam keadaan demikian, kita bukannya datang mencari Tuhan, kita justru jatuh dalam kesibukan yang menggiring kita menuju ke jurang keputusasaan. Dalam jurang keputusasaan, pemazmur berteriak kepada Tuhan. Ia merasa terisolasi dan jauh dari Tuhan (1-2). Namun, dalam keadaan seperti itu, pemazmur justru dituntun dalam pengakuan akan dosanya. Dalam pengakuannya, ia menyadari bahwa ia tidak akan dapat berseru dan berdiri di hadapan Tuhan jika Tuhan mengingat-ingat setiap kesalahan yang diperbuatnya (3-4). Meski demikian, ia tetap berseru kepada-Nya sebab ia menemukan bahwa pada Allah ada kemurahan, pengampunan, dan penebusan (4-8). Pada Tuhan ada pengampunan yang sempurna.

Allah ditakuti bukan dalam nuansa negatif. Ketakutan umat Allah terhadap-Nya diberikan dalam nuansa kegentaran dan kekaguman. Ketika pemazmur berlutut di hadapan Allah, ia menemukan pengharapan dan kasih setia yang berlimpah. Jalur komunikasi umat dengan Allah selalu terbuka. Di dalam doa pemazmur menyadari bahwa Allah tidak pernah membuang umat-Nya.

Seperti pemazmur, keputusasaan dalam hidup sering menghampiri kita sehingga kita merasa jauh dari Tuhan. Pada waktu seperti itu, seberapa berani kita menghampiri Allah di dalam doa? Apakah kita berdoa dengan kegentaran dan rasa kagum karena pengampunan yang Ia sediakan bagi kita umat pilihan-Nya? Adakah kesadaran akan kemurahan, pengampunan, dan penebusan yang telah Ia berikan kepada kita melalui Kristus Yesus?

Allah tidak pernah menolak kita ketika kita datang kepada-Nya. Dia tidak pernah mengingat-ingat kesalahan yang telah kita perbuat. Doa merupakan sarana komunikasi yang terus terbuka bagi umat-Nya di dalam Kristus Yesus. Firman-Nya berkata bahwa jika kita mengaku dosa kita, Ia setia dan adil, Ia akan mengampuni serta membebaskan kita dari segala dosa kita. [PMS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/05/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+130
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+130

Mazmur 130

 1  Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
 2  Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
 3  Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
 4  Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
 5  Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
 6  Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
 7  Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
 8  Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 4 Mei -- AMSAL 11:1-11 - HADIAH KEJUJURAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 4 Mei 2021
Bacaan : AMSAL 11:1-11
Setahun: 2 Raja-raja 9-10
Nats: Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya. (Amsal 11:11)

Renungan:

HADIAH KEJUJURAN

Apa yang dilakukan Pak Afuk sungguh langka. Pria berusia 50-an tahun warga Purwodiningratan, Jebres ini mengayuh sepeda ontel dari Solo ke Pasuruan sejauh 276 kilometer untuk mengembalikan dompet berisi STNK dan KTP. Ia sebenarnya sudah mengunggah dokumen tersebut di media sosial, tapi tak ada yang merespons. Akhirnya, Afuk yang bernama asli Tan Le Hok memilih mengantarkan dompet langsung kepada pemiliknya. Tindakan terpuji Pak Afuk tersebut berbuah apresiasi dari PMI Kota Surakarta berupa sepeda gunung, telepon genggam, dan sejumlah uang tunai.

Perihal kejujuran tak pernah habis dipelajari. Bacaan hari ini mengajak kita kembali merenungkan kejujuran. Orang yang tidak jujur adalah kekejian bagi Tuhan. Orang jujur pasti tulus hati karena kejujuran bersumber pada ketulusan hati. Ayat 11 menegaskan bahwa dampak kejujuran bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk kota. Betapa diberkatinya sebuah kota jika seluruh warganya bersikap jujur.

Untuk turut memajukan sebuah kota, tak harus menjadi walikota. Apa pun pekerjaan kita, berapa pun usia kita, di sudut mana pun kita tinggal, kita bisa berkontribusi memajukan kota. Salah satu kontribusi terbaik untuk kota adalah kejujuran. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Nilainya tak dapat dibandingkan dengan materi. Di tengah maraknya perilaku koruptif, kejujuran adalah hadiah terindah yang bisa kita persembahkan untuk kota dan juga bangsa. Pak Afuk sudah meneladankan kejujuran, sekarang bagian kita melanjutkannya. --WKR/www.renunganharian.net

KEJUJURAN ADALAH FONDASI TERKUAT MEMBANGUN RUMAH MASA DEPAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/05/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/05/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+11:1-11

AMSAL 11:1-11

 1  Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.
 2  Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.
 3  Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
 4  Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.
 5  Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya.
 6  Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.
 7  Pengharapan orang fasik gagal pada kematiannya, dan harapan orang jahat menjadi sia-sia.
 8  Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya.
 9  Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.
10  Bila orang benar mujur, beria-rialah kota, dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai.
11  Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+9-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Raja-raja+9-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 4 Mei -- Mazmur 129 - Allah Yang Mahaadil

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 4 Mei 2021
Ayat SH: Mazmur 129

Judul: Allah Yang Mahaadil

Penderitaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kisah keselamatan umat Allah di sepanjang sejarah. Rasul Paulus mengatakan bahwa seluruh makhluk mengharapkan kelepasan dari penderitaan dalam kehidupan mereka.

Demikian pula yang terjadi dalam kehidupan umat Israel. Penganiayaan yang begitu menyesakkan (1-2) dan kesewenang-wenangan (3) tidak pernah dapat membinasakan mereka. Keyakinan akan Allah yang adil (4), yang akan memberikan penghukuman yang setimpal kepada mereka yang menganiaya umat-Nya, menjadi sumber kepercayaan diri.

Berhadapan dengan situasi yang demikian, orang Israel diajak untuk belajar menerima bahwa Tuhan mengizinkan hal ini terjadi dalam hidup umat-Nya. Mereka juga diajak untuk percaya bahwa Allah akan menolong mereka sesuai dengan waktu-Nya. Umat Allah harus menantikan Allah yang akan menghakimi musuh-musuh mereka (4-8). Masa-masa seperti ini merupakan kesempatan untuk melihat pekerjaan-Nya yang dinyatakan bagi umat-Nya.

Dalam kehidupan orang percaya pada masa kini, penderitaan hadir dalam wajah yang berbeda-beda. Umat Allah mungkin melihat orang fasik yang memakai hak mereka untuk menindas orang percaya. Bahkan dalam situasi ekstrem, sentimen terhadap kaum minoritas dapat melegalkan tindakan sewenang-wenang.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, umat Allah diajak untuk belajar memercayai Allah yang memberikan pertolongan tepat pada waktu-Nya. Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Di tengah kesulitan seberat apa pun, akan ada kelepasan dari-Nya. Umat Allah juga harus belajar menantikan Allah yang akan menyatakan penghakiman-Nya atas orang-orang fasik. Kita terkadang sering tergoda untuk menjadi hakim terhadap mereka. Namun, satu hal perlu kita ingat, Dialah Hakim yang Mahaadil terhadap musuh-musuh-Nya.

Marilah kita terus menyandarkan kehidupan kita kepada Allah, bahkan ketika kita melewati penderitaan. Ia adalah Allah kita yang Mahaadil dan pada-Nya ada kelepasan. [PMS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/05/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+129
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+129

Mazmur 129

 1  Nyanyian ziarah. Mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku--biarlah Israel berkata demikian--
 2  mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan aku.
 3  Di atas punggungku pembajak membajak, membuat panjang alur bajak mereka.
 4  TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.
 5  Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur.
 6  Mereka seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum dicabut,
 7  yang tidak digenggam tangan penyabit, atau dirangkum orang yang mengikat berkas,
 8  sehingga orang-orang yang lewat tidak berkata: "Berkat TUHAN atas kamu! Kami memberkati kamu dalam nama TUHAN!"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]