Posted On // Leave a Comment
[Read more]

(e-RH) 17 Juni -- LUKAS 9:22-27 - JANGAN TAKUT KEHILANGAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 17 Juni 2021
Bacaan : LUKAS 9:22-27
Setahun: Ayub 9-12
Nats: "Karena siapa saja yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya." (Lukas 9:24)

Renungan:

JANGAN TAKUT KEHILANGAN

Sejak kita lahir sampai mati, pasti kita pernah mengalami berbagai kehilangan. Kehilangan itu bisa secara fisik maupun materi. Semakin tua, gigi satu per satu mulai tanggal, rambut rontok, kekuatan melemah, tidak sekuat waktu muda. Kita kehilangan anggota keluarga karena kematian. Secara materi, kita kehilangan harta, rumah, atau uang karena berbagai sebab.

Lahir ke dunia tidak membawa apa-apa, mati pun tidak membawa apa-apa. Sedih saat kehilangan hal-hal berharga itu boleh, tapi jangan terlalu lama. Yesus sudah menanggung banyak penderitaan dan ditolak, Yesus sudah menjalani salib dan mati demi menebus dosa kita. Para rasul memikul salibnya masing-masing dan kehilangan nyawa mereka, karena tetap setia mengikut Yesus. Jadi, kalau kita saat ini kehilangan kenyamanan, teman, atau keuntungan karena setia mengikut Yesus, tetaplah bersukacita. Kalau pun kita harus kehilangan nyawa karena Yesus, jangan pernah menyesal. Jika kehilangan nyawa merupakan konsekuensi dalam mengiring Kristus, percayalah, Dia pasti menopang kita untuk mampu menanggungnya. Jangan pernah menggadaikan iman kita, sebab Kristuslah Juru selamat hidup kita.

Mendapatkan dan akhirnya kehilangan itu biasa terjadi. Kehilangan barang, uang atau pekerjaan masih bisa dicari, tapi jangan pernah kehilangan iman kepada Yesus. Tetaplah setia mengikut Yesus, meski kita harus kehilangan hal-hal berharga dalam hidup. Lebih baik kita kehilangan hal-hal duniawi, daripada kehilangan iman kepada Yesus. --RTG/www.renunganharian.net
   
KITA SEBETULNYA SUDAH TERBIASA DENGAN BERBAGAI KEHILANGAN, KARENA ITU JANGAN TAKUT KEHILANGAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/06/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/06/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+9:22-27

LUKAS 9:22-27

22  Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
23  Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
24  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
25  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
26  Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.
27  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+9-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+9-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 Juni -- Yesaya 44:9-20 - Berhala-berhala Kekinian

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 17 Juni 2021
Ayat SH: Yesaya 44:9-20

Judul: Berhala-berhala Kekinian

Berhala, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah "patung dewa atau sesuatu yang didewakan untuk disembah dan dipuja". Ini berarti berhala dibuat oleh manusia, dan dipuja oleh manusia itu sendiri.

Yesaya mencatat bahwa setiap pembuat patung adalah kesia-siaan (9a). Tukang-tukang yang membuat allah-allah itu adalah manusia belaka, lemah dan tidak berdaya. Sebesar apa pun tenaga, pengorbanan, dan keahlian yang mereka berikan, mereka tidak akan bisa membuat sesuatu yang mahakuasa (11-13). Patung-patung itu tidak dapat menyediakan sesuatu atau melindungi mereka dengan segala penghormatan yang mereka berikan. Bukankah suatu kebodohan bila mengharapkan kebaikan dari allah-allah yang mereka buat sendiri?

Allah mengecam perbuatan tersebut. Allah menyatakan bahwa patung-patung itu sama sekali tidak berkuasa, dan orang-orang yang menyembahnya adalah orang-orang yang tidak tahu apa-apa (18). Segala yang Allah sediakan untuk menghangatkan tubuh dan memasak makanan, justru dibuat menjadi dewa kekejian. Bukannya selamat, mereka justru disesatkan dan menggantungkan hidup mereka pada kebohongan (19-20).

Jika zaman dahulu berhala berupa patung, pada zaman sekarang berhala bisa berupa banyak hal: gadget, makanan, film, atau benda lain dan bentuk kesenangan lainnya. Berhala-berhala kekinian bisa membuat kita melupakan banyak hal: keluarga, teman, bahkan Tuhan. Lebih daripada sekadar hobi, hal-hal ini dapat mendikte keputusan, pola pikir, dan harapan kita; bahkan menyita fokus hidup kita dari Tuhan. Renungkanlah: berapa lama kita berelasi dengan Tuhan dibanding dengan hal lain?

Entah patung, jimat, atau hobi, yang pasti, segala sesuatu yang kita tempatkan untuk menggantikan Allah hanya menjadi kekejian di hadapan-Nya. Berhati-hatilah, karena itulah berhala! Mari kita kembali kepada Tuhan, satu-satunya Allah yang berkuasa memberikan keselamatan bagi kita, yang kemuliaan-Nya tak tertandingi. Tuhan yang hidup tak akan tergantikan! [YWN]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/06/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yesaya+44:9-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yesaya+44:9-20

Yesaya 44:9-20

 9  Orang-orang yang membentuk patung, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka itu tidaklah memberi faedah. Penyembah-penyembah patung itu tidaklah melihat dan tidaklah mengetahui apa-apa; oleh karena itu mereka akan mendapat malu.
10  Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah?
11  Sesungguhnya, semua pengikutnya akan mendapat malu, dan tukang-tukangnya adalah manusia belaka. Biarlah mereka semua berkumpul dan bangkit berdiri! Mereka akan gentar dan mendapat malu bersama-sama.
12  Tukang besi membuatnya dalam bara api dan menempanya dengan palu, ia mengerjakannya dengan segala tenaga yang ada di tangannya. Bahkan ia menahan lapar sehingga habislah tenaganya, dan ia tidak minum air sehingga ia letih lesu.
13  Tukang kayu merentangkan tali pengukur dan membuat bagan sebuah patung dengan kapur merah; ia mengerjakannya dengan pahat dan menggarisinya dengan jangka, lalu ia memberi bentuk seorang laki-laki kepadanya, seperti seorang manusia yang tampan, dan selanjutnya ditempatkan dalam kuil.
14  Mungkin ia menebang pohon-pohon aras atau ia memilih pohon saru atau pohon tarbantin, lalu membiarkannya tumbuh menjadi besar di antara pohon-pohon di hutan, atau ia menanam pohon salam, lalu hujan membuatnya besar.
15  Dan kayunya menjadi kayu api bagi manusia, yang memakainya untuk memanaskan diri; lagipula ia menyalakannya untuk membakar roti. Tetapi juga ia membuatnya menjadi allah lalu menyembah kepadanya; ia mengerjakannya menjadi patung lalu sujud kepadanya.
16  Setengahnya dibakarnya dalam api dan di atasnya dipanggangnya daging. Lalu ia memakan daging yang dipanggang itu sampai kenyang; ia memanaskan diri sambil berkata: "Ha, aku sudah menjadi panas, aku telah merasakan kepanasan api."
17  Dan sisa kayu itu dikerjakannya menjadi allah, menjadi patung sembahannya; ia sujud kepadanya, ia menyembah dan berdoa kepadanya, katanya: "Tolonglah aku, sebab engkaulah allahku!"
18  Orang seperti itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mengerti apa-apa, sebab matanya melekat tertutup, sehingga tidak dapat melihat, dan hatinya tertutup juga, sehingga tidak dapat memahami.
19  Tidak ada yang mempertimbangkannya, tidak ada cukup pengetahuan atau pengertian untuk mengatakan: "Setengahnya sudah kubakar dalam api dan di atas baranya juga sudah kubakar roti, sudah kupanggang daging, lalu kumakan. Masakan sisanya akan kubuat menjadi dewa kekejian? Masakan aku akan menyembah kepada kayu kering?"
20  Orang yang sibuk dengan abu belaka, disesatkan oleh hatinya yang tertipu; ia tidak dapat menyelamatkan jiwanya atau mengatakan: "Bukankah dusta yang menjadi peganganku?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 16 Juni -- MATIUS 25:14-30 - BERTANGGUNG JAWAB

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 16 Juni 2021
Bacaan : MATIUS 25:14-30
Setahun: Ayub 5-8
Nats: "Karena itu, seharusnya uangku itu kauberikan kepada bankir, supaya pada waktu aku kembali, aku menerimanya serta dengan bunganya." (Matius 25:27)

Renungan:

BERTANGGUNG JAWAB

Mendapat pemberian menuntut tanggung jawab dalam merawat dan memanfaatkannya. Sebab sesuatu diberikan tentu bukan tanpa maksud. Namun alih-alih merawat dengan baik, tak jarang seseorang tidak menghargainya. Ada pula yang hanya mendiamkannya, karena takut risiko: Bagaimana jika yang aku lakukan ternyata keliru?

Hamba yang mendapatkan pemberian satu talenta menyembunyikan talentanya dalam tanah, untuk kemudian dikembalikan kepada sang Tuan saat ia kembali. Ia tidak mengelolanya sebagaimana yang dilakukan hamba yang menerima lima dan dua talenta. Apa alasannya? Ia takut. Bagaimana pendapat sang Tuan atas tindakannya? Marah, karena sang Tuan berharap hambanya mengelolanya dengan tanggung jawab.

Semua yang ada pada kita merupakan talenta, pemberian Tuhan. Menerimanya berarti memiliki tanggung jawab "mengelola" supaya membuahkan hasil bagi kemuliaan Tuhan. Ini tidak selalu berupa materi. Kemampuan menasihati misalnya, beranikah kita menasihati sesama yang kedapatan melakukan pelanggaran? Atau dengan ide yang kita miliki, beranikah kita menyumbangkan ide untuk kemajuan gereja? Jangan-jangan kita lebih suka diam, menimbun talenta itu karena takut risiko. Takut dimusuhi, atau takut repot karena harus ikut mewujudkan ide.

Talenta dipercayakan supaya kita berkarya. Jelas, kita harus mau berjerih lelah bagi Tuhan karenanya. Menanggapi talenta dengan sikap takut dan ragu hanya menunjukkan bahwa kita hamba yang meremehkan pemberian sang Tuan. Lagi pula bukankah seorang penakut tidak layak bagi Kerajaan Allah? --EBL/www.renunganharian.net
   
BERKARYA DENGAN TALENTA PEMBERIAN TUHAN ADALAH WUJUD TANGGUNG JAWAB KITA ATAS PEMBERIAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/06/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/06/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+25:14-30

MATIUS 25:14-30

14  "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
15  Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
16  Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
17  Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
18  Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
19  Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
20  Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
21  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
22  Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
23  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
24  Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25  Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
26  Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
27  Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
28  Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
29  Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
30  Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+5-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+5-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 16 Juni -- Yesaya 44:1-8 - Aku Milik Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 16 Juni 2021
Ayat SH: Yesaya 44:1-8

Judul: Aku Milik Tuhan

Jika kita bisa mengatakan bahwa kita adalah milik Tuhan, betapa senangnya! Seperti syair lagu dalam Kidung Jemaat 362:1 "Aku milikMu, Yesus, Tuhanku". Menjadi milik Tuhan berarti kita selalu berada di sisi-Nya. Jika dalam kondisi tidak aman, kita tidak takut, karena Tuhan selalu sigap untuk meraih dan menggenggam kita di dalam tangan-Nya. Kita dijaga dan dirawat-Nya karena kita adalah milik-Nya yang berharga.

Israel, yang disebut sebagai keturunan Yakub, adalah umat yang telah dipilih oleh Tuhan. Dia membentuk mereka sejak dalam kandungan (1-2). Dia sanggup mengadakan keajaiban dalam karya-Nya, juga memberkati mereka dengan Roh-Nya dan masa depan yang baik (3-4). Umat Israel merasakan pemeliharaan Allah sudah terbukti sejak leluhur mereka, hingga dapat berkata: "Aku kepunyaan Tuhan" (5). Menyandang nama Israel berarti menjadi umat milik Tuhan, Allah semesta alam, yang menjadi Raja dan Penebus bagi mereka (6).

Jika umat Israel sudah membuktikannya di antara bangsa-bangsa, siapakah yang kuasanya seperti Allah Israel? Tidak ada! Dialah satu-satunya Allah Yang Mahakuasa, tidak ada allah lain yang mampu menyamai kuasa-Nya (7). Karena itu, meski musuh dan bahaya mengancam, Tuhan berfirman: "Janganlah gentar dan janganlah takut" (8). Dialah Gunung Batu yang menyertai dan melindungi mereka selamanya.

Tuhan inilah yang juga menjadikan kita umat-Nya. Dalam gelombang dan badai kehidupan, Dialah Allah yang berkuasa menaklukkan dahsyatnya ancaman. Dialah Allah yang meraih umat kepunyaan-Nya, memberikan penghiburan dan pertolongan agar kita dapat melewati serta menghadapi tantangan hidup. Kita sungguh aman sebagai milik-Nya. Kita dipegang oleh tangan-Nya hingga kita mampu melewati segala sesuatu; berjalan dengan kuat dan tangguh, tanpa menjadi gentar dan takut.

Berbahagialah, karena kita ini milik-Nya. Terpujilah nama Tuhan. Kita sungguh bersyukur karena kita adalah kepunyaan Tuhan Sang Raja dan Penebus. [YWN]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/06/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yesaya+44:1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yesaya+44:1-8

Yesaya 44:1-8

 1  "Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih!
 2  Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih!
 3  Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.
 4  Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.
 5  Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel."
 6  Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.
 7  Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!
 8  Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 15 Juni -- EFESUS 4:1-16 - MENGATAKAN KEBENARAN DENGAN KASIH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 15 Juni 2021
Bacaan : EFESUS 4:1-16
Setahun: Ayub 1-4
Nats: Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (Efesus 4:15)

Renungan:

MENGATAKAN KEBENARAN DENGAN KASIH

Dalam relasi kita dengan sesama, baik itu dalam rumah tangga, di tempat kerja atau di gereja, kita pasti bekerja sama dengan banyak orang. Persilangan hubungan ini berpotensi melahirkan beragam masalah. Kita hidup saling memperhatikan, saling menilai, bahkan saling mengkritik. Ketika ada sesuatu yang salah, kita bertanggung jawab menegur atau mengingatkan mereka. Di sinilah sering kali timbul konflik. Saat kita mengatakan kebenaran, seseorang bisa saja tersinggung, marah-marah, atau menganggap kita mempermalukan mereka. Akibatnya, hubungan semakin runyam.

Rasul Paulus menasihati jemaat Efesus tentang hal ini. Dalam kehidupan komunitas dengan berbagai perbedaan, kita harus "berpegang kepada kebenaran di dalam kasih" (ay. 15). Frasa ini diterjemahkan dari bahasa Yunani "alētheuontes de en agapē" yang seharusnya lebih tepat diterjemahkan dengan "mengatakan kebenaran di dalam kasih". Jadi saat kita mengatakan kebenaran, hendaknya kita melakukannya dengan kasih Allah.

Pertama, ini berbicara tentang motivasi atau alasan mengapa kita mengatakan kebenaran. Bukan demi kepentingan sendiri, cari nama, hendak menjatuhkan atau mempermalukan orang lain. Bukan! Melainkan karena kita mengasihinya, maka kita pun ingin ia hidup berkenan kepada Allah. Kedua, ini berbicara tentang cara kita mengatakan kebenaran tersebut. Apakah dengan penuh penghakiman, arogansi dan tidak menjaga reputasi atau harga diri orang lain? Saat kita melakukannya dalam kasih, maka hal-hal inilah yang perlu kita perhatikan. --HT/www.renunganharian.net
   
ALASAN DAN CARA KITA MENGATAKAN KEBENARAN KEPADA SESEORANG, SANGAT MEMENGARUHI BAGAIMANA MEREKA AKAN MENANGGAPINYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/06/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/06/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?EFESUS+4:1-16

EFESUS 4:1-16

 1  Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
 2  Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
 3  Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
 4  satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
 5  satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
 6  satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
 7  Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
 8  Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
 9  Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
10  Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11  Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12  untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
13  sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
14  sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
15  tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
16  Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 15 Juni -- Yesaya 43:22-28 - Ditegur Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 15 Juni 2021
Ayat SH: Yesaya 43:22-28

Judul: Ditegur Allah

Pastilah kita memiliki pengalaman ditegur orang tua selagi kita masih kecil. Dari pengalaman itu kita belajar apa itu disiplin dan sopan santun; hingga pada usia dewasa, kita baru merasakan bagaimana pengalaman itu membawa kebaikan. Kita baru mengerti mengapa orang tua kita pada waktu itu bertindak demikian.

Umat Israel mendapat teguran yang keras dari Allah. Mereka dilepaskan untuk masuk ke dalam pembuangan di bawah penindasan bangsa Babel. Ini karena mereka terbukti bersalah di hadapan Tuhan (26-28).

Bangsa Israel hidup dalam pemeliharaan Allah, namun rupanya mereka mengecewakan Allah. Mereka tidak memanggil-Nya, dalam arti mereka meninggalkan doa-doa kepada Allah (22). Padahal, Yakub leluhur Israel adalah seorang pendoa. Mereka tidak lagi mempersembahkan korban penebusan dosa kepada Allah. Mereka bersungut-sungut karena harus mengeluarkan biaya untuk ibadah mereka kepada Allah (23). Mereka tidak pula bersedia mengeluarkan biaya untuk membeli tebu wangi bagi minyak kudus sebagai wewangian dalam ibadah (24a).

Sebagian di antara mereka bersikap ceroboh dan munafik, padahal Allah telah memberikan keringanan bagi mereka (24b). Umat Israel tidak mau diberatkan dengan perintah Allah; tetapi sebaliknya, mereka memberatkan Allah dengan dosa dan pemberontakan mereka.

Teguran Allah adalah wujud kasih sayang dan belas kasihan Allah yang dinyatakan kepada umat Israel. Sebab, Ia tetap menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang mengampuni dosa (25). Apa yang dinyatakan Allah mendorong umat untuk bertobat, sebab dalam Allah ada pengampunan.

Jika saat ini kita sedang ditegur oleh Allah, hayatilah bahwa di dalamnya ada kasih dan rahmat Allah. Dia tengah membentuk kita menjadi pribadi yang makin kuat dan taat kepada-Nya. Bersyukurlah dalam melakukan kehendak-Nya. Dalam keadaan yang berat, mintalah ajaran Allah supaya kita mengerti bahwa apa yang kita alami adalah cara-Nya untuk membentuk kita menjadi pribadi yang berkenan kepada-Nya. [YWN]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/06/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yesaya+43:22-28
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yesaya+43:22-28

Yesaya 43:22-28

22  "Sungguh, engkau tidak memanggil Aku, hai Yakub, dan engkau tidak bersusah-susah karena Aku, hai Israel.
23  Engkau tidak membawa domba korban bakaranmu bagi-Ku, dan tidak memuliakan Aku dengan korban sembelihanmu. Aku tidak memberati engkau dengan menuntut korban sajian atau menyusahi engkau dengan menuntut kemenyan.
24  Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.
25  Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.
26  Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!
27  Bapa leluhurmu yang pertama sudah berdosa, dan jurubicaramu telah memberontak terhadap Aku.
28  Jadi Aku terpaksa menajiskan pemimpin-pemimpin tempat kudus, dan terpaksa menyerahkan Yakub untuk ditumpas dan Israel untuk dinista."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 14 Juni -- KISAH PARA RASUL 7:17-29 - MENOLAK DISELAMATKAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 14 Juni 2021
Bacaan : KISAH PARA RASUL 7:17-29
Setahun: Ester 8-10
Nats: Ia menyangka saudara-saudaranya akan mengerti bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti. (Kis. Pr. Rasul 7:25)

Renungan:

MENOLAK DISELAMATKAN

Dia senang membuat konten untuk diunggah di media sosial. Demi mendapatkan komentar banyak orang, dia sengaja membuat konten yang isinya kontroversial. Termasuk satire untuk teman-teman dekat ataupun saudaranya. Beberapa kali kontennya menimbulkan masalah. Namun ketika seorang teman mengingatkannya supaya membuat konten yang lebih bermanfaat, ia menjadi marah dan memblokir kontaknya.

Musa berupaya menyelamatkan Israel. Ia menuntut balas bagi seorang Israel yang teraniaya dan membunuh orang Mesir yang menganiayanya. Musa juga menawarkan diri dalam penyelesaian masalah antara dua orang Ibrani yang berkelahi. Musa melakukan tindakan tersebut karena kasihnya kepada bangsanya. Namun apa yang terjadi? Orang Israel yang berbuat salah kepada temannya itu menolak Musa dan menyerangnya dengan berkata: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami?" Orang Israel itu tidak dapat melihat usaha Musa yang sedang berjuang mengibarkan bendera perlawanan kepada Mesir, serta kasih dan pembebasan bagi Israel. Musa ditolak dengan penuh penghinaan oleh bangsanya sendiri.

Karya kasih serta didikan dari Allah yang menyelamatkan sering kali dipandang sebagai sesuatu yang merendahkan harga diri dan gengsi. Karena itu alih-alih menerimanya dengan sukacita, sering kali orang malah semakin memperkokoh kesombongan serta menolak hikmat Ilahi. Inilah yang membuat seseorang sulit menerima keselamatan. Bukan karena Allah tidak berkarya, melainkan karena pribadi itu sendiri yang menolaknya. --EBL/www.renunganharian.net
   
DIDIKAN DAN TEGURAN DAPAT DIMENGERTI SEBAGAIMANA MAKSUDNYA KETIKA KITA MENERIMANYA DENGAN KERENDAHAN HATI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/06/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/06/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+7:17-29

KISAH PARA RASUL 7:17-29

17  Tetapi makin dekat genapnya janji yang diberikan Allah kepada Abraham, makin bertambah banyaklah bangsa itu di Mesir,
18  sampai bangkit seorang raja lain memerintah tanah Mesir, seorang yang tidak mengenal Yusuf.
19  Raja itu mempergunakan tipu daya terhadap bangsa kita dan menganiaya nenek moyang kita serta menyuruh membuang bayi mereka, supaya bangsa kita itu jangan berkembang.
20  Pada waktu itulah Musa lahir dan ia elok di mata Allah. Tiga bulan lamanya ia diasuh di rumah ayahnya.
21  Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti anaknya sendiri.
22  Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.
23  Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel.
24  Ketika itu ia melihat seorang dianiaya oleh seorang Mesir, lalu ia menolong dan membela orang itu dengan membunuh orang Mesir itu.
25  Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti.
26  Pada keesokan harinya ia muncul pula ketika dua orang Israel sedang berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka, katanya: Saudara-saudara! Bukankah kamu ini bersaudara? Mengapakah kamu saling menganiaya?
27  Tetapi orang yang berbuat salah kepada temannya itu menolak Musa dan berkata: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami?
28  Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti kemarin engkau membunuh orang Mesir itu?
29  Mendengar perkataan itu, larilah Musa dan hidup sebagai pendatang di tanah Midian. Di situ ia memperanakkan dua orang anak laki-laki.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ester+8-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ester+8-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]