(e-RH) 14 Agustus -- Matius 16:13-20 - PEMEGANG KUNCI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 14 Agustus 2018
Bacaan : Matius 16:13-20
Setahun: Yeremia 1-3
Nats: "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga." (Matius 16:19)

Renungan:

PEMEGANG KUNCI

Kunci bait Allah diserahkan kepada para ahli Taurat pada saat ia dilantik. Hal ini memiliki makna bahwa ia bertugas menutup pintu atau mengganjar orang-orang yang melakukan pelanggaran berat dan mengucilkannya dari komunitas "orang-orang suci". Ia pula membuka pintu bagi orang-orang yang bertobat dan ingin kembali kepada Allah. Ungkapan Tuhan Yesus kepada Petrus yang mengatakan, "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga" adalah ungkapan kewibawaan yang diberikan Kristus kepada murid-murid-Nya. Kewibawaan itu diberikan sesaat setelah pengakuan, "Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup."

Para murid diberi wawasan dan kemampuan untuk memberitakan Injil sehingga Kerajaan Allah dibukakan bagi mereka yang percaya dan ditutup bagi orang yang menolak. Martin Luther menyebut, "Karena ajaran Injillah yang membuka surga bagi kita". Selain itu ungkapan Tuhan Yesus itu mengandung kewibawaan bahwa para murid ditugaskan mengganjar para pelanggar kelas berat dan mengucilkannya dari orang percaya lainnya, kemudian diterima kembali setelah bertobat.

Wawasan dan kemampuan yang sama diberikan kepada kita, saat mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Kunci itu yaitu Kabar Baik diserahkan kita. Kita ditugaskan untuk membuka pintu surga bagi mereka yang terbelenggu oleh iblis. Melalui pemberitaan Injil ada orang yang didamaikan dengan Allah oleh iman. Sebuah kehormatan yang dimandatkan Allah kepada kita, melebihi pekerjaan apa pun. --PRB/www.renunganharian.net
   
KEHORMATAN TERBESAR ADALAH MENJADI ALAT DALAM TANGAN TUHAN UNTUK MEMBAWA YANG TERSESAT BERBALIK KEPADA ALLAH.-HENRIETTA MEARS

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/08/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/08/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+16:13-20

Matius 16:13-20

13  Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
14  Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
17  Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
20  Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 14 Agustus -- Mazmur 32 - Nyamanlah Jiwaku

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 14 Agustus 2018
Ayat SH: Mazmur 32

Judul: Nyamanlah Jiwaku

Apakah Anda pernah mengalami perasaan bersalah yang mendalam sehingga Anda tidak mampu lagi untuk menegakkan kepala? Jika Anda pernah mengalaminya, maka secara jujur saya pun pernah mengalaminya. Dan apakah yang Anda rasakan ketika dosa dan pelanggaran Anda diampuni?

Ada satu masa di mana Daud berada di puncak kejayaannya, namun ia melakukan dosa yang keji. Ia telah berzina dengan istri Uria dan dengan sengaja membiarkan Uria terbunuh di medan pertempuran agar ia dapat memperistri Batsyeba (2Sam. 11). Untunglah saat itu TUHAN bermurah hati kepadanya sehingga Ia mengutus Nabi Natan untuk menegur dosa Daud. Teguran keras itu membuat Daud menyadari kesalahan dan kekejiannya. Ia merasa sangat berdosa kepada TUHAN. Perasaannya itu diungkapkannya dalam Mazmur 51.

Perasaan bersalah telah menyelimuti hatinya, namun Daud tidak membiarkan hal itu menjadi senjata yang akan menghancurkan dirinya. Ia membawa rasa bersalah dan penyesalannya di hadapan TUHAN (3-5). TUHAN yang penuh rahmat dan belas kasihan menerima penyesalan Daud dan mengampuni dosanya. Daud menuangkan sukacitanya pada kalimat awal dalam Mazmur 32:1-2.

Ada begitu banyak orang yang hidupnya penuh rasa bersalah karena dosa pada masa lalu. Akibatnya mereka tidak bisa bangkit karena mereka tidak bisa memaafkan diri, bahkan cenderung membenci dirinya. Tekanan batin yang berkepanjangan pada akhirnya membuat mereka sakit secara baik jasmani maupun rohani.

Tuhan tidak pernah menginginkan kita tenggelam dalam perasaan bersalah. Ia mau kita mengakui dosa secara jujur di hadapan-Nya. Ia akan mengampuni kita. Pesan-Nya adalah jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang dan kita dapat berkata, "nyamanlah jiwaku karena Tuhan telah mengampuni aku."

Doa: Bapa yang penuh kasih, aku mengakui segala dosaku. Ampunilah daku oleh karena kasih dan kemurahan-Mu. [IVT]



e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/08/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+32
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+32

Mazmur 32

 1  Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
 2  Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
 3  Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;
 4  sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela
 5  Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
 6  Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
 7  Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela
 8  Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
 9  Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.
10  Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia.
11  Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 13 Agustus -- Matius 14:1-12 - KEBENARAN YANG MENYAKITKAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 13 Agustus 2018
Bacaan : Matius 14:1-12
Setahun: Yesaya 64-66
Nats: Karena Yohanes berkali-kali menegurnya, katanya, "Tidak boleh engkau mengambil Herodias!" (Matius 14:4)

Renungan:

KEBENARAN YANG MENYAKITKAN

Soe Hok Gie, seorang pejuang kemanusiaan pernah berkata, "Umumnya orang tidak suka mendengar kebenaran, karena kebenaran itu sering kali menyakitkan." Kalimat bijak yang tak hanya diucapkan tanpa bukti, tetapi diperlihatkan oleh Soe Hok Gie selama ia menjadi pejuang kemanusiaan. Perkataan yang mengingatkan kita pada reaksi negatif Herodes, ketika mendengar teguran dari Yohanes Pembaptis.

Sebagai raja yang memiliki wewenang, kuasa, dan wibawa besar, ego Herodes terusik ketika Yohanes Pembaptis menegurnya. Sebagai utusan Allah, Yohanes Pembaptis tanpa ragu menegur Herodes yang memperistri Herodias, istri Filipus, saudaranya. Sebenarnya Herodes ingin membunuh Yohanes Pembaptis karena sakit hati, tetapi ia tak punya nyali melakukannya. Maklum, saat itu nama Yohanes Pembaptis cukup terkenal sebagai seorang nabi yang diurapi Allah. Akhirnya, dendam kesumat Herodes pun terpenuhi ketika momen ulang tahunnya. Namun, apakah Herodes kemudian berubah menjadi raja yang hidup dalam kebenaran? Tak ada catatan mengenai hal tersebut.

Kebenaran memang terkadang tak menyenangkan, sehingga sedikit sekali orang yang berada dalam "kumpulan" tersebut. Namun, orang yang membuka dirinya terhadap kebenaran, dan menerima yang paling menyakitkan sekalipun, kelak akan terbukti bahwa ia berada di tempat yang benar. Bagi orang percaya, hidup dalam kebenaran menjadikan kita orang yang berbahagia. Seberapa siapkah kita menerima kebenaran? Masihkah kita memilih kebenaran, ketika hal itu terasa menyakitkan? --GHJ/www.renunganharian.net
   
KEBENARAN SEPERTI PIL PAHIT YANG MENYEMBUHKAN BANYAK PENYAKIT.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/08/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/08/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+14:1-12

Matius 14:1-12

 1  Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.
 2  Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."
 3  Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
 4  Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
 5  Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.
 6  Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,
 7  sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.
 8  Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."
 9  Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.
10  Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara
11  dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.
12  Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+64-66
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yesaya+64-66

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 13 Agustus -- Mazmur 31:10-25 - Tetap Percaya Walaupun Menderita

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 13 Agustus 2018
Ayat SH: Mazmur 31:10-25

Judul: Tetap Percaya Walaupun Menderita

Dalam penderitaan ada banyak sekali godaan yang dapat membuat kita mengeluh, bersungut-sungut kepada Allah, menyerah, tidak mau memercayai Allah, atau meninggalkan iman kepada apa yang bukan Allah.

Mazmur ini diawali dengan keluh kesah Raja Daud. Ia merasakan keadaan yang begitu sesak, sakit hati, jiwa, dan tubuhnya merana, serta sepanjang hidupnya hanya diselimuti oleh duka dan keluh kesah (10-11). Penderitaannya bertambah karena ia menjadi celaan dari para lawannya. Kondisinya begitu menakutkan sehingga orang-orang yang mengenalinya pun pergi jauh menghindar (12). Sekalipun keadaannya memprihatinkan, ia tetap percaya kepada TUHAN (15). Ia tahu bahwa kehidupannya ada dalam tangan TUHAN (16). Dengan iman Daud berkata, "Alangkah limpahnya kebaikan-Mu. Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!" (20, 22). Ia menaruh harapan bahwa dibalik penderitaan panjang terdapat kebaikan Allah bagi mereka yang takut akan TUHAN dan yang berlindung kepada-Nya (20).

Iman seseorang mungkin saja diuji ketika ia berada dalam keadaan yang terburuk. Apakah kita akan tetap percaya kepada Allah atau justru meninggalkan-Nya? Memilih tetap percaya kepada Allah pada saat kita tidak melihat pertolongan-Nya bukanlah hal yang mudah. Sebab, memilih untuk tetap percaya kepada Allah pun tidak berarti akan melepaskan kita dari berbagai penderitaan. Sebaliknya, apakah berpaling dari Allah akan menjadikan semuanya lebih baik? Tidak mungkin. Tidak ada kebaikan dan pertolongan yang sejati di luar Allah. Karena pertolongan-Nya tidak datang terlambat. Ia akan menunjukkan kasih-Nya dengan cara ajaib. Saat kita berpikir bahwa kita sendirian, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Tuhan mendengarkan semua permohonan kita dan Ia akan menjawab sesuai waktu dan cara-Nya.

Doa: Tuhan, aku mau percaya kepada-Mu meskipun menderita cobaan yang berat. Tuntun dan sertailah aku, ya Tuhan. [IVT]



e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/08/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+31:09-24
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+31:09-24

Mazmur 31:10-25

9   (31-10) Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.
10  (31-11) Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah.
11  (31-12) Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku.
12  (31-13) Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah.
13  (31-14) Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, --ada kegentaran dari segala pihak! --mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
14  (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!"
15  (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
16  (31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
17  (31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.
18  (31-19) Biarlah bibir dusta menjadi kelu, yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan!
19  (31-20) Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!
20  (31-21) Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.
21  (31-22) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!
22  (31-23) Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.
23  (31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.
24  (31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 12 Agustus -- 1 Korintus 4:6-21 - BETAH KARENA CINTA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 12 Agustus 2018
Bacaan : 1 Korintus 4:6-21
Setahun: Yesaya 58-63
Nats: Kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar. (1 Korintus 4:12)

Renungan:

BETAH KARENA CINTA

Betah atau kerasan menunjukkan bahwa kita nyaman menjalani sesuatu. Ada karyawan yang betah bekerja belasan sampai puluhan tahun di satu perusahaan meskipun ada perusahaan lain yang menawarkan upah, kedudukan, atau fasilitas yang lebih baik. Ada pula orang Kristen yang gigih memberitakan firman Tuhan meskipun mengalami penganiayaan dan hidup sederhana.

Paulus mengakui bahwa hidup sebagai rasul tidaklah nyaman secara jasmani. Ia berpendapat, Allah telah memberikan kepada para rasul tempat yang paling rendah, sama seperti orang yang telah dijatuhi hukuman mati. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka harus melakukan pekerjaan tangan yang berat. Saat dimaki, mereka memberkati. Saat dianiaya, mereka sabar. Saat difitnah, mereka tetap menjawab dengan ramah. Para rasul bisa betah dan tetap setia sampai mati karena cinta mereka kepada Kristus. Hasilnya, mereka memang lemah, tetapi jemaat kuat. Mereka hina, tapi jemaat mulia. Kita hendaknya bisa mengikuti teladan para rasul, betah melakukan segala pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita.

Kalau selama ini kita betah melakukan segala perintah Tuhan, puji Tuhan! Karena itu tanda kita sungguh-sungguh mencintai Kristus. Kalau selama ini kita melakukan firman Tuhan dengan perasaan terpaksa, itu tandanya kita masih belum sepenuhnya mencintai Dia. Rendahkanlah diri kita di hadapan Tuhan dan jangan menyombongkan diri, kiranya kita betah mengikut Kristus dalam kondisi apa pun. Mengikuti-Nya dengan cinta, bukan karena terpaksa. --RTG/www.renunganharian.net
   
KITA BETAH MELAKUKAN SEGALA PERINTAH TUHAN KARENA MENCINTAI-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/08/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/08/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+4:6-21

1 Korintus 4:6-21

 6  Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.
 7  Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
 8  Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu.
 9  Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
10  Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
11  Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
12  kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
13  kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
14  Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
15  Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
16  Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
17  Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
18  Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu.
19  Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.
20  Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
21  Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+58-63
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yesaya+58-63

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 12 Agustus -- Mazmur 31:1-9 - Berserahlah kepada Tuhan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 12 Agustus 2018
Ayat SH: Mazmur 31:1-9

Judul: Berserahlah kepada Tuhan

Pada detik-detik terakhir hidup-Nya, Yesus berkata, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Kalimat ini menjadi kata-kata terakhir Yesus setelah melewati jalan salib yang panjang. Apakah ini berarti bahwa Yesus tidak dapat berbuat apa-apa untuk melawan penderitaan yang dialami-Nya? Jawabannya tentu saja "Tidak." Apa yang Yesus katakan adalah bentuk penyerahan diri-Nya kepada Bapa. Sebab, Yesus tahu itulah tujuan Bapa mengutus-Nya ke dalam dunia.

Mazmur ini berisi doa memohon perlindungan TUHAN. Dalam permohonannya, Daud memercayakan dirinya kepada TUHAN (2). Baginya, TUHAN itu seperti gunung batu dan kubu perlindungan yang kukuh (3). Berada dibalik-Nya pastilah aman dari serangan musuh-musuhnya. Mengapa Daud dapat begitu percaya kepada TUHAN? Karena Daud tahu bahwa TUHAN akan melindunginya oleh karena nama dan kasih setia-Nya (4, 6). Kesetiaan Allah adalah kesetiaan yang teguh. Ketika Ia melindungi orang yang dikasihi-Nya, maka tidak ada satu kuasa pun yang dapat mengalahkan-Nya. Pengalaman Daud selama masa mudanya membuatnya tidak pernah meragukan TUHAN yang disembahnya. Sebab berkali-kali dia diluputkan dari bahaya maut yang dirancang oleh para musuhnya. Ketika Daud memercayakan hidupnya dalam kuasa TUHAN, maka amanlah dia. Karena itu, ia bersorak-sorai dan bersukacita di hadapan para lawannya.

Berserah kepada Allah berarti kita memercayakan diri sepenuhnya kepada-Nya. Sepenuhnya berarti seluruh kehidupan kita, seperti: pekerjaan, pendidikan, keluarga, pelayanan, kesehatan, keuangan, dan lainnya. Berserah kepada Allah tidak secara otomatis membuat hidup kita terhindar dari masalah. Mungkin akan ada banyak masalah yang datang. Saat itulah kita akan tahu bahwa Allah adalah Pelindung dan Penolong yang dapat dipercaya. Marilah belajar dari Daud yang tidak mengandalkan dirinya, melainkan berserah hanya kepada Allah yang setia.

Doa: Bapa di surga, ajarlah aku untuk dapat berserah penuh kepada-Mu. [IVT]



e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/08/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+31:1-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+31:1-9

Mazmur 31:1-9

 1  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (31-2) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
 2  (31-3) sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
 3  (31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
 4  (31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
 5  (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
 6  (31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.
 7  (31-8) Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku,
 8  (31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.
 

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 11 Agustus -- Yakobus 1:2-8 - PATUKAN KETEKUNAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 11 Agustus 2018
Bacaan : Yakobus 1:2-8
Setahun: Yesaya 52-57
Nats: Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan apa pun. (Yakobus 1:4)

Renungan:

PATUKAN KETEKUNAN

Dalam kehidupan ini ada suatu dorongan yang mengatakan, "Aku harus bertumbuh." Anak ayam di dalam telur menggambarkan hal ini. Pada suatu titik, ia akan merasa terkungkung oleh kulit telur, dan ia pun mulai mematuk, mematuk, dan mematuk kulit itu. Ia bekerja keras, dan mendapatkan kekuatan dari pergumulannya ini.

Ketangguhan dan ketekunan itu diperlukannya untuk berhadapan dengan lingkungan baru yang segera dihadapinya begitu kulit telur itu retak terbuka. Apa yang terjadi jika ada orang yang berusaha menolongnya dengan meretakkan kulit itu sebelum waktunya? Ia akan membunuh anak ayam itu karena telah melumpuhkan kemampuannya untuk menghadapi lingkungan baru.

Tahap kehidupan yang baru dan pertumbuhan selalu mengandung risiko: risiko atau harga untuk suatu kemerdekaan. Namun, Allah telah mempersiapkan kita menghadapi risiko itu melalui ketekunan dan pergumulan yang memperkuat otot-otot iman kita untuk bertumbuh makin dewasa tahap demi tahap. Kalau kita tidak mau berjuang, kita akan tertahan dan pertumbuhan kita terganggu.

Kenapa kita memerlukan ketekunan? Ujian dalam hidup ini muncul secara tak terduga. Kita ditantang untuk selalu siap. Orang yang tidak siap melihat kesulitan sebagai rintangan, ia akan kalah dan frustrasi. Sebaliknya, orang yang siap melihat kesulitan sebagai peluang, ia akan menggunakannya untuk memperkuat iman dan mengembangkan karakternya.

Tantangan dan pencobaan hidup itu tak terelakkan. Adakah kita siap menghadapinya dalam ketekunan? --ARS/www.renunganharian.net
   
KETANGGUHAN MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP TIDAK DIPEROLEH DALAM SEKEJAP, TETAPI DIKEMBANGKAN DENGAN TEKUN TAHAP DEMI TAHAP.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/08/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/08/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yakobus+1:2-8

Yakobus 1:2-8

 2  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
 3  sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
 4  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
 5  Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
 6  Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
 7  Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
 8  Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+52-57
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yesaya+52-57

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(BGA) 11 Agustus -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Mazmur 27

Setujukah Anda bahwa untuk tetap tegar dan kukuh dalam menghadapi problema dan kemelut kehidupan di negara kita yang makin lama makin sulit bukanlah hal yang gampang? Tantangan demi tantangan terus melanda, baik secara nyata maupun terselubung. Jika orang percaya tidak mawas diri, maka kita akan tergilas dengan mudah. Karena itu, kita perlu membekali diri agar mampu menghadapi setiap problema dan akhirnya keluar sebagai pemenang.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang membuat Daud optimis dan tidak takut (1-3, 5-6)?
2. Mengapa keyakinan itu dapat membuat Daud tegar (1)?
3. Apa yang diminta oleh Daud (4)?
4. Selain keyakinan dan kerinduan, apa yang membangun optimisme Daud (7-13)?
5. Sebutkan isi doa Daud (9, 11-12)?
6. Apakah keyakinan, kerinduan, dan doa Daud hanya berguna untuk dirinya (14)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana caranya menghilangkan rasa takut?
2. Apa yang menjadi kerinduan Anda dalam hidup ini?
3. Apa pemikiran Anda tentang Tuhan?

Apa respons Anda?
1. Saat Anda salah jalan dan jatuh dalam dosa yang menyakiti hati Tuhan, apa yang Anda lakukan?
2. Ketika permohonan doa Anda dikabulkan oleh Tuhan, syukur seperti apa yang Anda lakukan untuk Allah?

Pokok Doa:
Agar setiap orang percaya belajar menantikan Tuhan dengan ketekunan dan kesungguhan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+27
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+27

Mazmur 27

 1  Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
 2  Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
 3  Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
 4  Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
 5  Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
 6  Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.
 7  Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
 8  Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
 9  Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
10  Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
11  Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
12  Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
13  Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
14  Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]