(e-RH) 14 November -- Efesus 6:10-20 - PEMENANG

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 14 November 2018
Bacaan : Efesus 6:10-20
Setahun: Kisah Para Rasul 14-16
Nats: Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan.... (Efesus 6:13)

Renungan:

PEMENANG

Mengheningkan cipta merupakan salah satu bagian dalam upacara. Mengheningkan cipta dimaksudkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang dan gugur demi membela bangsa Indonesia. Perjuangan mereka tentu tidak boleh dilupakan begitu saja. Karenanya, kita selalu memperingati 10 November sebagai hari Pahlawan.

Sadar atau tidak, setiap kita juga adalah para pejuang. Bedanya, kita tidak lagi berjuang secara fisik melawan penjajah tetapi berperang melawan tipu muslihat iblis (ay. 11, 12). Setiap hari, kita memerangi dusta, kebencian, kemarahan, iri hati dan dosa lainnya. Pertempuran ini tentu tidak bisa dianggap enteng. Iblis yang menjadi musuh kita sangat tangguh. Ia bahkan disebut sebagai pendusta dan bapa segala dusta (Yoh. 8:44). Dengan kecerdikannya, iblis berusaha menyeret kita agar jatuh dalam berbagai-bagai dosa. Beruntungnya, kita tidak dibiarkan melewati pertempuran ini sendirian. Sesungguhnya, Allah telah memperlengkapi kita dengan perlengkapan senjata-Nya (ay. 14-17). Dengan perlengkapan itulah, kita dapat menghancurkan setiap siasat yang dirancang oleh iblis. Lebih dari itu, Allah bahkan ada di pihak kita. Jika Dia ada di pihak kita, siapa dapat melawan? (Rm. 8:31).

Setiap perjuangan tentu disertai dengan tujuan. Saat ini, kita berjuang bukan demi sesuatu yang fana tetapi demi kekekalan. Dengan hidup yang sudah ditebus oleh darah Kristus Yesus, mari berjuang sedemikian rupa untuk hidup bagi Tuhan agar kita layak disebut sebagai pemenang. --LIN/www.renunganharian.net
   
MARI MENGAWALI HARI-HARI PERJUANGAN KITA DENGAN TEKAD KUAT UNTUK MELAWAN SEMUA SIASAT DAN TIPU MUSLIHAT IBLIS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/11/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/11/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Efesus+6:10-20

Efesus 6:10-20

10  Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
11  Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
12  karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13  Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
14  Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
15  kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
16  dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
17  dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
18  dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
19  juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
20  yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+14-16
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+14-16

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 14 November -- Maleakhi 2:10-16 - Tetaplah Setia

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 14 November 2018
Ayat SH: Maleakhi 2:10-16

Judul: Tetaplah Setia

Kita sering menggunakan 2Timotius 2:13 untuk membenarkan ketidaksetiaan. Padahal, kesetiaan sangat bernilai di hadapan Allah. Sebaliknya, pengkhianatan merupakan perbuatan yang dibenci-Nya.

Melalui Maleakhi, Allah menegur keras ketidaksetiaan Israel. Mereka telah berkhianat satu sama lain. Akibatnya, itu menajiskan perjanjian antara Allah dan nenek moyang Israel. Mereka mengambil perempuan dari bangsa lain untuk dijadikan istri (11). Artinya, mereka sudah berlaku tidak setia terhadap istri yang sah di hadapan Tuhan (14). Imbasnya, mazbah Allah yang kudus dicemarkan dengan perkawinan yang tidak kudus. Mereka menangis sebab Allah menolak kurban persembahan dari mereka. Allah menolak perkawinan ini bukan karena perbedaan kebangsaan. Akan tetapi, perkawinan ini berpotensi membawa Israel kembali kepada penyembahan berhala.

Banyak bangsa di sekitar Israel hidup dalam penyembahan berhala. Allah tidak ingin Israel yang telah dimurnikan kembali terjebak dalam penyembahan berhala. Allah tidak mau Israel meniru nenek moyang mereka. Sekalipun mereka tetap beribadah, perkawinan campur ini akan mencemari ibadah di Rumah Tuhan. Alasannya, penyembahan mereka akan terkontaminasi dengan cara-cara peribadatan bangsa asing. Allah juga sangat membenci perceraian dan ketidaksetiaan. Bahkan, itu dianggap-Nya sebagai tindak kekerasan (16).

Sebagai gambar dan rupa Allah, kita mewarisi sifat kesetiaan Allah. Namun, dosa telah merusak semuanya itu sehingga kita menjadi orang-orang yang sering berkhianat. Allah ingin kita kembali menjadi pribadi yang setia, yaitu kepada Allah dan pasangan. Kesetiaan kepada Allah terjaga ketika pasangan hidup kita adalah orang yang sungguh mengasihi-Nya. Sementara itu, kesetiaan kepada pasangan akan terjaga ketika kita memegang teguh komitmen yang telah diucapkan di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya.

Doa: Tuhan jadikanlah aku hamba yang setia kepada-Mu dan kepada pasangan hidupku. [IVT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/11/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Maleakhi+2:10-16
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Maleakhi+2:10-16

Maleakhi 2:10-16

10  Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?
11  Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.
12  Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam!
13  Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
14  Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
15  Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
16  Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 13 November -- Yohanes 21:5-19 - DITANYA ITU MENJAWAB!

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 13 November 2018
Bacaan : Yohanes 21:5-19
Setahun: Kisah Para Rasul 11-13
Nats: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" (Yohanes 21:17a)

Renungan:

DITANYA ITU MENJAWAB!

Nanto bercerita tentang anak lelakinya yang sudah mulai kritis dalam berpikir dan berbicara. Suatu ketika anak itu menanyakan sesuatu kepadanya, tetapi karena ia sedang sibuk, Nanto pun diam saja. Tak disangka anaknya berkata dengan agak ketus, "Papa itu, kalau ditanya menjawab, jangan diam saja!" Nanto pun menyadari kekeliruannya, lalu bergegas meminta maaf kepada anaknya. Melalui peristiwa sederhana itu, Nanto pun belajar satu prinsip. Tindakan diam saja atau mengabaikan ketika ada yang bertanya, merupakan perbuatan yang kurang terpuji.

Pernahkah kita memikirkan mengapa Yesus harus tiga kali bertanya kepada Petrus dengan isi pertanyaan yang mirip? Biasanya, ketika pertanyaan disampaikan lebih dari sekali, sedikitnya ada dua alasan. Pertama, ingin memastikan orang yang ditanya mengerti isi pertanyaan yang diajukan. Kedua, ingin mendapatkan jawaban yang tepat dan memuaskan hatinya. Terkait jawaban Petrus, Yesus nampaknya ingin memastikan Petrus tidak asal menjawab, seperti yang sering dilakukannya. Tiga kali Yesus bertanya hingga Dia mendapat jawaban yang memuaskan dari Petrus.

Sebagai guru dan murid, Yesus memerlukan komitmen yang keluar dari hati yang sungguh-sungguh mengasihi Dia, bukan jawaban asal-asalan tanpa melalui proses berpikir. Nah, seandainya kita ada di posisi Petrus, apa jawaban kita? Apakah kita sanggup berkata, "Tuhan, aku mengasihi Engkau, " dan siap menunaikan panggilan yang Dia kehendaki atas hidup kita? --GHJ/www.renunganharian.net
   
MENGAKU MENGASIHI TUHAN BERARTI SIAP MENUNAIKAN PANGGILAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/11/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/11/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+21:5-19

Yohanes 21:5-19

 5  Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
 6  Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
 7  Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
 8  Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
 9  Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.
10  Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."
11  Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
12  Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
13  Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
14  Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
15  Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
16  Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
17  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
19  Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+11-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+11-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 13 November -- Maleakhi 2:1-9 - Allah Menghukum yang Berlaku Cemar

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 13 November 2018
Ayat SH: Maleakhi 2:1-9

Judul: Allah Menghukum yang Berlaku Cemar

Tuhan memberi kita berbagai talenta yang bisa digunakan dalam pelayanan. Talenta itu beraneka ragam. Beberapa orang terampil memersiapkan tata ibadah. Orang lain mahir bermain musik. Bahkan, ada yang dipersiapkan-Nya untuk berkhotbah. Namun, jangan menyangka Allah akan berdiam diri kalau talenta itu tidak dimaksimalkan atau disalahgunakan. Allah bisa menarik kembali talenta itu. Bahkan, Ia bisa menghukum kita karena dianggap tidak menghormati-Nya.

Allah benar-benar murka kepada para imam yang tidak menghormati kekudusan-Nya karena sudah berlaku cemar saat melaksanakan tugasnya. Oleh karena itulah, Allah akan mengutuk mereka. Semua yang telah mereka terima sebagai berkat akan diubah menjadi kutuk (2). Keturunan mereka pun akan dimurkai Allah (3a bdk. Kel. 20:5). Mereka akan dibuat malu dan najis sehingga tidak layak lagi menjadi imam. Hingga akhirnya, mereka akan dipandang rendah (3b).

Allah menegaskan bahwa perjanjian-Nya dengan imam keturunan Lewi tetap berlaku (4). Kepada nenek moyang mereka, Allah berjanji akan memberkati dengan kehidupan dan kesejahteraan. Pada masa itu, mereka masih takut kepada-Nya (5). Mereka masih mengajarkan yang benar, menghidupinya, dan menuntun orang kembali pada kebenaran (6). Inilah tugas dan kewajiban seorang imam (7).

Namun, generasi ini telah menyimpang, bahkan menyeret orang lain bersama kejahatannya (8). Allah kembali menegaskan akan menghukum mereka karena tidak mengikuti kehendak-Nya. Apalagi dalam melayani umat, mereka kerap membeda-bedakan orang (9).

Tugas melayani Tuhan bukanlah pekerjaan remeh. Allah menuntut kekudusan, kesungguhan hati, dan profesionalitas. Dia menetapkan standar yang harus kita ikuti dengan penuh integritas. Allah ingin para pelayan-Nya menghidupi kebenaran-Nya dan mengajarkan itu kepada orang lain. Tanpa itu, hanya murka Allah yang tersisa.

Doa: Tuhan ampunilah jika dalam melayani-Mu, aku berlaku cemar dan tidak menghormati kekudusan-Mu. [IVT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/11/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Maleakhi+2:1-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Maleakhi+2:1-9

Maleakhi 2:1-9

 1  Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
 2  Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
 3  Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.
 4  Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam.
 5  Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya--pada pihak lain ketakutan--dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.
 6  Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.
 7  Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam.
 8  Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam.
 9  Maka Akupun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi memandang bulu dalam pengajaranmu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 12 November -- Kejadian 3:1-8 - DIAMNYA ADAM

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 12 November 2018
Bacaan : Kejadian 3:1-8
Setahun: Kisah Para Rasul 9-10
Nats: Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. (Kejadian 3:6b)

Renungan:

DIAMNYA ADAM

Sekarang ini kian ditengarai, sumber dari persoalan baik di dalam keluarga maupun masyarakat ialah ketiadaan figur pria yang berkarakter pemimpin. Anak-anak kehilangan sosok dan model seorang ayah. Teladan kepemimpinan yang benar kian merosot dan kabur dari generasi ke generasi. Kebangkitan dan kepemimpinan para pria sejati sungguh dinantikan. Seolah-olah dunia ini sedang mempertanyakan dimana gerangan si Adam.

Allah menciptakan Adam sebagai pemimpin. Baik atas seluruh ciptaan maupun atas keluarganya sendiri. Namun tatkala Hawa sedang digoda oleh ular, Adam diam saja. Tak ada pendapat. Sepi nasihat. Dibiarkannya Hawa bergulat mengolah argumentasinya sendiri. Padahal Adam ada di situ "bersama-sama dengan dia" (ay. 6). Ujungnya, bukan hanya bungkam membisu, Adam malah ikut makan buah terlarang di taman Eden itu. Akibatnya, kehidupan menjadi berantakan. Dosa memorakporandakan semua.

Terlalu sering dosa ditimpakan penyebabnya hanya pada pihak yang dipandang aktif berperan di dalamnya saja. Padahal andil kepasifan pun patut diwaspadai. Diam tak selamanya baik. Tidak benar kita hanya diam apatis serta membiarkan sesuatu yang salah jika itu berada dalam ruang lingkup tanggung jawab kita. Apalagi jika peran kita ialah selaku pemimpin, entah dalam keluarga, gereja, atau masyarakat. --PAD/www.renunganharian.net
   
TUHAN MENGHADIRKAN PEMIMPIN AGAR IA BERINISIATIF UNTUK MEMIKUL TANGGUNG JAWAB MELURUSKAN YANG BENGKOK.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/11/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/11/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+3:1-8

Kejadian 3:1-8

 1  Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
 2  Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
 3  tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
 4  Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
 5  tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
 6  Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
 7  Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
 8  Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+9-10
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+9-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 12 November -- Maleakhi 1:6-14 - Periksalah Dirimu (Ibadahmu)

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 12 November 2018
Ayat SH: Maleakhi 1:6-14

Judul: Periksalah Dirimu (Ibadahmu)

Pernahkah Anda menerima keluhan dari seseorang? Apa yang Anda lakukan saat itu? Biasanya kita akan meminta maaf terlebih dahulu. Kemudian, kita akan menganalisis mengapa terjadi ketidakpuasan tersebut. Selanjutnya, tentu saja kita akan memperbaikinya agar tidak terulang di kemudian hari.

Dalam pembacaan hari ini, kita melihat bahwa Allah mengajukan beberapa pertanyaan yang mengandung keluhan terhadap para imam. Mereka yang seharusnya menghormati kekudusan Allah, malah berlaku sebaliknya dan tidak takut kepada-Nya. Padahal, semestinya mereka menghormati Allah selayaknya seorang anak kepada bapaknya atau hamba kepada tuannya (6). Para imam telah menghina nama Allah. Penghinaan itu dilakukan dengan membawa persembahan yang tidak layak, seperti roti yang cemar (7) dan hewan kurban yang cacat (8). Bahkan, seorang bupati pun tidak mau menerima persembahan itu.

Oleh karena itu, Allah berkata lebih baik rumah Tuhan ditutup saja. Alasannya, sekalipun mereka datang beribadah dan mempersembahkan kurban, Allah tidak menyukainya (10). Bangsa-bangsa lain begitu menghormati Tuhan, tetapi Israel, umat pilihan Allah, justru meremehkan-Nya (11-13).

Jika begini, mungkin saja Allah pun sedang mengeluhkan ritual ibadah kita? Sudahkah kita memeriksa diri dengan baik? Apakah kita sudah mengerjakan pelayanan dengan sebaik-baiknya? Sebagai seorang pelayan Tuhan, sudahkah kita mempersiapkan khotbah dengan baik? Sudahkah permainan musik kita baik? Apakah kita sudah menata ruang ibadah dan segala peralatannya dengan rapi? Ketika datang beribadah, sudahkah hati, pikiran, dan sikap tubuh kita sungguh terarah kepada-Nya?

Mari kita memeriksa diri dan ibadah kita. Apakah pelayanan yang kita berikan sungguh berkenan di hadapan Tuhan? Sudahkah itu semua kita persiapkan dengan baik?

Doa: Tuhan, ampunilah aku jika belum mempersembahkan yang terbaik! Tolong, ajarilah aku untuk memberikan yang terbaik! [IVT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/11/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Maleakhi+1:6-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Maleakhi+1:6-14

Maleakhi 1:6-14

 6  Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
 7  Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"
 8  Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
 9  Maka sekarang: "Cobalah melunakkan hati Allah, supaya Ia mengasihani kita!" Oleh tangan kamulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang dari padamu dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
10  Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.
11  Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.
12  Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: "Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!"
13  Kamu berkata: "Lihat, alangkah susah payahnya!" dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.
14  Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 11 November -- Kisah Para Rasul 4:23-31 - DOA SAAT TERANCAM

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 11 November 2018
Bacaan : Kisah Para Rasul 4:23-31
Setahun: Kisah Para Rasul 7-8
Nats: "Sekarang, ya Tuhan, lihatlah ancaman-ancaman mereka dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian sepenuhnya untuk memberitakan firman-Mu." (Kisah Para Rasul 4:29)

Renungan:

DOA SAAT TERANCAM

Bayangkan situasi ini: Anda sedang mengalami aniaya fisik dan psikis, diperlakukan tidak adil dan terancam kehilangan nyawa karena Anda beriman kepada Kristus dan membagikannya kepada orang lain. Doa apa yang akan Anda minta? Saya mungkin akan berdoa minta perlindungan, keamanan, serta agar Tuhan "berurusan" dengan mereka yang menganiaya saya.

Pengalaman jemaat mula-mula menempelak saya. Petrus dan Yohanes ditangkap para pemimpin Yahudi ketika mereka sedang memberitakan Kristus, lalu dimasukkan ke penjara (ay. 1, 3). Dalam persidangan, berulang kali mereka diancam untuk berhenti berbicara tentang Yesus (ay. 18, 21). Setelah dilepaskan, mereka bergabung dengan jemaat dan menceritakan pengalaman mereka. Mendengar itu, seluruh jemaat berdoa. Simaklah isi doa mereka (ay. 24-30).

Mereka menyadari apa yang mereka alami telah dinubuatkan Kitab Suci (ay. 26). Jadi ketika para penguasa bersekongkol hendak membungkam mereka, mereka tidak lagi merasa heran. Uniknya, mereka tidak berdoa untuk perlindungan dan keselamatan, malahan meminta keberanian untuk bersaksi serta agar kuasa dan mukjizat Allah menyertai pelayanan mereka. Tak heran mengapa jemaat mula-mula berkembang begitu pesat.

Minggu pertama dan kedua bulan November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Doa Sedunia untuk Gereja Teraniaya (International Day of Prayer for the Persecuted Church). Mari berdoa bagi saudara-saudari kita yang teraniaya karena imannya, agar melalui kesaksian mereka, banyak orang mendengar karya Kristus dan beriman kepada-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
"DARAH PARA MARTIR ADALAH BENIH GEREJA."-TERTULIANUS

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/11/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/11/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+4:23-31

Kisah Para Rasul 4:23-31

23  Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
24  Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
25  Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
26  Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.
27  Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,
28  untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.
29  Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.
30  Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."
31  Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+7-8
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+7-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 11 November -- Maleakhi 1:1-5 - Tuhan Mengasihi Kita

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 11 November 2018
Ayat SH: Maleakhi 1:1-5

Judul: Tuhan Mengasihi Kita

Pernahkah Anda meragukan kasih Tuhan? Jika pernah, Anda tidak sendirian. Ada begitu banyak orang Kristen yang juga sedang mempertanyakan hal demikian. Pertanyaan ini datang tidak hanya dari mereka yang baru percaya, tetapi juga dari para rohaniwan dan mereka yang telah lama mengenal Kristus.

Pertanyaan ini juga pernah diajukan orang-orang Israel. Mereka berkata, "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" (2). Mereka bertanya sebagai respons dari pernyataan Allah yang berkata, "Aku mengasihi kamu." Saat itu, orang-orang Israel hanya mendengar kebaikan Allah dari cerita turun-temurun. Sementara itu, dalam kenyataannya, mereka dikalahkan oleh Babel dan sebagian besar dari mereka dibuang. Konteks saat itu, mereka memang telah kembali ke tanah masing-masing. Namun, status mereka bukanlah sebagai bangsa yang merdeka karena masih berada di bawah kekuasaan Persia. Dalam situasi seperti ini, mereka tidak melihat kasih Allah itu.

Oleh karena itulah, Allah, melalui Maleakhi, menjawab mereka. Allah membuat perbandingan antara Esau dan Yakub. Esau-Si Anak Sulung-seharusnya mendapatkan hak kesulungan dari Ishak, tetapi Allah malah memilih Yakub (2-3). Allah membuat tanah pusaka Esau menjadi sunyi sepi dan jauh dari berkat (3). Bahkan, Allah menghancurkan kota-kotanya. Jika mereka membangunnya kembali, Allah akan merobohkannya (4). Allah berjanji, mereka akan melihat kasih Allah itu (5).

Manusia memang terbatas dalam melihat, merasakan, dan mengingat kasih Allah. Bahkan, kita mudah melupakan pertolongan Allah yang baru kita peroleh. Kita masih sulit merasakan pernyertaan Allah di dalam kesusahan. Mata kita buta bahwa segala yang kita miliki hari ini pun adalah karena kasih Allah. Ketika indra kita terbatas untuk melihat, mintalah iman kepada Tuhan agar bisa melihat kebaikan yang telah dikerjakan-Nya dalam hidup kita.

Doa: Tuhan berikanku iman, sehingga dalam keadaan tersulit sekalipun aku tetap memuji-Mu. Itu karena Engkau mengasihiku. [IVT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/11/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Maleakhi+1:1-5
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Maleakhi+1:1-5

Maleakhi 1:1-5

 1  Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi.
 2  "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,
 3  tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."
 4  Apabila Edom berkata: "Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu," maka beginilah firman TUHAN semesta alam: "Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya."
 5  Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: "TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]