(e-RH) 19 Januari -- 1 Korintus 3:10-15 - TAHAN API, TAHAN UJI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 19 Januari 2019
Bacaan : 1 Korintus 3:10-15
Setahun: Keluaran 5-7
Nats: ... karena hari Tuhan akan menyatakannya. Sebab hari itu akan tampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang, akan diuji oleh api itu. (1 Korintus 3:13)

Renungan:

TAHAN API, TAHAN UJI

Beberapa kayu penyangga atap rumah kami mulai lapuk dan kami pun harus menggantinya dengan bahan yang baru. Tumpukan sisa kayu menumpuk ditambah dengan beberapa benda logam. Kami menaruh api dan tak berapa lama tumpukan sampah kayu yang menggunung itu ternyata berubah menjadi abu. Saya mengorek-ngorek tumpukan abu itu dengan tongkat dan menemukan potongan logam serta batu-batu yang tetap utuh dari amukan api. Sementara yang lain telah terbakar habis.

Sebuah perubahan besar terjadi karena api. Benda-benda dari kayu sekeras apa pun dalam sekejap tidak lagi ditemukan keindahannya. Kayu-kayu itu tidak tahan oleh api! Ketika merenungkan hal ini, saya bertanya kepada diri sendiri: jenis bahan seperti apakah yang selama ini saya gunakan untuk membangun iman dan kerajaan Allah dalam hidup saya? Ketika Tuhan menyalakan panas api-Nya terhadap seluruh "karya bangunan saya" apakah saya teruji dan dapat bertahan?

Sekali waktu, api Tuhan akan menguji iman kita. "Api Tuhan" dapat berupa pencobaan atau tekanan-tekanan kehidupan yang terjadi dan "membakar" iman kita. Seperti kata firman: Entahkah orang membangun segala bangunan pekerjaannya dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, suatu hari kelak pekerjaan setiap orang akan nampak dan api Tuhan akan mengujinya. Tuhan selalu mempunyai tujuan mulia dalam setiap "api ujian"yang kita alami. Api pencobaan yang bukan menghancurkan, namun menjadikan iman kita tahan uji dan semakin murni di hadapan-Nya. --SYS/www.renunganharian.net
   
SEPERTI APAKAH KUALITAS IMAN KITA DI HADAPAN-NYA HANYA AKAN TERBUKTI KETIKA TUHAN MENARUH API-NYA UNTUK MENGUJI IMAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/01/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/01/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+3:10-15

1 Korintus 3:10-15

10  Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
11  Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
12  Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
13  sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
14  Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
15  Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+5-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+5-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 19 Januari -- Yosua 1:1-18 - Janji Allah dan Tindakan Manusia

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 19 Januari 2019
Ayat SH: Yosua 1:1-18

Judul: Janji Allah dan Tindakan Manusia

Ada dua petani yang sedang menantikan hujan. Sambil menunggu, seorang petani terus tekun menggarap lahan, membersihkan, dan menggemburkannya. Sementara, petani yang lain tidak berbuat apa-apa. Dia hanya menanti di rumahnya kalau hujan datang. Petani manakah yang paling siap untuk menanam jika hujan telah datang?

Allah menunjuk Yosua untuk memimpin orang Israel memasuki tanah Kanaan (2). Allah berjanji akan memberikan tanah itu sebagai milik pusaka mereka. Kepada Yosua, Allah berjanji untuk menyertainya. Sama seperti Dia menyertai Musa, sehingga tiada yang dapat mengalahkannya (5). Janji itu bukan berarti Yosua dan segenap bangsa itu hanya berpangku tangan. Allah menuntut respons mereka dalam sebuah tindakan nyata.

Allah meminta Yosua untuk meyakini penyertaan-Nya dan dengan berani memimpin bangsa itu (6). Bagi Allah, ini adalah bagian yang sangat penting. Pasalnya, Allah mengulangi perintah ini sebanyak dua kali (7, 9). Berikutnya adalah agar Yosua sebagai pemimpin memelihara hukum Taurat. Mereka harus membacakannya kepada umat Tuhan dan menerapkan dalam segala tindakan (7-8). Dia juga harus menggerakkan segenap bangsa itu untuk bersama-sama memasuki tanah perjanjian (10-15).

Sering kali kita berhenti pada janji Allah dan mengklaim itu secara sepihak untuk diri kita. Anehnya, kita sering lupa bahwa dalam janji itu, ada kehendak Allah yang harus dilaksanakan. Ketika Allah berjanji untuk memberkati, Dia mau supaya kita juga bekerja. Dalam semua itu, Dia berjanji akan selalu menyertai. Dia mau supaya kita menghidupi firman-Nya dan tidak menyimpang. Ketika Allah sudah berjanji, maka Dia akan menggenapinya. Oleh karena itu, Dia ingin kita mengambil langkah iman seperti seorang petani yang menggarap lahannya sambil menanti turunnya hujan.

Pendeknya, janji Allah selalu menuntut respons manusia.

Doa: Ya Tuhan, ajar kami untuk bertindak dan melangkah dalam iman untuk meraih apa yang Engkau telah janjikan. [IVT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/01/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yosua+1:1-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+1:1-18

Yosua 1:1-18

 1  Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:
 2  "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.
 3  Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
 4  Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.
 5  Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
 6  Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
 7  Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
 8  Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
 9  Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."
10  Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya:
11  "Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki."
12  Kepada orang Ruben, kepada orang Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu berkatalah Yosua, demikian:
13  "Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu negeri ini;
14  perempuan-perempuan dan anak-anak di antara kamu dan ternakmu boleh tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu di seberang sungai Yordan, tetapi kamu, semua pahlawan yang gagah perkasa, haruslah menyeberang di depan saudara-saudaramu dengan bersenjata, dan haruslah menolong mereka,
15  sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari terbit."
16  Lalu mereka menjawab Yosua, katanya: "Segala yang kauperintahkan kepada kami akan kami lakukan dan ke manapun kami akan kausuruh, kami akan pergi;
17  sama seperti kami mendengarkan perintah Musa, demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu. Hanya, TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai Musa.
18  Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apapun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-SH) 19 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Lukas 6:46-49

Dasar (fondasi) adalah elemen paling penting dan unik dari sebuah bangunan. Penting karena ia bertugas untuk menopang sebuah gedung agar tetap kokoh berdiri dalam segala situasi. Unik karena walau perannya sentral, tetapi ia sama sekali tidak terlihat. Fondasi selalu tertanam jauh di bawah tanah.

Yesus sedang mengajar para pendengar-Nya dengan perumpamaan. Artinya, Yesus ingin menyampaikan pesan-Nya dengan sebuah pemisalan (analogi). Ini sebuah metode mengajar agar murid dan pengikut-Nya mudah mencerna maksud Yesus.

Kali ini, Yesus sedang membandingkan dua model manusia dengan dua tipe bangunan. Masing-masing tipe bangunan mewakili satu respons manusia dengan kaitannya terhadap mendengarkan firman Tuhan.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa isi teguran Yesus (46)?
2. Terkait respons mendengar firman, apakah ciri orang yang berkenan di hadapan Yesus (47)?
3. Dengan apakah Yesus menyamakannya? Bagaimana pembangunan rumah itu dilakukan dan apa dampaknya (48)?
4. Bagaimana dengan orang yang hanya mendengarkan firman Allah? Dengan apa Yesus menyamakannya? Bagaimana pembangunan rumahnya dan apa dampaknya (49)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Dari dua perbandingan itu, Anda termasuk di dalam kategori yang mana?
2. Ketika menghadapi badai kehidupan, apakah Anda mudah goyah?

Apa respons Anda?
1. Sudahkah Anda menjadi pendengar firman Allah yang baik?
2. Sudahkah Anda menjadi pelaku firman Allah yang baik?

Pokok Doa:
Kita mohon agar Tuhan memampukan kita menjadi pendengar sekaligus pelaku firman Allah.

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+6:46-49
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+6:46-49

Lukas 6:46-49

46  "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
47  Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--,
48  ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
49  Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 18 Januari -- Efesus 6:10-20 - TIPU MUSLIHAT

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 18 Januari 2019
Bacaan : Efesus 6:10-20
Setahun: Keluaran 1-4
Nats: Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. (Efesus 6:11)

Renungan:

TIPU MUSLIHAT

Orang Kristen, selama berada di dunia, terlibat di dalam suatu peperangan rohani melawan kejahatan. Peperangan rohani ini digambarkan sebagai peperangan iman. Rasul Paulus, misalnya, menggambarkannya sebagai perang antara kekuatan daging dan kekuatan roh. Kekuatan daging mengarahkan orang pada keinginan jahat, sedangkan kekuatan roh mengarahkan pada hidup yang selaras dengan keinginan Tuhan. Perang itu dalam diri manusia sangat terasa, sampai Paulus mengatakan: "Meski aku ingin berbuat baik, tetapi kejahatan yang kubuat."

Dalam hal ini Paulus mengingatkan kita untuk memperlengkapi diri kita dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Ada empat jenis senjata yang dari Allah dalam peperangan ini, yakni kebenaran, keadilan, rela berkorban, dan iman. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pedang roh, yaitu firman Allah. Kesemuanya itu kita terima dari Allah, untuk dapat kita gunakan dalam memerangi kekuatan daging dan kekuatan gelap yang selalu ingin merusak kita.

Setiap hari kita berada dalam situasi peperangan tersebut. Kita selalu menginginkan kemenangan kuasa terang atas kuasa gelap. Karena itu, orang Kristen pun haruslah dipersenjatai dalam peperangan itu. Konflik yang kita hadapi dalam hidup adalah memilih dan menentukan mengikuti kuasa yang mana. Maka kita perlu melengkapi diri dengan senjata dari Allah. Sehingga kita tidak tersesat dan tetap menjaga diri kita berjalan dalam kekuatan Roh Kudus dan kuasa terang dari Allah. --RES/www.renunganharian.net
   
FIRMAN ALLAH ADALAH SENJATA YANG MENGHIDUPKAN DAN BUKAN UNTUK MEMATIKAN HIDUP.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Efesus+6:10-20

Efesus 6:10-20

10  Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
11  Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
12  karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13  Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
14  Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
15  kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
16  dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
17  dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
18  dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
19  juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
20  yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+1-4
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 18 Januari -- Lukas 6:46-49 - Dengarkan (Baca), Lalu Lakukan!

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 18 Januari 2019
Ayat SH: Lukas 6:46-49

Judul: Dengarkan (Baca), Lalu Lakukan!

Kokohnya sebuah bangunan sangat bergantung pada kualitas fondasinya. Jika kita menanam fondasi semakin dalam, maka bangunan di atasnya akan kokoh. Apalagi, jika kita menggunakan batu bermutu baik, itu akan menambah kukuh gedung di atasnya.

Pada akhir dari pengajaran-Nya, Yesus memberikan sebuah penekanan yang sangat serius. Dia menekankan dua hal yang penting, yaitu mendengar dan melakukan. Siapa pun yang mau mendengar sekaligus melakukan pengajaran-Nya, maka orang itu adalah seorang bijaksana (24). Yesus mengibaratkannya seperti tukang bangunan. Dia mendirikan rumah dengan kualitas fondasi dan batu yang baik. Jadi, ketika hujan, banjir, dan badai menerpa, rumah itu akan tetap berdiri kokoh (25). Akan tetapi, ada orang yang sebaliknya. Mereka hanya mau mendengar, tetapi tidak melakukan. Yesus mengatakan orang jenis ini seperti seorang tukang yang bodoh. Dia sedang membangun rumah di atas pasir. Jadi saat hujan, banjir, dan angin keras menimpanya, maka rumah itu roboh (26-27).

Sama halnya dengan orang yang sedang belajar bahasa baru. Jika mendengar ajaran gurunya, maka dia menjadi tahu tentang bahasa itu serta artinya. Namun, jika dia tidak pernah menggunakannya dalam percakapan, lambat laun, tentu saja, bahasa itu akan hilang. Dia akan segera melupakannya. Sia-sialah waktu yang dia gunakan untuk belajar selama ini. Dia akan rugi karena telah membuang-buang waktu dan uang untuk belajar, namun tidak menghasilkan apa-apa.

Kita memang harus (wajib) membaca dan mendengarkan firman Tuhan. Itu adalah cara kita mengenal Allah sekaligus mengetahui kehendak-Nya bagi kita. Namun, jangan berhenti sampai di situ. Kita harus membuat Firman jadi nyata terlihat, didengar, dan dirasakan setiap orang. Oleh karena itu, kita harus menghidupi firman itu dalam setiap bidang hidup keseharian. Hanya dengan cara ini, maka kita memuliakan Allah bukan lagi hanya dengan kata, tetapi juga dengan aksi nyata.

Doa: Tuhan hari ini saya mau berkomitmen untuk melakukan firman-Mu dalam hidupku setiap hari. [IVT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+6:46-49
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+6:46-49

Lukas 6:46-49

46  "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
47  Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--,
48  ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
49  Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 17 Januari -- Yohanes 6:1-13 - KETIKA TUHAN BERTANYA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 17 Januari 2019
Bacaan : Yohanes 6:1-13
Setahun: Kejadian 49-50
Nats: ... berkatalah Ia kepada Filipus, "Di mana kita dapat membeli roti, supaya mereka dapat makan?" (Yohanes 6:5)

Renungan:

KETIKA TUHAN BERTANYA

Ketika dihadapkan pada suatu persoalan, sering kita bertanya pada Tuhan: "Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana penyelesaiannya?" Pernahkah terlintas di pikiran kita seandainya Yesuslah yang bertanya kepada kita? Mampukah kita menjawab secara tepat sesuai dengan kehendak-Nya?

Pernahkah Yesus bertanya dan meminta pendapat manusia? Tentu saja! Namun, ketika bertanya, Dia sebenarnya sudah tahu jawabannya (ay. 6)! Sewaktu orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, Yesus bertanya: "Di manakah kita akan membeli roti?" (ay. 5). Pertanyaan itu kurang lebih berbunyi: "Bagaimana kita akan memberi makan mereka semua?" Dua orang murid-Nya, Filipus dan Andreas, mencoba menjawabnya. Namun, sayang, keduanya menjawab hanya menggunakan pola pikir manusia. Filipus berfokus pada uang sebagai solusi, sedangkan Andreas berfokus pada ketidakmampuannya (ay. 7-9). Tampaknya, mereka lupa bahwa di hadapan mereka berdiri Pribadi yang Mahakuasa, yang mampu melakukan segala perkara! Pada akhirnya, Yesus menunjukkan bahwa uang bukanlah jawabannya. Bersama Yesus, apa yang ada pada mereka sudah cukup untuk memberi orang-orang itu makan, bahkan mendatangkan kelebihan (ay. 11-13).

Paulus dalam 1 Korintus 2:16 berkata, "Tetapi kami memiliki pikiran Kristus." Jika berargumen dengan Allah, memang tidak seorang pun akan menang! Namun, ingat, setiap orang yang mengadopsi pikiran Kristus pasti dimampukan untuk mengerti kehendak-Nya! --LIN/www.renunganharian.net
   
APABILA KITA HIDUP DEKAT DENGAN ALLAH, MUNGKIN KITA BISA MENJAWAB PERTANYAAN-NYA SECARA TEPAT.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:1-13

Yohanes 6:1-13

 1  Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
 2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
 3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
 4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
 5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
 6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
 7  Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
 8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
 9  "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
10  Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+49-50
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+49-50

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 17 Januari -- Lukas 6:43-45 - Pohon Mangga Tidak Berbuah Durian

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 17 Januari 2019
Ayat SH: Lukas 6:43-45

Judul: Pohon Mangga Tidak Berbuah Durian

Kita mengenal pohon dari buahnya. Akan tetapi, pernahkah Anda melihat pohon mangga berbuah durian? Tentu saja ini sebuah kemustahilan, bukan?

Yesus memberikan gambaran sederhana tentang bagaimana cara mengenal pribadi seseorang. Yesus, dengan cerdas, mengibaratkan manusia itu seperti pohon. Pohon yang baik pasti akan menghasilkan buah yang baik. Sebaliknya, pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang juga tidak baik (43). Dia memberikan contoh bahwa semak duri tidak akan menghasilkan buah ara atau buah anggur. Tentu saja kita pasti tahu alasannya karena ketiganya berasal dari jenis yang berbeda (44). Dari sini kemudian Yesus menarik pada kenyataan hidup manusia. Orang yang dari dalam hatinya baik akan memancarkan hal-hal yang baik pula. Sedangkan, orang yang dari dalam hatinya jahat, juga akan memancarkan hal-hal yang jahat (45).

Konteks nas ini adalah orang-orang Farisi yang tega memfitnah Yesus. Momen itu terjadi ketika Dia mengusir setan dari tubuh seseorang (Mat. 12:22). Mereka mengatakan bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, yaitu penghulu setan (Mat. 12:24). Bagi Yesus, fitnah itu sudah menunjukkan sifat hati mereka yang jahat (45).

Sebenarnya, tidak terlalu sulit untuk melihat apa isi hati manusia. Caranya cukup sederhana. Kita hanya perlu mendengar apa yang dikatakannya dan melihat tindak-tanduknya setiap hari. Jika seseorang berbicara tentang hal yang baik, benar, dan membangun, ini sudah bagus. Namun, perkataan saja tidak cukup. Kita juga harus melihat keselarasan tindakannya dengan perkataannya. Jika selaras, maka kita dapat menilainya sebagai pribadi yang baik. Kita ini berasal dari benih yang baik, yaitu dari Allah. Oleh karena itu, kita memiliki potensi untuk menjadi pohon yang baik. Pohon yang menghasilkan buah yang baik pula.

Doa: Tuhan tolonglah kami agar menjadi pribadi yang berkenan di hadapan-Mu. Dengan begitu, hidup kami bisa memuliakan Engkau dan menjadi berkat bagi sesama. [IVT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+6:43-45
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+6:43-45

Lukas 6:43-45

43  "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
44  Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
45  Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 16 Januari -- Yakobus 1:2-4 - SEMANGAT KANG ENGKUS

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 16 Januari 2019
Bacaan : Yakobus 1:2-4
Setahun: Kejadian 46-48
Nats: Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan apa pun. (Yakobus 1:4)

Renungan:

SEMANGAT KANG ENGKUS

Orang menyebutnya Kang Engkus. Pria berusia 30 tahun ini tak pernah bersekolah, karena kondisi disabilitas yang dialaminya sejak kecil. Namun, jangan ragukan semangatnya dalam belajar bahasa Inggris. Selama 10 tahun ia belajar secara otodidak melalui kamus dan film, sebelum memberanikan diri untuk membagikan ilmunya melalui media sosial Facebook. Banyak orang merasa terbantu lewat unggahan Kang Engkus, yang setiap hurufnya diketik menggunakan ... kakinya!

Ada banyak orang mudah menyerah dengan kekurangan dan keterbatasan fisiknya, lalu menjadi rendah diri. Padahal, sekiranya mereka dapat mengenali kelebihan dan passion-nya, lalu mengembangkan dengan penuh ketekunan, kehidupan mereka pun bisa berhasil dan menjadi berkat. Hari ini firman Tuhan mengajarkan kaitan antara pencobaan, iman, dan ketekunan. Terkadang Allah mengizinkan hal tertentu, yang tidak mengenakkan atau membatasi kita, supaya kita melatih diri dalam iman dan ketekunan, hingga menghasilkan buah-sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Sayangnya, sebagian orang gagal melihat kesempatan dalam pencobaan hidup yang dialaminya, sehingga kehidupannya tak berdampak banyak bagi orang lain.

Tuhan mengizinkan adanya keterbatasan dan kekurangan dalam diri kita bukan untuk membuat kita menjadi rendah diri dan putus asa. Tuhan mau kita menjadi pribadi yang kuat, beriman, dan berbuah untuk memuliakan Dia. Jika seorang Kang Engkus bisa menerobos keterbatasan fisiknya lalu berbagi ilmu dengan banyak orang, mengapa kita tidak bisa? --GHJ/www.renunganharian.net
   
BERSAMA TUHAN, KETERBATASAN DAPAT DITEROBOS SEHINGGA HIDUP KITA DAPAT MENJADI BERKAT BAGI SESAMA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yakobus+1:2-4

Yakobus 1:2-4

 2  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
 3  sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
 4  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+46-48
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+46-48

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]