(e-RH) 9 Maret -- LUKAS 22:1-6 - TAKUT PANDANGAN ORANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 9 Maret 2026
Bacaan : LUKAS 22:1-6
Setahun: Ulangan 30-31
Nats: Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak. (Lukas 22:2)

Renungan:

TAKUT PANDANGAN ORANG

Istilah "permufakatan jahat" mengemuka ketika banyak kasus aneh dialami oleh orang-orang yang tak bersalah, didakwa, dan dipenjarakan. Permufakatan semacam itu terjadi di antara orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka berniat memperkarakan Yesus demi mempertahankan pengaruh mereka sebagai pemuka agama yang dihormati. Namun, karena takut pada reaksi orang banyak, mereka mencari cara untuk menghindari pandangan negatif masyarakat. Momentum pun datang melalui Yudas Iskariot yang menyatakan bersedia menyerahkan Yesus.

Mungkin mereka tidak menyadari bahwa mereka telah menentang Allah. Dengan cara-cara licik, melalui fitnah keji dan dengan menggunakan uang kepada Yudas serta ancaman terhadap Pilatus. Pilatus pun akhirnya menyerah karena takut pandangan orang. Sebab, hal ini dapat berdampak pada kedudukannya. Padahal, Pilatus juga telah diperingatkan oleh Tuhan melalui mimpi istrinya (Mat. 27:19). Jika Pilatus takut kepada orang Farisi, orang Farisi takut kepada pandangan orang banyak. Rasa takut mereka kepada manusia melampaui takut kepada Allah.

Ketika kita berhadapan dengan situasi untuk mempertahankan kebenaran, kita juga cenderung mengalah demi menyenangkan orang. Di titik inilah, kesetiaan kita kepada Tuhan diuji. Dapatkah kita berucap seperti Rasul Petrus, "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah" (Kis. 4:19). Ucapan Petrus ini terjadi ketika Petrus dan Yohanes diancam untuk tidak lagi memberitakan kebangkitan Kristus. --HEM/www.renunganharian.net
   
DALAM SITUASI YANG MENUNTUT KITA UNTUK MEMBELA KEBENARAN, KITA HARUS TAKUT KEPADA TUHAN DAN BUKAN KEPADA MANUSIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+22:1-6

LUKAS 22:1-6

 1  Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat.
 2  Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak.
 3  Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
 4  Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.
 5  Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya.
 6  Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+30-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+30-31

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 9 Maret -- Yosua 23 - Wasiat Terakhir

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 9 Maret 2026
Ayat SH: Yosua 23

Judul: Wasiat Terakhir

Jika kita adalah orang tua dan kita tahu akan segera meninggalkan dunia ini, kira-kira apa wasiat terakhir kita kepada anak-anak kita? Atau, jika kita sebagai anak, kira-kira wasiat apa yang kita harapkan? Di akhir hidupnya, Yosua pun memberikan wasiat kepada bangsa Israel. Apa wasiat terakhir Yosua kepada bangsa Israel?

Pada dasarnya wasiat terakhir Yosua dalam pasal 23 ini dapat disimpulkan dalam satu kalimat, "... kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu..." (8). Sejarah bangsa Israel membuktikan bahwa godaan besar bagi mereka dalam perjalanan mengikut TUHAN adalah kecenderungan mereka untuk berpaut pada diri mereka sendiri, pada materi dan pada hal-hal yang kasat mata. Terlebih lagi setelah mereka hidup tenteram di tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya itu, mereka bisa saja pada akhirnya berpaut pada semua itu dan bukan pada Allah.

Minimal ada dua kunci bagi bangsa Israel agar dapat terus berpaut pada Allah. Pertama, mengingat perbuatan Allah pada masa lampau. Itulah yang disampaikan Yosua dalam wasiatnya bahwa semua pencapaian mereka saat ini bukanlah usaha mereka sendiri, tetapi karena pertolongan, penyertaan, dan kasih setia TUHAN. Yosua berkata, "Kamu telah melihat ... Dialah yang telah berperang ..." (3); "Ingatlah ..." (4); "TUHAN telah menghalau ..." (9). Dengan mengingat perbuatan Tuhan di masa lampau, kita diharapkan sadar bahwa apa yang kita miliki dan capai saat ini semata-mata adalah karena Tuhan. Kita tidak mungkin hidup tanpa berpaut pada Tuhan.

Kedua, tidak terpengaruh oleh lingkungan yang buruk. Yosua mengingatkan mereka supaya tidak mengikuti cara hidup orang-orang yang tidak mengenal Allah di sekitar mereka (7). Mereka juga diperingatkan untuk tidak kawin-mawin dengan bangsa lain karena hal itu merupakan godaan besar untuk jatuh dalam penyembahan berhala (12).

Sudahkah Saudara berpaut pada Tuhan? Kenalilah godaan yang dapat membuat Saudara rentan berpaling dari Tuhan? Akui di hadapan-Nya dan mohon pertolongan dari Tuhan. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+23

Yosua 23

 1  Lama setelah TUHAN mengaruniakan keamanan kepada orang Israel ke segala penjuru terhadap semua musuhnya, dan ketika Yosua telah tua dan lanjut umur,
 2  dipanggilnya seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya dan berkata kepada mereka: "Aku telah tua dan sangat lanjut umur,
 3  dan kamu ini telah melihat segala yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada semua bangsa di sini demi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang telah berperang bagi kamu.
 4  Ingatlah, aku telah membagikan dengan membuang undi bangsa-bangsa yang masih tinggal ini kepada suku-sukumu menjadi milik pusakamu, seperti juga semua bangsa yang telah kulenyapkan hari itu, mulai dari sungai Yordan sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam.
 5  Dan TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan mengusir dan menghalau mereka dari depanmu, sehingga kamu menduduki negeri mereka, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
 6  Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri,
 7  dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama allah mereka dan bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka.
 8  Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu, seperti yang kamu lakukan sampai sekarang.
 9  Bukankah TUHAN telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorangpun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang.
10  Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab TUHAN Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu.
11  Maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.
12  Sebab jika kamu berbalik dan berpaut kepada sisa bangsa-bangsa ini yang masih tinggal di antara kamu, kawin-mengawin dengan mereka serta bergaul dengan mereka dan mereka dengan kamu,
13  maka ketahuilah dengan sesungguhnya, bahwa TUHAN, Allahmu, tidak akan menghalau lagi bangsa-bangsa itu dari depanmu. Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lambungmu dan duri di matamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
14  Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.
15  Tetapi seperti telah datang atas kamu segala yang baik, yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, demikianlah TUHAN akan mendatangkan atas kamu segala yang tidak baik sampai Ia telah memusnahkan kamu dari tanah yang baik ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,
16  apabila kamu melangkahi perjanjian, yang telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepada mereka. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu, sehingga kamu segera binasa dari negeri yang baik, yang telah diberikan-Nya kepadamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 8 Maret -- YOHANES 15:1-8 - BERBUAH DALAM TEKANAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 8 Maret 2026
Bacaan : YOHANES 15:1-8
Setahun: Ulangan 28-29
Nats: "Akulah pokok anggur dan kamulah carang-carangnya. Siapa yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5)

Renungan:

BERBUAH DALAM TEKANAN

Seorang petani sibuk memotong ranting-ranting pohon anggurnya. Karena kemarau panjang, banyak tanaman di desa itu mati kekeringan. Anehnya, kebun anggur petani tetap menghasilkan buah. "Mengapa anggurmu tetap berbuah, padahal tak ada hujan?" tanya tetangganya. Petani itu menjelaskan, " Karena tanaman anggur mempunyai akar yang kuat dan bisa mencari sumber air jauh ke dalam sumber air yang tersembunyi."

Yesus menggambarkan hubungan kita dengan-Nya seperti pokok anggur dan carang. Pokok anggur adalah sumber kehidupan dan kemampuan untuk berbuah. Carang hanya bisa hidup dan berbuah jika melekat pada pokoknya. Yesus berkata bahwa carang yang berbuah akan dibersihkan yang artinya dipangkas, diuji, bahkan ditekan agar menghasilkan buah yang lebih banyak. Inilah bagian proses pertumbuhan agar carang-carang itu menghasilkan lebih banyak buah.

Ketika kita berada dalam tekanan, entah dalam pekerjaan, keuangan, atau bahkan pelayanan, kita diingatkan untuk tidak menarik diri dari Tuhan. Kita diajar bahwa dalam tekanan itulah akar iman kita diperdalam. Dia berkata, "Tinggallah di dalam Aku." Tinggal di dalam-Nya berarti menjaga hubungan dengan-Nya melalui doa, firman, dan belajar menaati-Nya meski tidak nyaman. Tekanan hidup yang kita alami bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita, melainkan sarana untuk memperkuat kebergantungan kita kepada-Nya. Dengan demikian, kita tetap berbuah dan menjadi kesaksian bagi banyak orang. --SYS/www.renunganharian.net
   
TEKANAN HIDUP BISA MEMBUAT BANYAK ORANG TAWAR HATI, TETAPI ORANG YANG TINGGAL DI DALAM KRISTUS AKAN TETAP KUAT DAN BERBUAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+15:1-8

YOHANES 15:1-8

 1  "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
 2  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
 3  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
 4  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
 5  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
 6  Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
 7  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
 8  Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+28-29
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+28-29

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 8 Maret -- Yosua 22:9-34 - Konfilk dan Komunikasi Efektif

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 8 Maret 2026
Ayat SH: Yosua 22:9-34

Judul: Konfilk dan Komunikasi Efektif

Konflik adalah ketegangan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan kita. Selama kita masih berinteraksi dengan orang lain, konflik merupakan sebuah keniscayaan. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah konflik acapkali terjadi bukan karena sebuah masalah yang riil, tetapi karena hambatan komunikasi. Komunikasi yang buruk membuat masalah berujung pada konflik. Sebaliknya, komunikasi efektif membuat konflik berakhir dengan saling pengertian.

Sebagaimana kita ketahui bahwa bani Ruben, Gad, dan Manasye dipisahkan oleh Sungai Yordan dengan suku-suku lainnya. Kondisi ini membuat mereka berpikir bahwa pada kemudian hari bisa saja terjadi konflik antara generasi berikutnya dari dua sisi Sungai Yordan. Oleh karena itu, mereka berpikir bahwa konflik itu bisa dihindarkan jika ada tanda pemersatu yang kelihatan.

Karena itu, mereka mendirikan sebuah mazbah sebagai tanda dan pengingat bagi generasi berikutnya dari kedua belah pihak bahwa mereka menyembah Allah yang sama dan bahwa mereka adalah satu sebagai umat Allah (26-28).

Semula suku-suku Israel lainnya salah paham; mereka mengira mazbah itu untuk menyembah allah lain. Pengalaman sebelumnya membuat mereka waspada karena penyembahan asing pernah membawa hukuman bagi seluruh bangsa (17, 20). Dalam kasus ini, langkah yang diambil bangsa Israel sangat bijak. Mereka membangun komunikasi efektif dengan mengutus delegasi yang dipimpin oleh Pinehas (13). Ada dua kunci komunikasi efektif yang terlihat dalam percakapan antara delegasi dengan bani Ruben, Gad, dan Manasye.

Pertama, bertanya tanpa menuduh atau menghakimi (16-20). Kedua, para delegasi mendengarkan alasan mereka mendirikan mazbah sehingga percakapan berakhir dengan pengertian dan konflik pun dapat dihindari (30).

Dalam menghadapi suatu masalah, sangat bijaksana jika kita mau bertanya tanpa menuduh atau menghakimi, dan mau mendengarkan dengan empati. Mari kita belajar agar dapat berkomunikasi secara efektif. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+22:9-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+22:9-34

Yosua 22:9-34

 9  Maka pulanglah bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu dan mereka pergi meninggalkan orang Israel, keluar dari Silo di tanah Kanaan untuk pergi ke tanah Gilead, tanah milik mereka yang didiami mereka sesuai dengan titah TUHAN dengan perantaraan Musa.
10  Ketika mereka sampai ke Gelilot pada sungai Yordan, yang di tanah Kanaan, maka bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu mendirikan mezbah di sana di tepi sungai Yordan, mezbah yang besar bangunannya.
11  Lalu terdengarlah oleh orang Israel itu cakap orang: "Telah didirikan mezbah oleh bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, mezbah menghadap ke tanah Kanaan, di Gelilot pada sungai Yordan, di sebelah wilayah orang Israel."
12  Ketika hal itu terdengar oleh orang Israel, berkumpullah segenap umat Israel di Silo, untuk maju memerangi mereka.
13  Kemudian orang Israel mengutus kepada bani Ruben, kepada bani Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu, ke tanah Gilead, imam Pinehas bin Eleazar,
14  dan bersama-sama dengan dia sepuluh pemimpin, yakni seorang pemimpin kaum keluarga sebagai wakil tiap-tiap suku Israel. Masing-masing mereka itu kepala kaum keluarganya di antara kaum-kaum orang Israel.
15  Setelah mereka sampai kepada bani Ruben, kepada bani Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu di tanah Gilead, berkatalah mereka kepada orang-orang itu, demikian:
16  "Beginilah kata segenap umat TUHAN: Apa macam perbuatanmu yang tidak setia ini terhadap Allah Israel, dengan sekarang berbalik dari pada TUHAN dan mendirikan mezbah bagimu, dengan demikian memberontak terhadap TUHAN pada hari ini?
17  Belum cukupkah bagi kita noda yang di Peor itu, yang dari padanya kita belum mentahirkan diri sampai hari ini dan yang menyebabkan umat TUHAN kena tulah,
18  sehingga kamu berbalik pula sekarang ini membelakangi TUHAN? Jika kamu hari ini memberontak terhadap TUHAN, maka besok Ia akan murka kepada segenap umat Israel.
19  Akan tetapi, jika sekiranya tanah milikmu itu najis, marilah menyeberang ke tanah milik TUHAN, tempat kedudukan Kemah Suci TUHAN, dan menetaplah di tengah-tengah kami. Tetapi janganlah memberontak terhadap TUHAN dan janganlah memberontak terhadap kami, dengan mendirikan mezbah bagimu sendiri, selain dari mezbah TUHAN, Allah kita.
20  Ketika Akhan bin Zerah berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan, bukankah segenap umat Israel kena murka? Bukan orang itu saja yang mati karena dosanya."
21  Lalu jawab bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, katanya kepada para kepala kaum-kaum orang Israel:
22  "Allah segala allah, TUHAN, Allah segala allah, TUHAN, Dialah yang mengetahui, dan patutlah orang Israel mengetahuinya juga! Jika sekiranya hal ini terjadi dengan maksud memberontak atau dengan maksud berubah setia terhadap TUHAN--biarlah jangan TUHAN selamatkan kami pada hari ini.
23  Jika sekiranya kami mendirikan mezbah untuk berbalik dari pada TUHAN, untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atasnya serta korban keselamatan di atasnya, biarlah TUHAN sendiri yang menuntut balas terhadap kami.
24  Tetapi sesungguhnya, kami telah melakukannya karena cemas. Sebab pikir kami: Di kemudian hari anak-anak kamu mungkin berkata kepada anak-anak kami, demikian: Apakah sangkut pautmu dengan TUHAN, Allah Israel?
25  Bukankah TUHAN telah menentukan sungai Yordan sebagai batas antara kami dan kamu, hai orang bani Ruben dan bani Gad! Kamu tidak mempunyai bagian akan TUHAN. Demikianlah mungkin anak-anak kamu membuat anak-anak kami berhenti dari pada takut akan TUHAN.
26  Sebab itu kata kami: Biarlah kita mendirikan mezbah itu bagi kita! Bukanlah untuk korban bakaran dan bukanlah untuk korban sembelihan,
27  tetapi supaya mezbah itu menjadi saksi antara kami dan kamu, dan antara keturunan kita kemudian, bahwa kami tetap beribadah kepada TUHAN di hadapan-Nya dengan korban bakaran, korban sembelihan dan korban keselamatan kami. Jadi tidaklah mungkin anak-anak kamu di kemudian hari berkata kepada anak-anak kami: Kamu tidak mempunyai bagian pada TUHAN.
28  Lagi kata kami: Apabila di kemudian hari demikian dikatakan mereka kepada kita dan kepada keturunan kita, maka kita akan berkata: Tengoklah bangunan tiruan mezbah TUHAN itu, yang telah dibuat oleh nenek moyang kami. Bukan untuk korban bakaran dan bukan untuk korban sembelihan, tetapi mezbah itu menjadi saksi antara kami dan kamu.
29  Jauhlah dari pada kami untuk memberontak terhadap TUHAN, dan untuk berbalik dari pada TUHAN pada hari ini dengan mendirikan mezbah untuk korban bakaran, korban sajian atau korban sembelihan, mezbah yang bukan mezbah TUHAN, Allah kita, yang ada di depan Kemah Suci-Nya!"
30  Setelah imam Pinehas dan para pemimpin umat serta para kepala kaum-kaum orang Israel yang bersama-sama dengan dia, mendengar perkataan yang dikatakan oleh bani Ruben, bani Gad dan bani Manasye itu, maka mereka menganggap hal itu baik.
31  Kemudian berkatalah imam Pinehas bin Eleazar kepada bani Ruben, bani Gad dan bani Manasye: "Sekarang tahulah kami bahwa TUHAN ada di tengah-tengah kita, sebab tidaklah kamu berubah setia terhadap TUHAN. Dengan demikian kamu telah melepaskan orang Israel dari hukuman TUHAN."
32  Sesudah itu imam Pinehas bin Eleazar serta para pemimpin itu meninggalkan bani Ruben dan bani Gad di tanah Gilead, pulang ke Kanaan kepada orang Israel, lalu disampaikanlah berita itu kepada mereka.
33  Hal itu dipandang baik oleh orang Israel, sehingga orang Israel memuji Allah dan tidak lagi berkata hendak maju memerangi mereka untuk memusnahkan negeri yang didiami bani Ruben dan bani Gad itu.
34  Dan bani Ruben dan bani Gad menamai mezbah itu: Saksi, karena inilah saksi antara kita, bahwa TUHAN itulah Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Maret -- MARKUS 4:35-41 - BERTOLAK KE SEBERANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 7 Maret 2026
Bacaan : MARKUS 4:35-41
Setahun: Ulangan 24-27
Nats: Pada hari itu, menjelang malam, Yesus berkata kepada mereka, "Marilah kita bertolak ke seberang." (Markus 4:35)

Renungan:

BERTOLAK KE SEBERANG

Apakah yang Anda harapkan dari menjadi pengikut Yesus? Apakah untuk mendapat hidup yang damai, tenang, mudah? Jika demikian, mungkin kita telah salah dalam menempatkan harapan. Sebab, sesungguhnya Yesus mengajak kita untuk bertolak ke seberang.

Yesus mengajak para murid untuk bertolak ke seberang danau. Namun, perjalanan mengikut Yesus itu justru membawa mereka pada situasi hidup dan mati karena terpaan badai. Kondisi tersebut membuat mereka panik dan kembali mengandalkan diri mereka sendiri. Sekalipun sebagian dari mereka dahulunya adalah nelayan yang semestinya telah banyak mengalami badai serupa, tetapi semakin mereka mengandalkan kekuatan mereka, justru mereka semakin tidak berdaya. Dalam kekalutan, akhirnya mereka menggugat Yesus.

Setelah Yesus meneduhkan badai tersebut, Ia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Ya, inilah arti sesungguhnya dari ajakannya untuk bertolak ke seberang. Ia mengajak mereka untuk menyeberangi lautan kemanusiawian mereka yang terbatas, untuk menyandarkan hidup pada iman kepada-Nya. Iman menjawab dan meneduhkan segala perkara, sebab Yesus selalu berdiri untuk meredakan badai bagi mereka.

Hidup manusia tidak bisa lepas dari pergumulan. Dalam segala pergumulan itu, janganlah kita tenggelam dalam kemanusiawian kita. Bersandarlah kepada Yesus, sebab Dia selalu berdiri di depan kita untuk meredakan setiap badai dan memberi keteduhan dalam hidup. --ZDP/www.renunganharian.net
   
BERSANDARLAH PADA IMAN KEPADA YESUS. IA SELALU BERDIRI DI DEPAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+4:35-41

MARKUS 4:35-41

35  Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
36  Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
37  Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
38  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
39  Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
41  Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+24-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+24-27

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 7 Maret -- Yosua 22:1-8 - Jangan Lupakan Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 7 Maret 2026
Ayat SH: Yosua 22:1-8

Judul: Jangan Lupakan Tuhan

Salah satu godaan besar dalam perjalanan iman orang Kristen adalah ketika kita mengalami kesuksesan, sering kali kita tergoda untuk melupakan Tuhan dan mengandalkan diri sendiri. Sewaktu kita bergumul dalam kekurangan, mungkin kita selalu datang kepada Tuhan memohon pertolongan-Nya. Tetapi, setelah Tuhan menjawab doa-doa kita dan memberi kelimpahan, apakah kita tetap ingat Tuhan dan bersandar pada-Nya?

Setelah bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, TUHAN memenuhi janji-Nya kepada mereka untuk menikmati kelimpahan, kenyamanan, dan yang paling penting, ketenteraman hidup (lih. 21:43-45). Sesuai dengan janji TUHAN, Yosua telah membagikan seluruh tanah perjanjian itu kepada suku-suku Israel. Demikian juga orang Ruben, Gad, dan Manasye yang setengah itu, telah menerima bagian mereka masing-masing seperti yang telah dijanjikan TUHAN melalui Musa (1-4, 7).

Akan tetapi, hal yang menarik adalah di tengah-tengah berkat secara materi yang sedang mereka nikmati

ini, Yosua mengingatkan mereka untuk tetap ingat dan tidak melupakan Tuhan. Yosua kembali mengingatkan orang Ruben, Gad, suku Manasye dan seluruh orang Israel untuk berpegang pada pesan penting Musa kepada mereka. Pesan penting tersebut adalah bahwa mereka harus tetap setia kepada Allah yang dilandaskan pada kasih kepada TUHAN (5).

Yosua mengingatkan bangsa Israel perihal tanggung jawab rohani mereka. Allah telah membuktikan kesetiaan dan kasih-Nya kepada bangsa Israel, kini Yosua menuntut mereka untuk menunjukkan kesetiaan dan kasih mereka dengan melakukan firman dan kehendak-Nya.

Renungkanlah betapa besar kasih dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan telah memberikan berkat rohani terbesar dengan mati untuk kita. Ia juga memberikan berkat jasmani dengan terus memelihara hidup kita sehingga kita bisa tetap hidup sebagaimana adanya kita hari ini. Karena itu, marilah kita juga setia dan mengasihi-Nya. Jangan melupakan Tuhan apa pun keadaan kita. [ABL]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+22:1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+22:1-8

Yosua 22:1-8

 1  Lalu Yosua memanggil orang Ruben, orang Gad dan suku Manasye yang setengah itu,
 2  dan berkata kepada mereka: "Kamu telah memelihara segala yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, dan telah mendengarkan perkataanku dalam segala yang kuperintahkan kepadamu.
 3  Kamu tidak meninggalkan saudara-saudaramu selama waktu ini, sampai sekarang, tetapi kamu setia memelihara perintah TUHAN, Allahmu, kepadamu.
 4  Tetapi sekarang TUHAN, Allahmu, telah mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu, seperti yang dijanjikan-Nya kepada mereka. Oleh sebab itu, pulanglah ke kemahmu, ke tanah milikmu, yang telah diberikan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, di seberang Yordan.
 5  Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."
 6  Lalu Yosua memberkati mereka dan melepas mereka pergi. Maka pulanglah mereka ke kemah mereka.
 7  Kepada suku Manasye yang setengah telah diberikan Musa bagian mereka di Basan; kepada suku yang setengah lagi telah diberikan Yosua bagian mereka di antara saudara-saudara mereka di sebelah barat sungai Yordan. Lagipun ketika Yosua melepas mereka pergi ke kemah mereka, setelah memberkati mereka,
 8  maka ia berkata kepada mereka, demikian: "Pulanglah ke kemahmu dengan kekayaan yang banyak dan dengan sangat banyak ternak, dengan perak, emas, tembaga, besi dan dengan pakaian yang sangat banyak. Bagilah dengan saudara-saudaramu jarahan yang dari musuhmu itu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 7 Maret -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yosua 22:1-8

Setelah penderitaan panjang di padang gurun dan sengketa perebutan tanah, Yosua menghimpun suku Ruben, Gad, dan setengah Manasye di Sikhem untuk mengingatkan satu hal pokok: meski mereka sudah menerima warisan tanah di seberang Yordan, tugas utama mereka-memelihara hukum Musa dan setia kepada TUHAN-tidak boleh kendur.

Dengan tabut perjanjian di antara imam-imam, Yosua menegaskan pentingnya ketaatan dan kasih ("mengasihi TUHAN Allahmu dan berjalan di segala jalan-Nya"), memberi berkat, lalu mengutus mereka pulang dengan sukacita. Pesan ini menegaskan bahwa rest time bukan alasan untuk lalai, melainkan momen berharga untuk memperdalam komitmen akan panggilan terbesar.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapa yang Yosua panggil dan apa yang ia katakan kepada mereka? (1-5)
2. Apa yang Yosua lakukan kemudian? (6-8)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Dari kisah ini, pelajaran apa yang dapat membantu Anda mengelola potensi konflik internal di tengah pekerjaan bersama?
2. Dalam melayani, langkah apa yang bisa Anda ambil agar tetap berfokus pada pekerjaan Tuhan, tanpa tergoda "jalan lain"?
3. Bagaimana keyakinan bahwa "Tuhan menyertai kita" memberi pengharapan konkret dalam pelayanan kita hari ini?

Apa respons Anda?
1. Untuk hal apa saja Anda ingin mengucap syukur kepada Tuhan hari ini?
2. Apa yang perlu Anda akui dan mohon ampun lewat pengakuan dosa?

Pokok Doa:
Meneguhkan visi jemaat untuk menjaga nilai kebenaran dan kasih Allah di dalam hidup bersama umat yang berbeda iman.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+22:1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+22:1-8

Yosua 22:1-8

 1  Lalu Yosua memanggil orang Ruben, orang Gad dan suku Manasye yang setengah itu,
 2  dan berkata kepada mereka: "Kamu telah memelihara segala yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, dan telah mendengarkan perkataanku dalam segala yang kuperintahkan kepadamu.
 3  Kamu tidak meninggalkan saudara-saudaramu selama waktu ini, sampai sekarang, tetapi kamu setia memelihara perintah TUHAN, Allahmu, kepadamu.
 4  Tetapi sekarang TUHAN, Allahmu, telah mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu, seperti yang dijanjikan-Nya kepada mereka. Oleh sebab itu, pulanglah ke kemahmu, ke tanah milikmu, yang telah diberikan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, di seberang Yordan.
 5  Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."
 6  Lalu Yosua memberkati mereka dan melepas mereka pergi. Maka pulanglah mereka ke kemah mereka.
 7  Kepada suku Manasye yang setengah telah diberikan Musa bagian mereka di Basan; kepada suku yang setengah lagi telah diberikan Yosua bagian mereka di antara saudara-saudara mereka di sebelah barat sungai Yordan. Lagipun ketika Yosua melepas mereka pergi ke kemah mereka, setelah memberkati mereka,
 8  maka ia berkata kepada mereka, demikian: "Pulanglah ke kemahmu dengan kekayaan yang banyak dan dengan sangat banyak ternak, dengan perak, emas, tembaga, besi dan dengan pakaian yang sangat banyak. Bagilah dengan saudara-saudaramu jarahan yang dari musuhmu itu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 6 Maret -- YOHANES 7:53-8:11 - SENGAJA DICARI KESALAHANNYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 6 Maret 2026
Bacaan : YOHANES 7:53-8:11
Setahun: Ulangan 21-23
Nats: Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Namun, Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. (Yohanes 8:6)

Renungan:

SENGAJA DICARI KESALAHANNYA

Dengan dalih memikirkan omzet perusahaan yang tidak menutup biaya operasional, seorang rekan kerja menyalahkan kinerja Doni, seorang staf pemasaran. Doni mengakui, memang omzet penjualannya menurun. Doni berusaha meningkatkan omzet dengan menambah pelanggan baru. Setelah meningkat, rekannya mencari-cari lagi kesalahannya. Katanya, percuma banyak pelanggan, kalau setiap orderan transaksinya kecil. Doni kembali berusaha, dan berhasil mendapatkan beberapa pembeli yang sekali order transaksinya besar.

Seseorang bisa tidak suka kepada kita, mencari-cari kesalahan kita dan pasti ketemu. Kita mungkin menjadi marah dan ingin membalas, tetapi mari meneladani Yesus. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi benci kepada Yesus karena menganggap Dia musuh. Mereka membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zina dan meminta pendapat-Nya (ay. 4-5). Mereka tidak tertarik kepada kebenaran, tetapi pada pembenaran diri. Di mata mereka, wanita malang ini bukan manusia, melainkan sebuah perangkap untuk menjebak Yesus (ay. 6). Mereka tidak tertarik pada keadilan atau belas kasih, tetapi memojokkan Yesus.

Suatu ketika kita bisa berhadapan dengan orang yang tidak suka atau benci pada kita, lalu menyerang, salah satu bentuknya adalah mencari-cari kesalahan kita. Respons kita sebaiknya tetap tenang, memperbaiki diri, dan tidak perlu dendam. Mari kita bertumbuh makin baik. Jangan menjadi orang yang hanya memikirkan kesalahan orang lain tapi tidak memikirkan kesalahannya sendiri. --RTG/www.renunganharian.net
   
KITA SEBAIKNYA TETAP TENANG, MEMPERBAIKI DIRI, DAN TIDAK PERLU SAKIT HATI, KETIKA SESEORANG MENCARI-CARI KESALAHAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+7:53-8:11

YOHANES 7:53-8:11

53  Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,
 1  tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
 2  Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
 3  Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
 4  Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
 5  Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
 6  Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
 7  Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
 8  Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
 9  Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
10  Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
11  Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+21-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+21-23

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]