(e-RH) 1 Oktober -- AMSAL 11:24-31 - RESEP BAHAGIA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 1 Oktober 2022
Bacaan : AMSAL 11:24-31
Setahun: Matius 1-4
Nats: Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. (Amsal 11:25)

Renungan:

RESEP BAHAGIA

Sepulang melakukan kunjungan dan pelayanan sosial ke sebuah lembaga pemasyarakatan, salah seorang pemuda berkata, "Tadinya saya berpikir bahwa tujuan saya dan teman-teman berkunjung ke sana ialah untuk menguatkan para warga binaan, menolong dan melayani serta berbagi berkat kepada mereka melalui bantuan sosial serta kehadiran kami. Ternyata setelah di sana, justru sayalah yang merasa sangat diberkati melalui keramahan dan pelayanan mereka, juga dengan menyaksikan semangat dan ketulusan mereka saat mengikuti kebaktian. Sayalah yang justru dikuatkan dan diteguhkan untuk terus bertekun melayani Tuhan." Ia pun berjanji akan lebih sering terlibat dalam pelayanan ini.

Umumnya kita senang menerima sesuatu dari orang lain, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga hal-hal lain seperti pujian, perhatian, juga pelayanan yang baik. Namun ada sisi lain yang juga perlu kita lakukan jika ingin berbahagia, yakni dengan memberi. Menunjukkan kemurahan hati dan berbagai tindakan kebajikan. Serta berbagi berkat kepada orang-orang yang memerlukannya. Pemberian kita yang kecil dapat membuat seseorang tersenyum. Memberi semangat dan pengharapan kepada orang-orang yang lemah dan nyaris putus asa. Menjadi jawaban bagi doa-doa orang lain.

Ini selaras dengan pengajaran Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa: Lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kis. 20:35). Ketika kita dengan rela berbagi berkat kepada orang lain, bukan hanya secara materi, tetapi juga dalam rupa-rupa kebaikan, maka kita sendiri akan mengalami kebenaran ini. Itulah resep hidup berbahagia. --HT/www.renunganharian.net
   
ORANG YANG MEMBAGIKAN BERKATNYA KEPADA ORANG LAIN TIDAK AKAN KEKURANGAN SESUATU YANG BAIK, MALAHAN IA SEDANG MELIPATGANDAKANNYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2022/10/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+11:24-31

AMSAL 11:24-31

24  Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
25  Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
26  Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
27  Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.
28  Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.
29  Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.
30  Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.
31  Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Matius+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2022 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 1 Oktober -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Wahyu 12:10-12

Wahyu bukanlah catatan sejarah masa lampau ataupun gambaran kronologis masa depan. Wahyu memperlihatkan kedaulatan Allah atas dunia ini, atas sejarah, dan atas masa depan dari berbagai perspektif. Ada gambaran penderitaan yang akan dihadapi oleh umat Tuhan, namun ada juga sukacita yang akan dialami oleh umat-Nya yang setia sampai akhir.

Iman dan ketaatan kita kepada Allah adalah dasar bagi kita bersukacita dalam penderitaan. Penderitaan karena iman adalah kemuliaan orang beriman, juga adalah cara dinyatakannya kemenangan Allah yang sejati. Ketika kita menjadi sama seperti kelemahan dan kematian yang pernah dialami Yesus, kita adalah bagian dari kemenangan dan kemuliaan-Nya.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dinyatakan telah tiba melalui suara nyaring di surga? (10)
2. Dengan apakah umat Allah dapat menang atas Iblis? (11)
3. Apa yang diserukan kepada surga dan warga kerajaan surgawi, juga kepada bumi dan laut? (12)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Seberapa besar keselamatan yang Allah telah berikan kepada Anda?
2. Mengapa orang percaya dapat bersukacita walau penderitaan dan kesulitan hidup masih ada?

Apa respons Anda?
1. Adakah pengalaman akan penyertaan Tuhan dalam hidup Anda ketika mengalami masa-masa sulit? Ceritakanlah!
2. Bagaimana cara Anda membangun tekad untuk tetap mempertahankan iman dalam tekanan?
3. Adakah saudara atau teman yang masih bergumul di dalam godaan ataupun ancaman? Maukah Anda mendoakan dan memberikan kata-kata penguatan baginya?

Pokok Doa:
Mendoakan keluarga-keluarga supaya diberi kekuatan dan ketegaran dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2022/10/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Wahyu+12:10-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Wahyu+12:10-12

Wahyu 12:10-12

10  Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
11  Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
12  Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 1 Oktober -- Wahyu 12:10-12 - Waspada di Balik Sukacita

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 1 Oktober 2022
Ayat SH: Wahyu 12:10-12

Judul: Waspada di Balik Sukacita

Setan Merah (julukan untuk Manchester United, klub sepak bola profesional Inggris) mengalami kekalahan ketika melawan Liverpool dalam pertandingan Liga Inggris. Kekalahan "Setan Merah" mungkin terkesan dahsyat bagi sebagian orang, tetapi tidak lebih besar daripada kekalahan Iblis dalam bacaan kali ini. Melalui nyanyian kemenangan para martir di surga, Rasul Yohanes mengumandangkan tibanya kemenangan umat Allah dan kekalahan Iblis.

Ada dua hal yang menonjol dalam nyanyian kemenangan para martir di surga. Pertama, penulis Wahyu mendengar adanya pengakuan dari surga bahwa Allah adalah Raja dan Penyelamat yang berkuasa menyelamatkan orang-orang percaya (10), dan pengakuan terhadap Yesus Kristus sebagai Raja Penyelamat yang dijanjikan (11). Yesuslah Penjamin keselamatan bagi orang beriman di hadapan Allah. Ia telah membungkam pendakwa melalui karya kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke surga sebagai raja yang dijanjikan.

Kedua, peringatan kepada semua orang yang masih hidup dan berjuang di dunia bahwa si pendakwa mengalami kekalahan yang menyakitkan di surga dan dibuang ke bumi. Kita juga diingatkan selalu bahwa Iblis memiliki waktu kerja yang amat terbatas untuk membinasakan sebanyak mungkin orang di bumi.

Bersukacita dan waspada adalah dua kata yang tepat bagi kita dalam menghadapi sepak terjang Iblis. Bersukacitalah karena kita sudah memiliki dasar atau landasan untuk menang. Waspadalah karena Iblis yang mengalami kekalahan yang menyakitkan di surga, kini memerangi kita di bumi.

Yohanes memperlihatkan bahwa di dalam Kristus ada kemenangan melawan Iblis karena Allah menjamin keselamatan kita. Dia berkuasa memelihara, melindungi, dan menolong kita, sekarang dan kelak di dalam kekekalan. Iblis sudah dikalahkan dan kita adalah pemenang di dalam Kristus. Lalu, dalam hidup sehari-hari, apakah kita sudah sungguh-sungguh mengalami kemenangan iman? Tekunlah berdoa karena Iblis berusaha menghancurkan kita, jemaat Kristus di dunia! [EMR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2022/10/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Wahyu+12:10-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Wahyu+12:10-12

Wahyu 12:10-12

10  Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
11  Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
12  Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 30 September -- IBRANI 2:9-18 - YESUS MEMAHAMI HATIMU

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 30 September 2022
Bacaan : IBRANI 2:9-18
Setahun: Maleakhi 1-4
Nats: Karena Ia sendiri telah menderita ketika dicobai, maka Ia dapat menolong mereka yang sedang dicobai. (Ibrani 2:18)

Renungan:

YESUS MEMAHAMI HATIMU

Bunda Teresa adalah figur ibu yang baik bagi orang-orang yang ada di Kolkata, India. Beliau mengabdikan diri untuk melayani orang-orang yang terpinggirkan, sakit kusta dan tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat. Beliau merasakan sendiri penderitaan mereka karena memang keseharian Bunda Teresa ada bersama-sama mereka. Beliau merasakan saat mereka terluka, terbuang dan dikucilkan. Sebagai ibu rohani, beliau memiliki hati seperti Tuhan Yesus yang mau memahami hati orang-orang yang ia layani.

Teks Ibrani 2:9-18 ini menunjukkan kebenaran bahwa Yesus sendiri sebagai manusia juga pernah merasakan kesulitan dalam hidup karena Ia juga sepenuhnya manusia (ay. 14), Ia mengalami maut (ay. 9), dan membebaskan mereka dari perhambaan akan ketakutannya oleh sebab maut (ay. 15). Jadi, Yesus pun pernah sama-sama merasakan penderitaan manusia. Mengapa demikian? Karena sebagai Imam Besar, Ia berkenan menaruh belas kasihan pada manusia (ay. 17).

Saat mengalami hidup yang sukar, jangan pernah khawatir dan takut. Yesus memahami hatimu karena Ia sendiri juga pernah menjadi manusia dan merasakan apa yang kamu rasakan. Mari ungkapkan isi hatimu kepada-Nya, Dialah Allah yang memahami hidup manusia. Tuhan mau kita sebagai anak-anak-Nya dekat dengan Dia supaya saat mengalami masa sukar, kita tetap beroleh kekuatan untuk melewatinya bahkan damai sejahtera yang tidak pernah kita dapatkan dalam dunia yang fana ini. Bahkan saat kita jatuh dalam dosa pun dan mengalami penderitaan, Ia juga tetap mau menjadi pendamai supaya hubungan kita dengan Allah tidak terputus. --YDS/www.renunganharian.net
   
BERSYUKURLAH KITA PUNYA YESUS YANG MEMAHAMI HIDUP KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2022/09/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+2:9-18

IBRANI 2:9-18

 9  Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
10  Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah--yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.
11  Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,
12  kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,"
13  dan lagi: "Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya," dan lagi: "Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku."
14  Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
15  dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
16  Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
17  Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
18  Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Maleakhi+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Maleakhi+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2022 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 30 September -- Wahyu 12:7-9 - Iblis, Musuh Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 30 September 2022
Ayat SH: Wahyu 12:7-9

Judul: Iblis, Musuh Allah

Lirik lagu "Awas Iblis musuh kita, awas Iblis musuh kita. Ia jalan sini-sana, ia pasang perangkapnya. Awas Iblis musuh kita" biasanya dinyanyikan anak-anak dalam ibadah Sekolah Minggu. Lirik itu mengandung peringatan penting bagi kita bahwa Iblis adalah musuh yang bukan hanya perlu diwaspadai, tetapi harus dilawan. Ia telah menyesatkan manusia di bumi di hadapan Allah. Benarkah Iblis itu musuh Allah?

Iblis adalah pribadi yang memberontak kepada Allah. Dia selalu berusaha menggagalkan rencana Allah yang baik bagi hidup manusia dan menimbulkan penderitaan bagi manusia.

Dalam nas sebelumnya, Rasul Yohanes menceritakan tentang naga merah padam yang berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan untuk menelan anaknya. Kisah itu menggambarkan serangan Iblis dan tindakan penyelamatan Allah terhadap gereja-Nya. Dalam nas hari ini (7-9), Yohanes melihat sebuah peperangan di surga antara Mikhael dan naga (alias ular tua, alias Iblis, atau Setan) yang pekerjaannya adalah menyesatkan seluruh dunia. Iblis dikalahkan dan dilemparkan ke bumi. Kekalahan Iblis mengajarkan kepada kita bahwa siapa pun yang menyesatkan manusia di bumi adalah musuh Allah dan akan dihukum. Kekalahan Iblis juga mengajarkan bahwa tak seorang pun berkuasa melawan Allah, Sang Pencipta!

Iblis, Setan, sang penyesat di seluruh dunia sudah dikalahkan Allah. Jadi, jangan takut kepadanya; takutlah hanya kepada Allah di dalam Yesus Kristus karena di dalam-Nya kita dipelihara dan diselamatkan dari kuasa dan pengaruh Iblis. Kita juga diingatkan agar tidak melawan Allah, sebab orang yang melawan Allah adalah Iblis, musuh Allah, dan pasti dihukum.

Iblis itu musuh Allah, itu artinya Iblis juga musuh kita. Tetapi, mari kita bersyukur karena Iblis sudah dikalahkan Allah. Berdoalah agar Iblis tidak menjadikan kita kaki tangannya untuk melawan Allah sehingga kita menjadi musuh Allah. Berdoalah agar Allah menolong kita untuk mampu mengenali dan membedakan segala upaya Iblis yang berusaha memakai pikiran, hati, dan perbuatan kita untuk melawan Allah. [EMR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2022/09/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Wahyu+12:7-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Wahyu+12:7-9

Wahyu 12:7-9

 7  Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
 8  tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
 9  Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 29 September -- 1 RAJA-RAJA 21:1-16 - MISTERI UKURAN KOIN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 29 September 2022
Bacaan : 1 RAJA-RAJA 21:1-16
Setahun: Zakharia 8-14
Nats: Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar ... berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan. (1 Raja-raja 21:4)

Renungan:

MISTERI UKURAN KOIN

Seorang pemuda mengeluhkan beratnya permasalahan yang dihadapinya. Ayahnya mengambil koin dan memintanya memegang koin itu dengan tangan terentang ke depan. "Bagaimana ukurannya?" tanya ayahnya. "Kecil sekali ayah, " jawabnya. "Sekarang dekatkan ke matamu. Bagaimana ukurannya?" tanya beliau lagi. "Semakin mendekat, koin ini tampak semakin besar, " jawabnya. "Seperti itulah sebuah masalah, anakku!" kata ayahnya, "Apabila kau terus-menerus memusatkan perhatianmu kepadanya, ia akan tampak semakin besar, bahkan menguasai hidupmu."

Begitu negosiasinya mengenai kebun anggur milik Nabot tidak disetujui, Ahab menjadi uring-uringan. Ia lalu membaringkan dirinya di tempat tidur, menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan. Kita mungkin berpikir betapa sepelenya masalah Ahab. Dibanding seluruh harta kekayaan miliknya yang adalah seorang raja, sebuah kebun anggur tentu tidak ada artinya. Masalahnya adalah cara pandang Ahab. Ketimbang merentangkan tangannya, Ahab memilih mendekatkan tangan berisi koin keinginan itu ke matanya. Alhasil, keinginannya membesar menguasai dirinya, sehingga ia membiarkan Izebel, istrinya yang licik itu, melakukan tindakan keji terhadap Nabot.

Tidak ada di dunia ini kehidupan tanpa masalah. Namun, tidak ada pula kehidupan yang hanya berisikan masalah. Merana atau bahagia, semua itu tergantung bagaimana kita memperlakukan koin-koin pemasalahan di tangan kita. Akankah kita mendekatkan koin-koin itu kemudian membiarkannya menguasai kehidupan kita, ataukah kita merentangkan tangan supaya Tuhan bisa mengambil alih? Pilihan ada di tangan kita. --LIN/www.renunganharian.net
   
KETIKA MATA KITA TERTUJU KEPADA ALLAH, MAKA TIDAK ADA LAGI RUANG BAGI KOIN-KOIN PERMASALAHAN UNTUK MENGUASAI KEHIDUPAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2022/09/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+RAJA-RAJA+21:1-16

1 RAJA-RAJA 21:1-16

 1  Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.
 2  Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang."
 3  Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!"
 4  Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan.
 5  Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?"
 6  Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu."
 7  Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu."
 8  Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot.
 9  Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat.
10  Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati."
11  Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka.
12  Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat.
13  Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: "Nabot telah mengutuk Allah dan raja." Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati.
14  Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: "Nabot sudah dilempari sampai mati."
15  Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati."
16  Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Zakharia+8-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Zakharia+8-14

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2022 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 29 September -- Wahyu 12:1-6 - Diselamatkan dalam Peperangan Rohani

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 29 September 2022
Ayat SH: Wahyu 12:1-6

Judul: Diselamatkan dalam Peperangan Rohani

Hidup adalah zona perang dan kitalah pejuangnya. Pejuang sejati harus menghadapi peperangan dengan berani, tidak boleh menunjukkan kelemahan, tidak berjuang dengan kekuatan diri sendiri, dan mau mengandalkan Tuhan. Musuh kita dalam peperangan rohani adalah Iblis. Walaupun ia kuat, kelihatan berkuasa, dan serangannya dahsyat, kekuatannya telah dipatahkan dan dikalahkan oleh Yesus.

Yohanes kembali mendorong Gereja untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan, sebab gereja adalah milik Tuhan. Rasul Yohanes melihat gereja sebagai metafora dari seorang perempuan. Pertama, perempuan yang berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya (1). Kedua, perempuan itu kesulitan bersalin, namun dapat melahirkan (2). Ketiga, perempuan itu lari ke padang gurun, di suatu tempat yang disediakan Allah (6).

Gereja hidup dalam terang kemuliaan Allah. Dalam terang Allah itu, Gereja harus berjuang menghadapi kesengsaraan dan kesulitan, dan harus waspada terhadap serangan Iblis. Sebab, Iblis berjuang untuk membinasakan umat pilihan Allah. Namun, Allah selalu bertindak menyelamatkan. Sebagaimana Allah memelihara Israel dalam perjalanan mereka di padang gurun, demikianlah Gereja dipelihara dan diselamatkan oleh Allah di dalam dunia.

Perjuangan kita saat ini adalah menghadapi berbagai kesulitan serta kesengsaraan dari dalam diri sendiri, dan tentunya berjuang melawan Iblis. Ia digambarkan sebagai naga merah padam yang besar, yakni suatu makhluk yang seram dan menakutkan, namun tak berdaya di hadapan Tuhan yang memelihara hidup kita.

Kita bersyukur karena dalam berbagai kesulitan dan kesengsaraan hidup, dan dalam perjuangan iman, kita tidak berjuang sendiri. Kita berjuang bersama Tuhan. Ingatlah, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, dan Ia menyediakannya bagi kita! Marilah kita berjuang dan menghasilkan kehidupan benar yang memancarkan kemuliaan Allah dan memohon Tuhan terus menolong kita agar kita selalu menang dalam pertandingan iman. [EMR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2022/09/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Wahyu+12:1-6
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Wahyu+12:1-6

Wahyu 12:1-6

 1  Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
 2  Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
 3  Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
 4  Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
 5  Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
 6  Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 28 September -- AMSAL 1:20-33 - HIKMAT DI JALANAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 28 September 2022
Bacaan : AMSAL 1:20-33
Setahun: Zakharia 1-7
Nats: Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya. (Amsal 1:20)

Renungan:

HIKMAT DI JALANAN

Banyaknya gelar akademis tidak otomatis membuat seseorang menjadi berhikmat alias bijaksana. Seseorang yang bahkan tak pernah mengenyam bangku sekolah pun bisa menjadi seorang yang sangat bijak. Mengapa demikian?

Sesungguhnya Allah telah menaruh hikmat-Nya dengan limpahnya di dalam seluruh ciptaan-Nya. Hikmat itu berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan, di atas tembok, dan di pintu gerbang (ay. 20-21). Artinya, hikmat itu tersedia di mana saja. Kita hanya perlu membuka mata dan telinga. Rela menjadi seorang pembelajar. Terus melatih diri memahami berbagai perkara. Mengamati sesuatu, menelaahnya, lalu menarik pelajaran darinya. Mulai dari berbagai peristiwa di alam semesta, juga dari pengalaman sendiri serta orang lain.

Mengamati kehidupan semut bisa membuat seorang pemalas menjadi rajin. Menyaksikan tetes air yang melubangi batu karang dapat membuat seseorang belajar tentang ketekunan. Mengamati alur air mengajarkan kita bersikap luwes dalam menjalani hidup. Mendengarkan nasihat dan teguran dapat menghindarkan kita dari celaka dan kesukaran (ay. 24-27). Menjalani kehidupan dengan takut akan Tuhan akan menjauhkan kita dari kebinasaan dan malapetaka (ay. 29-33). Dan sesungguhnya, di sinilah sumbernya, karena "takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan" (Ams. 1:7). Dialah yang akan menolong kita memahami segala sesuatu. Bahkan jika kita masih merasa diri bodoh atau kekurangan hikmat, kita didorong untuk memintanya kepada Allah (Yak. 1:5). Dialah yang akan memperlengkapi kita dengan hikmat-Nya yang tiada tara. --HT/www.renunganharian.net
   
MARI DATANG PADA ALLAH, SANG SUMBER HIKMAT AGAR KITA MENJADI BIJAK DAN MENJALANI HIDUP DENGAN SELAMAT.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2022/09/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+1:20-33

AMSAL 1:20-33

20  Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,
21  di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.
22  "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?
23  Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
24  Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
25  bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
26  maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
27  apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.
28  Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.
29  Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN,
30  tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku,
31  maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.
32  Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.
33  Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Zakharia+1-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Zakharia+1-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2022 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]