(e-RH) 10 Juni -- AMSAL 30:7-9 - MENCUKUPKAN DIRI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 10 Juni 2026
Bacaan : AMSAL 30:7-9
Setahun: Ayub 32-34
Nats: Jauhkanlah dariku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. (Amsal 30:8)

Renungan:

MENCUKUPKAN DIRI

Pernahkah kita mendengar kisah tentang Raja Midas dalam mitologi Yunani? Raja Midas adalah seorang raja yang kaya raya. Suatu kali ia menolong seorang dewa, Dyonisius. Karena perbuatannya tersebut, sang dewa mengabulkan permohonan raja. Raja Midas memohon agar apa pun yang disentuh oleh tangannya berubah menjadi emas. Permohonannya terkabul dan apa pun yang disentuh tangannya langsung berubah menjadi emas. Akan tetapi Raja Midas akhirnya menyesali keinginannya karena tanpa sengaja anak perempuan kesayangannya menjadi patung emas ketika tersentuh oleh tangannya. Ketamakan hatinya akan harta ternyata membawa petaka dalam kehidupannya.

Agur bin Yake di dalam Amsal menuliskan sebuah hikmat penting berkaitan dengan kekayaan di dalam kehidupan manusia. Ia berdoa agar Allah tidak memberikan kekayaan dan kemiskinan. Alasan yang dia sampaikan adalah supaya ia tidak menyangkal Tuhan di kala kekenyangan atau mencuri dan mempermalukan nama Tuhan di kala berkekurangan. Dengan kata lain, ia memohon agar diberikan kecukupan dalam hidupnya dan belajar bersyukur untuk setiap berkat yang diterimanya dari Tuhan.

Bersyukur dan belajar mencukupkan diri atas segala berkat Tuhan adalah sesuatu yang penting buat setiap anak Tuhan. Bukankah dalam doa Bapa Kami, Tuhan Yesus mengajarkan, "Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya" (Mat. 6:11)? Lagi pula kita diingatkan, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, 'Aku sekali-kali tidak akan mengabaikan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'" (Ibr. 13:5). Mulailah dan belajarlah bersyukur dan mencukupkan diri dengan segala berkat yang Tuhan telah berikan di dalam kehidupan kita. --DSK/www.renunganharian.net
   
AWALI HARI DENGAN MENGUCAP SYUKUR DAN BELAJARLAH MENCUKUPKAN DIRI ATAS SEGALA PEMBERIAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AMSAL+30:7-9

AMSAL 30:7-9

 7  Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni:
 8  Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
 9  Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+32-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+32-34

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 10 Juni -- 1 Korintus 15:12-34 - Kebangkitan Kristus Tidak Sia-Sia

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 10 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 15:12-34

Judul: Kebangkitan Kristus Tidak Sia-Sia

Bayangkan, apa jadinya bila seseorang berjuang hingga mengorbankan segalanya demi sesuatu yang ternyata tidak pernah ada. Pasti itu terasa sia-sia dan menyakitkan. Itulah yang Paulus sampaikan kepada jemaat di Korintus.

Tanpa kebangkitan Kristus, seluruh fondasi iman Kristen akan runtuh (14-15). Kita tetap terikat dalam dosa dan tidak ada pengharapan setelah kematian. Kita hanyalah sekumpulan orang yang tertipu oleh harapan kosong (16-19). Karena itu, Paulus dengan tegas menanggapi ajaran sesat yang menyebar di tengah jemaat (12).

Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa maut telah dikalahkan dan hidup kekal bukan sekadar ilusi, melainkan janji yang pasti bagi semua orang percaya (20-23). Inilah jaminan bahwa mereka yang percaya kepada Kristus tidak akan binasa, melainkan dibangkitkan (29) untuk hidup dalam kemuliaan bersama-Nya.

Kebenaran ini bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk dihidupi. Kebangkitan Kristus harus berdampak pada cara kita menjalani hidup. Bagaimana caranya? Paulus menasihati kita agar kita tidak lagi hidup dalam dosa (33-34). Hal itu karena kita telah dibangkitkan ke dalam kehidupan yang baru, melalui kebangkitan Kristus, yang menuntun kita kepada pertobatan, hati yang kudus, dan semangat untuk melayani. Itulah iman yang sejati.

Iman kepada Kristus yang telah bangkit juga memberi kita harapan yang teguh di tengah kesulitan, kedukaan, atau ketidakpastian hidup. Kita tahu bahwa akhir dari segala sesuatu bukanlah kesia-siaan ataupun kematian, melainkan hidup kekal bersama Allah.

Hidup kita di dunia ini memang tidak selalu mudah. Namun, berpeganglah pada kebenaran bahwa iman kita kepada Kristus yang bangkit bukanlah keyakinan yang sia-sia. Kebangkitan Kristus memberi kita penghiburan atas masa lalu, kekuatan untuk bertahan hari ini, dan keberanian untuk menghadapi hari esok. Tetaplah percaya dan setia. Jangan biarkan iman dan kesetiaan kita kepada Kristus goyah. Tetaplah kuat dan giat dalam pekerjaan Tuhan sebab jerih payah kita tak akan sia-sia. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+15:12-34
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+15:12-34

1 Korintus 15:12-34

12  Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
13  Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
14  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15  Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
16  Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
17  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
18  Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
19  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
20  Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
21  Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
22  Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
23  Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
24  Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
25  Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
26  Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
27  Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
28  Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
29  Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?
30  Dan kami juga--mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
31  Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.
32  Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".
33  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
34  Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 9 Juni -- 1 Korintus 15:1-11 - Menjadi Karya-Nya

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 9 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 15:1-11

Judul: Menjadi Karya-Nya

Seorang pemahat kayu tua terkenal karena keahliannya mengubah balok kayu kasar menjadi patung yang bernilai tinggi. Banyak orang hanya melihat kayu yang bengkok dan retak. Namun, sang pemahat dapat melihat karya yang indah di dalamnya. Ia berkata, "Saya tidak menciptakan bentuknya, saya hanya membebaskannya dari yang menutupinya."

Demikian pula Allah memandang hidup kita, bukan sebagai sesuatu yang rusak dan tak berguna, melainkan sebagai bahan mentah yang siap dibentuk oleh kasih karunia-Nya menjadi sesuatu yang indah.

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus mengingatkan kembali Injil yang telah mereka terima dan menjadi dasar iman mereka (1). Paulus menekankan inti Injil: Kristus telah mati karena dosa-dosa mereka, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (3-4).

Bagi Paulus, kabar baik ini bukan hanya doktrin, tetapi pengalaman pribadi. Ia menyebut dirinya sebagai "yang paling hina dari semua rasul" karena perbuatan masa lalunya ketika ia menganiaya jemaat Allah (9). Namun, ia kembali mengingat bagaimana Allah merangkul dirinya, mengangkatnya sebagai rasul, dan mengubahnya menjadi pribadi yang baru. Kini ia menyatakan betapa besar anugerah Allah yang menyelamatkan dan menyertainya, yang menjadikan dirinya pengajar dan saksi Injil yang kuat (10-11).

Tidak ada satu pun dari kita yang terlalu rusak untuk dipakai oleh Allah. Apa pun latar belakang kita, bagaimanapun masa lalu kita, Kristus mampu memulihkan, mengubahkan, dan menyempurnakan kita. Tak ada yang dapat menebus dan mengubahkan hati manusia secara sepenuhnya selain darah Yesus-Dia yang mati di atas salib dan bangkit pada hari ketiga.

Jika kita masih terus menoleh ke masa lalu dengan penyesalan, mari kita arahkan pandangan kepada anugerah Allah. Janganlah tinggal dalam rasa bersalah, melainkan layani Tuhan dengan sekuat tenaga dan ucapan syukur sebesar-besarnya karena kasih-Nya menjadikan kita sempurna. Kita adalah hasil karya-Nya. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+15:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+15:1-11

1 Korintus 15:1-11

 1  Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
 2  Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
 3  Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
 4  bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
 5  bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
 6  Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
 7  Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
 8  Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
 9  Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
10  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
11  Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 8 Juni -- 1 Korintus 14:26-40 - Menciptakan Harmonisasi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 8 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 14:26-40

Judul: Menciptakan Harmonisasi

Gendang tak akan enak didengar bila orang memukulnya sesuka hati. Untuk itulah aturan dibuat, agar kita menghasilkan ritme yang merdu dan harmonis. Begitu pula dengan kehidupan rohani kita.

Peraturan dibuat agar semua berjalan lancar dan tertib. Namun, kerap kali ada yang melanggar. Karunia dipakai semaunya tanpa mempertimbangkan keteraturan.

Paulus mengingatkan bahwa semua yang dilakukan dalam ibadah harus bertujuan untuk membangun (26). Karunia seperti menyanyi, mengajar, bahkan bernubuat dan berbahasa lidah harus digunakan secara bergantian sesuai dengan aturan (27-28). Ia menekankan pentingnya mendengarkan, memberi ruang kepada yang lain, dan membuka hati untuk belajar (29-31). Ia ingin jemaat mengerti bahwa Roh Kudus tidak bekerja dalam kekacauan, sebab Allah mereka ialah Allah keteraturan dan damai sejahtera (32-33).

Ibadah yang kacau tidak memuliakan Tuhan, tetapi justru membingungkan dan merugikan banyak orang. Sebaliknya, ketika kita mengutamakan kerendahan hati dan saling mengindahkan, ibadah menjadi tempat di mana kasih Tuhan dinyatakan (34-38). Teratur bukan berarti membatasi kuasa Roh, tetapi memberi ruang agar setiap karunia bekerja dengan utuh dan saling melengkapi (39-40).

Kita hidup pada zaman yang menghargai kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan rohani harus berjalan bersama dengan kedewasaan rohani. Tanpa aturan, apalagi ibadah, pujian pun akan berubah menjadi kebisingan. Ketika kita bersedia diatur dan dibentuk, tubuh Kristus dikuatkan dan nama Tuhan dimuliakan.

Setiap orang dipanggil untuk saling melayani, bukan saling mendahului. Kita perlu belajar menahan diri, memberi kesempatan bagi yang lain, dan menghargai karunia satu sama lain. Ketika ibadah dijiwai semangat kerendahan hati dan keteraturan, hadirat Tuhan akan nyata dan jemaat pun mengalami pertumbuhan yang sejati. Mari kita menciptakan harmonisasi ibadah yang baik di mana kasih, kepekaan, dan keteraturan berjalan beriringan dalam tuntunan Roh Kudus. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14:26-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14:26-40

1 Korintus 14:26-40

26  Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
27  Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
28  Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
29  Tentang nabi-nabi--baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.
30  Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.
31  Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
32  Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.
33  Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
34  Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
35  Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.
36  Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang?
37  Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
38  Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.
39  Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
40  Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Juni -- KEJADIAN 3:14-19 - SUSAH PAYAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
Bacaan : KEJADIAN 3:14-19
Setahun: Ayub 21-23
Nats: "... maka terkutuklah tanah karena engkau. Dengan susah payah engkau mencari makan dari tanah itu seumur hidupmu." (Kejadian 3:17b)

Renungan:

SUSAH PAYAH

Bertani menanam sayur, bisa saja ada hama dan rumput-rumput yang mengganggu. Berdagang di pasar, bisa saja ada persaingan tidak sehat yang merugikan. Mempunyai anak, bisa saja ada kesulitan sejak melahirkan dan kerewelan saat mendidik. Selalu ada hal-hal sulit dalam hidup walaupun tetap ada hal-hal baik yang Tuhan berikan.

Kehidupan manusia berubah total setelah jatuh ke dalam dosa ketika mereka makan buah pengetahuan yang baik dan jahat, yang dilarang oleh Tuhan. Setelah manusia, perempuan, dan ular saling menyalahkan maka Tuhan berfirman kepada ular, manusia, dan perempuan. Ular akan menjalar dengan perutnya dan makan debu tanah seumur hidupnya. Perempuan akan banyak susah payah saat mengandung, dan kesakitan dalam melahirkan. Manusia akan bersusah payah dalam mencari makan dari tanah seumur hidup karena ada semak duri dan rumput duri di sana, dengan cucuran keringat ia akan mencari makan sampai pada akhirnya mati. Begitu banyak susah payah yang Tuhan izinkan sebagai akibat pelanggaran mereka.

Hidup memang tidak lagi mudah dan kita tidak bisa menolaknya. Setiap hari selalu ada kesulitan yang kita hadapi, bahkan tidak jarang kesedihan dan dukacita terjadi. Namun, mari mengingat janji Tuhan bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular itu, yaitu Kristus yang membawa keselamatan dan pengampunan atas dosa kita sehingga walaupun masih ada susah payah, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Tuhan, sebelum akhirnya masuk dalam kekekalan bersama-Nya kelak. --ANT/www.renunganharian.net
   
DOSA TELAH MEMBUAT HIDUP MENJADI SULIT, TETAPI TUHAN SUDAH MENYELESAIKAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+3:14-19

KEJADIAN 3:14-19

14  Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16  Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17  Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18  semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19  dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+21-23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+21-23

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 7 Juni -- 1 Korintus 14:1-25 - Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
Ayat SH: 1 Korintus 14:1-25

Judul: Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus

Karunia rohani adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap orang percaya untuk membangun tubuh Kristus. Sayangnya, dalam jemaat di Korintus, karunia justru menjadi ajang pembuktian diri dan pencitraan rohani.

Ketika jemaat meninggikan karunia bahasa lidah, Paulus lebih menekankan karunia bernubuat. Itu karena bernubuat membawa dampak langsung, yaitu membangun, menasihati, dan menghibur (3). Bahasa lidah tanpa penafsiran hanya memberi manfaat pribadi, sedangkan bernubuat membangun jemaat (4-5). Berkata-kata dalam bahasa yang dapat dipahami lebih berarti karena membangun orang lain daripada bahasa yang tidak bisa dimengerti. Karunia rohani bukan untuk pamer kehebatan, tetapi memperkuat iman sesama (6-12).

Paulus mengajak jemaat untuk berdoa agar mereka menggunakan karunia secara bijak (13-15), dan agar ucapan syukur mereka membangun orang lain (16-17). Karunia harus digunakan dengan kesadaran akan tanggung jawab rohani, bukan sekadar kesenangan pribadi (20-22). Bahkan, dalam konteks ibadah, ia menekankan keteraturan dan kejelasan supaya jemaat menghasilkan pertumbuhan iman, bukan kebingungan (23). Ia meminta mereka untuk mengedepankan pengajaran yang jelas daripada pengalaman rohani pribadi yang tak dapat dipahami, agar orang-orang yang belum beriman dapat mengenal Allah dan merespons dengan pengakuan iman (24-25).

Teladan Paulus menantang kita untuk mengevaluasi motivasi terbesar kita dalam menggunakan karunia kita: pengakuan iman kepada Tuhan atau pengakuan diri sendiri? Benarkah kita menggunakan karunia untuk membangun orang lain, atau justru untuk membangun citra diri?

Tuhan memanggil kita untuk menjadi saluran berkat, bukan pusat perhatian. Karunia bukan untuk bermegah, tetapi untuk menguatkan tubuh Kristus dan menyatakan kasih Allah secara nyata kepada sesama. Setiap kemampuan kita adalah titipan Tuhan yang harus kita pakai dengan rendah hati. Ketika kita melayani dengan kasih, dunia dapat melihat siapa Allah yang kita sembah. [SLM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/06/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14:1-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14:1-25

1 Korintus 14:1-25

 1  Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
 2  Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
 3  Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
 4  Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
 5  Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
 6  Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?
 7  Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda?
 8  Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?
 9  Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!
10  Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
11  Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
12  Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
13  Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
14  Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
15  Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
16  Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
17  Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.
18  Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.
19  Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
20  Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!
21  Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan."
22  Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
23  Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?
24  Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
25  segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 6 Juni -- AYUB 1 - NO MATTER WHAT

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 6 Juni 2026
Bacaan : AYUB 1
Setahun: Ayub 17-20
Nats: Ia berkata, "... Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1:21b)

Renungan:

NO MATTER WHAT

Seorang pria kerap menyanyi, "Tuhan Yesus baik, sungguh amat baik. Untuk selama-lamanya, Tuhan Yesus baik." Sahabatnya di sebelahnya menyindir, "Aku penasaran apa kau masih akan menyanyi lagu itu jika pada hari ini usahamu bangkrut, lalu istrimu menceraikanmu." "No matter what, " jawabnya, "bagaimana pun keadaan hidupku, Tuhan Yesus baik."

Seorang pria dari tanah Us pernah memberikan pernyataan yang sama. Pria itu bernama Ayub. Katanya, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (ay. 21). Ia berkata demikian sesudah kemalangan besar menimpanya. Pada hari itu dilaporkan kepadanya bahwa kawanan lembu dan keledai betina habis dirampas orang-orang Syeba, disusul kawanan kambing domba habis disambar api dari langit, disusul kawanan unta habis dirampas orang-orang Kasdim (ay. 14-17). Masih ada tambahan laporan, yakni kesepuluh anaknya tewas bersama-sama dalam rumah si sulung yang roboh dihantam angin ribut (ay. 18-19). No matter what. Apa pun yang telah terjadi, Ayub memutuskan untuk terus setia kepada Tuhan.

Adalah pemandangan biasa ketika orang-orang pergi beribadah kepada Tuhan berkata, "Aku mengasihi-Mu, Tuhan, " atau menyanyi lagu, "Tuhan Yesus baik." Bahkan Iblis tidak terganggu akan kenyataan itu. No matter what, inilah yang menggelisahkan hati Iblis sekaligus mengesankan hati Tuhan. Tuhan mendamba melihat orang-orang yang terus setia beribadah kepada-Nya sekalipun diempas oleh rupa-rupa persoalan, terus mengasihi-Nya tidak peduli apa pun yang telah terjadi, dan menyatakan Dia baik dalam setiap keadaan hidupnya. Dahulu Tuhan menemukan Ayub (ay. 8). Semoga sekarang Tuhan menemukan lagi sosok seperti itu dalam diri kita. --LIN/www.renunganharian.net
   
TETAPLAH KITA TEGUH MEMEGANG IMAN KEPADA TUHAN TANPA TERPENGARUH KEADAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/06/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+1

AYUB 1

 1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
 2  Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
 3  Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.
 4  Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.
 5  Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
 6  Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
 7  Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."
 8  Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
 9  Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?
10  Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
11  Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."
12  Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
13  Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
14  datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya,
15  datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
16  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
17  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
18  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
19  maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
20  Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,
21  katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
22  Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+17-20
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+17-20

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 6 Juni -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

1 Korintus 13

Kasih adalah jalan hidup utama yang harus dilakukan. Tanpa kasih, segala karunia, pengorbanan, atau pengetahuan menjadi sia-sia. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Kasih selalu bersukacita dalam kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, dan bertekun dalam segala sesuatu. Kasih tidak pernah berkesudahan, lebih besar daripada iman dan pengharapan, dan merupakan dasar yang kekal. Hidup yang berkenan kepada Allah harus dibangun di atas kasih.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa saja yang tidak membuat Paulus menjadi berguna dan yang tidak berfaedah baginya? (1-3)
2. Apa itu kasih? (4-7)
3. Apa yang tidak berkesudahan dan apa yang akan berakhir? Mengapa? (8-10)
4. Seperti apa diri Paulus dahulu dan sekarang? Apa yang kita lihat sekarang dan nanti? (11-12)
5. Apa saja yang tinggal, dan apa yang paling besar? (13)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Jika Anda mendengar: menjunjung pengetahuan, bakat, dan pengorbanan adalah pencapaian tertinggi, apa pendapat Anda?
2. Apa saja bukti bahwa kita memiliki kasih yang sejati?
3. Apa yang tidak boleh hilang dari hidup kita? Bagaimana caranya agar hal itu tetap ada dalam segala tindakan kita?
4. Apa saja yang dapat diubahkan dengan kasih?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan memperhatikan, memedulikan, dan mendoakan sesama Anda?
2. Apa saja langkah yang akan Anda lakukan untuk menumbuhkan kasih Anda kepada Tuhan dan sesama?

Pokok Doa:
Bersyukur, Tuhan telah mencurahkan kasih-Nya kepada kita, dan memohon agar kita mampu menyalurkan kasih itu.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+13

1 Korintus 13

 1  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
 2  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
 3  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
 4  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
 5  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
 6  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
 7  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
 8  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
 9  Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
10  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
11  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
12  Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13  Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]