(e-RH) 15 September -- Bilangan 11:4-23 - DIPERDAYA OLEH SELERA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 15 September 2019
Bacaan : Bilangan 11:4-23
Setahun: Daniel 1-3
Nats: "Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan." (Bilangan 11:13)

Renungan:

DIPERDAYA OLEH SELERA

Sebagai penderita gagal ginjal kronis, saya harus membatasi konsumsi air. Jika orang sehat boleh minum dua liter sehari, saya hanya boleh minum maksimal setengah liter. Jika saya nekat minum banyak-banyak, bisa saja nyawa saya melayang. Saya dipaksa mengingat bahwa rasa haus itu hanya di mulut. Saya harus mengikuti kebutuhan tubuh demi menjaga kesehatan, bukan sekadar memuaskan keinginan mulut.

Bangsa Israel mengeluh karena hanya diberi makan manna oleh Tuhan. Mereka ingin memuaskan selera bisa makan daging. Bukannya bersyukur masih dipelihara Tuhan, mereka menuntut untuk makan enak dengan gratis (ay. 5). Hanya makan manna atau roti surga membuat mereka kurus kering (ay. 6). Musa sampai kewalahan sehingga ia mengeluh kepada Tuhan (ay. 11-15). Tuhan pun berjanji akan memenuhi keinginan mereka untuk makan daging selama satu bulan (ay. 18-19), Dia menggenapinya dengan mengirimkan burung-burung puyuh dari sebelah laut (ay. 31).

Seperti bangsa Israel, kita sering diperdaya oleh selera makan. Tidak sedikit orang yang makan demi memuaskan nafsu mulut, bukan mengingat kebutuhan perut. Tidak sedikit pula orang yang mengidap berbagai penyakit akibat pola makan yang tidak sehat ini. Semestinya kita makan dengan berhikmat: tidak membiarkan diri diperdayakan oleh selera mulut, melainkan makan untuk menyambung hidup dan menjaga kesehatan tubuh. Ya, tubuh dan kesehatannya jauh lebih penting daripada mulut dan nafsunya. --JAP/www.renunganharian.net
   
HIDUPLAH BERDAYA SELERA MEMULIAKAN TUHAN, JANGANLAH HIDUP DIPERDAYA UNTUK MEMENUHI SELERA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+11:4-23

Bilangan 11:4-23

 4  Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
 5  Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
 6  Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."
 7  Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.
 8  Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
 9  Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.
10  Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka TUHAN dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.
11  Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?
12  Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?
13  Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan.
14  Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.
15  Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku."
16  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.
17  Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.
18  Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? --TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan.
19  Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari,
20  tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak--karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?"
21  Tetapi kata Musa: "Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya!
22  Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?"
23  Tetapi TUHAN menjawab Musa: "Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!"

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Daniel+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 15 September -- Galatia 4:12-20 - Manis di Bibir

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 15 September 2019
Ayat SH: Galatia 4:12-20

Judul: Manis di Bibir

Ungkapan "manis di bibir" digunakan untuk menunjuk pada kata atau tindakan baik yang dilakukan hanya di permukaan. Kata-kata atau tindakan baik itu tidak dilakukan dengan tulus, tetapi hanya demi kepentingan sesaat, misalnya agar dipuji, mendapatkan posisi penting, atau sekadar sungkan terhadap seseorang yang berkedudukan sosial lebih tinggi.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Galatia mengenai kondisinya saat memberitakan Injil di Galatia. Ia mengingat bahwa mereka menerimanya dengan penuh sukacita, sekalipun kondisinya lemah dan penyakitan (13). Namun, Rasul Paulus menyayangkan jika kebaikan itu hanya ditunjukkan saat ia berada di tengah-tengah jemaat. Berbuat baik itu suatu keharusan. Namun, akan menjadi lebih bagus lagi ketika perbuatan baik itu dilakukan setiap saat.

Tulisan Rasul Paulus ini mengingatkan bahwa kebaikan merupakan suatu hal yang harus dilakukan senantiasa. Kebaikan bukan sesuatu yang dilakukan sesaat untuk mendapatkan pujian. Kebaikan juga bukan dilakukan sebagai wujud rasa sungkan kepada seseorang. Kebaikan adalah tindakan yang murni dan tanpa pamrih. Kebaikan adalah buah dari kesediaan menyambut orang lain seperti menyambut Kristus sendiri (14).

Pada masa kini, kebaikan sering digunakan sebagai alat untuk mencapai kekuasaan. Itulah sebabnya mengapa orang yang bermain di teras politik praktis senang melakukan politik uang, menyuap, dan membeli suara. Tak jarang pula kebaikan dilakukan untuk menutupi kesalahan. Misalnya, perusahaan yang bantuan sosialnya tinggi, malah justru yang paling merusak lingkungan. Dalam internal keluarga, bisa saja kebaikan dilakukan sekadar sebagai syarat kesopanan dan basa-basi belaka.

Kiranya sebagai orang percaya kita dijauhkan dari "manis di bibir". Kiranya kebaikan itu sungguh-sungguh kita lakukan dengan ketulusan, seperti menyambut Kristus sendiri.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar senantiasa melakukan kebaikan dengan tulus sehingga nama-Mu dimuliakan. [THIE]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Galatia+4:12-20
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+4:12-20

Galatia 4:12-20

12  Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu.
13  Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku.
14  Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri.
15  Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku.
16  Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?
17  Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka.
18  Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu.
19  Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.
20  Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 14 September -- Markus 1:29-39 - LELAH BERGANTI SUKACITA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 14 September 2019
Bacaan : Markus 1:29-39
Setahun: Yehezkiel 46-48
Nats: Jawab-Nya, "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." (Markus 1:38)

Renungan:

LELAH BERGANTI SUKACITA

Bayangkan apa yang dilakukan Yesus sepanjang hari ini. Pasti Yesus merasa lelah. Dimulai dari mengajar di rumah ibadat, mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah, dan mengunjungi ibu mertua Petrus yang sakit demam. Baru istirahat sebentar, ketika malam tiba, banyak orang datang kepada-Nya dengan membawa orang-orang sakit dan kerasukan setan. Yesus pun tetap menerima kehadiran mereka dan melayani mereka dengan baik. Baru setelah itu, Yesus bisa sedikit beristirahat dan pagi-pagi buta Ia sudah bangun untuk mencari tempat yang sunyi untuk berdoa.

Hening sejenak, tiba-tiba beberapa murid-Nya menyusul untuk memberitahukan jika banyak orang mencari Dia. Yesus tetap mengerjakan semua tugas itu dengan tuntas. Tak berhenti di situ, Yesus dan murid-murid-Nya kemudian berjalan ke seluruh Galilea untuk memberitakan Injil. Sungguh pekerjaan yang sangat melelahkan! Apakah Yesus tidak merasa lelah? Fisik-Nya pastilah lelah. Tapi Yesus merasa puas dengan semua yang telah dikerjakan-Nya, karena Ia ingin menyelesaikan kehendak Bapa-Nya.

Bertumpuk-tumpuknya pekerjaan, tanggung jawab dan tugas tak terduga lain mungkin membuat lelah bukan hanya tubuh, tapi juga emosi kita. Dan Yesus memberi teladan bagi kita bagaimana cara mengatasinya: Kerjakan satu per satu, pasti akan selesai juga. Bekerjalah seperti kita melakukannya untuk Tuhan, kerjakan dan layani saja dengan baik. Ketika kita bekerja dan melayani dengan kasih, maka kelelahan kita akan terobati dengan kepuasan karena telah menyelesaikan apa yang Tuhan percayakan. --SYS/www.renunganharian.net
   
BUKANNYA TIDAK MERASA LELAH, TAPI KITA TIDAK MAU MENJADI LELAH KARENA SUKACITA MELAYANI TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+1:29-39

Markus 1:29-39

29  Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
30  Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
31  Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
32  Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
33  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
34  Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
35  Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
36  Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
37  waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
38  Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
39  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yehezkiel+46-48
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yehezkiel+46-48

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 14 September -- Galatia 4:1-11 - Mental Budak?

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 14 September 2019
Ayat SH: Galatia 4:1-11

Judul: Mental Budak?

Ada dua orang ahli bangunan. Mereka diminta untuk membuat kamar mandi. Orang pertama meminta petunjuk secara detail mengenai bentuk kamar mandi dan interiornya. Lalu, ia pun mengerjakan ala kadarnya sesuai petunjuk. Orang kedua berpikir kreatif mengenai kamar mandi yang fungsional, nyaman, dan enak dipandang.

Seperti pekerja pertama itulah kiranya mental seorang budak. Ia sekadar melakukan perintah. Jika tidak ada perintah, tidak ada petunjuk, maka tidak ada yang dilakukannya. Ia juga tidak punya kreativitas dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan. Seorang budak terikat oleh berbagai aturan yang tidak membebaskannya.

Seperti itulah keadaan manusia sebelum mengenal Anak Allah yang membawa keselamatan, yaitu sekadar mengikuti perintah. Keadaan baru berubah setelah Anak Allah hadir dan berkarya. Orang yang percaya diangkat sebagai anak, bukan lagi budak atau hamba (7). Sebagai anak, kemerdekaan dan kreativitas pun dimungkinkan. Hal inilah yang dicontohkan pekerja kedua di atas.

Sebagai orang percaya, bisa jadi kita terlalu sering bertanya, "Ini boleh atau tidak?" Sebagai anak, seharusnya itu bukan lagi menjadi pertanyaan kita karena kemerdekaan dan kreativitas yang dikaruniakan oleh Tuhan memampukan kita memilih antara yang benar dan yang salah. Kita tidak lagi mempersoalkan boleh atau tidak, melainkan mana yang memuliakan Tuhan, yang membawa kebaikan, dan yang menunjukkan kualitas sebagai anak-anak Allah.

Itu tidak berarti kita hidup tanpa aturan. Prinsipnya adalah kita jangan sampai terbelenggu oleh aturan yang kaku. Gereja umumnya memiliki berbagai aturan. Semua hal itu dibutuhkan untuk menata kehidupan bersama warga gereja. Aturan itu jangan sampai berbalik memperbudak kita, apalagi sampai mematikan iman. Namun, kreativitas juga harus dibarengi dengan kepekaan mendengar suara Tuhan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menghayati diri sebagai anak Allah sehingga hidup dengan kreativitas yang memuliakan-Mu. [THIE]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Galatia+4:1-11
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+4:1-11

Galatia 4:1-11

 1  Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
 2  tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
 3  Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
 4  Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
 5  Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
 6  Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
 7  Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
 8  Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.
 9  Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
10  Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
11  Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-SH) 14 September -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Galatia 2:11-14

Kemunafikan dan integritas adalah dua hal yang bertentangan. Kemunafikan adalah kepura-puraan; tidak selarasnya antara kata dan perbuatan. Sementara, integritas merupakan kebalikannya, yaitu kejujuran dan keutuhan sikap dan tindakan. Kedua hal ini merupakan momok yang selalu hadir di mana saja kita berelasi.

Kali ini, kita akan belajar tentang cara Paulus menghadapi kemunafikan. Persoalan ini cukup serius karena Paulus berhadapan langsung dengan Kefas (Petrus), yaitu orang yang dituakan dalam kumpulan rasul.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang terjadi antara Paulus dan Kefas (11-12)?
2. Siapa saja yang turut terseret dalam kemunafikan yang dimaksud Paulus (13)?
3. Apa kecaman Paulus terhadap kemunafikan yang dilihatnya (14)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang Anda pelajari dari teladan Paulus saat berhadapan dengan kemunafikan?
2. Belajar dari orang-orang Yahudi yang juga terseret untuk berperilaku munafik, apakah Anda juga pernah terbawa arus untuk berbuat dosa?
3. Dari kecaman Paulus kepada Kefas, bagaimana Anda membedakan kemunafikan dengan integritas?

Apa respons Anda?
1. Dengan pertolongan Roh Kudus, coba lihat ke dalam diri Anda, apakah ada benih kemunafikan tumbuh di sana? Jika ada, bersediakah Anda mengakuinya?
2. Bagaimana kadar integritas Anda dalam keseharian? Adakah hal yang perlu Anda perbaiki?

Pokok Doa:
Agar umat Allah hidup dalam integritas yang kudus dan menjauhi sikap munafik.


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Galatia+2:11-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+2:11-14

Galatia 2:11-14

11  Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
12  Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
13  Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
14  Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 13 September -- Kejadian 50:15-21 - KETIKA SESUATU MELESET

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 13 September 2019
Bacaan : Kejadian 50:15-21
Setahun: Yehezkiel 43-45
Nats: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan ...." (Kejadian 50:20)

Renungan:

KETIKA SESUATU MELESET

Seperti kita, Yusuf mengharapkan hal-hal yang baik. Namun, harapannya meleset. Dia dimasukkan ke dalam sumur, dijadikan budak, dan dipenjarakan. Tetapi, lihat! Dijadikan budak membuatnya menjadi tangan kanan Potifar. Dijebloskan ke penjara malah mengantarnya menjadi penguasa Mesir, menjadi penolong banyak orang. Sebab itu, Yusuf berkata kepada kerabatnya, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan ..." (ay. 20).

Banyak kemelesetan dialami Yusuf. Tetapi, akhirnya, dia mendapatkan hal yang sangat baik: bagi Yusuf, bagi keturunan Yakub, juga bagi Mesir. Alkitab tak hendak mengatakan bahwa semua kemelesetan pasti berbuah kebaikan. Pengalaman Yusuf pun bukan hal yang dapat berlaku umum. Meski begitu, ada pesan penting di sana.

Kala hidup meleset dari harapan, jangan mudah menyimpulkan bahwa ujungnya pasti buruk. Bisa saja, kemelesetan dipakai Tuhan untuk menjauhkan kita dari hal buruk. Boleh jadi, kemelesetan adalah tikungan dalam hidup, yang mengajak kita melihat hal-hal lain yang selama ini terabaikan. Sangat mungkin, kemelesetan itu akar melintang yang membelit kaki kita, yang memaksa kita berhenti sejenak untuk mengevaluasi langkah dan tujuan kita. Atau, dengan perkenan Tuhan, kemelesetan hanya menunda kita dari mendapatkan yang baik atau lebih baik.

Di atas segalanya, kita selalu ada di Tangan Allah Sang Mahatahu yang sangat mengasihi kita. Maka, tetaplah menyimpan harapan, juga ketika sesuatu meleset. --EE/www.renunganharian.net
   
KETIKA SESUATU MELESET DARI RENCANA, DAN HIDUP TAK BERJALAN SESUAI HARAPAN, JANGAN MUDAH MENYIMPULKAN BAHWA UJUNGNYA PASTI BURUK.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/09/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/09/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+50:15-21

Kejadian 50:15-21

15  Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya."
16  Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:
17  Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
18  Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."
19  Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah?
20  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
21  Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yehezkiel+43-45
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yehezkiel+43-45

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 13 September -- Galatia 3:15-29 - Sama-sama Anak

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 13 September 2019
Ayat SH: Galatia 3:15-29

Judul: Sama-sama Anak

Dalam panti asuhan, anak-anak yang tinggal berasal dari beragam latar belakang dan daerah. Mereka semua memiliki karakter, sifat, serta temperamen yang unik dan berbeda. Sementara itu, para pengasuh panti juga mempunyai kehidupan sendiri. Mereka juga memiliki keluarga dan anak. Jadi, sembari merawat anak-anak panti, pengasuh pun tetap memiliki tugas mengasuh anak kandungnya sendiri. Dalam kondisi demikian, seorang pengasuh panti asuhan akan selalu berusaha memperlakukan semua anak, baik anak panti maupun anak kandungnya, dengan setara tanpa pembedaan.

Perbedaan bangsa telah membuat jemaat di Galatia gamang karena mereka disibukkan dengan berbagai perbedaan. Rasul Paulus mengingatkan bahwa saat percaya kepada Kristus, mereka juga adalah keturunan Abraham. Mereka telah sama-sama diterima sebagai anak-anak Allah sehingga perbedaan apa pun seharusnya tidak lagi menjadi pemisah di antara mereka. Mereka adalah satu, yaitu anak-anak Allah (26).

Pada masa kini, di Indonesia, terdapat banyak gereja. Ada yang berdasarkan suku dan ada pula yang berdasarkan wilayah geografis. Antargereja kerap terjadi persaingan karena merasa sebagai yang lebih baik. Bahkan, tak jarang juga gereja saling berebut warga jemaat. Kiranya hal semacam itu semakin berkurang, bahkan hilang sama sekali. Sebab, sekalipun gerejanya berbeda-beda, harus disadari bahwa kita semua adalah anak Allah.

Sebagai sesama anak-anak Allah, semua orang percaya seharusnya saling menghormati dan berkolaborasi. Apalagi, kita sama-sama berada di Indonesia. Itu berarti kita menghadapi pergumulan dalam konteks yang sama sehingga sebagai saudara sebangsa, kita pun harus mencari solusi bersama. Karena itu, seharusnya tak ada lagi gereja A atau gereja B. Sebaliknya, kita harus berperan aktif dalam kehidupan bersama sebagai rakyat bangsa Indonesia.

Doa: Tuhan, tolonglah kami mewujudkan keesaan gereja agar bisa berperan baik sebagai warga bangsa Indonesia. [THIE]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/09/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Galatia+3:15-29
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+3:15-29

Galatia 3:15-29

15  Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorangpun.
16  Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.
17  Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.
18  Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.
19  Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran--sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu--dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.
20  Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.
21  Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.
22  Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
23  Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
24  Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
25  Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
26  Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
27  Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
28  Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
29  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 12 September -- Yesaya 16:6-14 - BERTELUT MENUNDUKKAN HATI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 12 September 2019
Bacaan : Yesaya 16:6-14
Setahun: Yehezkiel 40-42
Nats: Maka sekalipun Moab pergi beribadah dan bersusah payah di atas bukit pengorbanan dan masuk ke tempat kudusnya untuk berdoa, ia tidak akan mencapai apa-apa. (Yesaya 16:12)

Renungan:

BERTELUT MENUNDUKKAN HATI

Ketika orang mengalami masalah yang tidak terpecahkan dan terdesak oleh tenggang waktu yang ada maka tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan orang lain. Namun banyak orang akan mengalami kesulitan untuk meminta bantuan orang lain jika masalah itu berhubungan dengan harga dirinya. Harga diri seolah harga mati yang tidak bisa dikorbankan, walau demi sesuatu yang sebetulnya lebih penting yaitu keselamatan. Keangkuhan membatasi cara pertolongan.

Keangkuhan Moab adalah penyebab kehancuran mereka. Mereka membutuhkan, tetapi justru mau mengatur bagaimana mereka seharusnya ditolong, yaitu dengan bayaran anak domba. Padahal seharusnya mereka takluk lebih dulu kepada Allah. Tak heran bila keangkuhan itu menjadi penyebab kebinasaan mereka. Umur Moab telah ditentukan dan kehancurannya hanya tinggal menunggu waktu. Sekalipun Moab bersusah payah beribadah dan berdoa, tidak menghasilkan apa-apa. Namun, bukan berarti Allah menyukai kehancuran mereka. Allah bersedih akan keadaan Moab yang merana akibat keangkuhan.

Kita seringkali tidak menyadari betapa besar kuasa Tuhan dapat menolong kita. Walau kita percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi kita ingin menyelesaikan masalah kita sendiri. Kalaupun kita datang kepada Tuhan maka seringkali bukan untuk mencari kehendak-Nya, tetapi hanya memberitahu dan meminta kuasa-Nya untuk melakukan apa yang kita kehendaki. Kita mengangkat tangan dan menengadahkan kepala, tetapi tidak menundukkan hati kita. Tuhan mengingatkan kita untuk mencari pertolongan-Nya dengan penuh kerendahan hati. --ENO/www.renunganharian.net
   
KERENDAHAN HATI SERING KALI MENJADI PINTU MASUK DATANGNYA PERTOLONGAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/09/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/09/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+16:6-14

Yesaya 16:6-14

 6  Kami telah mendengar tentang keangkuhan Moab, alangkah angkuhnya dia, tentang kecongkakannya, keangkuhannya dan kegemasannya, dan tentang cakap anginnya yang tidak benar.
 7  Sebab itu biarlah orang Moab meratap, seorang karena yang lain, biarlah sekaliannya meratap. Mengingat kue kismis Kir-Hareset biarlah mereka mengaduh dan hancur luluh sama sekali!
 8  Sebab kebun-kebun Hesybon dan pohon anggur Sibma telah merana; para penguasa bangsa-bangsa telah memotong pohon-pohon anggurnya yang terbaik, yang dahulu meluas sampai ke Yaezer dan merambat ke padang gurun; ranting-rantingnya berserak sampai ke seberang laut.
 9  Sebab itu aku turut menangis dengan Yaezer karena pohon anggur Sibma; aku mau membasahi engkau dengan air mataku, hai Hesybon dan Eleale, sebab pada musim kemarau tepat waktu panen musuhmu menyerbu dengan pekik pertempuran.
10  Telah lenyap sukaria dan sorak-sorak dari kebun buah-buahan; telah menghilang dari kebun-kebun anggur tempik sorak dan sorak-sorai; tiada pengirik anggur di tempat pemerasan, pekik mereka sudah berhenti.
11  Oleh karena itu, seperti kecapi mendengking, begitulah hatiku menjerit melihat keadaan Moab, dan batinku tergerak melihat keadaan Kir-Heres.
12  Maka sekalipun Moab pergi beribadah dan bersusah payah di atas bukit pengorbanan dan masuk ke tempat kudusnya untuk berdoa, ia tidak akan mencapai apa-apa.
13  Itulah firman yang diucapkan TUHAN tentang Moab pada waktu yang lalu.
14  Maka sekarang TUHAN berfirman: "Dalam tiga tahun, menurut masa kerja prajurit upahan, maka kemuliaan Moab, serta dengan keramaiannya yang besar, akan menjadi kehinaan, dan orang yang tertinggal akan sangat sedikit dan tiada berkuasa."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yehezkiel+40-42
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yehezkiel+40-42

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]