(e-RH) 26 Januari -- Mazmur 119:105-107 - TERANG BAGIKU

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 26 Januari 2020
Bacaan : Mazmur 119:105-107
Setahun: Keluaran 26-28
Nats: Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105)

Renungan:

TERANG BAGIKU

Saat berkendara di malam hari, kita menyalakan lampu untuk siapa? Jelas utamanya untuk diri kita sendiri, agar kita bisa melihat keadaan di depan dengan lebih jelas. Untuk mengetahui apakah ada lubang atau jalan yang rusak, memberitahu kendaraan lain saat belok atau berhenti, dan juga untuk keamanan. Dalam hal ini terang sangat diperlukan dalam keadaan gelap, sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.

Daud mengibaratkan firman Tuhan sebagai penuntun hidupnya. Ia menggunakan firman Tuhan sebagai pelita tidak untuk menyoroti hidup orang lain, tapi dirinya sendiri (ay. 105). Ia sadar akan keadaannya yang dalam kesulitan, himpitan, kesesakan dan penindasan. Namun ia bersumpah akan menepati firman Tuhan dan berpegang pada hukum-Nya yang adil. Daud tidak melupakan firman Tuhan dalam kegelapan hidupnya, tetapi justru menggunakannya sebagai terang agar dia bisa dipulihkan kembali. Dia juga sadar bahwa Tuhan adalah penolongnya, yang tidak akan membiarkannya sendiri.

Sungguh miris ketika dalam kesesakan dan kesulitan seseorang tidak menggunakan firman Tuhan sebagai terang bagi dirinya, melainkan untuk menyorot kehidupan orang lain. Menghakimi orang lain, iri dengan orang berdosa dan bahkan menyalahkan Tuhan menggunakan firman-Nya. Mari belajar dari Daud yang menggunakan firman Tuhan sebagai terang untuk melihat kedalaman hatinya dan terus berpengharapan kepada keadilan Tuhan. --EP/www.renunganharian.net
   
TUHAN TIDAK MENJANJIKAN PERJALANAN YANG TENANG, TETAPI PENDARATAN YANG AMAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/01/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/01/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119:105-107

Mazmur 119:105-107

105  Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
106  Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil.
107  Aku sangat tertindas, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+26-28
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+26-28

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2020 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 26 Januari -- 2 Samuel 2:8-3:1 - Stop Peperangan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 26 Januari 2020
Ayat SH: 2 Samuel 2:8-3:1

Judul: Stop Peperangan

Peperangan selalu menimbulkan petaka. Baik menang atau kalah, pasti ada korban pada kedua pihak. Dan bila perang sudah dimulai akan sulit dihentikan.

Peperangan antara keluarga Saul dan Daud muncul karena Abner, panglima Saul, mengangkat Isyboset (anak Saul) menjadi raja atas Israel. Sedangkan, Daud juga telah diangkat menjadi raja atas Yehuda. (2:8-11). Abner menggerakkan anak buah Isyboset, sedangkan Yoab, panglima Daud, menggerakkan anak buah Daud untuk maju sehingga saling bertemu di telaga Gibeon. Melalui peperangan ini, baik Abner maupun Yoab, sama-sama telah mengorbankan anak buahnya. Meskipun banyak korban, tak ada pihak yang berusaha menghentikan peperangan, bahkan mereka semakin memperhebat peperangan itu. Akhirnya, Abner beserta orang-orang Israel terpukul kalah oleh anak buah Daud (2:14-17).

Asael, saudara Yoab, terus mengejar Abner. Meskipun Abner telah berusaha menasihati, namun Asael tetap mengejar Abner hingga akhirnya Abner membunuh Asael. Kematian Asael membuat Yoab dan Abisai, kedua saudaranya, semakin membenci Abner sehingga mereka berdua mengejar Abner. Sampai akhirnya, Abner menyerukan ajakan penghentian peperangan yang disetujui Yoab dan peperangan pun berhenti. Lalu, mereka kembali ke tempat masing-masing. Namun, peperangan antara keluarga Saul dan Daud berlarut-larut. Daud semakin kuat, sedangkan keluarga Saul semakin lemah. (2:18-3:1).

Peperangan pasti akan mengakibatkan petaka. Karena itu, upaya mencegah timbulnya permusuhan yang dapat mengakibatkan peperangan perlu dilakukan. Jika kesadaran ini muncul, setelah perang berkobar, segeralah serukan penghentian peperangan supaya dapat menghindari semakin banyak korban berjatuhan dari pihak yang bertikai. Hentikan peperangan dan serukan perdamaian.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk menghentikan permusuhan dan peperangan, serta hidup dengan rukun dan damai. [CTR]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2020/01/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+2:8-3:1
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+2:8-3:1

2 Samuel 2:8-3:1

 8  Abner bin Ner, panglima Saul, telah mengambil Isyboset, anak Saul, dan membawanya ke Mahanaim
 9  serta menjadikannya raja atas Gilead, atas orang Asyuri, atas Yizreel, atas Efraim dan atas Benyamin, bahkan atas seluruh Israel.
10  Isyboset bin Saul berumur empat puluh tahun pada waktu ia menjadi raja atas Israel dan ia memerintah dua tahun lamanya. Hanyalah kaum Yehuda yang mengikuti Daud.
11  Dan lamanya Daud memerintah di Hebron atas kaum Yehuda adalah tujuh tahun dan enam bulan.
12  Lalu Abner bin Ner dengan anak buah Isyboset bin Saul bergerak maju dari Mahanaim ke Gibeon.
13  Juga Yoab, anak Zeruya, dan anak buah Daud bergerak maju. Mereka saling bertemu di telaga Gibeon, lalu tinggal di sana, pihak yang satu di tepi telaga sebelah sini, dan pihak yang lain di tepi telaga sebelah sana.
14  Berkatalah Abner kepada Yoab: "Biarlah orang-orang muda tampil dan mengadakan pertandingan di depan kita." Jawab Yoab: "Baik."
15  Lalu tampillah mereka dan berjalan lewat dengan dihitung: dua belas orang dari suku Benyamin, dari Isyboset, anak Saul, dan dua belas orang dari anak buah Daud.
16  Kemudian mereka masing-masing menangkap kepala lawannya, dan menikamkan pedangnya ke lambung lawannya, sehingga rebahlah mereka bersama-sama. Sebab itu tempat itu disebutkan orang Helkat-Hazurim; letaknya dekat Gibeon.
17  Pada hari itu pertempuran sangat hebat, dan Abner serta orang-orang Israel terpukul kalah oleh anak buah Daud.
18  Ketiga anak laki-laki Zeruya, yakni Yoab, Abisai dan Asael ada di sana; Asael cepat larinya seperti kijang di padang.
19  Asael mengejar Abner dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dalam membuntutinya.
20  Lalu Abner berpaling ke belakang dan bertanya: "Engkaukah itu Asael?" Jawabnya: "Ya, aku."
21  Kemudian berkatalah Abner kepadanya: "Menyimpanglah ke kiri atau ke kanan, tangkaplah salah seorang dari orang-orang muda itu dan ambillah senjatanya." Tetapi Asael tidak mau berhenti membuntuti Abner.
22  Berkatalah sekali lagi Abner kepada Asael: "Berhentilah membuntuti aku. Apa aku harus memukul engkau sampai jatuh? Bagaimana aku dapat memandang muka Yoab, abangmu itu?"
23  Tetapi Asael menolak berhenti. Lalu Abner menusuk ke belakang ke perut Asael dengan tombaknya, sehingga tombak itu menembus belakangnya; dan rebahlah ia di sana dan mati di tempat itu juga. Semua orang yang datang ke tempat Asael rebah dan mati itu, berhenti di sana.
24  Tetapi Yoab dan Abisai mengejar Abner. Ketika matahari masuk dan mereka sampai ke dekat bukit Ama, yang ada di sebelah timur Giah, ke arah padang gurun Gibeon,
25  berhimpunlah bani Benyamin di belakang Abner menjadi satu gabungan dan bersiap-siap di puncak sebuah bukit.
26  Berserulah Abner kepada Yoab: "Haruskah pedang makan terus-menerus? Tidak tahukah engkau, bahwa kepahitan datang pada akhirnya? Berapa lama lagi engkau tidak mau mengatakan kepada rakyat itu, supaya mereka berhenti memburu saudara-saudaranya?"
27  Jawab Yoab: "Demi Allah yang hidup, sekiranya engkau berbicara tadi, maka tentulah sudah dari tadi pagi rakyat menarik diri dari memburu saudara-saudaranya."
28  Lalu Yoab meniup sangkakala dan seluruh rakyat berhenti; mereka tidak lagi mengejar orang Israel dan tidak berperang lagi.
29  Semalam-malaman Abner dan orang-orangnya berjalan melalui Araba-Yordan, menyeberangi sungai Yordan, berjalan terus hampir sepanjang siang, lalu sampai ke Mahanaim.
30  Ketika Yoab berhenti memburu Abner dan menghimpunkan seluruh rakyat, ternyata sembilan belas orang dari anak buah Daud hilang termasuk Asael.
31  Tetapi anak buah Daud menewaskan dari suku Benyamin, dari orang-orang Abner, tiga ratus enam puluh orang.
32  Mereka mengangkat mayat Asael dan menguburkannya di dalam kubur ayahnya yang di Betlehem. Kemudian berjalanlah Yoab dan orang-orangnya semalam-malaman itu dan sampai ke Hebron, ketika hari sudah terang.
 1  Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 25 Januari -- Lukas 11:34-36 - GLAUKOMA ROHANI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 25 Januari 2020
Bacaan : Lukas 11:34-36
Setahun: Keluaran 23-25
Nats: "Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu...." (Lukas 11:34)

Renungan:

GLAUKOMA ROHANI

Glaukoma adalah penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi. Cairan ini beredar ke dalam mata untuk menyalurkan zat gizi melalui jaringan seperti saringan yang disebut anyaman trabekuler. Jika anyaman ini tersumbat karena satu atau lain hal, tekanan di dalam mata akan meningkat dan mulai merusak serat-serat saraf di belakang mata. Ivan Goldberg, seorang dokter mata terkemuka di Australia berkata bahwa Glaukoma dijuluki maling penglihatan karena ia tidak memberi gejala apa-apa kepada penderitanya.

Deskripsi mata yang jahat (ay. 34) menggunakan kata Yunani poneros. Pada beberapa ayat sebelumnya digunakan untuk menggambarkan generasi "jahat" (ay. 29). Dalam arti fisik hal tersebut juga dapat berarti "dalam kondisi yang buruk". Mungkin demikian yang ingin digambarkan Yesus bahwa mata rohani yang sehat memungkinkan cahaya penuh kehadiran dan kebenaran Ilahi membanjiri diri kita. Tetapi mata rohani yang sakit, jahat, egois, seperti yang dimiliki orang-orang Farisi, membuat kita tetap berada dalam kegelapan, lebih berbahaya dari sakit mata secara fisik.

Jika saringan pada mata harus dijaga agar aliran darah tetap berjalan baik dan membuat kita dapat melihat dengan normal, mata rohani pun harus kita jaga agar terhindar dari penyakit. Setiap hari ada ratusan bahkan ribuan hal yang memancing perhatian kita dan mudah membawa kita ke dalam godaan dosa. Saat itulah memohon hikmat diperlukan, agar pandangan kita senantiasa tertuju kepada apa yang benar, yang baik, yang mulia, yaitu kepada Kristus sendiri. --YES/www.renunganharian.net
   
TERANG YANG DIJALANI TANPA KRISTUS LEBIH MENYERAMKAN DARIPADA KEGELAPAN YANG DIJALANI BERSAMA-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/01/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/01/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+11:34-36

Lukas 11:34-36

34  Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
35  Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.
36  Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+23-25
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+23-25

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2020 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 25 Januari -- 2 Samuel 2:1-7 - Hidup terus Berjalan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 25 Januari 2020
Ayat SH: 2 Samuel 2:1-7

Judul: Hidup terus Berjalan

Perjalanan hidup manusia sering kali tidak bisa diduga. Bisa terjadi perubahan tiba-tiba. Dari keadaan yang baik berubah menjadi tidak baik, dan sebaliknya. Kita harus merespons perkembangan kehidupan dengan sikap yang tepat sehingga kehidupan berkembang ke arah yang lebih baik.

Setelah Saul dan Yonatan meninggal, Daud harus melanjutkan kehidupannya. Ia memohon petunjuk Allah untuk pergi ke wilayah Yehuda (1). Allah memberi perintah pada Daud untuk pergi ke Hebron. Selanjutnya, Daud pergi dan menetap di sana bersama kedua istrinya dan para pengikutnya (2-3). Akhirnya, atas perkenan Allah, Daud diurapi menjadi raja bagi Yehuda (4).

Kemudian orang-orang Yabesh-Gilead datang menemui Daud. Orang Yabesh-Gilead adalah orang-orang yang menguburkan Saul. Atas perbuatan mereka itu pada jenazah Saul, Daud berkenan dan senang. Ia pun akhirnya mengutus seseorang untuk mengatakan ucapan berkat bagi mereka (5). Hal ini memperlihatkan penghargaan Daud bagi orang-orang Yabesh-Gilead atas apa yang mereka perbuat terhadap jenazah Saul.

Daud bertekad untuk melanjutkan kehidupannya dengan mengerjakan perintah Allah. Daud akan hidup sebagai seorang raja Israel dan melanjutkan tugas dari raja sebelumnya (7). Kehidupan Daud berubah drastis. Dari hanya penggembala ternak, akhirnya menjadi raja.

Kehidupan harus terus berjalan dengan cara mengikuti kehendak Allah. Setiap manusia perlu berusaha memahami pimpinan Allah dalam setiap segi kehidupannya dan menjalani kehidupan sesuai kehendak-Nya. Dengan mengikuti perintah Allah, setiap orang akan menuju kehidupan yang lebih baik. Ia akan menyelesaikan kehendak-Nya yang mendatangkan kebaikan bagi umat. Ada kehidupan yang lebih baik sedang dipersiapkan-Nya. Jangan berhenti melangkah dan terpaku pada satu keadaan saja. Teruslah berjalan bersama Tuhan.

Doa: Mampukan kami melangkah sesuai kehendak-Mu, ya Tuhan. [JST]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2020/01/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+2:1-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+2:1-7

2 Samuel 2:1-7

 1  Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron."
 2  Lalu pergilah Daud ke sana dengan kedua isterinya: Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu.
 3  Juga Daud membawa serta orang-orangnya yang mengiringinya masing-masing dengan rumah tangganya, dan menetaplah mereka di kota-kota Hebron.
 4  Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda. Ketika kepada Daud diberitahukan bahwa orang-orang Yabesh-Gilead menguburkan Saul,
 5  maka Daud mengirim orang kepada orang-orang Yabesh-Gilead dengan pesan: "Diberkatilah kamu oleh TUHAN, karena kamu telah menunjukkan kasihmu kepada tuanmu, Saul, dengan menguburkannya.
 6  Oleh sebab itu, TUHAN kiranya menunjukkan kasih dan setia-Nya kepadamu. Akupun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal yang demikian.
 7  Kuatkanlah hatimu sekarang dan jadilah orang-orang yang gagah perkasa, sekalipun tuanmu Saul sudah mati; dan aku telah diurapi oleh kaum Yehuda menjadi raja atas mereka."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-SH) 25 Januari -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

2 Samuel 2:1-7

Daud tidak pernah berambisi merebut takhta Raja Saul. Terbukti, meski dapat merebutnya, ia tidak melakukannya. Sebaliknya, ia membiarkan Saul tetap hidup. Kemudian tibalah waktu Tuhan. Daud tahu bahwa dialah yang ditetapkan Allah untuk menjadi raja, tetapi ia tidak pernah memaksakan waktunya. Orang-orang pun tahu bahwa Allah telah memilih Daud menggantikan Saul. Karena itu, orang Yehuda tidak berlama-lama mengurapi Daud sebagai raja.

Dalam bagian ini pun, Daud masih terus bertanya kepada Tuhan: apa tindakannya selanjutnya? Ia tidak mau terburu-buru dan salah langkah. Setelah petunjuk Allah jelas, Daud pun melangkah. Itulah langkah orang beriman dan diperkenan Allah. Tatkala waktu Tuhan tiba, Ia akan menjadikan segala sesuatu indah.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang Daud lakukan sebelum ia diangkat menjadi raja (1-4)?
2. Pikiran apakah yang pertama kali muncul setelah Daud diurapi sebagai raja (5-7)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apakah Anda pernah bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan atas sebuah perkara besar yang ada di depan Anda sebelum Anda melangkahkan kaki ke sana?
2. Apakah Anda pernah melibatkan Tuhan dan memposisikan-Nya sebagai Tuan atas segala perkara dalam hidup Anda?
3. Apakah Anda pernah memikirkan apa yang Tuhan akan lakukan melalui Anda jika kepada Anda dipercayakan sesuatu oleh-Nya?

Apa respons Anda?
1. Jika Allah mau Anda diam sejenak dan memikirkan apa yang Allah akan lakukan, maukah Anda melakukannya?
2. Apakah Anda pernah memperalat Allah dan hanya menjadikan-Nya sarana untuk mencapai ambisi Anda?

Pokok Doa:
Berdoa supaya hati ini diberikan kekuatan menantikan waktu-Mu.

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2020/01/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+2:1-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+2:1-7

2 Samuel 2:1-7

 1  Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron."
 2  Lalu pergilah Daud ke sana dengan kedua isterinya: Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu.
 3  Juga Daud membawa serta orang-orangnya yang mengiringinya masing-masing dengan rumah tangganya, dan menetaplah mereka di kota-kota Hebron.
 4  Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda. Ketika kepada Daud diberitahukan bahwa orang-orang Yabesh-Gilead menguburkan Saul,
 5  maka Daud mengirim orang kepada orang-orang Yabesh-Gilead dengan pesan: "Diberkatilah kamu oleh TUHAN, karena kamu telah menunjukkan kasihmu kepada tuanmu, Saul, dengan menguburkannya.
 6  Oleh sebab itu, TUHAN kiranya menunjukkan kasih dan setia-Nya kepadamu. Akupun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal yang demikian.
 7  Kuatkanlah hatimu sekarang dan jadilah orang-orang yang gagah perkasa, sekalipun tuanmu Saul sudah mati; dan aku telah diurapi oleh kaum Yehuda menjadi raja atas mereka."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 24 Januari -- Yeremia 24:1-10 - BUAH IMAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 24 Januari 2020
Bacaan : Yeremia 24:1-10
Setahun: Keluaran 20-22
Nats: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sama seperti buah ara yang baik ini, demikianlah Aku akan memperhatikan untuk kebaikannya orang-orang Yehuda yang Kubawa dari tempat ini ke dalam pembuangan, ke negeri orang-orang Kasdim." (Yeremia 24:5)

Renungan:

BUAH IMAN

Ketika saya berkata api itu panas, Anda pasti memercayainya. Mengapa? Sebab Anda mampu membuktikannya melalui pancaindra Anda. Itu fakta. Namun bila saya mengatakan Presiden Indonesia periode mendatang adalah A; saya kira Anda belum tentu sependapat dengan saya. Ya, karena itu hanyalah opini saya saja. Faktanya bisa sangat berbeda.

Memercayai hal yang jauh di depan terkadang terasa begitu sulit. Fakta dan keadaan yang nampak oleh pancaindra kita, itulah yang biasanya mendominasi keputusan-keputusan yang akhirnya kita ambil. Demikian juga dalam ayat bacaan di atas. Secara logika, mana mungkin pembuangan adalah pilihan yang terbaik? Apakah Tuhan benar-benar menubuatkan demikian? Bukankah orang buangan normalnya dianggap warga kelas dua yang tak berharga, layak dijadikan budak, mendapat perlakuan seenaknya, dan sebagainya? Menurut logika, melarikan diri ke Mesir tentu lebih bisa diterima. Bagaimana tidak, menurut catatan sejarah, Mesir juga bangsa yang kuat saat itu.

Memercayai Tuhan terkadang memang terasa sangat sulit. Terlebih bila kita tengah berada di titik nadir. Meski demikian, rancangan Tuhan pastilah yang terbaik. Kita dapat menemukan fakta bahwa meski dalam pembuangan, Tuhan tetap memelihara umat-Nya. Misal dalam kisah Daniel dan Ester. Demikian pula Anda dan saya. Apa pun kenyataan di depan Anda, percayalah, penyertaan-Nya sempurna! Asal kita tetap percaya sampai akhir, pasti buah iman dan kesabaran kita itu akan matang. Saya percaya, Anda dan saya akan mengalami kemurahan Tuhan yang luar biasa. --EL/www.renunganharian.net
   
HIDUP DALAM RENCANA ALLAH ARTINYA KITA MENYERAHKAN SEGENAP KEPUTUSAN KITA AGAR SESUAI DENGAN KEHENDAK ALLAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/01/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/01/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+24:1-10

Yeremia 24:1-10

 1  Lihatlah, TUHAN memperlihatkan kepadaku dua keranjang buah ara berdiri di hadapan bait TUHAN. Hal itu terjadi sesudah Nebukadnezar, raja Babel, mengangkut ke dalam pembuangan Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta para pemuka Yehuda, tukang dan pandai besi dari Yerusalem dan membawa mereka ke Babel.
 2  Keranjang yang satu berisi buah ara yang sangat baik seperti buah ara bungaran, tetapi keranjang yang lain berisi buah ara yang jelek, yang tak dapat dimakan karena jeleknya.
 3  Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?" Maka jawabku: "Buah ara! Buah ara yang baik itu sangat baik, dan buah ara yang jelek, yang tak dapat dimakan karena jeleknya."
 4  Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
 5  "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sama seperti buah ara yang baik ini, demikianlah Aku akan memperhatikan untuk kebaikannya orang-orang Yehuda yang Kubawa dari tempat ini ke dalam pembuangan, ke negeri orang-orang Kasdim.
 6  Maka Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke negeri ini. Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya; Aku akan menanam, bukan mencabutnya.
 7  Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.
 8  Tetapi seperti buah ara yang jelek itu, yang tak dapat dimakan karena jeleknya--sungguh, beginilah firman TUHAN--demikianlah Aku akan memperlakukan Zedekia, raja Yehuda, beserta para pemukanya, dan sisa-sisa penduduk Yerusalem yang masih tinggal di negeri ini dan orang-orang yang menetap di negeri Mesir.
 9  Aku akan membuat mereka menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, menjadi aib dan perumpamaan, menjadi sindiran dan kutuk di segala tempat ke mana Aku menceraiberaikan mereka.
10  Dan Aku akan mengirimkan perang, kelaparan dan penyakit sampar ke antara mereka, sampai mereka habis dilenyapkan dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+20-22
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+20-22

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2020 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 24 Januari -- 2 Samuel 1:1-27 - Sikap Hormat Daud

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 24 Januari 2020
Ayat SH: 2 Samuel 1:1-27

Judul: Sikap Hormat Daud

Dalam hidup bersama, setiap orang ingin merasakan sikap saling menghargai. Hubungan yang tidak didasari oleh untung rugi, melainkan saling menghargai dengan tulus. Untuk itu, perlu diusahakan adanya sikap hormat kepada orang lain dalam setiap aspek kehidupan bersama.

Daud menerima berita kekalahan Israel, juga kematian yang tragis dari Saul dan Yonatan (1-5). Pasukan Israel didesak musuh sampai ke pegunungan Gilboa. Seorang muda mengatakan bahwa Saul luka parah karena tertombak (6). Saul putus asa sehingga ia minta dibunuh saja oleh orang muda tersebut (7-10). Hal itu memperlihatkan begitu beratnya kekalahan Israel sehingga Saul putus asa. Daud sangat terpukul atas berita tersebut. Ia menghukum mati orang muda tersebut karena Daud menganggap orang muda itu salah karena telah membunuh orang yang diurapi Tuhan. Untuk mengungkapkan duka yang mendalam itu, Daud menaikkan nyanyian duka (19-27). Daud dan rakyat merasakan kehilangan Raja Saul.

Daud memberikan hormat kepada Saul dan Yonatan. Saul adalah raja Israel yang pernah hendak membunuh Daud, sedangkan Yonatan adalah sahabat Daud. Betapa pun Saul berusaha melenyapkan Daud, itu tidak mengurangi sikap hormat Daud kepada Saul. Bagi Daud, Saul tetap raja yang diurapi Tuhan. Daud mempunyai jiwa besar untuk mengakhiri konflik dan tidak memperpanjang masalah.

Ada saatnya kita tergoda untuk memperlakukan orang lain sesuai dengan perlakuan mereka kepada kita. Baik dibalas baik, jahat dibalas jahat. Tuhan ingin kita belajar menghormati sesama tanpa syarat dan hal itu tidaklah mudah. Sikap hormat tanpa terpengaruh oleh tindakan orang lain kepada kita adalah sesuatu yang sangat tidak mudah. Tumbuhkan sikap hormat itu, maka kita akan mampu mewujudkan kebaikan hidup bersama. Hal itu bisa dimulai dengan menghargai orang lain tanpa mementingkan diri sendiri.

Doa: Mampukan kami untuk bersikap hormat kepada orang lain. [JST]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2020/01/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+1:1-27
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+1:1-27

2 Samuel 1:1-27

 1  Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag,
 2  maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah.
 3  Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel."
 4  Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati."
 5  Lalu Daud berkata kepada orang muda yang membawa kabar kepadanya itu: "Bagaimana kauketahui, bahwa Saul dan Yonatan, anaknya, sudah mati?"
 6  Orang muda yang membawa kabar kepadanya itu berkata: "Kebetulan aku ada di pegunungan Gilboa; maka tampaklah Saul bertelekan pada tombaknya, sedang kereta-kereta dan orang-orang berkuda mengejarnya.
 7  Ketika menoleh ke belakang, ia melihat aku, lalu memanggil aku; dan aku berkata: Ya tuanku.
 8  Ia bertanya kepadaku: Siapakah engkau? Jawabku kepadanya: Aku seorang Amalek.
 9  Lalu katanya kepadaku: Datanglah ke mari dan bunuhlah aku, sebab kekejangan telah menyerang aku, tetapi aku masih bernyawa.
10  Aku datang ke dekatnya dan membunuh dia, sebab aku tahu, ia tidak dapat hidup terus setelah jatuh. Aku mengambil jejamang yang ada di kepalanya, dan gelang yang ada pada lengannya, dan inilah dia kubawa kepada tuanku."
11  Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga.
12  Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang.
13  Kemudian bertanyalah Daud kepada orang muda yang membawa kabar itu kepadanya: "Asalmu dari mana?" Jawabnya: "Aku ini anak perantau, orang Amalek."
14  Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?"
15  Lalu Daud memanggil salah seorang dari anak buahnya dan berkata: "Ke mari, paranglah dia." Orang itu memarangnya, sehingga mati.
16  Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN."
17  Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya,
18  dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab Orang Jujur.
19  Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! Betapa gugur para pahlawan!
20  Janganlah kabarkan itu di Gat, janganlah beritakan itu di lorong-lorong Askelon, supaya jangan bersukacita anak-anak perempuan orang Filistin, supaya jangan beria-ria anak-anak perempuan orang-orang yang tidak bersunat!
21  Hai gunung-gunung di Gilboa! jangan ada embun, jangan ada hujan di atas kamu, hai padang-padang pembawa kematian! Sebab di sanalah perisai para pahlawan dilumuri, perisai Saul yang tidak diurapi dengan minyak.
22  Tanpa darah orang-orang yang mati terbunuh dan tanpa lemak para pahlawan panah Yonatan tidak pernah berpaling pulang, dan pedang Saul tidak kembali dengan hampa.
23  Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa.
24  Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu.
25  Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu.
26  Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan.
27  Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 23 Januari -- Zefanya 2:1-3 - JALAN MENUJU KEHIDUPAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 23 Januari 2020
Bacaan : Zefanya 2:1-3
Setahun: Keluaran 17-19
Nats: Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum- Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN. (Zefanya 2:3)

Renungan:

JALAN MENUJU KEHIDUPAN

Dewasa ini, sikap individualistis terasa sangat kuat, di mana banyak orang cenderung mengutamakan kepentingan pribadinya daripada kepentingan bersama. Keinginan untuk diakui, lebih kuat daripada keinginan untuk hidup bersama sebagai manusia yang setara. Untuk mencapai hal tersebut, orang lain tidak lagi dipandang sebagai subyek yang juga patut untuk dihargai. Hidup yang demikian tentu tidak akan membawa ketenangan, tetapi justru kerisauan yang tidak berkesudahan.

Kepada umat-Nya, Nabi Zefanya menyerukan ajakan untuk bertobat. Uniknya, ajakannya ini diserukan kepada orang-orang yang rendah hati. Hal ini tentu bukan tanpa maksud, tetapi karena hanya orang-orang yang rendah hati sajalah yang dapat melihat kesalahan dan kekurangannya, sehingga mereka akan selalu mencari Tuhan dan mengarahkan hidupnya hanya kepada Tuhan. Di sisi yang lain, Nabi Zefanya juga menunjukkan, bahwa hanya orang-orang yang rendah hatilah yang dapat menemukan jalan menuju kehidupan yang sejati, yakni dengan senantiasa mengupayakan keadilan bagi sesama. Dengan demikian, maka Allah akan melindungi mereka, serta membebaskan mereka dari hukuman-Nya.

Nabi Zefanya mengajarkan bahwa dengan bersikap rendah hati, maka kita akan menjadi pribadi yang bijaksana. Artinya, kita dapat melihat dengan mata terbuka bahwa kita hanyalah manusia yang kecil, sehingga kita dapat menjalani kehidupan yang sejati dengan senantiasa berserah kepada Tuhan. --ZDP/www.renunganharian.net
   
HANYA YANG RENDAH HATILAH YANG DAPAT MENEMUKAN HIDUP YANG SEJATI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/01/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/01/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Zefanya+2:1-3

Zefanya 2:1-3

 1  Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh,
 2  sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN.
 3  Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+17-19
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+17-19

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2020 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]