(e-RH) 2 Agustus -- MAZMUR 63 - MELEKAT PADA TUHAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 2 Agustus 2021
Bacaan : MAZMUR 63
Setahun: Yesaya 5-9
Nats: Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. (Mazmur 63:9)

Renungan:

MELEKAT PADA TUHAN

Pernahkah Anda merindukan kehadiran seseorang saat kesulitan hidup menghampiri? Sampai-sampai Anda tidak dapat berhenti memikirkannya dan ingin sekali berjumpa dengannya. Anda teringat akan kehadiran dan kebaikannya di masa lalu dalam menolong Anda menemukan solusi atas permasalahan.

Daud tengah bersembunyi dari kejaran Saul. Ia berada di padang gurun Yehuda. Kesendirian dan kesepian membuat Daud merindukan hadirat Allah. Sekering padang gurun, demikian pula kerontangnya jiwa Daud. Daud menghayati dan mengakui kekuatan Allah, kasih setia-Nya adalah sumber kepuasannya. Daud merasa yakin kepada Allah karena pengalamannya di masa lalu tentang kuasa Allah yang memberinya kelegaan. Allah menjadi penolongnya saat yang lain tidak ada yang mampu menolong. Karena itu Daud memiliki keinginan yang sungguh untuk tetap bersekutu dengan Allah. Daud sadar bahwa kebutuhannya yang terdalam hanya dapat ditemukan di dalam Tuhan Allah.

Betapa baiknya menyadari bahwa kebutuhan terdalam kita adalah melekat kuat kepada Allah, Tuhan Sang Pemilik hidup kita. Dengan demikian kita akan mengejar Allah, mengiringi-Nya dekat-dekat, rindu untuk selalu bersama-Nya dan takut kehilangan Dia, serta merasa tidak berdaya tanpa Allah. Berupaya setia di dalam iman dengan senantiasa berharap kepada Tuhan sekalipun mengalami penderitaan, kesulitan, ancaman dan berbagai macam problematika kehidupan. Bukan sekadar menginginkan berkat-Nya, namun karena kerinduan kita untuk selalu bersekutu dalam kasih dan kekudusan-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
   
JIKA SEKADAR MELEKAT, BENALU PUN MELEKAT KUAT PADA INANGNYA. NAMUN ORANG PERCAYA MELEKAT PADA BAPA UNTUK BERSEKUTU DENGAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/08/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/08/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MAZMUR+63

MAZMUR 63

 1  Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. (63-2) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
 2  (63-3) Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
 3  (63-4) Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.
 4  (63-5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
 5  (63-6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.
 6  (63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, --
 7  (63-8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
 8  (63-9) Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
 9  (63-10) Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.
10  (63-11) Mereka akan diserahkan kepada kuasa pedang, mereka akan menjadi makanan anjing hutan.
11  (63-12) Tetapi raja akan bersukacita di dalam Allah; setiap orang, yang bersumpah demi Dia, akan bermegah, karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Yesaya+5-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yesaya+5-9

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 2 Agustus -- 1 Yohanes 4:7-21 - Kesempurnaan Kasih

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 2 Agustus 2021
Ayat SH: 1 Yohanes 4:7-21

Judul: Kesempurnaan Kasih

Firman Allah hari ini membicarakan perihal natur kasih. Kasih berasal dari Allah (7). Lebih dari itu, Allah adalah kasih (8). Semua tindakan Allah dilakukan di dalam kasih. Dia mengutus Anak-Nya yang tunggal sebagai pendamaian atas dosa-dosa kita. Dengan demikian, kita juga harus saling mengasihi (8-11).

Kehadiran Yesus di dunia telah membuat manusia dapat melihat dan mengenal Allah yang penuh kasih. Manusia, oleh karena dosa-dosanya menjalani hidup di luar kasih sehingga tidak mungkin mengenal Allah yang adalah kasih. Dosa telah menyimpangkan arah hidup manusia sehingga tidak lagi terarah kepada Allah, melainkan kepada keinginan daging dan keangkuhan hidup. Kasih manusia yang semestinya ditujukan kepada Allah, sesama, dan ciptaan lainnya menjadi salah arah karena dosa.

Namun demikian, Allah memulihkan keadaan manusia dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal turun ke dalam dunia. Melalui Yesus Kristus, manusia yang sebelumnya tidak mengenal Allah menjadi mengenal Allah. Kasih yang salah arah telah dikembalikan kepada Allah melalui Yesus Kristus. Anugerah pengampunan membuat manusia kembali layak di hadapan Allah. Hal itu terjadi bukan karena upaya manusia, melainkan karena kasih Allah.

Kita sebagai orang yang beroleh kasih Allah-yang berada dalam terang firman-Nya dan berasal dari-Nya-harus mampu menunjukkan perilaku saling mengasihi. Dengan saling mengasihi, kita mengikuti teladan Kristus. Oleh karena pertolongan Allah, kita dimampukan untuk menghadirkan kasih-Nya di tengah dunia. Melalui tuntunan-Nya, kita dimampukan untuk menyatakan kesempurnaan kasih Allah di dalam hidup kita.

Kasih Allah menjadi sempurna di dalam diri kita ketika kita menerima dengan percaya bahwa Yesus Kristus mati bagi kita. Bahkan pada saat kita jauh dan melukai hati Allah, Dia berkenan mengampuni, menerima, dan memulihkan kita. Pertanyaannya adalah, "Adakah orang yang lebih berdosa dari kita, sehingga ia tidak layak menerima kesempurnaan kasih Allah di dalam hidupnya?" [JMH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/08/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Yohanes+4:7-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Yohanes+4:7-21

1 Yohanes 4:7-21

 7  Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
 8  Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
 9  Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
10  Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12  Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
13  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
14  Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
15  Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
16  Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
17  Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
18  Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
19  Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20  Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21  Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 1 Agustus -- KELUARAN 34:28-35 - PERJUMPAAN PRIBADI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 1 Agustus 2021
Bacaan : KELUARAN 34:28-35
Setahun: Yesaya 1-4
Nats: Ketika Musa turun dari gunung Sinai-kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu-tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN. (Keluaran 34:29)

Renungan:

PERJUMPAAN PRIBADI

Perjumpaan pribadi dengan Tuhan selalu menghasilkan dampak perubahan secara rohani. Alkitab begitu banyak memberikan contoh orang-orang yang bertemu dengan Tuhan dan mereka mengalami perubahan rohani. Perubahan inilah yang kita temukan pada diri Zakheus si kepala pemungut cukai, Saulus sang penganiaya murid Tuhan, perempuan yang kedapatan berzina, dan masih banyak lagi. Sisi menariknya adalah bahwa mereka tidak berhenti pada perubahan rohani, tetapi dibuktikan juga dengan perubahan dalam perilaku hidup sehari-hari.

Musa pun mengalami fase itu. Musa berjumpa secara pribadi dengan Tuhan di gunung Sinai selama 40 hari lamanya. Selama itu ia juga berpuasa. Dampak dari perjumpaan itu adalah terpancarnya kemilau kemuliaan Tuhan di wajahnya. Namun tidak hanya berhenti di situ, Musa pun diubahkan Tuhan dalam perilaku hidup sehari-hari. Ia yang dulu dikenal rendah diri dan penakut, kini memiliki keberanian besar untuk menyampaikan perjanjian dan hukum-hukum Tuhan kepada umat Israel untuk ditaati. Jika dulu ia harus diwakili oleh Harun sebagai juru bicaranya, kini Musa sendirilah yang menjadi perantara antara Allah dengan umat-Nya.

Ada banyak cara Tuhan menjumpai umat-Nya. Sekalipun tiap-tiap orang bisa mengalami perjumpaan dengan Tuhan dengan pengalaman yang berbeda, namun dampak perubahan seharusnya sama yaitu kemuliaan Tuhan yang terpancar melalui dirinya dan itu dilihat oleh sesama. Perjumpaan itu mengubah rohaninya yang terpancar melalui perilaku hidupnya. Orang yang telah berjumpa dengan Tuhan pasti memancarkan kemuliaan-Nya. --SYS/www.renunganharian.net
   
PENGALAMAN BERJUMPA DENGAN TUHAN SELALU MENAMPAKKAN PERUBAHAN ROHANI YANG MEMANCARKAN KEMULIAAN TUHAN BAGI SESAMA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/08/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/08/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KELUARAN+34:28-35

KELUARAN 34:28-35

28  Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.
29  Ketika Musa turun dari gunung Sinai--kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.
30  Ketika Harun dan segala orang Israel melihat Musa, tampak kulit mukanya bercahaya, maka takutlah mereka mendekati dia.
31  Tetapi Musa memanggil mereka, maka Harun dan segala pemimpin jemaah itu berbalik kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka.
32  Sesudah itu mendekatlah segala orang Israel, lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan TUHAN kepadanya di atas gunung Sinai.
33  Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah mukanya.
34  Tetapi apabila Musa masuk menghadap TUHAN untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar; dan apabila ia keluar dikatakannyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya.
35  Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan TUHAN.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Yesaya+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yesaya+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 1 Agustus -- 1 Yohanes 4:1-6 - Pengajar dan Ajarannya

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 1 Agustus 2021
Ayat SH: 1 Yohanes 4:1-6

Judul: Pengajar dan Ajarannya

Ibarat dua sisi koin, pengajar dan ajarannya tak dapat dipisahkan. Cara hidup pengajar menggambarkan ajaran yang diajarkannya. Tampaknya, kesatuan antara pengajar dan ajarannya menjadi salah satu sorotan Rasul Yohanes.

Di tengah banyaknya pengajar yang muncul, Rasul Yohanes mendorong jemaat untuk menguji pengajar dan ajarannya (1). Apabila pengajar mengajarkan bahwa "Yesus Kristus telah datang sebagai manusia" (2) dan menuntun umat kepada kebenaran (6), maka pengajar itu berasal dari Allah. Sebaliknya, apabila pengajar itu tidak mengakui Yesus yang datang sebagai manusia dan ajarannya menyesatkan umat, maka pastilah dia bukan berasal dari Allah.

Pada saat ini prinsip yang sama juga masih berlaku. Pengajar yang dikendalikan oleh Roh Kebenaran pasti menjadikan Injil Yesus Kristus sebagai berita utama di atas mimbarnya, dan menuntun jemaatnya untuk mengasihi Yesus, serta menghidupi nilai-nilai kebenaran Allah. Sebaliknya, pengajar yang tidak berasal dari Allah akan menjauhkan umat dari Kristus dan mengajarkan kesesatan. Para pengajar sesat menghidupi nilai-nilai duniawi, yaitu mengikuti keinginan daging serta hidup dalam keangkuhan.

Sebagai orang-orang yang dipanggil Allah, kita membutuhkan pertolongan Roh Allah untuk menguji setiap ajaran yang disampaikan para pengajar yang mengaku sebagai hamba Tuhan. Tidak semua pengajar menyampaikan ajaran dari Allah. Dengan demikian, kita perlu berhati-hati terhadap ajaran mereka.

Kita perlu menguji, apakah benar bahwa ajaran dan cara hidup para pengajar yang mengaku sebagai hamba Tuhan sungguh berpusat pada Kristus? Apakah karya penebusan Allah melalui Yesus Kristus diberitakan dengan serius? Apakah dirinya hidup serupa dengan Kristus? Apakah ia menuntun jemaatnya untuk semakin mengasihi Allah?

Kita perlu mendoakan para hamba Tuhan. Dan kita juga perlu semakin menghayati karya Yesus Kristus agar kita senantiasa berpusat kepada Tuhan. [JMH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/08/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Yohanes+4:1-6
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Yohanes+4:1-6

1 Yohanes 4:1-6

 1  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
 2  Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
 3  dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
 4  Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
 5  Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
 6  Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 31 Juli -- 1 TESALONIKA 2:1-4 - NASIHAT YANG BERKUALITAS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 31 Juli 2021
Bacaan : 1 TESALONIKA 2:1-4
Setahun: Kidung Agung 5-8
Nats: Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. (1 Tesalonika 2:3)

Renungan:

NASIHAT YANG BERKUALITAS

Kita hidup pada zaman di mana ada banyak nasihat bertebaran di sekitar kita, termasuk yang tersedia lewat media online yang dapat kita baca setiap saat melalui gawai di tangan. Namun, tak semua nasihat tadi, meski tampak baik, dapat kita percayai. Faktanya, terkadang ada nasihat yang melenceng dari kebenaran firman Tuhan dan cenderung berdampak negatif jika kita menurutinya. Sebagai contoh, ada pasangan suami istri yang memutuskan untuk bercerai karena sang suami menuruti nasihat orang tuanya agar menceraikan istrinya-dilandasi oleh ketidakcocokan antara mertua dan menantu.

Firman Tuhan hari ini memberi dua catatan mengenai nasihat: Pertama, tidak lahir dari kesesatan-bisa diartikan lahir dari kebenaran karena pengenalan akan Allah. Kedua, disampaikan dengan penuh kemurnian dan tidak ada tipu daya. Artinya, nasihat disampaikan untuk kebaikan dari orang yang menerima nasihat, bukan demi keuntungan si pemberi nasihat. Tidak mudah menemukan orang dengan kualitas nasihat seperti itu. Namun, seiring dengan pengenalan kita akan orang lain, lambat laun kita akan mampu memilah dan memilih nasihat mana yang harus kita terima dan mana yang kita abaikan.

Berbicara soal nasihat yang buruk, jika tidak berhati-hati kita pun dapat menjadi pelakunya-dengan memberikan nasihat yang keliru atau nasihat yang buruk kepada orang lain. Oleh karenanya, kita perlu memohon pimpinan dari Roh Kudus senantiasa, agar nasihat yang kita berikan lahir dari kebenaran, dengan niat yang tulus untuk menolong sesama. --GHJ/www.renunganharian.net
   
NASIHAT BERKUALITAS LAHIR DARI HATI YANG MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/07/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/07/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+TESALONIKA+2:1-4

1 TESALONIKA 2:1-4

 1  Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia.
 2  Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.
 3  Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.
 4  Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kidung+Agung+5-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kidung+Agung+5-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 31 Juli -- 1 Yohanes 3:19-24 - Mengasihi dalam Kebenaran

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 31 Juli 2021
Ayat SH: 1 Yohanes 3:19-24

Judul: Mengasihi dalam Kebenaran

Bagi penulis surat Yohanes, tindakan saling mengasihi tidak bisa lepas dari tindakan percaya kepada Tuhan Yesus. Saling mengasihi tidak sekadar diwujudkan dengan perkataan, melainkan harus dilakukan dalam kebenaran (18). Perintah untuk percaya kepada nama Yesus Kristus (23) menekankan kesatuan antara iman dan perbuatan, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus dengan menunjukkan perbuatan mengasihi Allah dan sesama.

Mengasihi juga berkaitan dengan kebenaran. Kebenaran adalah lawan dari dusta dan tipu muslihat. Maksudnya, tidak ada lagi kepalsuan. Benar juga berarti utuh. Kebenaran juga melekat pada keberadaan Allah. Dengan demikian, mengasihi dalam kebenaran adalah mengasihi secara utuh dan tanpa kepalsuan di dalam Allah. Mengasihi seperti inilah yang harus kita terapkan dalam kehidupan kita.

Mengasihi dalam kebenaran adalah ciri khas anak-anak Allah sebab mereka berasal dari kebenaran. Mengasihi adalah tanda nyata bahwa anak-anak Allah ada di dalam Allah dan Allah ada di dalam mereka. Mengasihi adalah cara hidup anak-anak Allah untuk mencapai keintiman dengan Allah. Dengan demikian, mengasihi menjadi bukti bahwa anak-anak Allah melakukan perbuatan yang berkenan kepada-Nya.

Mungkin kita perlu bertanya tentang motivasi kita dalam mengasihi. Apa yang menjadi motivasi kita dalam mengasihi Allah dan sesama? Adakah hal tertentu yang tersembunyi yang menggerakkan kita untuk berkorban bagi orang lain?

Bagaikan fenomena gunung es, puncaknya terlihat, namun dasarnya sangat dalam tak terlihat. Demikianlah motivasi di balik tindakan mengasihi, kebenarannya merupakan dasar yang sangat dalam, jauh dari jangkauan untuk terlihat. Dasar yang tidak terlihat ini lebih besar daripada yang terlihat.

Orang lain bisa saja memuji kita karena merasakan kebaikan dan pengorbanan yang kita lakukan. Namun, apakah mereka mengetahui motivasi di balik tindakan kita itu? Mari kita memurnikan motivasi kita dan sungguh-sungguh mengasihi. Biarlah Allah dan sesama kita tidak menemukan kepalsuan di dalam diri kita. [JMH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/07/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Yohanes+3:19-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Yohanes+3:19-24

1 Yohanes 3:19-24

19  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
20  sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
21  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
22  dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
23  Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
24  Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 31 Juli -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

1 Yohanes 3:19-24

Yohanes bersikeras pada pentingnya memiliki pemahaman yang benar mengenai Yesus dan mengasihi satu sama lain. Pemaparan yang diberikannya mengenai kasih berakar pada keyakinannya bahwa kebenaran tentang Yesus terletak pada perwujudan kasih Allah di dalam diri-Nya. Allah menyatakan Diri-Nya secara terbuka kepada umat-Nya dan memberikan hidup yang kekal.

Yohanes mengingatkan para pembacanya akan keyakinan mendasar tentang apa yang telah Allah perbuat melalui Yesus Kristus. Yohanes mendorong mereka supaya hidup sesuai dengan keyakinan itu dan meyakinkan mereka tentang keamanan mereka sendiri di dalam kasih Allah. Orang-orang percaya pun diperintahkan untuk mengungkapkan iman yang autentik kepada Yesus dan mengungkapkan kasih yang autentik kepada anak-anak Allah (23).

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapa yang berasal dari kebenaran dan diperbolehkan menenangkan hati di hadapan Allah? (19)
2. Siapakah yang mengetahui segala sesuatu? (20)
3. Bagaimana cara mendekat dan meminta kepada Allah? (21-22)
4. Sebutkan perintah Allah yang disampaikan oleh Yohanes? (23)
5. Bagaimana kita mengetahui bahwa Allah ada di dalam kita? (24)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Pelajaran apakah yang bisa kita terapkan dalam hidup kita dari firman Allah hari ini?
2. Apa perintah yang Allah berikan kepada kita melalui bacaan Alkitab hari ini?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana cara kita bersyukur atas penyertaan Allah di dalam hidup kita?
2. Bagaimana cara kita mewujudkan tekad untuk taat dan setia kepada Allah dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat?

Pokok Doa:
Ucapan syukur atas penyertaan Tuhan dan tekad untuk setia kepada-Nya selama-lamanya.

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/07/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Yohanes+3:19-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Yohanes+3:19-24

1 Yohanes 3:19-24

19  Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
20  sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
21  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
22  dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
23  Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
24  Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 30 Juli -- FILIPI 4:2-9 - PIKIRAN YANG BAIK

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 30 Juli 2021
Bacaan : FILIPI 4:2-9
Setahun: Kidung Agung 1-4
Nats: Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia. (Amsal 12:25)

Renungan:

PIKIRAN YANG BAIK

Saat kita khawatir dan mengeluh tentang apa yang tidak kita punya, apa kata orang tentang kita, masalah tertentu yang makin rumit, kita stres dan takut. Saya pernah mengalami itu. Saya khawatir kehilangan pekerjaan karena penjualan sepi, saya takut tidak bisa membayar cicilan rumah, saya takut terkena Covid-19.

Kita khawatir, takut, atau stres, itu terjadi karena kita mengandalkan diri sendiri dan tidak memercayai Allah. Firman Tuhan mengajarkan, "Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (ay. 6-7). Salah satu cara mengukur seberapa kita memercayai Tuhan adalah dengan merenungkan tingkat kepuasan dan kecukupan diri kita. Jika saya percaya Tuhan, saya akan berpikir baik sehingga mengeluarkan perkataan yang baik. Kita percaya bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Kita tetap mampu bersukacita dan merasakan damai sejahtera dari Allah meski harus bergumul dengan beberapa masalah, dan ada harapan yang belum tercapai.

Saat kita fokus kepada Tuhan, kita mendapatkan damai sejahtera Allah, kita tidak khawatir menghadapi berbagai masalah. Ada banyak masalah yang memang tidak mampu kita selesaikan dengan kekuatan diri sendiri, tapi bisa diselesaikan karena campur tangan Tuhan. Pikirkanlah segala sesuatu yang baik, maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai hidup kita. --RTG/www.renunganharian.net
   
SAAT KITA FOKUS KE TUHAN, KITA MENDAPATKAN DAMAI SEJAHTERA ALLAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/07/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/07/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?FILIPI+4:2-9

FILIPI 4:2-9

 2  Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.
 3  Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
 4  Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
 5  Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
 6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
 7  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
 8  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
 9  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kidung+Agung+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kidung+Agung+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]