(e-RH) 23 Maret -- Pengkhotbah 3:22 - LEGACY

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 23 Maret 2019
Bacaan : Pengkhotbah 3:22
Setahun: Hakim-hakim 3-5
Nats: Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia? (Pengkhotbah 3:22)

Renungan:

LEGACY

"Ini satu langkah kecil untuk seorang manusia, satu lompatan besar bagi umat manusia", adalah ungkapan Neil Armstrong, manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan. Ungkapan ini menunjukkan kebahagiaan sekaligus harapan Neil Armstrong pada umat manusia, bahwa apa yang telah dicapainya itu menjadi warisan besar bagi umat manusia yang harus terus dikembangkan di kemudian hari.

Dalam bacaan ini, penulis kitab Pengkhotbah hendak mengingatkan kehidupan manusia yang terbatas, yang kemudian akan digantikan oleh generasi selanjutnya. Dalam keterbatasan hidup tersebut, sang Pengkhotbah hendak mempertanyakan mengenai warisan apa yang akan diberikan oleh seseorang, kepada generasi selanjutnya. Warisan yang dimaksud adalah mengenai apa yang dapat dihasilkan oleh seseorang di dalam hidupnya, yang dapat diberikan pada generasi selanjutnya, sesudah ia meninggal. Apakah warisan yang baik, ataukah warisan yang buruk? Untuk itu, maka dia haruslah mengambil bagiannya dalam hidup dengan bekerja dan berusaha, supaya dapat menghasilkan suatu hal baik yang dapat diwariskan dan dikembangkan oleh generasi penerus. Karena hal terbaik dalam hidup manusia, adalah menikmati pekerjaannya dan melakukannya dengan gembira, demi hidup generasi selanjutnya.

Kita tidak dipanggil untuk menyia-nyiakan hidup kita dan juga hidup orang lain. Tetapi kita diajak untuk mengambil bagian dalam kehidupan ini, dengan bekerja dan membangun kehidupan bersama. Sehingga anak-anak kita kelak dapat merasakan kebaikan dari pekerjaan kita. --ZDP/www.renunganharian.net
   
DIBUTUHKAN KEKUATAN, KEBERANIAN, DAN KEBIJAKSANAAN UNTUK MEMBANGUN SEBUAH WARISAN.-ANYAELE SAM CHIYSON

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/03/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/03/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Pengkhotbah+3:22

Pengkhotbah 3:22

22  Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+3-5
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+3-5

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 23 Maret -- Imamat 6:14-23 - Kekudusan Pekerja Tuhan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 23 Maret 2019
Ayat SH: Imamat 6:14-23

Judul: Kekudusan Pekerja Tuhan

Allah yang kudus harus juga dilayani oleh mereka yang kudus. Persoalannya, manusia mustahil dapat menguduskan dirinya sendiri. Hanya Allah yang bisa membersihkan dosa manusia. Di dalam konteks Kitab Imamat, salah satu caranya adalah dengan memakan bagian mahakudus dari kurban sajian.

Anak-anak Harun membawa kurban sajian dari umat ke hadapan Allah, ke depan mazbah (14). Kurban sajian terdiri atas segenggam tepung terbaik serta minyak. Seluruh kurban itu tersaji bersama kemenyan. Semuanya dibakar di atas mazbah sebagai bau yang menyenangkan Allah (15). Lalu selebihnya dari kurban sajian itu diolah menjadi roti tak beragi. Harun dan setiap keturunan laki-lakinya kemudian akan memakannya (16, 18). Tempat memakannya pun khusus. Roti itu dimakan di tempat kudus, yaitu pelataran Kemah Pertemuan. Alkitab menulis, setiap orang yang tersentuh bagian mahakudus akan serta-merta menjadi kudus.

Keturunan Harun yang cacat dilarang mendekati mazbah untuk mempersembahkan kurban kepada Allah (21:16-21). Akan tetapi, mereka boleh (dan wajib) memakan persembahan kudus dan mahakudus (21:22). Hal itu termasuk juga kurban sajian yang diberikan untuk Harun dan keturunannya.

Inilah maksudnya bahwa setiap orang yang terkena kurban tersebut akan menjadi kudus (6:18). Ini salah satu cara Allah menguduskan keturunan Harun, walau tidak semua mereka boleh melayani mazbah.

Para pekerja Tuhan haruslah kudus. Ini juga berlaku bagi kita. Bahkan bisa dikatakan ini adalah sebuah prinsip universal. Sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Tentu saja cara pengudusan kita berbeda dengan keturunan Harun. Kita sekarang dikuduskan oleh karya Roh Kudus. Kekudusan itu akan tampak tatkala kita menjalankan apa perintah Tuhan (1Pet.1:14-16). Hanya dengan kekudusan hiduplah, pelayanan kita menjadi bau yang menyenangkan-Nya. Marilah berupaya untuk hidup kudus supaya pelayanan kita berkenan kepada-Nya dan menjadi berkat.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar hidup kudus, sehingga layak melayani-Mu. [IT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/03/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+6:14-23
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+6:14-23

Imamat 6:14-23

14  "Inilah hukum tentang korban sajian. Anak-anak Harun haruslah membawanya ke hadapan TUHAN ke depan mezbah.
15  Setelah dikhususkan dari korban sajian itu segenggam tepung yang terbaik dengan minyak, serta seluruh kemenyan yang di atas korban sajian itu, maka haruslah semuanya dibakar di atas mezbah sehingga baunya menyenangkan sebagai bagian ingat-ingatannya bagi TUHAN.
16  Selebihnya haruslah dimakan oleh Harun dan anak-anaknya; haruslah itu dimakan sebagai roti yang tidak beragi di suatu tempat yang kudus, haruslah mereka memakannya di pelataran Kemah Pertemuan.
17  Janganlah itu dibakar beragi. Telah Kuberikan itu sebagai bagian mereka dari pada segala korban api-apian-Ku; itulah bagian maha kudus, sama seperti korban penghapus dosa dan korban penghapus salah.
18  Setiap laki-laki di antara anak-anak Harun haruslah memakannya; itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun; itulah bagianmu dari segala korban api-apian TUHAN. Setiap orang yang kena kepada korban-korban itu menjadi kudus."
19  TUHAN berfirman kepada Musa:
20  "Inilah persembahan Harun dan anak-anaknya, yang harus dipersembahkan oleh mereka kepada TUHAN pada hari ia diurapi: sepersepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian yang tetap, setengahnya pada waktu pagi dan setengahnya pada waktu petang.
21  Haruslah itu diolah di atas panggangan bersama-sama minyak, setelah teraduk haruslah engkau membawanya dan mempersembahkannya sebagai korban sajian, sesudah dibakar dan berpotong-potong sebagai bau yang menyenangkan bagi TUHAN.
22  Dan imam dari antara anak-anaknya yang diurapi sebagai penggantinya, haruslah mengolahnya; itulah suatu ketetapan untuk selamanya. Seluruhnya haruslah dibakar bagi TUHAN.
23  Tiap-tiap korban sajian dari seorang imam itu haruslah menjadi korban yang terbakar seluruhnya, janganlah dimakan."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-SH) 23 Maret -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Imamat 6:8-13

Kekudusan Allah merupakan tema terpenting sepanjang Kitab Imamat. Allah sendiri yang menentukan bagaimana umat memperlakukan kekudusan-Nya. Artinya, umat Israel tidak boleh sembarangan dalam menghormati kekudusan Allah.

Salah satu cara yang diatur Allah adalah dalam upacara membakar kurban bakaran. Imam harus mengikuti setiap instruksi dengan terperinci. Jika tidak, itu akan dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

Lalu, bagaimana kita sebagai masyarakat modern, memaknai kekudusan Allah itu?

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang diperintahkan Tuhan kepada Harun (8-9a)?
2. Bagaimana kurban bakaran itu diperlakukan (9b)?
3. Apa yang harus dilakukan imam saat membuang abu sisa pembakaran kurban (10-11)?
4. Apa yang harus dilakukan para imam terkait api yang di atas mazbah (12-13)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Bagaimana para imam menempatkan diri pada kekudusan Allah?
2. Api di atas mazbah harus menyala setiap hari. Apa yang Anda pikirkan terkait dengan hal ini?

Apa respons Anda?
1. Dalam dunia modern sekarang, bagaimana sikap kita berhadapan dengan kekudusan Allah? Masihkah kekudusan hanya dimaknai dalam dimensi ritual? Jelaskan pendapat Anda!

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+6:8-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+6:8-13

Imamat 6:8-13

 8  TUHAN berfirman kepada Musa:
 9  "Perintahkanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Inilah hukum tentang korban bakaran. Korban bakaran itu haruslah tinggal di atas perapian di atas mezbah semalam-malaman sampai pagi, dan api mezbah haruslah dipelihara menyala di atasnya.
10  Imam haruslah mengenakan pakaian lenannya, dan mengenakan celana lenan untuk menutup auratnya. Lalu ia harus mengangkat abu yang ada di atas mezbah sesudah korban bakaran habis dimakan api, dan haruslah ia membuangnya di samping mezbah.
11  Kemudian haruslah ia menanggalkan pakaiannya dan mengenakan pakaian lain, lalu membawa abu itu ke luar perkemahan ke suatu tempat yang tahir.
12  Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana.
13  Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 22 Maret -- Lukas 17:11-19 - BERSYUKUR HINGGA TERSUNGKUR

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 22 Maret 2019
Bacaan : Lukas 17:11-19
Setahun: Hakim-hakim 1-2
Nats: Lalu sujud di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu orang Samaria. (Lukas 17:16)

Renungan:

BERSYUKUR HINGGA TERSUNGKUR

Setiap orang Kristiani tentu pernah bersyukur. Sebab, itu adalah ajaran penting kekristenan. Pertanyaannya, atas apakah kita bersyukur. Kesuksesan meraih gelar? Memperoleh penghargaan karena prestasi? Mendapat rezeki atau penghasilan menguntungkan? Lalu, dengan sikap bagaimanakah Anda ungkapkan rasa syukur Anda? Adakah ekspresi yang luar biasa?

Dari sepuluh penyandang kusta yang disembuhkan, hanya seorang yang bergegas kembali untuk berterima kasih kepada Yesus. Yang menarik, dia tidak sekadar mengucap syukur, melainkan tersungkur di bawah kaki Yesus. Tindakannya menandakan kesungguhan dan keterharuan yang besar dan mendalam. Dia adalah orang Samaria, yang memiliki status kurang terhormat dibanding orang Yahudi. Penyakit kusta yang sebelumnya dia derita semakin menyingkirkannya dari kehidupan sosial. Tanpa disangka, Tuhan menaruh kasih dan menyembuhkan kustanya. Seiring lenyapnya penyakit mengerikan, enyah pula segala citra buruk yang disandangnya. Keadaannya yang rendah membuat hatinya dipenuhi rasa syukur karena memperoleh anugerah dan belas kasih Yesus.

Pernyataan syukur kita sering hambar karena kurangnya penghayatan atas ketidaklayakan kita. Kesuksesan yang kita syukuri seolah sekadar hasil kerja keras yang diberkati. Kita kurang menyadari bahwa tadinya tubuh kita dipenuhi borok dosa. Yesuslah yang menghampiri, membasuh dan merawat kita dengan penuh kasih. Ia bahkan mengangkat kita menjadi anak-Nya. Patutlah kita menghampiri-Nya dengan penuh ucapan syukur. --HEM/www.renunganharian.net
   
MENYADARI KETIDAKLAYAKAN MEMBUAT HIDUP KITA MELIMPAH OLEH RASA SYUKUR ATAS ANUGERAH YESUS KRISTUS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/03/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/03/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+17:11-19

Lukas 17:11-19

11  Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12  Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13  dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
14  Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16  lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17  Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18  Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
19  Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+1-2
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+1-2

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 22 Maret -- Imamat 6:8-13 - Hidup Sebagai Ibadah

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 22 Maret 2019
Ayat SH: Imamat 6:8-13

Judul: Hidup Sebagai Ibadah

Dalam Perjanjian Lama, umat perlu mempersembahkan kurban sesuai perintah Allah. Selama seremoni pembakaran kurban, tiap kelompok punya tugas yang berbeda-beda. Tugas umat sebatas menyembelih, menguliti, dan memotong-motong binatang kurban. Selebihnya adalah tugas imam, yaitu meletakkan hewan kurban di mazbah. Peran ini penting, sehingga lewat Musa, Tuhan memberi perintah khusus kepada mereka (8).

Para imam wajib mempersembahkan kurban bakaran dua kali setiap hari, yaitu pagi dan petang. Kurban bakaran pada waktu petang harus tinggal di atas perapian semalam suntuk sampai pagi. Api di mazbah juga mesti dipelihara agar terus menyala (9). Keesokan harinya, imam akan mengangkat abu dari atas mazbah dan membuangnya ke tempat yang tahir (10-11). Saat pagi tiba, imam wajib membakar kurban lagi sebagai persembahan pagi.

Perintah agar api mazbah harus terus menyala ditekankan sampai tiga kali (9, 12, 13). Dalam Kel. 29:38-46 disebutkan bahwa kurban bakaran harus terus ada. Mengapa? Sebab pada momen itulah Tuhan akan bertemu umat-Nya.

Kita melihat bahwa kurban bakaran ternyata wajib selalu ada. Ini menegaskan kontinuitas ibadah. Ibadah tidak dilakukan hanya pada waktu tertentu. Ibadah justru harus berlangsung terus-menerus. Apinya mesti tetap berkobar dalam setiap detik kehidupan.

Sebagai umat Perjanjian Baru, ritual ibadah dalam Perjanjian Lama tidak perlu lagi kita lakukan. Alasannya sederhana, Kristus sudah menggenapinya menjadi kurban terakhir. Akan tetapi, prinsip dari Perjanjian Lama tidak otomatis gugur. Pasalnya, Paulus memerintahkan kita mempersembahkan tubuh. Bagi Paulus, itu adalah persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya. Itulah ibadah sejati yang dikehendaki Allah bagi setiap umat-Nya (Rm. 12:1).

Pertanyaan penting bagi kita: "Apakah seluruh hidup sudah kita persembahkan sebagai ibadah kepada Tuhan?"

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk mempersembahkan hidup sebagai ibadah kepada-Mu. [IT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/03/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+6:8-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+6:8-13

Imamat 6:8-13

 8  TUHAN berfirman kepada Musa:
 9  "Perintahkanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Inilah hukum tentang korban bakaran. Korban bakaran itu haruslah tinggal di atas perapian di atas mezbah semalam-malaman sampai pagi, dan api mezbah haruslah dipelihara menyala di atasnya.
10  Imam haruslah mengenakan pakaian lenannya, dan mengenakan celana lenan untuk menutup auratnya. Lalu ia harus mengangkat abu yang ada di atas mezbah sesudah korban bakaran habis dimakan api, dan haruslah ia membuangnya di samping mezbah.
11  Kemudian haruslah ia menanggalkan pakaiannya dan mengenakan pakaian lain, lalu membawa abu itu ke luar perkemahan ke suatu tempat yang tahir.
12  Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana.
13  Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 21 Maret -- Ester 4:5-17 - BERTINDAK MESKI BERISIKO

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 21 Maret 2019
Bacaan : Ester 4:5-17
Setahun: Yosua 22-24
Nats: "... Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja." (Ester 4:11)

Renungan:

BERTINDAK MESKI BERISIKO

Park Jee Young dengan sigap membagikan pelampung keselamatan pada penumpang saat kapal Sewol di Korea Selatan yang berpenumpang mayoritas anak-anak sekolah mulai tenggelam. Seorang wanita yang ditolongnya sempat bertanya mengapa dirinya tidak menggunakan jaket keselamatan. Park menjawab bahwa kru kapal akan menjadi yang terakhir dan ia harus menyelamatkan penumpang lain terlebih dahulu. Malangnya, wanita yang dianggap pahlawan ini termasuk dalam penumpang yang ditemukan tewas di kapal itu.

Ester adalah salah satu orang Yahudi yang hidup sebagai orang buangan di ibu kota Persia. Nasibnya mendadak berubah setelah ia terpilih menjadi ratu di negeri itu. Namun berita tentang rencana Haman untuk memusnahkan bangsa Israel begitu mengusik hatinya. Pasalnya, jika itu terjadi, ia pun tak akan luput dari pembantaian. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan bangsanya: menemui Raja Ahasyweros dengan risiko jika raja tidak berkenan ditemui, Ester bisa jadi menemui ajalnya. Dan Ester mengambil langkah berani itu demi menyelamatkan bangsanya.

Berani melakukan kebenaran di saat kita menyaksikan ketidakbenaran yang terjadi tidaklah mudah. Tak jarang kita dihadapkan dengan risiko buruk yang justru menimpa diri kita. Namun hidup orang-orang beriman dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi terang dalam kegelapan, bertindak benar di tengah ketidakadilan, sekalipun ada harga bayar yang harus ditanggung. Kiranya Tuhan dengan kasih karunia-Nya memampukan kita menjadi "Ester-Ester" yang berani bertindak benar di tengah zaman yang bengkok ini. --SYS/www.renunganharian.net
   
HIDUP ORANG BERIMAN DIPANGGIL TUHAN UNTUK MENJADI PELAKU KEBENARAN DI TENGAH KETIDAKBENARAN APA PUN RISIKONYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2019/03/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2019/03/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Ester+4:5-17

Ester 4:5-17

 5  Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu.
 6  Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja,
 7  dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi.
 8  Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda.
 9  Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester.
10  Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:
11  "Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."
12  Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,
13  maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.
14  Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."
15  Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai:
16  "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."
17  Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yosua+22-24
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+22-24

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2019 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 21 Maret -- Imamat 5:14-6:7 - Mencerminkan Kekudusan Allah

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 21 Maret 2019
Ayat SH: Imamat 5:14-6:7

Judul: Mencerminkan Kekudusan Allah

Melanggar kekudusan Allah adalah perkara serius. Kata "kudus" (kabod) biasanya dimengerti sebagai segala sesuatu yang dipisahkan untuk Allah. Namun, apa arti sebenarnya dari melanggar kekudusan Allah?

Kurban penebus salah dipersembahkan ketika seseorang tidak sengaja berbuat dosa. Secara khusus dalam sesuatu hal kudus yang dipersembahkan kepada Tuhan (5:15). Kemungkinan ini berkaitan perihal menyentuh barang kudus Tuhan yang hanya boleh disentuh oleh imam. Ada dua perlakuan sebagai solusi dari masalah ini. Pertama, ia mesti menggantikan barang kudus yang menyebabkannya berdosa dan ditambah denda seperlima. Kedua, imam harus mengadakan pendamaian, yaitu domba jantan menjadi kurban penebusan salah (16).

Dosa lainnya adalah tindakan memungkiri apa (barang) yang dipercayakan. Kedua, menggunakan sumpah dusta untuk memungkiri sesuatu (6:1-5). Intinya adalah orang tersebut bersumpah palsu. Perbuatan tersebut melanggar kekudusan Allah karena sembarangan menggunakan nama Tuhan. Atas kesalahan ini, ia wajib mempersembahkan seekor domba jantan. Ia juga berkewajiban memulangkan barang yang diambilnya atau membayar ganti sepenuhnya. Ia pun harus membayar denda seperlima (6:5-7).

Kekudusan Allah merupakan hal serius. Setiap pelanggaran terhadapnya menuntut tanggung jawab. Perhatikan bahwa tuntutan Allah bersifat ganda. Pertama, permasalahan orang tersebut dengan Allah harus diselesaikan. Kedua, permasalahan dengan sesama juga harus beres. Orang yang menipu sesamanya wajib mengganti sepenuhnya, ditambah denda seperlima.

Kekudusan Allah menuntut kita membayar kesalahan, baik kepada Allah dan sesama. Sebagai orang Kristen, apakah kita sudah hidup selayaknya orang kudus? Apakah kita, secara dewasa, mau bertanggung jawab atas kesalahan kita, baik terhadap Allah juga sesama?

Doa: Bapa, tolong kami menjadi orang yang mencerminkan kekudusan-Mu dalam kehidupan sesehari. [IT]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/03/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+5:14-6:7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+5:14-6:7

Imamat 5:14-6:7

14  TUHAN berfirman kepada Musa:
15  "Apabila seseorang berubah setia dan tidak sengaja berbuat dosa dalam sesuatu hal kudus yang dipersembahkan kepada TUHAN, maka haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salahnya seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, dinilai menurut syikal perak, yakni menurut syikal kudus, menjadi korban penebus salah.
16  Hal kudus yang menyebabkan orang itu berdosa, haruslah dibayar gantinya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada imam. Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah itu, sehingga ia menerima pengampunan.
17  Jikalau seseorang berbuat dosa dengan melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN tanpa mengetahuinya, maka ia bersalah dan harus menanggung kesalahannya sendiri.
18  Haruslah ia membawa kepada imam seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, yang sudah dinilai, sebagai korban penebus salah. Imam itu haruslah mengadakan pendamaian bagi orang itu karena perbuatan yang tidak disengajanya dan yang tidak diketahuinya itu, sehingga ia menerima pengampunan.
19  Itulah korban penebus salah; orang itu sungguh bersalah terhadap TUHAN."
 1  TUHAN berfirman kepada Musa:
 2  "Apabila seseorang berbuat dosa dan berubah setia terhadap TUHAN, dan memungkiri terhadap sesamanya barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang yang diserahkan kepadanya atau barang yang dirampasnya, atau apabila ia telah melakukan pemerasan atas sesamanya,
 3  atau bila ia menemui barang hilang, dan memungkirinya, dan ia bersumpah dusta--dalam perkara apapun yang diperbuat seseorang, sehingga ia berdosa--
 4  apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya atau yang telah dipercayakan kepadanya atau barang hilang yang ditemuinya itu,
 5  atau segala sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima; haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya.
 6  Sebagai korban penebus salahnya haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, yang sudah dinilai, menjadi korban penebus salah, dengan menyerahkannya kepada imam.
 7  Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN, sehingga ia menerima pengampunan atas perkara apapun yang diperbuatnya sehingga ia bersalah."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

Urgent!

Posted On // Leave a Comment
Urgent!

I am Dr. Abidi Bello, the director in charge of auditing and accounting section of Eco-bank, Ouagadougou Burkina Faso West Africa. With due respect and regard, I have decided to contact you on a business transaction that will be very beneficial to both of us at the end of the transaction.

During our investigation and auditing in this bank, my department came across a very huge sum of money belonging to a deceased person who died on 31rst Junly 2000 in a plane crash and the fund has been dormant in his account with this Bank without any claim of the fund in our custody either from his family or relation before our discovery to this development. The said amount was (EIGHTEEN MILLION UNITED STATE DOLLARS. ($18,000,000.00)Meanwhile all the whole arrangement to put the claim over this fund as the bonafide next of kin to the deceased, get the required approval and transfer this money to a foreign account has been put in place and directives and needed information will be relayed to you as soon as you indicate your interest and willingness to assist me and also benefit yourself to this great business opportunity.

Infact I could have done this deal alone but because of my position in this country as a civil servant (A Banker) we are not allowed to operate a foreign account and would eventually raise an eye brow on my side during the time of transfer because I work in this bank. This is the reason why it will require a second party or fellow who will forward claims as the next of kin to the bank and also present a foreign account where he will need the money to be retransferred into on his request as it may be after due verification and clarification by the correspondent branch of the bank where the money will be remitted from to your own designation bank account.

I will not fail to inform you that this transaction is 100% risk free. On smooth conclusion of this transaction, you will be entitled to 40% of the total sum as gratification, while 60% will be for me. Please, you have been advised to keep top secret as I am still in service and intend to retire from service after I conclude this deal with you.

I will be monitoring the whole situation here in this bank until you confirm the money in your account and ask me to come down to your country for subsequent sharing of the fund according to percentages previously indicated and further investment, either in your country or any country you advice us to invest.

All other necessary vital information will be sent to you when I hear from you.

I look forward to receive your email and please also send your direct mobile telephone number in your reply for easy communication.

Please reply to this address: drabidibello@gmail.com

Yours faithfully,
Dr. Abidi Bello
[Read more]