(e-RH) 16 Juli -- 2 Timotius 3:1-9 - PENENTANG KEBENARAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 16 Juli 2018
Bacaan : 2 Timotius 3:1-9
Setahun: Mazmur 120-131
Nats: Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. (2 Timotius 3:8)

Renungan:

PENENTANG KEBENARAN

Tidak semua orang menyukai kebenaran, sekalipun kebenaran bersumber dari Allah. Sejak manusia pertama diciptakan dan mendiami bumi, selalu ada orang yang secara sadar menentang kebenaran. Sewaktu Musa menjadi pemimpin bangsa Israel, ada dua orang bernama Yanes dan Yambres yang menentang Musa. Karena Musa adalah hamba Allah, maka saat mereka menentang Musa, berarti mereka menentang kebenaran dari Allah yang dibawa oleh Musa.

Sikap menentang kebenaran pasti mengandung risiko bagi si pelaku. Alkitab mencatat setidaknya ada empat hal yang akan dialami oleh para penentang kebenaran: akal menjadi bobrok, iman tidak tahan uji, kualitas hidup yang tidak akan maju (stagnan), bahkan berpotensi melakukan hal-hal yang bodoh secara gamblang di depan publik (ay. 8-9). Mengapa seseorang menjadi penentang kebenaran? Kondisi itu terjadi ketika seseorang memungkiri kekuatan dari ibadah. Memungkiri kekuatan ibadah juga berarti mengingkari kuasa kebenaran firman Tuhan, yang sampai hari ini terbukti mengubahkan kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Jika penentang kebenaran mengalami empat hal buruk di atas, maka orang yang menerima dan menerapkan kebenaran akan mengalami hal yang sebaliknya: akal budi yang semakin tercerahkan, iman yang tahan uji, kehidupan yang semakin maju (berkualitas), dan hikmat yang semakin nyata di depan semua orang. Melihat berkat yang Tuhan sediakan, sebaiknya kita perlu waspada dan menjaga diri, supaya jangan sampai kita menjadi orang yang menentang kebenaran. --GHJ/www.renunganharian.net
   
PARA PENENTANG KEBENARAN MENGHABISKAN BANYAK ENERGI, TETAPI KEHIDUPAN MEREKA TAK AKAN PERNAH MENJADI LEBIH BAIK.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/07/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/07/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Timotius+3:1-9

2 Timotius 3:1-9

 1  Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
 2  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
 3  tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
 4  suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
 5  Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
 6  Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
 7  yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
 8  Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
 9  Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+120-131
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+120-131

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 16 Juli -- Kejadian 41:1-36 - Mengenal dan Merespons Allah

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 16 Juli 2018
Ayat SH: Kejadian 41:1-36

Judul: Mengenal dan Merespons Allah

Tiada hari tanpa rutinitas. Apalagi untuk masyarakat kota, dia sudah seperti sahabat yang terus menemani melewati hari. Kita melakukan semua kebiasaan itu dengan irama yang monoton. Akibatnya, kita sering melewati hari begitu saja tanpa belajar apa-apa.

Keadaan demikian mungkin akan berpengaruh pada pertumbuhan rohani. Kita bisa saja tidak mengalami kemajuan dalam pengenalan dan pengalaman berjalan bersama Allah.

Yusuf masih dipenjara selama dua tahun sejak peristiwa juru minum dan juru roti. Di sepanjang waktu itu, Yusuf terus melatih dirinya mengenali dan meresponi Allah.

Pada suatu hari, Firaun bermimpi hingga dua kali (1-7). Tetapi, tidak seorang pun mampu mengartikan mimpinya (8). Hal ini menyiksa hatinya hingga gundah gulana.

Seketika juru minuman Firaun mengingat Yusuf (9). Dia ingat kalau Yusuf pernah menafsirkan mimpinya. Firaun, akhirnya, menyuruh memanggil Yusuf (14).

Yusuf menghadap dan berkata, "Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun" (16).

Lewat mimpi itu, Yusuf bisa melihat rencana Allah. Sebuah rancangan untuk menyatakan kedaulatan-Nya atas dunia.

Yusuf merespons rencana itu. Dia mencetuskan suatu gagasan yang sangat brilian. Sesuatu yang tidak terpikirkan oleh siapa pun ketika itu (33-36). Lewat inilah, Yusuf memberitakan perihal Allah kepada Firaun dan bangsa Mesir.

Yusuf adalah teladan bagaimana cara merespons Allah. Dalam kesukaran bertahun-tahun, dia tetap setia kepada Tuhan. Karena anugerah Allah, dia menunjukkan konsistensi yang tahan uji. Dia tidak mudah mundur walau banyak aral melintang datang menghadang.

Inilah yang Tuhan harapkan dari kesaksian orang-orang percaya. Dunia bisa mengenal Dia dari cara kita merespons panggilan-Nya. Sehingga, orang bisa mengenal Allah bukan karena kata, tetapi oleh aksi nyata.

Doa: Tuhan, ajari kami agar terus taat dalam merespons-Mu. [RD]



e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/07/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+41:1-36
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+41:1-36

Kejadian 41:1-36

 1  Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil.
 2  Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu.
 3  Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu.
 4  Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun.
 5  Setelah itu tertidur pulalah ia dan bermimpi kedua kalinya: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik.
 6  Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur.
 7  Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang bernas dan berisi tadi. Lalu terjagalah Firaun. Agaknya ia bermimpi!
 8  Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya.
 9  Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: "Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu.
10  Waktu itu tuanku Firaun murka kepada pegawai-pegawainya, dan menahan aku dalam rumah pengawal istana, beserta dengan kepala juru roti.
11  Pada satu malam juga kami bermimpi, aku dan kepala juru roti itu; masing-masing mempunyai mimpi dengan artinya sendiri.
12  Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu diartikannya kepada kami mimpi kami masing-masing.
13  Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, demikianlah pula terjadi: aku dikembalikan ke dalam pangkatku, dan kepala juru roti itu digantung."
14  Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun.
15  Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya."
16  Yusuf menyahut Firaun: "Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun."
17  Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Dalam mimpiku itu, aku berdiri di tepi sungai Nil;
18  lalu tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badannya dan indah bentuknya, dan makan rumput yang di tepi sungai itu.
19  Tetapi kemudian tampaklah juga keluar tujuh ekor lembu yang lain, kulit pemalut tulang, sangat buruk bangunnya dan kurus badannya; tidak pernah kulihat yang seburuk itu di seluruh tanah Mesir.
20  Lembu yang kurus dan buruk itu memakan ketujuh ekor lembu gemuk yang mula-mula.
21  Lembu-lembu ini masuk ke dalam perutnya, tetapi walaupun telah masuk ke dalam perutnya, tidaklah kelihatan sedikitpun tandanya: bangunnya tetap sama buruknya seperti semula. Lalu terjagalah aku.
22  Selanjutnya dalam mimpiku itu kulihat timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang berisi dan baik.
23  Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir yang kering, kurus dan layu oleh angin timur.
24  Bulir yang kurus itu memakan ketujuh bulir yang baik tadi. Telah kuceritakan hal ini kepada semua ahli, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat menerangkannya kepadaku."
25  Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
26  Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.
27  Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.
28  Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
29  Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir.
30  Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.
31  Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu.
32  Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya.
33  Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.
34  Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir.
35  Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya.
36  Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 15 Juli -- 2 Samuel 16:1-14 - BUAH KESABARAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 15 Juli 2018
Bacaan : 2 Samuel 16:1-14
Setahun: Mazmur 119
Nats: "Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini." (2 Samuel 16:12)

Renungan:

BUAH KESABARAN

Seorang polisi mengalami peristiwa tidak menyenangkan ketika ia menghentikan seorang perempuan bermobil yang melakukan pelanggaran. Ia memberikan surat tilang, tetapi perempuan itu mengamuk, mulai mencakar dan memukul sambil melontarkan perkataan kasar. Hebatnya, polisi itu bergeming. Ia hanya berupaya menghindari pukulan itu tanpa membela diri. Kesabarannya itu mengundang banyak simpati. Akhirnya ia diberi penghargaan oleh Kapolda Metro Jaya.

Daud pun pernah mendapatkan perlakuan serupa ketika ia dan para pengikutnya melarikan diri dari usaha kudeta Absalom. Di tengah jalan, Simei, yang termasuk salah satu keluarga Saul, datang dan melempari rombongan Daud dengan batu serta mengucapkan kata-kata kutuk. Abisai, salah seorang pengikut Daud, bereaksi dan meminta izin untuk memenggal kepala Simei. Daud bereaksi sebaliknya. Alih-alih memberi izin, ia justru menegur Abisai dan membiarkan Simei terus mengutuk. Dan Daud menunjukkan kesabarannya dengan perkataan: "Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini."

Tindak kebenaran yang kita lakukan tidak selalu membuahkan hal yang baik untuk kita. Kadang-kadang kita justru menerima perlakuan yang buruk. Namun, Tuhan bisa memakai situasi itu untuk menguji hati kita. Setiap perlakuan buruk sesungguhnya menguji kualitas hati kita dan menjadikan kita semakin dewasa secara rohani. --SYS/www.renunganharian.net
   
SABAR ADALAH KESADARAN BAHWA KITA PERCAYA KEPADA TUHAN YANG MAHAKUASA DAN YANG MAHATAHU AKAN SEGALA SESUATU.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/07/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/07/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+16:1-14

2 Samuel 16:1-14

 1  Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur.
 2  Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: "Apakah maksudmu dengan semuanya ini?" Jawab Ziba: "Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah."
 3  Kemudian bertanyalah raja: "Di manakah anak tuanmu?" Jawab Ziba kepada raja: "Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku."
 4  Lalu berkatalah raja kepada Ziba: "Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset." Kata Ziba: "Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja."
 5  Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk.
 6  Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya.
 7  Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: "Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila!
 8  TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah."
 9  Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya."
10  Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"
11  Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.
12  Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini."
13  Demikianlah Daud melanjutkan perjalanannya dengan orang-orangnya, sedang Simei berjalan terus di lereng gunung bertentangan dengan dia dan sambil berjalan ia mengutuk, melemparinya dengan batu dan menimbulkan debu.
14  Dengan lelah sampailah raja dan seluruh rakyat yang ada bersama-sama dengan dia ke Yordan, lalu mereka beristirahat di sana.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+119
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+119

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 15 Juli -- Kejadian 40 - Seturut Kehendak Allah

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 15 Juli 2018
Ayat SH: Kejadian 40

Judul: Seturut Kehendak Allah

Kepala pengawal menempatkan Yusuf di penjara bersama juru minuman dan juru roti Firaun (4). Mereka ditahan karena membuat kesalahan terhadap tuannya, raja Mesir (1)

Selama di penjara, Yusuf merupakan orang yang dapat dipercaya. Hal ini membuat kepala pengawal raja meminta Yusuf untuk melayaninya. Dia pun melakukan tugasnya dengan baik.

Suatu ketika, juru minuman dan juru roti bermimpi (6-7), namun tidak ada yang bisa mengartikannya. Hal ini sangat menggusarkan mereka. Karena pada masa itu, mimpi sering dihubungkan sebagai pertanda bahwa sesuatu akan terjadi di dunia nyata.

Yusuf mendengar kisah mereka. Dia pun mengartikan mimpi itu. Namun, itu semua bukan karena kehebatannya, tetapi Allah yang menyingkapkan arti mimpi tersebut (8). Setelah diartikannya mimpi itu, Yusuf berpesan, "Tetapi, ingatlah kepadaku kalau keadaanmu telah baik" (14).

Maka terjadilah sebagaimana arti mimpi itu (20-21). Tetapi di akhir perikop, kita tahu bahwa juru minuman raja ternyata melupakan Yusuf. Walaupun, dia sudah kembali ke posisinya (23).

Dari kisah itu kita tahu, Yusuf, sebenarnya, mengharapkan agar dia segera mendapat keadilan. Dia pun ingin agar nasibnya berubah. Tetapi, apa yang diharapkan Yusuf ternyata tidak terjadi. Dia tetap mendekam di balik jeruji dingin penjara.

Pikiran manusia berbeda dengan pikiran Allah. Pikiran kita sering kali mengharapkan suatu kehidupan yang lebih baik. Tetapi nyatanya, rancangan kita berbeda dengan kehendak Allah. Realitas kerap tidak sesuai dengan harapan.

Oleh karena itu, kita harus terbuka dalam pembentukan Allah. Ketika dalam kesulitan, kita harus belajar peka karena pada saat itulah, kita perlu bertanya kepada Allah apa yang menjadi keinginan-Nya. Sehingga, kita tidak larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, kita beroleh kekuatan dan sukacita, sekalipun dalam penderitaan.

Doa: Tuhan, tolonglah aku untuk peka dalam setiap bentukanmu dan keadaan apa pun yang sedang kualami. [RD]



e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/07/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+40
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+40

Kejadian 40

 1  Sesudah semuanya itu terjadilah, bahwa juru minuman raja Mesir dan juru rotinya membuat kesalahan terhadap tuannya, raja Mesir itu,
 2  maka murkalah Firaun kepada kedua pegawai istananya, kepala juru minuman dan kepala juru roti itu.
 3  Ia menahan mereka dalam rumah kepala pengawal raja, dalam penjara tempat Yusuf dikurung.
 4  Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan mereka untuk melayani mereka. Demikianlah mereka ditahan beberapa waktu lamanya.
 5  Pada suatu kali bermimpilah mereka keduanya--baik juru minuman maupun juru roti raja Mesir, yang ditahan dalam penjara itu--masing-masing ada mimpinya, pada satu malam juga, dan mimpi masing-masing itu ada artinya sendiri.
 6  Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati.
 7  Lalu ia bertanya kepada pegawai-pegawai istana Firaun yang ditahan bersama-sama dengan dia dalam rumah tuannya itu: "Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?"
 8  Jawab mereka kepadanya: "Kami bermimpi, tetapi tidak ada orang yang dapat mengartikannya." Lalu kata Yusuf kepada mereka: "Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu kepadaku."
 9  Kemudian juru minuman itu menceritakan mimpinya kepada Yusuf, katanya: "Dalam mimpiku itu tampak ada pohon anggur di depanku.
10  Pohon anggur itu ada tiga carangnya dan baru saja pohon itu bertunas, bunganya sudah keluar dan tandan-tandannya penuh buah anggur yang ranum.
11  Dan di tanganku ada piala Firaun. Buah anggur itu kuambil, lalu kuperas ke dalam piala Firaun, kemudian kusampaikan piala itu ke tangan Firaun."
12  Kata Yusuf kepadanya: "Beginilah arti mimpi itu: ketiga carang itu artinya tiga hari;
13  dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yang dahulu dan engkau akan menyampaikan piala ke tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya.
14  Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.
15  Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini."
16  Setelah dilihat oleh kepala juru roti, betapa baik arti mimpi itu, berkatalah ia kepadanya: "Akupun bermimpi juga. Tampak aku menjunjung tiga bakul berisi penganan.
17  Dalam bakul atas ada berbagai-bagai makanan untuk Firaun, buatan juru roti, tetapi burung-burung memakannya dari dalam bakul yang di atas kepalaku."
18  Yusuf menjawab: "Beginilah arti mimpi itu: ketiga bakul itu artinya tiga hari;
19  dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau, tinggi ke atas, dan menggantung engkau pada sebuah tiang, dan burung-burung akan memakan dagingmu dari tubuhmu."
20  Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:
21  kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun;
22  tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka.
23  Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 14 Juli -- Mazmur 8:1-10 - CARA PANDANG TUHAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 14 Juli 2018
Bacaan : Mazmur 8:1-10
Setahun: Mazmur 108-118
Nats: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:5)

Renungan:

CARA PANDANG TUHAN

Pernahkah kita merasa sebagai orang yang tidak berguna, menjadi beban bagi orang-orang yang kita kasihi? Kita sudah berusaha sesuai dengan firman Tuhan, tetapi tidak membuahkan hasil yang baik. Saya pernah mengalaminya. Karena berbagai masalah berat, saya mengira Tuhan tidak peduli dan sengaja menyusahkan hidup saya. Padahal, Tuhan tidak salah dan tetap memelihara hidup saya.

Kadang hidup ini terasa berat karena berbagai kesulitan yang datang, karena orang-orang terdekat mengeluarkan komentar negatif dan menyudutkan, harapan tidak terwujud, dan banyak lagi. Dua hal yang harus kita tahu. Pertama, penilaian orang lain tidak menentukan keberhasilan dan nilai diri kita. Kedua, Tuhan menilai diri kita berharga. Buktinya, sejak lahir sampai sekarang tidak terhitung banyaknya keberhasilan kita dalam melakukan berbagai hal. Setiap hari Tuhan memelihara dan mencukupi segala kebutuhan kita. Jangan sampai karena satu atau beberapa kegagalan, kita merasa diri sendiri sangat jelek. Kita merasa Tuhan dan orang-orang terdekat tidak mengasihi lagi. Kalau kita mengalami hal ini, kita sedang mengasihani diri sendiri.

Kalau saat ini kita merasa tidak berguna, ingatlah Tuhan punya cara pandang berbeda. Tuhan memandang kita sangat berharga sampai Yesus rela turun ke dunia, menjalani salib demi menebus segala dosa kita, dan membuat kita layak masuk ke dalam Kerajaan Surga. Pandanglah diri kita seperti cara Tuhan memandang. Sepatutnya kita bangkit sehingga ada perubahan ke arah yang lebih baik. --RTG/www.renunganharian.net
   
PANDANGLAH DIRI KITA SEPERTI CARA TUHAN MEMANDANG KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/07/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/07/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+8

Mazmur 8:1-10

1  Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.
2  Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
3  Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
4  Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
5  apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
6  Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
7  Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
8  kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;
9  burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
10  Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+108-118
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+108-118

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(BGA) 14 Juli -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Kejadian 37:1-11

Perpecahan dalam keluarga sering kali timbul karena adanya pilih kasih orangtua terhadap anak-anaknya. Peristiwa Yusuf dengan saudara-saudaranya pada perikop ini memperlihatkan bagaimana kebencian dan iri hati di antara anak-anak merupakan akibat dari tindakan pilih kasih orangtua tersebut.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapakah Yusuf? Mengapa ia menjadi anak kesayangan Yakub (3)?
2. Kegiatan apa yang dikerjakan Yusuf bersama saudara-saudaranya? Lalu apa yang dilakukan saudara-saudaranya terhadap Yusuf (2)?
3. Apa isi mimpi Yusuf (7, 10)? Mengapa saudara-saudaranya makin membencinya setelah mendengar cerita tentang mimpinya (5, 8, 11)?
4. Apakah yang dilakukan Yakub terhadap Yusuf (11)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang menyebabkan Yakub pilih kasih terhadap anak-anaknya (3)?
2. Apa yang dialami anak-anak Yakub akibat pilih kasih ayah mereka itu (4)?
3. Sikap apa yang berkembang dalam diri anak-anak Yakub terhadap Yusuf saudaranya itu? Situasi apa yang terjadi pada diri anak-anak Yakub setelah peristiwa mimpi Yakub itu?

Apa respons Anda?
1. Bila Anda adalah orangtua, apakah kasih Anda kepada anak-anak Anda adalah kasih yang memilah-milah?
2. Dapatkah Anda tetap mengasihi sesama sebagaimana Allah telah begitu mengasihi Anda dengan tulus dan tanpa melihat atribut yang menempel pada orang yang Anda kasihi tersebut?

Pokok Doa:
Belajar untuk mengasihi dengan tulus tanpa melihat penam-pilan atau hal-hal lahiriah pada diri orang yang dikasihi.

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/07/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+37:1-11
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+37:1-11

Kejadian 37:1-11

 1  Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
 2  Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
 3  Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
 4  Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
 5  Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
 6  Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
 7  Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."
 8  Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.
 9  Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
10  Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?"
11  Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-SH) 14 Juli -- Kejadian 39 - Jatuh dan Bangkit Lagi

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 14 Juli 2018
Ayat SH: Kejadian 39

Judul: Jatuh dan Bangkit Lagi

Semua orang pernah jatuh bangun dalam hidupnya. Itu wajar. Persoalannya adalah bagaimana kita merespons semua itu?

Ketika masih di rumah ayahnya, Yusuf merupakan anak kesayangan (Kej. 37). Setelah dijual saudara-saudaranya, dia harus menjadi budak di rumah Potifar. Dia yang tadinya anak emas, kini harus rela jadi budak belian. Tentu ini merupakan cobaan yang berat bagi dia.

Meskipun demikian, Allah setia menemani Yusuf. Di rumah Potifar Allah membuat berhasil semua yang dikerjakannya. Bahkan, rumah Potifar diberkati-Nya karena Yusuf. Jadi, tidak mengherankan kalau Potifar percaya penuh pada Yusuf sampai rumah dan segala miliknya dipercayakan kepada Yusuf (2-6).

Tetapi, semuanya tidak berjalan mulus. Istri Potifar genit, dirayunya Yusuf agar mau tidur dengannya. Namun, Yusuf seorang yang setia. Dengan santun, ia selalu berusaha menolak segala bujuk rayu itu.

Istri Potifar selalu gagal menjinakkan hati Yusuf. Hingga suatu saat, ia marah dan memfitnah bahwa Yusuf sedang berusaha "mempermainkannya" (14-15). Atas tuduhan itulah, Yusuf dijebloskan ke dalam penjara.

Walau demikian, Tuhan tetap menyertai Yusuf. Di sana, ia pun menjadi orang kesayangan sekaligus kepercayaan kepala penjara. Pasalnya, Tuhan selalu membuat berhasil apa pun yang dikerjakannya.

Kita mungkin mengira Yusuf adalah orang yang bernasib mujur. Sebenarnya, ini semua merupakan buah ketaatan dan kedekatan Yusuf dengan Tuhan. Memang, Tuhan tidak menjamin bahwa semua akan baik-baik saja. Tetapi, Ia berjanji bahwa penyertaan-Nya akan selalu ada bagi kita, bukan?

Karena itu, bersyukurlah karena Tuhan selalu menyertai kita. Ia selalu ada bagi tiap orang yang bersandar kepada-Nya. Kita tidak perlu terlarut dalam frustasi ketika jatuh dalam lembah kegagalan. Jangan menyerah karena tangan Allah, yang tidak terlihat, akan selalu menopang.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk bangkit setiap kali jatuh dalam pergumulan hidup. [SL]


e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/07/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+39
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+39

Kejadian 39

 1  Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
 2  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
 3  Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
 4  maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
 5  Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
 6  Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.
 7  Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
 8  Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
 9  bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"
10  Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
11  Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.
12  Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
13  Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
14  dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
15  Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
16  Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.
17  Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.
18  Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
19  Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
20  Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
21  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
22  Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
23  Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 13 Juli -- Yohanes 3:22-30 - POST-POWER SYNDROME

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 13 Juli 2018
Bacaan : Yohanes 3:22-30
Setahun: Mazmur 106-107
Nats: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes 3:30)

Renungan:

POST-POWER SYNDROME

Gejala Post-Power Syndrome (PPS) dapat menimpa siapa saja yang memasuki masa pensiun, tidak lagi aktif di dunia kerja atau pelayanan. Seseorang yang menghadapi PPS biasanya terjadi ketika orang tersebut tidak mempersiapkan diri ketika segala atribut yang melekat pada dirinya harus dibuang: jabatan, kekuasaan, dan karier. Biasanya PPS banyak menyerang seseorang yang baru pensiun, terkena PHK, menjelang tua atau orang yang turun jabatan.

Salah satu kunci mengatasi PPS adalah memahami posisi pekerjaan atau pelayanan dalam hidup kita. Kita dapat meneladani Yohanes Pembaptis dalam memaknai pelayanannya. Para muridnya mendesak Yohanes untuk mengambil suatu tindakan karena menurut mereka "pelayanan dan popularitas" Yohanes Pembaptis mulai merosot oleh kehadiran dan pelayanan Yesus (ay. 25-26). Meskipun didesak, Yohanes meresponsnya dengan benar. Ia tidak terpancing untuk menganggap Yesus sebagai saingan. Ia mengerti benar posisinya sebagai "sahabat mempelai laki-laki" dan tujuan pelayanannya (ay. 29-30). Hidupnya bukan ditakar dari pelayanannya, melainkan dari hubungannya dengan Yesus.

Waktu terus berjalan seperti roda yang terus berputar. Ada kalanya sesuatu yang selama ini kita banggakan direnggut dari kita. Oleh karenanya, kita harus mempersiapkan diri ketika sesuatu yang kita banggakan itu sudah tidak melekat pada diri kita. Kita memaknai kehidupan bukan dari kekuasaan, jabatan, dan karier kita, melainkan berdasarkan hubungan kita dengan Tuhan. --SPP/www.renunganharian.net
   
MAKNA KEHIDUPAN KITA BUKAN DARI KEKUASAAN, JABATAN, DAN KARIER, MELAINKAN DARI HUBUNGAN KITA DENGAN TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/07/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/07/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+3:22-30

Yohanes 3:22-30

22  Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
23  Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
24  sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
25  Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
26  Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
27  Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
28  Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29  Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+106-107
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+106-107

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]