(e-RH) 18 Januari -- Lukas 18:18-27 - AMBILLAH EMAS PERAKKU

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 18 Januari 2018
Bacaan : Lukas 18:18-27
Setahun: Keluaran 1-4
Nats: "Juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Lukas 18:22)

Renungan:

AMBILLAH EMAS PERAKKU

Frances Ridley Havergal (1836-1879) mencipta banyak lagu rohani. Salah satunya adalah Take My Life and Let it Be (Ambillah Hidupku dan Pakailah). Sebelum lagu ini mengubahkan banyak orang, lebih dulu ia mengubah hidup penulisnya sendiri. Frances ingin mempersembahkan dirinya lebih banyak lagi kepada Tuhan. Ketika ia menulis, "ambillah suaraku dan pakailah aku untuk menyanyi ...", ia memutuskan untuk melepas kariernya sebagai solis konser, dan hanya menyanyi bagi Tuhan. Saat ia menulis, "ambillah emas dan perakku ...", ia memutuskan untuk menyumbangkan perhiasan kesayangannya untuk kepentingan misi.

Hari ini kita membaca keputusan seorang pemimpin muda yang menghampiri Yesus. Ia bertanya, apa yang harus ia lakukan untuk mencapai hidup kekal. Menurutnya, ia sudah menaati segala perintah firman Tuhan. Tapi, sepertinya ia belum mengalami kepenuhan hidup-ia merasa masih ada perintah yang mungkin terlewat ia lakukan. Maka, Tuhan meminta ia menjual segala miliknya, membagi-bagikannya, dan mengikut Tuhan. Mendengar hal itu, beratlah hatinya dan undurlah dia-sebab sangat banyak hartanya, yang masih mengikatnya.

Rasa cinta pada dunia ini dan segala isinya memang umum dijumpai dalam diri setiap orang. Namun hari ini, meski Tuhan tak meminta kita menjual segala harta benda, Tuhan meminta kita agar tak terikat kepadanya. Maka, bila ada saatnya Tuhan membutuhkan sebagian harta kita untuk suatu tujuan, kita punya hati yang bersedia merelakannya. Mari kita belajar melakukannya, dengan memandang kekekalan yang sedang kita tuju. --AW/www.renunganharian.net
   
APA YANG ADA PADA KITA, SEMUANYA DARI TUHAN; TERNYATA TAK ADA ALASAN, UNTUK MENAHANNYA DARI DIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+18:18-27

Lukas 18:18-27

18  Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19  Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
20  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
21  Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
22  Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
23  Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
24  Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
26  Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
27  Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+1-4
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 18 Januari -- Markus 2:23-28 - Beribadah kepada Allah Setiap Waktu

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 18 Januari 2018
Ayat SH: Markus 2:23-28

Judul: Beribadah kepada Allah Setiap Waktu

Untuk apa seseorang mempraktikkan ajaran agama? Jawabannya adalah untuk mewujudkan kehendak Allah dalam hidupnya. Hal itu bukan untuk meninggikan diri atau pun merendahkan orang lain. Sebab tujuan utamanya adalah untuk menyatakan kebaikan bersama dalam kasih karunia-Nya. Bagi kaum Farisi, mereka hanya mengutamakan berbagai aturan dalam hukum Taurat.

Bagi orang Yahudi, tidak ada hari yang lebih penting daripada hari Sabat. Sabat menjadi hari istimewa dan mendapat perhatian yang khusus karena merupakan salah satu dari sepuluh perintah Allah. Dalam hukum tersebut dijabarkan berbagai aturan secara detail. Misalnya, tidak boleh melakukan gerak tubuh atau kegiatan tertentu, menentukan berapa langkah bagi seseorang boleh berjalan, mengatur tindakan apa saja yang boleh maupun tidak dilakukan oleh seseorang pada hari Sabat, dan lain sebagainya. Dengan pemahaman tersebut tidak heran jika orang Farisi menegur Yesus karena murid-muridNya berjalan di ladang dan memetik bulir gandum pada hari Sabat. Sebab hal itu merupakan sesuatu yang tabu untuk dilakukan pada hari itu (24).

Pada hari Sabat, orang Yahudi beristirahat dan berhenti bekerja. Yesus menjawab teguran mereka dengan mengutip kisah Daud yang mengambil roti sajian dan diberikannya kepada rakyat saat terjadi kelaparan (26). Kutipan Yesus memperlihatkan satu kebenaran bahwa perayaan hari Sabat dilakukan untuk kepentingan manusia agar mereka tidak diperbudak oleh pekerjaannya. Manusia mengenang pemeliharaan Allah dalam kehidupan mereka yang telah menjadikan segala sesuatu baik menurut kehendak-Nya (27). Dengan demikian, hari Sabat hanyalah suatu wadah atau alat semata.

Pada dasarnya semua hari adalah ciptaan Tuhan. Sama baik dan kudusnya jika kita menggunakan setiap hari untuk memuliakan Allah dan mewujudkan kebaikan-Nya bagi sesama. Meskipun demikian, ada baiknya juga apabila dalam seminggu ada satu hari yang kita khususkan untuk hening (solitude) agar dapat mencari wajah-Nya dan menerima kehendak-Nya. [JS]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/01/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+2:23-28
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+2:23-28

Markus 2:23-28

23  Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
24  Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
25  Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
26  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu--yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam--dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?"
27  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
28  jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 17 Januari -- Lukas 5:1-11 - PANGGILAN MELAYANI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 17 Januari 2018
Bacaan : Lukas 5:1-11
Setahun: Kejadian 49-50
Nats: Sesudah menarik perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Lukas 5:11)

Renungan:

PANGGILAN MELAYANI

Anda bisa datang ke pasar pantai sebelum matahari terbit dan akan bertemu nelayan yang baru pulang melaut. Demikian rutinitas nelayan, melaut pada malam hari dan pulang di pagi hari. Laut, pantai, perahu, jala, mangrove dan ikan menjadi objek yang akrab dengan nelayan.

Petrus yang berprofesi sebagai nelayan, merasa tidak layak ketika diajak untuk mengikuti Yesus. Ia rendah diri karena merasa hanya seorang nelayan. Tetapi Yesus punya pertimbangan lain. Yesus ingin mengajarkan Petrus bagaimana menjadi penjala manusia. Petrus tetap menebarkan jala, walau sepanjang malam tak satu pun ikan yang tertangkap. Karena Yesus yang menyuruh, maka Petrus mematuhinya. Apa yang terjadi ternyata diluar dugaan. Jala penuh ikan sampai mulai koyak. Apa yang tidak bisa dikerjakan manusia, bisa dilakukan Allah. Pengalaman Petrus membuatnya mempunyai pandangan iman yang baru.

Kita juga sering seperti Petrus. Merasa tidak bisa apa-apa, miskin pengalaman, dan merasa tidak layak menerima tugas pelayanan karena tidak punya latar belakang pengajaran agama. Namun Yesus mengajak kita untuk melayani bahkan dalam keadaan yang berkekurangan. Tetap menuruti perintah-Nya, tidak ragu dan percaya bahwa Yesus mampu melakukan perbuatan ajaib. Yesus juga menyediakan segala sesuatu. Ketika kita taat, hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Waktu panggilan melayani itu datang, patuhilah. Saatnya kita akan melihat karya Tuhan dalam kehidupan kita. --JB/www.renunganharian.net
   
KETIKA KITA MENURUTI PERINTAH-NYA, HAL YANG TIDAK MUNGKIN BISA MENJADI MUNGKIN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+5:1-11

Lukas 5:1-11

 1  Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
 2  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
 3  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
 4  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
 5  Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
 6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
 7  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
 8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
 9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+49-50
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+49-50

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 17 Januari -- Markus 2:18-22 - Ibadah Bukan Sekadar Pamer

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 17 Januari 2018
Ayat SH: Markus 2:18-22

Judul: Ibadah Bukan Sekadar Pamer

Aturan keagamaan itu sifatnya mengikat dan baku. Aturan tersebut berlaku bagi setiap pemeluknya.

Saat para murid Yohanes dan Farisi berpuasa, beberapa orang datang kepada Yesus dan mengajukan komplain terhadap murid-murid-Nya yang tidak ikut berpuasa (18). Yesus menjelaskan makna puasa yang benar untuk menanggapi pertanyaan tersebut. Meski aturannya baku tidak berarti harus dipahami secara kaku. Semestinya aturan itu dimaknai secara baru ketika dilakukan.

Orang Yahudi sangat disiplin menjalankan berpuasa. Ada waktu wajib menjalani puasa, yaitu Hari Pendamaian. Orang Yahudi mengakui segala dosanya dan berpuasa agar mendapatkan pengampunan Allah. Mereka juga berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Tujuan dari berpuasa adalah merendahkan dan menyerahkan diri dalam pimpinan Allah.

Memang harus diakui bahwa terkadang berpuasa menjadi ajang pamer kesalehan. Mereka menampilkan muka yang lesu, pucat, dan mengenakan pakaian lusuh ketika berpuasa. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pujian sebagai orang saleh.

Yesus menjelaskan makna puasa dengan menggunakan tiga gambaran, yaitu: Pertama, sahabat mempelai laki-laki (19). Kedua, menambalkan secarik kain baru pada baju yang lama (21). Ketiga, mengisi anggur baru pada kantong kulit yang tua (22). Tiga gambaran ini ingin menjelaskan bahwa setiap kebiasaan keagamaan (baca: ibadah) perlu dimaknai secara baru. Bukan hanya menjadi pengulangan tanpa makna, sebaliknya memampukan orang merasakan pimpinan Allah dalam kehidupan sehari-harinya.

Jangan biarkan kehidupan keagamaan kita menjadi kegiatan tanpa makna yang diulang terus-menerus tanpa penghayatan. Ibadah yang kita lakukan hendaknya dipahami dan dihayati dengan makna yang benar. Hal tersebut bukan hanya akan membuat kita bersukacita, tetapi juga semakin dikuatkan dalam menjalani hidup sebagai umat Allah. Ibadah yang kita lakukan semestinya makin menjadikan kita tunduk pada kehendak-Nya, lebih mengasihi-Nya, dan akhirnya memuliakan-Nya. [JS]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+2:18-22
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+2:18-22

Markus 2:18-22

18  Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
19  Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
20  Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
21  Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
22  Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

hi

Posted On // Leave a Comment
Dear stefanus.777.renungan, my name is Anna and i'm from Russia, but moved to the USA three years ago. I came across your photos on one of the social media platforms, and remembered you because you seem a type of guy I want :-) You are hot, smart and sexy :-) and I would like to get to know you! Hope you have the same feeling. If you would like to know me more, this is my email lauraann8k@rambler.ru write to me and I will send some of my photos. Hugs, Anna
[Read more]

(e-RH) 16 Januari -- Yakobus 4:1-4 - SAHABAT ATAU MUSUH ALLAH?

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 16 Januari 2018
Bacaan : Yakobus 4:1-4
Setahun: Kejadian 46-48
Nats: Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi, siapa saja yang hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. (Yakobus 4:4)

Renungan:

SAHABAT ATAU MUSUH ALLAH?

Seorang wanita yang belum percaya menghadiri sebuah retret kaum muda. Saat sesi berlangsung, sang pembicara mengundang orang-orang yang pernah mengalami pelecehan seksual untuk maju dan didoakan. Ia terkejut karena cukup banyak yang merespons altar call tersebut. Apa yang dilihat oleh wanita tersebut menjadi momentum perubahan dalam hidupnya. Ia berpikir, "Betapa rusaknya kondisi dunia ini. Kalau begitu, saya tidak mau ikut dunia, tetapi saya mau ikut Yesus!" Sejak hari itu, ia berkomitmen untuk percaya dan sungguh-sungguh mengikut Kristus.

Kondisi dunia semakin buruk. Namun, orang percaya dipanggil untuk tidak "bersahabat" dengan dunia ini, lewat gaya hidup yang bertentangan dengan firman Allah. Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Ini tidak berarti kita harus hidup terasing atau menyendiri. Tindakan menghindari persahabatan dengan dunia dapat dimaknai dengan menjaga hati supaya tidak terpaut pada perkara-perkara duniawi. Mengapa? Sebab perkara-perkara duniawi selain dapat memudarkan kasih kita kepada Allah, juga dapat membuat kehidupan seseorang berfokus pada sesuatu yang fana. Rick Warren pernah berkata bahwa kehidupan yang dijalani di bumi ibarat gladi bersih atau persiapan untuk masa kekekalan.

Sampai hari ini, Allah masih mencari orang-orang yang hatinya semakin melekat kepada-Nya, supaya daya pikat duniawi semakin melemah, bahkan menjadi tak menarik lagi untuk diikuti. Apakah kita ingin menjadi sahabat atau musuh Allah? Pilihan dan keputusan ada di tangan kita. --GHJ/www.renunganharian.net
   
PERSAHABATAN DAN PERMUSUHAN DENGAN ALLAH TAK DAPAT BERJALAN BERSAMA-SAMA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yakobus+4:1-4

Yakobus 4:1-4

 1  Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
 2  Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
 3  Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
 4  Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+46-48
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+46-48

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 16 Januari -- Markus 2:13-17 - Orang Berdosa Tetap Diterima-Nya

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 16 Januari 2018
Ayat SH: Markus 2:13-17

Judul: Orang Berdosa Tetap Diterima-Nya

Saat berkunjung ke suatu tempat, Yesus selalu menyempatkan diri untuk mengajar. Ia tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan asal usul dan latar belakangnya. Siapa pun boleh menjadi murid-Nya. Tindakan-Nya sungguh berbeda dengan para ahli Taurat dan Farisi yang cenderung mengucilkan orang berdosa. Mereka yang dipandang berdosa tidak boleh beribadah kepada Allah dan tidak layak dijadikan teman (16).

Yesus menjadi sosok yang luar biasa karena tindakan-Nya menyatakan kemuliaan Allah. Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan mengajar tentang Kerajaan Allah. Tidak heran di mana pun Yesus berada banyak orang datang berkumpul untuk mendengarkan sabda dan ajaran-Nya.

Rupanya para agamawan Yahudi tidak menyukai kehadiran Yesus. Segala tindak tanduk Yesus dipahami sebagai usaha untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat Yahudi. Selain itu, Yesus juga dipandang sebagai sosok yang berbahaya karena Ia dianggap ingin menghapus kewibawaan Hukum Taurat. Jadi, sangat mudah dipahami mengapa Yesus tidak mengajar orang banyak dalam rumah ibadat, melainkan di tempat umum atau alam terbuka seperti di tepi danau Galilea (13). Suasana terbuka membuat Yesus dapat berjumpa dengan setiap orang yang ingin bertobat dan mengenal kehendak Allah.

Saat melintasi daerah itu, Yesus melihat seorang yang bernama Lewi dengan profesi sebagai penagih pajak. Secara spontan Yesus mengajaknya untuk mengikuti-Nya (14). Sikap Yesus ini bertujuan untuk menghapus penilaian buruk dari masyarakat umum terhadap mereka yang bekerja sebagai penagih pajak. Ia tidak menghakiminya sebagai orang berdosa, melainkan menerima orang berdosa (17). Allah disebut Mahakasih karena Ia mengasihi dan menerima orang yang berdosa apa adanya. Allah tidak membedakan orang.

Marilah kita bersyukur kepada Allah atas kasih-Nya dengan cara bertekad untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti hati-Nya, seperti: tidak membaca Firman, mengata-ngatai orang, dan mengumpat. [JS]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+2:13-17
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+2:13-17

Markus 2:13-17

13  Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
14  Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
15  Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
16  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
17  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 15 Januari -- 1 Petrus 5:8-11 - ANONIMITAS NAN MENGGODA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 15 Januari 2018
Bacaan : 1 Petrus 5:8-11
Setahun: Kejadian 43-45
Nats: Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5:8)

Renungan:

ANONIMITAS NAN MENGGODA

Individu yang anonim adalah orang yang identitasnya tidak diketahui. Jahatkah itu? Tergantung. Banyak orang berbuat baik, tetapi ingin identitasnya dirahasiakan. Mereka adalah budiman yang anonim. Anonimitas menjadi tanda keluhuran budi.

Tetapi, banyak orang menjadikan dirinya anonim agar bisa berbuat jahat. Anonimitas dipakai sebagai jalan kejahatan. Banyak situs dan akun anonim dipakai untuk kejahatan: menebar hoax, menabur fitnah, memantik perselisihan, mem-bully, dan banyak lagi. Terutama di dunia maya, pemakaian anonimitas sebagai jalan kejahatan meningkat luar biasa. Mengapa? Karena anonimitas memberi kebebasan besar untuk melakukan apa pun (termasuk yang jahat), dan menjadi persembunyian rapat untuk menghindari tuntutan pertanggungjawaban. Akibatnya, anonimitas menjadi godaan amat kuat yang menyeret banyak orang untuk memakainya sebagai jalan kejahatan.

Karena semua itu, kita dilingkupi situasi yang amat gawat. Meminjam kata Rasul Petrus, godaan anonimitas itu mengintai kita bak singa garang mencari mangsa (ay. 8b). Dalam kegawatan itulah, kita mendengar nasihat Rasul Petrus, "Sadarlah, dan berjaga-jagalah" (ay. 8a). Kita perlu menyadari kerapuhan kita, agar selalu ingat untuk menjaga diri. Kita perlu mewaspadai godaan anonimitas itu, dan berjuang memeranginya.

Benar, tak semua yang anonim itu buruk. Anonimitas banyak menjadi tanda keluhuran budi. Namun, besarnya godaan untuk memakai anonimitas sebagai jalan kejahatan itu mengajak kita untuk selalu sadar dan berjaga-jaga. --EE/www.renunganharian.net
   
ANONIMITAS ADALAH GODAAN TERAMAT BESAR YANG MENANTANG KETEGUHAN DAN INTEGRITAS MORAL TIAP ORANG.-O.S. RAILLE

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/01/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/01/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Petrus+5:8-11

1 Petrus 5:8-11

 8  Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
 9  Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
10  Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
11  Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+43-45
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+43-45

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2017 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]