(e-RH) 19 September -- Yakobus 5:13-18 - MINYAK GOSOK

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 19 September 2018
Bacaan : Yakobus 5:13-18
Setahun: Hosea 1-6
Nats: ... baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. (Yakobus 5:14)

Renungan:

MINYAK GOSOK

Alkitab memakai dua macam istilah untuk tindakan "mengoleskan" (minyak). Yang pertama berarti mengoleskan minyak gosok untuk memijat, mengobati, atau merawat orang sakit (terluka). Yang kedua, mengoleskan minyak sebagai bagian dari suatu upacara keagamaan. Yang pertama adalah tindakan medis, sedangkan yang kedua tindakan ritual.

Yakobus memakai istilah Yunani yang mengandung pengertian medis. Kala itu penggunaan minyak gosok untuk orang sakit sangat lazim (bdk. Luk. 10:34). Boleh dikata, pengolesan minyak mewakili tindakan medis pada saat itu. Jadi, nasihat ini memberi tekanan bukan pada pengolesan minyak melainkan pada doa dalam nama Tuhan. Artinya, terhadap orang sakit tidak cukup hanya diobati, ia perlu didoakan. Pengobatan selayaknya dilakukan serentak dengan pelayanan doa. Doa yang bersungguh hati amat besar kuasanya (ay. 16). Memberi efek baik secara jasmani maupun rohani (ay. 15-16; 19-20).

Barang siapa mencermati temuan mutakhir dan kemajuan teknologi pengobatan terkini pasti berdecak kagum. Minyak gosok telah berkembang menjadi sinar laser. Pertanyaannya, di zaman semaju ini, masihkah doa memiliki tempat yang penting dan mendesak? Tak jarang orang mengucap doa hanya sebagai unsur pelengkap-sementara hati sudah merasa tenang dan yakin pada kecanggihan teknologi medis yang dipakai. Doa baru menjadi pelarian ketika ternyata obat tidak bekerja atau tidak tersedia. Di sinilah nasihat Yakobus sungguh patut kita renungkan dengan jujur. Masihkah kita berdoa dengan sungguh hati? --PAD/www.renunganharian.net
   
JIKA KITA BERIMAN SEHARUSNYA TINDAKAN BERDOA MEMILIKI BOBOT DAN PERAN YANG SAMA, YANG BERLAKU BAGI SEMUA KASUS PENYAKIT.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/09/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/09/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yakobus+5:13-18

Yakobus 5:13-18

13  Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!
14  Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.
15  Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
16  Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
17  Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
18  Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Hosea+1-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Hosea+1-6

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 19 September -- Kisah Para Rasul 16:13-18 - Tidak Kompromi dengan Kejahatan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 19 September 2018
Ayat SH: Kisah Para Rasul 16:13-18

Judul: Tidak Kompromi dengan Kejahatan

Ujian iman dan tantangan hidup membuat banyak orang pada akhirnya berkompromi dengan dosa. Contohnya, seseorang terjebak dan terseret oleh sistem ketidakjujuran dalam pekerjaannya di mana ia diharuskan untuk membuat pembukuan ganda. Di sini orang tersebut diperhadapkan pada pilihan, yakni ikut berdosa atau hidup benar di hadapan Allah. Setiap pilihan yang diambil memiliki konsekuensi yang akan ditanggung oleh kita.

Saat Paulus tiba di Filipi, dia mengalami beberapa kemudahan dalam pelayanan. Namun, ada juga risiko dan ancaman yang menghadang pelayanan Paulus. Melalui kegigihannya dalam melayani Allah, pada akhirnya ada seorang perempuan penjual kain ungu bernama Lidia yang membuka hatinya untuk percaya kepada Kristus (14). Lidia pun menyerahkan dirinya untuk dibaptis. Dia meminta Paulus berkenan untuk menumpang di rumahnya sebagai bukti bahwa Lidia benar-benar percaya (15).

Dalam kunjungan Paulus ke salah satu sinagoge yang ada di daerah itu, Paulus mengalami gangguan dari roh tenung yang merasuki seorang hamba perempuan. Hamba itu diperalat oleh tuannya untuk mendatangkan keuntungan materi dari hasil tenungannya (bdk. 16:19). Selama Paulus melayani, dia dibuntuti oleh hamba perempuan itu berhari-hari lamanya, sambil berseru-seru: "Orang-orang ini adalah Hamba Allah yang Mahatinggi!" Paulus tidak tahan dengan kelakuan hamba perempuan itu. Ia menghardik roh tenung itu dengan berkata, "Demi nama Yesus Kristus! Seketika keluarlah roh tenung itu" (18).

Saat kejahatan dipoles dengan kebenaran palsu dan keuntungan materi, maka banyak orang tergiur memilih jalan itu. Dalam dunia yang hedonis ini, banyak kejahatan dibungkus dengan sesuatu yang kelihatannya benar. Jangan terkecoh dan mau dibodohi. Katakan tidak pada perbuatan dosa. Mintalah kepada Roh Kudus untuk menolong kita tidak kompromi dengan dosa.

Doa: Tuhan, jernihkanlah hati dan pikiranku sehingga aku dapat mengerti hal-hal yang baik seturut dengan kebenaran dan kehendak-Mu. [YNB]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/09/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+16:13-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+16:13-18

Kisah Para Rasul 16:13-18

13  Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.
14  Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
15  Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.
16  Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.
17  Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."
18  Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 18 September -- Yohanes 3:22-36 - KEBESARAN HATI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 18 September 2018
Bacaan : Yohanes 3:22-36
Setahun: Daniel 10-12
Nats: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes 3:30)

Renungan:

KEBESARAN HATI

Di reuni SMA, bertemulah para murid dan guru mereka. Beberapa guru masih mengampu mata pelajaran yang sama, tapi para murid sudah banyak berubah. Ada yang jadi pengusaha, dokter, pilot, atau tentara. Apakah para guru iri melihat para murid lebih sukses dan lebih kaya? Tidak. Mereka justru senang karena anak didik mereka menjadi orang yang berguna.

Suatu kali murid-murid Yohanes Pembaptis mendatanginya dan bercerita bahwa Yesus Kristus membaptis banyak orang dan banyak pengikutnya pergi kepada Yesus. Apakah Yohanes iri atau bersungut-sungut? Tidak! Ia justru senang Yesus makin dikenal dan dicari banyak orang, makin besar pengaruhnya. Yohanes mengerti dirinya hanya pembuka jalan, hanya utusan, sehingga dengan rendah hati ia merelakan dirinya makin kecil dan Yesus makin besar. Saat itu ia memiliki pengaruh dan nama besar. Raja Herodes pun takut untuk membunuhnya karena Yohanes dianggap nabi, bahkan setara dengan Elia. Namun, kerendahan hati Yohanes membuatnya bersaksi tentang Yesus. Baginya, kehilangan pengikut tidak membuatnya hina atau rugi, justru hal itu sesuai dengan tujuan hidupnya.

Kalau orang-orang binaan sekarang jauh lebih hebat dan lebih berhasil daripada kita, patutlah kita mengucap syukur. Berarti jerih payah kita tidak sia-sia dan mendatangkan hasil yang jauh lebih baik. Kita berterima kasih kepada Tuhan karena memberkati hidup mereka. Tak perlu iri, tetapi dukung dan doakan mereka agar makin maju dan makin hebat. --RTG/www.renunganharian.net
   
KITA HARUS SENANG ORANG-ORANG YANG KITA BIMBING DAN LATIH MENJADI LEBIH HEBAT.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/09/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/09/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+3:22-36

Yohanes 3:22-36

22  Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
23  Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
24  sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
25  Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
26  Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
27  Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
28  Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29  Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
31  Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
32  Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu.
33  Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.
34  Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
35  Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
36  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Daniel+10-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+10-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 18 September -- Kisah Para Rasul 16:4-12 - Panggilan Pelayanan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 18 September 2018
Ayat SH: Kisah Para Rasul 16:4-12

Judul: Panggilan Pelayanan

Ketika seseorang hendak memulai aktivitas pelayanannya, baik sebagai anggota majelis, komisi, panitia, atau tim khusus di gereja, kebanyakan orang begitu menggebu-gebu. Mereka bersaksi bahwa apa yang dimandatkan dalam tugas pelayanan itu adalah panggilan Tuhan. Namun, saat pelayanan sudah berjalan muncullah keluhan dan kritikan dari jemaat. Tak bisa dipungkiri bahwa kritikan dari orang lain membuat semangat menjadi kendur. Banyak yang akhirnya mengundurkan diri karena mereka merasa tidak sanggup melanjutkan tugas pelayanan.

Paulus dan Silas melakukan perjalanan misi dari kota ke kota untuk melayani jemaat Kristus. Mereka menyampaikan pesan dan ajaran dari para rasul supaya jemaat dapat bertumbuh dalam imannya. Maksud hati mereka berdua adalah hendak melanjutkan perjalanan ke Asia. Namun di tengah perjalanan mereka mendapatkan penglihatan dari Allah. Dalam penglihatan itu mereka dicegah untuk melanjutkan perjalanan ke Asia. Bahkan Paulus bersaksi bahwa ada seorang Makedonia yang berseru-seru minta tolong, "Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!" Paulus berkesimpulan bahwa Allah memanggil mereka untuk memberitakan Injil kepada penduduk Makedonia (10).

Akhirnya, Paulus dan Silas menuju Makedonia, berlayar melalui Samotrake, dan sampai di Neapolis, kemudian Filipi (11, 12). Keduanya merespons panggilan Allah, sekali pun tantangannya lebih besar daripada daerah Asia. Mereka menunaikan panggilan Allah itu dengan setia.

Apa panggilan Allah yang sedang kita jalani saat ini? Tantangan apakah yang sedang dialami dalam panggilan kita? Jika Allah menempatkan kita di tempat pelayanan dengan segala tantangan dan kesulitannya, maka ingatlah bahwa Allah tidak pernah salah menempatkan kita! Karena itu, setialah dengan panggilan Allah! Jalanilah dengan sepenuh hati. Yakinlah bahwa Allah sedang melakukan perkara besar dalam hidup kita untuk kemuliaan-Nya.

Doa: Tuhan, aku bersyukur atas panggilan yang telah Engkau berikan dalam hidupku. Ajari kami setia melakukannya. [YNB]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/09/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+16:4-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+16:4-12

Kisah Para Rasul 16:4-12

 4  Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
 5  Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.
 6  Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
 7  Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
 8  Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
 9  Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"
10  Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
11  Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
12  dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 17 September -- Lukas 22:54-62 - TANGIS PENYESALAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 17 September 2018
Bacaan : Lukas 22:54-62
Setahun: Daniel 7-9
Nats: Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih. (Lukas 22:62)

Renungan:

TANGIS PENYESALAN

Terlepas dari beberapa kelemahannya, Petrus memiliki keistimewaan yang pernah direspons positif oleh Yesus. Dia adalah pribadi yang spontan dan terbuka. Di Danau Genesaret, Yesus menyuruhnya menebarkan jala. Ketika mukjizat terjadi, Petrus justru tersungkur dan meminta Yesus pergi karena merasa dirinya orang berdosa (Luk. 5:8). Ketika Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya tentang siapakah diri-Nya, Petrus tepat menjawab, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Mat. 16:16).

Namun spontanitas Petrus pernah pula ditegur keras oleh Yesus. Ketika Tuhan mengatakan bahwa Ia berdoa agar iman Petrus tidak gugur, Petrus justru membual. Dengan penuh percaya diri, dia menyatakan bahwa dirinya bersedia masuk penjara dan mati bersama Kristus. Beberapa jam kemudian, Petrus justru mengutuk dan bersumpah, menyatakan bahwa ia tidak kenal Yesus (Mat. 26:74). Tatapan penuh kasih Yesus dan ingatan Petrus pada teguran-Nya membuat Petrus insaf bahwa imannya memang lemah. Petrus pun menangis sedih atas dosa dan kegagalannya.

Bila kita tidak pernah menangisi dosa kita, itu kemungkinan karena kita belum benar-benar menghayati diri sebagai orang berdosa. Kita juga belum sungguh mengenal Yesus, Sang Mesias itu. Sebagaimana Petrus, kesadaran akan diri yang berdosa di bawah tatapan kasih Yesus niscaya akan mengubah total hidup kita. Pada titik itulah, kita baru dapat menjadi hamba Kristus yang efektif. Sebab saat itu kita mengenal kasih pengampunan Kristus sehingga mulai dapat melayani dengan kasih. --HEM/www.renunganharian.net
   
PENGENALAN AKAN KRISTUS DAN KESADARAN DIRI SEBAGAI ORANG BERDOSA MEMAMPUKAN KITA MELAYANI DENGAN KASIH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/09/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/09/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+22:54-62

Lukas 22:54-62

54  Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
55  Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
56  Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
57  Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"
58  Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak!"
59  Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea."
60  Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
61  Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
62  Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Daniel+7-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+7-9

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 17 September -- Kisah Para Rasul 16:1-3 - Orang Baik

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 17 September 2018
Ayat SH: Kisah Para Rasul 16:1-3

Judul: Orang Baik

Penyerangan yang dilakukan terhadap salah satu gereja Katolik di Sleman menjadi viral. Pascapenyerangan tersebut, media diramaikan dengan berita tentang sepasang suami istri dari keyakinan lain ikut serta bersama jemaat Gereja Santa Lidwina membersihkan area itu. "Ternyata masih ada orang yang tulus dan baik hati, " tulis salah satu pemilih akun Instagram yang mengunggah foto seorang ibu yang sedang menyapu lantai gereja.

Dalam perjalanan pelayanannya ke Derbe dan Listra, Paulus berjumpa dengan Timotius. Timotius berasal dari keluarga baik-baik. Ibunya seorang Yahudi yang telah percaya Kristus, sedangkan ayahnya seorang Yunani (1). Rupanya sebagai seorang murid, Timotius sudah dikenal baik oleh orang-orang di Listra dan Derbe. Ia terkenal karena ketulusan dan kebaikannya (bdk. 2Tim. 3:10-11). Sebab itu, Paulus ingin mengajak Timotius terlibat dalam pelayanan berikutnya.

Namun, Paulus menghadapi kendala, yaitu Timotius belum bersunat. Bagi masyarakat Yahudi, sunat merupakan salah satu hukum yang wajib ditaati oleh setiap orang Yahudi. Karena itu, Paulus menyunat Timotius agar tidak menjadi batu sandungan dan menimbulkan masalah di kemudian hari. Menariknya, Timotius menaati semua arahan Paulus. Inilah kebijaksaan Timotius.

Syarat menjadi orang baik itu hanya satu, yakni ketulusan. Sama seperti Timotius yang tidak berdalih saat Paulus memintanya untuk disunat. Tanpa pertimbangan yang panjang dan perdebatan, Timotius melakukan semuanya dengan ketulusan.

Kita tahu bahwa sangatlah sulit pada zaman sekarang menemukan orang-orang yang memiliki karakter yang tulus dan baik hati. Yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang adalah segala sesuatu dinilai dengan imbalan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk orang yang tulus hati? Sudahkan kita melakukan segala sesuatu dengan kerelaan hati tanpa berdalih?

Doa: Tuhan, ajarilah aku menjadi pribadi yang baik saat melakukan apa pun disertai dengan ketulusan dan kerelaan hati. [YNB]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/09/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+16:1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+16:1-3

Kisah Para Rasul 16:1-3

 1  Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
 2  Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
 3  dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 16 September -- Bilangan 12 - KELEMBUTAN HATI

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 16 September 2018
Bacaan : Bilangan 12
Setahun: Daniel 4-6
Nats: Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (Bilangan 12:3)

Renungan:

KELEMBUTAN HATI

Lemah lembut dapat berarti mudah dibentuk, lentur, tidak kaku. Juga, menundukkan diri pada kehendak Allah. Musa disebut sebagai orang yang sangat lembut hatinya. Bukan berarti ia tidak pernah marah. Ia sering marah dan dosa terbesarnya juga karena marah. Namun, ia belajar untuk menahan diri dan bersikap lemah lembut pada saat yang tepat. Ketika ditentang oleh Miryam dan Harun, ia tidak membela dirinya. Tuhanlah yang membela Musa dengan memaparkan keistimewaannya di hadapan Miryam dan Harun.

Miryam mendapatkan hukuman berupa penyakit kusta. Kusta adalah lambang tulah atau hukuman Tuhan. Orang kusta harus dikucilkan. Melihat itu, Harun memohon agar mereka dilepaskan dari hukuman. Tanpa menunda-nunda, Musa pun berseru kepada Tuhan, "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia." Hati Tuhan tertuju kepada Musa dan Tuhan mengindahkan permohonannya. Tuhan tetap menghukum Miryam, tetapi hanya sepanjang 7 hari. Inilah bukti kelemahlembutan Musa. Di satu sisi, ia sama sekali tidak merasa bersukacita atas pembalasan yang dilakukan Tuhan terhadap saudaranya; di sisi lain, ia tetap tunduk kepada kehendak-Nya.

Bagaimana sikap hati kita ketika ada orang menyinggung perasaan kita? Bagaimana sikap hati kita ketika orang berbicara hal yang buruk tentang diri kita? Mari kita belajar memiliki kelemahlembutan dalam hati kita. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang yang lembut hatinya. Tuhan sendiri yang akan menjagai kehidupan kita, bahkan pada saat orang berbuat jahat kepada kita. --AST/www.renunganharian.net
   
ORANG YANG LEMAH LEMBUT TIDAK AKAN MELAKUKAN PEMBALASAN, TETAPI MENUNDUKKAN DIRINYA KEPADA KEHENDAK ALLAH SEPENUHNYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2018/09/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2018/09/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+12

Bilangan 12

 1  Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
 2  Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
 3  Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.
 4  Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka keluarlah mereka bertiga.
 5  Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya.
 6  Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.
 7  Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.
 8  Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
 9  Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.
10  Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!
11  Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami.
12  Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya."
13  Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia."
14  Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali."
15  Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh hari lamanya, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali.
16  Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Daniel+4-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+4-6

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2018 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 16 September -- Kisah Para Rasul 15:35-41 - Konflik

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 16 September 2018
Ayat SH: Kisah Para Rasul 15:35-41

Judul: Konflik

Sebenarnya konflik merupakan hal yang paling ditakuti manusia dalam berelasi dengan sesamanya. Namun, tak bisa dihindari bahwa konflik adalah bagian dari dinamika kehidupan manusia. Memang banyak orang memilih menghindari konflik agar dapat diterima dalam masyarakat maupun komunitas.

Nas Alkitab hari ini memperlihatkan konflik antara Paulus dan Barnabas. Mereka berselisih pendapat tentang siapa yang hendak diajak untuk mengunjungi para jemaat, yang sudah lama mereka tinggalkan, untuk melihat bagaimana keadaan mereka (36). Barnabas ingin mengajak Yohanes yang disebut Markus (37), tetapi Paulus menolaknya. Menurut Paulus, Yohanes tidak bisa diajak bekerja sama. Lagi pula dia telah meninggalkan tugas pelayanan yang diberikan kepadanya (38).

Puncak konflik Paulus dan Barnabas menyebabkan keduanya harus berpisah. Mereka berketetapan untuk menunaikan tugas pelayanan di tempat yang berbeda. Barnabas tetap membawa Yohanes (Markus) berlayar ke Siprus (39). Sedangkan Paulus akhirnya memilih Silas (40) untuk mengelilingi Siria dan Kilikia (41).

Jika diperhatikan secara objektif, suatu konflik tidak selalu berakhir negatif. Ada hal positif yang bisa dipetik dari konflik Paulus dan Barnabas, yakni keefektifan pelayanan. Mereka masing-masing melayani di tempat berbeda. Dengan begitu mereka dapat menjangkau lebih banyak jemaat yang sudah lama tidak dikunjungi. Sekali pun konflik terjadi dalam relasi Paulus dan Barnabas, namun pelayanan harus tetap berlangsung.

Tuhan terkadang memakai konflik di tengah kehidupan orang percaya untuk menyatakan rencana-Nya. Konflik jika berakhir dengan baik akan membangun soliditas. Konflik membuat kehidupan pelayanan Paulus dan Barnabas menjadi lebih dinamis dan memunculkan kreativitas baru. Karena itu, jangan mendendam saat konflik. Kita harus move on karena itulah kuncinya!

Doa: Tuhan dengan hikmat-Mu mampukan aku untuk dapat melihat sisi baik dari konflik. [YNB]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2018/09/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+15:35-41
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+15:35-41

Kisah Para Rasul 15:35-41

35  Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.
36  Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka."
37  Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
38  tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
39  Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.
40  Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan
41  berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]