(e-RH) 17 Desember -- MATIUS 1:1-17 - RAHAB DAN BATSYEBA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 17 Desember 2025
Bacaan : MATIUS 1:1-17
Setahun: Titus 1-3, Filemon 1-25
Nats: Salmon mempunyai anak, Boas dari Rahab; Boas mempunyai anak, Obed dari Rut; Obed mempunyai anak, Isai; Isai mempunyai anak, Raja Daud. Daud mempunyai anak, Salomo dari istri Uria. (Matius 1:5-6)

Renungan:

RAHAB DAN BATSYEBA

Mencermati kisah-kisah di Alkitab, saya menemukan fakta bahwa Allah kerap memakai orang-orang yang "tidak dipandang" dunia untuk menggenapi rencana-Nya di bumi. Coba perhatikan daftar silsilah Yesus Kristus yang dituliskan oleh Matius, setidaknya kita bisa melihat ada dua nama yang sampai kapan pun akan tercatat dalam sejarah silsilah kelahiran Yesus.

Nama pertama adalah Rahab. Dari berbagai informasi sejarah, nama Rahab mengarah pada sosok wanita sundal yang menyembunyikan Yosua saat mengintai Kanaan. Wanita ini dibenarkan karena perbuatannya pada masa itu, lalu mendapat anugerah dengan munculnya nama Rahab pada daftar silsilah kelahiran Yesus. Nama kedua mengarah pada Batsyeba. Memang namanya tak disebutkan secara eksplisit, tapi ada keterangan bahwa Salomo diperanakkan dari istri Uria. Tampaknya Matius hendak mengarahkan pembaca menyelidiki apa kaitan Salomo, Daud, Uria, yang kisahnya tertulis dalam kitab 2 Samuel. Kita tahu bagaimana rencana keji Daud terhadap Uria, tetapi oleh anugerah Allah, sosok Batsyeba pun "dilibatkan" dalam rencana agung Allah pada kelahiran Yesus, yang harus dilahirkan dari daftar keturunan Daud.

Sebagai Pribadi yang berdaulat, Allah secara bebas dapat memakai siapa saja sebagai alat kemuliaan-Nya. Anugerah Allah pun bekerja melampaui kegagalan dan keterbatasan hidup manusia sehingga mereka yang dipandang hina atau ditolak oleh dunia sekalipun, dapat dipakai-Nya untuk menggenapkan rencana-Nya di dunia. Bukankah ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi kita? --GHJ/www.renunganharian.net
   
SETIAP MANUSIA DAPAT DIPAKAI OLEH-NYA MENURUT TAKARAN ANUGERAH DAN KEBAIKAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/12/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+1:1-17

MATIUS 1:1-17

 1  Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
 2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
 3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
 4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
 5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
 6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
 7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
 8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
 9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Titus+1-3,+Filemon+1-25
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Titus+1-3,+Filemon+1-25

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 17 Desember -- Ulangan 24 - Menumbuhkan Kepekaan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 17 Desember 2025
Ayat SH: Ulangan 24

Judul: Menumbuhkan Kepekaan

Bagian ini berisi berbagai aturan, yaitu tentang perceraian (1-5), memperlakukan dan melindungi sesama manusia terkait gadai (6, 10-13, 17), pemerasan (14-15), dan tata cara panen yang terkait dengan kepedulian terhadap orang miskin (19-21). Dalam melindungi sesama, Allah selalu menyadarkan Israel untuk mengingat bahwa mereka pun dahulu budak di Mesir, yang menderita dan sengsara (9, 18, 22).

Allah mendidik umat-Nya melalui aturan tentang melindungi sesama manusia. Misalnya tidak mengambil batu kilangan sebagai gadai. Pada waktu itu, batu kilangan adalah kebutuhan mendasar rumah tangga yang harus ada. Batu ini dipakai menumbuk biji-bijian, yang kemudian diolah menjadi makanan. Karena itu, mengambil batu ini disamakan dengan mengambil nyawa seseorang.

Selain itu, umat Allah dituntut untuk membayar upah tepat waktu (15), dan saat panen tiba tidak diperkenankan memanen hingga bersih tak tersisa. Allah mengajarkan agar apa yang tertinggal tidak diambil lagi. Allah mengajarkan belas kasihan dalam tata cara panen dengan cara memberi bagian kepada sesama manusia yang kurang beruntung.

Aturan-aturan ini secara jelas memperlihatkan bahwa Allah mengajar umat-Nya untuk meninggalkan sifat serakah dan tak berbelas kasihan. Ia terus mengajarkan kepada umat untuk memiliki kepekaan dan empati terhadap sesama yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan.

Hal ini menegur gereja dan orang percaya agar mampu bertumbuh dalam kepekaan penuh belas kasihan terhadap jemaat dan lingkungan sekitar yang kekurangan. Karena tak sedikit ditemukan fakta gereja yang berupaya menimbun saldo demi kepentingan kenyamanan dan kemegahan gereja semata sehingga fungsi gereja sebagai garam dan terang hanya sebatas mimbar dan minim berdiakonia.

Mari kita terus mengikis sifat serakah, dan selalu belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan kepekaan dan empati. Harus disadari bahwa belas kasihan akan selalu berjalan bersama dengan kepekaan dan empati. [MKD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2025/12/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+24

Ulangan 24

 1  "Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya,
 2  dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain,
 3  dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati,
 4  maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.
 5  Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya."
 6  "Janganlah mengambil kilangan atau batu kilangan atas sebagai gadai, karena yang demikian itu mengambil nyawa orang sebagai gadai.
 7  Apabila seseorang kedapatan sedang menculik orang, salah seorang saudaranya, dari antara orang Israel, lalu memperlakukan dia sebagai budak dan menjual dia, maka haruslah penculik itu mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
 8  Hati-hatilah dalam hal penyakit kusta dan lakukanlah dengan tepat segala yang diajarkan imam-imam orang Lewi kepadamu; apa yang kuperintahkan kepada mereka haruslah kamu lakukan dengan setia.
 9  Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.
10  Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk mengambil gadai dari padanya.
11  Haruslah engkau tinggal berdiri di luar, dan orang yang kauberi pinjaman itu haruslah membawa gadai itu ke luar kepadamu.
12  Jika ia seorang miskin, janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya;
13  kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau. Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.
14  Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu.
15  Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu.
16  Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.
17  Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.
18  Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini.
19  Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.
20  Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
21  Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
22  Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 16 Desember -- ULANGAN 24:6-15 - BAYAR TEPAT WAKTU

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 16 Desember 2025
Bacaan : ULANGAN 24:6-15
Setahun: 2 Timotius 1-4
Nats: Pada hari itu juga engkau harus membayar upahnya sebelum matahari terbenam, karena ia orang miskin dan hidupnya bergantung pada upah itu. Jangan sampai ia berseru kepada Tuhan mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu. (Ulangan 24:15)

Renungan:

BAYAR TEPAT WAKTU

Dalam kitab Taurat, Allah memerintahkan agar umat-Nya memperhatikan orang-orang miskin serta menunjukkan belas kasihan kepada mereka. Umat Allah diminta berempati kepada mereka. Contohnya ialah ketika seseorang menggunakan jasa mereka menjadi pekerja harian, ia wajib membayar upahnya hari itu juga, begitu selesai bekerja. Sebab, bisa saja upah yang diperolehnya itu akan digunakannya untuk mencukupi kebutuhannya beserta keluarganya untuk hari itu. Tidak memberikan hak sang pekerja akan menimbulkan penderitaan baginya, dan Allah menegaskan bahwa itu adalah dosa.

Allah menghendaki agar kita melakukan apa yang telah kita sepakati bersama pekerja kita (bdk. Mat. 20:2). Para pengusaha atau pemberi kerja harus memberikan hak para pekerjanya sesuai perjanjian yang mereka sepakati. Ini mencakup deskripsi pekerjaan, waktu pemberian upah, juga jumlah upahnya. Bahkan termasuk cara memberikannya, yakni dengan rasa hormat dan sikap berterima kasih. Cara memperlakukan para pekerja seharusnya menjadi cerminan perilaku kita sebagai umat Allah.

Di masa kini, upah pekerja dapat dibayarkan per hari, per minggu, per bulan, atau dengan sistem lain yang disepakati bersama. Namun, sayangnya banyak kasus di mana para pekerja tidak memperoleh hak mereka. Waktu gajian terlambat. Jumlah gaji dipotong tanpa kejelasan. Bahkan ada pekerja yang ditipu dan mengalami kerugian berlipat ganda. Kiranya praktik-praktik seperti ini tidak dilakukan oleh orang-orang percaya. Sebaliknya, kita dipanggil untuk memperhatikan hidup orang-orang yang bekerja untuk kita agar mereka juga hidup dengan sejahtera. --HT/www.renunganharian.net
   
MEMBERIKAN HAK ORANG LAIN SEPERTI YANG SUDAH DISEPAKATI BERSAMA SEHARUSNYA MENJADI SALAH SATU CIRI UMAT ALLAH YANG SETIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/12/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ULANGAN+24:6-15

ULANGAN 24:6-15

 6  "Janganlah mengambil kilangan atau batu kilangan atas sebagai gadai, karena yang demikian itu mengambil nyawa orang sebagai gadai.
 7  Apabila seseorang kedapatan sedang menculik orang, salah seorang saudaranya, dari antara orang Israel, lalu memperlakukan dia sebagai budak dan menjual dia, maka haruslah penculik itu mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
 8  Hati-hatilah dalam hal penyakit kusta dan lakukanlah dengan tepat segala yang diajarkan imam-imam orang Lewi kepadamu; apa yang kuperintahkan kepada mereka haruslah kamu lakukan dengan setia.
 9  Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.
10  Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk mengambil gadai dari padanya.
11  Haruslah engkau tinggal berdiri di luar, dan orang yang kauberi pinjaman itu haruslah membawa gadai itu ke luar kepadamu.
12  Jika ia seorang miskin, janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya;
13  kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau. Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.
14  Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu.
15  Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Timotius+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Timotius+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 16 Desember -- Ulangan 23 - Berilah Persembahan yang Kudus

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 16 Desember 2025
Ayat SH: Ulangan 23

Judul: Berilah Persembahan yang Kudus

Pasal 23 memuat aturan dalam hidup keagamaan dan sosial. Ada hal tentang syarat masuk jemaat TUHAN (1-8), ketahiran perkemahan (9-14), perlakuan terhadap budak (15-16), persundalan di rumah Allah (17-18), membungakan uang (19-20), tentang membayar nazar (21-23), dan tentang cara melewati kebun orang lain (24-25). Aturan ini diberikan Allah untuk menjaga kemurnian dan kekudusan umat Allah.

Mari kita lihat salah satunya, yaitu tentang kekudusan persembahan yang dibawa ke Bait Allah. Dalam ayat 17-18, terdapat kebiasaan agama di tanah Kanaan yang memberi tempat bagi pelacur bakti, baik perempuan maupun laki-laki sebagai bagian dari ritual 'kudus'. Mereka yang mempraktikkan hal itu beranggapan bahwa praktik ini boleh dilakukan sebagai bagian peribadatan dalam menyembah Baal. Praktik kebebasan seks di tempat peribadatan itu menghasilkan uang yang kemudian digunakan sebagai persembahan kepada Baal.

Allah dengan tegas melarang persundalan dan menolak persembahan dari hasil yang tidak kudus karena ini adalah kekejian yang sangat menjijikkan di mata TUHAN (18). Hal ini mengajarkan bahwa prinsip memberi persembahan bukanlah asal memberi, tanpa kita peduli dari mana atau bagaimana persembahan itu diperoleh. Allah menghendaki cara hidup yang benar dan tecermin dalam menghasilkan rezeki, yang kemudian dipersembahkan bagi Allah.

Mari kita introspeksi diri, apakah sumber rezeki yang kita miliki berasal dari cara yang benar atau hasil dari melacurkan diri dengan budaya korupsi, gratifikasi, penipuan, pencurian, atau kejahatan lainnya. Jangan berpikir bahwa gereja akan menjadi miskin tanpa kita memberi persembahan, namun marilah kita berhenti dari praktik kebohongan dan kejahatan.

Allah tak ingin kita memiliki anggapan bahwa persembahan atau persepuluhan merupakan alat menyogok Dia. Apa pun profesi, pekerjaan, dan jabatan kita, berhentilah melacurkan diri. Berilah persembahan yang kudus bagi Allah! Persembahan yang dihasilkan dari keringat, bukan dari hasil melacurkan diri! [MKD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2025/12/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+23

Ulangan 23

 1  "Orang yang hancur buah pelirnya atau yang terpotong kemaluannya, janganlah masuk jemaah TUHAN.
 2  Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN.
 3  Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,
 4  karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau.
 5  Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau.
 6  Selama engkau hidup, janganlah engkau mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya.
 7  Janganlah engkau menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap keji orang Mesir, sebab engkaupun dahulu adalah orang asing di negerinya.
 8  Anak-anak yang lahir bagi mereka dalam keturunan yang ketiga, boleh masuk jemaah TUHAN."
 9  "Apabila engkau maju dengan tentaramu melawan musuhmu, maka haruslah engkau menjaga diri terhadap segala yang jahat.
10  Apabila ada di antaramu seorang laki-laki yang tidak tahir disebabkan oleh sesuatu yang terjadi atasnya pada malam hari, maka haruslah ia pergi ke luar perkemahan, janganlah ia masuk ke dalam perkemahan.
11  Kemudian menjelang senja haruslah ia mandi dengan air, dan pada waktu matahari terbenam, ia boleh masuk kembali ke dalam perkemahan.
12  Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat.
13  Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajat, haruslah engkau menggali lobang dengan itu dan menimbuni kotoranmu.
14  Sebab TUHAN, Allahmu, berjalan dari tengah-tengah perkemahanmu untuk melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu haruslah perkemahanmu itu kudus, supaya jangan Ia melihat sesuatu yang tidak senonoh di antaramu, lalu berbalik dari padamu."
15  "Janganlah kauserahkan kepada tuannya seorang budak yang melarikan diri dari tuannya kepadamu.
16  Bersama-sama engkau ia boleh tinggal, di tengah-tengahmu, di tempat yang dipilihnya di salah satu tempatmu, yang dirasanya baik; janganlah engkau menindas dia."
17  "Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti, dan di antara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti.
18  Janganlah kaubawa upah sundal atau uang semburit ke dalam rumah TUHAN, Allahmu, untuk menepati salah satu nazar, sebab keduanya itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."
19  "Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.
20  Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."
21  "Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.
22  Tetapi apabila engkau tidak bernazar, maka hal itu bukan menjadi dosa bagimu.
23  Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kaulakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kaunazarkan kepada TUHAN, Allahmu, sesuatu yang kaukatakan dengan mulutmu sendiri."
24  "Apabila engkau melalui kebun anggur sesamamu, engkau boleh makan buah anggur sepuas-puas hatimu, tetapi tidak boleh kaumasukkan ke dalam bungkusanmu.
25  Apabila engkau melalui ladang gandum sesamamu yang belum dituai, engkau boleh memetik bulir-bulirnya dengan tanganmu, tetapi sabit tidak boleh kauayunkan kepada gandum sesamamu itu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 15 Desember -- Ulangan 22:13-30 - Mengekang Hawa Nafsu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 15 Desember 2025
Ayat SH: Ulangan 22:13-30

Judul: Mengekang Hawa Nafsu

Bagian ini merupakan hukum moralitas seksual yang meliputi cara untuk menyelesaikan fitnah atau penipuan dalam perkawinan (13-21), hukuman bagi pelaku zina (22), hukum tentang pemerkosaan (23-29), dan hukum tentang pernikahan inses (30).

Teks ini mengajarkan bahwa umat Allah harus mengekang diri untuk tidak memfitnah atau menipu pasangan, untuk tidak berzina, memerkosa, atau melecehkan secara seksual. Hukum ini ditegaskan oleh Allah untuk menjaga kesucian dan kekudusan bangsa Israel dalam membangun keluarga.

Kata mengekang berkaitan dengan mengendalikan, dan biasanya ada hubungannya dengan tali kekang yang dipakai untuk mengarahkan hewan agar tidak menjadi liar dan bergerak semaunya. Mengekang berarti mengendalikan, menahan, dan menguasai diri terhadap hasrat.

Allah menegaskan perlunya orang menjaga integritas dalam pernikahan. Seorang laki-laki yang salah menuduh istrinya akan didenda dan menanggung hukuman publik, serta tidak boleh menceraikan istrinya (18-19). Hukum ini menjunjung kebenaran dan melindungi kaum perempuan dari fitnah. Laki-laki yang berzina dengan seorang perempuan yang sudah menikah, keduanya sama-sama mendapat hukuman mati (22). Ayat-ayat hari ini merefleksikan perhatian terhadap keadilan, kemurnian, dan perlindungan terhadap orang yang lemah, terutama kaum perempuan. Selain itu, terdapat penekanan terhadap tanggung jawab komunal dalam menjunjung prinsip-prinsip moral.

Tanpa prinsip yang kuat untuk mengekang hawa nafsu, kita akan menjadi orang yang gampang terperosok ke dalam jurang dosa. Tak pandang lelaki atau perempuan, orang dewasa atau anak-anak, kita sama-sama memiliki kerentanan dalam pemenuhan hasrat.

Allah menghendaki agar orang percaya mampu menjadi pribadi yang bertekad menjaga kehormatan diri, keluarga, dan persekutuan. Marilah kita memohon kekuatan dan bimbingan Roh Kudus, serta terus berjuang tanpa lelah untuk mengekang hawa nafsu. Hal ini membuat kita mampu menang atas godaan yang ada. [MKD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2025/12/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+22:13-30
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+22:13-30

Ulangan 22:13-30

13  "Apabila seseorang mengambil isteri dan setelah menghampiri perempuan itu, menjadi benci kepadanya,
14  menuduhkan kepadanya perbuatan yang kurang senonoh dan membusukkan namanya dengan berkata: Perempuan ini kuambil menjadi isteriku, tetapi ketika ia kuhampiri, tidak ada kudapati padanya tanda-tanda keperawanan--
15  maka haruslah ayah dan ibu gadis itu memperlihatkan tanda-tanda keperawanan gadis itu kepada para tua-tua kota di pintu gerbang.
16  Dan ayah si gadis haruslah berkata kepada para tua-tua itu: Aku telah memberikan anakku kepada laki-laki ini menjadi isterinya, lalu ia menjadi benci kepadanya,
17  dan ketahuilah, ia menuduhkan perbuatan yang kurang senonoh dengan berkata: Tidak ada kudapati tanda-tanda keperawanan pada anakmu. Tetapi inilah tanda-tanda keperawanan anakku itu. Lalu haruslah mereka membentangkan kain itu di depan para tua-tua kota.
18  Maka haruslah para tua-tua kota itu mengambil laki-laki itu, menghajar dia,
19  mendenda dia seratus syikal perak dan memberikan perak itu kepada ayah si gadis--karena laki-laki itu telah membusukkan nama seorang perawan Israel. Perempuan itu haruslah tetap menjadi isterinya; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi.
20  Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis,
21  maka haruslah si gadis dibawa ke luar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah melempari dia dengan batu, sehingga mati--sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
22  Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.
23  Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan--jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia,
24  maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
25  Tetapi jikalau di padang laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia, maka hanyalah laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati,
26  tetapi gadis itu janganlah kauapa-apakan. Gadis itu tidak ada dosanya yang sepadan dengan hukuman mati, sebab perkara ini sama dengan perkara seseorang yang menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya.
27  Sebab laki-laki itu bertemu dengan dia di padang; walaupun gadis yang bertunangan itu berteriak-teriak, tetapi tidak ada yang datang menolongnya.
28  Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan--
29  maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi.
30  Seorang laki-laki janganlah mengambil isteri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 15 Desember -- LUKAS 2:8-20 - RESPONS BERITA NATAL

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 15 Desember 2025
Bacaan : LUKAS 2:8-20
Setahun: 1 Timotius 1-6
Nats: Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf, serta bayi yang berbaring di dalam palungan. (Lukas 2:16)

Renungan:

RESPONS BERITA NATAL

Menjelang Natal, saya terbiasa mengingat-ingat perayaan dan suasana Natal tahun-tahun, bahkan berpuluh tahun sebelumnya yang telah saya lalui. Saya teringat tokoh yang selalu muncul dalam peristiwa Natal sejak Sekolah Minggu, yaitu gembala dan orang majus.

Kedua tokoh ini memiliki respons yang sama saat mereka menerima berita kelahiran Yesus. Setelah gembala mendengar berita dari malaikat bahwa hari ini telah lahir Juruselamat, yaitu Mesias, Tuhan, di kota Daud, gembala-gembala itu cepat-cepat berangkat ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan dan menjumpai Maria dan Yusuf, serta bayi yang berbaring di dalam palungan (Luk. 2:15-16). Orang-orang majus dari Timur datang ke Yerusalem dan bertanya-tanya di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Mereka telah melihat bintang-Nya di Timur dan datang untuk menyembah Dia.

Orang majus masuk ke dalam rumah itu-tempat bintang yang mereka lihat di Timur itu berhenti-dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa, dan mur (Mat. 2:1-2, 9-11).

Berita Natal mengingatkan kita seberapa besar kerinduan dan usaha kita untuk mencari dan menjumpai Yesus. Yesus bukan lagi sebagai bayi tetapi sebagai Tuhan dalam hidup kita. Sudahkah kita mencari dan menemukan Tuhan setiap hari melalui doa, pembacaan Alkitab dan saat teduh? --IN/www.renunganharian.net
   
NATAL MENGINGATKAN SEBERAPA BESAR KERINDUAN KITA MENCARI DAN MENEMUKAN TUHAN SETIAP HARI DALAM KEHIDUPAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/12/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+2:8-20

LUKAS 2:8-20

 8  Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
 9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
15  Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17  Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Timotius+1-6
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Timotius+1-6

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-RH) 14 Desember -- MARKUS 7:24-37 - TAK DAPAT DIRAHASIAKAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 14 Desember 2025
Bacaan : MARKUS 7:24-37
Setahun: 2 Tesalonika 1-3
Nats: Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak ingin seorang pun mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. (Markus 7:24)

Renungan:

TAK DAPAT DIRAHASIAKAN

Saya mengenal seorang bernama Edy, yang kehadirannya selalu dinantikan. Edy tak hanya pandai mencairkan suasana dengan pembawaan humorisnya, tetapi banyak orang merasa nyaman ketika berada di dekat Edy. Tak heran ketika sedang mengalami masalah, tak sedikit yang datang kepada Edy sekadar ingin didengar dan berharap bisa menerima nasihat darinya. Edy juga piawai bermain musik, dengan alunan yang membuat teman-teman komunitasnya hanyut dalam suasana, termasuk saat ia mengiringi pujian dan penyembahan.

Kehadiran Yesus tampaknya memang sangat diharapkan. Bahkan ketika Yesus ingin menepi sejenak dari segala aktivitas pelayanan, yang tentu sangat meletihkan itu, kehadiran-Nya tak dapat dirahasiakan! Tentu Yesus tidak sedang ingin mencari popularitas, tetapi tak dapat disangkal ada hadirat Allah yang menyertai Yesus ke mana pun Dia pergi. Tak heran ketika melayani di dunia, ada banyak orang ingin datang, melihat, bahkan jika memungkinkan mereka berharap dapat menyentuh Yesus. Pengaruh Yesus sungguh besar, bahkan ketika Yesus ingin menyembunyikan diri, seorang perempuan Siro-Fenisia datang untuk memohon kesembuhan bagi anak-Nya yang kerasukan (ay. 26).

Kehadiran kita sebagai pengikut Kristus diharapkan juga memberi dampak, ibarat nyala lilin yang akan dicari atau garam yang sangat dibutuhkan, bahkan ketika dalam kondisi "tersembunyi" sekalipun. Percayalah bahwa Roh-Nya senantiasa menyertai kita sehingga kehidupan kita dapat berdampak positif bagi sekitar, bahkan ketika kita hanya seorang diri! --GHJ/www.renunganharian.net
   
KEHADIRAN PENGIKUT KRISTUS BERPOTENSI MEMBERI DAMPAK KARENA ROH KUDUS MENYERTAI SETIAP LANGKAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/12/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+7:24-37

MARKUS 7:24-37

24  Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
25  Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
26  Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
27  Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
28  Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
29  Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
30  Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
31  Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.
32  Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
33  Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
34  Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
35  Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
36  Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
37  Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Tesalonika+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tesalonika+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 14 Desember -- Ulangan 22:1-12 - Jangan Pura-pura Tidak Tahu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 14 Desember 2025
Ayat SH: Ulangan 22:1-12

Judul: Jangan Pura-pura Tidak Tahu

Firman Allah mendorong umat menolong sesamanya (1-4) dalam kepekaan, dan berpartisipasi nyata memelihara lingkungan ciptaan Allah (6-7), serta membangun (8), dan mengelola tanah. Selain itu, ada berbagai peraturan tentang cara berpakaian (5, 11-12).

Melalui pasal ini, kita dapat melihat bahwa Allah mengatur sedemikian mendetail kehidupan umat-Nya. Ia mengatur bagaimana tata cara hidup umat Allah di tanah perjanjian. Hukum-hukum diberikan bukan sebagai alat penghukum yang mengancam umat Allah, tetapi diberikan untuk mempertajam kepekaan dan kepedulian umat Allah terhadap hak sesama dan haknya sendiri.

Dalam ayat 1-12, firman TUHAN memperlihatkan bahwa Allah mengajarkan agar umat-Nya peka terhadap milik sesama. Antara lain untuk hal yang terlihat sepele, seperti ternak sesama yang tersesat. Allah menghendaki umat saling peduli dan memperhatikan. Allah tidak menghendaki sikap yang pura-pura tidak tahu. Hal ini berulang kali ditekankan, jangan pura-pura tidak tahu! (1, 3, 4). Umat harus benar-benar bersedia menolong sesamanya. Allah menghendaki agar setiap orang percaya hidup saling peduli dan saling merawat satu dengan yang lain dalam persekutan. Bukan sebatas bibir, tetapi tindakan nyata. Dalam banyak hal kita harus peduli kepada sesama.

Hidup persekutuan orang percaya terancam dengan gaya hidup egosentris. Orang lebih suka mementingkan diri sendiri dan tidak peduli kepada sesama. Kita cenderung peduli kepada kelompok bergaul kita sendiri di tengah jemaat. Allah menghendaki kita benar benar berkemauan untuk menolong sesama, baik dengan perhatian cinta yang menyentuh maupun perhatian materi yang membantu sesama kita.

Mari berjuang untuk menjadi pribadi yang peka terhadap sesama, yang tidak hanya mampu melihat kebutuhan orang lain, tetapi juga memiliki hati yang tergerak untuk bertindak. Bersikaplah peka terhadap keadaan sesama dan menolong dengan ringan tangan. Jangan pura-pura tidak tahu, padahal ada banyak hal di depan mata yang membutuhkan kepedulian kita! [MKD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2025/12/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+22:1-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+22:1-12

Ulangan 22:1-12

 1  "Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu.
 2  Dan apabila saudaramu itu tidak tinggal dekat denganmu dan engkau tidak mengenalnya, maka haruslah engkau membawa hewan itu ke dalam rumahmu dan haruslah itu tinggal padamu, sampai saudaramu itu datang mencarinya; engkau harus mengembalikannya kepadanya.
 3  Demikianlah harus kauperbuat dengan keledainya, demikianlah kauperbuat dengan pakaiannya, demikianlah kauperbuat dengan setiap barang yang hilang dari saudaramu dan yang kautemui; tidak boleh engkau pura-pura tidak tahu.
 4  Apabila engkau melihat keledai saudaramu atau lembunya rebah di jalan, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; engkau harus benar-benar menolong membangunkannya bersama-sama dengan saudaramu itu."
 5  "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.
 6  Apabila engkau menemui di jalan sarang burung di salah satu pohon atau di tanah dengan anak-anak burung atau telur-telur di dalamnya, dan induknya sedang duduk mendekap anak-anak atau telur-telur itu, maka janganlah engkau mengambil induk itu bersama-sama dengan anak-anaknya.
 7  Setidak-tidaknya induk itu haruslah kaulepaskan, tetapi anak-anaknya boleh kauambil. Maksudnya supaya baik keadaanmu dan lanjut umurmu.
 8  Apabila engkau mendirikan rumah yang baru, maka haruslah engkau memagari sotoh rumahmu, supaya jangan kaudatangkan hutang darah kepada rumahmu itu, apabila ada seorang jatuh dari atasnya.
 9  Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan menjadi milik tempat kudus.
10  Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama.
11  Janganlah engkau memakai pakaian yang dua jenis bahannya, yakni bulu domba dan lenan bersama-sama.
12  Haruslah engkau membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuhmu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]