(e-RH) 4 April -- Yohanes 12:1-8 - BUKTI RESPONS KITA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 4 April 2020
Bacaan : Yohanes 12:1-8
Setahun: 1 Samuel 12-14:23
Nats: Lalu Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal sekali, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu. (Yohanes 12:3)

Renungan:

BUKTI RESPONS KITA

Lazarus, Marta, dan Maria adalah tiga bersaudara yang memberikan sambutan yang begitu baik ketika Yesus singgah di rumah mereka. Marta, melayani Yesus dengan menyediakan makanan. Lazarus duduk menemani Yesus makan. Namun Maria menunjukkan responsnya dengan tindakan yang mengejutkan: menuangkan minyak narwastu murni yang mahal harganya untuk meminyaki kaki Yesus serta menyekanya dengan rambutnya.

Tindakan Maria ini menimbulkan kritik pedas dari Yudas Iskariot. Yudas merespons tindakan Maria itu berdasarkan untung rugi. Yudas merasa akan lebih baik jika minyak itu dijual dan hasilnya dibagikan kepada orang miskin. Pemikiran itulah yang membuat Yudas berkata kalau tindakan Maria itu sebagai sebuah pemborosan. Namun Yesus tahu apa sesungguhnya yang ada dalam hati Yudas. Berbagai respons yang muncul lewat perkataan kita sesungguhnya menunjukkan seperti apakah isi hati kita.

Respons kita kepada Yesus akan tampak jelas dari cara kita bertindak dan bersikap. Apakah kita berespons seperti Maria yang dengan tulus menunjukkan tindakan kasih tanpa memperhitungkan untung ruginya? Ataukah kita seperti Yudas yang selalu memikirkan untung rugi ketika memberikan sesuatu kepada Tuhan? Apakah kita merasa iri hati dan begitu kesal ketika melihat seseorang dipakai Tuhan dalam pelayanan? Apakah kita hanya menyanjung-Nya karena berkat-berkat yang kita terima? Respons kita menunjukkan dengan jelas isi hati kita yang sesungguhnya. --SYS/www.renunganharian.net
   
RESPONS HATI KITA KEPADA YESUS AKAN NAMPAK JELAS DARI SIKAP DAN TINDAKAN KITA SEHARI-HARI.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+12:1-8

Yohanes 12:1-8

 1  Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
 2  Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
 3  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
 4  Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
 5  "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
 6  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
 7  Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
 8  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+12-14:23
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+12-14:23

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2020 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 4 April -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Lukas 23:1-12

Perjalanan Tuhan Yesus menuju penyaliban telah semakin dekat. Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Tuhan Yesus dibawa menghadap Pilatus. Orang banyak, yang menggiring Tuhan Yesus, melontarkan tuduhan-tuduhan mereka supaya Pilatus dapat menjatuhkan hukuman atas Dia.

Apa saja yang Anda baca?
1. Ke mana Yesus dikirim setelah dibawa ke Mahkamah Agama? Apa yang dilakukan oleh orang banyak itu kepada-Nya? Tuduhan apa yang mereka lontarkan kepada Yesus? (1-2)
2. Apa yang ditanyakan Pilatus kepada Yesus? Apa jawaban Yesus? Lalu apa yang dilakukan oleh Pilatus? (3-4)
3. Apa respons orang banyak terhadap ucapan Pilatus? Ke mana Pilatus kemudian mengirim Yesus? (5-7)
4. Bagaimana respons Pilatus ketika melihat Yesus? Apa yang kemudian mereka lakukan terhadap Yesus? (8-12)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa orang banyak begitu menginginkan kematian Yesus hingga mereka membuat tuduhan palsu?
2. Mengapa Yesus berdiam diri ketika Herodes mengajukan per-tanyaan kepada-Nya? Menurut Anda, sikap diam yang ditunjuk-kan oleh Yesus tersebut memiliki makna apa bagi kita, pengikut-pengikut-Nya di zaman sekarang ini?
3. Apa yang membedakan otoritas Yesus dengan otoritas yang dimiliki oleh Pilatus dan Herodes?

Apa respons Anda?
1. Pernahkan Anda merenungkan perjalanan salib yang harus dilalui oleh Tuhan Yesus? Bagaimana respons Anda?
2. Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika melihat keinginan orang banyak yang begitu histeris meminta agar Yesus disalibkan? Bila Anda berada dalam kerumunan itu, bagaimana sikap Anda?

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+23:1-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+23:1-12

Lukas 23:1-7

 1  Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
 2  Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."
 3  Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
 4  Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini."
 5  Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."
 6  Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.
 7  Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
 8  Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
 9  Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.
10  Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.
11  Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
12  Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-SH) 4 April -- Lukas 22:63-71 - Putusan Sepihak Tanpa Keadilan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 4 April 2020
Ayat SH: Lukas 22:63-71

Judul: Putusan Sepihak Tanpa Keadilan

Dalam sejarah peradilan, di mana pun itu, selalu diwarnai peristiwa kelam, jika hal itu berkaitan dengan politik dan kekuasaan. Pengadilan yang seharusnya menjadi tempat bagi seseorang untuk mencari keadilan, terkadang menjadi tempat di mana praktik ketidakadilan dilegalkan. Hal itu tampak pada kasus Yesus. "Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami, " (67). Mahkamah Agama mencoba menjebak Yesus dengan pernyataan itu. Sebenarnya, mereka hanya ingin mencari kesalahan Yesus. Sebab, kalau Yesus menjawab, "Iya!", Ia akan dituding menistakan agama atau memberontak kepada pemerintahan Roma. Kalau, "Tidak!", maka semua pekerjaan Yesus selama ini adalah omong kosong belaka.

Atas pertanyaan itu, Yesus pun menjawab, "Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya" (67). Para penuntut Yesus kemudian merespons, "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri" (71). Proses pengadilan terhadap Yesus memang tidak adil karena digiring opini dan pertanyaan jebakan, bukan kebenaran. Apalagi, Dewan Sanhedrin, dewan tertinggi agama Yahudi (yang berjumlah tujuh puluh satu orang) mengambil keputusan secara sepihak. Mereka beranggapan bahwa Yesus dapat merusak adat dan tatanan keagamaan Yahudi karena memproklamasikan diri sebagai Mesias. Jadi, mereka memvonis Yesus dengan dihukum mati.

Jika manusia menggunakan agama sebagai pembenaran, itu adalah kejahatan besar dan berbahaya. Artinya, agama dipakai sebagai dalil pembenaran sehingga kehilangan maknanya. Atas nama agama, kita (Gereja) pun sering disudutkan dan harus menderita karenanya. Sayangnya, bukannya dibela, kita malah kerap dijadikan sebagai pihak yang bersalah. Oleh karena itu, kalaupun kelak kita mengalami ketidakadilan, ingatlah kepada Yesus yang sudah merasakannya terlebih dahulu, dan belajarlah menghadapinya. [SGP]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2020/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+22:63-71
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+22:63-71

Lukas 22:63-71

63  Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya.
64  Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?"
65  Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepada-Nya.
66  Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka,
67  katanya: "Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami." Jawab Yesus: "Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya;
68  dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab.
69  Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa."
70  Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah."
71  Lalu kata mereka: "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 3 April -- Mazmur 8:1-10 - MENGAGUMI SEMESTA

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 3 April 2020
Bacaan : Mazmur 8:1-10
Setahun: 1 Samuel 8-11
Nats: Jika aku melihat langit-Mu ... apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:4-5)

Renungan:

MENGAGUMI SEMESTA

Seorang teman saya berkata, "Saya paling mudah merasakan kehadiran Allah ketika saya sedang menikmati alam. Saat menjelajah di hutan atau di pantai, mudah sekali bagi saya menyadari kebesaran Allah. Saya sadar betapa kecilnya saya di dunia ini, dan itu menuntun hati saya untuk menyembah Tuhan."

Pengalaman yang demikian juga diungkapkan oleh Daud dalam Mazmur 8 ini. Saya membayangkan Daud sedang berada di bagian atas istananya di suatu malam yang gelap, dan ia menengadah ke langit. Ia mengagumi bintang-bintang yang bersinar terang, dengan konstelasi yang indah dan menakjubkan. Lalu ia membandingkannya dengan betapa kerdilnya seorang manusia, makhluk lemah dan terbuat dari debu tanah. Namun di saat yang sama ia juga mengagumi kemurahan Allah. Manusia lemah itu diciptakan dalam gambar dan rupa-Nya (Kej. 1:26-27), dan dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, serta diberi otoritas atas ciptaan lainnya (ay. 6-7).

Sebagian orang mungkin berhenti hanya sebatas mengagumi keindahan dan kedahsyatan alam semesta. Tetapi sebagian lainnya melangkah lebih jauh dengan mengagumi Si Pencipta kedahsyatan tersebut, yaitu Allah. Dengan anugerah-Nya, Dia tetap mengasihi manusia sekalipun mereka jatuh ke dalam dosa. Dia menjelma menjadi salah satu dari kita, di dalam diri manusia Yesus Kristus, untuk menyelamatkan kita. Kesadaran akan kebenaran ini kiranya membuat kita makin mengagumi-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
DIBANDINGKAN KEAGUNGAN SEMESTA, MANUSIA SANGATLAH KERDIL, NAMUN KASIH ALLAH MEMBUATNYA BERHARGA DAN MULIA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/04/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/04/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+8

Mazmur 8:1-10

 1  Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.
 2  Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
 3  Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
 4  Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
 5  apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
 6  Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
 7  Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
 8  kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;
 9  burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
10  Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+8-11
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+8-11

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2020 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 3 April -- Lukas 22:54-62 - Cari Rasa Aman dengan Menyangkal

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 3 April 2020
Ayat SH: Lukas 22:54-62

Judul: Cari Rasa Aman dengan Menyangkal

Salah satu kebutuhan manusia adalah rasa aman. Kita akan berusaha mati-matian mempertahankan diri jika terjebak dalam kondisi yang mengancam. Sayangnya, dalam mengusahakan keamanan itu, kita kadang bertindak dengan cara yang salah. Misalnya, kita tega mengorbankan orang lain, asalkan kita selamat.

Setelah Yesus ditangkap (54), nyali Petrus menciut. Padahal, sebelumnya ia pernah mengatakan berani mati bersama Yesus (Luk. 22:33). Setelah ditangkap, ia memang terus mengikuti ke mana Yesus dibawa. Namun, ia selalu mengikuti Yesus dari kejauhan, seolah-olah menjaga jarak. Kita tidak tahu pasti alasannya melakukan hal itu. Mungkin, ia masih merasa ketakutan atau karena faktor lain. Apa pun alasannya, itu berarti di dalam dirinya masih tersisa loyalitas, meski perasaan takut mendera.

Secara manusiawi, Yesus mungkin memerlukan para murid-Nya berdiri di samping-Nya agar meringankan beban penderitaan-Nya. Namun, faktanya berbeda. Dua peristiwa memilukan terjadi. Pertama, Yudas mengkhianati-Nya. Kedua, Petrus menyangkali-Nya sebanyak tiga kali. Petrus benar-benar terpuruk. Apalagi saat Yesus berpaling dan menatapnya. Betapa ia tahu kesalahan besar yang telah dilakukannya. Seketika, ia teringat pada perkataan Yesus, "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku" (61).

Tindakan Petrus dan Yudas memang salah, namun respons mereka jelas berbeda. Dengan mengikuti Yesus, setidaknya Petrus masih terus menjaga relasi dengan-Nya.

Anugerah penebusan dan penyelamatan oleh Allah melalui Yesus Kristus adalah anugerah terbesar bagi kita umat percaya. Walau syaratnya tidak berat, namun itu menuntut cara hidup kita selaras dengan kehendak Tuhan. Kita dilarang menjadi pengkhianat atau menyangkali-Nya. Sebaliknya, anugerah keselamatan menuntut kita untuk berani bertindak baik dalam perbuatan maupun perkataan.

Dengan keberanian dari Tuhan, marilah kita tidak menyangkali atau mengkhianati Yesus, meskipun dalam kondisi yang sulit. [SGP]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2020/04/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+22:54-62
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+22:54-62

Lukas 22:54-62

54  Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
55  Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
56  Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
57  Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"
58  Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak!"
59  Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea."
60  Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
61  Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
62  Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-RH) 2 April -- Hosea 3:1-5 - IKLAN KASUR

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 2 April 2020
Bacaan : Hosea 3:1-5
Setahun: 1 Samuel 4-7
Nats: Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel.... (Hosea 3:1)

Renungan:

IKLAN KASUR

Saya pernah menyaksikan iklan produk kasur di TV. Suasana malam. Dua pria siap merampok rumah yang sedang tak berpenghuni saat itu. Namun, ketika masuk dalam kamar tidur, mereka tidak tahan untuk tidak merebahkan badan berbaring di ranjangnya. Fajar pagi pun tiba, mereka terbangun kaget. Dua orang polisi sudah ada di kamar itu- juga tertidur di samping mereka. Dalam imajinasi kita, tertancaplah pesan kuat dari iklan kasur itu. Pesan berbentuk narasi tindakan, bukan kata-kata.

Ada saatnya kata-kata sudah tak mempan lagi. Ucapan tak bertuah lagi. Ludah telah berbuih di bibir, tetap tak mengubah apa-apa. Tuhan memakai Nabi Hosea untuk berbicara atas nama Diri-Nya. Namun, bangsa Israel rupanya sudah tak peduli pada ucapan nabi. Itu sebabnya diperlukan "bahasa" kenabian yang lain-bukan lagi perkataan melainkan tindakan kenabian. Tindakan simbolis yang bagi kita aneh, namun pada zaman Hosea sungguh tajam pesannya. Sang nabi harus mengasihi dan menikahi seorang pelacur-sebagai gambaran bagaimana hati TUHAN terhadap Israel.

Tuhan itu Sang komunikator agung. Walau kita sering mengabaikan firman-Nya, Dia tak pernah kehilangan cara untuk berbicara kepada kita. Dirus hujan. Tingkah hewan. Aroma kembang. Insiden kebetulan. Lukisan di dinding. Mimpi. Dorongan hati. Celoteh seorang anak. Tembang kenangan. Kejadian aneh. Gagasan kreatif. Apa saja dapat Dia pakai sebagai pembawa kabar dari-Nya. Demi mencapai kita, bahasa kasih Tuhan mampu bergema melalui sejuta wahana. --PAD/www.renunganharian.net
   
BERSIAPLAH, ALLAH SELALU MENEMUKAN CARA UNTUK MENYEBERANGKAN PESAN CINTA-NYA KEPADA KITA!

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/04/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/04/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Hosea+3:1-5

Hosea 3:1-5

 1  Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."
 2  Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.
 3  Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau."
 4  Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.
 5  Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+4-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+4-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2020 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[Read more]

(e-SH) 2 April -- Lukas 22:47-53 - Di Balik Ciuman Maut

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 2 April 2020
Ayat SH: Lukas 22:47-53

Judul: Di Balik Ciuman Maut

Ada perkataan yang berbunyi: "Ungkapkanlah cinta dengan kecupan." Sesekali, cinta memang perlu diartikulasikan lewat tindakan konkret, seperti kecupan misalnya. Mencium merupakan perasaan suka, bukan ungkapan kebencian. Namun, bagaimana dengan ciuman Yudas kepada Yesus (47)? Apakah itu ekspresi cinta? Atau, ada makna lain di balik ciuman itu?

Siapakah yang menyerahkan Yesus kepada prajurit? Jawabannya mengejutkan, yaitu Yudas, murid-Nya sendiri. Mengapa seorang murid tega menyerahkan gurunya kepada pihak lawan?

Setelah Yudas meninggalkan Yesus di perjamuan malam, ia langsung mencari para imam kepala (Yoh. 13:30). Pertemuan itu mengangkat dirinya menjadi pemimpin dalam kesepakatan menangkap Yesus. Pasalnya, ia tahu persis Yesus sedang berada di Bukit Zaitun. Karena selama berada di Betani hampir setiap hari Ia berada di situ untuk menjauhkan diri dari keramaian dan berdoa.

Lalu, apa yang akan dilakukan Yudas supaya para prajurit tidak salah tangkap? Ia memberi tanda sederhana, yaitu dengan ciuman. "Orang yang akan kucium, itulah Dia, " kata Yudas (Mrk. 14:44). Jadi, ciuman itu adalah isyarat, bukan sebagai ungkapan kasih sayang kepada seorang sahabat. Itu ciuman pengkhianatan!

Uniknya, Yesus tidak marah. Ia hanya bertanya, "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" (48).

Menyaksikan drama itu, salah seorang murid maju membela gurunya. Ia menyerang hamba Imam Besar. Dengan sekali tebasan pedang, putuslah telinga kanannya (50).

Ciuman seperti Yudas mungkin pernah kita lakukan. Kita kerap membalut kemunafikkan dengan topeng kasih dan kalimat manis, "Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan." Pada praktiknya, kita lebih mengasihi telepon pintar kita daripada Alkitab. Kita lebih asyik tenggelam dengan gawai daripada merenungkan firman Tuhan.

Mengasihi Tuhan dengan sempurna adalah ketika kita menjadikan-Nya satu-satunya junjungan di atas segala-galanya. Sudahkah kita berbuat demikian? [SGP]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2020/04/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+22:47-53
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+22:47-53

Lukas 22:47-53

47  Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya.
48  Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?"
49  Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"
50  Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.
51  Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.
52  Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung?
53  Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

[Read more]

(e-SH) 1 April -- Lukas 22:39-46 - Jadilah Kehendak-Mu

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 1 April 2020
Ayat SH: Lukas 22:39-46

Judul: Jadilah Kehendak-Mu

Penderitaan atau kematian, bagi kebanyakan orang, adalah hal yang tidak menyenangkan. Tidak semua orang bisa menerimanya, kecuali dipaksa keadaan. Misalnya, terkena penyakit mematikan yang tak kunjung sembuh sehingga pasien ingin mengakhiri penderitaannya dengan kematian (eutanasia). Pada umumnya, orang akan memandang hidup sebagai kesempatan menikmati dunia dan bersenang-senang. Orang dengan pandangan seperti ini pasti akan menolak kematian. Bahkan kalau bisa, penderitaan pun menjauh dari hidupnya.

Penderitaan dan kematian adalah dua hal yang sedang Yesus gumuli. Keduanya sedang membentang di hadapan-Nya. Di Bukit Zaitun, Ia galau. Dalam doa-Nya, Ia seperti tawar-menawar dengan Bapa supaya cawan itu diambil (42).

Cawan adalah simbol penderitaan atau murka Allah (bdk. Why. 14:10; 16:19) yang akan ditanggung Yesus. Yesus tahu Ia akan disalibkan seperti penjahat, menderita, lalu mati secara tidak terhormat. Yesus ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa (44a). Rasa takut-Nya terlukis oleh peluh yang terlihat menjadi seperti tetesan darah ke tanah (44b). Ia menanggung penderitaan yang bukan semestinya Ia alami demi merampungkan karya penyelamatan. Tanpa penumpahan darah, tak ada pengampunan dan penyelamatan.

Di tengah ketakutan-Nya, Yesus tidak memaksakan kehendak-Nya sendiri, melainkan kehendak Bapa. Ini tanda ketaatan. Ia bersedia menghadapi kengerian yang membayang di depan mata. Kehendak Bapa dituntaskan-Nya secara tanpa berbantah.

Salah satu bukti iman adalah ketaatan. Banyak godaan dan kelemahan merayu agar kita tidak taat. Salah satunya adalah menghindar. Kita sering menghindar dari masalah, apalagi yang sulit. Padahal jika dihadapi, Tuhan pasti menyertai. Lewat masalah itu, Ia sebenarnya sedang melatih kedewasaan iman kita. Jadi, jalan terbaik saat menghadapi kesulitan adalah dengan menghadapinya, bukan melarikan diri dari masalah tersebut. [SGP]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2020/04/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+22:39-46
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+22:39-46

Lukas 22:39-46

39  Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
40  Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
41  Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
42  "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
43  Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
44  Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
45  Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
46  Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab


[Read more]