(e-RH) 30 November -- MATIUS 6:25-34 - TAKUT MATI GAYA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 30 November 2021
Bacaan : MATIUS 6:25-34
Setahun: 2 Korintus 9-13
Nats: "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

Renungan:

TAKUT MATI GAYA

"Sesekali unggah foto gowes ah, biar sama dengan yang lain." "Lagi ada di sini nih... tempat swafoto yang sedang ramai diperbincangkan." Begitulah contoh kalimat yang menyertai unggahan foto di media sosial. Banyak orang saling berlomba menunjukkan bahwa dirinya tidak ketinggalan dalam mengikuti tren yang berkembang.

Mencari Kerajaan Allah dan kehendak-Nya adalah hal utama yang semestinya dipikirkan dan dikerjakan orang percaya. Menjalani hidup berfokus pada kehendak-Nya dan berhenti mengkhawatirkan hal lain. Tuhan yang Mahakuasa peduli pada hidup kita, sehingga kita tidak perlu merasa khawatir akan kebutuhan apa pun juga. Sebab pada saat kita fokus melakukan kehendak-Nya, Dia pasti mencukupkan yang kita perlu.

Pertanyaan bagi kita saat ini adalah: Apa yang sedang kita khawatirkan? Banyak orang di zaman ini khawatir bukan tentang "makanan atau pakaian". Bukan pula khawatir jika hidupnya tidak berkenan di hadapan Allah. Mereka merasa khawatir jika keberadaannya tidak diakui oleh komunitas. Karena itu mereka rela melakukan berbagai upaya asal mendapatkan pengakuan. Mereka baru merasa lega dan puas kalau bisa mengimbangi pencapaian orang lain guna menunjukkan eksistensi diri.

Tanpa sadar gaya hidup mengikuti tren ini membuat orang lebih takut mati gaya daripada takut akan Tuhan. Fokus mereka adalah eksistensi diri, bukan kekudusan hidup bagi Tuhan. Menjalankan kekudusan hidup bukan lagi prioritas, melainkan hanya sambil lalu dan sekenanya saja. Kiranya yang seperti ini jauh daripada kita! --EBL/www.renunganharian.net
   
JANGAN SAMPAI UPAH DARI MANUSIA MENJADIKAN LUPA BAHWA TUJUAN HIDUP ORANG PERCAYA ADALAH MENCARI KERAJAAN ALLAH DAN KEHENDAK-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/11/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/11/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+6:25-34

MATIUS 6:25-34

25  "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+9-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Korintus+9-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 30 November -- 2 Tesalonika 1 - Memuliakan Allah dalam Penderitaan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 30 November 2021
Ayat SH: 2 Tesalonika 1

Judul: Memuliakan Allah dalam Penderitaan

Tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah agar manusia memuliakan Dia dan menikmati-Nya selamanya (Katekismus Westminster). Hal ini berlaku dalam keadaan apa pun dan kapan pun, termasuk dalam penderitaan.

Jemaat Tesalonika sedang mengalami penderitaan yang sangat besar. Namun, dalam keadaan seperti itu, Rasul Paulus memberikan pujian dan ucapan syukur kepada Allah, sebab meskipun berada dalam penderitaan yang berat, jemaat Tesalonika justru mempunyai iman yang makin besar, kasih kepada saudara seiman yang makin kuat, dan ketabahan yang luar biasa (3-4).

Selain itu, Rasul Paulus memberikan penghiburan dan pengharapan, bahwa mereka yang tetap beriman dalam penderitaan akan dinyatakan layak bagi Kerajaan Allah (5). Mereka akan diberi kelegaan, sedangkan orang yang menganiaya mereka akan dihukum secara adil di dalam penghakiman Allah. Akan tiba saatnya hukuman kebinasaan dijatuhkan dan Tuhan dimuliakan (6-10).

Untuk itulah, Rasul Paulus berharap agar mereka dilayakkan dan disempurnakan oleh Tuhan di tengah penderitaan mereka. Dengan demikian, nama Tuhan dimuliakan (11-12).

Dari perikop ini kita dapat mempelajari beberapa hal. Pertama, iman, kasih, dan, ketabahan dari saudara seiman merupakan hal yang harus disyukuri dan didoakan oleh setiap orang percaya. Kedua, setiap manusia dapat merasakan penderitaan, namun Tuhan akan memberikan keadilan yang sejati. Ketiga, dalam penderitaan yang berat pun, orang percaya dapat memuliakan Tuhan. Keempat, dalam perjalanan kehidupan yang memuliakan Tuhan, niscaya ada kenikmatan hakiki yang diberikan Tuhan kepada setiap anak-Nya.

Kini kita perlu mensyukuri iman dan kasih dari setiap saudara seiman. Sebagai kesatuan tubuh Kristus, kita perlu mendoakan setiap orang yang saat ini sedang mengalami penganiayaan. Penting bagi kita untuk mendoakan mereka secara rutin, baik melalui doa pribadi maupun doa komunal. Selain itu, kita harus terus berharap pada Tuhan dalam keadaan apa pun, agar dalam masa penderitaan sekalipun, kita dimampukan untuk tetap memuliakan nama Tuhan. [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/11/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Tesalonika+1
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tesalonika+1

2 Tesalonika 1

 1  Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
 2  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
 3  Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,
 4  sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:
 5  suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
 6  Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
 7  dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,
 8  dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
 9  Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
10  apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.
11  Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,
12  sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 29 November -- YEREMIA 18:1-10 - KREATIVITAS ALLAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 29 November 2021
Bacaan : YEREMIA 18:1-10
Setahun: 2 Korintus 5-8
Nats: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!" (Yeremia 18:6)

Renungan:

KREATIVITAS ALLAH

Pernahkah kita berpikir apa yang bisa dibuat dari sebuah pesawat terbang bekas? Saya pernah melihat beberapa gambar hasil daur ulang pesawat bekas. Mulai dari bagian baling-baling, sayap, jendela, hingga penutup mesin, ternyata bisa menghasilkan berbagai kreasi mebel unik dan bermanfaat, mulai dari kursi, meja kerja, pajangan dinding, hingga meja rapat berukuran besar. Bagi orang yang kreatif, barang yang terlihat tak berguna atau dibuang, ternyata bisa jadi hasil karya yang bermanfaat sekaligus mengundang decak kagum.

Jika manusia, yang notabene adalah ciptaan Allah, bisa begitu kreatif dalam membuat benda-benda dari bahan yang tak terpakai, dianggap sampah, dan dibuang, betapa lebih kreatifnya Allah yang kita sembah! Dalam pesan firman-Nya melalui Nabi Yeremia, Allah mengumpamakan diri-Nya seperti tukang periuk (penjunan) dalam memperbaiki kehidupan bangsa Israel. Bagi seorang penjunan yang asli, tak ada bejana rusak yang tak bisa dibentuknya kembali menjadi bejana lain yang dianggapnya baik (ay. 4). Begitu pula bagi Allah, kehidupan serusak apa pun, tangan-Nya dapat memperbaiki dan memulihkannya, menurut apa yang baik di hadapan-Nya.

Oleh karena itulah, sepanjang zaman Allah senantiasa mengundang setiap manusia yang merasa hidupnya "rusak" untuk datang kepada-Nya. Pengampunan-Nya siap diberikan dan tangan-Nya siap membentuk ulang kehidupan manusia. Roh-Nya juga diberikan untuk menuntun jalan kehidupan kita, supaya dapat menggenapi apa yang Dia kehendaki. Percayakah kita akan hal itu? --GHJ/www.renunganharian.net
   
BAGI ALLAH, TAK ADA KEHIDUPAN YANG RUSAK, YANG TAK DAPAT DIBENAHI DAN DIPULIHKAN OLEH-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/11/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/11/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YEREMIA+18:1-10

YEREMIA 18:1-10

 1  Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:
 2  "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu."
 3  Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.
 4  Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
 5  Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
 6  "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
 7  Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya.
 8  Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.
 9  Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka.
10  Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+5-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Korintus+5-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 29 November -- 2 Timotius 4:9-22 - People Come and Go

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 29 November 2021
Ayat SH: 2 Timotius 4:9-22

Judul: People Come and Go

Kita mungkin merasa khawatir ketika ada orang yang pergi meninggalkan kita dalam dunia pelayanan. Akan tetapi, pada dasarnya dalam dunia pelayanan orang-orang memang datang dan pergi.

Surat Paulus kepada Timotius kali ini adalah ajakan agar Timotius segera datang menyusul Paulus (9). Hal ini karena orang-orang yang selama ini bersama Paulus telah pergi meninggalkannya. Ada yang pergi karena lebih memilih dunia seperti Demas (10). Ada pula yang pergi karena karena alasan pelayanan di tempat lain, seperti Kreskes, Titus, dan Tikhikus (10, 12).

Paulus harus seorang diri menghadapi penentang seperti Aleksander dan melakukan pembelaan bagi ajaran Injil (14-16). Namun, ia dapat bertahan karena ada yang tetap bersamanya, yakni Tuhan. Manusia datang dan pergi, tetapi dalam keadaan seperti itu, Tuhanlah yang terus mendampingi dan menguatkan Paulus, bahkan menyelamatkannya (17-18).

Melayani Tuhan selalu berkaitan dengan partner, tetapi tidak ada yang mengetahui siapa partner yang akan kita dapatkan untuk pelayanan ke depan. Hal ini karena belum tentu orang yang ada bersama kita saat ini adalah orang yang dipilih Tuhan untuk melayani-Nya selamanya. Ada orang-orang yang memulai dengan baik, tetapi mengakhirinya dengan buruk. Ada pula yang memang karena ada pekerjaan Tuhan yang lain, ia harus meninggalkan kita.

Jangan sampai hal ini memadamkan semangat pelayanan kita. Hal ini sangat mungkin terjadi karena apa yang terpenting bukan dengan siapa kita melayani, tetapi Tuhan yang kita layani. Sebagai sesama pelayan, kita mau bersinergi karena kita mencintai Tuhan dan mau melayani-Nya dalam bidang dan talenta yang telah diberikan Tuhan kepada setiap umat pilihan-Nya. Dialah Tuhan yang tidak pernah meninggalkan para hamba-Nya.

Oleh karena itu, penting bagi kita menyadari bahwa kita tidak superior dan memang membutuhkan partner dalam pelayanan. Namun, jika partner tersebut telah meninggalkan kita, tidak perlu kecewa karena masih ada Tuhan yang selalu bersama kita. Pada intinya, people come and go (orang datang dan pergi), namun Tuhan selalu beserta kita. [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/11/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Timotius+4:9-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Timotius+4:9-22

2 Timotius 4:9-22

 9  Berusahalah supaya segera datang kepadaku,
10  karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.
11  Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.
12  Tikhikus telah kukirim ke Efesus.
13  Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.
14  Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya.
15  Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita.
16  Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--,
17  tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.
18  Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
19  Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus.
20  Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus.
21  Berusahalah ke mari sebelum musim dingin. Salam dari Ebulus dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara.
22  Tuhan menyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 28 November -- MATIUS 15:21-28 - TELADAN KERENDAHAN HATI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 28 November 2021
Bacaan : MATIUS 15:21-28
Setahun: 2 Korintus 1-4
Nats: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yohanes 3:30)

Renungan:

TELADAN KERENDAHAN HATI

Sepenggal lirik lagu rohani mengatakan, "Di hadapan hadirat-Mu ya Bapa, segala keangkuhanku hilang." Ya, lagu tersebut mengajar kita untuk datang ke hadirat Tuhan dengan kerendahan hati. Faktanya, tanpa sadar, kita sering kali justru bersikap seperti majikan! Dalam doa, bukannya mengucap syukur atau mengagungkan nama Tuhan, kita lebih sering "memerintah-Nya" dengan berkata, "Tuhan, berkati aku, lindungi aku, buat aku sukses, dan lain sebagainya."

Perempuan Kanaan dalam firman Tuhan hari ini memberi kita teladan. Bagaimana tidak, ketika ia datang memohon kesembuhan bagi anak perempuannya yang kerasukan setan, Yesus malah menjawab, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" (ay. 24). Bagi Yesus, dirinya tidak termasuk hitungan! Menariknya, perempuan itu tidak tersinggung tetapi terus mendekat, menyembah, dan memohon pertolongan. Tetapi siapa sangka, bukannya merasa iba, Yesus malah sekali lagi menguji dengan seolah merendahkan harga dirinya dengan menyamakannya seperti anjing. Tetapi lagi-lagi, bukannya pergi dengan amarah atau kekesalan hati, perempuan itu justru seolah membenarkan perkataan Yesus (ay. 26-27). Tidak heran apabila pada akhirnya, Yesus pun memuji imannya sekaligus menyembuhkan anaknya.

Datang kepada Tuhan dengan membawa permohonan, hal tersebut tentu tidak dilarang. Hanya saja, pastikan sikap hati kita ketika meminta pertolongan sudah benar. Ingat, Tuhan bukan pesuruh, melainkan Allah Mahakuasa! Faktanya, setiap orang yang datang kepada-Nya berbekal kerendahan hati tidak pernah kembali dengan tangan hampa. --LIN/www.renunganharian.net
   
KERENDAHAN HATI MERUPAKAN KUNCI UNTUK MENERIMA KEHENDAK TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/11/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/11/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+15:21-28

MATIUS 15:21-28

21  Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
22  Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
23  Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
24  Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
25  Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
26  Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
27  Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
28  Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Korintus+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 28 November -- 2 Timotius 4:1-8 - Selama Masih Ada Kesempatan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 28 November 2021
Ayat SH: 2 Timotius 4:1-8

Judul: Selama Masih Ada Kesempatan

Hal yang paling dirindukan oleh seseorang yang melakukan kesalahan adalah kesempatan kedua agar dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Akan tetapi, hal ini sulit terwujud karena kesempatan tidak selalu datang untuk kedua kalinya.

Rasul Paulus menasihati Timotius dengan serius agar Timotius memberitakan firman dalam segala waktu dan keadaan (1-2). Hal ini karena akan ada masa di mana orang-orang tidak mau lagi menerima ajaran yang sehat, melainkan ajaran guru-guru palsu yang hanya untuk memuaskan keinginan mereka (3). Selama masih ada orang yang mau mendengarkan kebenaran Allah, Timotius harus menguasai diri dalam segala hal, sabar menderita, melakukan pemberitaan Injil, dan menunaikan tugas-tugas pelayanannya (5).

Kehidupan ini digambarkan seperti sebuah pertandingan. Pemenangnya bukan siapa yang duluan sampai di garis finis, tetapi siapa yang mengakhiri pertandingan dengan baik, dalam arti telah mengerjakan tiap kesempatan yang Allah berikan kepadanya dengan baik. Paulus sendiri telah mencapai akhir dan ia berhasil memelihara imannya. Kini selama Timotius masih hidup, ia harus memaksimalkan kesempatan, agar ia dapat menyelesaikan pertandingan kehidupan dengan baik, dan meraih mahkota kebenaran (8).

Hidup manusia begitu singkat. Namun, dalam waktu yang singkat tersebut, Tuhan memberikan kesempatan kepada manusia, baik kesempatan untuk bertobat maupun kesempatan untuk melayani-Nya. Terkadang kesempatan itu hanya datang satu kali dan harus segera dimanfaatkan, karena akan ada saatnya ketika kita akhirnya bertindak, tetapi momen tersebut sudah lewat.

Bukan hanya itu, ternyata ada janji Tuhan yang indah bagi kita semua yang menyelesaikan pertandingan dengan baik, yakni mahkota kebenaran yang Tuhan karuniakan pada hari-Nya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk peka terhadap setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk memberitakan kebenaran-Nya. Meskipun dalam keadaan yang tidak baik dan waktu yang tidak tepat, selama masih ada kesempatan, kita perlu menguasai diri dan menyelesaikan tugas kita dengan kesempatan yang telah Tuhan sediakan. [YGM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/11/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Timotius+4:1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Timotius+4:1-8

2 Timotius 4:1-8

 1  Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
 2  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
 3  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
 4  Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
 5  Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
 6  Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
 7  Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
 8  Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 27 November -- 1 KORINTUS 1:18-31 - BUKAN SIAPA-SIAPA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 27 November 2021
Bacaan : 1 KORINTUS 1:18-31
Setahun: 1 Korintus 14-16
Nats: Ingat saja, Saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: Menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (1 Korintus 1:26)

Renungan:

BUKAN SIAPA-SIAPA

Seorang teman ketika berkenalan selalu mengatakan bahwa dia bukanlah siapa-siapa. Ungkapan demikian dapat memberi kesan kerendahan hati. Namun mungkin juga dengan mengatakan demikian, dia berharap dirinya tidak dibebankan tanggung jawab yang besar. Atau ungkapan itu dapat berarti memaklumi diri yang tidak dikenal dan kurang memiliki kemampuan. Apa pun latar belakangnya, pada dasarnya sebagian besar kita memang bukanlah siapa-siapa.

Rasul Paulus mengingatkan, kebanyakan dari kita bukanlah orang yang bijak, berpengaruh, atau terpandang. Bila daftar ini diteruskan, dapat kita katakan bahwa diri kita memang tidak spektakuler, tidak kaya raya, tidak punya jabatan penting, semuanya biasa-biasa saja. Namun tidakkah dengan mengingat ini semua, perasaan kita tambah terpuruk? Kita mungkin bahkan tidak bersemangat lagi melayani Tuhan? Sama sekali tidak demikian halnya bila kita menjawab panggilan Tuhan dengan memusatkan perhatian pada-Nya.

Godaan yang kita hadapi adalah pandangan orang lain terhadap diri kita. Kita pun seolah dituntut menjadi diri yang bukan sebenarnya. Lalu kita berlagak kaya, sok terkenal, dan punya pengaruh. Di zaman Rasul Paulus, mereka ditantang dapat berbicara seperti filsuf atau melakukan tanda ajaib (ay. 22-23). Itu sebabnya, Paulus mengingatkan bahwa pemberitaan salib memang tidak meyakinkan bagi dunia ini. Namun kita harus terus meyakinkan orang dengan hikmat Allah. Tidak perlu kita rendah diri. Sebaliknya, jangan pula menyombongkan diri ketika memberitakan keutamaan Kristus. --HEM/www.renunganharian.net
   
KITA YANG TIDAK BERARTI DIPILIH ALLAH UNTUK MEMBERITAKAN KEMULIAAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/11/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/11/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+KORINTUS+1:18-31

1 KORINTUS 1:18-31

18  Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
19  Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
20  Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
22  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
23  tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31  Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+14-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+14-16

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 27 November -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

2 Timotius 2:14-26

Setiap orang pasti punya pendapat masing-masing. Demikian juga di kalangan gereja. Tiap orang Kristen di satu gereja bisa memegang pendapat yang berbeda-beda dengan alasan masing-masing. Hal ini tidak menjadi masalah apabila tiap orang tetap beribadah bersama dalam damai. Namun, bagaimana kalau yang terjadi adalah pertikaian dan permusuhan? Demikian halnya dengan kita ketika kita bersemangat mengungkapkan kebenaran tertinggi dari firman Allah, tetapi tindakan kita justru mengaburkan pesan kasih Injil dan merusak ketenangan ibadah. Saat itulah kita perlu disadarkan firman Tuhan.

Apa saja yang Anda baca?
1. Mengapa Timotius perlu menasihati dan mengajarkan perkataan Injil kepada jemaat? (14-15)
2. Apa yang harus Timotius hindari? Mengapa? (16-18)
3. Apa jaminan dari dasar yang telah Allah letakkan? (19)
4. Dari gambaran perabot rumah, apa yang Rasul Paulus maksudkan? (20-21)
5. Apa saja yang harus dilakukan Timotius agar ia dipandang layak untuk pekerjaan yang mulia? (22-23)
6. Sosok hamba Tuhan seperti apa yang harus diperlihatkan Timotius? Dan, apa hasil yang diharapkan? (24-26)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Sebenarnya untuk apa kita menjadi orang Kristen? Untuk memenangkan perdebatan, atau menjadi milik Tuhan?
2. Apa dampak dari debat kusir di kalangan gereja? Sebaliknya, apa dampak dari pemberitaan Injil Allah?
3. Mungkin Anda mendambakan kedudukan yang mulia, tetapi sudahkah Anda menghindari omong kosong serta mengusahakan keadilan dan damai?

Apa respons Anda?
1. Kriteria apa yang Anda gunakan untuk membedakan kebenaran Injil yang patut dipertahankan dan persoalan yang dicari-cari?
2. Prinsip apa yang dapat Anda gunakan untuk menahan diri?

Pokok Doa:
Memohon tuntunan Allah dan meminta kelembutan hati untuk menolong saudara seiman yang masih terikat oleh jerat Iblis.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Timotius+2:14-26
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Timotius+2:14-26

2 Timotius 2:14-26

14  Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.
15  Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
16  Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
17  Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,
18  yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.
19  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
20  Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
21  Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
22  Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
23  Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
24  sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
25  dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
26  dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]