(e-RH) 25 September -- 2 TIMOTIUS 1:16-18 - DI BALIK LAYAR

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 25 September 2021
Bacaan : 2 TIMOTIUS 1:16-18
Setahun: Mikha 1-7
Nats: Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. (2 Timotius 1:16)

Renungan:

DI BALIK LAYAR

Saya bersyukur sekali saat mulai terjun ke dalam pelayanan literatur, Tuhan membuat saya kagum akan beberapa penulis Kristen yang tidak pernah saya kenal di dunia nyata namun tulisannya tersebar di seluruh Indonesia dan memberkati banyak orang. Suatu kali, saya bertemu dengan salah satu dari mereka di salah satu acara. Saya kaget sekali saat bertemu dengan penulis terkenal itu dan saya mulai memberanikan diri untuk bercanda, "Bapak banyak memberkati saya melalui tulisan, ternyata di balik tulisan itu bapak benar-benar nyata!"

Onesiforus adalah seorang yang jarang kita kenal namanya, tapi pelayanannya sudah dirasakan oleh Paulus sendiri. Keluarganya mengunjungi Paulus saat ia berada dalam penjara (ay. 16). Paulus terkesan akan pelayanannya sehingga ia mencatatnya dalam suratnya kepada Timotius ini. Paulus juga mengatakan bahwa keluarga Onesiforus membantu pelayanan di Efesus (ay. 18). Tujuan Paulus mencatat perannya ialah untuk membuat jemaat belajar menghargai pelayanan orang lain. Walaupun jarang disebut, pelayanan mereka membuat Paulus merasa berharga sebagai rasul (ay. 16).

Ada banyak orang yang melayani di balik layar di mana keberadaan mereka itu berarti bagi kita. Apakah kita mulai mengabaikannya? Mereka mungkin terlihat kecil dan tidak pernah melakukan hal-hal yang spektakuler, tapi Tuhan tetap memakai mereka untuk melayani. Hendaknya kita jangan sombong, tengoklah di balik layar itu ada orang! --YDS/www.renunganharian.net
   
PELAYANAN DI BALIK LAYAR JUGA BERGUNA MAKA HARGAILAH PELAYANAN MEREKA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/09/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/09/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+TIMOTIUS+1:16-18

2 TIMOTIUS 1:16-18

16  Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara.
17  Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku.
18  Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mikha+1-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mikha+1-7

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 25 September -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Amos 3:9-15

Tuhan itu benar dalam keadilan-Nya. Dia tidak pernah salah memberikan hukuman. Dia seperti seorang bapa yang baik namun juga tegas dan penuh disiplin. Ketika anaknya berbuat hal yang baik dan mengikuti aturan yang ia berikan, maka sang bapa akan menunjukkan kasihnya dengan memberikan pemberian yang baik. Namun, jika anak yang dikasihinya itu melawan dan melakukan hal yang tidak berkenan, maka sang bapa akan menyatakan ketegasan dengan memberi hukuman. Biasanya, sebelum hukuman itu diberikan, ada peringatan-peringatan yang diberikan sang bapa agar anaknya mau mengubah sikapnya dan kembali melakukan hal yang baik.

Apa saja yang Anda baca?
1. Ke mana Tuhan meminta Amos untuk menyiarkan kabar akan keruntuhan Israel? (9)
2. Apa dosa Israel yang membuat Allah marah? (10)
3. Apa saja yang akan dilakukan Allah untuk menghukum Israel? (11-15)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Menurut Anda, mengapa Allah meminta Amos memberitahukan tentang keruntuhan Israel pada puri-puri di Asyur dan Mesir?
2. Jika ditarik ke masa kini, dosa apa saja yang juga dilakukan oleh bangsa kita yang sama dengan dosa Israel?
3. Mengapa Allah memberikan peringatan sebelum menjatuhkan hukuman?

Apa respons Anda?
1. Apa yang akan Anda lakukan jika melihat perbuatan dosa yang dilakukan secara masif oleh orang-orang di sekitar Anda, di lingkungan kerja, sekolah, atau bangsa?
2. Jika Anda yang melakukan dosa ketidakadilan dan menduakan Allah dengan hal apa pun, apa yang akan Anda lakukan hari ini agar hukuman Allah tidak menimpa Anda?

Pokok Doa:
Mintalah agar kebenaran dan keadilan dinyatakan oleh Allah di tengah bangsa ini melalui setiap orang Kristen.

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/09/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Amos+3:9-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+3:9-15

Amos 3:9-15

 9  Siarkanlah di dalam puri di Asyur dan di dalam puri di tanah Mesir serta katakan: "Berkumpullah di gunung-gunung dekat Samaria dan pandanglah kekacauan besar yang ada di tengah-tengahnya dan pemerasan yang ada di kota itu."
10  "Mereka tidak tahu berbuat jujur," demikianlah firman TUHAN, "mereka itu yang menimbun kekerasan dan aniaya di dalam purinya."
11  Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Musuh akan ada di sekeliling negeri, kekuatanmu akan ditanggalkannya dari padamu, dan purimu akan dijarahi!"
12  Beginilah firman TUHAN: "Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai."
13  "Dengarlah, dan peringatkanlah kaum keturunan Yakub," demikianlah firman Tuhan ALLAH, Allah semesta alam,
14  "bahwa pada waktu Aku menghukum Israel karena perbuatan-perbuatannya yang jahat, Aku akan melakukan hukuman kepada mezbah-mezbah Betel, sehingga tanduk-tanduk mezbah itu dipatahkan dan jatuh ke tanah.
15  Aku akan merobohkan balai musim dingin beserta balai musim panas; hancurlah rumah-rumah gading, dan habislah rumah-rumah gedang," demikianlah firman TUHAN.



e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 25 September -- Amos 3:1-8 - Peringatan Sebelum Hukuman

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 25 September 2021
Ayat SH: Amos 3:1-8

Judul: Peringatan Sebelum Hukuman

Kebanyakan manusia tidak siap menerima konsep keadilan Allah. Kita lebih menyukai "Allah mengasihi" daripada "Allah menghukum". Padahal, keadilan dan penghukuman Allah tidak dapat dipisahkan dari kasih-Nya.

Untuk memulai nubuat penghukuman Tuhan atas Israel, Amos mengingatkan mereka tentang kedudukan Israel yang istimewa di mata Allah: "Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi ..." (2a). Dari semua bangsa, Tuhan memilih Israel. Namun, berulang kali bangsa ini menyakiti hati-Nya. Mereka melanggar janji dengan tidak lagi berjalan bersama Allah (3). Mereka layak dihukum. Tetapi, sebelum menjatuhkan hukuman, Tuhan memastikan bahwa mereka menyadari kesalahannya. Mereka harus merenung atas perumpamaan-perumpamaan yang diberikan. Ada satu kesamaan di dalam perumpamaan-perumpamaan tersebut, yaitu semuanya mengandung hubungan sebab-akibat, tidak ada yang acak.

Jika hal yang sepele saja tidak terjadi secara acak, terlebih lagi keputusan dan tindakan Tuhan. Mustahil terjadi malapetaka jika Tuhan tidak mengizinkannya (6). Tuhan berkuasa mendatangkan malapetaka atas Israel karena dosa-dosa mereka. Pada waktunya Ia berhak menghukum mereka.

Namun, Allah terlebih dahulu memberi peringatan kepada umat-Nya. Tujuan-Nya adalah agar umat-Nya dapat menyadari akan dosa mereka, lalu berbalik dari dosa itu kepada Allah. Dalam penghukuman-Nya, Allah tetap menunjukkan belas kasih.

Tidak seorang pun dari kita berharap mencicipi hukuman Allah. Karena itu, kita berjuang setiap waktu untuk tidak berdosa, baik sengaja maupun tidak. Akan tetapi, terkadang kita masih lengah dan lalai.

Pada zaman sekarang tidak ada lagi nabi yang akan memperingatkan orang-orang percaya. Namun, kita memiliki Alkitab sebagai firman Allah dan Roh Kudus yang tidak hanya memberi peringatan, tetapi juga menyediakan kekuatan agar kita menghindari dosa. Mari kita belajar peka mendengarkan suara-Nya yang menegur kita. Ia akan memimpin kita kembali kepada Allah. Melalui karya-Nya, keadilan dan kasih Allah dinyatakan kepada kita. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/09/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Amos+3:1-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+3:1-8

Amos 3:1-8

 1  Dengarlah firman ini, yang diucapkan TUHAN tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya:
 2  "Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu.
 3  Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?
 4  Mengaumkah seekor singa di hutan, apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa?
 5  Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat terhadapnya? Membingkaskah perangkap dari tanah, jika tidak ditangkapnya sesuatu?
 6  Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?
 7  Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
 8  Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 24 September -- MARKUS 6:1-6 - YESUS: TUKANG KAYU

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 24 September 2021
Bacaan : MARKUS 6:1-6
Setahun: Yunus 1-4
Nats: "Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada di sini bersama kita?" Lalu mereka menolak Dia. (Markus 6:3)

Renungan:

YESUS: TUKANG KAYU

Sebagian besar dari kita jarang memikirkan profesi Yesus yang adalah seorang tukang kayu. Mungkin kita menganggapnya kurang berarti. Padahal sebagai tukang kayu, Yesus tidak hanya merancang, tapi Ia juga menciptakan. Sesungguhnya ada makna indah di balik pekerjaan Yesus sebagai tukang kayu: Ia hendak menunjukkan keilahian-Nya sekaligus kemanusiaan-Nya. Sebagai Allah, Ia telah menciptakan alam semesta ini. Dan sebagai manusia, Ia merancang berbagai perabotan yang berguna untuk orang lain. Yesus tahu apa artinya bekerja keras yang membutuhkan ketekunan.

Ya, Yesus memang seorang anak tukang kayu. Tapi renungkanlah bagaimana Ia bekerja keras di tengah serutan kayu demi merancang sebuah kuk yang begitu halus sehingga memungkinkan lembu membajak tanah tanpa lehernya terluka. Dan hari ini, Tukang Kayu dari Nazaret itu mau menerima hidup yang diserahkan kepada-Nya dan membentuknya menjadi perkakas maha indah yang berguna bagi Kerajaan-Nya.

Seperti orang-orang di Nazaret, akankah kita masih kecewa saat mengetahui Yesus adalah anak tukang kayu? Jika saja kita menyadari betapa kerasnya Yesus bekerja mengasah kayu demi menciptakan barang-barang berguna, kita pasti bersedia menghargai betapa kerasnya usaha dan jerih payah kita. Setiap usaha kita mempunyai tujuan dan arti, meski terkadang kita belum mengerti guna dari semuanya ini. Tatkala Yesus "mengasah" hidup kita, Ia sedang bekerja melalui diri kita untuk menolong dan meringankan beban hidup orang lain. --SYS/www.renunganharian.net
   
YESUS, SI TUKANG KAYU ITU MENGASAH HIDUP KITA SUPAYA MELALUINYA, SETIAP ORANG DAPAT MELIHAT KEINDAHAN-NYA DAN MEMULIAKAN-NYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/09/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/09/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+6:1-6

MARKUS 6:1-6

 1  Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
 2  Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
 3  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
 4  Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."
 5  Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
 6  Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.(6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Yunus+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yunus+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 24 September -- Amos 2:6-16 - Mewujudkan Kesalehan Sosial

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 24 September 2021
Ayat SH: Amos 2:6-16

Judul: Mewujudkan Kesalehan Sosial

Alkitab tidak hanya berbicara soal kesalehan pribadi tetapi juga kesalehan sosial. Kesalehan yang kedua itu mewujud kepada keadilan dan pengutamaan orang-orang yang terpinggirkan secara ekonomi serta sosial. Kedua bentuk kesalehan itu harus dilakukan oleh umat sebagai bagian dari penyembahan kepada Tuhan.

Kini tibalah juga nubuat penghukuman terhadap bangsa Israel. Seolah-olah kesabaran Tuhan sudah habis atas Israel sehingga bangsa ini akan dihukum atas kebobrokan moral mereka yang merajalela. Orang miskin ditindas dan sulit untuk memperoleh keadilan. Bahkan, mereka yang sulit untuk membayar utang dijual sebagai budak (6). Penindasan merajalela atas orang-orang yang terpinggirkan (7a). Budak-budak perempuan mengalami pelecehan, bahkan dilecehkan oleh ayah dan anak dalam rumah tangga yang sama, sebuah tindakan yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum Tuhan (7b).

Mereka juga mengeksploitasi pengutang dengan menahan pakaian yang digadaikan yang seharusnya tidak boleh disimpan sampai hari berganti, dan bahkan meminum anggur hasil denda di pengadilan. Ironisnya, tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang-orang yang akrab dengan ritus agama. Meski Allah akan menghukum, melalui Amos, Allah mengingatkan umat-Nya akan penyertaan-Nya dalam sejarah mereka.

Harusnya bukti akan penyertaan Tuhan dan kasih-Nya yang tidak berkesudahan akan makin mendorong umat untuk menegakkan keadilan serta mengutamakan orang yang terpinggirkan, dan bukan sebaliknya. Allah telah berbuat baik kepada mereka, maka haruslah juga mereka berbuat baik dalam kehidupan sebagai bangsa, dan hidup dalam kesalehan komunal.

Kita pun telah merasakan kebaikan Allah. Perjalanan panjang hidup kita telah membuktikan betapa besar kasih-Nya. Maka, kiranya di masa kini kita dapat melakukan kebaikan yang sama terhadap orang-orang yang terpinggirkan, yakni orang-orang miskin dan lemah. Itulah bentuk kesalehan sosial yang harus kita kerjakan, melebihi ritual keagamaan. [WDN]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/09/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Amos+2:6-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+2:6-16

Amos 2:6-16

 6  Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;
 7  mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku;
 8  mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.
 9  Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah.
10  Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori;
11  Aku telah membangkitkan sebagian dari anak-anakmu menjadi nabi dan sebagian dari teruna-terunamu menjadi nazir. Bukankah betul-betul begitu, hai orang Israel?" demikianlah firman TUHAN.
12  "Tetapi kamu memberi orang nazir minum anggur dan memerintahkan kepada para nabi: Jangan kamu bernubuat!
13  Sesungguhnya, Aku akan mengguncangkan tempat kamu berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum.
14  Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri.
15  Pemegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput dan penunggang kuda tidak dapat meluputkan diri.
16  Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu," demikianlah firman TUHAN.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]
Posted On // Leave a Comment
Renungan mazmur 54:1-9
[Read more]

(e-RH) 23 September -- IBRANI 4:1-13 - TAK MUNGKIN BERSEMBUNYI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 23 September 2021
Bacaan : IBRANI 4:1-13
Setahun: Amos 6 -Obaja 1
Nats: Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungjawaban. (Ibrani 4:13)

Renungan:

TAK MUNGKIN BERSEMBUNYI

Seorang karyawan bersikap sangat santun dan tampak bertanggung jawab di hadapan atasannya. Kinerjanya juga cukup baik. Hadir tepat waktu, menyerahkan pekerjaan sebelum tenggat waktu dan selalu menerima setiap perintah atasan. Siapa sangka jika sang atasan tahu kebusukan yang disembunyikannya di balik semua itu. Mulai dari menekan beberapa junior untuk mengerjakan tugas-tugasnya hingga datang ke kantor hanya untuk mengisi presensi di pagi dan sore hari.

Sepandai-pandainya kita menyembunyikan bangkai, baunya pasti tercium juga. Kejahatan tidak mungkin selamanya ditutupi, karena suatu saat akan terungkap juga. Berlaku jahat mungkin membuat kita aman sementara waktu. Tetapi tidak untuk selamanya.

Lucunya, masih ada saja orang yang berusaha menutupi kejahatannya dari Tuhan dengan melakukan kesalehan palsu. Merasa memiliki hubungan baik dengan Tuhan meskipun berlaku buruk terhadap sesama. Merasa tidak berdosa ketika memperlakukan sesama dengan curang, sombong dan bohong. Lupa jika ketaatan terhadap Allah semestinya tercermin melalui setiap perilaku terhadap sesama (bdk. Mat. 25:40). Kita mungkin bisa mengenakan topeng kemunafikan di sepanjang hidup. Melakukan kejahatan demi menutupi kejahatan yang lain. Tetapi mau sampai kapan? Mengeraskan hati demi pencapaian duniawi tentu sia-sia mengingat hidup ini harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah. Isi hati kita saja terbuka di hadapan-Nya, bagaimana mungkin kita mengelabui Allah dengan berlaku saleh sebatas kulit? --Obaja/www.renunganharian.net
   
MENYEMBUNYIKAN DOSA DARI TUHAN ADALAH SEBUAH KEMUSTAHILAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2021/09/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2021/09/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+4:1-13

IBRANI 4:1-13

 1  Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.
 2  Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.
 3  Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.
 4  Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."
 5  Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
 6  Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.
 7  Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"
 8  Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain.
 9  Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
10  Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
11  Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.
12  Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
13  Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Amos+6+-Obaja+1
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+6+-Obaja+1

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2021 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
[Read more]

(e-SH) 23 September -- Amos 2:1-5 - Kebencian dan Menduakan Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 23 September 2021
Ayat SH: Amos 2:1-5

Judul: Kebencian dan Menduakan Allah

Tuhan menginginkan agar manusia hidup dalam cinta kasih serta ketaatan terhadap firman-Nya; namun, sering kali kita malah melakukan hal yang sebaliknya. Kita membenci sesama, dan kebencian itu merasuk serta merusak pemikiran dan tingkah laku kita.

Kebencian itulah yang tampak dalam perbuatan bangsa Moab sehingga Tuhan menghukum bangsa itu (1). Dosa bangsa Moab adalah mereka telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur. Banyak penafsir mengatakan bahwa tindakan tersebut untuk mengungkapkan kebencian yang amat mendalam bangsa Moab kepada bangsa Edom. Sekalipun raja Edom sudah mati, hal tersebut tidak menghentikan tindakan penghinaan mereka kepada sisa-sisa jenazahnya. Benci hingga dibawa mati, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan situasi antara Moab dan Edom. Inilah yang tidak disenangi oleh Tuhan sehingga menjatuhkan hukuman kepada Moab.

Dalam Amos 2:4 kita mulai melihat keadilan Tuhan juga dinyatakan kepada bangsa Yehuda. Bangsa ini dihukum atas ketidaksetiaannya kepada Tuhan. Mereka menolak hukum dan ketetapan Tuhan dan memilih menyembah ilah lain (5). Ketidaksetiaan bahkan terjadi turun-temurun. Yehuda yang seharusnya memberikan teladan akan ketaatan kepada Allah, justru berlaku sebaliknya. Ikatan perjanjian dengan Allah Abraham, Ishak, dan Yakub lagi-lagi diingkari.

Dari peristiwa yang dinubuatkan terhadap kedua bangsa ini kita melihat bahwa hal yang membuat hati Allah berdukacita adalah kebencian serta pengkhianatan kepada-Nya. Kebencian adalah pengingkaran terhadap kasih Allah yang diberikan kepada umat manusia, yang harusnya diekspresikan lewat kasih kepada sesama. Begitu juga dengan ketidaksetiaan, bukan hanya kita mengingkari kasih Allah, lebih lagi kita menolak pribadi-Nya.

Siapakah kita sehingga dapat menduakan Allah? Tetapi, nyatanya itulah yang kita lakukan ketika kita tunduk kepada hawa nafsu duniawi. Tanggalkanlah kebencian dan kasihilah sesama, juga tetaplah setia kepada Allah. [WDN]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2021/09/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Amos+2:1-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+2:1-5

Amos 2:1-5

 1  Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur,
 2  Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi;
 3  Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia," firman TUHAN.
 4  Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Yehuda, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi disesatkan oleh dewa-dewa kebohongannya, yang diikuti oleh nenek moyangnya,
 5  Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]