(e-SH) 8 Oktober -- 1 Raja-raja 2:13-46 - Akan Tiba Waktunya Upah dari Allah

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 8 Oktober 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 2:13-46

Judul: Akan Tiba Waktunya Upah dari Allah

Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Kita harus mampu memimpin orang-orang lain dengan bijaksana, khususnya bagi kita yang bertanggung jawab untuk menegakkan keadilan.

Meski sudah diampuni oleh Salomo, Adonia tetap merasa berhak menjadi raja. Bahkan, ia tidak segan meminta Abisag, gadis yang merawat Raja Daud pada masa tuanya, untuk diberikan sebagai istri kepadanya (13-18). Sekilas permintaan ini biasa saja, tetapi kedekatan Abisag dengan raja barangkali dianggap seperti seorang gundik. Dalam budaya zaman itu, gundik raja hanya diberikan kepada penerus takhta kerajaan. Salomo dengan hikmatnya mengetahui niat Adonia yang ingin merebut takhta (22). Itu artinya Adonia tidak hanya meremehkan pengampunan Salomo, tetapi juga kehendak Allah. Sesuai dengan perkataan Salomo, Adonia dihukum mati (23-25; bdk. 1Raj. 1:52).

Tidak hanya Adonia, Salomo juga menghukum mereka yang bersalah. Ia memecat Imam Abyatar, menghukum mati Yoab atas pembunuhan yang dia lakukan, dan menghukum mati Simei karena dia melanggar sumpah (26-46).

Apa yang dilakukan Salomo bukanlah sekadar menunjukkan kuasanya sebagai raja, tetapi juga menunjukkan keadilan Allah bagi mereka yang melawan kehendak-Nya.

Janji Allah jelas bagi seluruh umat-Nya: berkat bagi mereka yang hidup taat kepada-Nya dan kutuk bagi mereka yang melawan kehendak-Nya. TUHAN adalah Allah yang mahadil. Akan tiba waktunya semua orang mendapatkan upahnya masing-masing.

Sebagai orang percaya, jangan pernah meremehkan anugerah keselamatan yang Allah berikan. Keselamatan diberikan bukan karena kita berhak atas hidup kekal, tetapi semata-mata karena anugerah Allah di dalam kasih dan keadilan-Nya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita merespons keselamatan itu dengan hidup dalam ketaatan penuh kepada Allah.

Dengarkanlah Allah dengan sungguh-sungguh! Jangan abaikan larangan-Nya dan lakukanlah perintah-Nya dengan hati yang mengasihi Dia! [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/10/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+2:13-46
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+2:13-46

1 Raja-raja 2:13-46

13  Pada suatu hari Adonia, anak Hagit, masuk menghadap Batsyeba, ibu Salomo, lalu perempuan itu berkata: "Apakah engkau datang dengan maksud damai?" Jawabnya: "Ya, damai!"
14  Kemudian katanya: "Ada sesuatu yang hendak kukatakan kepadamu." Jawab perempuan itu: "Katakanlah!"
15  Lalu katanya: "Engkau sendiri tahu bahwa akulah yang berhak atas kedudukan raja, dan bahwa seluruh Israel mengharapkan, supaya aku menjadi raja; tetapi sebaliknya kedudukan raja jatuh kepada adikku, sebab dari Tuhanlah ia mendapatnya.
16  Dan sekarang, satu permintaan saja kusampaikan kepadamu; janganlah tolak permintaanku." Jawab perempuan itu kepadanya: "Katakanlah!"
17  Maka katanya: "Bicarakanlah kiranya dengan raja Salomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu, supaya Abisag, gadis Sunem itu, diberikannya kepadaku menjadi isteriku."
18  Jawab Batsyeba: "Baik, aku akan membicarakan hal itu untuk engkau dengan raja."
19  Batsyeba masuk menghadap raja Salomo untuk membicarakan hal itu untuk Adonia, lalu bangkitlah raja mendapatkannya serta tunduk menyembah kepadanya; kemudian duduklah ia di atas takhtanya dan ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempuan itu duduk di sebelah kanannya.
20  Berkatalah perempuan itu: "Suatu permintaan kecil saja yang kusampaikan kepadamu, janganlah tolak permintaanku." Jawab raja kepadanya: "Mintalah, ya ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu."
21  Kata perempuan itu: "Biarlah Abisag, gadis Sunem itu, diberikan kepada kakakmu Adonia menjadi isterinya."
22  Tetapi raja Salomo menjawab ibunya: "Mengapa engkau meminta hanya Abisag, gadis Sunem itu, untuk Adonia? Minta jugalah untuknya kedudukan raja! Bukankah dia saudaraku yang lebih tua, dan di pihaknya ada imam Abyatar dan Yoab, anak Zeruya?"
23  Lalu bersumpahlah raja Salomo demi TUHAN: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih dari pada itu, jika Adonia tidak membayarkan nyawanya dengan permintaan ini!
24  Oleh sebab itu, demi TUHAN yang hidup, yang menegakkan aku dan mendudukkan aku di atas takhta Daud, ayahku, dan yang membuat bagiku suatu keluarga seperti yang dijanjikan-Nya: pada hari ini juga Adonia harus dibunuh."
25  Lalu raja Salomo menyerahkan hal itu kepada Benaya bin Yoyada; orang ini memancung dia sehingga mati.
26  Dan kepada imam Abyatar raja berkata: "Pergilah ke Anatot, ke tanah milikmu, sebab engkau patut dihukum mati, tetapi pada hari ini aku tidak akan membunuh engkau, oleh karena engkau telah mengangkat tabut Tuhan ALLAH di depan Daud, ayahku, dan oleh karena engkau telah turut menderita dalam segala sengsara yang diderita ayahku."
27  Lalu Salomo memecat Abyatar dari jabatannya sebagai imam TUHAN. Dengan demikian Salomo memenuhi firman TUHAN yang telah dikatakan-Nya di Silo mengenai keluarga Eli.
28  Ketika kabar itu sampai kepada Yoab--memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom--maka larilah Yoab ke kemah TUHAN, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah.
29  Kemudian diberitahukanlah kepada Salomo, bahwa Yoab sudah lari ke kemah TUHAN, dan telah ada di samping mezbah. Lalu Salomo menyuruh Benaya bin Yoyada: "Pergilah, pancung dia."
30  Benaya masuk ke dalam kemah TUHAN serta berkata kepadanya: "Beginilah kata raja: Keluarlah." Jawabnya: "Tidak, sebab di sinilah aku mau mati." Lalu Benaya menyampaikan jawab itu kepada raja, katanya: "Beginilah kata Yoab dan beginilah jawabnya kepadaku."
31  Kata raja kepadanya: "Perbuatlah seperti yang dikatakannya; pancunglah dia dan kuburkanlah dia; dengan demikian engkau menjauhkan dari padaku dan dari pada kaumku noda darah yang ditumpahkan Yoab dengan tidak beralasan.
32  Dan TUHAN akan menanggungkan darahnya kepadanya sendiri, karena ia telah membunuh dua orang yang lebih benar dan lebih baik dari padanya. Ia membunuh mereka dengan pedang, dengan tidak diketahui ayahku Daud, yaitu Abner bin Ner, panglima Israel, dan Amasa bin Yeter, panglima Yehuda.
33  Demikianlah darah mereka akan ditanggungkan kepada Yoab dan keturunannya untuk selama-lamanya, tetapi Daud dan keturunannya dan keluarganya dan takhtanya akan mendapat selamat dari pada TUHAN sampai selama-lamanya."
34  Maka berangkatlah Benaya bin Yoyada, lalu memancung dan membunuh Yoab, kemudian dia dikuburkan di rumahnya sendiri di padang gurun.
35  Raja mengangkat Benaya bin Yoyada menggantikan Yoab menjadi kepala tentara; dan raja mengangkat imam Zadok menggantikan Abyatar.
36  Kemudian raja menyuruh memanggil Simei, dan berkata kepadanya: "Dirikanlah bagimu sebuah rumah di Yerusalem, diamlah di sana, dan janganlah keluar dari sana ke mana-manapun.
37  Sebab ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa pada waktu engkau keluar dan menyeberangi sungai Kidron, pastilah engkau mati dibunuh dan darahmu akan ditanggungkan kepadamu sendiri."
38  Lalu berkatalah Simei kepada raja: "Baiklah demikian! Seperti yang tuanku raja katakan, demikianlah akan dilakukan hambamu ini." Lalu Simei diam di Yerusalem beberapa waktu lamanya.
39  Dan sesudah lewat tiga tahun, terjadilah bahwa dua orang hamba Simei lari kepada Akhis bin Maakha, raja Gat, lalu diberitahukan kepada Simei: "Ketahuilah, kedua orang hambamu ada di Gat."
40  Maka berkemaslah Simei, dipelanainya keledainya, dan pergilah ia ke Gat, kepada Akhis, untuk mencari hambanya itu. Lalu Simei pulang dan membawa mereka dari Gat.
41  Ketika diberitahukan kepada Salomo, bahwa tadinya Simei pergi dari Yerusalem ke Gat dan sekarang sudah pulang,
42  maka raja menyuruh memanggil Simei dan berkata kepadanya: "Bukankah aku telah menyuruh engkau bersumpah demi TUHAN dan telah memperingatkan engkau, begini: Ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa pada waktu engkau keluar dan pergi ke mana-manapun, pastilah engkau mati dibunuh! Dan engkau telah menjawab: Baiklah demikian, aku akan mentaatinya.
43  Mengapa engkau tidak menepati sumpah demi TUHAN itu dan juga perintah yang kuperintahkan kepadamu?"
44  Kemudian kata raja kepada Simei: "Engkau sendiri tahu dalam hatimu segala kejahatan yang kauperbuat kepada Daud, ayahku, maka TUHAN telah menanggungkan kejahatanmu itu kepadamu sendiri.
45  Tetapi diberkatilah kiranya raja Salomo dan kokohlah takhta Daud di hadapan TUHAN sampai selama-lamanya."
46  Raja memberi perintah kepada Benaya bin Yoyada, lalu keluarlah Benaya, dipancungnya Simei sehingga mati. Demikianlah kerajaan itu kokoh di tangan Salomo.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 7 Oktober -- 2 SAMUEL 11:1-15 - SOLIDARITAS URIA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 7 Oktober 2026
Bacaan : 2 SAMUEL 11:1-15
Setahun: Matius 13-14
Nats: Tetapi, Uria berkata kepada Daud, "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda tinggal dalam pondok-pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba Tuanku sendiri berkemah di padang. Bagaimana mungkin aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan istriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku tidak akan melakukan hal itu!" (2 Samuel 11:11)

Renungan:

SOLIDARITAS URIA

Uria bukan orang Israel, melainkan orang Het, salah satu suku Kanaan (bdk. Kej. 23). Ia menggabungkan diri kepada bangsa Israel serta menjadi prajurit Daud yang setia. Suatu kali ia dipanggil pulang dari peperangan untuk menghadap raja, tetapi ia tidak mengambil kesempatan itu untuk kesenangannya sendiri. Ia merasa tidak pantas menikmati kenyamanan dan kemewahan sebuah rumah, sementara rekan-rekannya berkemah di padang dan siaga dalam pertempuran. Tabut Allah, yang merupakan lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya, juga berada dalam pondok-pondok di padang.

Uria memiliki solidaritas yang kuat, perasaan bersatu dengan orang lain karena senasib. Setia kawan! Ia rela mengesampingkan kesenangan pribadi agar dapat merasakan apa yang dialami oleh kelompoknya. Itulah yang membuatnya menolak ketika Raja Daud mempersilakannya pulang untuk menemui istrinya. Bahkan ketika Daud sengaja membuatnya mabuk, Uria tetap bersikukuh dalam pendiriannya. Seharusnya Daud bersyukur memiliki prajurit seperti Uria. Namun, untuk menutupi perzinaannya dengan istri Uria, Daud malah merancangkan kematiannya.

Kesetiaan Uria sudah teruji. Ia mengasosiasikan dirinya sebagai bagian dari umat Allah. Ia memikirkan keselamatan teman-temannya, juga kesejahteraan bangsanya, serta memikirkan Tabut Allah yang berada di tempat yang tidak terlindungi. Namanya dicatat sebagai pahlawan (2Sam. 23:39). Namun, tanpa sepengetahuannya, pemimpinnya sendiri merancangkan kematiannya. Kiranya kita tidak ikut-ikutan mengorbankan orang benar demi menutupi dosa atau ambisi kita sendiri. --HT/www.renunganharian.net
   
HARGAILAH ORANG-ORANG YANG TULUS BEKERJA BERSAMA KITA, JANGAN TUMBALKAN MEREKA DEMI MENUTUPI DOSA ATAU KESALAHAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+SAMUEL+11:1-15

2 SAMUEL 11:1-15

 1  Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
 2  Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
 3  Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
 4  Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
 5  Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung."
 6  Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: "Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.
 7  Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang.
 8  Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: "Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu." Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.
 9  Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya.
10  Diberitahukan kepada Daud, demikian: "Uria tidak pergi ke rumahnya." Lalu berkatalah Daud kepada Uria: "Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?"
11  Tetapi Uria berkata kepada Daud: "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!"
12  Kata Daud kepada Uria: "Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi." Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya
13  Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
14  Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
15  Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Matius+13-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+13-14

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 7 Oktober -- 1 Raja-raja 2:1-12 - Siapkanlah Warisanmu!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 7 Oktober 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 2:1-12

Judul: Siapkanlah Warisanmu!

Sebagai generasi sekarang, apa yang sedang kita persiapkan untuk kita wariskan kepada generasi berikutnya? Wejangan apa yang ingin kita sampaikan pada masa tua kita nanti?

Daud di masa akhir hidupnya memberikan wasiat penting yang akan membuat Salomo tidak hanya menjadi raja yang sukses di mata manusia, tetapi juga raja yang hidup benar di mata Allah.

Kunci keberhasilan Daud sebagai seorang raja adalah TUHAN. Inilah yang ia teruskan kepada Salomo. Ia mengingatkan Salomo untuk menjalankan tugasnya sebagai raja dengan ketaatan kepada TUHAN dan firman-Nya (1-3). Ia juga menegaskan bahwa janji TUHAN haruslah direspons dengan kesetiaan agar janji pemeliharaan-Nya nyata bagi Salomo beserta seluruh keturunannya (4).

Di sisi lain, Daud juga berpesan kepada Salomo untuk hidup dalam kebijaksanaan agar ia dapat bertindak adil terhadap mereka yang melakukan kejahatan dan juga mereka yang telah berjasa (5-9). Daud tidak hanya mewariskan takhta kerajaan (10-12), tetapi juga hidup beriman kepada Allah.

Ia meneruskan janji Allah dan teladan hidup raja yang berkenan kepada Allah.

Tidak salah ketika sebagai orang tua kita mempersiapkan harta warisan untuk memastikan keberlangsungan hidup anak-anak kita. Namun, sebagai orang percaya, penting bagi kita untuk memastikan juga bahwa kita mewariskan iman Kristen kepada mereka, bukan sekadar agama, melainkan teladan hidup taat kepada Allah.

Sepanjang umur kita, Allah memberikan harta, pekerjaan, pelayanan, dan banyak hal kepada kita, dan Ia memampukan kita untuk dapat menjalankan semuanya itu di dalam ketaatan kepada Allah.

Janji Allah kepada Daud dan Salomo adalah janji pemeliharaan yang sama yang Allah berikan kepada kita. Jika kita setia di dalam ketaatan kepada Allah, maka kita akan menyelesaikan segala tugas kita dengan bijaksana dan mempersiapkan warisan iman bagi keturunan kita untuk hidup dalam pemeliharaan Allah selama-lamanya. Tidak ada warisan yang lebih berharga daripada iman di dalam Allah yang mahasetia. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/10/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+2:1-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+2:1-12

1 Raja-raja 2:1-12

 1  Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:
 2  "Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.
 3  Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,
 4  dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.
 5  Dan lagi engkaupun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, apa yang dilakukannya kepada kedua panglima Israel, yakni Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter. Ia membunuh mereka dan menumpahkan darah dalam zaman damai seakan-akan ada perang, sehingga sabuk pinggangnya dan kasut kakinya berlumuran darah.
 6  Maka bertindaklah dengan bijaksana dan janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati.
 7  Tetapi kepada anak-anak Barzilai, orang Gilead itu, haruslah kautunjukkan kemurahan hati. Biarlah mereka termasuk golongan yang mendapat makanan dari mejamu, sebab merekapun menunjukkan kesetiaannya dengan menyambut aku pada waktu aku melarikan diri dari depan kakakmu Absalom.
 8  Juga masih ada padamu Simei bin Gera, orang Benyamin, dari Bahurim. Dialah yang mengutuki aku dengan kutuk yang kejam pada waktu aku pergi ke Mahanaim, tetapi kemudian ia datang menyongsong aku di sungai Yordan dan aku telah bersumpah kepadanya demi TUHAN: Takkan kubunuh engkau dengan pedang!
 9  Sekarang janganlah bebaskan dia dari hukuman, sebab engkau seorang yang bijaksana dan tahu apa yang harus kaulakukan kepadanya untuk membuat yang ubanan itu turun dengan berdarah ke dalam dunia orang mati."
10  Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud.
11  Dan Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun.
12  Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 6 Oktober -- MARKUS 7:14-23 - CIPTAKANLAH HATI MURNI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 6 Oktober 2026
Bacaan : MARKUS 7:14-23
Setahun: Matius 11-12
Nats: Ciptakanlah hati yang murni padaku, ya Allah, dan perbaruilah batinku dengan roh yang teguh! (Mazmur 51:12)

Renungan:

CIPTAKANLAH HATI MURNI

Keputusan besar di istana raja-raja pada zaman dahulu sering kali dibuat di ruang yang tenang dan tertutup. Dari ruangan itu seorang raja berupaya mengatur kehidupan seluruh rakyatnya. Namun, ada satu lagi ruang yang jauh lebih menentukan daripada ruang takhta raja, yaitu hati manusia. Dari situlah pikiran, keputusan, dan tindakan bermula. Jika hati rusak, keputusan yang lahir pun akan membawa kerusakan.

Tuhan Yesus pernah menjelaskan hal tersebut kepada orang banyak. Dalam Markus 7, Ia mengatakan bahwa yang menajiskan manusia bukanlah makanan atau hal-hal dari luar, melainkan apa yang keluar dari dalam hati. Pikiran jahat, keserakahan, kesombongan, dan berbagai tindakan buruk berakar dari kedalaman batin manusia. Dengan kata lain, sumber persoalan manusia sejatinya berada di dalam dirinya sendiri.

Kebenaran tersebut pernah disadari oleh Raja Daud. Setelah ditegur oleh Nabi Natan karena berbuat dosa, Daud tidak hanya meminta pengampunan kepada Tuhan. Ia menyadari bahwa akar masalahnya terletak pada hatinya. Karena itu ia berdoa, "Ciptakanlah hati yang murni padaku, ya Allah ..." (Mzm. 51:12). Daud memahami bahwa tanpa pembaruan hati manusia mudah jatuh kembali ke dalam kesalahan yang sama.

Kesadaran Daud menjadi pelajaran penting bagi kita. Betapa sering kita berusaha memperbaiki penampilan luar atau citra diri, tetapi lupa memperhatikan kondisi hati. Firman Tuhan mengajak kita datang kepada-Nya dengan kerendahhatian, memohon agar Ia memperbarui batin kita. Sebab, ketika hati kita diperbarui oleh-Nya, kehidupan kita pun bergerak ke arah yang tepat, baik, dan benar. --SAP/www.renunganharian.net
   
AGAR BERKENAN DI HATI-NYA, TUHAN HANYA MEMINTA HATI YANG MURNI DAN TEKAD YANG TEGUH.-A.W. TOZER

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+7:14-23

MARKUS 7:14-23

14  Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
15  Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
16  (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)
17  Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
18  Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
19  karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
20  Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
21  sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
22  perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
23  Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Matius+11-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+11-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 6 Oktober -- 1 Raja-raja 1:28-53 - Rencana Allah Anti Gagal

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 6 Oktober 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 1:28-53

Judul: Rencana Allah Anti Gagal

Manusia sangat mungkin mengalami kegagalan. Namun, tidak demikian dengan Allah! Tak ada seorang pun yang dapat menggagalkan rencana Allah.

Setelah Daud mendengar apa yang telah Adonia lakukan dalam segala rencananya melalui Batsyeba dan Nabi Natan, ia tidak hanya mengingat janjinya kepada mereka, tetapi juga pilihan TUHAN atas raja Israel selanjutnya (28-31).

Daud memerintahkan Imam Zadok, Nabi Natan, dan Benaya bin Yoyada untuk mengangkat Salomo menjadi raja Israel menggantikan dirinya (32-38). Setelah sangkakala ditiup, seluruh rakyat ikut bersukaria atas pelantikan Salomo menjadi raja mereka (39-40).

Saat Adonia mengetahui kebenaran bahwa teriakan sorak-sorai itu bukan untuk dia, melainkan untuk Salomo yang baru diurapi menjadi raja atas Israel, ia menjadi takut (41-49). Begitu takutnya Adonia sampai-sampai ia memegang tanduk mazbah sebagai lambang perlindungan TUHAN (50). Ia berharap Salomo mengampuninya, dan ternyata Salomo berbelas kasihan kepadanya (51-53).

Sepintas mungkin kita mengira ini adalah kisah kegagalan Adonia dan keberhasilan Salomo, tetapi sesungguhnya ini adalah pembuktian akan kedaulatan Allah. Adonia mengabaikan pentingnya kehendak Allah. Ia hanya berfokus pada ambisi dan keinginannya, bahkan pada logika pikirannya sendiri. Semua itu hanya membuahkan kegagalan dan ketakutan.

Hari ini kita kembali diingatkan untuk tidak mengabaikan janji Allah. Jika Allah sudah berjanji, Ia pasti menggenapinya, apa pun yang terjadi. Allah ingin kita percaya penuh kepada-Nya dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya seperti yang telah Ia firmankan kepada kita. Jangan lagi kita memaksakan kehendak sendiri.

Ingatlah! Tujuan hidup kita sebagai orang percaya bukanlah untuk menunjukkan siapa kita dengan segala kebanggaan, melainkan menyatakan siapa Allah dengan segala rencana-Nya. Jangan pernah anggap remeh kehendak Allah. Marilah kita hidup dalam rencana Allah karena rencana-Nyalah yang anti gagal. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/10/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+1:28-53
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+1:28-53

1 Raja-raja 1:28-53

28  Lalu raja Daud menjawab, katanya: "Panggillah Batsyeba." Perempuan itu masuk menghadap raja dan berdiri di depannya.
29  Lalu raja bersumpah dan berkata: "Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan,
30  pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi TUHAN, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku."
31  Lalu Batsyeba berlutut dengan mukanya sampai ke tanah; ia sujud menyembah kepada raja dan berkata: "Hidup tuanku raja Daud untuk selama-lamanya!"
32  Lagi kata raja Daud: "Panggillah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada." Mereka masuk menghadap raja,
33  dan raja berkata kepada mereka: "Bawalah para pegawai tuanmu ini, naikkan anakku Salomo ke atas bagal betina kendaraanku sendiri, dan bawa dia ke Gihon.
34  Imam Zadok dan nabi Natan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup raja Salomo!
35  Sesudah itu kamu berjalan pulang dengan mengiring dia; lalu ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus naik takhta menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yehuda."
36  Lalu Benaya bin Yoyada menjawab raja: "Amin! Demikianlah kiranya firman TUHAN, Allah tuanku raja!
37  Seperti TUHAN menyertai tuanku raja, demikianlah kiranya Ia menyertai Salomo; semoga Ia membuat takhta Salomo lebih agung dari takhta tuanku raja Daud."
38  Lalu pergilah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, mereka menaikkan Salomo ke atas bagal betina raja Daud dan membawanya ke Gihon.
39  Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru: "Hidup raja Salomo!"
40  Sesudah itu seluruh rakyat berjalan di belakangnya sambil membunyikan suling dan sambil bersukaria ramai-ramai, sampai seakan-akan bumi terbelah oleh suara mereka.
41  Hal itu kedengaran kepada Adonia dan kepada semua undangan yang bersama-sama dengan dia, ketika mereka baru habis makan. Ketika Yoab mendengar bunyi sangkakala itu, ia berkata: "Apakah sebabnya kota begitu ribut?"
42  Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: "Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik."
43  Tetapi Yonatan menjawab Adonia: "Tidak! Tuan kita raja Daud telah mengangkat Salomo menjadi raja.
44  Raja telah menyuruh supaya imam Zadok, dan nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, menyertai Salomo dan mereka menaikkan dia ke atas bagal betina raja.
45  Imam Zadok, dan nabi Natan mengurapi dia di Gihon menjadi raja, dan dari sana mereka sudah pulang dengan bersukaria, sehingga kota menjadi ribut, itulah bunyi yang kamu dengar tadi.
46  Salomo sekarang duduk di atas takhta kerajaan;
47  juga pegawai-pegawai raja telah datang mengucap selamat kepada tuan kita raja Daud, dengan berkata: Kiranya Allahmu membuat nama Salomo lebih masyhur dari pada namamu dan takhtanya lebih agung dari pada takhtamu. Dan rajapun telah sujud menyembah di atas tempat tidurnya,
48  dan beginilah katanya: Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan."
49  Maka semua undangan Adonia itu terkejut, lalu bangkit dan masing-masing pergi menurut jalannya.
50  Takutlah Adonia kepada Salomo, sebab itu ia segera pergi memegang tanduk-tanduk mezbah.
51  Lalu diberitahukanlah kepada Salomo: "Ternyata Adonia takut kepada raja Salomo, dan ia telah memegang tanduk-tanduk mezbah, serta berkata: Biarlah raja Salomo lebih dahulu bersumpah mengenai aku, bahwa ia takkan membunuh hambanya ini dengan pedang."
52  Lalu kata Salomo: "Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambutpun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh."
53  Dan raja Salomo menyuruh orang menjemput dia dari mezbah itu. Ketika ia masuk, sujudlah ia menyembah kepada raja Salomo, lalu Salomo berkata kepadanya: "Pergilah ke rumahmu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 5 Oktober -- AYUB 42:1-6 - TERUS BERPROSES

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 5 Oktober 2026
Bacaan : AYUB 42:1-6
Setahun: Matius 9-10
Nats: "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau." (Ayub 42:5)

Renungan:

TERUS BERPROSES

Ayub, seorang ayah dari anak-anak yang telah dewasa secara sosial. Ia kaya dan terpandang di lingkungannya. Dari sisi dunia, Ayub terlihat sebagai seorang pria yang matang, mapan, dan "selesai". Alkitab juga menyebut Ayub sebagai orang saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Namun, ketika Allah mengizinkan Iblis mencobainya, ternyata Ayub masih berdebat, tidak hanya dengan teman-temannya melainkan juga dengan Tuhan. Ia mempertanyakan dan "mengadili" Allah atas penderitaan yang menimpanya.

Rupanya masih ada sisi pengenalan Ayub yang belum matang sepenuhnya. Ini menunjukkan bahwa kedewasaan rohani bukan soal usia biologis, melainkan proses iman yang terus dibentuk oleh Tuhan. Melalui proses kehilangan, sakit, dan pergumulan yang panjang, Ayub belajar bahwa tidak semua hal dapat diukur dengan logika. Ada waktunya berhenti menanyakan "mengapa?" ganti "terpujilah nama Tuhan!". Hingga akhirnya Ayub sampai pada pengakuan, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau."

Dari Ayub kita belajar bahwa tidak ada titik henti, melainkan terus berproses menuju kedewasaan rohani. Sekalipun sudah dewasa secara umur dan pengalaman, Tuhan tetap dapat memproses kita supaya semakin matang dalam iman. Orang muda perlu bertumbuh. Orang tua pun tetap perlu dididik Tuhan menuju kedewasaan yang lebih dalam. Tuhan rindu kita mengenal-Nya, bukan hanya melalui kata orang, melainkan dari pengalaman dan perjumpaan secara pribadi dengan-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
   
KEDEWASAAN IMAN ADALAH PERJALANAN SEUMUR HIDUP SAMPAI KITA MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?AYUB+42:1-6

AYUB 42:1-6

 1  Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
 2  "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
 3  Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
 4  Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
 5  Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
 6  Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Matius+9-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+9-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 5 Oktober -- 1 Raja-raja 1:1-27 - Jadilah Kehendak-Mu!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 5 Oktober 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 1:1-27

Judul: Jadilah Kehendak-Mu!

Oportunis! Barangkali ini sebutan yang tepat untuk menggambarkan Adonia di tengah situasi yang dialami ayahnya, Daud. Ia mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk mencapai ambisi pribadinya menjadi seorang raja.

Kelemahan yang dialami Daud menjadi kesempatan besar bagi Adonia untuk mewujudkan apa yang selama ini ia inginkan (1-5). Ia tidak segan merebut kekuasaan sebagai raja dengan caranya sendiri tanpa sepengetahuan ayahnya yang masih hidup (7-10). Secara keturunan mungkin ia berhak atas posisi raja menggantikan Daud (6), tetapi melalui fakta sejarah bangsa Israel, seorang raja seharusnya dipilih oleh Allah, bukan oleh manusia.

Melalui strategi Nabi Natan dan Batsyeba (11-14), TUHAN mengingatkan Daud akan siapa yang seharusnya menjadi raja sesuai kehendak-Nya, dan memperingatkannya untuk tidak berpangku tangan atas apa yang dilakukan oleh Adonia (15-21). Meski tubuhnya lemah, Daud masih punya tugas yang belum selesai. Tugas itu adalah mengumumkan raja selanjutnya yang sah sesuai firman TUHAN kepadanya, yakni Salomo dan bukan Adonia (22-27; bdk. 1Taw. 28:5-7).

Melalui Daud dan Adonia, kita diingatkan bahwa di tengah berbagai ambisi yang kita miliki, kehendak Allah harus tetap menjadi prioritas yang paling utama. Apa yang kita rencanakan haruslah sejalan dengan rencana Allah. Selain itu, kita diingatkan kembali bahwa di balik kelemahan kita tetap ada kuasa Allah yang terus dinyatakan.

Sebagai orang percaya, kita perlu hikmat Allah untuk mengenal dan mengingat kehendak Allah dalam hidup kita. Baik melalui firman dan renungan yang kita baca, maupun melalui khotbah dan kesaksian yang kita dengar, semua itu dipakai Allah untuk memberi kita hikmat agar kita tidak jatuh ke dalam tawaran kekuasaan dunia ini, dan kekuatan agar kita menyelesaikan tugas yang Allah percayakan kepada kita.

Biarlah Allah melalui orang-orang utusan-Nya menolong kita untuk hidup sesuai rencana Allah sampai akhir. Kiranya kehendak Allah yang terjadi dalam hidup kita. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/10/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+1:1-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+1:1-27

1 Raja-raja 1:1-27

 1  Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin.
 2  Lalu para pegawainya berkata kepadanya: "Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas."
 3  Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja.
 4  Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.
 5  Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: "Aku ini mau menjadi raja." Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.
 6  Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?" Iapun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom.
 7  Maka berundinglah ia dengan Yoab, anak Zeruya dan dengan imam Abyatar dan mereka menjadi pengikut dan pembantu Adonia.
 8  Tetapi imam Zadok dan Benaya bin Yoyada dan nabi Natan dan Simei dan Rei dan para pahlawan Daud tidak memihak kepada Adonia.
 9  Sesudah itu Adonia mempersembahkan domba, lembu dan ternak gemukan sebagai korban dekat batu Zohelet yang ada di samping En-Rogel, lalu mengundang semua saudaranya, anak-anak raja, dan semua orang Yehuda, pegawai-pegawai raja;
10  tetapi nabi Natan dan Benaya dan para pahlawan dan Salomo, adiknya, tidak diundangnya.
11  Lalu berkatalah Natan kepada Batsyeba, ibu Salomo: "Tidakkah engkau mendengar, bahwa Adonia anak Hagit, telah menjadi raja, sedang tuan kita Daud tidak mengetahuinya?
12  Karena itu, baiklah kuberi nasihat kepadamu, supaya engkau dapat menyelamatkan nyawamu dan nyawa anakmu Salomo.
13  Pergilah masuk menghadap raja Daud dan katakan kepadanya: Bukankah tuanku sendiri, ya rajaku, telah bersumpah kepada hambamu ini: Anakmu Salomo, akan menjadi raja sesudah aku dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku? Mengapakah sekarang Adonia menjadi raja?
14  Dan selagi engkau berbicara di sana dengan raja, akupun akan masuk pula dan menyokong perkataanmu itu."
15  Jadi masuklah Batsyeba menghadap raja ke dalam kamarnya. Waktu itu raja sudah sangat tua dan Abisag, gadis Sunem itu, melayani raja.
16  Lalu Batsyeba berlutut dan sujud menyembah kepada raja. Raja bertanya: "Ada yang kauingini?"
17  Lalu perempuan itu berkata kepadanya: "Tuanku sendiri telah bersumpah demi TUHAN, Allahmu, kepada hambamu ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan ia akan duduk di atas takhtaku.
18  Tetapi sekarang, lihatlah, Adonia telah menjadi raja, sedang tuanku raja sendiri tidak mengetahuinya.
19  Ia telah menyembelih banyak lembu, ternak gemukan dan domba, dan telah mengundang semua anak raja dan imam Abyatar dan Yoab, panglima itu, tetapi hambamu Salomo tidak diundangnya.
20  Dan kepadamulah, ya tuanku raja, tertuju mata seluruh orang Israel, supaya engkau memberitahukan kepada mereka siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku.
21  Nanti aku ini dan anakku Salomo dituduh bersalah segera sesudah tuanku raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya."
22  Selagi Batsyeba berbicara dengan raja, datanglah nabi Natan.
23  Diberitahukan kepada raja: "Itu ada nabi Natan." Masuklah ia menghadap raja, lalu sujud menyembah kepada raja dengan mukanya sampai ke tanah.
24  Natan berkata: "Ya tuanku raja, tuanku sendirilah rupa-rupanya yang telah berkata: Adonia akan menjadi raja sesudah aku dan ia akan duduk di atas takhtaku!
25  Sebab pada hari ini ia telah menyembelih banyak lembu, ternak gemukan dan domba; ia mengundang semua anak raja, para panglima dan imam Abyatar, dan sesungguhnya mereka sedang makan minum di depannya sambil berseru: Hidup raja Adonia!
26  Tetapi hambamu ini, dan imam Zadok dan Benaya bin Yoyada dan hambamu Salomo tidak diundangnya.
27  Jika hal ini terjadi dari pihak tuanku raja, maka engkau tidak memberitahu hamba-hambamu ini, siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 4 Oktober -- 2 SAMUEL 12:1-25 - PENJAGA ANAKKU

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 4 Oktober 2026
Bacaan : 2 SAMUEL 12:1-25
Setahun: Matius 7-8
Nats: Saudara-saudara, kalaupun seseorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, kamu yang rohani harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. (Galatia 6:1)

Renungan:

PENJAGA ANAKKU

Bermain di taman dan berlari dari depan rumah sampai ujung gang adalah dua kegiatan yang biasa dilakukan anak kami pada saat berumur empat tahun. Sebagai ayah, selama saya berada di dekatnya, saya menjaganya. Pernah saya kejar dan tangkap dia ketika dia asyik berlari sambil melihat ke belakang, dan nyaris tertabrak motor. Pernah saya pegang dan tarik tangannya karena ia hendak memukul temannya. Anak saya marah, tapi setelah kemarahannya reda, saya memberi tahu kenapa saya menghentikannya.

Karena mengasihi seseorang, pasti kita menjaganya dan mau dia selamat. Kita menegur, melarang, atau menghentikannya saat tahu rencana atau aksinya bisa membuatnya celaka. Hal itu berlaku juga untuk saudara seiman, sayangnya tidak semua kita mau melakukannya dengan dalih tak mau konflik, itu bukan urusanku, dia harusnya tahu, atau kita egois. Daud adalah raja yang dekat dengan Tuhan, tapi Daud melakukan perbuatan yang sangat menista Tuhan (ay. 14). Natan memperingatkan Daud sehingga dia menyesal. Tidak mudah berada di posisi Natan, dia harus memperingatkan raja yang sangat berkuasa. Risikonya dia bisa dibunuh seperti Uria, tapi Natan tetap memperingatkan Daud.

Hari ini, jikalau kita tahu ada saudara seiman berbuat dosa, dengan pertolongan Roh Kudus kita harus memimpinnya ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut. Jangan sampai saudara kita makin terjerumus dalam dosa, karena kita takut konflik atau berpura-pura tidak tahu. Kita sendiri harus menjaga diri sehingga tidak jatuh dalam pencobaan. --RTG/www.renunganharian.net
   
MEMPERINGATKAN SAUDARA SEIMAN YANG BERBUAT DOSA DAN MEMIMPINNYA KE JALAN YANG BENAR ADALAH BUKTI KITA MENGASIHINYA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+SAMUEL+12:1-25

2 SAMUEL 12:1-25

 1  TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.
 2  Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
 3  si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.
 4  Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu."
 5  Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
 6  Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan."
 7  Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
 8  Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
 9  Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.
10  Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
11  Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
12  Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
13  Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
14  Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."
15  Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.
16  Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.
17  Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
18  Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: "Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan ia mencelakakan diri!"
19  Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: "Sudah matikah anak itu?" Jawab mereka: "Sudah."
20  Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.
21  Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!"
22  Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.
23  Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."
24  Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini
25  dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena TUHAN.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Matius+7-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+7-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]