e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 6 Oktober 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 1:28-53
Judul: Rencana Allah Anti Gagal
Manusia sangat mungkin mengalami kegagalan. Namun, tidak demikian dengan Allah! Tak ada seorang pun yang dapat menggagalkan rencana Allah.
Setelah Daud mendengar apa yang telah Adonia lakukan dalam segala rencananya melalui Batsyeba dan Nabi Natan, ia tidak hanya mengingat janjinya kepada mereka, tetapi juga pilihan TUHAN atas raja Israel selanjutnya (28-31).
Daud memerintahkan Imam Zadok, Nabi Natan, dan Benaya bin Yoyada untuk mengangkat Salomo menjadi raja Israel menggantikan dirinya (32-38). Setelah sangkakala ditiup, seluruh rakyat ikut bersukaria atas pelantikan Salomo menjadi raja mereka (39-40).
Saat Adonia mengetahui kebenaran bahwa teriakan sorak-sorai itu bukan untuk dia, melainkan untuk Salomo yang baru diurapi menjadi raja atas Israel, ia menjadi takut (41-49). Begitu takutnya Adonia sampai-sampai ia memegang tanduk mazbah sebagai lambang perlindungan TUHAN (50). Ia berharap Salomo mengampuninya, dan ternyata Salomo berbelas kasihan kepadanya (51-53).
Sepintas mungkin kita mengira ini adalah kisah kegagalan Adonia dan keberhasilan Salomo, tetapi sesungguhnya ini adalah pembuktian akan kedaulatan Allah. Adonia mengabaikan pentingnya kehendak Allah. Ia hanya berfokus pada ambisi dan keinginannya, bahkan pada logika pikirannya sendiri. Semua itu hanya membuahkan kegagalan dan ketakutan.
Hari ini kita kembali diingatkan untuk tidak mengabaikan janji Allah. Jika Allah sudah berjanji, Ia pasti menggenapinya, apa pun yang terjadi. Allah ingin kita percaya penuh kepada-Nya dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya seperti yang telah Ia firmankan kepada kita. Jangan lagi kita memaksakan kehendak sendiri.
Ingatlah! Tujuan hidup kita sebagai orang percaya bukanlah untuk menunjukkan siapa kita dengan segala kebanggaan, melainkan menyatakan siapa Allah dengan segala rencana-Nya. Jangan pernah anggap remeh kehendak Allah. Marilah kita hidup dalam rencana Allah karena rencana-Nyalah yang anti gagal. [MAR]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/10/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+1:28-53
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+1:28-53
1 Raja-raja 1:28-53
28 Lalu raja Daud menjawab, katanya: "Panggillah Batsyeba." Perempuan itu masuk menghadap raja dan berdiri di depannya.
29 Lalu raja bersumpah dan berkata: "Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan,
30 pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi TUHAN, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku."
31 Lalu Batsyeba berlutut dengan mukanya sampai ke tanah; ia sujud menyembah kepada raja dan berkata: "Hidup tuanku raja Daud untuk selama-lamanya!"
32 Lagi kata raja Daud: "Panggillah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada." Mereka masuk menghadap raja,
33 dan raja berkata kepada mereka: "Bawalah para pegawai tuanmu ini, naikkan anakku Salomo ke atas bagal betina kendaraanku sendiri, dan bawa dia ke Gihon.
34 Imam Zadok dan nabi Natan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup raja Salomo!
35 Sesudah itu kamu berjalan pulang dengan mengiring dia; lalu ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus naik takhta menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yehuda."
36 Lalu Benaya bin Yoyada menjawab raja: "Amin! Demikianlah kiranya firman TUHAN, Allah tuanku raja!
37 Seperti TUHAN menyertai tuanku raja, demikianlah kiranya Ia menyertai Salomo; semoga Ia membuat takhta Salomo lebih agung dari takhta tuanku raja Daud."
38 Lalu pergilah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, mereka menaikkan Salomo ke atas bagal betina raja Daud dan membawanya ke Gihon.
39 Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru: "Hidup raja Salomo!"
40 Sesudah itu seluruh rakyat berjalan di belakangnya sambil membunyikan suling dan sambil bersukaria ramai-ramai, sampai seakan-akan bumi terbelah oleh suara mereka.
41 Hal itu kedengaran kepada Adonia dan kepada semua undangan yang bersama-sama dengan dia, ketika mereka baru habis makan. Ketika Yoab mendengar bunyi sangkakala itu, ia berkata: "Apakah sebabnya kota begitu ribut?"
42 Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: "Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik."
43 Tetapi Yonatan menjawab Adonia: "Tidak! Tuan kita raja Daud telah mengangkat Salomo menjadi raja.
44 Raja telah menyuruh supaya imam Zadok, dan nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, menyertai Salomo dan mereka menaikkan dia ke atas bagal betina raja.
45 Imam Zadok, dan nabi Natan mengurapi dia di Gihon menjadi raja, dan dari sana mereka sudah pulang dengan bersukaria, sehingga kota menjadi ribut, itulah bunyi yang kamu dengar tadi.
46 Salomo sekarang duduk di atas takhta kerajaan;
47 juga pegawai-pegawai raja telah datang mengucap selamat kepada tuan kita raja Daud, dengan berkata: Kiranya Allahmu membuat nama Salomo lebih masyhur dari pada namamu dan takhtanya lebih agung dari pada takhtamu. Dan rajapun telah sujud menyembah di atas tempat tidurnya,
48 dan beginilah katanya: Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan."
49 Maka semua undangan Adonia itu terkejut, lalu bangkit dan masing-masing pergi menurut jalannya.
50 Takutlah Adonia kepada Salomo, sebab itu ia segera pergi memegang tanduk-tanduk mezbah.
51 Lalu diberitahukanlah kepada Salomo: "Ternyata Adonia takut kepada raja Salomo, dan ia telah memegang tanduk-tanduk mezbah, serta berkata: Biarlah raja Salomo lebih dahulu bersumpah mengenai aku, bahwa ia takkan membunuh hambanya ini dengan pedang."
52 Lalu kata Salomo: "Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambutpun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh."
53 Dan raja Salomo menyuruh orang menjemput dia dari mezbah itu. Ketika ia masuk, sujudlah ia menyembah kepada raja Salomo, lalu Salomo berkata kepadanya: "Pergilah ke rumahmu."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 6 Oktober 2026
Ayat SH: 1 Raja-raja 1:28-53
Judul: Rencana Allah Anti Gagal
Manusia sangat mungkin mengalami kegagalan. Namun, tidak demikian dengan Allah! Tak ada seorang pun yang dapat menggagalkan rencana Allah.
Setelah Daud mendengar apa yang telah Adonia lakukan dalam segala rencananya melalui Batsyeba dan Nabi Natan, ia tidak hanya mengingat janjinya kepada mereka, tetapi juga pilihan TUHAN atas raja Israel selanjutnya (28-31).
Daud memerintahkan Imam Zadok, Nabi Natan, dan Benaya bin Yoyada untuk mengangkat Salomo menjadi raja Israel menggantikan dirinya (32-38). Setelah sangkakala ditiup, seluruh rakyat ikut bersukaria atas pelantikan Salomo menjadi raja mereka (39-40).
Saat Adonia mengetahui kebenaran bahwa teriakan sorak-sorai itu bukan untuk dia, melainkan untuk Salomo yang baru diurapi menjadi raja atas Israel, ia menjadi takut (41-49). Begitu takutnya Adonia sampai-sampai ia memegang tanduk mazbah sebagai lambang perlindungan TUHAN (50). Ia berharap Salomo mengampuninya, dan ternyata Salomo berbelas kasihan kepadanya (51-53).
Sepintas mungkin kita mengira ini adalah kisah kegagalan Adonia dan keberhasilan Salomo, tetapi sesungguhnya ini adalah pembuktian akan kedaulatan Allah. Adonia mengabaikan pentingnya kehendak Allah. Ia hanya berfokus pada ambisi dan keinginannya, bahkan pada logika pikirannya sendiri. Semua itu hanya membuahkan kegagalan dan ketakutan.
Hari ini kita kembali diingatkan untuk tidak mengabaikan janji Allah. Jika Allah sudah berjanji, Ia pasti menggenapinya, apa pun yang terjadi. Allah ingin kita percaya penuh kepada-Nya dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya seperti yang telah Ia firmankan kepada kita. Jangan lagi kita memaksakan kehendak sendiri.
Ingatlah! Tujuan hidup kita sebagai orang percaya bukanlah untuk menunjukkan siapa kita dengan segala kebanggaan, melainkan menyatakan siapa Allah dengan segala rencana-Nya. Jangan pernah anggap remeh kehendak Allah. Marilah kita hidup dalam rencana Allah karena rencana-Nyalah yang anti gagal. [MAR]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/10/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+1:28-53
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+1:28-53
1 Raja-raja 1:28-53
28 Lalu raja Daud menjawab, katanya: "Panggillah Batsyeba." Perempuan itu masuk menghadap raja dan berdiri di depannya.
29 Lalu raja bersumpah dan berkata: "Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan,
30 pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi TUHAN, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku."
31 Lalu Batsyeba berlutut dengan mukanya sampai ke tanah; ia sujud menyembah kepada raja dan berkata: "Hidup tuanku raja Daud untuk selama-lamanya!"
32 Lagi kata raja Daud: "Panggillah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada." Mereka masuk menghadap raja,
33 dan raja berkata kepada mereka: "Bawalah para pegawai tuanmu ini, naikkan anakku Salomo ke atas bagal betina kendaraanku sendiri, dan bawa dia ke Gihon.
34 Imam Zadok dan nabi Natan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup raja Salomo!
35 Sesudah itu kamu berjalan pulang dengan mengiring dia; lalu ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus naik takhta menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yehuda."
36 Lalu Benaya bin Yoyada menjawab raja: "Amin! Demikianlah kiranya firman TUHAN, Allah tuanku raja!
37 Seperti TUHAN menyertai tuanku raja, demikianlah kiranya Ia menyertai Salomo; semoga Ia membuat takhta Salomo lebih agung dari takhta tuanku raja Daud."
38 Lalu pergilah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, mereka menaikkan Salomo ke atas bagal betina raja Daud dan membawanya ke Gihon.
39 Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru: "Hidup raja Salomo!"
40 Sesudah itu seluruh rakyat berjalan di belakangnya sambil membunyikan suling dan sambil bersukaria ramai-ramai, sampai seakan-akan bumi terbelah oleh suara mereka.
41 Hal itu kedengaran kepada Adonia dan kepada semua undangan yang bersama-sama dengan dia, ketika mereka baru habis makan. Ketika Yoab mendengar bunyi sangkakala itu, ia berkata: "Apakah sebabnya kota begitu ribut?"
42 Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: "Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik."
43 Tetapi Yonatan menjawab Adonia: "Tidak! Tuan kita raja Daud telah mengangkat Salomo menjadi raja.
44 Raja telah menyuruh supaya imam Zadok, dan nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, menyertai Salomo dan mereka menaikkan dia ke atas bagal betina raja.
45 Imam Zadok, dan nabi Natan mengurapi dia di Gihon menjadi raja, dan dari sana mereka sudah pulang dengan bersukaria, sehingga kota menjadi ribut, itulah bunyi yang kamu dengar tadi.
46 Salomo sekarang duduk di atas takhta kerajaan;
47 juga pegawai-pegawai raja telah datang mengucap selamat kepada tuan kita raja Daud, dengan berkata: Kiranya Allahmu membuat nama Salomo lebih masyhur dari pada namamu dan takhtanya lebih agung dari pada takhtamu. Dan rajapun telah sujud menyembah di atas tempat tidurnya,
48 dan beginilah katanya: Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan."
49 Maka semua undangan Adonia itu terkejut, lalu bangkit dan masing-masing pergi menurut jalannya.
50 Takutlah Adonia kepada Salomo, sebab itu ia segera pergi memegang tanduk-tanduk mezbah.
51 Lalu diberitahukanlah kepada Salomo: "Ternyata Adonia takut kepada raja Salomo, dan ia telah memegang tanduk-tanduk mezbah, serta berkata: Biarlah raja Salomo lebih dahulu bersumpah mengenai aku, bahwa ia takkan membunuh hambanya ini dengan pedang."
52 Lalu kata Salomo: "Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambutpun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh."
53 Dan raja Salomo menyuruh orang menjemput dia dari mezbah itu. Ketika ia masuk, sujudlah ia menyembah kepada raja Salomo, lalu Salomo berkata kepadanya: "Pergilah ke rumahmu."
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
0 komentar:
Posting Komentar