(e-RH) 7 Oktober -- 2 SAMUEL 11:1-15 - SOLIDARITAS URIA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 7 Oktober 2026
Bacaan : 2 SAMUEL 11:1-15
Setahun: Matius 13-14
Nats: Tetapi, Uria berkata kepada Daud, "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda tinggal dalam pondok-pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba Tuanku sendiri berkemah di padang. Bagaimana mungkin aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan istriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku tidak akan melakukan hal itu!" (2 Samuel 11:11)

Renungan:

SOLIDARITAS URIA

Uria bukan orang Israel, melainkan orang Het, salah satu suku Kanaan (bdk. Kej. 23). Ia menggabungkan diri kepada bangsa Israel serta menjadi prajurit Daud yang setia. Suatu kali ia dipanggil pulang dari peperangan untuk menghadap raja, tetapi ia tidak mengambil kesempatan itu untuk kesenangannya sendiri. Ia merasa tidak pantas menikmati kenyamanan dan kemewahan sebuah rumah, sementara rekan-rekannya berkemah di padang dan siaga dalam pertempuran. Tabut Allah, yang merupakan lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya, juga berada dalam pondok-pondok di padang.

Uria memiliki solidaritas yang kuat, perasaan bersatu dengan orang lain karena senasib. Setia kawan! Ia rela mengesampingkan kesenangan pribadi agar dapat merasakan apa yang dialami oleh kelompoknya. Itulah yang membuatnya menolak ketika Raja Daud mempersilakannya pulang untuk menemui istrinya. Bahkan ketika Daud sengaja membuatnya mabuk, Uria tetap bersikukuh dalam pendiriannya. Seharusnya Daud bersyukur memiliki prajurit seperti Uria. Namun, untuk menutupi perzinaannya dengan istri Uria, Daud malah merancangkan kematiannya.

Kesetiaan Uria sudah teruji. Ia mengasosiasikan dirinya sebagai bagian dari umat Allah. Ia memikirkan keselamatan teman-temannya, juga kesejahteraan bangsanya, serta memikirkan Tabut Allah yang berada di tempat yang tidak terlindungi. Namanya dicatat sebagai pahlawan (2Sam. 23:39). Namun, tanpa sepengetahuannya, pemimpinnya sendiri merancangkan kematiannya. Kiranya kita tidak ikut-ikutan mengorbankan orang benar demi menutupi dosa atau ambisi kita sendiri. --HT/www.renunganharian.net
   
HARGAILAH ORANG-ORANG YANG TULUS BEKERJA BERSAMA KITA, JANGAN TUMBALKAN MEREKA DEMI MENUTUPI DOSA ATAU KESALAHAN KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/10/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+SAMUEL+11:1-15

2 SAMUEL 11:1-15

 1  Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
 2  Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
 3  Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
 4  Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
 5  Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung."
 6  Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: "Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.
 7  Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang.
 8  Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: "Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu." Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.
 9  Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya.
10  Diberitahukan kepada Daud, demikian: "Uria tidak pergi ke rumahnya." Lalu berkatalah Daud kepada Uria: "Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?"
11  Tetapi Uria berkata kepada Daud: "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!"
12  Kata Daud kepada Uria: "Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi." Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya
13  Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
14  Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
15  Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Matius+13-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+13-14

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

0 komentar:

Posting Komentar