(e-RH) 30 November -- MARKUS 5:21-43 - INTERUPSI YANG MEMBERKATI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 30 November 2023
Bacaan : MARKUS 5:21-43
Setahun: 2 Korintus 9-13
Nats: Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan. (Markus 5:25)

Renungan:

INTERUPSI YANG MEMBERKATI

Yairus, kepala rumah ibadat, tersungkur di depan kaki Yesus. Ia memohon supaya Yesus datang ke rumahnya karena anaknya perempuan sakit dan hampir mati. Menilik situasi yang terjadi, tentu Yairus sedang terburu-buru. Ia lega karena Yesus bersedia. Ia berharap perjalanan lekas tiba, lalu Yesus lekas meletakkan tangan-Nya ke atas anaknya sehingga anaknya sembuh. Tetapi di tengah jalan, muncul interupsi.

Seorang perempuan menjamah jubah Yesus dari belakang. Selama dua belas tahun perempuan itu menderita pendarahan. Pikirnya, asal dijamahnya jubah Yesus, maka ia akan sembuh. Benar, sesudah jubah berhasil dijamah, seketika itu juga berhentilah pendarahannya. Yesus merasakan ada tenaga keluar dari diri-Nya. Lalu Dia pun "menginterogasi" orang banyak di sekelilingnya. Takut dan gemetar, perempuan itu tersungkur di depan Yesus. Ia mengaku segala yang telah diperbuatnya. Sebenarnya, Yairus dapat menjadi gusar karena banyaknya waktu dihabiskan untuk interupsi dari perempuan tadi. Apalagi ia lalu dikabari kalau anaknya sudah mati. Menarik, Yairus tetap tenang. Karena Yesus memberinya pesan, "Jangan takut, percaya saja!" Pula matanya telah melihat interupsi yang memberkati. Seorang perempuan sembuh dari pendarahan karena menjamah jubah Yesus. Itu berarti anaknya pun akan selamat.

Mungkin kehidupan kita saat ini sedang "diinterupsi". Tidak perlu menjadi tawar hati. Karena ternyata interupsi dapat memberkati. Melalui persoalan, kita dapat semakin mengenal besar kasih dan kuasa Tuhan. Oleh besar kasih-Nya, Tuhan selalu sedia menolong kita. Oleh besar kuasa-Nya, tiada persoalan yang kita hadapi tidak mampu untuk Tuhan tangani. --LIN/www.renunganharian.net
   
SEGALA INTERUPSI YANG TUHAN IZINKAN TERJADI ADALAH BERTUJUAN UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI KITA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2023/11/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MARKUS+5:21-43

MARKUS 5:21-43

21  Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
22  datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
23  dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
24  Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
25  Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
26  Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
27  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
28  Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
29  Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
30  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
31  Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
32  Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
33  Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
34  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
35  Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
36  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
37  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
38  Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
39  Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
40  Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
41  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
42  Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
43  Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+9-13
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Korintus+9-13

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2023 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

0 komentar:

Posting Komentar