(e-RH) 29 Maret -- MATIUS 26:47-56 - SI PENGKHIANAT

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 29 Maret 2026
Bacaan : MATIUS 26:47-56
Setahun: 1 Samuel 9-12
Nats: Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. (Matius 26:56b)

Renungan:

SI PENGKHIANAT

Siapa orang yang mengkhianati Yesus? Serempak kita menyebutkan satu nama, yaitu Yudas, salah seorang dari kedua belas murid-Nya. Alasannya jelas, Yudas menjual Yesus kepada imam-imam kepala (lih. Mat. 26:14-16).

Yudas menjalankan aksinya seusai Yesus berdoa di Taman Getsemani. Si pengkhianat datang bersama serombongan besar orang dengan membawa pedang dan pentung (ay. 47). Mereka hendak menangkap Yesus. Saat itu terlihat ada lagi orang yang mengkhianati Yesus, dan jumlahnya tidak sedikit. Siapa mereka? Jawabnya, kesebelas murid-Nya yang lain. Alkitab mencatat, "... semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri" (ay. 56b). Dari mereka yang selalu bersama dengan-Nya, tidak ada yang tetap tinggal di sisi-Nya. Juga mereka adalah "si pengkhianat". Peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani membuka mata kita akan situasi memilukan saat ini. Terlihat teramat banyak orang mengkhianati Yesus. Termasuk di antara mereka ialah kita. Bukankah kita kerap melakukan perbuatan setara "meninggalkan Yesus"? Daripada melakukan kehendak-Nya, terlebih suka kita menuruti keinginan-keinginan dosa.

Yudas menggantung diri, dan dengan demikian berakhir kisah "si pengkhianat" (Mat. 27:5). Kesebelas murid kembali berkumpul. Ditambah Matias, pengganti Yudas, mereka menyebarkan Injil ke seluruh dunia (Kis. 1:26). Bukan lagi mereka disebut "si pengkhianat", melainkan "para rasul". Kita "si pengkhianat" jangan mengikuti jejak Yudas. Jangan berputus asa saat menyadari bahwa kita telah meninggalkan Tuhan. Ikutilah jejak kesebelas murid. Datanglah kembali kepada Tuhan, akui dosa-dosa kita di hadapan-Nya. Selanjutnya mohon kekuatan untuk dapat bertahan setiap kali keinginan dosa muncul. --LIN/www.renunganharian.net
   
SAAT TERSADAR BAHWA KITA TELAH BERKHIANAT, MARI LEKAS KITA BERTOBAT.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+26:47-56

MATIUS 26:47-56

47  Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.
48  Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia."
49  Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.
50  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.
51  Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
52  Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
53  Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
54  Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
55  Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.
56  Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+9-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+9-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 29 Maret -- Yohanes 18:1-11 - Siapakah yang Kamu Cari?

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 29 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 18:1-11

Judul: Siapakah yang Kamu Cari?

Ketika berhadapan dengan sesuatu yang membahayakan, kebanyakan orang akan menghindarinya. Akan tetapi, bagaimana Tuhan Yesus dapat menghadapi penangkapan-Nya, ketika Ia tahu bahwa penangkapan itu akan membawa Dia mati di atas kayu salib (1-11)?

Setelah merayakan jamuan Paskah bersama para murid, Tuhan Yesus mempersiapkan mereka menghadapi pengkhianatan atas diri-Nya (lih. Yoh. 13:11-26). Ia membawa murid-murid-Nya, kecuali Yudas Iskariot yang meninggalkan mereka, ke sebuah taman di seberang Sungai Kidron (1). Yudas Iskariot ternyata pergi ke sana, memimpin gabungan para penjaga Bait Allah (yang ditugaskan menangkap Tuhan Yesus) dan para prajurit Romawi (yang dipanggil untuk memastikan ketertiban penangkapan itu) (2-3).

Tuhan Yesus tahu bahwa semua itu akan terjadi, maka Ia menggenapi semua yang dinubuatkan oleh firman Tuhan (4-9). Tidak ada orang yang dapat menghalangi rencana Allah terjadi, termasuk tindakan Simon Petrus yang dapat memicu kericuhan ketika ia memutuskan telinga kanan hamba Imam Besar yang bernama Malkhus (10-11). Yudas Iskariot tidak tahu apa yang akan terjadi dengan pengkhianatannya, dan kelak ia akan menyesalinya (bdk. Mat. 27:3-5). Petrus, saat mencoba membela Sang Guru, tidak memperhitungkan dampak tindakannya yang gegabah itu (10-11). Namun, Tuhan Yesus tahu apa yang akan terjadi (4), dan Ia bisa saja dengan mudah menggunakan kuasa-Nya untuk menaklukkan mereka (4-9). Sekalipun demikian, Tuhan Yesus tidak menggunakan kuasa-Nya untuk melawan para penangkap-Nya karena Ia memutuskan untuk menggenapi nubuat firman Tuhan (9, 11).

Pada saat kita merayakan Prapaskah, kita diingatkan kepada kedaulatan kuasa Allah yang peduli kepada umat-Nya, yang mengerjakan dan menggenapi setiap rencana-Nya, dan yang memberikan kasih-Nya kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus, Juru Selamat kita. Apakah kita siap menyerahkan kendali hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan? [IBS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+18:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+18:1-11

Yohanes 18:1-11

 1  Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
 2  Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
 3  Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
 4  Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"
 5  Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
 6  Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
 7  Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret."
 8  Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
 9  Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa."
10  Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
11  Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 28 Maret -- YOHANES 1:1-18 - SESUAI IDENTITAS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 28 Maret 2026
Bacaan : YOHANES 1:1-18
Setahun: 1 Samuel 4-8
Nats: Namun, semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. (Yohanes 1:12)

Renungan:

SESUAI IDENTITAS

Yohanes mengawali Injilnya dengan memberi penegasan identitas Yesus sebagai Firman. Pada mulanya, Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Di dalam diri Firman itu ada kuasa yang memberi kehidupan kepada semua makhluk. Dan kuasa kehidupan itu seperti terang yang menyinari hati manusia. Yesus adalah Firman yang menjadi manusia. Karena itu, Ia adalah Terang dan Hidup. Dengan menjadi pengikut Yesus, kita menerima sumber Hidup dan Terang. Identitas kita pun menjadi anak-anak Allah dari sumber Ilahi.

Anugerah menjadi anak-anak Allah semestinya kita sambut dengan menjalani hidup sesuai identitas. Menerima Yesus sebagai Raja, tidak lagi menjalani hidup dalam mentalitas hamba, melainkan pribadi yang sudah menerima kuasa dari Tuhan. Bukan kuasa dalam arti kekuatan secara fisik, melainkan menerima identitas baru dalam hubungan yang intim dengan Bapa. Hubungan ini memberi kita warisan dalam pengharapan kekal, damai sejati, dan kuasa untuk hidup dalam Roh. Dan oleh Roh kita beroleh kuasa untuk menolak dosa, mengasihi musuh, mengampuni dengan tulus, menghadapi pencobaan dengan iman, serta menjadi garam dan terang bagi dunia.

Dengan identitas sebagai anak-anak Allah kita menjadi duta Kerajaan Allah. Kita menjadi utusan untuk mengenalkan Bapa melalui cara hidup kita dalam kasih, kebenaran, pengampunan, dan kesetiaan. Sebab menerima kuasa menjadi anak-anak Allah menjadikan kita diangkat, diakui, diperlengkapi, dan dipanggil untuk mencerminkan Bapa melalui gaya hidup dan misi Ilahi. --EBL/www.renunganharian.net
   
SUDAHKAH KITA MENCERMINKAN KEHIDUPAN YANG SESUAI DENGAN IDENTITAS SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH?

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YOHANES+1:1-18

YOHANES 1:1-18

 1  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
 2  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
 3  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
 4  Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
 5  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
 6  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
 7  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
 8  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
 9  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
15  Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
16  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
17  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
18  Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+4-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+4-8

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 28 Maret -- Baca Gali Alkitab

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Baca Gali Alkitab

Yohanes 17

Yohanes pasal 17 memuat doa Imam Agung Yesus yang terpanjang yang dicatat dalam Alkitab dan diucapkan-Nya tepat sebelum Dia pergi ke Taman Getsemani untuk ditangkap. Doa ini sangat intim, memperlihatkan hati-Nya dan prioritas-Nya bagi murid-murid-Nya dan semua orang percaya. Doa ini memuat doa (1) bagi Diri-Nya sendiri yang memuliakan Bapa melalui penyelesaian misi, (2) bagi murid-murid-Nya, untuk perlindungan dan pengudusan di dalam dunia, dan (3) bagi semua orang percaya, untuk kesatuan dan kasih mereka.

Yesus berdoa agar melalui kematian dan kebangkitan-Nya yang memuliakan Bapa, semua orang yang percaya kepada-Nya dilindungi, dikuduskan, dan dipersatukan dalam kasih, sehingga umat di dunia dapat mengenal Bapa yang benar dan menerima hidup yang kekal.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa saja yang Yesus katakan sebagai permintaan agar Bapa memuliakan Anak? (1-5)
2. Apa yang Yesus katakan perihal murid-murid-Nya? (6-19)
3. Apa yang Yesus katakan perihal semua orang yang akan percaya melalui kesaksian murid-murid agar mereka menjadi satu seperti Bapa dan Anak adalah satu? (20-26)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa permohonan utama Yesus bagi semua orang percaya?
2. Apa tujuan dari kesatuan antara semua orang percaya?

Apa respons Anda?
1. Kecenderungan duniawi seperti apakah di dalam hidup Anda yang perlu diungkapkan sebagai pengakuan dosa?
2. Tekad apa yang akan Anda buat untuk memuliakan Allah melalui talenta, pekerjaan, atau pelayanan Anda?

Pokok Doa:
Memohon pembebasan bagi setiap keluarga dari tipu daya dunia dan belenggu kuasa jahat.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+17

Yohanes 17

 1  Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
 2  Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
 3  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
 4  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
 5  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
 6  Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
 7  Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
 8  Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
 9  Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
10  dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
11  Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
12  Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
13  Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
14  Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
15  Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
16  Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17  Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
18  Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
19  dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
20  Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
21  supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
22  Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
23  Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
24  Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
25  Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
26  dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 28 Maret -- Yohanes 17 - Doa dengan Kasih

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 28 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 17

Judul: Doa dengan Kasih

Sebagai orang percaya, kita memahami doa sebagai komunikasi dengan Allah. Kadang kita bergumul perihal bagaimana kita dapat menghidupi doa kita. Sebagai umat, kita pun bertanya bagaimana seorang imam besar mempersembahkan kurban bagi umat dan memastikan bahwa kurban itu diterima Allah?

Dalam doa terakhirnya, Tuhan Yesus berbicara dengan Bapa yang mengutus-Nya. Ia berdoa, pertama untuk diri-Nya sendiri (1-5), kemudian Ia berdoa bagi para murid-Nya (6-19), dan akhirnya untuk orang-orang yang kelak akan percaya (20-26). Tuhan Yesus memohon kekuatan dari Bapa supaya Ia dapat memuliakan Bapa melalui jalan salib, yakni "peninggian-Nya" (1-5). Penyelesaian tugas ini menjamin hidup kekal saat orang percaya mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Tuhan Yesus yang diutus oleh Bapa (3). Tuhan Yesus menggenapi setiap firman yang dinubuatkan (6-8).

Selanjutnya, Tuhan Yesus berdoa untuk para murid-Nya, memohon perlindungan dan penyucian mereka dengan firman Allah (6-19). Para murid ini adalah kepunyaan Allah Bapa yang menerima firman Tuhan yang diberikan kepada mereka. Firman itu telah mengubah hidup mereka. Tuhan Yesus berdoa agar mereka tetap bersatu dalam kasih dan kebenaran ketika Ia akan meninggalkan mereka.

Akhirnya, Tuhan Yesus berdoa untuk semua orang percaya masa depan, memohon agar mereka dapat mengalami kesatuan ilahi (20-26). Ia berdoa agar mereka mengenal kasih Tuhan dan realitas hidup kekal melalui diri-Nya.

Yohanes 17 mengungkapkan inti misi Yesus, yaitu rekonsiliasi, kesatuan, dan hidup kekal. Doa Tuhan Yesus sebagai Imam Besar bukan hanya menyatukan kita dalam persekutuan dengan Allah dan sesama, melainkan juga menantang kita untuk merenungkan hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama saat ini, mendorong kita untuk hidup dalam kasih dan kesatuan sebagaimana Kristus telah memberikan teladan bagi kita. Tuhan Yesus memberikan teladan doa yang bersyafaat bagi tugas-Nya dan bagi umat-Nya. Lantas, bagaimana dengan doa kita hari ini? [IBS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+17

Yohanes 17

 1  Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
 2  Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
 3  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
 4  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
 5  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
 6  Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
 7  Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
 8  Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
 9  Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
10  dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
11  Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
12  Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
13  Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
14  Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
15  Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
16  Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17  Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
18  Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
19  dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
20  Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
21  supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
22  Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
23  Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
24  Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
25  Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
26  dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 27 Maret -- LUKAS 15:11-24 - TIDAK LAYAK

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 27 Maret 2026
Bacaan : LUKAS 15:11-24
Setahun: 1 Samuel 1-3
Nats: "Aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa." (Lukas 15:19)

Renungan:

TIDAK LAYAK

Di kandang babi yang kotor dan bau itu, si bungsu menyadari keadaannya. Bahkan, saat ia ingin memakan ampas makanan babi itu, tak seorang pun memberikannya kepadanya. Ia benar-benar melarat. Lalu ia teringat bapanya, yang telah ia tinggalkan, dan yang hartanya telah ia sia-siakan. Ia merindukan rumah. Ia ingat para upahan bapanya yang selalu memiliki kelimpahan makanan. Namun, ia sadar diri. Ia telah begitu menyakiti bapanya. Ia hanya berharap bahwa ia dapat diterima sebagai salah satu pekerja upahan bapanya. Saat tak ada lagi yang bisa ia harapkan, belas kasihan sang bapalah yang ia harapkan.

Ternyata ia salah. Bukan makian yang ia dapatkan. Bukan kata-kata kasar atau umpatan penghakiman dari sang bapa. Melainkan sebuah rangkulan penuh kerinduan. Pelukan erat dan ciuman penuh kasih. Martabatnya dipulihkan. Ia disambut dengan pesta. Dirayakan dengan sukacita. Dan ia benar-benar sadar, semua itu tidak layak baginya. Sangat tidak layak. Setelah semua kejahatan, dosa, pelanggaran, dan kecemaran yang ia perbuat, ia sungguh tak layak menerima semua kebaikan itu.

Ya, seperti itulah gambaran anugerah yang kita terima dari Allah. Sungguh tidak layak, dan tak akan pernah menjadi cukup layak. Sebagai pendosa, kita seharusnya dihukum dan dibinasakan. Namun, ketika kita datang dengan iman kepada-Nya, Ia menyambut kita dan menjadikan kita sebagai anak-Nya yang terkasih. Kasih-Nya sudah terbukti melalui pengorbanan Kristus bagi penebusan kita. Kita hanya perlu menghampiri-Nya dengan iman. Penerimaan-Nyalah yang menjadikan kita layak menjadi anak-anak-Nya. --HT/www.renunganharian.net
   
SEBAGAI PENDOSA, KITA TIDAK PERNAH LAYAK DI HADAPAN ALLAH, HANYA ANUGERAH-NYA YANG MENJADIKAN KITA MENJADI SEORANG ANAK.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+15:11-24

LUKAS 15:11-24

11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 27 Maret -- Yohanes 16:16-33 - Damai di Tengah Badai

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 27 Maret 2026
Ayat SH: Yohanes 16:16-33

Judul: Damai di Tengah Badai

Kita cukup akrab dengan perpisahan, namun dipisahkan oleh kematian dapat memberikan perasaan yang campur aduk. Saat saudara seiman kita yang setia dipanggil pulang ke surga, apakah kita bersedih, atau bersyukur atas kesaksian hidupnya?

Tuhan Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya tentang masa sulit yang akan mereka alami: penganiayaan yang akan datang, dan karya Roh Kudus bagi umat Allah (lih. 1-15). Sekarang, waktunya sudah semakin dekat bahwa para murid tidak akan melihat Tuhan Yesus lagi (16-19). Tuhan Yesus menegaskan bagaimana perpisahan ini akan memberi sukacita yang kekal, yang tidak dapat digantikan oleh apa pun (20-22).

Perpisahan dengan Tuhan Yesus akan membuka jalan langsung kepada Bapa di surga sehingga para murid dapat datang kepada Bapa setiap saat dalam doa, yang dinaikkan dengan Nama Tuhan Yesus sebagai meterai penjaminnya (23-28). Inilah wujud sukacita kekal yang disediakan Allah melalui kurban Tuhan Yesus Kristus: bagaimana perpisahan dengan Tuhan Yesus secara ragawi justru menjadi jalan kepada Allah Bapa melalui persekutuan rohani yang tidak lagi dibatasi oleh ruang, waktu maupun kematian. Inilah yang menjadi kemenangan sejati iman dalam Kristus, dan jaminan damai kekal (29-33).

Ketika itulah para murid mulai menyadari bagaimana karya keselamatan yang dikerjakan Tuhan Yesus tidak akan membiarkan mereka sendirian. Penganiayaan dan penderitaan mungkin mencerai-beraikan mereka, tetapi Tuhan Yesus menjamin penyertaan dan damai sejahtera dari surga. Damai yang kita alami sebagai orang percaya adalah anugerah pemberian Tuhan Allah.

Ketika kita berduka karena ditinggal orang yang kita kasihi yang juga percaya kepada Allah, apa landasan kekuatan kita? Adakah kita melihat pemeliharaan melalui kasih Allah yang menuntun kita? Adakah damai sejahtera Allah yang menguasai pikiran dan realitas hidup memberi kita kekuatan di tengah pergumulan? Apa landasan sukacita kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus? [IBS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/03/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+16:16-33
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+16:16-33

Yohanes 16:16-33

16  "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku."
17  Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?"
18  Maka kata mereka: "Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya."
19  Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?
20  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
21  Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
22  Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
23  Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
24  Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
25  Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
26  Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
27  sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
28  Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."
29  Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.
30  Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."
31  Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang?
32  Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
33  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 26 Maret -- MATIUS 26:47-56 - MASIH MEMEGANG KENDALI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 26 Maret 2026
Bacaan : MATIUS 26:47-56
Setahun: Rut 1-4
Nats: "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (Matius 26:53)

Renungan:

MASIH MEMEGANG KENDALI

Di Taman Getsemani, Yesus ditangkap. Yudas, si murid pengkhianat, menunjukkan tempat di mana Dia berada kepada serombongan besar orang, yang adalah utusan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (ay. 47). Dikhianati, ditangkap, dan digiring untuk disalibkan, seolah menunjukkan sisi ketidakberdayaan Yesus. Seketika dunia menggembar-gemborkan berita bahwa Tuhan dapat menjadi lemah.

Namun, ada sebuah kejadian di saat itu. Petrus menghunus pedang dan memotong telinga Malkhus, hamba imam besar (lih. Yoh. 18:10). Yesus tidak membenarkan tindakannya itu. Dia menegur Petrus, kata-Nya, "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (ay. 53). Teguran tersebut sekaligus meluluhlantakkan gembar-gembor dari dunia. Rupanya, bukan Yesus tidak sanggup berbuat apa-apa, melainkan Dia berkehendak menerima seluruh perbuatan orang-orang itu kepada-Nya. Bukan Yesus tidak mampu melawan, melainkan Dia memilih untuk tidak melawan demi terbukanya jalan keselamatan bagi segenap umat manusia (ay. 54). Saat tampaknya Tuhan lemah, Dia masih tetap kuat. Saat tampaknya Tuhan tidak berdaya, Dia masih memegang kendali atas segala sesuatu di kehidupan ini.

Kebenaran ini adalah kabar baik bagi kita. Itu artinya seburuk apa pun situasi kita hadapi saat ini, kita tidak perlu merasa tawar hati karena mengerti Tuhan masih memegang kendali. Pada-Nya ada daya untuk menyelamatkan kita. Kekuatan-Nya tidak berkurang untuk memberikan pertolongan. Tidak sia-sia kita bertekun dalam doa. Harapan kepada Tuhan tidak akan mengecewakan. Pasti ada terobosan, pemulihan, dan jalan keluar bagi setiap pergumulan. --LIN/www.renunganharian.net
   
DALAM KEADAAN YANG TERLIHAT LEMAH, TUHAN KITA TETAP PERKASA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+26:47-56

MATIUS 26:47-56

47  Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.
48  Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia."
49  Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.
50  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.
51  Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
52  Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
53  Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
54  Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
55  Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.
56  Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Rut+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Rut+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]