(e-RH) 6 Juli -- ROMA 15:14-21 - AMBISI YANG MULIA

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 6 Juli 2026
Bacaan : ROMA 15:14-21
Setahun: Mazmur 115-118
Nats: Dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar yang telah diletakkan orang lain. (Roma 15:20)

Renungan:

AMBISI YANG MULIA

Ambisi adalah keinginan atau hasrat yang besar untuk menjadi sesuatu, atau untuk memperoleh, atau untuk melakukan sesuatu. Sifat ambisius adalah sesuatu yang netral, tergantung motivasi, cara, serta tujuannya. Dalam Perjanjian Baru, digunakan dua kata Yunani untuk menjelaskan hal ini. Yang pertama adalah philotimeomai, yakni keinginan atau cita-cita untuk mengejar atau melakukan sesuatu yang bernilai atau mulia. Kata ini mengandung gagasan untuk berupaya keras karena cinta atau rasa hormat kepada sesuatu. Kata inilah yang digunakan Rasul Paulus untuk menjelaskan ambisinya untuk memberitakan Injil Kristus ke tempat-tempat di mana nama-Nya belum dikenal orang. Ia menganggap hal itu sebagai kehormatan (philotimoumenon) baginya. Ia melakukannya sebagai tanda kasih dan hormatnya kepada Allah.

Kata Yunani yang kedua adalah eritheĆ­a, yang bermakna ambisi negatif, egois, menekankan persaingan serta mengakibatkan perselisihan. Orang-orang yang memiliki ambisi ini ingin meraih sesuatu dengan cara-cara yang manipulatif atau penuh tipu daya. Jenis ambisi ini hanya bertujuan untuk memuaskan kepentingan diri sendiri.

Lalu, ambisi yang manakah yang sedang kita kejar dalam hidup ini, baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, atau pelayanan? Apakah setiap cita-cita, kerinduan, keinginan, serta pencapaian kita dimaksudkan hanya untuk kepuasan diri sendiri, untuk meninggikan serta membesarkan nama kita? Atau, apakah lahir dari rasa hormat dan cinta kita kepada Allah sehingga kita ingin mengagungkan nama-Nya? Kiranya kita selalu bersedia menundukkan ambisi pribadi kita di bawah kehendak-Nya yang mulia. --HT/www.renunganharian.net
   
KIRANYA SEGALA AMBISI DAN KERINDUAN KITA BERASAL SERTA BERMUARA PADA RASA HORMAT SERTA KASIH KEPADA ALLAH.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?ROMA+15:14-21

ROMA 15:14-21

14  Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.
15  Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu,
16  yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
17  Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.
18  Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,
19  oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.
20  Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain,
21  tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+115-118
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+115-118

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 6 Juli -- 1 Samuel 14:24-52 - Sumpah yang Membebani

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 6 Juli 2026
Ayat SH: 1 Samuel 14:24-52

Judul: Sumpah yang Membebani

Pernahkah keputusan pemimpin kita membuat hidup makin berat? Atau, kitalah pemimpin itu? Memberi aturan kaku, tuntutan tidak realistis, bersumpah sembarangan, lebih menekan daripada menolong. Hal ini terjadi pada masa Saul ketika bangsa Israel berperang melawan bangsa Filistin. Bukan menambahkan kekuatan dari TUHAN, sumpah Saul justru menambah beban rakyatnya.

Saul mengikat rakyat Israel dengan sumpah untuk tidak makan sampai petang (24). Niatnya mungkin untuk menunjukkan kesungguhan dan ketekunan, tetapi sumpah ini malah membebani. Rakyat berhasil mengalahkan orang Filistin, tetapi sumpah ini membuat mereka jatuh ke dalam dosa. Ketika menjadi sangat lelah dan lapar, mereka memakan daging jarahan beserta darahnya (31-33).

Di sisi lain, kita melihat kontras di dalam diri Yonatan. Tanpa tahu tentang sumpah itu, ia mencicipi madu dan merasa segar kembali (27). Dengan bijak, ia memperingatkan bahwa larangan Saul tidak masuk akal karena larangan itu justru membuat mereka celaka dan menghambat kemenangan mereka (29-30).

Sepertinya, Saul kelihatan rohani dengan mendirikan mazbah bagi TUHAN dan meminta petunjuk-Nya (35-37). Padahal, ia hanya berfokus pada ritual dan dirinya. Ia tidak berfokus pada TUHAN yang sedang menyelamatkan bangsa Israel. Keputusan Saul membawa dampak rohani dan moral yang serius bagi umat TUHAN. Ia hampir menghukum mati anaknya, tetapi rakyat justru menunjukkan pertolongan Allah terhadap Yonatan untuk keselamatan umat-Nya.

Kita harus berhati-hati dalam membuat janji, apalagi sumpah sebagai pemimpin keluarga, komunitas, maupun diri sendiri. Jangan sampai semangat rohani kita melahirkan janji yang justru menjauhkan orang lain dari kasih karunia Tuhan. Kita harus memimpin dengan hikmat, tak hanya terkesan bijak, padahal sebenarnya tidak.

Belajarlah dari Yonatan dan umat Tuhan bahwa yang utama bukan sumpah manusia, melainkan pertolongan Tuhan yang memberikan kekuatan, kemenangan, dan keselamatan. [RGD]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/07/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+14:24-52
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+14:24-52

1 Samuel 14:24-52

24  Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorangpun dari rakyat yang memakan sesuatu.
25  Dan seluruh orang itu sampailah ke suatu hutan dan di sana ada madu di tanah.
26  Ketika rakyat sampai ke hutan itu, tampaklah ada di sana madu meleleh, tetapi tidak ada seorangpun yang mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, sebab rakyat takut kepada sumpah itu.
27  Tetapi Yonatan tidak mendengar, bahwa ayahnya telah menyuruh rakyat bersumpah. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi.
28  Dan seorang dari rakyat berbicara, katanya: "Ayahmu telah menyuruh rakyat bersumpah dengan bersungguh-sungguh, katanya: Terkutuklah orang yang memakan sesuatu pada hari ini; sebab itu rakyat letih lesu."
29  Lalu kata Yonatan: "Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat, bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu ini.
30  Apalagi, jika sekiranya rakyat pada hari ini boleh makan dengan bebas dari jarahan musuhnya, yang telah didapatnya! Tetapi sekarang tidaklah besar kekalahan di antara orang Filistin."
31  Dan pada hari itu mereka memukul kalah orang Filistin dari Mikhmas sampai ke Ayalon. Rakyat sudah sangat letih lesu,
32  sebab itu rakyat menyambar jarahan; mereka mengambil kambing domba, lembu dan anak lembu, menyembelihnya begitu saja di atas tanah, dan memakannya dengan darahnya.
33  Lalu diberitahukanlah kepada Saul, demikian: "Lihat, rakyat berdosa terhadap TUHAN dengan memakannya dengan darahnya." Dan ia berkata: "Kamu berbuat khianat; gulingkanlah sekarang juga sebuah batu besar ke mari."
34  Kata Saul pula: "Berserak-seraklah di antara rakyat dan katakan kepada mereka: Setiap orang harus membawa lembunya atau dombanya kepadaku; sembelihlah itu di sini, maka kamu boleh memakannya. Tetapi janganlah berdosa terhadap TUHAN dengan memakannya dengan darahnya." Lalu setiap orang dari seluruh rakyat membawa serta pada malam itu lembunya, dan mereka menyembelihnya di sana.
35  Saul mendirikan mezbah bagi TUHAN; inilah mezbah yang mula-mula sekali didirikannya bagi TUHAN.
36  Lagi kata Saul: "Marilah kita pada malam ini mengejar orang Filistin dan menjarahi mereka sampai fajar menyingsing dan janganlah kita biarkan hidup seorangpun dari mereka." Jawab mereka itu: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik." Tetapi imam berkata: "Marilah kita dahulu tampil menghadap Allah di sini."
37  Saul bertanya kepada Allah: "Bolehkah aku mengejar orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tangan orang Israel?" Tetapi pada hari itu Ia tidak menjawab Saul.
38  Lalu kata Saul: "Datanglah ke mari, kamu segala pemuka rakyat; berusahalah mengetahui apa sebab dosa ini terjadi pada hari ini.
39  Sebab demi TUHAN yang hidup, yang menyelamatkan orang Israel, sekalipun itu disebabkan oleh Yonatan, anakku, maka ia pasti akan mati." Tetapi seorangpun dari seluruh rakyat tidak ada yang menjawabnya.
40  Kemudian berkatalah ia kepada seluruh orang Israel: "Kamu berdiri di sebelah yang satu dan aku serta anakku Yonatan akan berdiri di sebelah yang lain." Lalu jawab rakyat kepada Saul: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik."
41  Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.
42  Kata Saul: "Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan." Lalu didapati Yonatan.
43  Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
44  Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
45  Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.
46  Maka pulanglah Saul setelah mengejar orang Filistin, dan orang Filistin itupun kembali ke tempat kediamannya.
47  Setelah Saul mendapat jabatan raja atas Israel, maka berperanglah ia ke segala penjuru melawan segala musuhnya: melawan Moab, bani Amon, Edom, raja-raja negeri Zoba dan orang Filistin. Dan ke manapun ia pergi, ia selalu mendapat kemenangan.
48  Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, memukul kalah orang Amalek, dan melepaskan Israel dari tangan orang-orang yang merampasi mereka.
49  Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua. Nama kedua anaknya yang perempuan: yang tertua bernama Merab, yang termuda bernama Mikhal.
50  Isteri Saul bernama Ahinoam, anak Ahimaas. Panglima tentaranya bernama Abner, anak Ner, paman Saul.
51  Kish, ayah Saul, dan Ner, ayah Abner, adalah anak-anak Abiel.
52  Hebat peperangan melawan orang Filistin selama zaman Saul. Dan semua pahlawan dan orang gagah perkasa, yang dilihat Saul, dikumpulkannya kepadanya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-SH) 5 Juli -- 1 Samuel 13:23-14:23 - Melangkahlah dengan Iman!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 5 Juli 2026
Ayat SH: 1 Samuel 13:23-14:23

Judul: Melangkahlah dengan Iman!

Tak ada yang mustahil bagi Tuhan! Kata-kata ini sering kita ucapkan dan selalu kita imani.

Karena itulah, Yonatan mengajak hamba pembawa senjatanya untuk mendekati pasukan jaga orang Filistin di Mikhmas (13:23-14:1). Ia menguatkan dan meneguhkan hati hambanya dengan mengandalkan imannya kepada TUHAN. Seberapa pun banyaknya pasukan orang Filistin itu, akan mudah bagi TUHAN untuk menolong mereka (14:6-8).

Sebagai ahli perang, Yonatan memakai kata-kata sebagai tanda bagi mereka untuk maju atau tidak. Jika orang Filistin berkata, "Jangan bergerak", mereka diam di tempat.

Jika orang Filistin berkata, "Naiklah ke sini", mereka akan naik karena TUHAN telah menyerahkan orang Filistin ke dalam tangan mereka (14:9-10).

Ternyata, tentara Filistin menyuruh mereka untuk naik, dengan maksud menghajar mereka (14:11-12). Namun, dalam pertolongan TUHAN, mereka dapat menggempur tentara Filistin, bahkan menggentarkan pasukan itu. Dengan langkah iman yang teguh kepada TUHAN, Yonatan dan hambanya menunjukkan diri kepada pasukan Filistin. Semua tentara Filistin saling membunuh.

Bangsa Israel menang bukan karena jumlah mereka yang banyak, tetapi karena Allah bertindak menolong mereka. Iman Yonatan dan hambanya terbukti. Mereka hanya dua orang di hadapan ribuan tentara Filistin, tetapi Allah menolong mereka sehingga pasukan Filistin menjadi kacau dan pasukan Israel menjadi kuat. Ini karya pertolongan Allah yang luar biasa bagi umat-Nya.

Iman dan keberanian dalam Tuhan mampu mengalahkan musuh yang tampak mustahil. Peristiwa ini menegaskan bahwa kemenangan sejati datang dari Allah yang berkuasa menolong umat-Nya.

Iman Yonatan dan hambanya patut kita jadikan teladan. Ketika kehidupan di depan Anda tampak menakutkan, melangkahlah dengan iman kepada Tuhan. Jika kita mengandalkan Tuhan di setiap situasi, tak ada yang terlalu besar atau sulit bagi Tuhan untuk diredakan-Nya dan menolong kita. [NRG]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/07/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+13:23-14:23
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+13:23-14:23

1 Samuel 13:23-14:23

23  Dan suatu pasukan pengawal orang Filistin telah keluar ke pelintasan gunung di Mikhmas.
 1  Pada suatu hari Yonatan bin Saul berkata kepada bujang pembawa senjatanya: "Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang Filistin yang di sebelah sana." Tetapi tidak diberitahukannya hal itu kepada ayahnya.
 2  Adapun Saul duduk di ujung Gibea di bawah pohon delima yang di Migron. Dan rakyat yang ada bersama-sama dengan dia itu, kira-kira enam ratus orang banyaknya.
 3  Ahia, anak Ahitub, saudara Ikabod, anak Pinehas, anak Eli, imam TUHAN di Silo, dialah yang memakai baju efod pada waktu itu. Tetapi rakyat tidak tahu tentang perginya Yonatan itu.
 4  Di antara pelintasan-pelintasan bukit, yang dicoba Yonatan menyeberanginya ke arah pasukan pengawal orang Filistin, ada ujung bukit batu di sebelah sini dan ada ujung bukit batu di sebelah sana: yang satu bernama Bozes, yang lain bernama Sene.
 5  Ujung yang satu berdiri di sebelah utara di tentangan Mikhmas, yang lain di sebelah selatan di tentangan Geba.
 6  Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: "Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang."
 7  Lalu jawab pembawa senjatanya itu kepadanya: "Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat."
 8  Kata Yonatan: "Perhatikan, kita menyeberang ke dekat orang-orang itu dan memperlihatkan diri kepada mereka.
 9  Apabila kata mereka kepada kita begini: Berhentilah, sampai kami datang padamu, maka kita tinggal berdiri di tempat kita dan tidak naik mendapatkan mereka,
10  tetapi apabila kata mereka begini: Naiklah ke mari, maka kita akan naik, sebab kalau demikian TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita. Itulah tandanya bagi kita."
11  Ketika mereka keduanya memperlihatkan diri kepada pasukan pengawal orang Filistin, berkatalah orang Filistin itu: "Lihat, orang-orang Ibrani keluar dari lobang-lobang tempat mereka bersembunyi."
12  Orang-orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan dan pembawa senjatanya, katanya: "Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu." Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya: "Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel."
13  Maka naiklah Yonatan merangkak ke atas, dengan diikuti oleh pembawa senjatanya. Orang-orang itu tewas terparang oleh Yonatan, sedang pembawa senjatanya membunuh mereka dari belakangnya.
14  Kekalahan yang pertama ini, yang ditimbulkan Yonatan dan pembawa senjatanya itu, besarnya kira-kira dua puluh orang dalam jarak kira-kira setengah alur dari sepembajakan ladang.
15  Lalu timbullah kegentaran di perkemahan, di padang dan di antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan penjarah-penjarah itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi kegentaran yang dari Allah.
16  Ketika peninjau-peninjau Saul di Gibea Benyamin melihat hal itu--dan sesungguhnya, orang ramai seperti ombak berjalan ke sana ke mari--
17  berkatalah Saul kepada tentara yang bersama-sama dengan dia itu: "Periksalah barisan dan lihatlah siapa yang pergi dari pada kita." Mereka memeriksa barisan, dan ternyata Yonatan dan pembawa senjatanya tidak ada.
18  Lalu kata Saul kepada Ahia: "Bawalah baju efod ke mari." Karena pada waktu itu dialah yang memakai baju efod di antara orang Israel.
19  Tetapi sedang Saul berbicara kepada imam itu, maka kian lama kian bertambahlah keributan di perkemahan orang Filistin, sehingga Saul berkata pula kepada imam itu: "Biarlah!"
20  Kemudian berkumpullah Saul dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia itu; dan ketika mereka sampai ke tempat pertempuran, tampaklah setiap orang menikam temannya dengan pedang, suatu huru-hara yang sangat besar.
21  Lagipula orang-orang Ibrani yang telah lama tinggal pada orang Filistin dan yang telah ikut maju dalam tentara mereka, mereka juga berbalik untuk bergabung dengan orang-orang Israel yang ada bersama-sama dengan Saul dan Yonatan.
22  Bahkan, ketika semua orang Israel yang telah bersembunyi di pegunungan Efraim, mendengar bahwa orang Filistin telah lari, orang-orang itupun bergabung dengan mereka dalam pertempuran.
23  Demikianlah TUHAN menyelamatkan orang Israel pada hari itu. Pertempuran itu meluas sampai lewat Bet-Awen.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 4 Juli -- PENGKHOTBAH 5:9-18 - WARISAN ABADI

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Bacaan : PENGKHOTBAH 5:9-18
Setahun: Mazmur 106-107
Nats: Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kemalangannya sendiri. (Pengkhotbah 5:12)

Renungan:

WARISAN ABADI

Seorang pria tua bernama Pak Danu meninggal dunia di usia 82 tahun. Ia bukan orang kaya, tak punya rumah mewah atau harta melimpah. Namun, saat pemakamannya, ratusan orang hadir. Tampak para tetangga, mantan murid, rekan gereja, bahkan mereka yang pernah ia bantu secara diam-diam. Mereka datang karena ingin mengenang kasih, ketulusan, dan teladan hidupnya. Warisan Pak Danu bukanlah harta benda, tapi jejak kehidupan yang begitu berdampak di hati orang-orang yang mengenalnya.

Penulis kitab Pengkhotbah mengingatkan bahwa mengejar kekayaan tanpa arah yang benar adalah sia-sia. Ada orang bisa bekerja keras dan mengumpulkan harta, tetapi tetap gelisah dan tidak menikmati hidup. Ayat 11 menyoroti paradoks ini: orang yang bekerja keras dan hidup sederhana justru tidur nyenyak, sementara orang kaya yang serakah tidak tenang hidupnya. Mengapa? Karena hartanya justru membawa kekhawatiran, kecemasan, dan beban. Sebaliknya, orang biasa yang bekerja dengan jujur dapat tidur dengan nyenyak karena hatinya dipenuhi ketenangan.

Kebenaran firman Tuhan hari ini membuat saya bertanya, apa yang akan kita wariskan setelah kita tiada? Warisan abadi sejatinya bukanlah rekening bank, melainkan karakter, kasih, iman, dan pengaruh yang kita tinggalkan dalam hidup orang lain. Apa yang kita tabur hari ini, kepada keluarga, komunitas, dan pelayanan, akan menjadi warisan rohani yang terus hidup. Kiranya kebenaran ini mengingatkan kita untuk hidup dengan tujuan kekal, yakni mewariskan hati yang disentuh oleh kasih Kristus melalui hidup kita. --SYS/www.renunganharian.net
   
WARISAN TERBESAR BUKAN APA YANG KITA TINGGALKAN DI TANGAN ORANG, TAPI APA YANG KITA TANAM DI HATI SETIAP ORANG.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?PENGKHOTBAH+5:10-19

PENGKHOTBAH 5:10-19

10  (5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
11  (5-10) Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
12  (5-11) Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
13  (5-12) Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
14  (5-13) Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.
15  (5-14) Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.
16  (5-15) Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
17  (5-16) Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.
18  (5-17) Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.
19  (5-18) Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+106-107
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+106-107

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 4 Juli -- 1 Samuel 13:1-22 - Jangan Bertindak Bodoh!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Ayat SH: 1 Samuel 13:1-22

Judul: Jangan Bertindak Bodoh!

Semua orang ingin dipuji sebagai orang bijak. Namun, apakah semua orang bijak?

Sudah dua tahun lamanya Saul memerintah Israel dan memimpin pasukan perang. Yonatan mengalahkan pasukan Filistin, dan Saul langsung memberitakannya ke semua rakyat Israel dengan sangkakala. Ini mendatangkan kemarahan orang Filistin dan serangan besar atas Israel di Mikhmas (1-5).

Karena terjepit, banyak rakyat Israel bersembunyi dan melarikan diri. Sementara itu, Saul dan rakyat yang mengikutinya masih menunggu Samuel di Gilgal. Setelah tujuh hari, Saul menjadi resah sehingga ia bertindak sendiri dengan mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan (6-9).

Setelah selesai, Samuel datang dan menegur Saul yang tidak sabar menunggu. Ada keangkuhan dalam hati Saul sebagai raja, seolah-olah tanpa Samuel pun ia bisa memohon perkenanan TUHAN. Kata Samuel, "Sungguh bodoh tindakanmu itu!" (13). Saul tidak menaati perintah TUHAN sehingga TUHAN tidak akan mengokohkan kerajaannya, dan akan mencari seorang yang berkenan di hati-Nya sebagai pemimpin umat-Nya (13-14).

Tindakan yang Saul pikir bijak adalah tindakan bodoh. Meskipun Saul adalah raja yang dipilih TUHAN dan diberi Roh sehingga ia dapat memerintah Israel dengan bijak, namun akibat kebodohannya yang melawan TUHAN, TUHAN pun tidak lagi berkenan kepadanya.

Hati-hatilah, upaya kita untuk bertindak bijak menurut pandangan kita sendiri belum tentu benar di hadapan Tuhan, bahkan dapat berujung pada tindakan bodoh yang tidak Tuhan perkenan dan sangat merugikan kita. Akhirnya, bukannya mengikuti rancangan Tuhan yang benar, kita malah menyimpang dari Tuhan dan memutuskan pengharapan akan masa depan.

Sekali-kali janganlah kita menganggap diri kita serba bisa. Sehebat dan sebesar apa pun keberhasilan yang kita capai, kita tetaplah manusia yang seharusnya taat kepada Allah. Dengarkanlah firman-Nya dan jadilah bijak, supaya dalam kesempitan sekalipun, kita tetap setia kepada Tuhan. [NRG]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/07/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+13:1-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+13:1-22

1 Samuel 13:1-22

 1  Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun ia memerintah atas Israel.
 2  Saul memilih tiga ribu orang dari antara orang Israel; dua ribu orang ada bersama-sama dengan Saul di Mikhmas dan di pegunungan Betel, sedang seribu orang ada bersama-sama dengan Yonatan di Gibea Benyamin, tetapi selebihnya dari rakyat itu disuruhnya pulang, masing-masing ke kemahnya.
 3  Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya."
 4  Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal.
 5  Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen.
 6  Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
 7  malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.
 8  Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
 9  Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
10  Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
11  Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
12  maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
13  Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.
14  Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu."
15  Kemudian berangkatlah Samuel dan pergi dari Gilgal ke Gibea Benyamin. Tetapi Saul memeriksa barisan rakyat yang ada bersama-sama dengan dia itu: kira-kira enam ratus orang banyaknya.
16  Saul dan Yonatan, anaknya, dan rakyat yang ada bersama-sama dengan mereka, tinggal di Geba-Benyamin, sedang orang Filistin berkemah di Mikhmas.
17  Maka keluarlah orang-orang penjarah dari perkemahan orang Filistin dalam tiga gerombolan: gerombolan yang satu mengambil jalan ke Ofra, ke daerah Syual;
18  gerombolan yang kedua mengambil jalan ke Bet-Horon, dan gerombolan yang satu lagi mengambil jalan ke perbatasan yang menghadap ke lembah Zeboim arah ke padang gurun.
19  Seorang tukang besi tidak terdapat di seluruh negeri Israel, sebab orang Filistin berkata: "Jangan-jangan orang Ibrani membuat pedang atau tombak."
20  Jadi semua orang Israel harus pergi kepada orang Filistin untuk mengasah mata bajaknya, beliungnya, kapaknya atau aritnya masing-masing--
21  adapun bayarannya ialah dua pertiga syikal untuk mata bajak dan beliung, dan sepertiga syikal untuk mengasah kapak dan untuk memasang kusa--
22  sehingga pada hari pertempuran itu sebilah pedang atau lembingpun tidak terdapat pada seluruh rakyat yang ada bersama Saul dan Yonatan. Tetapi Saul dan Yonatan, anaknya itu, masih mempunyainya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 3 Juli -- MATIUS 25:1-13 - BERJAGA DALAM MASA PENANTIAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 3 Juli 2026
Bacaan : MATIUS 25:1-13
Setahun: Mazmur 103-105
Nats: "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu hari maupun saatnya." (Matius 25:13)

Renungan:

BERJAGA DALAM MASA PENANTIAN

Yesus pernah menceritakan perumpamaan tentang sepuluh gadis yang menantikan kedatangan mempelai laki-laki. Lima di antaranya disebut bijaksana karena membawa persediaan minyak untuk pelita mereka. Lima yang lain disebut bodoh karena tidak mempersiapkan minyak tambahan. Ketika mempelai itu datang pada waktu malam, pelita lima gadis bijaksana tetap menyala, tetapi pelita lima gadis bodoh mulai padam.

Minyak dalam pelita melambangkan kehidupan rohani yang terus dipelihara. Orang yang bijaksana menjaga imannya tetap menyala melalui doa, firman Tuhan, dan hidup yang taat. Ia tidak menunda-nunda untuk hidup benar karena ia tahu bahwa Tuhan dapat datang kapan saja. Sebaliknya, orang yang tidak berjaga sering merasa masih ada banyak waktu. Ia menunda pertobatan dan tidak memelihara hubungannya dengan Tuhan. Ketika saatnya tiba, ia tidak siap.

Perumpamaan ini mengingatkan kita tentang masa penantian umat Tuhan akan kedatangan Kristus yang kedua kali. Tidak seorang pun tahu kapan saatnya tiba. Karena itu, yang penting bukan sekadar menunggu, tetapi menunggu dengan hati yang siap. Menantikan kedatangan Kristus bukanlah sikap pasif. Itu adalah kehidupan yang penuh kesetiaan setiap hari. Setiap doa, setiap ketaatan, dan setiap kasih yang kita lakukan adalah seperti menambahkan minyak pada pelita kita.

Marilah kita hidup seperti lima gadis bijaksana, yang tetap setia dan berjaga. Ketika Kristus datang kembali, kita siap menyambut-Nya dengan sukacita. --TMN/www.renunganharian.net
   
HATI YANG BERJAGA AKAN SIAP MENYAMBUT TUHAN KAPAN PUN IA DATANG.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MATIUS+25:1-13

MATIUS 25:1-13

 1  "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
 2  Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
 3  Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
 4  sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
 5  Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
 6  Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
 7  Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
 8  Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
 9  Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
10  Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
11  Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
12  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
13  Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+103-105
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+103-105

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 3 Juli -- 1 Samuel 12 - Mengajarkan Jalan yang Baik

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 3 Juli 2026
Ayat SH: 1 Samuel 12

Judul: Mengajarkan Jalan yang Baik

Menjadi pengajar adalah tugas mulia karena pengajar membawa orang yang diajar ke arah yang lebih baik. Karena itu, pengajar haruslah orang yang memiliki keahlian khusus dan pengalaman, seperti Samuel.

Siapakah Samuel? Ia pemimpin Israel sejak masa muda sampai tuanya. Ia tidak pernah mengambil apa pun, menindas atau memeras siapa pun, serta menerima suap dari tangan siapa pun (2-5). Ia tidak pernah melakukan kesalahan terhadap bangsanya.

Samuel mengungkapkan pertolongan TUHAN terhadap bangsa-Nya dari perbudakan Mesir, dari tangan panglima Sisera, dari serangan bangsa Filistin, dan raja Moab (6-11). Namun, saat ada ancaman dari Nahas, mereka meminta adanya seorang raja. Menurut Samuel, itu berarti menolak TUHAN karena sesungguhnya TUHANlah Raja mereka (12).

Meskipun ada penolakan, TUHAN tetap mengasihi bangsa-Nya. Ia mengabulkan permintaan mereka. Maka, Samuel mengajar mereka untuk takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan suara-Nya, tidak menentang titah-Nya, dan tetap mengikuti-Nya (13-15).

Demi meneguhkan iman bangsa Israel, Samuel meminta agar TUHAN menurunkan guruh dan hujan. Maka terjadilah seperti yang dimintanya, dan seluruh bangsa menjadi sangat takut kepada TUHAN. Peristiwa ini menyadarkan bangsa Israel akan dosa-dosa mereka kepada TUHAN. Kembali Samuel mengajar mereka untuk beribadah kepada TUHAN dengan segenap hati dan setia karena TUHAN tidak akan meninggalkan umat-Nya (16-25).

Pengajaran Samuel mengingatkan kita juga akan kebaikan Tuhan yang sudah kita alami. Ada perintah yang juga harus kita laksanakan, yaitu tetap beribadah kepada-Nya, selalu mendengarkan firman-Nya, dan tidak menyimpang dari-Nya. Ingat, Tuhan tetap menolong anak-anak yang dikasihi-Nya meski mereka pernah melakukan kesalahan, asal kembali kepada-Nya.

Peringatan bagi kita: jangan kita terus berbuat dosa karena akan ada akibatnya. Belajarlah mengikuti jalan kesetiaan kepada Tuhan kita. [NRG]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/07/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+12

1 Samuel 12

 1  Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan seorang raja telah kuangkat atasmu.
 2  Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini.
 3  Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu."
 4  Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun."
 5  Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nyapun menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka: "Dia menjadi saksi."
 6  Lalu berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Tuhanlah saksi, yang mengangkat Musa dan Harun dan yang menuntun nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir.
 7  Maka sebab itu, berdirilah supaya aku bersama-sama dengan kamu berhakim di hadapan TUHAN mengenai segala perbuatan keselamatan TUHAN yang telah dikerjakan-Nya kepadamu dan kepada nenek moyangmu.
 8  Ketika Yakub datang ke Mesir dan nenek moyangmu berseru-seru kepada TUHAN, maka TUHAN mengutus Musa dan Harun, yang membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir, dan membiarkan mereka diam di tempat ini.
 9  Tetapi mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan Sisera, panglima tentara di Hazor, dan ke dalam tangan orang Filistin dan raja Moab, yang berperang melawan mereka.
10  Mereka berseru-seru kepada TUHAN, katanya: Kami telah berdosa, sebab kami telah meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada para Baal dan para Asytoret; maka sekarang lepaskanlah kami dari tangan musuh kami, maka kami akan beribadah kepada-Mu.
11  Sesudah itu TUHAN mengutus Yerubaal, Barak, Yefta dan Samuel, dan melepaskan kamu dari tangan musuh di sekelilingmu, sehingga kamu diam dengan tenteram.
12  Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon, mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu.
13  Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu,
14  asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu!
15  Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu.
16  Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini.
17  Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu."
18  Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel.
19  Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa kami dengan kejahatan ini."
20  Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.
21  Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka.
22  Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya?
23  Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.
24  Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
25  Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 2 Juli -- KOLOSE 3:1-4 - HIDUP YANG MENCARI KRISTUS

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 2 Juli 2026
Bacaan : KOLOSE 3:1-4
Setahun: Mazmur 96-102
Nats: ... carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada .... Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi. (Kolose 3:1-2)

Renungan:

HIDUP YANG MENCARI KRISTUS

"Beda pendapat tak jadi masalah, beda pendapatan? Itu masalah besar." Kelakar getir itu menguak kenyataan pahit: Karena urusan mendapatkan pendapatan, teman menjadi musuh, pendukung menjadi oposisi, tangan kanan menjadi pengkhianat. Bagi sebagian orang, memperoleh pendapatan besar adalah tujuan hidup yang dikejar dan dicari.

Namun, Rasul Paulus menasihati, "Carilah hal-hal yang di atas ... pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi" (ay. 1-2). "Hal-hal yang di bumi" dalam ayat 2 ini bukan hal-hal yang ada di bumi (keluarga, pendidikan, ekonomi, harta, dll.) pada dirinya sendiri, melainkan ketika hal-hal itu menjadi allah lain, menjadi tujuan dan prioritas hidup. Dan, "mencari yang di atas" bukanlah mencampakkan semua hal di dunia, melainkan melihat dunia dan segala masalahnya dengan pusat yang baru, yaitu Kristus yang telah bangkit (ay. 3-4). "Mencari yang di atas" adalah berjuang menaati kehendak Kristus dalam hidup sesehari di bumi.

Itu seperti apa?

Ketika seseorang tetap jujur meskipun itu menutup banyak peluangnya, ketika karyawan yang terabaikan memilih tetap setia tanpa menjelekkan rekan kerjanya, ketika seorang pengusaha membayar karyawan tepat waktu walaupun kondisi usaha sedang berat, mereka semua "mencari yang di atas", tetapi tetap mengerjakan yang di bumi. "Yang di atas" hadir di tengah yang di bumi; tidak memisahkan, tidak merendahkan, tetapi menyucikan.

Demikianlah, hidup yang mencari Kristus tidak membuang dunia, tetapi justru menolong dunia menjadi lebih baik. --EE/www.renunganharian.net
   
"YANG DI ATAS" HADIR DI TENGAH YANG DI BUMI. IA TIDAK MEMISAHKAN, TIDAK MERENDAHKAN, TETAPI MENYUCIKAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/07/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KOLOSE+3:1-4

KOLOSE 3:1-4

 1  Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
 2  Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
 3  Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
 4  Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Mazmur+96-102
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+96-102

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]