e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 28 Maret 2025
Bacaan : KEJADIAN 28:10-22
Setahun: 1 Samuel 4-8
Nats: Yakub bangun dari tidurnya lalu berkata, "Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." (Kejadian 28:16)
Renungan:
HATI ADALAH RUMAH ALLAH
Seberapa yakinkah Anda bahwa Allah menyertai Anda? Sebab, sering kali keyakinan itu memudar ketika kita tengah berada di persimpangan hidup, ketika sedang dalam fase terberat dalam hidup. Ironisnya, bukankah justru pada saat-saat itulah semestinya kita memperteguh keyakinan tersebut?
Yakub tersadar akan penyertaan Allah justru ketika ia berada dalam persimpangan hidup yang membuatnya melupakan Allah. Saat itu, Yakub harus pergi meninggalkan rumahnya dalam kondisi tidak baik. Ia harus menghindari Esau, dan ibunya mengatur agar ayahnya mengutus dia pergi ke rumah kakeknya untuk mencari istri. Kondisi ini membuat hatinya begitu gundah dan kesepian. Pergolakan batinnya membuatnya melupakan Allah. Hingga pada suatu tempat ia beristirahat dan Allah menyatakan diri-Nya di sana, barulah tergugah hatinya. Yakub tersadar bahwa sesungguhnya Allah selalu besertanya, tetapi ia tidak menyadarinya karena ia hanya mengisi hatinya dengan kegundahan semata. Ia pun menamai tempat istirahat itu "Betel", yang berarti "Rumah Allah", sebagai pengingat bahwa sejatinya hatinya adalah Rumah Allah, di mana Allah selalu menyertainya.
Sering kali kita bersikap sama seperti Yakub. Kita memenuhi hati dengan berbagai pergumulan sehingga tidak ada ruang untuk Allah. Marilah kita belajar untuk membukakan ruang di hati dengan memberi waktu bagi hati untuk beristirahat sejenak dari gundahnya pergumulan sehingga kita dapat merasakan kehadiran Allah yang sejatinya menjadikan hati kita sebagai rumah-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net
DALAM SETIAP PERGUMULAN, INGATLAH BAHWA ALLAH BERKENAN MENJADIKAN HATI KITA SEBAGAI RUMAH-NYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/03/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+28:10-22
KEJADIAN 28:10-22
10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.
20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+4-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+4-8
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 28 Maret 2025
Bacaan : KEJADIAN 28:10-22
Setahun: 1 Samuel 4-8
Nats: Yakub bangun dari tidurnya lalu berkata, "Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." (Kejadian 28:16)
Renungan:
HATI ADALAH RUMAH ALLAH
Seberapa yakinkah Anda bahwa Allah menyertai Anda? Sebab, sering kali keyakinan itu memudar ketika kita tengah berada di persimpangan hidup, ketika sedang dalam fase terberat dalam hidup. Ironisnya, bukankah justru pada saat-saat itulah semestinya kita memperteguh keyakinan tersebut?
Yakub tersadar akan penyertaan Allah justru ketika ia berada dalam persimpangan hidup yang membuatnya melupakan Allah. Saat itu, Yakub harus pergi meninggalkan rumahnya dalam kondisi tidak baik. Ia harus menghindari Esau, dan ibunya mengatur agar ayahnya mengutus dia pergi ke rumah kakeknya untuk mencari istri. Kondisi ini membuat hatinya begitu gundah dan kesepian. Pergolakan batinnya membuatnya melupakan Allah. Hingga pada suatu tempat ia beristirahat dan Allah menyatakan diri-Nya di sana, barulah tergugah hatinya. Yakub tersadar bahwa sesungguhnya Allah selalu besertanya, tetapi ia tidak menyadarinya karena ia hanya mengisi hatinya dengan kegundahan semata. Ia pun menamai tempat istirahat itu "Betel", yang berarti "Rumah Allah", sebagai pengingat bahwa sejatinya hatinya adalah Rumah Allah, di mana Allah selalu menyertainya.
Sering kali kita bersikap sama seperti Yakub. Kita memenuhi hati dengan berbagai pergumulan sehingga tidak ada ruang untuk Allah. Marilah kita belajar untuk membukakan ruang di hati dengan memberi waktu bagi hati untuk beristirahat sejenak dari gundahnya pergumulan sehingga kita dapat merasakan kehadiran Allah yang sejatinya menjadikan hati kita sebagai rumah-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net
DALAM SETIAP PERGUMULAN, INGATLAH BAHWA ALLAH BERKENAN MENJADIKAN HATI KITA SEBAGAI RUMAH-NYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2025/03/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KEJADIAN+28:10-22
KEJADIAN 28:10-22
10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.
20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+4-8
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+4-8
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2025 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA