(e-RH) 23 September -- YUDAS 1:17-23 - MEMBANGUN IMAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 23 September 2026
Bacaan : YUDAS 1:17-23
Setahun: Amos 6-9
Nats: Namun kamu, Saudara-saudara yang terkasih, dengan membangun dirimu di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoa dalam Roh Kudus, .... (Yudas 1:20)

Renungan:

MEMBANGUN IMAN

Saat itu, gereja mula-mula sesungguhnya tidak sedang menghadapi penganiayaan dari luar, melainkan ancaman dari dalam. Ancaman itu berupa ajaran yang menyimpang, kehidupan yang tidak bertanggung jawab, dan penyalahgunaan kasih karunia mulai merusak iman pengikut Kristus. Yudas, dengan hati seorang gembala, menulis surat singkat ini untuk membangunkan umat agar tidak lengah demi menjaga iman mereka.

Yudas menegaskan bahwa iman kistiani adalah warisan yang berharga dan harus dibangun. Iman bukan sekadar pengetahuan atau tradisi, tetapi kebenaran hidup yang membentuk sikap dan perilaku. Karena itu, Yudas mendorong umat percaya untuk membangun diri di atas iman yang benar, setia berdoa, dan hidup dalam kasih Allah. Menjaga iman berarti tetap berakar pada firman Tuhan di tengah berbagai suara yang menyesatkan.

Pesan ini sungguh relevan bagi kita hari ini. Kita hidup di zaman yang penuh kompromi, ketika kebenaran sering dikaburkan demi kenyamanan dan penerimaan sosial. Tanpa disadari, iman bisa menjadi dangkal, hanya sekadar label rohani tanpa dampak berarti. Yudas mengingatkan bahwa iman yang dewasa tidak tumbuh dengan sendirinya. Iman perlu dirawat dengan kesadaran, ketekunan, dan kerendahhatian. Dan membangun iman berarti memiliki keberanian untuk hidup benar meski dianggap tidak populer, setia pada nilai-nilai firman Tuhan, dan tetap mengasihi sesama tanpa kehilangan kebenaran. Kita dipanggil untuk teguh, tetapi tidak keras; selalu waspada, tetapi tetap penuh belas kasih. --SYS/www.renunganharian.net
   
IMAN YANG TERBANGUN BUKAN IMAN YANG TAKUT PADA DUNIA, TETAPI IMAN YANG KUAT UNTUK TETAP SETIA DI DALAM TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?YUDAS+1:17-23

YUDAS 1:17-23

17  Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
18  Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
19  Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
20  Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
21  Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
22  Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,
23  selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Amos+6-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+6-9

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 23 September -- Galatia 2:1-10 - Tekanan Sosial

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 23 September 2026
Ayat SH: Galatia 2:1-10

Judul: Tekanan Sosial

Salah satu "budaya" negatif dalam kehidupan manusia adalah ketidakberanian untuk mempertahankan pendapat yang benar dan malah mengikuti pandangan kelompok yang belum tentu benar. Ini disebut peer pressure, dan dalam masyarakat luas ini merupakan tekanan massa.

Ini bukan fenomena baru. Di tengah tekanan dari para pengajar palsu yang ingin menambahkan syarat-syarat legalistik ke dalam Injil Kristus, Paulus berdiri teguh untuk membela kebenaran Injil. Dalam pembelaannya, ia menceritakan pertemuannya dengan para rasul di Yerusalem.

Empat belas tahun setelah pertobatannya, Paulus meriwayatkan bahwa ia pergi ke Yerusalem bersama Barnabas dan Titus (1-2). Karena Titus adalah seorang non-Yahudi, ia tidak diwajibkan untuk disunat menurut hukum Musa. Hal ini menegaskan bahwa keselamatan adalah oleh anugerah semata, bukan karena sekadar mengikuti hukum (3-5). Para rasul juga tidak berusaha menambahkan apa pun ke dalam Injil, dan inilah Injil yang diberitakan Paulus (6). Sebaliknya, mereka mengakui anugerah Allah dalam pelayanan Paulus, bahwa ia diutus kepada orang non-Yahudi sama seperti Petrus diutus kepada orang Yahudi (7-9). Mereka hanya meminta agar Paulus tetap peduli kepada orang miskin, sesuatu yang memang sudah ia lakukan selama ini (10).

Injil Kristus tidak mundur dan tidak tunduk pada peraturan ataupun persetujuan manusia, sebesar apa pun tekanan yang mereka berikan. Sebaliknya, Injil Kristus mempersatukan orang-orang dari latar belakang berbeda dalam satu kebenaran asali: keselamatan oleh anugerah Allah melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Adakah Anda sedang tergoda untuk menambahkan sesuatu ke dalam anugerah Allah seperti pengakuan dan penerimaan kelompok tertentu? Mintalah keberanian kepada Tuhan agar kita bisa hidup dalam kebebasan Injil sejati, keselamatan yang pasti, dan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan di tengah tekanan. Maka, kita juga bisa mempertanggungjawabkan iman kepada Allah. [IBS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/09/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Galatia+2:1-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+2:1-10

Galatia 2:1-10

 1  Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga.
 2  Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang--,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha.
 3  Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya.
 4  Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita.
 5  Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu.
 6  Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu--bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka--bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku.
 7  Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat
 8  --karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.
 9  Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;
10  hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 22 September -- IMAMAT 11:43-47 - SIAPA YANG MENGUDUSKAN?

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 22 September 2026
Bacaan : IMAMAT 11:43-47
Setahun: Amos 1-5
Nats: "Sebab, Akulah Tuhan, Allahmu. Haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus. Janganlah kamu menajiskan dirimu ...." (Imamat 11:44)

Renungan:

SIAPA YANG MENGUDUSKAN?

Banyak orang Kristen beranggapan bahwa membaca kitab Imamat sungguh membosankan. Di sana terdapat banyak pengulangan perintah serta larangan dengan rincian yang amat ketat mengenai berbagai jenis kurban serta tata cara pelaksanaannya. Semua ini pastinya terasa asing bagi kita saat ini. Namun, bagi umat Allah di Perjanjian Lama, memahami hal ini adalah suatu keharusan agar mereka dapat menjalankan ibadah yang berkenan kepada Allah.

Berbagai aturan ini diberikan agar umat Allah menyadari bahwa Allah itu kudus adanya. Sebaliknya, manusia itu penuh dosa. Allah tidak dapat dihampiri secara sembarangan oleh manusia berdosa. Karenanya, Dia menyingkapkan bagaimana agar kita dapat mendekati-Nya. Dia menetapkan cara bagaimana supaya manusia menjadi kudus sehingga mereka berkenan kepada-Nya. Dia menetapkan ritual pembasuhan dan penyucian dengan bimbingan para imam. Dia juga menentukan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan, termasuk soal haram-halal makanan.

Lantas, ketika menaati semua ini, apakah seseorang dapat menjadi benar-benar kudus serta berkenan kepada Allah? Semua ini rupanya hanyalah pengingat bagi umat Allah bahwa ada dosa yang harus dibereskan. Dan itu tidak dapat dikerjakan oleh manusia. Alkitab mengajarkan bahwa ternyata, semua ini hanyalah bayangan dari sesuatu yang akan Allah kerjakan melalui Kristus (Kol. 2:17; Ibr. 8:5;10:1). Dialah penggenapannya, melalui pengurbanan-Nya satu kali untuk selamanya (Ibr. 9:11-28). Bukan darah binatang atau ritual penyucian manusia, melainkan darah Yesus, Sang Anak Allah, itulah yang menyucikan kita dari segala dosa (1Yoh. 1:7). --HT/www.renunganharian.net
   
MANUSIA BERDOSA TAK BERKUASA MENGUDUSKAN DIRINYA, SYUKURNYA ALLAH MENYEDIAKAN JALAN PENYUCIAN DI DALAM KRISTUS DENGAN CUMA-CUMA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IMAMAT+11:43-47

IMAMAT 11:43-47

43  Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.
44  Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.
45  Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.
46  Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi,
47  yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Amos+1-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+1-5

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 22 September -- Galatia 1:11-24 - Malu Bukan Tabu

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 22 September 2026
Ayat SH: Galatia 1:11-24

Judul: Malu Bukan Tabu

Dalam rubrik "Malu Bukan Tabu" pada majalah sekolah yang saya menjadi editornya dahulu, siswa-siswi bisa secara anonim berbagi pengalaman mereka yang memalukan. Kami tersenyum, tertawa, hingga tercengang karenanya.

Dalam bagian ini, Paulus melanjutkan membela kerasulannya dan asal-usul Injil yang ia beritakan kepada jemaat. Mereka sedang digoyahkan oleh para pengajar aliran legalistik yang mempertanyakan otoritas dan pesan Paulus. Maka, ia menanggapinya dengan menyatakan secara tegas bahwa Injil yang ia beritakan bukan hasil ciptaan manusia. Ia menerima Injil melalui penyataan dari Kristus (11-12).

Ia kemudian menceritakan masa lalunya sebagai penganut agama Yudaisme yang sangat taat, dan hal itu membuatnya memiliki sikap untuk menganiaya jemaat (13-14). Namun, Allah yang memilih dan memanggilnya dengan anugerah-Nya, menyatakan Kristus kepadanya agar ia memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain (15-16). Ia menegaskan bahwa setelah pertobatannya, ia tidak langsung berkonsultasi dengan siapa pun di Yerusalem (17).

Ia mengatakan dengan jujur bahwa pergaulannya dengan para rasul sangat terbatas (18-20), dan jemaat-jemaat hanya tahu satu hal: "ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman yang pernah hendak dibinasakannya" (23).

Injil Kristus bukan ciptaan manusia, melainkan wahyu ilahi. Hidup Paulus yang diubah secara radikal adalah bukti bahwa kasih karunia Allah dapat mengubah siapa saja, termasuk Paulus yang memiliki masa lalu yang bisa dikatakan memalukan sekalipun. Ini pun berlaku untuk kita, pengikut Kristus. Andai kita memiliki masa lalu yang tidak ideal, itu pun tidak mendiskualifikasi kita untuk dipakai Tuhan.

Apakah Anda merasa kisah hidup Anda seperti tabu atau terlalu rusak bagi Tuhan? Kehidupan Paulus membuktikan bahwa Allah sanggup menebus, memulihkan, dan mengubahkan kita bagi kemuliaan-Nya. Karena itu, bagikanlah kesaksian pribadi Anda sebagai bukti betapa besarnya anugerah Allah bagi yang mau mengikut-Nya. [IBS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/09/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Galatia+1:11-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+1:11-24

Galatia 1:11-24

11  Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
12  Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
13  Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
14  Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
15  Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
16  berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
17  juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
18  Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
19  Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
20  Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
21  Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
22  Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
23  Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
24  Dan mereka memuliakan Allah karena aku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 21 September -- 1 SAMUEL 17:1-11 - PERLINDUNGAN YANG SEMPURNA?

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 21 September 2026
Bacaan : 1 SAMUEL 17:1-11
Setahun: Yoel 1-3
Nats: Di kepalanya ada ketopong tembaga. Ia memakai baju zirah bersisik; berat baju zirah itu lima ribu syikal tembaga. Penutup dari tembaga ada di kakinya dan lembing tembaga di antara kedua bahunya. (1 Samuel 17:5-6)

Renungan:

PERLINDUNGAN YANG SEMPURNA?

Ada banyak cara seseorang melindungi dirinya dari kejahatan dan kecelakaan. Ia mungkin memasang pagar tinggi dan CCTV di rumahnya, mengasuransikan segala miliknya, membuat ruang rahasia bawah tanah, menyewa pengawal pribadi, dan lainnya, sampai ia merasa semua itu memberikannya perlindungan yang sempurna.

Siapa tidak kenal Goliat? Goliat berperawakan sangat tinggi. Sebagai tentara, ia melindungi diri sedemikian rupa, seperti: memakai ketopong tembaga di kepala, baju zirah yang bersisik dari tembaga, dan penutup kaki dari tembaga. Selain itu, ia dibantu seorang yang membawa perisai di depannya. Selain memakai alat pelindung, ia juga melindungi diri dengan berbagai senjata, seperti: pedang, tombak, dan lembing tembaga. Ia merasa telah sempurna terlindungi sehingga ia berani menantang barisan Israel untuk berperang satu lawan satu. Apakah memang ia memiliki perlindungan yang sempurna? Tentu tidak, ia akhirnya dapat dikalahkan oleh Daud, atas pertolongan Tuhan, dengan satu batu yang diumbannya sehingga tepat mengenai dahinya, satu bagian kecil di tubuhnya yang tidak terlindungi. Ia pun akhirnya mati.

Apakah kita hidup penuh kekhawatiran sehingga berusaha melindungi diri dengan berlebihan dan mengantisipasi setiap keadaan buruk yang mungkin saja terjadi? Mungkin kita bisa mengupayakan semua perlindungan itu, tetapi yakinlah bahwa semua itu tidak sempurna. Marilah kita datang kepada Tuhan yang sanggup memberikan perlindungan yang sempurna atas seluruh hidup kita. Serahkan diri kita kepada Dia yang kuat dan berkuasa melindungi kita. --ANT/www.renunganharian.net
   
INGATLAH! TIDAK ADA APA PUN DI DUNIA INI YANG MEMBERIKAN JAMINAN ATAU PERLINDUNGAN SEMPURNA.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+SAMUEL+17:1-11

1 SAMUEL 17:1-11

 1  Orang Filistin mengumpulkan tentaranya untuk berperang; mereka berkumpul di Sokho yang di tanah Yehuda dan berkemah antara Sokho dan Azeka di Efes-Damim.
 2  Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin.
 3  Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka.
 4  Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.
 5  Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga.
 6  Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga.
 7  Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.
 8  Ia berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya kepada mereka: "Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku.
 9  Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami."
10  Pula kata orang Filistin itu: "Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang."
11  Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Yoel+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yoel+1-3

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 21 September -- Galatia 1:1-10 - Ikuti Injil yang Orisinal

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Senin, 21 September 2026
Ayat SH: Galatia 1:1-10

Judul: Ikuti Injil yang Orisinal

Manusia memang pintar menciptakan barang imitasi, bahkan yang kualitasnya hampir menyamai yang asli. Namun, tetap saja tidak bisa disamakan dengan yang orisinal.

Hampir seperti itulah situasi pada masa itu di Galatia. Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia ditujukan kepada orang-orang percaya yang mulai terpengaruh oleh ajaran sesat-yang sering disebut penganut Yudaisme-yang mengajarkan bahwa iman hanya kepada Kristus saja tidak cukup. Mereka menekankan bahwa ketaatan kepada Hukum Musa (terutama sunat) masih diperlukan untuk keselamatan. Maka, Paulus menulis surat kepada jemaat di Galatia ini dengan penuh semangat untuk membela Injil kasih karunia yang sejati.

Rasul Paulus membuka suratnya dengan menegaskan otoritas kerasulannya-bukan dari manusia, melainkan langsung dari Yesus Kristus. Paulus menegaskan dan menekankan inti Injil, yaitu bahwa Yesus menyerahkan diri-Nya untuk dosa-dosa kita, guna menyelamatkan kita (1-5). Ia sangat terkejut karena jemaat Galatia dengan cepat beralih kepada "injil lain", yang sebenarnya bukan Injil sejati. Paulus memberi peringatan keras bahwa siapa pun-baik manusia maupun malaikat-yang memberitakan Injil yang berbeda akan mendapat kutuk dari Allah (6-9). Ia menekankan bahwa tujuan pelayanannya bukanlah untuk menyenangkan manusia, melainkan Allah semata. Hal inilah yang menunjukkan keaslian pesan Injil yang dibawanya (10).

Injil Yesus Kristus sudah lengkap dan sempurna.

Kematian dan kebangkitan Yesus sudah sepenuhnya cukup untuk keselamatan. Tidak perlu ditambah apa pun juga. Setiap pesan yang menyiratkan hal sebaliknya bukan hanya salah, tetapi juga membahayakan. Kita dipanggil untuk berdiri teguh dalam kebenaran Injil, meski tidak populer.

Adakah Saudara tanpa sadar, sedang atau sudah menambahkan sesuatu pada Injil, seperti usaha, pengakuan, atau tradisi? Mintalah Allah untuk menyelaraskan hati kita dengan kebenaran-Nya, dan mengembalikan serta memperbarui keyakinan kita hanya kepada Kristus. [IBS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/09/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Galatia+1:1-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+1:1-10

Galatia 1:1-10

 1  Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
 2  dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia:
 3  kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus,
 4  yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.
 5  Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
 6  Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
 7  yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
 8  Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
 9  Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
10  Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]

(e-RH) 20 September -- MIKHA 6:1-8 - TUNTUTAN TUHAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 20 September 2026
Bacaan : MIKHA 6:1-8
Setahun: Hosea 8-14
Nats: "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Apakah yang dituntut Tuhan darimu selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (Mikha 6:8)

Renungan:

TUNTUTAN TUHAN

Berapa banyak orang yang berusaha dengan keras demi mengejar citra sempurna di mata sesama? Bekerja tak kenal waktu agar terlihat sukses, cantik, kaya, dan bahagia. Merasa harus membeli barang tertentu supaya dianggap mampu dan up to date. Bekerja tanpa henti demi prestasi dan pengakuan. Konsumtif agar terlihat berkelas, menjalani gaya hidup hedon agar dianggap modern dan gaul. Mencari validasi setiap saat, hidup berdasar kata orang hingga jiwanya menjadi rapuh dan mudah terluka.

Israel memberikan kurban bakaran hingga ribuan domba jantan. Bahkan, mereka pun rela mempersembahkan anak-anak sulungnya. Persembahan yang demikian mungkin sempurna di mata manusia. Terlihat wah, spektakuler, religius, dan mengesankan. Malang, bagi Allah semua itu hanya sebuah ritual agama yang kosong, yang tidak dikenan-Nya.

Tuhan tidak pernah menuntut kesempurnaan dalam hal materi. Sekalipun hebat di mata dunia, kemewahan tidak berguna jika tidak disertai dengan kesempurnaan hati. Kesempurnaan dunia tidak dapat menutupi ketidakadilan, kekerasan, dan ketidaksetiaan kita kepada Tuhan. Tuhan menuntut kita untuk berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya. Tuhan mengukur integritas, bukan impresi. Menghargai ketaatan, bukan kemewahan. Menilai karakter, bukan besarnya persembahan. Jujur dan rendah hati lebih dihargai-Nya. Tuhan tidak menuntut kita terlihat hebat, melainkan melakukan pekerjaan dengan benar, jujur, dan setia. Tuhan rindu kita hidup dari kasih-Nya, bukan dari pujian manusia. --EBL/www.renunganharian.net
   
MANUSIA MEMUJI YANG TAMPAK BESAR, TETAPI TUHAN MELIHAT YANG BENAR.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?MIKHA+6:1-8

MIKHA 6:1-8

 1  Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu!
 2  Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel.
 3  "Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku!
 4  Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu.
 5  Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN."
 6  "Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun?
 7  Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?"
 8  "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hosea+8-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hosea+8-14

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
[Read more]

(e-SH) 20 September -- 2 Samuel 24 - Tindakan Allah yang Penuh Misteri

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 20 September 2026
Ayat SH: 2 Samuel 24

Judul: Tindakan Allah yang Penuh Misteri

Alkitab mengajarkan bahwa kita tidak mungkin mengerti tindakan Allah sepenuhnya, karena Ia adalah Allah yang tidak terbatas, sedangkan kita makhluk terbatas dan lemah.

Nas hari ini penuh dengan misteri yang tidak dijelaskan. Murka TUHAN menyala terhadap orang Israel dan Ia memengaruhi Daud untuk menghitung orang Israel dan Yehuda (1). Daud kemudian memerintahkan Yoab untuk melakukan sensus. Walaupun pada awalnya Yoab berusaha mencegah Daud, tetapi karena Daud bersikeras, maka akhirnya sensus tetap dilakukan (3-4). Namun, setelah itu gundahlah hati Daud dan ia memohon kepada Allah untuk menyingkirkan kesalahannya (10). Tetapi, Allah mengirim Nabi Gad untuk menyuruh Daud memilih hukuman yang akan dijatuhkan, apakah tujuh tahun kelaparan, atau tiga bulan Daud dikejar musuh, atau tiga hari sampar di negeri (12-13). Daud memilih sampar, dan TUHAN mendatangkan sampar yang mematikan 70.000 orang (15).

Kita tidak tahu mengapa sensus yang dilakukan Daud itu salah, mungkin karena Daud sekarang menganggap dirinya hebat. Kita juga tidak diberi tahu apa yang menyebabkan TUHAN murka kepada orang Israel. Dalam 3 pilihan yang diberikan kepada Daud, kita bisa menduga, Daud tidak akan memilih 7 tahun kelaparan, karena ia pernah mengalami 3 tahun kelaparan (lih.psl. 21). Daud juga tidak akan memilih dikejar musuh karena ia sudah kenyang dikejar-kejar oleh Saul. Jadi, masuk akal bila Daud memilih 3 hari Allah memberikan sampar. Tetapi lihat, apa yang Daud pilih sejalan dengan kehendak Allah, yang memang murka terhadap Israel, sehingga 70, 000 orang Israel mati.

Dalam kehidupan ini banyak hal yang kita tidak mengerti mengapa terjadi seperti ini atau itu. Ulangan 29:29 mengatakan "Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita". Artinya, kita tidak usah mencari tahu, karena itu bukan bagian untuk kita mengerti. Kita hanya perlu menyadari bahwa pada akhirnya semua akan terjadi sesuai apa yang telah Allah tetapkan. Jadi, apa pun yang terjadi, kita perlu menerimanya dengan hati bersyukur walau kita tidak mengerti. [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/09/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+24

2 Samuel 24

 1  Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda."
 2  Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: "Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka."
 3  Lalu berkatalah Yoab kepada raja: "Kiranya TUHAN, Allahmu, menambahi rakyat seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?"
 4  Namun titah raja itu terpaksa diikuti oleh Yoab dan oleh para panglima tentara. Maka pergilah Yoab dan panglima-panglima tentara itu atas perintah raja untuk mengadakan pendaftaran di antara bangsa Israel.
 5  Mereka menyeberangi sungai Yordan, lalu mulai dari Aroer dan dari kota yang terletak di tengah-tengah lembah ke arah Gad dan Yaezer.
 6  Kemudian sampailah mereka ke Gilead dan ke Kadesh di negeri orang Het. Selanjutnya sampailah mereka ke Dan dan dari Dan mengambil jurusan Sidon.
 7  Kemudian sampailah mereka ke tempat yang berkubu, Tirus, dan ke segala kota orang Hewi dan orang Kanaan; akhirnya tibalah mereka di bagian selatan Yehuda, di Bersyeba.
 8  Setelah mereka menjelajah seluruh negeri itu, sampailah mereka kembali ke Yerusalem setelah lewat sembilan bulan dan dua puluh hari.
 9  Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.
10  Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh."
11  Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman TUHAN kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian:
12  "Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman TUHAN: tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu."
13  Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."
14  Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."
15  Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang.
16  Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu." Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.
17  Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."
18  Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: "Pergilah, dirikanlah mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Arauna, orang Yebus itu."
19  Lalu pergilah Daud, sesuai dengan perkataan Gad, seperti yang diperintahkan TUHAN.
20  Ketika Arauna menjenguk dan melihat raja dengan pegawai-pegawainya mendapatkannya, pergilah Arauna ke luar, lalu sujud kepada raja dengan mukanya ke tanah.
21  Bertanyalah Arauna: "Mengapa tuanku raja datang kepada hambanya ini?" Jawab Daud: "Untuk membeli tempat pengirikan ini dari padamu dengan maksud mendirikan mezbah bagi TUHAN, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat."
22  Lalu berkatalah Arauna kepada Daud: "Baiklah tuanku raja mengambilnya dan mempersembahkan apa yang dipandangnya baik; lihatlah, itu ada lembu-lembu untuk korban bakaran, dan eretan-eretan pengirik dan alat perkakas lembu untuk kayu bakar.
23  Semuanya ini, ya raja, diberikan Arauna kepada raja." Arauna berkata pula kepada raja: "Kiranya TUHAN, Allahmu, berkenan kepadamu."
24  Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.
25  Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
[Read more]