e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 29 September 2026
Bacaan : RATAPAN 3:19-33
Setahun: Zakharia 1-7
Nats: Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya. (Ratapan 3:22)
Renungan:
HARAPAN TERSISA
Kehancuran Yerusalem, Bait Allah diratakan! Kondisi itu sungguh membuat umat Israel mengalami penderitaan yang mendalam. Bangsa yang dulu berkuasa kini hidup dalam kesedihan, kehilangan, dan kebingungan akan masa depan. Penulis Ratapan dengan jujur mengekspresikan duka, kekecewaan, bahkan keputusasaan bangsa itu. Latar belakang ini mengingatkan kita bahwa iman yang dewasa lahir bukan dari kemudahan hidup, tetapi dari belajar tetap bersandar pada Tuhan di tengah kehancuran.
Firman-Nya menegaskan bahwa meski penderitaan berat dan hati terasa hancur, ada satu kebenaran yang tidak berubah, yakni kasih setia dan rahmat Tuhan. Penulis kitab ini pun mengingatkan umat Israel untuk memandang Tuhan sebagai sumber pengharapan, bukan sekadar keadaan yang membaik. Kesadaran akan kasih Tuhan menjadi kekuatan iman ketika segala sesuatu tampak runtuh.
Hari ini, mungkin kita sedang mengalami masa-masa sulit seperti: doa terasa hampa, pekerjaan terasa begitu berat, atau hubungan yang retak. Dalam kesukaran itu, iman tidak diukur dari seberapa cepat masalah selesai, tetapi dari kemampuan kita tetap berpaut pada Tuhan. Harapan sejati muncul saat kita mengizinkan Tuhan menenangkan hati dan menuntun langkah, meski jalan tidak mudah. Dan kita diajak untuk berani menumpahkan air mata di hadapan Tuhan tanpa rasa malu, percaya bahwa kasih-Nya selalu tersedia, dan tetap melangkah dalam pengharapan yang Dia janjikan. Tuhan melihat setiap ratapan, dan di tangan-Nya, luka menjadi benih pertumbuhan rohani. --SYS/www.renunganharian.net
DI TENGAH KEHANCURAN, IMAN YANG BERSANDAR PADA KASIH SETIA TUHAN SELALU MENEMUKAN HARAPAN BARU.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?RATAPAN+3:19-33
RATAPAN 3:19-33
19 "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu."
20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:
22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
24 "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
27 Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.
28 Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
29 Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.
30 Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.
31 Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.
33 Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Zakharia+1-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Zakharia+1-7
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 29 September 2026
Bacaan : RATAPAN 3:19-33
Setahun: Zakharia 1-7
Nats: Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya. (Ratapan 3:22)
Renungan:
HARAPAN TERSISA
Kehancuran Yerusalem, Bait Allah diratakan! Kondisi itu sungguh membuat umat Israel mengalami penderitaan yang mendalam. Bangsa yang dulu berkuasa kini hidup dalam kesedihan, kehilangan, dan kebingungan akan masa depan. Penulis Ratapan dengan jujur mengekspresikan duka, kekecewaan, bahkan keputusasaan bangsa itu. Latar belakang ini mengingatkan kita bahwa iman yang dewasa lahir bukan dari kemudahan hidup, tetapi dari belajar tetap bersandar pada Tuhan di tengah kehancuran.
Firman-Nya menegaskan bahwa meski penderitaan berat dan hati terasa hancur, ada satu kebenaran yang tidak berubah, yakni kasih setia dan rahmat Tuhan. Penulis kitab ini pun mengingatkan umat Israel untuk memandang Tuhan sebagai sumber pengharapan, bukan sekadar keadaan yang membaik. Kesadaran akan kasih Tuhan menjadi kekuatan iman ketika segala sesuatu tampak runtuh.
Hari ini, mungkin kita sedang mengalami masa-masa sulit seperti: doa terasa hampa, pekerjaan terasa begitu berat, atau hubungan yang retak. Dalam kesukaran itu, iman tidak diukur dari seberapa cepat masalah selesai, tetapi dari kemampuan kita tetap berpaut pada Tuhan. Harapan sejati muncul saat kita mengizinkan Tuhan menenangkan hati dan menuntun langkah, meski jalan tidak mudah. Dan kita diajak untuk berani menumpahkan air mata di hadapan Tuhan tanpa rasa malu, percaya bahwa kasih-Nya selalu tersedia, dan tetap melangkah dalam pengharapan yang Dia janjikan. Tuhan melihat setiap ratapan, dan di tangan-Nya, luka menjadi benih pertumbuhan rohani. --SYS/www.renunganharian.net
DI TENGAH KEHANCURAN, IMAN YANG BERSANDAR PADA KASIH SETIA TUHAN SELALU MENEMUKAN HARAPAN BARU.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?RATAPAN+3:19-33
RATAPAN 3:19-33
19 "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu."
20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:
22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
24 "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
27 Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.
28 Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
29 Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.
30 Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.
31 Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.
33 Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Zakharia+1-7
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Zakharia+1-7
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
0 komentar:
Posting Komentar