e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 28 September 2026
Bacaan : BILANGAN 21:21-30
Setahun: Hagai 1-3
Nats: Tetapi, Sihon tidak mengizinkan orang Israel berjalan melewati daerahnya. Bahkan, ia menghimpun seluruh tentaranya dan keluar ke padang gurun menghadapi orang Israel .... (Bilangan 21:23)
Renungan:
MENGAPA "BERPERANG"?
Ada orang-orang yang menganggap berkelahi itu perlu untuk menunjukkan harga diri, keperkasaan, dan kekuatan agar tidak dianggap lemah. Orang demikian biasanya sering menyelesaikan masalah dengan perkelahian sekalipun sebenarnya masalah itu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang damai.
Seandainya Sihon, raja orang Amori, mengizinkan orang Israel berjalan melewati daerahnya, mungkin ceritanya bisa berbeda. Namun, ia menolak permintaan izin dari orang Israel untuk melewati daerahnya. Padahal orang Israel hanya minta izin untuk lewat di jalan raya saja, tidak masuk ke ladang dan kebun anggur mereka, bahkan tidak akan minum dari sumur mereka. Sihon mungkin tidak memercayai orang Israel sehingga Sihon tidak hanya menolak, ia bahkan membawa laskarnya untuk berperang menghadapi orang Israel. Dan bukannya menang, mereka justru kalah. Betapa malunya, karena merasa kuat mereka justru mengalami kerugian besar. Mengapa harus berperang? Bukankah ketika mereka tidak mengizinkan maka orang Israel tidak akan memaksakan diri, tetapi akan melewati jalan yang lain? Namun, nasi sudah menjadi bubur, akibat kurang bijaksana dan merasa kuat, akhirnya daerah dan kota-kota mereka dikuasai oleh orang Israel.
Mungkin kita sedang bermasalah dengan seseorang dan rasanya kita emosi dan ingin berlaku kasar terhadapnya. Biarlah kita sadar bahwa sikap kasar dan menantang justru semakin menambah masalah dan bisa jadi merugikan kita sendiri. Marilah kita tidak terpancing secara emosi, tetapi justru bersikap tenang dan berdoa, meminta hikmat agar kita dapat menyelesaikan masalah dengan bijak dan tepat. --ANT/www.renunganharian.net
USAHAKAN PENYELESAIAN YANG BAIK, BUKAN KONFLIK YANG MERUSAK DAN MENGHANCURKAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?BILANGAN+21:21-30
BILANGAN 21:21-30
21 Kemudian orang Israel mengirim utusan kepada Sihon, raja orang Amori, dengan pesan:
22 "Izinkanlah kami melalui negerimu; kami tidak akan menyimpang masuk ke ladang-ladang dan kebun-kebun anggurmu, kami tidak akan minum air sumurmu, di jalan besar saja kami akan berjalan, sampai kami melalui batas daerahmu."
23 Tetapi Sihon tidak mengizinkan orang Israel berjalan melalui daerahnya, bahkan ia mengumpulkan seluruh laskarnya, lalu keluar ke padang gurun menghadapi orang Israel, dan sesampainya di Yahas berperanglah ia melawan orang Israel.
24 Tetapi orang Israel mengalahkan dia dengan mata pedang dan menduduki negerinya dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok, sampai kepada bani Amon, sebab batas daerah bani Amon itu kuat.
25 Dan orang Israel merebut segala kota itu, lalu menetaplah mereka di segala kota orang Amori, di Hesybon dan segala anak kotanya.
26 Sebab Hesybon ialah kota kediaman Sihon, raja orang Amori; raja ini tadinya berperang melawan raja Moab yang lalu, dan merebut dari tangannya seluruh negerinya sampai ke sungai Arnon.
27 Itulah sebabnya penyair-penyair berkata: "Datanglah ke Hesybon, baiklah dibangun dan baiklah diperkuat kota kediaman Sihon itu!
28 Sebab api keluar dari Hesybon, nyala dari kota kediaman Sihon, yang memakan habis Ar-Moab, yang berkuasa atas bukit-bukit di sepanjang sungai Arnon.
29 Celakalah engkau, ya Moab; binasa engkau, ya bangsa Kamos! Ia membuat anak-anaknya lelaki menjadi orang-orang pelarian, dan anak-anaknya perempuan menjadi tawanan kepada Sihon, raja orang Amori.
30 Kita telah menembaki mereka, Hesybon binasa sampai ke Dibon, dan kita menanduskannya sampai ke Nofah, yang terbentang sampai ke Medeba."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hagai+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hagai+1-3
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 28 September 2026
Bacaan : BILANGAN 21:21-30
Setahun: Hagai 1-3
Nats: Tetapi, Sihon tidak mengizinkan orang Israel berjalan melewati daerahnya. Bahkan, ia menghimpun seluruh tentaranya dan keluar ke padang gurun menghadapi orang Israel .... (Bilangan 21:23)
Renungan:
MENGAPA "BERPERANG"?
Ada orang-orang yang menganggap berkelahi itu perlu untuk menunjukkan harga diri, keperkasaan, dan kekuatan agar tidak dianggap lemah. Orang demikian biasanya sering menyelesaikan masalah dengan perkelahian sekalipun sebenarnya masalah itu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang damai.
Seandainya Sihon, raja orang Amori, mengizinkan orang Israel berjalan melewati daerahnya, mungkin ceritanya bisa berbeda. Namun, ia menolak permintaan izin dari orang Israel untuk melewati daerahnya. Padahal orang Israel hanya minta izin untuk lewat di jalan raya saja, tidak masuk ke ladang dan kebun anggur mereka, bahkan tidak akan minum dari sumur mereka. Sihon mungkin tidak memercayai orang Israel sehingga Sihon tidak hanya menolak, ia bahkan membawa laskarnya untuk berperang menghadapi orang Israel. Dan bukannya menang, mereka justru kalah. Betapa malunya, karena merasa kuat mereka justru mengalami kerugian besar. Mengapa harus berperang? Bukankah ketika mereka tidak mengizinkan maka orang Israel tidak akan memaksakan diri, tetapi akan melewati jalan yang lain? Namun, nasi sudah menjadi bubur, akibat kurang bijaksana dan merasa kuat, akhirnya daerah dan kota-kota mereka dikuasai oleh orang Israel.
Mungkin kita sedang bermasalah dengan seseorang dan rasanya kita emosi dan ingin berlaku kasar terhadapnya. Biarlah kita sadar bahwa sikap kasar dan menantang justru semakin menambah masalah dan bisa jadi merugikan kita sendiri. Marilah kita tidak terpancing secara emosi, tetapi justru bersikap tenang dan berdoa, meminta hikmat agar kita dapat menyelesaikan masalah dengan bijak dan tepat. --ANT/www.renunganharian.net
USAHAKAN PENYELESAIAN YANG BAIK, BUKAN KONFLIK YANG MERUSAK DAN MENGHANCURKAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?BILANGAN+21:21-30
BILANGAN 21:21-30
21 Kemudian orang Israel mengirim utusan kepada Sihon, raja orang Amori, dengan pesan:
22 "Izinkanlah kami melalui negerimu; kami tidak akan menyimpang masuk ke ladang-ladang dan kebun-kebun anggurmu, kami tidak akan minum air sumurmu, di jalan besar saja kami akan berjalan, sampai kami melalui batas daerahmu."
23 Tetapi Sihon tidak mengizinkan orang Israel berjalan melalui daerahnya, bahkan ia mengumpulkan seluruh laskarnya, lalu keluar ke padang gurun menghadapi orang Israel, dan sesampainya di Yahas berperanglah ia melawan orang Israel.
24 Tetapi orang Israel mengalahkan dia dengan mata pedang dan menduduki negerinya dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok, sampai kepada bani Amon, sebab batas daerah bani Amon itu kuat.
25 Dan orang Israel merebut segala kota itu, lalu menetaplah mereka di segala kota orang Amori, di Hesybon dan segala anak kotanya.
26 Sebab Hesybon ialah kota kediaman Sihon, raja orang Amori; raja ini tadinya berperang melawan raja Moab yang lalu, dan merebut dari tangannya seluruh negerinya sampai ke sungai Arnon.
27 Itulah sebabnya penyair-penyair berkata: "Datanglah ke Hesybon, baiklah dibangun dan baiklah diperkuat kota kediaman Sihon itu!
28 Sebab api keluar dari Hesybon, nyala dari kota kediaman Sihon, yang memakan habis Ar-Moab, yang berkuasa atas bukit-bukit di sepanjang sungai Arnon.
29 Celakalah engkau, ya Moab; binasa engkau, ya bangsa Kamos! Ia membuat anak-anaknya lelaki menjadi orang-orang pelarian, dan anak-anaknya perempuan menjadi tawanan kepada Sihon, raja orang Amori.
30 Kita telah menembaki mereka, Hesybon binasa sampai ke Dibon, dan kita menanduskannya sampai ke Nofah, yang terbentang sampai ke Medeba."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Hagai+1-3
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hagai+1-3
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
0 komentar:
Posting Komentar