e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026
Bacaan : IBRANI 12:1-17
Setahun: 1 Tawarikh 25-27
Nats: Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. (Ibrani 12:15)
Renungan:
WASPADAI AKAR PAHIT!
Hak kesulungan melambangkan berkat rohani dan tanggung jawab kepemimpinan keluarga. Namun, Esau rela menjualnya kepada Yakub demi sepiring makanan. Ia tidak berpikir panjang dengan mempertimbangkan dampaknya. Ia hanya berpikir perkara duniawi, mengutamakan kenikmatan sesaat. Karena itu penulis kitab Ibrani membahasakan tindakan Esau ini dengan istilah cabul. Sebab, Esau mencemari atau menghina hal-hal rohani, tidak hormat terhadap kekudusan. Pilihannya yang gegabah itu pun membawa penyesalan mendalam tetapi tidak dapat dipulihkan. Dalam kemarahannya, Esau dendam terhadap Yakub, dan rusaklah kesatuan mereka sebagai keluarga.
Kisah Esau ini menjadi peringatan supaya kita jangan kehilangan anugerah Allah. Bukan berarti bahwa Allah mencabut keselamatan secara sewenang-wenang. Namun, respons kita yang gagal hidup dalam kasih karunia Allah itulah yang dapat membuat kita kehilangan anugerah-Nya. Dengan kata lain, kita dapat kehilangan kasih karunia Allah karena sikap hati kita sendiri yang menjauh, mengabaikan, atau menolaknya dengan berlaku dosa, memendam kepahitan dan hidup dalam ketidaktaatan.
Kita harus senantiasa waspada, berjaga-jaga terhadap hal-hal kecil dalam hati, yang berpotensi merusak. Kita perlu membersihkan hati secara rutin dari luka atau kepahitan yang belum beres. Cepat berdamai dan melepaskan pengampunan, supaya tidak berkembang menjadi akar pahit. Sebab akar pahit tidak hanya merusak diri-sendiri, melainkan dapat menjalar kepada orang lain, menghasilkan pertengkaran dan perpecahan. --EBL/www.renunganharian.net
LIBATKANLAH TUHAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN SUPAYA JANGAN BERAKHIR PADA PENYESALAN YANG TAK TERPULIHKAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+12:1-17
IBRANI 12:1-17
1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+25-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+25-27
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026
Bacaan : IBRANI 12:1-17
Setahun: 1 Tawarikh 25-27
Nats: Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. (Ibrani 12:15)
Renungan:
WASPADAI AKAR PAHIT!
Hak kesulungan melambangkan berkat rohani dan tanggung jawab kepemimpinan keluarga. Namun, Esau rela menjualnya kepada Yakub demi sepiring makanan. Ia tidak berpikir panjang dengan mempertimbangkan dampaknya. Ia hanya berpikir perkara duniawi, mengutamakan kenikmatan sesaat. Karena itu penulis kitab Ibrani membahasakan tindakan Esau ini dengan istilah cabul. Sebab, Esau mencemari atau menghina hal-hal rohani, tidak hormat terhadap kekudusan. Pilihannya yang gegabah itu pun membawa penyesalan mendalam tetapi tidak dapat dipulihkan. Dalam kemarahannya, Esau dendam terhadap Yakub, dan rusaklah kesatuan mereka sebagai keluarga.
Kisah Esau ini menjadi peringatan supaya kita jangan kehilangan anugerah Allah. Bukan berarti bahwa Allah mencabut keselamatan secara sewenang-wenang. Namun, respons kita yang gagal hidup dalam kasih karunia Allah itulah yang dapat membuat kita kehilangan anugerah-Nya. Dengan kata lain, kita dapat kehilangan kasih karunia Allah karena sikap hati kita sendiri yang menjauh, mengabaikan, atau menolaknya dengan berlaku dosa, memendam kepahitan dan hidup dalam ketidaktaatan.
Kita harus senantiasa waspada, berjaga-jaga terhadap hal-hal kecil dalam hati, yang berpotensi merusak. Kita perlu membersihkan hati secara rutin dari luka atau kepahitan yang belum beres. Cepat berdamai dan melepaskan pengampunan, supaya tidak berkembang menjadi akar pahit. Sebab akar pahit tidak hanya merusak diri-sendiri, melainkan dapat menjalar kepada orang lain, menghasilkan pertengkaran dan perpecahan. --EBL/www.renunganharian.net
LIBATKANLAH TUHAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN SUPAYA JANGAN BERAKHIR PADA PENYESALAN YANG TAK TERPULIHKAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/05/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?IBRANI+12:1-17
IBRANI 12:1-17
1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Tawarikh+25-27
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tawarikh+25-27
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
0 komentar:
Posting Komentar