(e-SH) 9 Mei -- Hakim-hakim 17 - Perbuatan Salah Dianggap Bawa Berkat

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 17

Judul: Perbuatan Salah Dianggap Bawa Berkat

Hakim-hakim 17-21 terdiri dari dua kisah besar yang sebenarnya terjadi pada awal zaman hakim-hakim karena menceritakan cucu Musa dan cucu Harun. Kelima pasal ini ditaruh di akhir Kitab Hakim-hakim untuk menekankan "pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel dan setiap orang melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri" (6; bdk. 21:25).

Mikha mengakui bahwa ia mencuri uang ibunya sebesar 1.100 keping perak setelah ia mendengar ibunya mengutuki orang yang mencuri uang tersebut (1-2). Mikha mengembalikannya, tetapi ibunya bersikeras agar uang itu dikuduskan bagi TUHAN serta digunakan oleh Mikha untuk membuat patung pahatan dan patung tuangan. Patung-patung itu ditaruh di rumah Mikha (3-4). Di rumah sembahyang Mikha terdapat efod dan terafim, dan seorang anak laki-lakinya ditahbiskan menjadi imam (5).

Ketika ada seorang Lewi lewat, Mikha memintanya untuk menjadi bapa dan imam di rumahnya (7-11). Mikha pun menahbiskan orang Lewi itu dan mengatakan bahwa TUHAN akan berbuat baik kepadanya karena seorang Lewi telah menjadi imam baginya (12-13).

Ibu Mikha mau menguduskan uang itu bagi TUHAN, tetapi melakukan tindakan yang sangat dibenci TUHAN, yaitu membuat patung pahatan atau patung tuangan (Ul. 27:15). Mikha mengangkat seorang Lewi menjadi imam, padahal orang itu bukan keturunan Harun (lihat Hak. 18:30), tetapi ia tetap yakin bahwa TUHAN berkenan kepada perbuatannya.

Hal seperti ini terjadi karena umat Allah pada masa itu tidak mengetahui apa yang merupakan perintah dan larangan TUHAN. Ironisnya, hal seperti ini juga sering terjadi dalam kehidupan orang Kristen zaman sekarang. Kita mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi kita masih mau melakukan apa yang dibenci Allah, lalu secara sepihak berpikir bahwa Allah senang dengan hidup kita.

Karena itu, mari kita belajar mengenal firman Allah dengan benar agar kita tidak jatuh ke dalam kesalahan yang menakutkan seperti ini. Kenali Dia dan lakukan apa yang benar! [INT]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+17
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+17

Hakim-hakim 17

 1  Ada seorang dari pegunungan Efraim, Mikha namanya.
 2  Berkatalah ia kepada ibunya: "Uang perak yang seribu seratus itu, yang diambil orang dari padamu dan yang karena itu kauucapkan kutuk--aku sendiri mendengar ucapanmu itu--memang uang itu ada padaku, akulah yang mengambilnya." Lalu kata ibunya: "Diberkatilah kiranya anakku oleh TUHAN."
 3  Sesudah itu dikembalikannyalah uang perak yang seribu seratus itu kepada ibunya. Tetapi ibunya berkata: "Aku mau menguduskan uang itu bagi TUHAN, aku menyerahkannya untuk anakku, supaya dibuat patung pahatan dan patung tuangan dari pada uang itu. Maka sekarang, uang itu kukembalikan kepadamu."
 4  Tetapi orang itu mengembalikan uang itu kepada ibunya, lalu perempuan itu mengambil dua ratus uang perak dan memberikannya kepada tukang perak, yang membuat patung pahatan dan patung tuangan dari pada uang itu; lalu patung itu ditaruh di rumah Mikha.
 5  Mikha ini mempunyai kuil. Dibuatnyalah efod dan terafim, ditahbiskannya salah seorang anaknya laki-laki, yang menjadi imamnya.
 6  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
 7  Maka ada seorang muda dari Betlehem-Yehuda, dari kaum Yehuda; ia seorang Lewi dan tinggal di sana sebagai pendatang.
 8  Lalu orang itu keluar dari kota Betlehem-Yehuda untuk menetap sebagai pendatang di mana saja ia mendapat tempat; dan dalam perjalanannya itu sampailah ia ke pegunungan Efraim di rumah Mikha.
 9  Bertanyalah Mikha kepadanya: "Engkau dari mana?" Jawabnya kepadanya: "Aku orang Lewi dari Betlehem-Yehuda, dan aku pergi untuk menetap sebagai pendatang di mana saja aku mendapat tempat."
10  Lalu kata Mikha kepadanya: "Tinggallah padaku dan jadilah bapak dan imam bagiku; maka setiap tahun aku akan memberikan kepadamu sepuluh uang perak, sepasang pakaian serta makananmu."
11  Orang Lewi itu setuju untuk tinggal padanya. Maka orang muda itu menjadi seperti salah seorang anaknya sendiri.
12  Mikha mentahbiskan orang Lewi itu; orang muda itu menjadi imamnya dan diam di rumah Mikha.
13  Lalu kata Mikha: "Sekarang tahulah aku, bahwa TUHAN akan berbuat baik kepadaku, karena ada seorang Lewi menjadi imamku."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar