e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 6 April 2026
Ayat SH: Yohanes 20:11-18
Judul: Jangan Salah Fokus!
Maria Magdalena tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ia berdiri di luar kubur itu dan terus menangis (11, 13, 15). Tangisnya jelas: Yesus yang dikasihinya telah mati, dan terlebih lagi mayat-Nya tidak ada di tempatnya. Dalam pikirannya, tubuh Yesus telah "diambil orang" (15). Itulah yang memenuhi benaknya.
Bahkan ketika dua malaikat menyapanya, Maria tetap terpaku pada kehilangannya. Dan yang lebih menggetarkan adalah ketika Yesus sendiri berdiri di belakangnya, Maria tetap tidak mengenali (14). Fokus Maria hanya pada satu hal: "Di mana engkau meletakkan Dia?"
Ia baru mengenali Yesus ketika namanya dipanggil, "Maria!" (16). Dalam sekejap, air matanya berhenti, ia menjadi mengerti, dan bersukacita. Katanya, "Rabuni", artinya Guru, sebutan yang bersifat personal.
Seperti Maria, kita pun sering salah fokus. Dalam kehilangan, kita hanya melihat apa yang hilang dan gagal melihat siapa yang hadir. Ketika masalah terjadi, kita mengira Tuhan tidak ada, padahal Ia berdiri dekat dengan kita. Dalam kesedihan, kita mengira semuanya telah berakhir, padahal permulaan baru saja terjadi.
Paskah adalah tentang perjumpaan pribadi antara Yesus yang bangkit dan manusia yang percaya. Yesus yang bangkit menyatakan diri-Nya kepada setiap orang yang berlinang air mata, yang berada di balik kabut kehilangan, atau bahkan yang sedang ditimpa reruntuhan keputusasaan. Yesus memalingkan fokus kita dari kehilangan dan duka menjadi kehadiran akan kuasa-Nya.
Maria ingin memegang Yesus erat-erat, tetapi Yesus memberinya panggilan yang lebih besar: "Pergilah kepada saudara-saudara-Ku" (17). Paskah bukan hanya tentang penghiburan pribadi, tetapi juga pengutusan. Fokus kita adalah menyampaikan berita kepada orang lain tentang kebangkitan Yesus. Seperti Maria, kita diutus untuk menyampaikan pesan yang jelas dan personal, "Aku telah melihat Tuhan!" Artinya, kita tidak hanya menyampaikan gagasan teologis, melainkan pengalaman bersama Yesus yang bangkit. Ingat, jangan salah fokus! [JMH]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+20:11-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+20:11-18
Yohanes 20:11-18
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 6 April 2026
Ayat SH: Yohanes 20:11-18
Judul: Jangan Salah Fokus!
Maria Magdalena tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ia berdiri di luar kubur itu dan terus menangis (11, 13, 15). Tangisnya jelas: Yesus yang dikasihinya telah mati, dan terlebih lagi mayat-Nya tidak ada di tempatnya. Dalam pikirannya, tubuh Yesus telah "diambil orang" (15). Itulah yang memenuhi benaknya.
Bahkan ketika dua malaikat menyapanya, Maria tetap terpaku pada kehilangannya. Dan yang lebih menggetarkan adalah ketika Yesus sendiri berdiri di belakangnya, Maria tetap tidak mengenali (14). Fokus Maria hanya pada satu hal: "Di mana engkau meletakkan Dia?"
Ia baru mengenali Yesus ketika namanya dipanggil, "Maria!" (16). Dalam sekejap, air matanya berhenti, ia menjadi mengerti, dan bersukacita. Katanya, "Rabuni", artinya Guru, sebutan yang bersifat personal.
Seperti Maria, kita pun sering salah fokus. Dalam kehilangan, kita hanya melihat apa yang hilang dan gagal melihat siapa yang hadir. Ketika masalah terjadi, kita mengira Tuhan tidak ada, padahal Ia berdiri dekat dengan kita. Dalam kesedihan, kita mengira semuanya telah berakhir, padahal permulaan baru saja terjadi.
Paskah adalah tentang perjumpaan pribadi antara Yesus yang bangkit dan manusia yang percaya. Yesus yang bangkit menyatakan diri-Nya kepada setiap orang yang berlinang air mata, yang berada di balik kabut kehilangan, atau bahkan yang sedang ditimpa reruntuhan keputusasaan. Yesus memalingkan fokus kita dari kehilangan dan duka menjadi kehadiran akan kuasa-Nya.
Maria ingin memegang Yesus erat-erat, tetapi Yesus memberinya panggilan yang lebih besar: "Pergilah kepada saudara-saudara-Ku" (17). Paskah bukan hanya tentang penghiburan pribadi, tetapi juga pengutusan. Fokus kita adalah menyampaikan berita kepada orang lain tentang kebangkitan Yesus. Seperti Maria, kita diutus untuk menyampaikan pesan yang jelas dan personal, "Aku telah melihat Tuhan!" Artinya, kita tidak hanya menyampaikan gagasan teologis, melainkan pengalaman bersama Yesus yang bangkit. Ingat, jangan salah fokus! [JMH]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+20:11-18
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+20:11-18
Yohanes 20:11-18
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
0 komentar:
Posting Komentar