e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 7:25-36
Judul: Jika Saatnya Belum Tiba
Jika rasa suka dan tidak suka dijadikan kriteria penilaian, maka dari sudut pandang mana pun orang akan selalu menilai buruk terhadap sesuatu yang tidak disukainya. Begitu pun sebaliknya. Jika suka, maka orang akan selalu menilai baik terhadap sesuatu yang ia sukai.
Ya, hal itu pulalah yang dialami oleh Yesus. Walaupun hal yang Dia lakukan dan ajarkan benar, beberapa orang Yerusalem tetap berusaha mencari titik lemah pada diri Yesus. Kali ini, bukan lagi soal ajaran-Nya, tetapi soal dari mana Yesus berasal (27a).
Sekalipun Yesus sudah menjelaskan, mereka tidak mau percaya. Di satu sisi mereka menyanjung Yesus karena mukjizat yang dilakukan-Nya, tetapi pada saat yang sama mereka juga membenci-Nya karena berulang kali Ia menyatakan diri sebagai Anak Allah. Oleh karena itu, Ia dinilai menghujat Allah. Mereka berencana membunuh-Nya, "Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba" (30).
Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa sesungguhnya segala sesuatu itu ada dalam kendali Tuhan. Tak ada satu pun yang dapat terjadi tanpa izin Tuhan. Sebagaimana dikisahkan, sekalipun orang-orang Farisi telah menyusun rencana pembunuhan sedemikian rupa, hal itu tidak dapat terjadi sampai saat yang sudah ditentukan Tuhan.
Sebagai anak Tuhan, kita juga sedang diajar untuk tidak ragu akan penyertaan Tuhan. Mungkin kita pernah mengalami ada orang yang mencoba menyakiti dan menjatuhkan kita. Sikap yang tepat ketika hal semacam itu terjadi adalah berdoa bagi mereka. Jangan takut dan bimbang. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika menghadapi tantangan yang demikian. Reaksi berlebihan hanya akan mengurangi mutu diri kita. Justru, kita harus menghadapinya dengan tenang dan penuh kedewasaan.
Ingatlah bahwa jika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, maka tidak akan ada satu pun yang dapat terjadi di luar kehendak-Nya. Percayalah bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyentuh, menyakiti, menjatuhkan kita tanpa seizin Tuhan! [WWO]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+7:25-36
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+7:25-36
Yohanes 7:25-36
25 Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
26 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."
28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
30 Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
31 Tetapi di antara orang banyak itu ada banyak yang percaya kepada-Nya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan mengadakan lebih banyak mujizat dari pada yang telah diadakan oleh Dia ini?"
32 Orang-orang Farisi mendengar orang banyak membisikkan hal-hal itu mengenai Dia, dan karena itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkap-Nya.
33 Maka kata Yesus: "Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku.
34 Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada."
35 Orang-orang Yahudi itu berkata seorang kepada yang lain: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan Dia? Adakah maksud-Nya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani?
36 Apakah maksud perkataan yang diucapkan-Nya ini: Kamu akan mencari Aku, tetapi kamu tidak akan bertemu dengan Aku, dan: Kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada?"
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 7:25-36
Judul: Jika Saatnya Belum Tiba
Jika rasa suka dan tidak suka dijadikan kriteria penilaian, maka dari sudut pandang mana pun orang akan selalu menilai buruk terhadap sesuatu yang tidak disukainya. Begitu pun sebaliknya. Jika suka, maka orang akan selalu menilai baik terhadap sesuatu yang ia sukai.
Ya, hal itu pulalah yang dialami oleh Yesus. Walaupun hal yang Dia lakukan dan ajarkan benar, beberapa orang Yerusalem tetap berusaha mencari titik lemah pada diri Yesus. Kali ini, bukan lagi soal ajaran-Nya, tetapi soal dari mana Yesus berasal (27a).
Sekalipun Yesus sudah menjelaskan, mereka tidak mau percaya. Di satu sisi mereka menyanjung Yesus karena mukjizat yang dilakukan-Nya, tetapi pada saat yang sama mereka juga membenci-Nya karena berulang kali Ia menyatakan diri sebagai Anak Allah. Oleh karena itu, Ia dinilai menghujat Allah. Mereka berencana membunuh-Nya, "Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba" (30).
Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa sesungguhnya segala sesuatu itu ada dalam kendali Tuhan. Tak ada satu pun yang dapat terjadi tanpa izin Tuhan. Sebagaimana dikisahkan, sekalipun orang-orang Farisi telah menyusun rencana pembunuhan sedemikian rupa, hal itu tidak dapat terjadi sampai saat yang sudah ditentukan Tuhan.
Sebagai anak Tuhan, kita juga sedang diajar untuk tidak ragu akan penyertaan Tuhan. Mungkin kita pernah mengalami ada orang yang mencoba menyakiti dan menjatuhkan kita. Sikap yang tepat ketika hal semacam itu terjadi adalah berdoa bagi mereka. Jangan takut dan bimbang. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika menghadapi tantangan yang demikian. Reaksi berlebihan hanya akan mengurangi mutu diri kita. Justru, kita harus menghadapinya dengan tenang dan penuh kedewasaan.
Ingatlah bahwa jika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, maka tidak akan ada satu pun yang dapat terjadi di luar kehendak-Nya. Percayalah bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyentuh, menyakiti, menjatuhkan kita tanpa seizin Tuhan! [WWO]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+7:25-36
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+7:25-36
Yohanes 7:25-36
25 Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
26 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."
28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
30 Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
31 Tetapi di antara orang banyak itu ada banyak yang percaya kepada-Nya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan mengadakan lebih banyak mujizat dari pada yang telah diadakan oleh Dia ini?"
32 Orang-orang Farisi mendengar orang banyak membisikkan hal-hal itu mengenai Dia, dan karena itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkap-Nya.
33 Maka kata Yesus: "Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku.
34 Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada."
35 Orang-orang Yahudi itu berkata seorang kepada yang lain: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan Dia? Adakah maksud-Nya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani?
36 Apakah maksud perkataan yang diucapkan-Nya ini: Kamu akan mencari Aku, tetapi kamu tidak akan bertemu dengan Aku, dan: Kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada?"
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
0 komentar:
Posting Komentar