e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 11:7-33
Setahun: Kejadian 46-47
Nats: Apakah mereka pelayan Kristus? -aku berkata seperti orang gila-aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; menanggung pukulan di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:23)
Renungan:
KESAKSIAN SEJATI
Sampai hari ini, saya sudah mendengar banyak kesaksian yang disampaikan oleh mereka yang mengalami kasih, pertolongan, kuasa, penguatan, berkat, hingga penghiburan yang berasal dari Tuhan. Namun, saya mengamati bahwa jenis kesaksian yang paling terasa mendalam, bahkan membangkitkan semangat, iman, dan pengharapan justru bukan jenis kesaksian mengenai berkat materi, melainkan kisah keteguhan hati, perjuangan melawan penyakit, ketegaran menghadapi masa sukar, atau penguatan ketika mengalami kedukaan.
Rentetan kisah berisi pergumulan, tantangan, bahkan perjuangan sebagai penginjil yang disampaikan Paulus adalah bukti sahih akan campur tangan Allah dalam kehidupan rasul yang dahulu bernama Saulus itu. Tanpa campur tangan Allah, tidak mungkin Paulus bisa bertahan, berpengharapan, tetap beriman, dan teguh berjuang dalam pemberitaan Injil. Dalam satu ayat saja (ay. 23), kita dapat memahami betapa berartinya campur tangan Allah dalam menopang kehidupan Paulus demi menjalankan panggilannya sebagai rasul Kristus.
Kesaksian sejati adalah bagaimana kehidupan orang percaya mengalami campur tangan Tuhan secara nyata, lalu orang lain dapat melihat, menyadari, bahkan mengakui adanya peristiwa adikodrati dalam kehidupan orang percaya. Kemampuan Allah dalam memberkati umat-Nya secara materi memang dapat mengundang decak kagum, tetapi hendaknya kita tidak mengesampingkan jenis pengalaman lain, yang tak jarang justru "berbicara lebih kuat" hingga membuat orang di luar Kristus tertarik untuk mengenal Dia. --GHJ/www.renunganharian.net
SESUNGGUHNYA CAMPUR TANGAN TUHAN TERJADI SETIAP HARI DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+11:7-33
2 KORINTUS 11:7-33
7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?
8 Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!
9 Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.
10 Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya.
11 Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya.
12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan.
13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.
16 Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya akupun boleh bermegah sedikit.
17 Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.
18 Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga.
19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:
20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.
21 Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga!
22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!
23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,
28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?
30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.
31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta.
32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku.
33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+46-47
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+46-47
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 11:7-33
Setahun: Kejadian 46-47
Nats: Apakah mereka pelayan Kristus? -aku berkata seperti orang gila-aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; menanggung pukulan di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:23)
Renungan:
KESAKSIAN SEJATI
Sampai hari ini, saya sudah mendengar banyak kesaksian yang disampaikan oleh mereka yang mengalami kasih, pertolongan, kuasa, penguatan, berkat, hingga penghiburan yang berasal dari Tuhan. Namun, saya mengamati bahwa jenis kesaksian yang paling terasa mendalam, bahkan membangkitkan semangat, iman, dan pengharapan justru bukan jenis kesaksian mengenai berkat materi, melainkan kisah keteguhan hati, perjuangan melawan penyakit, ketegaran menghadapi masa sukar, atau penguatan ketika mengalami kedukaan.
Rentetan kisah berisi pergumulan, tantangan, bahkan perjuangan sebagai penginjil yang disampaikan Paulus adalah bukti sahih akan campur tangan Allah dalam kehidupan rasul yang dahulu bernama Saulus itu. Tanpa campur tangan Allah, tidak mungkin Paulus bisa bertahan, berpengharapan, tetap beriman, dan teguh berjuang dalam pemberitaan Injil. Dalam satu ayat saja (ay. 23), kita dapat memahami betapa berartinya campur tangan Allah dalam menopang kehidupan Paulus demi menjalankan panggilannya sebagai rasul Kristus.
Kesaksian sejati adalah bagaimana kehidupan orang percaya mengalami campur tangan Tuhan secara nyata, lalu orang lain dapat melihat, menyadari, bahkan mengakui adanya peristiwa adikodrati dalam kehidupan orang percaya. Kemampuan Allah dalam memberkati umat-Nya secara materi memang dapat mengundang decak kagum, tetapi hendaknya kita tidak mengesampingkan jenis pengalaman lain, yang tak jarang justru "berbicara lebih kuat" hingga membuat orang di luar Kristus tertarik untuk mengenal Dia. --GHJ/www.renunganharian.net
SESUNGGUHNYA CAMPUR TANGAN TUHAN TERJADI SETIAP HARI DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+11:7-33
2 KORINTUS 11:7-33
7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?
8 Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!
9 Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.
10 Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya.
11 Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya.
12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan.
13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.
16 Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya akupun boleh bermegah sedikit.
17 Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.
18 Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga.
19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:
20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.
21 Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga!
22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!
23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,
28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?
30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.
31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta.
32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku.
33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+46-47
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+46-47
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
0 komentar:
Posting Komentar