(e-RH) 21 Januari -- 2 TAWARIKH 12 - MENGAKUI UNTUK BERUBAH

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 21 Januari 2026
Bacaan : 2 TAWARIKH 12
Setahun: Keluaran 10-12
Nats: Lalu pemimpin-pemimpin Israel dan raja merendahkan diri dan berkata, "Tuhanlah yang benar!" (2 Tawarikh 12:6)

Renungan:

MENGAKUI UNTUK BERUBAH

Bagi sebagian orang, mengakui sebuah kesalahan dirasa sangat berat. Keengganan untuk mengakui kesalahan tersebut salah satunya disebabkan oleh karena harga diri yang begitu mereka jaga. Oleh karenanya, mereka akan merasa sangat malu bila kesalahan terungkap. Namun, sikap demikian tentu tidak akan membawa perubahan dan perkembangan dalam hidup kita. Sebab kita tidak pernah mau belajar dari kesalahan kita.

Rehabeam memerintah bangsa Israel dan membawa kerajaan Israel menjadi kokoh dan teguh. Namun, dalam pemerintahannya itu pula bangsa Israel mengalami ancaman kehancuran karena mereka meninggalkan hukum Tuhan. Berbagai bangsa menyerang mereka, bahkan berhasil merebut kota-kota benteng Yehuda dan mendekati Yerusalem. Akan tetapi, Rehabeam dan para pemimpin bangsa Israel tidak malu ketika Nabi Semaya menegur mereka. Mereka justru menerima teguran itu dan berani merendahkan diri untuk mengakui kesalahan mereka, dengan mengakui bahwa Tuhanlah yang benar. Artinya, mereka menunjukkan bahwa kesalahan ada bukan untuk disembunyikan, tetapi untuk diperbaiki dengan merubah sikap hidup mereka. Dengan sikap demikianlah maka Tuhan memberikan kehidupan bagi mereka (ay. 12-13).

Kesalahan bukan hal yang memalukan untuk diakui karena tidak ada manusia yang tidak membuat kesalahan. Dengan mengakui kesalahan, kita akan terdorong untuk selalu memperbaiki diri dan menjadi lebih baik. Hidup kita pun dapat semakin berkembang, sebab Tuhan sendirilah yang menuntun. --ZDP/www.renunganharian.net
   
KESALAHAN ADA BUKAN UNTUK DISEMBUNYIKAN, TETAPI SUPAYA KITA DAPAT BELAJAR UNTUK MENJADI LEBIH BAIK.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/01/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+TAWARIKH+12

2 TAWARIKH 12

 1  Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum TUHAN, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh.
 2  Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem--karena mereka berubah setia terhadap TUHAN--
 3  dengan seribu dua ratus kereta dan enam puluh ribu orang berkuda, sedang rakyat yang mengikutinya dari Mesir, yakni orang Libia, orang Suki dan orang Etiopia, tidak terhitung banyaknya.
 4  Ia merebut kota-kota benteng yang di Yehuda, bahkan mendekati Yerusalem.
 5  Nabi Semaya datang kepada Rehabeam dan pemimpin-pemimpin Yehuda yang berkumpul di Yerusalem berhubung dengan ancaman Sisak, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Akupun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak."
 6  Maka pemimpin-pemimpin Israel dan raja merendahkan diri dan berkata: "Tuhanlah yang benar!"
 7  Ketika TUHAN melihat bahwa mereka merendahkan diri, datanglah firman TUHAN kepada Semaya, bunyinya: "Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka. Aku segera akan meluputkan mereka dan kehangatan murka-Ku tidak akan dicurahkan atas Yerusalem dengan perantaraan Sisak.
 8  Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi."
 9  Maka majulah Sisak, raja Mesir itu, menyerang Yerusalem. Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga perisai-perisai emas yang dibuat Salomo.
10  Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja.
11  Setiap kali raja masuk ke rumah TUHAN, bentara-bentara datang membawa masuk perisai-perisai itu, dan mereka pula yang mengembalikannya ke kamar jaga para bentara.
12  Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka TUHAN dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda.
13  Raja Rehabeam menunjukkan dirinya kuat dalam pemerintahannya di Yerusalem. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon.
14  Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN.
15  Bukankah riwayat Rehabeam dari awal sampai akhir semuanya tertulis dalam riwayat Semaya, nabi itu, dan Ido, pelihat itu, --yang juga memuat daftar silsilah. Antara Rehabeam dan Yerobeam terus-menerus ada perang.
16  Kemudian Rehabeam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Abia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Keluaran+10-12
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+10-12

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

0 komentar:

Posting Komentar