(e-RH) 24 September -- PENGKHOTBAH 5:7-19 - BE HAPPY

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 24 September 2023
Bacaan : PENGKHOTBAH 5:7-19
Setahun: Yunus 1-4
Nats: Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya. (Pengkhotbah 5:17)

Renungan:

BE HAPPY

Sukacita dan rasa syukur memiliki hubungan yang erat. Sukacita yang sejati tidak ada hubungannya dengan materi. Sukacita adalah hadiah dari Allah kepada manusia yang bisa bersyukur dalam setiap situasi. Sukacita yang sejati tidak bisa ditukarkan dengan benda apa pun di dunia ini.

Kitab Pengkhotbah berusaha untuk menyampaikan nasihat dengan cara jujur dan lugas, inti dari kitab ini adalah bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah sia-sia, karena tidak ada yang abadi. Tapi anehnya, banyak manusia yang mencintai sesuatu yang sia-sia dan tidak abadi. Bacaan firman Tuhan hari ini membahas tentang kesia-siaan mengumpulkan harta duniawi. Raja Salomo mengatakan bahwa siapa yang mencintai uang tidak akan pernah puas dengan uang, dan siapa yang mencintai kekayaan tidak akan pernah puas dengan penghasilannya (ay. 9). Sering sekali harta malah menjerumuskan pemiliknya. Semakin banyak ia mengumpulkan harta, semakin banyak yang tidak bisa ia habiskan, pada akhirnya bukan ia yang menikmatinya. Yang paling penting lagi, dengan telanjang manusia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tidak diperolehnya dari jerih payahnya suatu pun yang dapat dibawa dalam tangannya (ay. 14).

Tidak ada sukacita yang bisa didapat dari sesuatu yang sia-sia atau yang tidak abadi. Karena itulah kita tidak akan pernah bisa bahagia dengan materi. Kemewahan, teknologi modern, atau gaya hidup berfoya-foya memang selalu akan menyilaukan mata, tapi itu hanyalah untuk sesaat. Satu-satunya sumber kebahagiaan sejati adalah Allah pribadi. Jika saat ini kita bisa bersyukur pada Allah karena makan dan minum dari hasil jerih payah kita, itulah kebahagiaan sejati kita. --REY/www.renunganharian.net
   
RASA SYUKUR MEMBAWA KEBAHAGIAAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2023/09/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?PENGKHOTBAH+5:7-19

PENGKHOTBAH 5:7-19

 7  (5-6) Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.
 8  (5-7) Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah heran akan perkara itu, karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka.
 9  (5-8) Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah, kalau rajanya dihormati di daerah itu.
10  (5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
11  (5-10) Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
12  (5-11) Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
13  (5-12) Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
14  (5-13) Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.
15  (5-14) Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.
16  (5-15) Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
17  (5-16) Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.
18  (5-17) Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.
19  (5-18) Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Yunus+1-4
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yunus+1-4

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2023 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

0 komentar:

Posting Komentar