(e-SH) 8 Desember -- Nehemia 2:1-10 - Dahsyatnya Kekuatan di dalam Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 8 Desember 2022
Ayat SH: Nehemia 2:1-10

Judul: Dahsyatnya Kekuatan di dalam Tuhan

Sering kali orang terlalu sibuk dengan aktivitas sehari-hari sehingga lupa merawat dirinya. Akibatnya, hal yang mewarnai kehidupannya bukan semangat yang positif, melainkan emosi negatif, yang kadang tak terkendali. Ada orang yang sedikit-sedikit marah, suka mengkritik, suka mengomel, suka menyalahkan orang lain, tidak menghargai orang lain, dan berpusat pada diri sendiri. Sebaliknya, ada pula orang yang sering menyalahkan diri sendiri, tidak percaya diri, dan menyakiti diri sendiri. Semua itu karena minimnya kekuatan diri.

Diceritakan, ketika Raja Artahsasta melihat wajah Nehemia, ia pun bertanya, mengapa Nehemia bermuka muram. Lalu, Nehemia menyampaikan apa yang dirasakannya. Menariknya, tatkala raja bertanya apa yang Nehemia inginkan, Nehemia tidak buru-buru menjawab. Ia berdoa dalam hati sebelum ia memberi jawaban (4). Nehemia sadar bahwa kekuatannya bukan terletak pada dirinya sendiri, melainkan hanya pada Allah. Selain itu, ia tahu dan sungguh-sungguh mengakui bahwa keputusan raja mengabulkan permintaannya semata-mata adalah karena kemurahan Allah yang melindunginya (8). Keyakinan yang teguh dalam doa dan dialog dengan Tuhan setiap waktu adalah kunci untuk kekuatan diri yang baik.

Saat ini kita belajar perihal dahsyatnya kekuatan diri yang dimiliki oleh Nehemia. Kekuatan itu terlihat ketika ia "berdialog dalam sunyi (tanpa terdengar kata)" dengan Tuhan, dan hal itu berdampak luar biasa dalam hidupnya.

Lagi-lagi kita bersyukur karena telah diingatkan tentang pentingnya kekuatan diri dalam hidup sehari-hari. Mari kita terus mengasah kekuatan diri kita lewat doa dan dialog terus-menerus dengan Tuhan dalam hati kita. Mari kita belajar memusatkan pikiran hanya kepada Tuhan dan berdialog dengan-Nya. Roh yang ada di dalam diri kita berasal dari Allah. Jika kita ingin kekuatan kita menghasilkan dampak positif dalam kehidupan kita, serahkanlah segala pergumulan, keluhan, pertimbangan, dan perencanaan kita melalui doa kepada Tuhan. Dia akan mengokohkan kekuatan kita. [MTH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2022/12/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Nehemia+2:1-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+2:1-10

Nehemia 2:1-10

 1  Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,
 2  bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.
 3  Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?"
 4  Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit,
 5  kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."
 6  Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya.
 7  Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda.
 8  Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.
 9  Maka datanglah aku kepada bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat dan menyerahkan kepada mereka surat-surat raja. Dan raja menyuruh panglima-panglima perang dan orang-orang berkuda menyertai aku.
10  Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar