(e-RH) 12 November -- KOLOSE 3:18-25 - MATA RANTAI YANG HILANG

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 12 November 2022
Bacaan : KOLOSE 3:18-25
Setahun: Kisah Para Rasul 9-10
Nats: Hai bapak-bapak, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. (Kolose 3:21)

Renungan:

MATA RANTAI YANG HILANG

Andai kata Adolf Hitler tidak mengalami masa kecil yang suram, genosida terhadap jutaan orang Yahudi mungkin tak akan pernah tercatat dalam lembaran hitam sejarah umat manusia. Fase awal dalam hidup Hitler, terutama yang menyangkut hubungan dengan sang ayah, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tahapan kelam tersebut dapat dianggap sebagai satu mata rantai yang hilang dari tahapan pertumbuhan dirinya sebagai manusia.

Sosok ayah dalam keluarga memegang peranan yang tak dapat dipandang sebelah mata bagi perkembangan kepribadian anak-anaknya. Untuk itulah, Rasul Paulus mengingatkan para ayah agar mereka dapat menjalankan peran secara optimal. Sebagai kepala keluarga, mereka harus mengasihi dan tidak berbuat kasar terhadap para istri (ay. 19), serta tidak melontarkan kata-kata yang menyakiti hati anak-anak (ay. 21).

Perkataan dan perbuatan mereka yang menyukakan hati para anggota keluarga berperan besar dalam membentuk keluarga sebagaimana yang dikehendaki Allah. Anak-anak mereka pun akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berkenan di hadapan-Nya. Pertumbuhan pribadi yang sanggup menunjukkan jati diri sebagai anak-anak Allah, yang senantiasa berbuat kebenaran dalam hidup mereka (1Yoh. 3:10).

Hidup manusia dapat dimaknai sebagai mata rantai yang saling berkaitan. Peran seorang ayah menjadi penting dalam memastikan tidak ada mata rantai yang hilang dari setiap tahapan pertumbuhan anak-anaknya. Berpegang pada prinsip kebenaran firman Tuhan adalah penentu kesuksesan peran yang harus dimainkannya. --EML/www.renunganharian.net
   
TAK BAKAL ADA MATA RANTAI YANG HILANG, DARI SETIAP TAHAPAN PERTUMBUHAN ANAK-ANAKNYA, MERUPAKAN JANJI SEORANG AYAH YANG TAKUT AKAN TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2022/11/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KOLOSE+3:18-25

KOLOSE 3:18-25

18  Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
19  Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
20  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
21  Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
22  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
23  Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
24  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
25  Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+9-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+9-10

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2022 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

0 komentar:

Posting Komentar