(e-SH) 3 September -- Amsal 21:16-31 - Bekerja dan Menikmati Hasil

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 3 September 2022
Ayat SH: Amsal 21:16-31

Judul: Bekerja dan Menikmati Hasil

Bagi pengamsal, kebijaksanaan seseorang dapat terlihat dari bagaimana ia bekerja dan menikmati hasil kerja. Seorang yang bijak adalah seorang yang menghasilkan sesuatu dalam hidupnya. Sebaliknya, seorang pemalas ialah orang yang tidak memiliki keinginan untuk menghasilkan sesuatu di dalam dirinya. Ia bukan hanya tidak menghasilkan sesuatu, melainkan juga tidak memiliki keinginan untuk menghasilkan suatu karya. Pada akhirnya, kata pengamsal, si pemalas akan dibunuh oleh keinginannya tersebut (25).

Seorang yang bijak adalah seorang yang menggunakan hasil kerjanya dengan arif (17, 20). Ia tidak akan kekurangan dan akan menjadi kaya. Bahkan, ia akan memberi kepada orang lain (26). Sebaliknya, seorang bebal adalah orang yang suka bersenang-senang dan gemar berpesta pora. Ia hanya mengikuti keinginan nafsunya semata-mata sehingga dengan sekejap menghabiskan apa yang telah diperolehnya.

Kita kiranya menyadari bahwa manusia adalah makhluk pekerja. Kita diciptakan untuk melanjutkan karya penciptaan Allah di dunia. Itulah mengapa Ia menempatkan kita di Taman Eden untuk memelihara dan mengusahakan apa yang telah dimulai oleh-Nya. Jadi, hendaklah kita tidak mengembangkan kemalasan dalam diri kita. Sebaliknya, kita harus bekerja dengan keras. Sebab, hanya orang yang bekerja keras dan mencucurkan air mata yang akan menghasilkan suatu karya dan mendapat buah kerja yang memuaskan. Tidak ada jalan pintas untuk menghasilkan karya yang "abadi" (lih. 20:17, 21, 23).

Kita harus menyadari bahwa hasil karya tangan kita yang dihargai oleh orang lain harus dipergunakan dengan baik. Kita bisa saja menggunakan semua penghasilan untuk diri kita. Namun, ingatlah bahwa dalam setiap penghasilan kita, ada bagian Allah dan orang lain di dalamnya. Sebelum menggunakannya, kita perlu menyisihkan apa yang sesungguhnya adalah milik Allah dan juga menyisihkannya untuk menolong orang lain. Hanya dengan memprioritaskan Allah dan orang lain, kita akan mampu meredam keinginan kita. [JMH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2022/09/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Amsal+21:16-31
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Amsal+21:16-31

Amsal 21:16-31

16  Orang yang menyimpang dari jalan akal budi akan berhenti di tempat arwah-arwah berkumpul.
17  Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.
18  Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar, dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur.
19  Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.
20  Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.
21  Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
22  Orang bijak dapat memanjat kota pahlawan-pahlawan, dan merobohkan benteng yang mereka percayai.
23  Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.
24  Orang yang kurang ajar dan sombong pencemooh namanya, ia berlaku dengan keangkuhan yang tak terhingga.
25  Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.
26  Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi orang benar memberi tanpa batas.
27  Korban orang fasik adalah kekejian, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.
28  Saksi bohong akan binasa, tetapi orang yang mendengarkan akan tetap berbicara.
29  Orang fasik bermuka tebal, tetapi orang jujur mengatur jalannya.
30  Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.
31  Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar