(e-SH) 9 Agustus -- 1 Samuel 7:2-17 - Jangan Ikut-ikutan!

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 9 Agustus 2019
Ayat SH: 1 Samuel 7:2-17

Judul: Jangan Ikut-ikutan!

Ikut-ikutan secara dangkal tanpa berpikir logis dan kritis sering dilakukan manusia. Ia dengan mudahnya meniru apa yang ada di sekitarnya. Tanpa disadari, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi dan sudah berjalan jauh keluar dari rel yang seharusnya. Lalu terjadilah kekacauan, baik di dalam diri sendiri maupun kehidupan bersama.

Bangsa Israel juga pernah mengalami hal serupa. Mereka ikut-ikutan menyembah para allah bangsa lain. Akibatnya, Allah murka. Mereka dibiarkan terpukul kalah oleh bangsa Filistin. Dalam keterpurukan tersebut, mereka mengeluh kepada Allah (7:2) dan meminta pertolongan-Nya melalui Samuel.

Menanggapi keluhan tersebut, Samuel mengajak umat berbalik kepada Allah, menjauhkan diri dari illah-illah lain dan beribadah hanya kepada Allah (7:3). Umat pun melakukan apa yang disampaikan Samuel. Mereka mengaku dosa di hadapan Allah, lalu Samuel berdoa untuk mereka. Kemudian, Ia menjawab doa mereka (7:9). Sebagai jawaban doa, bangsa Filistin terpukul kalah oleh Israel. Untuk menandai semua itu, Samuel mendirikan batu peringatan dan menamakannya Eben-Haezer: "Sampai di sini TUHAN menolong kita".

Kita diingatkan agar tidak mudah ikut-ikutan dan belajar bersikap kritis terhadap sekitar. Israel berpikir ulang dan merenungkan kekalahan mereka. Akhirnya, mereka menemukan bahwa semua itu adalah karena dosa mereka sendiri. Lalu, mereka bertobat!

Di sekitar kita banyak sekali godaan dan cobaan dunia, yang sepertinya begitu nikmat, tetapi merusak iman. Banyak orang yang masuk ke dalam pintu godaan dunia tersebut, kemudian hancur. Marilah kita senantiasa bersikap kristis dan reflektif terhadap segala yang terjadi di sekitar kita. Dengan demikian, kita bisa terhindar dari sikap ikut-ikutan yang dapat menyesatkan kita. Sikap kritis dan reflektif tersebut akan dapat kita lakukan, ketika kita senantiasa berfokus kepada Allah. Sejarah Israel menjadi peringatan kita.

Doa: Tuhan, mampukan kami bersikap kritis dan reflektif dalam hidup ini. [MH]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/08/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+7:2-17
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+7:2-17

1 Samuel 7:2-17

 2  Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN.
 3  Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin."
 4  Kemudian orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN.
 5  Lalu berkatalah Samuel: "Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN."
 6  Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: "Kami telah berdosa kepada TUHAN." Dan Samuel menghakimi orang Israel di Mizpa.
 7  Ketika didengar orang Filistin, bahwa orang Israel telah berkumpul di Mizpa, majulah raja-raja kota orang Filistin mendatangi orang Israel. Serta didengar orang Israel demikian, maka ketakutanlah mereka terhadap orang Filistin.
 8  Lalu kata orang Israel kepada Samuel: "Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu."
 9  Sesudah itu Samuel mengambil seekor anak domba yang menyusu, lalu mempersembahkan seluruhnya kepada TUHAN sebagai korban bakaran. Dan ketika Samuel berseru kepada TUHAN bagi orang Israel, maka TUHAN menjawab dia.
10  Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang Israel.
11  Keluarlah orang-orang Israel dari Mizpa, mengejar orang Filistin itu dan memukul mereka kalah sampai hilir Bet-Kar.
12  Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita."
13  Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel,
14  dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai.
15  Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya.
16  Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu,
17  lalu ia kembali ke Rama, sebab di sanalah rumahnya dan di sanalah ia memerintah atas orang Israel; dan di sana ia mendirikan mezbah bagi TUHAN.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar