Santapan Rohani Hari Ini: Ucapan Allah Yang Menyegarkan

Posted On // Leave a Comment

Santapan Rohani Hari Ini: Ucapan Allah Yang Menyegarkan


Ucapan Allah Yang Menyegarkan

Posted: 15 Jan 2015 09:00 AM PST

Jumat, 16 Januari 2015

Ucapan Allah Yang Menyegarkan

Baca: Yesaya 55:8-11

55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,

55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Firman-Ku . . . tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia. —Yesaya 55:11

Ucapan Allah Yang Menyegarkan

Ketika saya masih kanak-kanak, keluarga kami sesekali bepergian melewati gurun Nevada. Kami menyukai hujan badai yang terjadi di tengah gurun. Hujan yang sangat lebat, disertai kilatan petir dan bunyi guntur yang menggelegar berbalasan, terlihat seperti selaput yang melapisi panasnya pasir gurun sejauh mata memandang. Air hujan yang sejuk menyegarkan tanah—dan juga kami.

Air membawa perubahan luar biasa di daerah gersang. Sebagai contoh, ada sekumpulan tanaman kaktus yang sama sekali kering di musim kemarau. Namun setelah turunnya hujan pertama di musim panas, kaktus itu berbunga dan menampilkan kelopak-kelopak indah berwarna merah muda, emas, dan putih.

Hal serupa juga terjadi di Tanah Perjanjian. Seusai terjadinya hujan badai, tanah yang kering sepertinya dapat memunculkan tunas-tunas tanaman hanya dalam waktu satu malam. Yesaya menggunakan daya pembaruan dari hujan untuk menggambarkan firman Allah yang menyegarkan: “Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes. 55:10-11).

Di dalam Kitab Suci terkandung vitalitas rohani. Itulah sebabnya firman Allah tidak akan kembali dengan sia-sia. Bilamana firman itu menyirami sebuah hati yang terbuka, ia akan memberikan kesegaran, kekuatan, dan hidup yang baru. —HDF

Janji Tuhan ibarat hujan yang menyegarkan
Yang membasahi tanaman dan benih;
Membawa hidup baru bagi hati yang terbuka,
Dan memenuhi kebutuhan kita pada waktunya. —Sper

Bagai air bagi tanah yang gersang, demikianlah Alkitab bagi jiwa yang haus.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 39-40, Matius 11

Menyadari Keajaiban Setiap Hari

Posted: 15 Jan 2015 02:00 AM PST

Oleh: Charles Christian

keajaiban-setiap-hari

Salah satu resolusi tahun baru yang aku buat di tahun kemarin adalah mencatat semua perjalananku sepanjang tahun 2014. Secara sengaja aku berusaha menuliskan berapa jauh jarak yang kutempuh dan berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk setiap perjalanan. "Hanya untuk catatan pribadi," ujarku sembari tersenyum, setiap kali ada rekan yang menanyakan kebiasaan baruku itu.

Tak terasa 365 hari pun berlalu. Keseluruhan catatanku mencapai ribuan baris, yang kemudian kurangkum dalam grafik yang menggambarkan seluruh perjalananku. Ternyata di tahun 2014, aku telah melakukan lebih dari 1000 perjalanan, menghabiskan hampir 40 hari penuh di jalanan, dan menempuh hampir 10.000 km. Wow! Data yang cukup membuatku tercengang. Perjalanan yang bisa dibilang sangat banyak untuk orang sepertiku.

Hampir semua perjalanan itu kulakukan di tengah salah satu kota terpadat di dunia: Jakarta. Lalu lintas Jakarta yang sangat ramai membuat seorang kolumnis surat kabar di Indonesia pernah menuliskan bahwa di Jakarta, setiap detik adalah sebuah keajaiban. Jadi, ketika aku bisa melewati jutaan detik di jalanan sepanjang tahun kemarin, sesungguhnya aku telah mengalami jutaan keajaiban!

Pengalaman ini menyadarkanku akan suatu hal yang lain—betapa seringnya aku menganggap sepi perlindungan Allah! Meski aku jarang berdoa mohon perlindungan-Nya dalam perjalanan, namun Dia telah melindungiku di setiap detik perjalananku. Aku jadi teringat pada sebuah kalimat yang belum lama ini dikutip seorang teman: "Inilah yang membedakan Allah dengan manusia: Allah memberi, memberi, memberi, dan mengampuni; sedangkan manusia menerima, menerima, menerima, dan melupakan."

Tahun ini, mari kita lebih banyak bersyukur untuk keajaiban setiap hari yang kerap luput dari perhatian kita. Mari awali tahun 2015 dengan hati yang penuh syukur!

0 komentar:

Posting Komentar