Santapan Rohani Hari Ini: Allah Berbisik, “Ikan”

Posted On // Leave a Comment

Santapan Rohani Hari Ini: Allah Berbisik, “Ikan”


Allah Berbisik, “Ikan”

Posted: 25 Nov 2014 09:00 AM PST

Rabu, 26 November 2014

Allah Berbisik, “Ikan”

Baca: Lukas 5:1-10

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."

5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;

5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia. —Lukas 5:10

Allah Berbisik, “Ikan”

Beberapa tahun yang lalu, saya dan anak-anak saya menikmati kebersamaan selama beberapa hari dengan menyusuri dan memancing di sungai Madison di Montana. Kami ditemani oleh dua pemandu memancing yang juga menjadi awak dari perahu kami.

Pemandu yang saya ajak adalah seorang pria yang sepanjang hidupnya memang tinggal di kawasan sungai. Ia tahu betul lokasi tempat ikan trout besar hidup. Ia seorang pendiam yang jarang berbicara dan rasanya hanya mengeluarkan dua lusin kata di sepanjang perjalanan. Namun kata-katanya yang sedikit itu telah mencerahkan hari-hari saya.

Kami memancing dengan umpan serangga kecil pada sungai yang berombak. Penglihatan saya tidak sebaik dahulu, dan pancingan saya sering gagal. Pemandu saya yang sangat sabar itu memberikan tanda kepada saya dengan menggumamkan kata “ikan” apabila ia melihat seekor ikan trout meloncat di bawah umpan. Mengikuti isyaratnya, saya pun mengangkat ujung pancing saya dan . . . benar saja, seekor ikan trout berhasil saya pancing!

Saya sering teringat akan pemandu itu dan panggilan Yesus pada murid-murid-Nya yang adalah nelayan, “Mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia” (Luk. 5:10). Ada banyak peluang emas yang hadir dalam hidup kita tiap hari—orang-orang di sekitar kita yang sedang mencari pemuas dahaga jiwa mereka—kesempatan untuk menunjukkan kasih Kristus dan membagikan pengharapan yang kita miliki. Kita mungkin meluputkan peluang itu bila kita tidak waspada.

Kiranya sang Penjala Agung, yang mengenal setiap hati manusia, membisikkan kata “ikan” di telinga kita, dan kiranya kita punya telinga yang peka untuk mendengar bisikan-Nya. —DHR

Sepanjang hari ini, ya Tuhan, kiranya aku dapat menjangkau
sebanyak mungkin jiwa bagi-Mu—melalui perkataan yang
kuucapkan, doa yang kupanjatkan, surat yang kutulis,
dan hidup yang kujalani.

Ketika Roh Kudus mendorongmu, bertindaklah.

0 komentar:

Posting Komentar