e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 17 September 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 14:8-18
Setahun: Daniel 7-9
Nats: "... Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya." (Kisah Para Rasul 14:15)
Renungan:
TUJUAN BERBUAT KEBAIKAN
Saat kuliah, saya kerap kesulitan membayar biayanya. Pernah ada seorang bapak berbaik hati melunasi seluruh tunggakan biaya kuliah saya. Saya mengucapkan terima kasih kepadanya. "Terima kasihlah kepada Tuhan, " jawabnya. Saat itu saya merasa harus berterima kasih kepadanya karena sudah mendonasikan uangnya bagi pendidikan saya. Namun, kemudian saya sadar memang demikianlah seharusnya. Harusnya kebaikan dipergunakan sebagai sarana untuk mengarahkan mata orang-orang agar memandang kepada Tuhan.
Untuk alasan yang sama, Barnabas dan Paulus mengoyak pakaian mereka. Mereka menjelaskan bahwa mereka juga manusia biasa, sama seperti orang-orang lainnya. Perkara ajaib yang baru saja terlihat, yakni seorang yang kakinya lemah dan lumpuh sejak lahir, tetapi kemudian berdiri dan berjalan bukanlah perbuatan baik mereka, melainkan perbuatan baik Tuhan. Tak perlu mempersembahkan kurban karena mereka bukan sosok ilahi. Mereka hanya pemberita Injil yang memberitakan tentang Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Bukan Dewa Zeus dan Dewa Hermes turun dalam rupa manusia, sebaliknya, Allah menyatakan kemurahan-Nya di tengah-tengah umat-Nya. Selanjutnya, Barnabas dan Paulus menyatakan agar orang-orang itu semuanya meninggalkan perbuatan mereka yang sia-sia dan memandang kepada satu-satunya Allah.
Masih banyak orang belum paham tujuan dari berbuat kebaikan. Akibatnya, timbul kekesalan atau kekecewaan saat kebaikan tidak ditanggapi secara menyenangkan. Saat ini, sadari akan apa yang seharusnya kita lakukan lewat kebaikan kita. Buatlah mata orang-orang memandang kepada Tuhan maka akan meluap sukacita dalam hati, meski tak seorang pun menyanjung atau menghargai kebaikan kita. --LIN/www.renunganharian.net
HENDAKLAH SETIAP PERBUATAN BAIK KITA DIPERGUNAKAN UNTUK MENGARAHKAN MATA ORANG-ORANG AGAR MEMANDANG KEPADA TUHAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+14:8-18
KISAH PARA RASUL 14:8-18
8 Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.
11 Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."
12 Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.
13 Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
14 Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
15 "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
16 Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing,
17 namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan."
18 Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Daniel+7-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+7-9
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 17 September 2026
Bacaan : KISAH PARA RASUL 14:8-18
Setahun: Daniel 7-9
Nats: "... Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya." (Kisah Para Rasul 14:15)
Renungan:
TUJUAN BERBUAT KEBAIKAN
Saat kuliah, saya kerap kesulitan membayar biayanya. Pernah ada seorang bapak berbaik hati melunasi seluruh tunggakan biaya kuliah saya. Saya mengucapkan terima kasih kepadanya. "Terima kasihlah kepada Tuhan, " jawabnya. Saat itu saya merasa harus berterima kasih kepadanya karena sudah mendonasikan uangnya bagi pendidikan saya. Namun, kemudian saya sadar memang demikianlah seharusnya. Harusnya kebaikan dipergunakan sebagai sarana untuk mengarahkan mata orang-orang agar memandang kepada Tuhan.
Untuk alasan yang sama, Barnabas dan Paulus mengoyak pakaian mereka. Mereka menjelaskan bahwa mereka juga manusia biasa, sama seperti orang-orang lainnya. Perkara ajaib yang baru saja terlihat, yakni seorang yang kakinya lemah dan lumpuh sejak lahir, tetapi kemudian berdiri dan berjalan bukanlah perbuatan baik mereka, melainkan perbuatan baik Tuhan. Tak perlu mempersembahkan kurban karena mereka bukan sosok ilahi. Mereka hanya pemberita Injil yang memberitakan tentang Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Bukan Dewa Zeus dan Dewa Hermes turun dalam rupa manusia, sebaliknya, Allah menyatakan kemurahan-Nya di tengah-tengah umat-Nya. Selanjutnya, Barnabas dan Paulus menyatakan agar orang-orang itu semuanya meninggalkan perbuatan mereka yang sia-sia dan memandang kepada satu-satunya Allah.
Masih banyak orang belum paham tujuan dari berbuat kebaikan. Akibatnya, timbul kekesalan atau kekecewaan saat kebaikan tidak ditanggapi secara menyenangkan. Saat ini, sadari akan apa yang seharusnya kita lakukan lewat kebaikan kita. Buatlah mata orang-orang memandang kepada Tuhan maka akan meluap sukacita dalam hati, meski tak seorang pun menyanjung atau menghargai kebaikan kita. --LIN/www.renunganharian.net
HENDAKLAH SETIAP PERBUATAN BAIK KITA DIPERGUNAKAN UNTUK MENGARAHKAN MATA ORANG-ORANG AGAR MEMANDANG KEPADA TUHAN.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/09/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?KISAH+PARA+RASUL+14:8-18
KISAH PARA RASUL 14:8-18
8 Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.
11 Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."
12 Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.
13 Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
14 Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
15 "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
16 Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing,
17 namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan."
18 Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Daniel+7-9
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+7-9
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
0 komentar:
Posting Komentar