(e-SH) 23 Mei -- 1 Korintus 4:1-5 - Anjing Menggonggong, Kafilah ...

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 4:1-5

Judul: Anjing Menggonggong, Kafilah ...

Kalimat lengkap judul kita adalah "Anjing menggonggong, kafilah berlalu". Peribahasa ini menggambarkan orang yang tetap maju ke tujuan, walau ia dihantam kecaman. Seperti itulah sepatutnya orang percaya dalam perjalanan imannya.

Dalam melakukan pekabaran Injil, Rasul Paulus menghadapi berbagai kecaman, yang ia bahasakan sebagai penghakiman. Namun, ia tidak menganggap hal itu penting (3). Baginya, hanya Tuhanlah yang berhak melakukan penghakiman atas pekerjaannya (4). Itu karena ia memandang dirinya sebagai hamba Kristus yang memberitakan rahasia Allah, bukan pikirannya sendiri (1).

Sikap Rasul Paulus menjadi teladan bagi setiap orang percaya dalam melakukan tugas pelayanan. Gereja adalah persekutuan orang-orang kudus yang beragam latar belakang dan pola pikirnya. Selalu ada kemungkinan munculnya perbedaan dalam cara melayani dan ketidakcocokan antara satu jemaat dengan jemaat yang lain.

Kritik bisa muncul terhadap orang yang dianggap berbeda, yang melakukan pelayanan dengan cara yang tidak biasa. Kritik bisa disampaikan dalam kalimat yang santun dan bermanfaat untuk membangun, tetapi bisa pula dilontarkan dengan nada penghakiman yang menyakitkan dan berakibat melemahkan semangat.

Belajar dari Rasul Paulus, kita diajak untuk tidak mudah terpengaruh secara negatif dengan kecaman atau penghakiman. Ini bukan berarti kita tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain, tetapi kita tidak patah semangat ketika ada yang mengecam, atau bahkan menghakimi. Kita tetap maju dalam pelayanan kita, bukannya menyerah lalu berhenti, sebab kita melayani sebagai hamba Kristus, bukan melayani kehendak orang lain, bukan pula diri sendiri.

Marilah kita menetapkan tekad untuk melanjutkan pelayanan kita dengan lebih tegar. Kita mengalihkan fokus kita dari komentar negatif ke Tuhan dan terus menyalakan semangat kita. Pada saat yang sama, kita iringi tekad kita dengan doa bagi diri kita agar tetap setia, juga bagi orang yang menghakimi kita agar bertumbuh dalam Kristus dan tetap baik pelayanannya. [KRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+4:1-5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+4:1-5

1 Korintus 4:1-5

 1  Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
 2  Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
 3  Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.
 4  Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
 5  Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar