(e-SH) 19 Mei -- 1 Korintus 1:18-2:5 - Bukan Hasil Retorika

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 19 Mei 2026
Ayat SH: 1 Korintus 1:18-2:5

Judul: Bukan Hasil Retorika

Kesediaan kita untuk mendengarkan seorang pembicara sering dipengaruhi oleh seberapa besar kemampuan orang itu berkata-kata, tidak terkecuali pemimpin rohani. Makin bagus retorikanya, makin besar kepercayaan kita. Benarkah demikian?

Paulus dengan sangat tegas mengatakan, orang percaya tak akan pernah menggunakan hikmatnya untuk mencari bukti atau pembenaran manusia. Bagi mereka, Injil adalah hikmat Allah yang berbeda dengan hikmat manusia (1:18-20).

Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang dapat mengenal Allah dengan hikmatnya sendiri (1:20). Sepintar apa pun manusia mencari bukti dan pembenaran, ia tidak akan pernah bisa mengenal Allah dengan benar tanpa Kristus (1:22). Kristus adalah sumber hikmat orang percaya. Di dalam Dia ada kekuatan dan hikmat Allah (1:23-24).

Paulus ingin menyadarkan jemaat di Korintus bahwa iman mereka haruslah bergantung pada Yesus Kristus, bukan pada perkataan siapa pun, termasuk dia sendiri sekalipun, yang terdengar penuh hikmat (2:1-5).

Siapa pun yang hendak menggunakan hikmat perkataan manusia untuk percaya kepada Allah akan gagal. Justru semua itu hanya akan menjauhkan kita dari Allah. Salah satu buktinya sudah dialami jemaat di Korintus. Mereka terpecah karena mereka mengandalkan hikmat perkataan manusia yang memuaskan pemikiran mereka.

Hal ini tidak berbeda dengan gereja masa kini. Tidak sedikit orang Kristen yang mencari gereja yang bisa memuaskan pikiran mereka. Namun, jangan sampai iman kita bergantung pada hikmat manusia yang sekadar memuaskan rasa penasaran dan superioritas. Ingat! Hikmat Allah bukan untuk memuaskan logika manusia, melainkan untuk menyelamatkan manusia.

Carilah hikmat Allah, bukan hikmat manusia! Ingat, iman yang dianugerahkan kepada kita bukan hasil kehebatan retorika manusia, melainkan karunia Allah di dalam Yesus Kristus. Ialah yang akan terus menolong dan memimpin kita dalam pertumbuhan iman. Karena hikmat-Nyalah kita mengalami perubahan hidup serupa dengan Kristus. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+1:18-2:5
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+1:18-2:5

1 Korintus 1:18-2:5

18  Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
19  Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
20  Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
22  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
23  tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31  Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
 1  Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
 2  Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
 3  Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
 4  Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
 5  supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar