(e-SH) 24 April -- Hakim-hakim 9:1-21 - Pemimpin yang Lalim

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 24 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 9:1-21

Judul: Pemimpin yang Lalim

Pemimpin yang lalim adalah pemimpin yang cenderung menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi atau kelompok serta mengabaikan kebutuhan dan hak orang lain.

Contoh pemimpin yang jatuh dalam kelaliman adalah Abimelekh yang berusaha menjadi raja dengan memakai cara yang keji, yakni dengan bantuan keluarga ibunya. Dengan 70 keping uang perak dari kuil Ba'al-Berit yang diberikan kepadanya, ia menyewa orang untuk mengikutinya dan membunuh 70 orang saudaranya (1-5).

Yotam, yang lolos dari pembantaian tersebut, menyindir naiknya Abimelekh menjadi raja dengan mengumpamakan dirinya sendiri seperti semak duri yang tidak menghasilkan apa-apa dan hanya dapat melambai-lambai (7-15). Ini merupakan kesedihan Yotam atas kekejian Abimelekh sekaligus kemarahan Yotam terhadap perbuatan warga Kota Sikhem yang telah salah mengangkat Abimelekh sebagai raja atas mereka. Bagi Yotam, bukannya melindungi rakyat, Abimelekh justru akan menghancurkan mereka (16-21).

Dari Yotam yang mengecam warga Sikhem yang mendukung Abimelekh secara sembrono kita belajar tentang bahaya ambisi kekuasaan yang tidak sah dan penghakiman Allah atas ambisi tersebut. Kita juga perlu memahami bahwa sebenarnya pemerintah ditetapkan oleh Allah, dan kewenangannya untuk mengatur masyarakatnya agar hidup secara tertib dan teratur juga berasal dari Allah.

Sebagai umat Kristen, kita pun harus senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa kita agar mereka diberi hikmat dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas mereka. Yotam memberikan satu teladan baik, yaitu ketika pemimpin salah menggunakan jabatan mereka, kita harus berani menyuarakan kebenaran. Dengan demikian, keadilan dan damai sejahtera bisa diharapkan tercipta di tengah masyarakat.

Ingatlah, meskipun kejahatan terkadang terlihat dominan dan berkuasa, kekuatannya semu dan hanya untuk sementara waktu. Pada akhirnya, Tuhanlah yang akan menegakkan keadilan-Nya yang sempurna. Tetaplah teguh dalam kebenaran! [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+9:1-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+9:1-21

Hakim-hakim 9:1-21

 1  Adapun Abimelekh bin Yerubaal pergi ke Sikhem kepada saudara-saudara ibunya dan berkata kepada mereka dan kepada seluruh kaum dari pihak keluarga ibunya:
 2  "Tolong katakan kepada seluruh warga kota Sikhem: Manakah yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang memerintah kamu, yaitu semua anak Yerubaal, atau satu orang? Dan ingat juga, bahwa aku darah dagingmu."
 3  Lalu saudara-saudara ibunya mengatakan hal ihwalnya kepada seluruh warga kota Sikhem, maka condonglah hati orang-orang itu untuk mengikuti Abimelekh, sebab kata mereka: "Memang ia saudara kita."
 4  Sesudah itu mereka memberikan kepadanya tujuh puluh uang perak dari kuil Baal-Berit, lalu Abimelekh memberi perak itu sebagai upah kepada petualang-petualang dan orang-orang nekat supaya mengikuti dia.
 5  Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas satu batu. Tetapi Yotam, anak bungsu Yerubaal tinggal hidup, karena ia menyembunyikan diri.
 6  Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
 7  Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: "Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga.
 8  Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami!
 9  Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
10  Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami!
11  Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
12  Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
13  Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
14  Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami!
15  Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon.
16  Maka sekarang, jika kamu berlaku setia dan tulus ikhlas dengan membuat Abimelekh menjadi raja, dan jika kamu berbuat yang baik kepada Yerubaal dan kepada keturunannya dan jika kamu membalaskan kepadanya seimbang dengan jasanya--
17  bukankah ayahku telah berperang membela kamu dan menyabung nyawanya, dan telah melepaskan kamu dari tangan orang Midian,
18  padahal kamu sekarang memberontak terhadap keturunan ayahku dan membunuh anak-anaknya, tujuh puluh orang banyaknya, di atas satu batu, serta membuat Abimelekh anak seorang budaknya perempuan menjadi raja atas warga kota Sikhem, karena ia saudaramu--
19  jadi jika kamu pada hari ini berlaku setia dan tulus ikhlas kepada Yerubaal dan keturunannya, maka silakanlah kamu bersukacita atas Abimelekh dan silakanlah ia bersukacita atas kamu.
20  Tetapi jika tidak demikian, maka biarlah api keluar dari pada Abimelekh dan memakan habis warga kota Sikhem dan juga Bet-Milo, dan biarlah api keluar dari pada warga kota Sikhem dan juga dari Bet-Milo dan memakan habis Abimelekh."
21  Kemudian larilah Yotam; ia melarikan diri ke Beer, dan tinggal di sana karena takut kepada Abimelekh, saudaranya itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar