(e-SH) 23 April -- Hakim-hakim 8:22-35 - Balas Kejahatan dengan Kebaikan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 23 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 8:22-35

Judul: Balas Kejahatan dengan Kebaikan

Cerita tentang Gideon adalah cerita yang sangat menakjubkan, sekaligus menyedihkan. Gideon, seorang anak Yoas yang bekerja sebagai petani, dipakai Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari penindasan bangsa Midian. Atas penyertaan Tuhan, Gideon mengalahkan bangsa Midian.

Karena bangsa Israel melihat kepemimpinan Gideon, maka mereka memintanya menjadi raja mereka. Namun, Gideon menolak. Baginya, yang berhak menjadi Raja atas mereka adalah TUHAN sendiri (22-23).

Selanjutnya, Gideon meminta bangsa Israel untuk membawa semua hasil jarahan mereka untuk diberikan kepadanya (24). Mereka dengan senang hati memberikannya. Hasil jarahan itu berupa anting-anting emas, perhiasan leher, perhiasan telinga, pakaian kain ungu muda, dan kalung rantai unta (25-26). Dari hasil jarahan tersebut, Gideon pun membuat efod dan menempatkannya di Ofra (27a).

Sedihnya, bangsa Israel menyalahgunakan efod tersebut. Bukannya memakainya untuk melayani TUHAN, mereka malah menyembahnya. Akibatnya, hal ini menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya (27b). Setelah Gideon meninggal, bangsa Israel berzina. Mereka tidak lagi mengingat TUHAN dan menunjukkan kasih setia kepada kaum keluarga Gideon (33-35).

Dua peringatan penting dapat kita petik dari bacaan ini. Pertama, jangan kita membalas kebaikan Tuhan dengan penyembahan berhala. Kedua, jangan kita membalas kesetiaan sesama kita dengan ketidaksetiaan.

Setelah mengalami kebaikan Tuhan, hendaklah hati kita tidak beralih kepada hal-hal yang bisa menjadi "berhala" modern bagi kita seperti harta, jabatan, pujian, atau bahkan media sosial. Setelah merasakan kesetiaan keluarga dan sahabat, hendaklah kita tidak membalas dengan egoisme. Hidup ini bagaikan mata rantai kasih. Ketika kita memutusnya dengan ketidaksetiaan, kita merusak anugerah Tuhan melalui sesama.

Meski perlakuan orang lain kepada kita tidak sejalan dengan perilaku kita kepada mereka, tetaplah berbuat baik, itu bukti kualitas iman dan karakter umat Tuhan. [ERE]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+8:22-35
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+8:22-35

Hakim-hakim 8:22-35

22  Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: "Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang Midian."
23  Jawab Gideon kepada mereka: "Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang memerintah kamu."
24  Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: "Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari jarahannya." --Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.
25  Jawab mereka: "Kami mau memberikannya dengan suka hati." Dan setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.
26  Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.
27  Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.
28  Demikianlah orang Midian tunduk kepada orang Israel dan tidak dapat menegakkan kepalanya lagi; maka amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya pada zaman Gideon.
29  Lalu Yerubaal bin Yoas pergilah dan diam di rumahnya sendiri.
30  Gideon mempunyai tujuh puluh anak laki-laki, semuanya anak kandungnya, sebab ia beristeri banyak;
31  juga gundiknya yang tinggal di Sikhem melahirkan seorang anak laki-laki baginya, lalu ia memberikan nama Abimelekh kepada anak itu.
32  Gideon bin Yoas mati pada waktu rambutnya telah putih, lalu dikuburkan dalam kubur Yoas, ayahnya, di Ofra kota orang Abiezer.
33  Setelah Gideon mati, kembalilah orang Israel berjalan serong dengan mengikuti para Baal dan membuat Baal-Berit menjadi allah mereka;
34  orang Israel tidak ingat kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah melepaskan mereka dari tangan semua musuhnya di sekelilingnya,
35  juga tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan Yerubaal-Gideon seimbang dengan segala yang baik yang telah dilakukannya kepada orang Israel.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar