(e-SH) 19 April -- Hakim-hakim 6:1-24 - Retrospeksi

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 19 April 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 6:1-24

Judul: Retrospeksi

Mungkin kita sering mendengar kata "introspeksi", tetapi jarang mendengar kata "retrospeksi". Kata ini berarti kenangan kembali ke masa lalu, atau pandang balik dan dianalisis untuk mendapatkan pembelajaran. Retrospeksi juga dilakukan oleh Gideon, tokoh kita kali ini.

Pada masa Debora, bangsa Israel mengalami masa aman selama 40 tahun (Hak. 5:31b). Namun, setelah itu, mereka kembali hidup tidak sesuai dengan kehendak TUHAN, sehingga Ia membiarkan mereka dikuasai oleh bangsa Midian selama tujuh tahun. Mereka menderita akibat ulah bangsa Midian. Tempat perlindungan diserang, hasil bumi dimusnahkan, dan ternak dirampas. Dalam kondisi tidak berdaya, akhirnya bangsa Israel berseru agar TUHAN menolong mereka (1-6). Untuk itu, TUHAN memilih Gideon.

Ketika Malaikat TUHAN menemui Gideon untuk menyampaikan pesan-Nya (11-12), Gideon memberikan pertanyaan retrospektif. Jika TUHAN benar-benar menyertai mereka, mengapa mereka dikuasai bangsa Midian? Di mana keajaiban-Nya? Bukankah TUHAN adalah Allah yang membebaskan mereka dari Mesir (13)?

Pertanyaan-pertanyaan itu direspons TUHAN dengan perintah pengutusan untuk menyelamatkan bangsa Israel. Namun, perintah itu pun direspons Gideon dengan sebuah pertanyaan lain. Bagaimana mungkin ia mampu menyelamatkan bangsanya karena kaumnya adalah yang terkecil dan dirinya termuda (15)? TUHAN meyakinkan Gideon dengan janji penyertaan (16), dan bahkan dengan janji penghiburan, "Sejahteralah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati" (23).

Dari pengalaman Gideon kita belajar restrospeksi iman, dengan maksud agar kita terus-menerus belajar dari pengalaman masa lalu. Dengan aktif kita menganalisis iman kita agar kita mendapat pengenalan makin mendalam tentang Tuhan yang kita imani.

Iman yang hidup adalah iman yang terus-menerus bertanya kepada Tuhan dalam doa kita dan berpegang teguh pada janji penyertaan-Nya. [LRS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/04/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+6:1-24
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+6:1-24

Hakim-hakim 6:1-24

 1  Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya,
 2  dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu.
 3  Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka;
 4  berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apapun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledaipun tidak.
 5  Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya,
 6  sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN.
 7  Ketika orang Israel berseru kepada TUHAN karena orang Midian itu,
 8  maka TUHAN mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan.
 9  Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu.
10  Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah TUHAN, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu."
11  Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
12  Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."
13  Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian."
14  Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"
15  Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."
16  Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."
17  Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.
18  Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu." Firman-Nya: "Aku akan tinggal, sampai engkau kembali."
19  Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
20  Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: "Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Maka diperbuatnya demikian.
21  Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.
22  Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: "Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka."
23  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati."
24  Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar