e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 1 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 11:29-40
Judul: Setia tetapi Buta
Salah satu nilai utama dalam kekristenan adalah kesetiaan. Akan tetapi, kesetiaan yang buta dapat menimbulkan malapateka. Kebutaan menghilangkan logika dan melumpuhkan akal sehat.
Inilah yang terjadi pada Yefta. Tanpa pikir panjang, ia bernazar, jika TUHAN memberi kemenangan kepadanya, maka apa pun yang keluar dari pintu rumahnya, itulah yang akan dipersembahkan (30-31). Celakanya, yang pertama keluar menyambutnya adalah anak perempuannya sendiri (34). Yefta merasa tertekan, tetapi ia tetap memenuhi nazarnya.
Yefta memang sosok yang punya kualitas yang patut dikagumi. Ia berani, setia, dan tidak ingkar janji. Akan tetapi, dari sikapnya yang naif juga ia belajar bahwa kesetiaan tanpa kehati-hatian dapat mengakibatkan kerugian bagi semua pihak yang terlibat. Yefta harus mengalami kehancuran hati dan merelakan anaknya yang tunggal (35). Perempuan itu harus mengalami kedukaan dan mengabdikan dirinya tetap gadis sampai mati (35-39).
Nazar yang diucapkan Yefta memang lahir dari semangat religius, tetapi tidak disertai dengan pertimbangan yang hati-hati. Mungkin ia mengira bahwa nazarnya akan mudah ditepati, bahwa TUHAN akan memberinya kemenangan dan ia akan memberi kurban binatang kepada-Nya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan menempatkan dirinya ke dalam keharusan untuk mempersembahkan anaknya.
Sebelumnya, ia dapat mengirim kata-kata diplomasi yang bijak. Ironisnya, sekarang ia membuat nazar yang berlebihan dan terlalu berani.
Yefta melakukan sebuah tindakan yang tragis bukan karena ia lemah imannya, melainkan karena ia terlalu percaya diri dan menjadi buta terhadap konsekuensi dari kata-katanya sendiri kepada TUHAN.
Dari hal ini kita belajar, bahwa iman yang baik harus disertai dengan kesetiaan yang hati-hati. Pasalnya, jika kita berjanji kepada Tuhan dengan sembarangan, semangat iman kita hanya akan menjadi semangat keagamaan yang kadang kala justru membutakan. Karena itu, sebelum berjanji, pikirkanlah baik-baik apa yang harus Anda lakukan bagi Tuhan untuk menepatinya. [YGM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+11:29-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+11:29-40
Hakim-hakim 11:29-40
29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."
32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit--dua puluh kota banyaknya--dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
40 bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 1 Mei 2026
Ayat SH: Hakim-hakim 11:29-40
Judul: Setia tetapi Buta
Salah satu nilai utama dalam kekristenan adalah kesetiaan. Akan tetapi, kesetiaan yang buta dapat menimbulkan malapateka. Kebutaan menghilangkan logika dan melumpuhkan akal sehat.
Inilah yang terjadi pada Yefta. Tanpa pikir panjang, ia bernazar, jika TUHAN memberi kemenangan kepadanya, maka apa pun yang keluar dari pintu rumahnya, itulah yang akan dipersembahkan (30-31). Celakanya, yang pertama keluar menyambutnya adalah anak perempuannya sendiri (34). Yefta merasa tertekan, tetapi ia tetap memenuhi nazarnya.
Yefta memang sosok yang punya kualitas yang patut dikagumi. Ia berani, setia, dan tidak ingkar janji. Akan tetapi, dari sikapnya yang naif juga ia belajar bahwa kesetiaan tanpa kehati-hatian dapat mengakibatkan kerugian bagi semua pihak yang terlibat. Yefta harus mengalami kehancuran hati dan merelakan anaknya yang tunggal (35). Perempuan itu harus mengalami kedukaan dan mengabdikan dirinya tetap gadis sampai mati (35-39).
Nazar yang diucapkan Yefta memang lahir dari semangat religius, tetapi tidak disertai dengan pertimbangan yang hati-hati. Mungkin ia mengira bahwa nazarnya akan mudah ditepati, bahwa TUHAN akan memberinya kemenangan dan ia akan memberi kurban binatang kepada-Nya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan menempatkan dirinya ke dalam keharusan untuk mempersembahkan anaknya.
Sebelumnya, ia dapat mengirim kata-kata diplomasi yang bijak. Ironisnya, sekarang ia membuat nazar yang berlebihan dan terlalu berani.
Yefta melakukan sebuah tindakan yang tragis bukan karena ia lemah imannya, melainkan karena ia terlalu percaya diri dan menjadi buta terhadap konsekuensi dari kata-katanya sendiri kepada TUHAN.
Dari hal ini kita belajar, bahwa iman yang baik harus disertai dengan kesetiaan yang hati-hati. Pasalnya, jika kita berjanji kepada Tuhan dengan sembarangan, semangat iman kita hanya akan menjadi semangat keagamaan yang kadang kala justru membutakan. Karena itu, sebelum berjanji, pikirkanlah baik-baik apa yang harus Anda lakukan bagi Tuhan untuk menepatinya. [YGM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/05/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+11:29-40
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Hakim-hakim+11:29-40
Hakim-hakim 11:29-40
29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."
32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit--dua puluh kota banyaknya--dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
40 bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
0 komentar:
Posting Komentar