e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 17 April 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 12:1-10
Setahun: 1 Raja-raja 12-14
Nats: Namun, jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)
Renungan:
CUKUPLAH ANUGERAH-KU
Seorang pendeta muda tiba-tiba didiagnosis menderita penyakit autoimun yang membuatnya sulit bergerak. Ia frustrasi. Pelayanan yang dulu menjadi panggilan, kini terasa seperti beban karena keterbatasan fisiknya. Dalam masa sulitnya, ia berhenti berkhotbah dan mulai menulis renungan. Ia mulai menulis bukan karena kekuatan, tapi karena kelemahan yang memaksanya duduk dan diam di hadapan Tuhan. Ternyata, tulisan-tulisannya mulai menyentuh banyak orang, bahkan lebih luas dari pelayanannya dulu. Dalam syukurnya ia berdoa, "Tuhan, jika inilah cara-Mu menunjukkan kekuatan-Mu dalam hidupku, aku bersyukur untuk kelemahan ini."
Paulus juga menceritakan tentang "duri dalam dagingnya", suatu kelemahan atau penderitaan yang ia mohon tiga kali agar Tuhan ambil darinya. Namun, Tuhan tidak mengabulkannya. Sebaliknya, Tuhan memberi jawaban yang luar biasa, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu." Paulus belajar memahami bahwa Tuhan tidak selalu menghapus kelemahan, tetapi Ia selalu mencurahkan anugerah-Nya agar ia bisa bertahan, bahkan menjadi berkat.
Sering kali kita merasa tidak cukup baik dan tidak cukup mampu untuk menjalani panggilan hidup. Dunia mengajarkan bahwa kita harus selalu tangguh. Namun, Tuhan bekerja dengan cara berbeda. Ia tidak mencari orang yang kuat menurut standar dunia, melainkan orang yang bersandar kepada-Nya dalam kelemahan. Dalam kondisi terlemah dalam hidup kita, anugerah Tuhan bekerja paling nyata. Bukan saat kita berdiri kokoh, tapi saat kita tersungkur dan tetap percaya. --SYS/www.renunganharian.net
KELEMAHAN KITA BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA, ITU AWAL DARI ANUGERAH YANG BEKERJA TANPA BATAS.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+12:1-10
2 KORINTUS 12:1-10
1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
3 Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--
4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+12-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+12-14
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 17 April 2026
Bacaan : 2 KORINTUS 12:1-10
Setahun: 1 Raja-raja 12-14
Nats: Namun, jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)
Renungan:
CUKUPLAH ANUGERAH-KU
Seorang pendeta muda tiba-tiba didiagnosis menderita penyakit autoimun yang membuatnya sulit bergerak. Ia frustrasi. Pelayanan yang dulu menjadi panggilan, kini terasa seperti beban karena keterbatasan fisiknya. Dalam masa sulitnya, ia berhenti berkhotbah dan mulai menulis renungan. Ia mulai menulis bukan karena kekuatan, tapi karena kelemahan yang memaksanya duduk dan diam di hadapan Tuhan. Ternyata, tulisan-tulisannya mulai menyentuh banyak orang, bahkan lebih luas dari pelayanannya dulu. Dalam syukurnya ia berdoa, "Tuhan, jika inilah cara-Mu menunjukkan kekuatan-Mu dalam hidupku, aku bersyukur untuk kelemahan ini."
Paulus juga menceritakan tentang "duri dalam dagingnya", suatu kelemahan atau penderitaan yang ia mohon tiga kali agar Tuhan ambil darinya. Namun, Tuhan tidak mengabulkannya. Sebaliknya, Tuhan memberi jawaban yang luar biasa, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu." Paulus belajar memahami bahwa Tuhan tidak selalu menghapus kelemahan, tetapi Ia selalu mencurahkan anugerah-Nya agar ia bisa bertahan, bahkan menjadi berkat.
Sering kali kita merasa tidak cukup baik dan tidak cukup mampu untuk menjalani panggilan hidup. Dunia mengajarkan bahwa kita harus selalu tangguh. Namun, Tuhan bekerja dengan cara berbeda. Ia tidak mencari orang yang kuat menurut standar dunia, melainkan orang yang bersandar kepada-Nya dalam kelemahan. Dalam kondisi terlemah dalam hidup kita, anugerah Tuhan bekerja paling nyata. Bukan saat kita berdiri kokoh, tapi saat kita tersungkur dan tetap percaya. --SYS/www.renunganharian.net
KELEMAHAN KITA BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA, ITU AWAL DARI ANUGERAH YANG BEKERJA TANPA BATAS.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/04/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?2+KORINTUS+12:1-10
2 KORINTUS 12:1-10
1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
3 Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--
4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+12-14
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+12-14
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
0 komentar:
Posting Komentar