e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 4 Maret 2026
Bacaan : LUKAS 15:11-32
Setahun: Ulangan 14-16
Nats: Anak sulung itu marah dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan membujuk dia. (Lukas 15:28)
Renungan:
AMARAH SI SULUNG
Sang adik berlaku durhaka. Ia menuntut hak warisnya saat sang bapa masih hidup, sama saja ia menginginkan kematian bapanya. Lalu ia pergi berfoya-foya dan menjalani hidup yang cemar. Setelah bangkrut, ia kembali. Berharap diterima bekerja sebagai pelayan. Namun, sang bapa malah menyambutnya dengan pesta sukacita dan memulihkan statusnya sebagai anak yang terkasih. Si sulung protes keras. Ia menolak ikut berpesta. Baginya, adiknya itu pantas ditolak serta dibiarkan melarat.
Protes si sulung sepertinya masuk akal. Karena sang adik sudah menerima hak warisnya maka ia tak lagi punya hak di rumah itu. Selama ini, dialah yang bekerja keras mengurus dan bertanggung jawab atas usaha bapanya. Semua harta yang tersisa adalah bagian warisannya. Ia pun marah terhadap kebaikan ayahnya. Baginya, tindakan bapanya adalah kebodohan, serta memalukan. Ia pun tetap bergeming sekalipun sang bapa membujuknya.
Amarah si sulung menunjukkan betapa ia tidak mengenal ayahnya. Tak mengerti kerinduan dan isi hatinya. Hatinya juga jauh dari bapanya. Ia merasa diri benar karena hidup menaati bapanya. Namun, ketaatan itu ia lakukan karena terpaksa. Sebagai kewajiban. Bukan lahir dari hati yang mengasihi sang bapa atau tanda hormat kepadanya. Parahnya, anak sulung itu ternyata adalah saya dan semua orang yang sering merasa diri benar sehingga merasa berhak menolak kehadiran para pendosa. Sang Bapa, yang adalah Allah sendiri, menghendaki agar saya juga mengalami kasih dan kebaikan-Nya, serta rela berbagi kasih dan sukacita itu dengan anak-anak-Nya yang lain. Sukacita-Nya seharusnya menjadi sukacita kita juga. --HT/www.renunganharian.net
JIKA ALLAH MENYAMBUT PERTOBATAN PARA PENDOSA DENGAN TANGAN TERBUKA, SEHARUSNYA KITA JUGA BERLAKU DEMIKIAN DENGAN HATI PENUH SUKACITA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+15:11-32
LUKAS 15:11-32
11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+14-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+14-16
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 4 Maret 2026
Bacaan : LUKAS 15:11-32
Setahun: Ulangan 14-16
Nats: Anak sulung itu marah dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan membujuk dia. (Lukas 15:28)
Renungan:
AMARAH SI SULUNG
Sang adik berlaku durhaka. Ia menuntut hak warisnya saat sang bapa masih hidup, sama saja ia menginginkan kematian bapanya. Lalu ia pergi berfoya-foya dan menjalani hidup yang cemar. Setelah bangkrut, ia kembali. Berharap diterima bekerja sebagai pelayan. Namun, sang bapa malah menyambutnya dengan pesta sukacita dan memulihkan statusnya sebagai anak yang terkasih. Si sulung protes keras. Ia menolak ikut berpesta. Baginya, adiknya itu pantas ditolak serta dibiarkan melarat.
Protes si sulung sepertinya masuk akal. Karena sang adik sudah menerima hak warisnya maka ia tak lagi punya hak di rumah itu. Selama ini, dialah yang bekerja keras mengurus dan bertanggung jawab atas usaha bapanya. Semua harta yang tersisa adalah bagian warisannya. Ia pun marah terhadap kebaikan ayahnya. Baginya, tindakan bapanya adalah kebodohan, serta memalukan. Ia pun tetap bergeming sekalipun sang bapa membujuknya.
Amarah si sulung menunjukkan betapa ia tidak mengenal ayahnya. Tak mengerti kerinduan dan isi hatinya. Hatinya juga jauh dari bapanya. Ia merasa diri benar karena hidup menaati bapanya. Namun, ketaatan itu ia lakukan karena terpaksa. Sebagai kewajiban. Bukan lahir dari hati yang mengasihi sang bapa atau tanda hormat kepadanya. Parahnya, anak sulung itu ternyata adalah saya dan semua orang yang sering merasa diri benar sehingga merasa berhak menolak kehadiran para pendosa. Sang Bapa, yang adalah Allah sendiri, menghendaki agar saya juga mengalami kasih dan kebaikan-Nya, serta rela berbagi kasih dan sukacita itu dengan anak-anak-Nya yang lain. Sukacita-Nya seharusnya menjadi sukacita kita juga. --HT/www.renunganharian.net
JIKA ALLAH MENYAMBUT PERTOBATAN PARA PENDOSA DENGAN TANGAN TERBUKA, SEHARUSNYA KITA JUGA BERLAKU DEMIKIAN DENGAN HATI PENUH SUKACITA.
e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/03/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?LUKAS+15:11-32
LUKAS 15:11-32
11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."
Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+14-16
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+14-16
e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
0 komentar:
Posting Komentar