e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 27 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 15:1-19
Judul: Batasan Itu Berkat
Sebuah pepatah Jawa berbunyi "sadumuk bathuk sanyari bumi ditohi pati", yang berarti bahwa bahkan hal kecil, seperti sentuhan di dahi atau perubahan batas tanah sekecil jari, akan dipertahankan dengan nyawa. Sentuhan di dahi dianggap sebagai penghinaan dan bisa memicu konflik, begitu juga dengan pergeseran patok tanah. Karena itu, batas tanah yang jelas penting untuk mencegah pertumpahan darah.
Setelah membagi tanah Kanaan dengan undi kepada tiap-tiap suku Israel, tiap bagian perlu ditentukan batas-batasnya. Demikian pula bagian suku Yehuda. Batasnya ditentukan dengan sangat jelas dan detail; di selatan, timur, utara, dan barat (1-12). Sementara itu, juga jelas bahwa Kiryat-Arba atau Hebron menjadi milik Kaleb dan kaum keluarganya (13-19).
Menilik batasan jelas yang diberikan untuk tanah bagian suku Yehuda dan Kaleb, hal itu mestinya membuat mereka hidup dengan nyaman dan tenteram. Mereka tidak perlu bingung sampai mana daerah miliknya. Mereka juga tidak perlu berebut dengan suku lain atau khawatir jatah tanahnya digeser oleh suku lain. Begitu juga keluarga Kaleb dan anaknya, dapat merasa nyaman dan tenteram karena sudah ada batasan untuk milik masing-masing. Batasan ternyata menjadi berkat, menjadikan nyaman dan tenteram.
Demikian juga kiranya dapat kita terapkan dalam segala aspek kehidupan, bukan hanya masalah tanah. Batasan yang jelas tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam sebuah komunitas akan membuat anggota komunitas hidup nyaman dan tenteram, misalnya.
Sebaliknya, ketika tidak ada batasan apa pun, kita mudah merasa khawatir hak dan privasi kita akan dilanggar oleh orang lain. Demikian pula, kita tidak tahu boleh atau harus bertindak sejauh mana, dan, akhirnya, berakhir pada situasi kebingungan.
Kita adalah orang merdeka. Namun, bukan berarti bisa bebas tanpa batasan. Justru adanya batasan menolong kita bertindak dengan benar. Batasan juga memberikan kenyamanan dan ketenteraman. Dari hal itu, nyatalah, batasan bisa menjadi berkat. [KRS]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+15:1-19
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+15:1-19
Yosua 15:1-19
1 Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan.
2 Batas selatan bagi mereka mulai dari ujung Laut Asin, dari teluk yang menghadap ke selatan;
3 lalu keluar pada sebelah selatan pendakian Akrabim, terus ke Zin, naik ke sebelah selatan Kadesh-Barnea, terus ke Hezron, naik ke Adar, membelok ke Karka,
4 terus ke Azmon dan keluar pada sungai tanah Mesir, sehingga batas itu berakhir ke laut. Itulah bagi kamu batas selatan.
5 Batas timur ialah Laut Asin sampai ke muara sungai Yordan. Batas pada sisi utara mulai dari teluk di muara sungai Yordan itu:
6 batas itu naik ke Bet-Hogla, melalui sebelah utara Bet-Araba, kemudian batas itu naik ke batu Bohan bin Ruben;
7 lalu dari lembah Akhor batas itu naik ke Debir, dan menuju ke utara ke Gilgal di seberang pendakian Adumim, yang di sebelah selatan sungai. Kemudian batas itu terus ke mata air En-Semes dan keluar ke En-Rogel.
8 Kemudian batas itu naik ke lembah Ben-Hinom, di sebelah selatan sepanjang lereng gunung Yebus, itulah Yerusalem; kemudian batas itu naik ke puncak gunung yang di seberang lembah Hinom, di sebelah barat, di ujung utara lembah orang Refaim.
9 Kemudian batas itu melengkung dari puncak gunung itu ke mata air Me-Neftoah, lalu keluar ke kota-kota pegunungan Efron; selanjutnya batas itu melengkung ke Baala, itulah Kiryat-Yearim.
10 Kemudian batas itu membelok dari Baala ke barat ke pegunungan Seir, terus ke utara ke lereng gunung Yearim, itulah Kesalon, turun ke Bet-Semes dan terus ke Timna.
11 Kemudian batas itu keluar ke utara ke lereng gunung Ekron; kemudian batas itu melengkung ke Sikron, terus ke gunung Baala dan keluar dekat Yabneel, sehingga batas itu berakhir di laut.
12 Batas barat ialah Laut Besar dan pantainya. Itulah, ke segala penjuru, batas-batas daerah bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka.
13 Tetapi kepada Kaleb bin Yefune diberikan Yosua sebagian di tengah-tengah bani Yehuda itu, yakni Kiryat-Arba, seperti yang dititahkan TUHAN kepadanya; Arba ialah bapa Enak. Itulah Hebron.
14 Dan Kaleb menghalau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak.
15 Dari sana ia maju menyerang penduduk Debir. Nama Debir itu dahulu ialah Kiryat-Sefer.
16 Lalu berkatalah Kaleb: "Siapa yang menggempur Kiryat-Sefer dan merebutnya, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya."
17 Dan Otniel, anak Kenas saudara Kaleb, merebut kota itu; lalu Kaleb memberikan kepadanya Akhsa, anaknya, menjadi isterinya.
18 Ketika perempuan itu tiba, dibujuknya suaminya untuk meminta ladang kepada ayahnya. Maka turunlah perempuan itu dari keledainya, lalu berkatalah Kaleb kepadanya: "Ada apa?"
19 Jawabnya: "Berikanlah kepadaku hadiah; telah kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air." Lalu diberikannyalah kepadanya mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 27 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 15:1-19
Judul: Batasan Itu Berkat
Sebuah pepatah Jawa berbunyi "sadumuk bathuk sanyari bumi ditohi pati", yang berarti bahwa bahkan hal kecil, seperti sentuhan di dahi atau perubahan batas tanah sekecil jari, akan dipertahankan dengan nyawa. Sentuhan di dahi dianggap sebagai penghinaan dan bisa memicu konflik, begitu juga dengan pergeseran patok tanah. Karena itu, batas tanah yang jelas penting untuk mencegah pertumpahan darah.
Setelah membagi tanah Kanaan dengan undi kepada tiap-tiap suku Israel, tiap bagian perlu ditentukan batas-batasnya. Demikian pula bagian suku Yehuda. Batasnya ditentukan dengan sangat jelas dan detail; di selatan, timur, utara, dan barat (1-12). Sementara itu, juga jelas bahwa Kiryat-Arba atau Hebron menjadi milik Kaleb dan kaum keluarganya (13-19).
Menilik batasan jelas yang diberikan untuk tanah bagian suku Yehuda dan Kaleb, hal itu mestinya membuat mereka hidup dengan nyaman dan tenteram. Mereka tidak perlu bingung sampai mana daerah miliknya. Mereka juga tidak perlu berebut dengan suku lain atau khawatir jatah tanahnya digeser oleh suku lain. Begitu juga keluarga Kaleb dan anaknya, dapat merasa nyaman dan tenteram karena sudah ada batasan untuk milik masing-masing. Batasan ternyata menjadi berkat, menjadikan nyaman dan tenteram.
Demikian juga kiranya dapat kita terapkan dalam segala aspek kehidupan, bukan hanya masalah tanah. Batasan yang jelas tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam sebuah komunitas akan membuat anggota komunitas hidup nyaman dan tenteram, misalnya.
Sebaliknya, ketika tidak ada batasan apa pun, kita mudah merasa khawatir hak dan privasi kita akan dilanggar oleh orang lain. Demikian pula, kita tidak tahu boleh atau harus bertindak sejauh mana, dan, akhirnya, berakhir pada situasi kebingungan.
Kita adalah orang merdeka. Namun, bukan berarti bisa bebas tanpa batasan. Justru adanya batasan menolong kita bertindak dengan benar. Batasan juga memberikan kenyamanan dan ketenteraman. Dari hal itu, nyatalah, batasan bisa menjadi berkat. [KRS]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+15:1-19
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+15:1-19
Yosua 15:1-19
1 Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan.
2 Batas selatan bagi mereka mulai dari ujung Laut Asin, dari teluk yang menghadap ke selatan;
3 lalu keluar pada sebelah selatan pendakian Akrabim, terus ke Zin, naik ke sebelah selatan Kadesh-Barnea, terus ke Hezron, naik ke Adar, membelok ke Karka,
4 terus ke Azmon dan keluar pada sungai tanah Mesir, sehingga batas itu berakhir ke laut. Itulah bagi kamu batas selatan.
5 Batas timur ialah Laut Asin sampai ke muara sungai Yordan. Batas pada sisi utara mulai dari teluk di muara sungai Yordan itu:
6 batas itu naik ke Bet-Hogla, melalui sebelah utara Bet-Araba, kemudian batas itu naik ke batu Bohan bin Ruben;
7 lalu dari lembah Akhor batas itu naik ke Debir, dan menuju ke utara ke Gilgal di seberang pendakian Adumim, yang di sebelah selatan sungai. Kemudian batas itu terus ke mata air En-Semes dan keluar ke En-Rogel.
8 Kemudian batas itu naik ke lembah Ben-Hinom, di sebelah selatan sepanjang lereng gunung Yebus, itulah Yerusalem; kemudian batas itu naik ke puncak gunung yang di seberang lembah Hinom, di sebelah barat, di ujung utara lembah orang Refaim.
9 Kemudian batas itu melengkung dari puncak gunung itu ke mata air Me-Neftoah, lalu keluar ke kota-kota pegunungan Efron; selanjutnya batas itu melengkung ke Baala, itulah Kiryat-Yearim.
10 Kemudian batas itu membelok dari Baala ke barat ke pegunungan Seir, terus ke utara ke lereng gunung Yearim, itulah Kesalon, turun ke Bet-Semes dan terus ke Timna.
11 Kemudian batas itu keluar ke utara ke lereng gunung Ekron; kemudian batas itu melengkung ke Sikron, terus ke gunung Baala dan keluar dekat Yabneel, sehingga batas itu berakhir di laut.
12 Batas barat ialah Laut Besar dan pantainya. Itulah, ke segala penjuru, batas-batas daerah bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka.
13 Tetapi kepada Kaleb bin Yefune diberikan Yosua sebagian di tengah-tengah bani Yehuda itu, yakni Kiryat-Arba, seperti yang dititahkan TUHAN kepadanya; Arba ialah bapa Enak. Itulah Hebron.
14 Dan Kaleb menghalau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak.
15 Dari sana ia maju menyerang penduduk Debir. Nama Debir itu dahulu ialah Kiryat-Sefer.
16 Lalu berkatalah Kaleb: "Siapa yang menggempur Kiryat-Sefer dan merebutnya, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya."
17 Dan Otniel, anak Kenas saudara Kaleb, merebut kota itu; lalu Kaleb memberikan kepadanya Akhsa, anaknya, menjadi isterinya.
18 Ketika perempuan itu tiba, dibujuknya suaminya untuk meminta ladang kepada ayahnya. Maka turunlah perempuan itu dari keledainya, lalu berkatalah Kaleb kepadanya: "Ada apa?"
19 Jawabnya: "Berikanlah kepadaku hadiah; telah kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air." Lalu diberikannyalah kepadanya mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
0 komentar:
Posting Komentar