e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 26 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 14:6-15
Judul: Menagih Janji
Kata orang, janji adalah utang. Utang harus dibayar, maka janji juga harus ditepati. Hal ini memberi peringatan bahwa seseorang tidak bisa asal saja berjanji. Dia harus yakin bahwa dia bisa menepati janji itu. Sebaliknya, orang yang kepadanya janji diberikan memiliki hak untuk mengingatkan dan menagih janji yang sudah diterimanya.
Kaleb dan Yosua adalah dua di antara dua belas orang pengintai yang diutus Musa menyelidiki tanah Kanaan. Sepuluh pengintai membawa laporan yang membuat umat merasa takut, sementara Kaleb dan Yosua menyampaikan kebenaran dengan jujur (7-8). Karena kejujurannya, Kaleb menerima janji dari Musa bahwa tanah yang diinjaknya akan menjadi miliknya. Setelah Musa digantikan Yosua dan setiap suku mendapat bagian mereka di Kanaan, Kaleb menagih janji itu. Yosua, yang menghormati janji Musa, memberikan Hebron kepada Kaleb (13).
Bagi sebagian orang, menagih janji mungkin dianggap terlalu berlebihan, atau bahkan ketidaksabaran. Namun, pada dasarnya, menagih janji sama dengan meminta hak. Tentu boleh-boleh saja seseorang meminta sesuatu yang menjadi haknya. Di sisi lain, ketika menagih janji, sebenarnya kita sedang menghindarkan orang yang berjanji dari melakukan kebohongan. Kalau seseorang sudah berjanji, lalu tidak menepati, bukankah itu artinya berbohong?
Masalahnya, sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman menagih janji. Bisa jadi, dia takut dianggap tidak percaya kepada orang yang berjanji atau tidak sabaran. Bisa pula memang benar-benar takut karena yang berjanji itu orang yang berkuasa.
Cara Kaleb menagih janji bisa dijadikan teladan. Kata-kata yang kita gunakan mesti tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan memaparkan fakta, seperti Kaleb mengingatkan Yosua akan peristiwa yang menyebabkan Musa bersumpah. Selain itu, kita perlu memperhatikan juga waktu yang tepat, seperti Kaleb yang menagih haknya setelah semua suku mendapatkan tanah melalui undian. Jika kita perlu menagih janji, kiranya kita bisa melakukannya dengan benar. [KRS]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+14:6-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+14:6-15
Yosua 14:6-15
6 Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.
7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya.
8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.
14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.
15 Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 26 Februari 2026
Ayat SH: Yosua 14:6-15
Judul: Menagih Janji
Kata orang, janji adalah utang. Utang harus dibayar, maka janji juga harus ditepati. Hal ini memberi peringatan bahwa seseorang tidak bisa asal saja berjanji. Dia harus yakin bahwa dia bisa menepati janji itu. Sebaliknya, orang yang kepadanya janji diberikan memiliki hak untuk mengingatkan dan menagih janji yang sudah diterimanya.
Kaleb dan Yosua adalah dua di antara dua belas orang pengintai yang diutus Musa menyelidiki tanah Kanaan. Sepuluh pengintai membawa laporan yang membuat umat merasa takut, sementara Kaleb dan Yosua menyampaikan kebenaran dengan jujur (7-8). Karena kejujurannya, Kaleb menerima janji dari Musa bahwa tanah yang diinjaknya akan menjadi miliknya. Setelah Musa digantikan Yosua dan setiap suku mendapat bagian mereka di Kanaan, Kaleb menagih janji itu. Yosua, yang menghormati janji Musa, memberikan Hebron kepada Kaleb (13).
Bagi sebagian orang, menagih janji mungkin dianggap terlalu berlebihan, atau bahkan ketidaksabaran. Namun, pada dasarnya, menagih janji sama dengan meminta hak. Tentu boleh-boleh saja seseorang meminta sesuatu yang menjadi haknya. Di sisi lain, ketika menagih janji, sebenarnya kita sedang menghindarkan orang yang berjanji dari melakukan kebohongan. Kalau seseorang sudah berjanji, lalu tidak menepati, bukankah itu artinya berbohong?
Masalahnya, sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman menagih janji. Bisa jadi, dia takut dianggap tidak percaya kepada orang yang berjanji atau tidak sabaran. Bisa pula memang benar-benar takut karena yang berjanji itu orang yang berkuasa.
Cara Kaleb menagih janji bisa dijadikan teladan. Kata-kata yang kita gunakan mesti tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan memaparkan fakta, seperti Kaleb mengingatkan Yosua akan peristiwa yang menyebabkan Musa bersumpah. Selain itu, kita perlu memperhatikan juga waktu yang tepat, seperti Kaleb yang menagih haknya setelah semua suku mendapatkan tanah melalui undian. Jika kita perlu menagih janji, kiranya kita bisa melakukannya dengan benar. [KRS]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/02/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yosua+14:6-15
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+14:6-15
Yosua 14:6-15
6 Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.
7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya.
8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.
14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.
15 Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
0 komentar:
Posting Komentar