(e-RH) 7 Februari -- 1 RAJA-RAJA 17:7-24 - BERBAGI KEHIDUPAN

Posted On // Leave a Comment
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 7 Februari 2026
Bacaan : 1 RAJA-RAJA 17:7-24
Setahun: Imamat 19-21
Nats: Tetapi, kata Elia kepadanya, "Jangan takut. Pulanglah, lakukanlah seperti yang kaukatakan. Hanya saja, buatlah lebih dulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari tepung itu dan bawalah kepadaku. Sesudah itu barulah kaubuat bagimu dan anakmu." (1 Raja-raja 17:13)

Renungan:

BERBAGI KEHIDUPAN

Ajakan untuk berbagi kepada sesama tentu sudah sering digaungkan. Bahkan ajakan ini tidak pernah berhenti. Hal ini dapat menunjukkan bahwa masih sedikit orang yang menyadari pentingnya berbagi kepada orang lain. Banyak orang yang justru melihat kekurangan dirinya sendiri daripada memahami penderitaan orang lain. Bila mereka berbagi, mereka takut akan kekurangan mereka.

Seperti yang diperintahkan Tuhan, Elia pergi kepada seorang janda di Sarfat untuk menerima roti darinya. Namun, awalnya janda tersebut keberatan untuk membuatkan sepotong roti untuk Elia, sebab yang ia miliki hanyalah persediaan terakhirnya. Bagi janda tersebut, ia ingin makan bersama dengan anaknya untuk terakhir kalinya, sebelum ia mati kelaparan. Ia takut apabila berbagi dengan Elia maka ia tidak akan bisa menikmati makan bersama dengan anaknya. Oleh karenanya, Elia menasihatinya untuk tidak takut dan mengkhawatirkan hidupnya, sebab Tuhan sendirilah yang akan mencukupi hidupnya. Sekalipun secara nalar, ia akan kekurangan makanan bila berbagi dengan Elia. Namun, Elia menunjukkan bahwa penyertaan Tuhan itu melebihi pemahaman manusia.

Ketakutan dan kekhawatiran akan kekurangan yang kita miliki akan membutakan kita untuk melihat berkat Tuhan. Marilah kita menyadari bahwa melalui berkat-Nya, Ia mencukupi seluruh hidup kita. Oleh karenanya, janganlah takut akan kekurangan kita, tetapi berbagilah kepada sesama. Sebab dengan berbagi maka kita mewujudkan kehidupan dari-Nya. --ZDP/www.renunganharian.net
   
DENGAN BERBAGI, KITA MEWUJUDKAN KEHIDUPAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: https://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2026/02/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?1+RAJA-RAJA+17:7-24

1 RAJA-RAJA 17:7-24

 7  Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
 8  Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
 9  "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
10  Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12  Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13  Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14  Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16  Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
17  Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
18  Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"
19  Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
20  Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?"
21  Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."
22  TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
23  Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu, ia sudah hidup!"
24  Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."

Bacaan Alkitab Setahun: https://alkitab.sabda.org/?Imamat+19-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+19-21

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Pelayanan Gloria -- Copyright © 2026 Yayasan Pelayanan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

0 komentar:

Posting Komentar