(e-SH) 9 Januari -- Yohanes 6:16-21 - Salah Memahami Kehadiran Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 9 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:16-21

Judul: Salah Memahami Kehadiran Tuhan

Di akhir peristiwa sebelumnya, orang banyak hendak membawa Yesus dengan paksa untuk menjadikan-Nya raja. Ia menolak dan menyingkir ke gunung. Ketika malam tiba, murid-murid Yesus pergi ke danau, menyeberang ke Kapernaum menggunakan perahu (16-17).

Di tengah perjalanan, angin kencang bertiup. Mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu dan mereka ketakutan (18-19). Injil Matius dan Markus menyebutkan bahwa saat itu kira-kira pukul tiga subuh sehingga mereka mengira Yesus adalah hantu. Yesus menenangkan mereka, naik ke perahu, dan mereka pun sampai ke tujuan (20-21).

Kita bisa mengimajinasikan kondisi fisik dan mental para murid yang letih ketika melakukan perjalanan itu. Beberapa yang bukan nelayan bisa jadi panik dan ketakutan. Kondisi itu membuat mereka salah memahami kehadiran Yesus sebagai hantu. Jawaban Yesus bukan hanya memberi ketenangan, tetapi merupakan penyingkapan identitas diri-Nya. Kata 'Ini Aku' (Yunani: Egō Eimi) mengingatkan kepada Keluaran 3:14 ketika TUHAN memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. Sebagaimana dahulu Ia hadir menyelamatkan umat Israel, saat ini pun Ia hadir bukan hanya menyelamatkan para murid dari badai, namun seluruh ciptaan-Nya dari maut.

Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu hadir di saat-saat paling sulit, paling berat, dan paling takut kita. Sayangnya, ketika badai hidup menerpa, kita sering lebih dihantui kecemasan dan mengira Ia jauh dan tak hadir.

Seorang hamba Tuhan muda yang melayani di pedalaman Kalimantan Barat mendapat penguatan dari pendeta seniornya: "Di pedalaman, kita berjumpa Tuhan". Benar, melayani di tempat tanpa listrik dan sinyal, dengan kondisi jalan tanah yang hancur, penuh dengan roh-roh di udara, jauh dari kemewahan perkotaan, justru membuat kehadiran Tuhan makin nyata dirasakan.

Kehadiran Tuhan tidak selalu membuat badai berhenti, namun kehadiran-Nya menjamin kita sampai ke tujuan yang telah Ia tetapkan bagi kita. Karena itu, undanglah Tuhan ke dalam 'perahu' hidup kita! [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:16-21
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:16-21

Yohanes 6:16-21

16  Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
17  dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
18  sedang laut bergelora karena angin kencang.
19  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
20  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"
21  Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar