e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:22-39
Judul: Menang atas Tantangan
Istilah 'playing victim' diberikan kepada mereka yang selalu bersikap seperti korban dan menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka alami.
Sikap ini juga terlihat pada orang-orang Yahudi yang datang kepada Yesus ketika Dia berada di Bait Allah, di Serambi Salomo. Mereka merasa Yesus membuat mereka bimbang perihal kemesiasan-Nya (24).
Kebimbangan itu berasal dari penolakan mereka untuk percaya. Mereka tidak mau menerima perkataan Yesus tentang diri-Nya, maksud kedatangan-Nya, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Bapa, serta kesatuan antara Dia dan Bapa (25-30). Dalam keadaan tidak percaya, mereka mengambil tindakan ekstrem dengan mencoba melempari Yesus dengan batu (31).
Kemudian, mereka memulai tuntutan baru yang menyatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah. Menanggapi hal itu, Yesus memberikan penjelasan tentang diri-Nya dan pekerjaan yang diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Mereka menyaksikan pekerjaan itu dilakukan oleh Yesus, mereka seharusnya percaya agar dapat memahami bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Akan tetapi, sekalipun Yesus telah menjelaskan, mereka tetap berusaha menangkap Dia, namun Yesus berhasil luput dari tangan mereka (32-39).
Yesus datang membawa keselamatan bagi dunia, namun kehadiran-Nya sering kali mendapat penolakan. Kita perlu mengingat bahwa tidak semua tindakan baik akan mendapatkan respons positif dari orang lain. Ketika rasa iri hati telah menguasai seseorang, maka ia cenderung mencari kesalahan dan menolak kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebaikan adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi.
Kita pun dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan kehendaki, bahkan ketika harus berhadapan dengan tantangan yang sulit. Hal yang menjadi penting adalah cara kita mengelola tantangan tersebut agar menjadi kekuatan untuk terus menjalankan kehendak Tuhan. Inilah yang harus menjadi misi bagi setiap anak Tuhan, sehingga pada akhirnya kita menjadi pemenang dalam kasih dan rencana-Nya. [ANM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:22-39
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:22-39
Yohanes 10:22-39
22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30 Aku dan Bapa adalah satu."
31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 10:22-39
Judul: Menang atas Tantangan
Istilah 'playing victim' diberikan kepada mereka yang selalu bersikap seperti korban dan menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka alami.
Sikap ini juga terlihat pada orang-orang Yahudi yang datang kepada Yesus ketika Dia berada di Bait Allah, di Serambi Salomo. Mereka merasa Yesus membuat mereka bimbang perihal kemesiasan-Nya (24).
Kebimbangan itu berasal dari penolakan mereka untuk percaya. Mereka tidak mau menerima perkataan Yesus tentang diri-Nya, maksud kedatangan-Nya, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Bapa, serta kesatuan antara Dia dan Bapa (25-30). Dalam keadaan tidak percaya, mereka mengambil tindakan ekstrem dengan mencoba melempari Yesus dengan batu (31).
Kemudian, mereka memulai tuntutan baru yang menyatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah. Menanggapi hal itu, Yesus memberikan penjelasan tentang diri-Nya dan pekerjaan yang diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Mereka menyaksikan pekerjaan itu dilakukan oleh Yesus, mereka seharusnya percaya agar dapat memahami bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Akan tetapi, sekalipun Yesus telah menjelaskan, mereka tetap berusaha menangkap Dia, namun Yesus berhasil luput dari tangan mereka (32-39).
Yesus datang membawa keselamatan bagi dunia, namun kehadiran-Nya sering kali mendapat penolakan. Kita perlu mengingat bahwa tidak semua tindakan baik akan mendapatkan respons positif dari orang lain. Ketika rasa iri hati telah menguasai seseorang, maka ia cenderung mencari kesalahan dan menolak kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebaikan adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi.
Kita pun dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan kehendaki, bahkan ketika harus berhadapan dengan tantangan yang sulit. Hal yang menjadi penting adalah cara kita mengelola tantangan tersebut agar menjadi kekuatan untuk terus menjalankan kehendak Tuhan. Inilah yang harus menjadi misi bagi setiap anak Tuhan, sehingga pada akhirnya kita menjadi pemenang dalam kasih dan rencana-Nya. [ANM]
e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+10:22-39
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+10:22-39
Yohanes 10:22-39
22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30 Aku dan Bapa adalah satu."
31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
0 komentar:
Posting Komentar