(e-SH) 23 Januari -- Yohanes 8:37-47 - Warisi Iman, Bukan Status

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 23 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 8:37-47

Judul: Warisi Iman, Bukan Status

Barangkali Anda pernah menjalin relasi dengan orang yang berpengaruh? Entah disadari atau tidak, relasi dengan orang yang berpengaruh dapat membuat kita meninggikan diri. Sama halnya dengan orang Yahudi yang membanggakan diri sebagai keturunan Abraham. Mereka berpikir, menjadi keturunan Abraham sudah otomatis membuat mereka hidup dalam iman yang benar.

Yesus tidak menyangkal bahwa mereka adalah keturunan Abraham. Tetapi, kenyataannya adalah mereka tidak menjalani hidup layaknya keturunan Abraham. Niat mereka untuk membunuh Yesus menjadi bukti bahwa meskipun mereka keturunan Abraham, mereka tidak mewarisi iman layaknya seorang anak dari bapa orang beriman (40).

Orang Yahudi tidak menerima jawaban Yesus karena mereka percaya diri sebagai anak Abraham dan anak Allah. Namun, Yesus menunjukkan bahwa hati, pikiran, dan tindakan mereka tidak mencerminkan hal itu. Jika benar mereka berasal dari Allah, tentu mereka akan mengenali siapa Yesus, bukan justru berencana membunuh-Nya. Ketidakmampuan mereka memahami perkataan dan pernyataan Yesus juga menjadi bukti bahwa mereka bukan berasal dari Allah (47).

Yesus menekankan bahwa menjadi keturunan Abraham tidak otomatis membuat seseorang hidup dalam kebenaran. Abraham menunjukkan imannya melalui ketaatan kepada Allah, dan kita yang mewarisi imannya juga harus melakukan hal yang sama. Kita perlu membuktikan bahwa kita adalah anak-anak Allah, bukan anak-anak si jahat.

Setidaknya ada dua sikap yang menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Pertama, mengasihi Yesus. Kedua, mendengarkan firman Allah. Keduanya menjadi ciri khas penting yang menunjukkan bahwa Allah adalah Bapa kita.

Kita juga adalah 'keturunan Abraham' secara rohani. Ia adalah bapa teladan iman kita dan kita adalah anak-anaknya yang hidup dalam iman seperti yang ia lakukan. Dengan demikian, mari kita hidup dalam ketaatan iman sebagaimana Abraham dan Yesus Kristus yang sudah memberikan teladan sempurna bagi kita. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+8:37-47
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+8:37-47

Yohanes 8:37-47

37  "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
38  Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
39  Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
40  Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
41  Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
42  Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
43  Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
44  Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
45  Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.
46  Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?
47  Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar