(e-SH) 13 Januari -- Yohanes 6:67-71 - Setia Bersama Tuhan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Selasa, 13 Januari 2026
Ayat SH: Yohanes 6:67-71

Judul: Setia Bersama Tuhan

Dalam pidato di akhir masa hidupnya, Yosua bin Nun menantang orang Israel untuk memilih kepada siapa mereka mau beribadah: kepada ilah-ilah bangsa lain atau kepada Tuhan yang telah menyertai mereka (bdk. Yos. 24:15). Pertanyaan senada juga dilontarkan Yesus kepada 12 murid-Nya ketika banyak orang memilih untuk tidak lagi mengikuti-Nya (67).

Jawaban Petrus begitu tegas bahwa mereka tidak akan pergi meninggalkan-Nya (68-69).

Pertanyaan Yesus itu berat dan jawaban Petrus juga tidaklah mudah untuk diucapkan. Petrus sadar bahwa meskipun jalan bersama Yesus tidak selalu mudah, tidak ada yang lain yang dapat memberikan apa yang Ia berikan, yaitu kehidupan kekal. Yesus merespons dengan mengingatkan bahwa Dialah yang telah memilih mereka. Ini menunjukkan, Yesus tahu betul kerapuhan para murid. Yudas nantinya akan mengkhianati-Nya (71). Petrus yang menjawab dengan yakin, nantinya akan menyangkal Dia (lih. Yoh. 18:15-18). Sedangkan Tomas, nantinya ia tidak langsung percaya akan kebangkitan-Nya (lih. Yoh. 20:24-29).

Kita semua memiliki kerapuhan seperti para murid. Kita sering dihadapkan pada situasi yang membawa kegamangan: memilih setia bersama Tuhan, tetapi tidak mudah; atau, pergi meninggalkan Tuhan, tetapi membawa kenyamanan. Saudara yang aktif melayani di gereja mungkin pernah menghadapi situasi ketika terjadi persoalan internal, misal beberapa orang memilih mundur dari pelayanan. Atau, barangkali Saudara pernah mengalami tawaran menggiurkan yang berkait dengan promosi karier, popularitas, dan kesejahteraan ekonomi jika mau meninggalkan iman kepada Tuhan.

Kita, yang lemah dan rapuh ini, telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pengikut-Nya, menjadi bagian dari keselamatan abadi yang Ia siapkan, sekaligus menjadi rekan untuk mewartakan kasih-Nya kepada dunia. Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna tanpa cacat cela, tetapi Ia meminta kesetiaan dan komitmen kita untuk tetap bersama Dia. Sanggupkah kita setia di tengah tantangan yang kerap menggoyahkan iman? [YWA]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2026/01/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:67-71
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6:67-71

Yohanes 6:67-71

67  Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
68  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
69  dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
70  Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis."
71  Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar