e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Baca Gali Alkitab
Kisah Para Rasul 27:1-13
Orang bilang, "Hindsight is 20/20", yang artinya ketika kita melihat ke belakang dan mengamati insiden yang sudah terjadi, kita dapat dengan mudah mengkritik apa-apa saja yang kita anggap salah. Kita kerap berkomentar, "Kenapa dia begitu?", "Seharusnya dia begini!", atau "Kalau saja aku jadi dia, aku pasti pakai cara ini dan itu!"
Ketika kita membaca kisah Alkitab tentang tokoh tertentu, kita bisa mencibir atas kesalahan tokoh itu. Namun, seandainya kita berada di kapal yang sama dengan dia, mampukah kita mengambil tindakan yang lebih baik dan melakukan hal yang benar?
Apa saja yang Anda baca?
1. Kepada siapa Paulus diserahkan, dan bagaimana dia memperlakukan Paulus (1-3)
2. Apa yang terjadi dalam pelayaran mereka? (4-5)
3. Apa yang mereka lakukan, dan bagaimana hasilnya? (6-9a)
4. Apa yang Paulus peringatkan kepada mereka? (9b-10)
5. Apa respons perwira itu, dan mengapa? (11-13)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apakah orang yang ramah dan percaya pada masa mudah pasti akan tetap ramah dan percaya pada masa sulit? Mengapa?
2. Seberapa penting sebuah peringatan yang diberikan oleh orang lain, terutama seorang sahabat?
3. Mampukah manusia memprediksi situasi masa depan, dan seberapa pasti prediksi itu?
4. Agar kita terhindar dari kesalahan yang sama, yang sering kali kita sendiri kritik dan komentari, apa yang perlu kita lakukan?
Apa respons Anda?
1. Agar kita tidak panik dan tetap memercayai orang yang tepat, pola pikir apa yang perlu kita tanamkan di dalam pikiran kita?
2. Ketika sahabat kita hendak melakukan kesalahan, peringatan seperti apa yang dapat kita berikan kepadanya?
Pokok Doa:
Bersyukur atas segala peringatan yang Tuhan berikan dan sahabat yang Ia tempatkan bagi kebaikan kita.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+27:14-44
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+27:14-44
Kisah Para Rasul 27:1-13
1 Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar.
2 Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami.
3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya.
4 Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus.
5 Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia.
6 Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu.
7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
9 Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya:
10 "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita."
11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.
12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.
13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Baca Gali Alkitab
Kisah Para Rasul 27:1-13
Orang bilang, "Hindsight is 20/20", yang artinya ketika kita melihat ke belakang dan mengamati insiden yang sudah terjadi, kita dapat dengan mudah mengkritik apa-apa saja yang kita anggap salah. Kita kerap berkomentar, "Kenapa dia begitu?", "Seharusnya dia begini!", atau "Kalau saja aku jadi dia, aku pasti pakai cara ini dan itu!"
Ketika kita membaca kisah Alkitab tentang tokoh tertentu, kita bisa mencibir atas kesalahan tokoh itu. Namun, seandainya kita berada di kapal yang sama dengan dia, mampukah kita mengambil tindakan yang lebih baik dan melakukan hal yang benar?
Apa saja yang Anda baca?
1. Kepada siapa Paulus diserahkan, dan bagaimana dia memperlakukan Paulus (1-3)
2. Apa yang terjadi dalam pelayaran mereka? (4-5)
3. Apa yang mereka lakukan, dan bagaimana hasilnya? (6-9a)
4. Apa yang Paulus peringatkan kepada mereka? (9b-10)
5. Apa respons perwira itu, dan mengapa? (11-13)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apakah orang yang ramah dan percaya pada masa mudah pasti akan tetap ramah dan percaya pada masa sulit? Mengapa?
2. Seberapa penting sebuah peringatan yang diberikan oleh orang lain, terutama seorang sahabat?
3. Mampukah manusia memprediksi situasi masa depan, dan seberapa pasti prediksi itu?
4. Agar kita terhindar dari kesalahan yang sama, yang sering kali kita sendiri kritik dan komentari, apa yang perlu kita lakukan?
Apa respons Anda?
1. Agar kita tidak panik dan tetap memercayai orang yang tepat, pola pikir apa yang perlu kita tanamkan di dalam pikiran kita?
2. Ketika sahabat kita hendak melakukan kesalahan, peringatan seperti apa yang dapat kita berikan kepadanya?
Pokok Doa:
Bersyukur atas segala peringatan yang Tuhan berikan dan sahabat yang Ia tempatkan bagi kebaikan kita.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+27:14-44
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+27:14-44
Kisah Para Rasul 27:1-13
1 Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar.
2 Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami.
3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya.
4 Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus.
5 Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia.
6 Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu.
7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
9 Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya:
10 "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita."
11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.
12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.
13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.
e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab
0 komentar:
Posting Komentar