(e-SH) 1 Juli -- Ibrani 9:1-10 - Bersih, tetapi Belum Suci

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 1 Juli 2023
Ayat SH: Ibrani 9:1-10

Judul: Bersih, tetapi Belum Suci

Kita tahu perbedaan antara membilas dan mencuci. Kedua kegiatan itu melibatkan air, tetapi mencuci melibatkan unsur lain, yaitu sabun. Piring yang hanya dibilas mungkin terlihat bersih, tetapi belum layak untuk dipakai. Analogi itu menggambarkan fungsi Bait Allah. Penulis Ibrani menunjukkan bagaimana Bait Allah berguna, tetapi tidak dapat menyucikan diri kita sebagai manusia berdosa.

Dalam pasal sebelumnya, penulis Ibrani menekankan bahwa Allah sudah bermaksud untuk menghadirkan "perjanjian baru" sebagai ganti "perjanjian yang pertama" (Ibr. 8:7-13). Kini ia menegaskan bagaimana "perjanjian yang pertama" memberi peraturan yang baik dan memungkinkan umat untuk beribadah kepada Allah. Namun, dengan merujuk kepada perabot dan pelayan Bait Allah, ia menunjukkan keterbatasannya.

Pertama, lokasi Bait Allah berada di dunia (1-5). Ada keterbatasan ruang, jangkauan, dan budaya yang terkait dengan ibadah di bait itu. Kedua, para imam harus membasuh diri setiap kali mereka akan mempersembahkan kurban (6-8). Persyaratan ini juga berlaku bagi Imam Besar yang memasuki tempat mahakudus setahun sekali saja. Ketiga, persembahan bermanfaat untuk menghapus dosa, tetapi tidak dapat mengubah hati umat (9-10). Jadi, umat baru sebatas dibasuh, belum disucikan.

Menurut firman Tuhan, setiap umat harus beribadah kepada Allah. Untuk memahami hakikat ibadah, kita perlu mengenal dasar iman menurut kebenaran Allah.

Iman tidak diletakkan pada aturan karena aturan hanya berguna untuk ibadah kita di dunia dan hidup yang sekarang. Iman juga tidak diletakkan pada figur hamba Tuhan dan objek persembahan karena manusia dan benda mati tidak dapat menyelesaikan masalah terbesar, yaitu dosa. Iman yang menyelamatkan hanya ada pada Yesus Kristus. Ialah Anak Allah, Sang Juru Selamat, yang tidak terbatas ruang dan waktu, yang mengenali kita semua. Di dalam-Nya, setiap umat dari berbagai bangsa dan zaman dapat disucikan dan dilayakkan untuk beribadah kepada Allah Bapa. Sudahkah kita beribadah di dalam iman kepada Yesus Kristus? [IBS]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2023/07/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ibrani+9:1-10
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ibrani+9:1-10

Ibrani 9:1-10

 1  Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
 2  Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.
 3  Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.
 4  Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
 5  dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci.
 6  Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,
 7  tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.
 8  Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.
 9  Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,
10  karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar