(e-SH) 1 Juni -- Ayub 22 - Stop Menghakimi Sesama!

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 1 Juni 2023
Ayat SH: Ayub 22

Judul: Stop Menghakimi Sesama!

Dihakimi atas apa yang kita perbuat itu wajar. Namun, dituduh atas sesuatu yang tidak kita lakukan tentu sangat mengecewakan dan menyedihkan. Mungkin hal inilah yang dialami oleh Ayub saat mendengar perkataan Elifas.

Dalam firman Tuhan hari ini, Elifas mengungkapkan berbagai hal kepada Ayub terkait dengan derita yang sedang dialaminya. Menurut Elifas, manusia itu tidaklah berguna bagi Allah (2). Tidak ada untungnya manusia hidup saleh atau hidup benar di hadapan Allah (3). Ia juga mengungkapkan bahwa apa yang Ayub alami disebabkan oleh dosanya (4-10). Tidak hanya itu, dosa yang dilakukan Ayub mendatangkan hukuman atas dirinya (11-20). Karena itu, Elifas meminta Ayub untuk bertobat (21-30).

Meski terkesan ingin menolong, pada kenyataannya perkataan Elifas secara tidak langsung memojokkan dan juga menghujani Ayub dengan berbagai tuduhan. Masalahnya, inti dari apa yang Elifas ungkapkan adalah Ayub sedang mengalami hukuman Allah dan ia haruslah bertobat.

Tentu, hal ini bertentangan dengan apa yang dikatakan Alkitab tentang Ayub bahwa ia adalah orang yang saleh dan dekat dengan Allah. Logikanya, jika dia adalah orang yang saleh, bukankah seharusnya dia tidak mengalami kehancuran hidup seperti itu?

Ironisnya, kita pun sering kali menggunakan logika saja, padahal logika kita terbatas. Kita berpikir bahwa penyakit atau penderitaan selalu identik dengan kutukan dosa atau hukuman Allah kepada orang yang mengalaminya. Namun, perlu diingat bahwa kehidupan iman kita kepada Allah tidaklah sedangkal itu.

Allah bisa memakai apa pun untuk menguji kemurnian iman kita, termasuk penderitaan. Ia melakukannya bukan untuk menghancurkan ciptaan-Nya, melainkan untuk menyatakan kemuliaan nama-Nya, karena sesungguhnya inilah tujuan hidup kita: menyatakan kehendak Allah.

Hendaklah kita tidak saling menghakimi, tetapi marilah kita saling mengasihi. Kiranya Allah terus menguatkan dan menyertai hidup kita sampai kepada keserupaan dengan Kristus. [MAR]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2023/06/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ayub+22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+22

Ayub 22

 1  Maka Elifas, orang Teman, menjawab:
 2  "Apakah manusia berguna bagi Allah? Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri.
 3  Apakah ada manfaatnya bagi Yang Mahakuasa, kalau engkau benar, atau keuntungannya, kalau engkau hidup saleh?
 4  Apakah karena takutmu akan Allah, maka engkau dihukum-Nya, dan dibawa-Nya ke pengadilan?
 5  Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan?
 6  Karena dengan sewenang-wenang engkau menerima gadai dari saudara-saudaramu dan merampas pakaian orang-orang yang melarat;
 7  orang yang kehausan tidak kauberi minum air, dan orang yang kelaparan tidak kauberi makan,
 8  tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, dan orang yang disegani, dialah yang mendudukinya.
 9  Janda-janda kausuruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan.
10  Itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap, dan dikejutkan oleh kedahsyatan dengan tiba-tiba.
11  Terangmu menjadi gelap, sehingga engkau tidak dapat melihat dan banjir meliputi engkau.
12  Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya!
13  Tetapi pikirmu: Tahu apa Allah? Dapatkah Ia mengadili dari balik awan-awan yang gelap?
14  Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran langit!
15  Apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama, yang dilalui orang-orang jahat,
16  mereka yang telah direnggut sebelum saatnya, yang alasnya dihanyutkan sungai;
17  mereka yang berkata kepada Allah: Pergilah dari pada kami! dan: Yang Mahakuasa dapat berbuat apa terhadap kami?
18  Namun Dialah juga yang memenuhi rumah mereka dengan segala yang baik--tetapi rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku.
19  Hal itu dilihat oleh orang benar dan mereka bersukaria; orang yang tidak bersalah mengolok-olok mereka:
20  Sungguh, lawan kami telah dilenyapkan, dan peninggalan mereka telah habis dimakan api.
21  Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan.
22  Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu.
23  Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu,
24  membuang biji emas ke dalam debu, emas Ofir ke tengah batu-batu sungai,
25  dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu,
26  maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah.
27  Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu.
28  Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.
29  Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!
30  Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar