(e-SH) 12 April -- Ratapan 1:1-11 - Banyak Dosa, Nihil Pertobatan

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 12 April 2023
Ayat SH: Ratapan 1:1-11

Judul: Banyak Dosa, Nihil Pertobatan

Menyaksikan seseorang menjalani hukuman mati tentu tidak menyenangkan. Para saksi yang dihadirkan dalam ruang eksekusi bisa terjebak dalam kegelisahan yang berkepanjangan.

Seperti itulah perasaan Nabi Yeremia, penulis Kitab Ratapan, yang menjadi saksi mata terhadap hukuman Allah atas Kerajaan Yehuda. Yerusalem, ibu kotanya, dikepung musuh sehingga penduduknya hanya bisa meratap tanpa ada yang bisa menghibur (1-2).

Tidak ada lagi ketenteraman dan perayaan penuh sukacita (3-4). Rakyat dan pemimpinnya diangkut, harta benda mereka dirampas (5-7). Bangsa asing menyerbu masuk dan menghancurkan Bait Suci sehingga penduduk pun jatuh miskin dan kelaparan (10-11). Kondisi akhir Kota Yerusalem diibaratkan sebagai janda yang jatuh miskin dan ratu yang menjadi budak.

Sang nabi tahu persis mengapa orang-orang Yehuda harus menjalani hukuman itu. Ia memberitahukannya kepada kita "Yerusalem sangat berdosa..." (8). Walau demikian, pertobatan mereka nihil.

Dari Perjanjian Lama, kita tahu bahwa umat Allah diperintahkan untuk beribadah dan mempersembahkan kurban. Dan apa yang Allah inginkan adalah pertobatan, sebab pertobatan mewakili ekspresi iman orang. Ketika seseorang menunjukkan pertobatan sejati, ia sesungguhnya sedang mengimani anugerah Allah yang membebaskannya dan memanggilnya menjadi umat milik-Nya.

Sejarah kehancuran Yerusalem kiranya menjadi peringatan bagi kita semua. Allah tidak pernah berubah. Ia membenci dosa dan pasti menghukum para pendosa!

Apakah Anda mempunyai kebiasaan tertentu yang Anda tahu sebenarnya adalah dosa? Mungkin Anda membenarkannya dengan rasionalisasi atau menutupinya dengan usaha ibadah Anda.

Pada hari ini akuilah kebiasaan dosa itu kepada Allah di dalam doa. Ungkapkan kelemahan dan kegagalan yang Anda alami ketika Anda berusaha mengatasinya. Kuasa dan kasih-Nya mampu melepaskan kita dari banyak dosa. [PHM]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2023/04/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ratapan+1:1-11
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ratapan+1:1-11

Ratapan 1:1-11

 1  Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan.
 2  Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis, air matanya bercucuran di pipi; dari semua kekasihnya, tak ada seorangpun yang menghibur dia. Semua temannya mengkhianatinya, mereka menjadi seterunya.
 3  Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara dan karena perbudakan yang berat; ia tinggal di tengah-tengah bangsa-bangsa, namun tidak mendapat ketenteraman; siapa saja yang menyerang dapat memasukinya pada saat ia terdesak.
 4  Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-daranya; dan dia sendiri pilu hatinya.
 5  Lawan-lawan menguasainya, seteru-seterunya berbahagia. Sungguh, TUHAN membuatnya merana, karena banyak pelanggarannya; kanak-kanaknya berjalan di depan lawan sebagai tawanan.
 6  Lenyaplah dari puteri Sion segala kemuliaannya; pemimpin-pemimpinnya bagaikan rusa yang tidak menemukan padang rumput; mereka berjalan tanpa daya di depan yang mengejarnya.
 7  Terkenanglah Yerusalem, pada hari-hari sengsara dan penderitaannya, akan segala harta benda yang dimilikinya dahulu kala; tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan, dan tak ada penolong baginya, para lawan memandangnya, dan tertawa karena keruntuhannya.
 8  Yerusalem sangat berdosa, sehingga najis adanya; semua yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya, karena melihat telanjangnya; dan dia sendiri berkeluh kesah, dan memalingkan mukanya.
 9  Kenajisannya melekat pada ujung kainnya; ia tak berpikir akan akhirnya, sangatlah dalam ia jatuh, tiada orang yang menghiburnya. "Ya, TUHAN, lihatlah sengsaraku, karena si seteru membesarkan dirinya!"
10  Si lawan mengulurkan tangannya kepada segala harta bendanya; bahkan harus dilihatnya bagaimana bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya, padahal Engkau, ya TUHAN, telah melarang mereka untuk masuk jemaah-Mu.
11  Berkeluh kesah seluruh penduduknya, sedang mereka mencari roti; harta benda mereka berikan ganti makanan, untuk menyambung hidupnya. "Lihatlah, ya TUHAN, pandanglah, betapa hina aku ini!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar