(e-SH) 3 Desember -- Ulangan 18:9-22 - Ketika Masuk Lingkungan Baru

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Sabtu, 3 Desember 2022
Ayat SH: Ulangan 18:9-22

Judul: Ketika Masuk Lingkungan Baru

Mobilitas menjadi sebuah keniscayaan di zaman ini. Orang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, baik karena pekerjaan, pernikahan, maupun alasan lainnya. Lalu, apa yang mesti dilakukan ketika kita memasuki lingkungan baru, yang sama sekali tidak kita kenal?

Saat ini, kita diajak untuk mengenal dengan baik lingkungan baru yang akan kita masuki. Tujuannya adalah agar kita mengenal lingkungan itu dan tahu harus berlaku seperti apa agar kita tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak baik.

Kita diajak untuk belajar tidak melakukan hal-hal yang tak diperkenan Allah (9-12). Kata "belajar" menunjukkan proses di mana orang, baik secara sengaja maupun tidak, menyerap suatu pengetahuan dan mempraktikkannya. Ada paling tidak dua faktor yang memengaruhi sebuah proses belajar, yaitu niat dari orang yang belajar dan daya pengaruh dari ilmu atau praktik yang dipelajari. Ketika pengaruhnya sangat kuat, ilmu atau praktik tersebut akan mudah meresap ke dalam diri seseorang.

Ada peringatan, "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (lih. 1Kor. 15:33). Dalam hal itu, meskipun orang tidak berniat belajar, ia tetap akan mendapatkan pengaruh kuat yang bisa mengubah hidupnya secara total. Tuhan memperingatkan tentang hal itu. Ia pun berkenan menjanjikan para penolong yang akan selalu mengingatkan kita akan bahaya yang bisa datang dari luar. Jadi, kita akan mampu hidup dengan bijaksana di lingkungan baru. Kita bisa hidup berbaur di dalam masyarakat tanpa harus mengikuti hal yang berbeda dengan iman dan prinsip hidup Kristen kita.

Jadi, bukan kita yang disetir oleh lingkungan di sekitar kita, melainkan kita juga punya peran untuk menyetir kehidupan bersama sehingga nilai-nilai Kristiani (kasih, sukacita, damai sejahtera, dan keadilan) boleh merasuk ke dalam kehidupan masyarakat kita.

Kita bersyukur jika Tuhan mengizinkan kita berada di dalam lingkungan yang baru. Itu artinya ada tugas pengutusan yang hendak Tuhan berikan kepada kita, yaitu untuk mewarnai hidup ini dengan cinta kasih dan damai sejahtera dari Tuhan. Amin. [MTH]

e-SH versi web: https://www.sabda.org/publikasi/sh/2022/12/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: https://alkitab.sabda.org/?Ulangan+18:9-22
Mobile: https://alkitab.mobi/tb/passage/Ulangan+18:9-22

Ulangan 18:9-22

 9  "Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu.
10  Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir,
11  seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.
12  Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.
13  Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu.
14  Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian.
15  Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
16  Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
17  Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18  seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
19  Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
20  Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
21  Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? --
22  apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar