(e-SH) 11 Oktober -- Lukas 15:11-32 - Kembalilah Pulang!

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 11 Oktober 2019
Ayat SH: Lukas 15:11-32

Judul: Kembalilah Pulang!

Saya selalu mengingat perkataan Ayah kepada anaknya, Jimmy, yang menghabiskan masa mudanya dalam pergaulan buruk. Pesan Ayahnya: "Jim, kalau di luar sana tidak ada lagi yang mau menerimamu, kembalilah pulang. Ayah akan selalu menerimamu dengan senang hati". Jika berada di posisi Jimmy, apakah kita berani pulang saat tidak ada lagi yang sudi menerima kita?

Yesus mengajarkan pelajaran ketiga tentang mencari serta menyelamatkan yang terhilang. Kali ini dengan perumpamaan anak yang hilang. Seorang anak bungsu meminta warisan kepada ayahnya dan kemudian hidup berfoya-foya (12-13).

Ia lupa hartanya bisa habis. Saat itu, ia tak memiliki siapa pun untuk menolongnya (14-15). Ia menjadi orang asing di negeri orang. Ia kelaparan dan tak seorang pun memberinya makan (16).

Akhirnya, ia teringat betapa indah hidup bersama bapaknya dalam segala kelimpahan (17). Ia menyadari kesalahannya dan kembali pulang ke rumah bapaknya (18-20).

Selalu ada kasih seorang bapak untuk anaknya yang terhilang. Bapaknya menyambut dengan segala persiapan dan perjamuan yang megah. Diberikan jubah terbaik, cincin pada jarinya, sepatu pada kakinya, serta hidangan terbaik (22-23). Bagi seorang ayah, kembalinya seorang anak yang hilang melebihi segala kekayaannya. Kesukaan besar yang tidak terkira.

Masa lalu tak akan pernah menjadi masa depanmu. Betapa pun buruk dan berdosanya kita di masa lalu, asal ada penyesalan dan pertobatan, hidup kita akan berubah. Anak bungsu pernah salah di jalan hidupnya. Akan tetapi, ada satu masa ia mengingat semua kesalahannya. Ia memberanikan diri untuk kembali pulang. Keberanian itu mendapat sambutan luar biasa. Saat kita menyadari kesalahan, maka beranilah kembali pulang pada kasih Allah yang tiada terukur. Kasih, pengampunan-Nya, dan kehidupan baru selalu tersedia untuk mereka yang terhilang.

Doa: Tuhan, di kala kami tersesat, ajar kami berani kembali kepada-Mu dengan rasa sesal dan tekad untuk bertobat. [SY]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/10/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+15:11-32
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+15:11-32

Lukas 15:11-32

11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar