(e-SH) 8 September -- Galatia 1:11-24 - Panggilan yang Mengubah Kelakuan

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Minggu, 8 September 2019
Ayat SH: Galatia 1:11-24

Judul: Panggilan yang Mengubah Kelakuan

Charles Hutagalung, musisi legendaris Indonesia pernah menciptakan lagu yang berjudul, "Semua Bisa Bilang". Salah satu bait lagunya mengatakan: "Semua bisa bilang, 'Sayang!'. Semua bisa bilang. Apalah artinya sayang, tanpa kenyataan". Lirik lagu ini sederhana, tetapi mengena dalam keseharian kita ketika perkataan tidak selaras dengan perbuatan.

Banyak orang yang meragukan jabatan rasul yang disandang Paulus. Keraguan inilah yang membuat Paulus perlu menekankan sumber otoritas utamanya, yaitu Injil. Paulus mengatakan bahwa Injil tersebut bukan dari manusia, melainkan dari wahyu Kristus (11-12). Paulus perlu menegaskan hal ini agar jelas otoritas siapa yang bekerja atas semua karyanya.

Jika pun muncul keraguan di dalam diri Paulus, sebenarnya hal itu lumrah. Pasalnya, Paulus adalah mantan penganiaya orang Kristen (13). Pada masa muda, ia lebih tekun dalam memelihara adat istiadat nenek moyang (14). Sampai akhirnya dalam sebuah peristiwa, ia mendapat mandat ilahi untuk memberitakan nama Yesus. Dengan lugas, Paulus merasa tidak perlu meminta pertimbangan manusia (15-16) karena ia sangat yakin bahwa Allah adalah pengutusnya (20).

Lalu, apakah pengakuan Paulus ini hanya omong kosong? Tentu saja standar penguji sebuah teori adalah praktik. Gaya hidup Paulus menunjukkan kualitas sebagai rasul. Ia mengalami perubahan radikal, yaitu dari penganiaya menjadi pemberita Firman (23). Dampaknya adalah semakin banyak orang memuliakan Allah karena pelayanannya.

Semua orang bisa mengeklaim bahwa ia dipanggil Tuhan untuk tugas tertentu. Kita semua bisa mengatakan sedang mengemban amanat ilahi. Bahkan, kita pun bisa mengangkat sumpah untuk itu. Bagaimanapun juga, praktik dan bukti nyata menjadi alat uji yang sahih. Kata-kata tidak pernah membuktikan apa-apa. Hanya aksi yang bisa menyuarakan kebenaran menjadi nyata.

Doa: Tuhan, didiklah kami agar lebih banyak bekerja dan berkarya daripada hanya berkata-kata tanpa disertai tindakan konkret. [JJ]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/09/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Galatia+1:11-24
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Galatia+1:11-24

Galatia 1:11-24

11  Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
12  Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
13  Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
14  Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
15  Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
16  berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
17  juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
18  Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
19  Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
20  Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
21  Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
22  Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
23  Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
24  Dan mereka memuliakan Allah karena aku.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar