(e-SH) 26 Juli -- Imamat 24:10-23 - Menghormati Tuhan dengan Semestinya

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 26 Juli 2019
Ayat SH: Imamat 24:10-23

Judul: Menghormati Tuhan dengan Semestinya

Robin A. Parry, seorang teolog kontemporer pernah mengemukakan bahwa gereja kurang menghargai jati diri Allah yang disembahnya. Hal ini tampak melalui nyanyian mereka. Mayoritas nyanyian tidak menyebut Allah Tritunggal. Referensi akan nama-Nya yang berkuasa dan kudus pun kurang mendapat sorotan yang semestinya.

Nas kita berbicara tentang hal ini, secara khusus disoroti dalam ayat 10-16. Sekilas ketujuh ayat ini tampak tidak terkait dengan ayat 1-9. Namun, jika kita merenungkannya dengan seksama, ada kesamaan pokok pikiran yaitu kehadiran Allah di tengah perkemahan umat-Nya. Di satu sisi, kehadiran Allah lewat simbol terang dan dua belas roti perlu ditaati oleh imam. Di sisi lain, penghormatan atas kehadiran Allah didemonstrasikan melalui sikap umat terhadap nama-Nya yang kudus (Kel. 20:7 dan Im. 19:12). Perikop ini menarasikan kebenaran tersebut melalui dua aspek. Pertama, melalui situasi perkelahian antara anak dari perempuan Israel (Selomit binti Dibri, suku Dan) dengan seorang Israel lainnya, yang terjadi di tengah perkemahan Israel, di mana Allah hadir. Anak itu menghujat (11, 16), bahkan mengutuk nama TUHAN (11, 15). Tampaknya ujaran verbal tersebut merendahkan, bahkan mempersalahkan Allah Israel. Ada kemungkinan nama "YHWH" disebut dengan sembrono, sehingga diperhitungkan sangat serius dan layak dihukum mati. Artinya, pelanggar tersebut menghina Allah secara publik.

Kedua, melalui bagian ini, Allah menyatakan bahwa umat perlu menghormati diri-Nya. Penghormatan tersebut bukan lagi melalui ekspresi ritual, tetapi penghargaan atas nama Allah dan ciptaan-Nya.

Kita perlu memeriksa penghayatan kita mengenai penghormatan kepada Allah. Penghormatan bukan hanya dalam oleh aktivitas rohani di gereja, tetapi juga bagaimana seorang berelasi dengan ciptaan lain. Sikap kita terhadap ciptaan Allah mencerminkan seberapa jauh kita menghormati-Nya. Hormati seluruh ciptaan Allah!

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk senantiasa memberikan penghormatan yang tepat bagi-Mu. [BL]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2019/07/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Imamat+24:10-23
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+24:10-23

Imamat 24:10-23

10  Pada suatu hari datanglah seorang laki-laki, ibunya seorang Israel sedang ayahnya seorang Mesir, di tengah-tengah perkemahan orang Israel; dan orang itu berkelahi dengan seorang Israel di perkemahan.
11  Anak perempuan Israel itu menghujat nama TUHAN dengan mengutuk, lalu dibawalah ia kepada Musa. Nama ibunya ialah Selomit binti Dibri dari suku Dan.
12  Ia dimasukkan dalam tahanan untuk menantikan keputusan sesuai dengan firman TUHAN.
13  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
14  "Bawalah orang yang mengutuk itu ke luar perkemahan dan semua orang yang mendengar haruslah meletakkan tangannya ke atas kepala orang itu, sesudahnya haruslah seluruh jemaah itu melontari dia dengan batu.
15  Engkau harus mengatakan kepada orang Israel, begini: Setiap orang yang mengutuki Allah harus menanggung kesalahannya sendiri.
16  Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.
17  Juga apabila seseorang membunuh seorang manusia, pastilah ia dihukum mati.
18  Tetapi siapa yang memukul mati seekor ternak, harus membayar gantinya, seekor ganti seekor.
19  Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya:
20  patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.
21  Siapa yang memukul mati seekor ternak, ia harus membayar gantinya, tetapi siapa yang membunuh seorang manusia, ia harus dihukum mati.
22  Satu hukum berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli, sebab Akulah TUHAN, Allahmu."
23  Demikianlah Musa menyampaikan firman itu kepada orang Israel, lalu dibawalah orang yang mengutuk itu ke luar perkemahan, dan dilontarilah dia dengan batu. Maka orang Israel melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
- - -
Anda diberkati melalui Santapan Harian?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Pintu Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

0 komentar:

Posting Komentar