(e-SH) 3 November -- Roma 9:1-18 - Anak Daging vs Anak Perjanjian

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 3 November 2016
Ayat SH: Roma 9:1-18

Judul: Anak Daging vs Anak Perjanjian

Paulus dikenal sebagai rasul bagi orang non-Yahudi. Itu juga yang sering dikatakan Sang Rasul dalam surat-suratnya. Paulus terkadang dianggap sebagai rasul yang tidak mengindahkan Taurat, khususnya perihal kewajiban sunat kepada orang non-Yahudi ketika mereka menjadi Kristen. Paulus dengan tegas menyatakan bahwa orang non-Yahudi tak perlu melakukan kewajiban sunat (lih. Gal. 5:6). Namun demikian, nas hari ini menegaskan betapa Paulus sungguh mengasihi bangsa Israel.

Ayat 1-3 begitu jelas! Dengan sedikit emosional, Paulus rela dikutuk oleh Allah dan dipisahkan dari Kristus. Alasan Paulus adalah meski Israel bukan bangsa yang terbaik, tetapi Allah telah melimpahi mereka dengan begitu banyak hal yang istimewa! (4-5). Karena itu, Paulus percaya bahwa rencana Allah tak pernah gagal.

Logika Paulus sungguh sederhana: "Tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel dan tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham" (6-7). Paulus mengingatkan jemaat di Roma bahwa anak-anak Allah bukanlah anak-anak daging, tetapi anak-anak perjanjian. Dengan mengutip kisah dua leluhur, Sara dan dan Ribka, Paulus menegaskan bahwa keselamatan adalah anugerah semata, dan bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya.

Bagaimana dengan kita? Kita bukanlah anak-anak Allah menurut daging, melainkan anak-anak perjanjian dalam Yesus Kristus. Karena itu, bersyukurlah jika kita telah dipilih-Nya menjadi anak-anak-Nya. Pilihan itu tak seharusnya membuat kita sombong karena pada dasarnya pilihan itu adalah anugerah-Nya semata. Rasa syukur itu semestinya diperlihatkan dengan terus bersikap dan bertindak sebagai anak-anak-Nya.

Bersikap dan bertindak sebagai anak-anak Allah merupakan keniscayaan karena kita telah diangkat sebagai anak-anak-Nya. Yang aneh adalah ketika seorang yang mengaku sebagai anak-anak Allah ternyata tidak hidup seperti Bapanya. Bukankah buah jatuh (semestinya) tak jauh dari pohonnya? [CC]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2016/11/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+9:1-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+9:1-18

Roma 9:1-18

 1  Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,
 2  bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.
 3  Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.
 4  Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.
 5  Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
 6  Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,
 7  dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
 8  Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.
 9  Sebab firman ini mengandung janji: "Pada waktu seperti inilah Aku akan datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki."
10  Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita.
11  Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya--
12  dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"
13  seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
14  Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
15  Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
16  Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.
17  Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi."
18  Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
     Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
              e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
           (e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org

0 komentar:

Posting Komentar