(e-SH) 27 Oktober -- Roma 7:13-26 - Ketika Orang Kudus Menggumuli Dosa

Posted On // Leave a Comment

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Kamis, 27 Oktober 2016
Ayat SH: Roma 7:13-26

Judul: Ketika Orang Kudus Menggumuli Dosa

Perikop ini merupakan salah satu perikop yang terkenal dan kontroversial dalam kitab Roma. Seakan-akan dalam perikop ini Paulus memperlihatkan adanya dua kepribadian dalam dirinya yang saling bertolak belakang (15-26). Ia melakukan apa yang dibencinya, bukan apa yang dikehendakinya (15-17). Ia memiliki kehendak, tetapi bukan apa yang baik meski ia mengetahui apa yang seharusnya dilakukan (18-20). Ia mengalami pergumulan untuk melakukan apa yang baik, namun di sisi lain ia sadar bahwa dalam dirinya memikirkan apa yang jahat (21-23). Dengan kata lain, perikop ini mengupas pergumulan batin Paulus antara dosa dan hidup benar.

Bagaimana mungkin orang sekaliber Paulus bergumul berat dengan dosanya? Seorang teolog bernama J.I. Packer menjelaskan seperti ini: Paulus bergumul dengan dosa bukan karena ia orang berdosa, melainkan karena ia sudah dikuduskan Allah. Dosa membuatmu mati rasa. Orang yang berbuat dosa berulang kali lebih mudah terpengaruh melakukan perbuatan dosa. Alasan Paulus "bergumul" sedemikian berat karena ia tidak terperangkap dalam jaring dosa, bukan pula karena dirinya tidak berpengharapan sehingga ingin menyerah ke dalam pencobaan-pencobaan yang dihadapinya. Karena Paulus menjalani hidup yang kudus, kepekaan terhadap Roh Allah membuat dirinya bergairah memuliakan Allah. Itulah sebabnya mengapa ia begitu sensitif saat melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan hati Allah. Ia menyadari dirinya bukan manusia sempurna dan masih dapat jatuh dalam perilaku keberdosaan. Dalam pergumulannya, Paulus tidak berakhir dalam keputusasaan. Ia menyadari sepenuhnya bahwa dirinya telah menjadi milik Yesus Kristus (24-25).

Hanya dalam Kristus, kita bisa menang melawan cengkeraman dosa. Apakah Anda juga sedang bergumul berat menghadapi dosa-dosa Anda? Jika Anda dalam Kristus, pergumulan terhadap dosa itu merupakan bukti Anda telah dikuduskan Allah sehingga Anda gelisah. Karena itu, jangan menyerah dan jangan putus asa. Kristus ada di pihak kita. [MFS]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2016/10/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+7:13-25
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+7:13-25

Roma 7:13-26

13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.
14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.
15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
16 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.
17 Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
26 Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
     Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
              e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
           (e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org

0 komentar:

Posting Komentar