(e-RH) Mei 29 -- BARANG POLESAN

Posted On // Leave a Comment

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 29 Mei 2016
Bacaan : Yesaya 29:9-16
Setahun: 2 Tawarikh 28-30
Nats: Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan." (Yesaya 29:13)

Renungan:

BARANG POLESAN

Kata orang sekarang ini zaman polesan. Kalau mobil kesayangan tergores atau penyok, tidak perlu khawatir, cukup dibawa ke tukang cat mobil. Bagian yang tergores dan penyok itu hanya perlu dikenteng, sedikit dipoles, dan dicat. Tidak perlu waktu lama, mobil kembali tampak baru. Tak jauh beda dengan kulit wajah. Noda kulit karena bekas luka atau wajah keriput karena dimakan usia pun mu dah diatasi. Cukup dengan sedikit polesan krim atau masker kecantikan, kulit wajah pun tampak kembali muda tanpa noda.

Bangsa yang buta! Demikianlah Tuhan menyebut penampilan baik yang ditunjukkan oleh umat Israel. Ya, mereka memoles kejahatan dan ketidaktaatan mereka kepada perintah Tuhan dengan penampilan ibadah yang tampak sempurna. Dengan polesan lahiriah itu mereka bahkan berkata, "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang akan mengenal kita?" (ay. 15). Umat ini berpikir bahwa Tuhan dapat mereka kelabui dengan polesan rohani palsu tersebut.

Jujur, acap kali hidup kita penuh dengan polesan. Kita begitu mahir memoles kebencian kita dengan senyuman hangat. Kita memoles sebuah maksud jahat dengan sapaan ramah. Kita memoles dosa kita dengan ibadah dan semangat dalam menyanyikan pujian bagi Tuhan. Tapi, semua polesan yang baik dan indah itu palsu. Kepalsuan yang mungkin bisa mengelabui mata manusia, tetapi tidak di mata Tuhan. Semua perbuatan baik, ibadah, bahkan pelayanan yang kita lakukan sama sekali tidak ada artinya jika kita melakukannya hanya untuk menutupi kejahatan hati. --Samuel Yudi Susanto/Renungan Harian
   
SEINDAH APA PUN KITA MEMOLES KEJAHATAN HATI KITA, TETAP SAJA HAL ITU ADALAH KEPALSUAN DI MATA TUHAN.

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2016/05/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2016/05/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+29:9-16

Yesaya 29:9-16

 9  Tercengang-cenganglah, penuh keheranan, biarlah matamu tertutup, buta semata-mata! Jadilah mabuk, tetapi bukan karena anggur, jadilah pusing, tetapi bukan karena arak!
10  Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu--yakni para nabi--telah dipejamkan-Nya dan mukamu--yaitu para pelihat--telah ditudungi-Nya.
11  Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai";
12  dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."
13  Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
14  maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi."
15  Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?"
16  Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"?

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+28-30
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+28-30

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2016 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

0 komentar:

Posting Komentar