Santapan Rohani Hari Ini: Ceritakan Kisahmu

Posted On // Leave a Comment

Santapan Rohani Hari Ini: Ceritakan Kisahmu


Ceritakan Kisahmu

Posted: 10 May 2015 10:00 AM PDT

Senin, 11 Mei 2015

Ceritakan Kisahmu

Baca: 1 Timotius 1:12-20

1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku–

1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

1:18 Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.

1:19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,

1:20 di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.

Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. —Mazmur 145:6

Ceritakan Kisahmu

Michael Dinsmore, seorang mantan narapidana dan petobat baru, diminta untuk bersaksi di sebuah penjara. Setelah ia berbicara, sejumlah narapidana mendatanginya dan berkata, “Ini pertemuan paling menarik yang pernah kami hadiri!” Michael pun takjub karena Allah dapat memakai kisahnya yang sederhana.

Dalam 1 Timotius, setelah Paulus menugasi Timotius untuk tetap tinggal dan mengabarkan Injil (1:1-11), ia membagikan kesaksian pribadinya untuk menyemangati pemuda itu (ay.12-16). Ia berbicara tentang belas kasihan Allah yang dialaminya sendiri. Paulus berkata bahwa ia pernah menghujat Tuhan, tetapi Dia telah mengubah hidupnya. Dalam belas kasihan- Nya, Allah bukan saja menganggapnya setia dan mempercayakan pelayanan kepadanya, Dia juga memampukan Paulus untuk melakukan pelayanan itu (ay.12). Paulus memandang dirinya sebagai orang yang paling berdosa, tetapi Allah menyelamatkan dirinya (ay.15). Tuhan sanggup! Itulah yang Paulus ingin Timotius mengerti, dan yang perlu kita mengerti juga. Melalui kesaksian Paulus, kita melihat belas kasihan Allah. Jika Allah bisa memakai seseorang seperti Paulus, Dia juga bisa memakai kita. Jika Allah bisa menyelamatkan orang yang paling berdosa, tak seorang pun yang tidak terjangkau oleh-Nya.

Kesaksian tentang karya Allah dalam hidup kita dapat menguatkan orang lain. Kiranya orang-orang di sekitarmu tahu bahwa Allah yang tercatat dalam Alkitab itu masih berkarya hingga hari ini! —Poh Fang Chia

Bapa, terima kasih untuk keselamatan dari-Mu dan bahwa tak seorang pun, termasuk diriku, berada di luar jangkauan belas kasihan, anugerah, dan kuasa perubahan-Mu. Tolong aku untuk membagikan kisahku kepada orang lain agar mereka bisa melihat kasih-Mu.

Tak seorang pun yang berada di luar jangkauan kasih Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 13-14; Yohanes 2

Photo credit: wickenden / Foter / CC BY-SA

0 komentar:

Posting Komentar