(e-SH) 02 November -- Kidung Agung 6:4-11 - Membangun kembali kasih

Posted On // Leave a Comment
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 2 November 2014
Ayat SH: Kidung Agung 6:4-11

Judul: Membangun kembali kasih

Relasi suami istri memang tidak selalu berjalan mulus. Masalah kecil
seperti kesibukan sehingga kurang waktu untuk berkomunikasi, bisa
menjadi besar ketika tidak segera diselesaikan. Misalnya, daripada
saling menyalahkan, lebih baik saling mengalah, memperbaiki diri.

Sang istri, sudah memulai untuk memperbaiki kesenjangan komunikasi
yang terjadi dengan membuka dirinya untuk merayu si suami agar
bergairah lagi kepadanya (Kid. 6:3). Kini, giliran sang suami
menyambut dengan kehangatan yang diperbarui. Sang suami, yang pada
dasarnya masih mengasihi istrinya, segera menyambut si istri
dengan mengungkapkan kembali kekagumannya, bahkan komitmennya.

Kecantikan sang istri diumpamakan sebagai Tirza dan Yerusalem. Tirza
merupakan ibu kota kerajaan Israel utara sebelum Samaria (1Raj.
14:17). Keindahan kota tersebut secara alami ada pada taman-taman
bunganya. Sedangkan Yerusalem, kota tempat bait suci Allah Israel
melambangkan keindahan yang dikombinasikan dengan kekudusan.
Mungkin bisa dikatakan kecantikan batiniah. Kata "menjadi bingung"
di ayat 5 mungkin lebih tepat diterjemahkan "menjadi bergairah"
(bdk. 1:15; 4:1, 9).

Penghargaan tinggi sang suami kepada istri dinyatakan dengan
perbandingan yang menyolok (8-9). Gambaran Salomo yang memiliki
banyak istri dan selir, namun semua perkawinan politik itu tidak
memiliki kasih sejati. Kasih sejati ada pada pasutri yang
merayakannya di Kidung Agung ini. Inilah sekaligus komitmen sang
suami untuk hanya mencintai istrinya.

Para suami yang dipercayakan Allah sebagai kepala rumah tangga, harus
ingat bahwa inisiatif ada pada kita. Jadilah suami yang baik, yang
selalu dengan lembut memperlakukan istri. Pujilah dia dengan
tulus. Biarlah gairahmu hanya untuk dia, tidak boleh pada siapapun
yang lain.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2014/11/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kidung+Agung+6:4-11
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kidung+Agung+6:4-11

Kidung Agung 6:4-11

4 Cantik engkau, manisku, seperti kota Tirza, juita seperti
Yerusalem, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya.
5 Palingkanlah matamu dari padaku, sebab aku menjadi bingung
karenanya. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang
turun dari Gilead.
6 Gigimu bagaikan kawanan domba, yang keluar dari tempat pembasuhan,
yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
7 Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.
8 Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak
terbilang banyaknya.
9 Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya
anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya;
puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia,
permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya.
10 "Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan
bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala
tentara dengan panji-panjinya?"
11 Ke kebun kenari aku turun melihat kuntum-kuntum di lembah, melihat
apakah pohon anggur berkuncup dan pohon-pohon delima berbunga.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---

Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [stefanus.777.renungan@blogger.com]
Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4972922-4407379.a48c7cdc0d4a88c1ce6ec770adb0f694@hub.xc.org

0 komentar:

Posting Komentar